Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: NUR FAUZIAH KASIM

KELAS

: REGULER A

NIM

: PO.71.3.251.11.1.031
OBAT-OBAT ANTI ALERGI DAN OBAT ANAFILAKSIS

1.

2.

3.

4.

Difenhidramin HCl
- Indikasi

: Gejala alergi seperti batuk, gatal-gatal di tenggorokan, pilek, bersin-bersin, gatal di kulit, pilek dan

bersin-bersin karena flu.


Efek Samping
: Mengantuk.
Kontra Indikasi : Asma akut; glaukoma; kesukaran dalam mengosongkan kandung kencing; 2 minggu sebelumnya

menggunakan golongan MAO inhibitor, bayi dan ibu menyusui, hipersensitif.


Perhatian
: Tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin, hati-hati penggunaan pada

penderita epilepsi, prolatiza, penyakit jantung.


Interaksi Obat
: Alkohol, SSP depresan,MAOI.
Sediaan
: Injeksi 10 mg/ml, kaplet 25 mg
Penggolongan obat: Obat Keras, Obat Terbatas.
Contoh obat
: Adidryl; Arcodryl; Benadryl; Decadryl; Duradryl; Erladryl; Ifidryl, Mutidryl; Novadryl inj; Phenadryl;

Recodryl; Sidiadryl; Sominal; Symadryl; Valdres;


Desloratadin
- Indikasi
: Alergi rinitis, urtikaria idiopatik kronik.
- Kontra Indikasi : Hipersensitif
- Perhatian
: Jangan diberikan pada ibu menyusui karena dapat menembus ke air susu.
- Sediaan
: Tablet 5 mg
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Aerius
Klorfeniramini maleat
- Indikasi
: Pengobatan simptomatik berbagai penyakit alergi seperti urtikaria, pruritas, gigitan serangga.
- Efek Samping
: Sedasi, gangguan cerna, efek anti muskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinnitus, euforia, sakit kepala,
-

gangguan hematologi, mengantuk.


Kontra Indikasi : Infeksi saluran nafas bawah, bayi baru lahir atau bayi prematur, glaukoma sudut sempit.
Perhatian
: Hamil, retensi urine akibat hipertropi prostat, penderita dengan lesi lokal pada korteks serebral, hindari

mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin.


Interaksi Obat
: Alkohol, obat penekan SSP, antikolonergik, MAOI
Sediaan
: Tablet 4 mg; injeksi 10 mg/ml
Penggolongan obat: Obat Keras; Obat Terbatas
Contoh obat
: Aficitom; Alermax; Allergen; Alleron; CTM; Chlorpheniramine; Chlorphenon; Cohistan; Decaphenon;

Dehista; Hufaphenon; Orphen; Pehachlor; Selmetor; Tiramin; Zecamex.


Loratadin
- Indikasi
: Mengurangi gejala hidung tersumbat, bersin, rinorea, pruritis, dan lakrimasi karena rinitis alergi dan
-

selesma atau influenza.


Efek Samping
: Insomnia, mulut kering, sakitkepala, mengantuk, mual.
Kontra Indikasi : Hipersensitivitas, penderita yang mendapat antidepresan MAO, pasien glaukoma sudut sempit/tertutup,

retensi urin, hipertensi berat, arteri koroner berat dan hipertiroidisme.


Perhatian
: Kerusakan hati berat dosis dimulai dari yang kecil. Tidak dianjurkan untuk hamil dan laktasi dan anak

<6 tahun.
Interaksi Obat

jam sebelum prosedur uji.


Sediaan
: Tablet 10 mg; sirup 5 mg/5ml
Penggolongan obat: Obat Keras
Contoh obat
: Alernitis; Allohex; Aldisa SR; Alloris; Anhissen; Anlos; Clarihis; Clarinase; Claritin; Clatatin; Cronase;

: Meningkat dengan: ketokonazol, eritromisin, simetidin. Pemberian antihistamin harus dihentikan <48

Cronitin; Dinazen; Folerin; Glanos SR; Gradine; Hislorex; Histaritin; Imunex; Inclarin; Klinset; Lergia; Lesidas; Logista;
Lolergi; Loran; Lorapharm; Loratadine; Lorihis; Miratadin; Nosedin; Nufalora; Omellegar; Prohistin; Rhinos SR; Rahistin;
Rihest; Sohotin; Tinnic; Ultilar; Winatin; Xepalodin; Zeos.

5.

6.

7.

