Anda di halaman 1dari 4

Teknik Pemboran 2015

Jenis metoda pemboran pemboran dibedakan dibedakan berdasarkan :


Mekanisme Pemboran
Sirkulasi Sirkulasi Fluida Bor
Jenis fluida bor yang digunakan
1. Berdasarkan mekanisme pemboran, metode pemboran dapat dibagi lagi, yaitu
PEMBORAN MESIN PUTAR
Ada berbagai macam jenis mesin bor putar, dari yang portable sampai
pemboran raksasa seperti pada pemboran minyak yang dapat mencapai kedalaman
beberapa kilometer. Ada berbagai jenis, dari mulai packsack (dapat diangkat di atas
punggung) sampai bor besar harus dipreteli atau diangkat di truck.
Alat pemboran (yang disebut drilling-rig) dinilai dari kemampuannya untuk
mencapai kedalaman, kemampuan pengambilan sampel batuan dan kemampuan
menentukan arah. Selain itu juga kemampuan bergerak di medan merupakan salah
satu hal diperhatikan. Mesin-mesin pemboran putar ini mempunyai prinsip yang
sama, namun berdasarkan kemampuannya dapat dibagi sebagai berikut :
- Bor mesin ringan (portable drilling rig)
- Bor mesin inti (diamond drilling rig)
- Bor mesin rotari (rotary drilling rigs)
- Bor mesin alir-balik (counterflush drilling rig)
PEMBORAN MESIN TUMBUK (PERCUSSION DRILLING)
Jenis mesin pemboran ini sudah jarang dipakai lagi dalam eksplorasi. Batuan
dipecah dengan pahat yang ditumbuk, dan sampel diambil dengan bailer atau drive
sampler. Sampel yang didapat tidak murni.
Pemboran dengan jenis ini umumnya digunakan dalam eksplorasi dasar pada
soil, gravel, endapan pasir. Dimana sebagian besar batuan yang dihasilkan telah
mengalami gangguan, karena proses pemborannya dilakukan dengan menumbuk
Nama : Muhammad Reza
Nim : 111.120.013

Teknik Pemboran 2015

tanpa menimbulkan moment putar. Hasil dari pemboran tersebut kemudian dibawa
ke laboratorium.
Ada berbagai jenis mesin bor perkusi ini, antara lain yang disebut :
- Cable Tool Drilling Rig
- Hammer Drill atau Wagon Drill
- Downhole Hammer Drilling Rig
- Hammer Drilling Rig with Drive Sampler
BOR PUTAR HIDRAULIK
Pada mesin bor putar hidrolik, pembebanan pada mata bor terutama diatur
oleh sistem hidrolik yang terdapat pada unit mesin bor, disamping beban yang
berasal dari berat stang bor dan mata bor. Cara kerja dari jenis mesin bor ini adala
mengombinasikan tekanan hidrolik, stang bo dan putaran mata bor di atas formasi
batuan. Formasi batuan yang tergerus akan terbawa oleh fluida bor ke permukaan
melalui rongga anulus atau melalui rongga stang bor yang bergantung pada sistem
sirkulasi fluida bor yang digunakan. Adapun contoh mesin bor putar hidrolik adalah
a. Top Drive
Unit pemutar pada jenis Top Drive bergerak turun naik pada menara,
tenaganya

berasal dari unit transmisi hidrolik yang digerakkan oleh pompa.

Penetrasinya dapat langsung sepanjang stang bor yang dipakai (umumnya sepanjang
3,6m 9 m), sehingga jenis mempuyai kinerja yang paling baik.
b. Spindle
Pada jenis ini pemutarannya bersifat statis, kemajuan pemboran sangat
dipengaruhi oleh panjang spindle (umumnya antara 60 m 100 m), dan tekanan
hidrolik yang dibutuhkan

Nama : Muhammad Reza


Nim : 111.120.013

Teknik Pemboran 2015

2. Berdasarkan sirkulasi fluida, metode pemboran dapat dibagi lagi, yaitu :


Sirkulasi Langsung ( Sirkulasi Langsung (Direct Circulation Direct Circulation)
Fluida bor dipompakan dari mudpit ke mata bor melalui bagian dalam stang bor
kemudian kembali lagi ke permukaan akibat tekanan pompa melalui rongga anulus.
Sirkulasi Terbalik (Reverse Circulation) Fluida bor dari mudpit bergerak melalui
rongga anulus, kemudian kembali lagi ke permukaan akibat gaya hisap pompa
melalui bagian dalam stang bor.
Fluida Pemboran
Fluida pemboran adalah merupakan suatu campuran cairan (liquid) dari
beberapa komponen yang terdiri dari : air(tawar atau asin), minyak, tanah liat(clay),
bahan-bahan kimia(chemical additives), gas, udara, busa maupun detergen. Di
lapangan, fluida pemboran dikenal sebagai lumpur (mud).

3. Berdasarkan jenis fluida yang digunakan, metode pemboran dapat dibagi lagi,
yaitu :
Waterbased mud, lumpur pemboran yang paling banyak digunakan adalah
water-base mud(80%). Komposisi lumpur ini terdiri dari air tawar atau air asin, clay
dan chemical additives. Komposisi ini ditentukan oleh kondisi lubang bor.
Oilbased mud, digunakan pada pemboran dalam, hotholes, formasi shale dan
sebagainya. Lumpur ini lebih mahal, tetapi mengurangi terjadinya korosi pada
rangkaian pipa bor, dsb.
Air or gasbased mud, keuntungan dari lumpur jenis ini terutama adalah dapat
menghasilkan laju pemboran yang lebih besar. Karena digunakan kompressor,
kebutuhan peralatan dan ruang lebih sedikit.

Nama : Muhammad Reza


Nim : 111.120.013

Teknik Pemboran 2015

CARA DESKRIPSI CUTTING


Seorang wellsite geology yang akan

mendeskripsikan

cutting

harus

menggunakan prosedur yang standar. Kebanyakan perusahaan memiliki prosedur


tersendiri. Prosedur yang umum dipakai sebagai berikut:
1.

Nama umum batuan digarisbawahi dan diikuti oleh nama batuan yang lebih

detail
2. Warna
3. Tekstur meliputi ukuran butir, roundness, dan sortasi
4.

Materi penyusun semen/matriks

5.

Fosil dan asesoris

6. Tipe bedding
7.

Porositas dan kenampakannya

8.

Hal-hal lain yang penting, seperti odor

9.

Petunjuk minyak atau gas (oil/gas show) seperti oil cut


Contoh deskripsi yang di dapat dari salah satu wellsite geology pada hasil

deskripsi cutting yang merupakan ruang lingkup wellsite geology:


Sandstone: lithic arkose, merah, ukuran butir sedang, sortasi buruk, kebundaran
buruk/subangular, semen

kalsit,

tidak

ada

fosil,

laminasi minor, porositas

intergranular, tidak ada cut


Selain mendeskripsi dari analisa cutting, wellsite geology juga menganalisa
data coring yang di ambil. Coring memberikan sampel dengan kualitas yang
tinggi

dengan melakukan

pengukuran

langsung

terhadap

batuan

dan

formasi. Core memberi informasi geology dan teknik (engineering), dan analisisnya
akan memberikan keuntungan dalam pengembangan lapangan.

Nama : Muhammad Reza


Nim : 111.120.013

Anda mungkin juga menyukai