Pseudoefedrin sulfat
- Indikasi
: Mengurangi gejala hidung tersumbat, bersin, rinorea, pruritis, dan lakrimasi karena rinitis alergi dan
selesma atau influenza.
- Efek Samping
: Insomnia, mulut kering, sakitkepala, mengantuk, mual.
- Penggolongan obat: Obat Keras
Deksametason, Dekslorfeniramin maleat
- Indikasi
: Reaksi alergi yang memerlukan terapi dengan kortikosteroid seperti rinitis alergi, urtikaria, dermatitis
-

akut atau kronik, hay fever, alergi obat, konjungtivitas alergi.


Efek Samping
: Meningkatkan gangguan cairan elektrolit, saluran cerna, dermatologik, osteoporosis, penghambatan

pertumbuhan anak, penambah nafsu makan, kantuk ringan sampai sedang, reaksi KV, hematologik.
Kontra Indikasi : Hipersensitif, infeksi fungsi sistemik, varisela dengan vaksinia.
Perhatian
: Penyakit jantung kongestif, hipertensi, DM, penyakit menular, gagal ginjal kronis; uremia, stres, lansia,

glaukoma sudut sempit, hipertropi prostat, tidak boleh mengendarai atau menjalankan mesin, ibu hamil.
Interaksi Obat
: Khasiat obat ini dapat dikurangi oleh fenitoin, fenobarb, rifampisin. Kortikosteroid dapat menurunkan

efek.
Sediaan
: Tablet Deksametason 0,5 mg, deksklorfeniramin maleat 2 mg.
Penggolongan obat: Obat Keras
Contoh obat
: Alegi; Asonfen; Bidaxtam; Dexclosan; Dextaf; Dextafen; Grafachlor; Lorson; Lotharson; Mitadex;

Mitramin; Omegtamine; Polofar Plus; Proxona; Trodex, Yekazone.


Dekslorfeniramin maleat
- Indikasi
: Rhinitis karena alergi menahun, rhinitis karena gangguan vasomotor, konjungtivitis karena alergi,
urtikaria angioderma karena alergi ringan pada kulit, eksim karena alergi, dermatitis atopik, dermatitis kontak, gigitan
-

8.

9.

serangga, dermografisme.
Efek samping
: Sedasi, gangguan cerna seperti mual, muntah.
Kontra Indikasi : Hipersensitif, bayi baru lahir atau prematur, inhibitor MAO.
Sediaan
: Kaplet 2 mg; sirup 5 ml
Penggolongan obat: Obat Keras
Contoh obat
: Bufaramine; Dextamine; Dexteem; Histaklor; Mitramin; Polamec; Polaramine; Polarist; Polofar;

Ramahist; Vilergi Tab.


Prometazin
- Indikasi
: Alergi, gatal-gatal, mabuk perjalanan.
- Sediaan
: Sirup Prometazin 5 mg/ 5 ml; Prometazin HCl 1 mg/ml; Tablet Prometazin HCl 25 mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Allerzin; Cendofergan; Phenergan.
Terfenadin
- Indikasi
: Rinitis alergi, alergi kulit.
- Efek Samping
: Jarang menimbulkan efek sedasi, dapat terjadi gangguan alat cerna, nyeri kepala dan berkeringat.
- Kontra Indikasi : Hipersensitif, hamil dan menyusui.
- Perhatian
: Hamil dan Laktasi.
- Interaksi Obat
: Ketokonazol dan derivat azole yang lain serta antibiotika makrolida dapat berefek ganggauan ritme dan

penghentian jantung. Jangan diberikan bersamaan.


- Sediaan
: Tablet 60 mg; sirup 5 mg/5 ml.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Arisdan; Alpenaso; Hisdane; Pylitep; Terfin.
10. Siproheptadin
- Indikasi
: Alergi ringan dan tidak berkomplikasi berupa urtikaria dengan angioderma kulit.
- Efek Samping
: Drowsiness, kadang timbul mulut kering, sakit kepala, tinitus, lelah, diplopia, insomnia, ataksia,
-

peningkatan nafsu makan.


Kontra Indikasi : Wanita menyusui, bayi baru lahir prematur, glaukoma, tukak peptik, hipersensitif.
Perhatian
: Hati-hati penderita yang menjalankan alat berat dan kendaraan bermotor, penderita dengan riwayat
asma bronkial, kenaikan tekanan intraokuler, hipertiroid, penyakit jantung hipertensi, bronkial, anak <14 tahun, hamil dan

menyusui.
Interaksi Obat
: Alkohol atau depresan SSP. Inhibitor MAO.
Sediaan
: Tablet 4 mg
Penggolongan obat: Obat Keras

Contoh obat

: Alphahist; Alprocyn; Apeton; Bimatonin; Cydifar; Cylat; Cytris; Ennamax; Erphacyp; Etapron; Esprocy;

Glocyp; Graperide; Heptasan; Lexahist; Nebor; Omesip; Poncohist; Procydin; Profut; Prohessen; Prohys; Pronicy;
Pronimax; Ramasip; Sinapdin.
11. Feniramin hidrogen maleat
- Indikasi
: Alergi (reaksi hipersensitif) seperti hay fever (pollinosis) dengan bersin, gatal, dan ingusan, inflamasi
konjungtiva mata, urtikaria, dan eksim (termasuk neurodermatitis) dengan pruritis.
- Efek Samping
: Mulut kering, retensi urine, kenaikan tekanan intraokuler, gangguan saluran cerna, palpitasi.
- Kontra Indikasi : Hipersensitif, hipertropi prostat.
- Sediaan
: Tablet 25 mg; sirup; injeksi
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Avil
12. Azelastin HCl
- Indikasi
: Rinitis alergi baik yang bersifat musiman (hay fever) dan atau menahun.
- Sediaan
: Semprot hidung Azelastin HCl 1 mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Azep Nasal.
13. Hidroksidin dihidroklorida
- Indikasi
: Pruritus karena alergi; ansietas, sedatif untuk pramedikasi dan anestesi umum.
- Sediaan
: Tablet 25 mg; sirup 10mg/5ml.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Bestalin.
14. Setirizin dihidroklorida
- Indikasi
: Urtikaria kronik idiopatik, mengatasi bersin, gatal, dan rinore pada rinitis alergi (seasonal dan parenial
-

rinitis).
Efek Samping
Kontra Indikasi
Perhatian

mesin.
Interaksi Obat
: Alkohol
Sediaan
: Tablet salut 5 mg; 10 mg.
Penggolongan obat: Obat Keras
Contoh obat
: Cetrixal; Betarhin; Cetinal; Cetirizine OGB; Cetrixal; Cetymin; Cirrus; Histrine; Incinal-OD; Intrizin;

: Sakit kepala, pusing, mengantuk, agitasi, mulut kering, gangguan saluran cerna, infeksi pada kulit.
: Hipersensitif dan hiperaktivitas setirizin atau hidroksizin; ibu menyusui.
: Gangguan ginjal, hamil, dan laktasi. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan

Lerzin; Rydian; Ryzen; Ryzo; Tiriz; Zenriz.


15. Mebhidrolin
- Indikasi
: Alergi, rinitis vasomotor, gigitan serangga, urtikaria.
- Efek samping
: Mengantuk
- Kontra Indikasi : Penderita asma akut, hipersensitif.
- Perhatian
: Glaukoma sudut sempit, hamil, retensi urin, hipertropi prostat, pasien dengan lesi fokal pada korteks
selebri. Jangan mengemudi/menjalankan mesin.
- Interaksi Obat
: Alkohol, SSP depresan, antikolinergik, MAOI.
- Sediaan
: Tablet 50 mg; sirup 50 mg/5 ml.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Biolergi; Cellahist; Gabiten; Histapan; Incitin; Interhistin; Katergi; Nooronal; Tralgi; Zoline.
16. Betametason, Dekslorfeniramina maleat
- Indikasi
: Alergi pernapasan, mata dan kulit.
- Efek Samping
: Penggunaan jangka waktu lama dapat terjadi perdarahan ulkus peptikum, hipokalemia, osteoporosis,
-

meningkatkan tekanan intraokuler pada mata, gangguan hati, moon face, sakit kepala serta akne.
Kontra Indikasi : Hipersensitif; terapi penghambat monoamin oksidase (MAO); bayi baru lahir dan prematur; infeksi

fungsi sistemik; penderita yang sedang diimunisasi; tukak lambung.


Interaksi Obat
: Phenobarb, fenitoin, rifampisin, efedrin, amfoterisin B, glikosida jantung, kumarin, AINS, alkohol,

antihistamin, barbiturat, antidepresan trisiklik, alkohol, depresan SSP lain, salisilat, antidiabetik, MAOI.
- Sediaan
: Tablet Betametason 0,25 mg, Dekslorfeniramina maleat 2 mg; sirup.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Celestamine; Cekestik; Colergis; Exabetin; Hufabethamin; Nilacelin; Ocuson.
17. Cetirizin HCl
- Indikasi
: Rinitis parenial, rinitis alergi, urtikaria, idiopatik kronis.
- Efek Samping
: Sakit kepala, pusing, rasa mengantuk, agitasi, mulut kering, rasa tidak enak pada lambung.
- Kontra Indikasi : Hipersensitif,ibu menyusui.

Perhatian

: Hindari mengemudi saat pemakaian, hindari pada ibu hamil dan menyusui, hindari penggunaan

bersama minuman beralkohol dan obat-obatan penekan SSP.


- Konra Indikasi
: Alkohol
- Sediaan
: Tablet Cetrizin HCl 5 mg, 10 mg; sirup 5 mg/ 5 ml.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Cerini; Cetirizine; Estin; Falergi; Omezyrteks; Risina Tab dan Syrup; Riztec; Ryvel; Ryzicor.
18. Astemizol
- Indikasi
: Rinitis alergi, konjungtivis alergi, urtikaria kronis dan kondisi alergi lainnya.
- Efek Samping
: Kenaikan BB pada pemakaian jangka panjang.
- Perhatian
: Gangguan hati, hipokalemia.
- Interaksi Obat
: Azoles, makrolida.
- Sediaan
: Tablet astemizol 10 mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Comaz; Sines.
19. Dimentinden maleat
- Indikasi
: Endogen, pruritus kehamilan, campak, campak Jerman, cacar air, pruritus senillis, pruritus anogenital,
gatal pada kulit akibat alergi atau non alergi dan eksim, alergi obat atau makanan, alergi saluran nafas, gigitan serangga,
urtikaria.
- Sediaan
: Obat tetes dimentinden maleat 1 mg/ml
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh obat
: Fenistil;
20. Flutikason propionat
- Indikasi
: Pengobatan dan profilaksis rinitis alergi terhadap cuaca termasuk hay fever dan rinitis akibat tumbuhtumbuhan.
- Sediaan
: Semprot hidung can 0,05%.
- Penggolongan Obat : Obat Keras
- Contoh obat
: Flixonase
21. Homoklorsiklizin HCl
- Indikasi
: Urtikaria, dermatitis atopik, eksema akut dan kronis, alergi obat, asma bronkial, rinitis alergi, vaskulitis
dan penyakit alergi lainnya.
- Sediaan
: Tablet homoklorsiklin HCl 10 mg.
- Penggolongan obat: Obat Terbatas
- Contoh Obat
: Homoclomin
22. Triamsinolon, Karbinoksamin maleat
- Indikasi
: Alergi seperti dermatosis alergenik, urtikaria, pruritus, asma bronkial, rinitis alergi, rinitis vasomotor,
-

konjungtivitas alergi.
Kontra indikasi
: Seperti kortikosteroid, tidak boleh diberikan kepada penderita infeksi jamur sistemik dan infeksi yang

tidak dapat diobat dengan antibiotikum.


- Sediaan
: Tablet triamsinolon 1,25 mg, karbinoksamin maleat 2 mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh Obat
: Kenantist
23. Oksatomid
- Indikasi
: Rinitis, urtikaria kronik, konjingtivitas folikuler dan alergi makanan.
- Efek Samping
: Mengantuk, penambahan nafsu makan.
- Sediaan
: Tablet oksatomid 30 mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh Obat
: Oxtin; Tinset.
24. Akrivastin
- Indikasi
: Antihistamin untuk mengatasi gejala akibat alergi kulit dan rinitis alergi termasuk hay fever.
- Sediaan
: Kaplet Akrivastin 8mg.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh Obat
: Semprex
25. Meklastin
- Indikasi
: Udem angioneurotik, pencegahan alergi media kontras, akibat transfusi darah dan tes histamina untuk
fungsi lambung; hay fever, rinopati alergenik lainnya, urtikaria, dermato-grafi, erupsi obat, pruritis, dermatosis disertai gatal-

gatal, ekzem akut dan kronik, ekzem kontak, sengatan dan gigitan serangga.
Sediaan
: Meklastin 0,1 mg/ml; 1 mg/tab.
Penggolongan obat: Obat Keras
Contoh Obat
: Tavegyl

26. Feksofenadin HCl


- Indikasi
: Pengobatan gejala alergi seperti rinitis alergi dan urtikaria idiopatik kronik.
- Kontra indikasi
: Glaukoma sudut sempit atau urine tertahan.
- Perhatian
: Hipertensi, DM, penyakit jantung iskemik.
- Efek Samping
: Sakit kepala, susah tidur, mual, muntah, mulut kering.
- Sediaan
: Feksofenadin HCl 60mg/tab BD; 120mg/tab OD; 180 mg/tab HD.
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh Obat
: Telfas DB/Telfast OD/Telfast HD; Telfast Plus.
27. Levosetirizin diHCL
- Indikasi
: Rinitis alergi musiman, rinitis alergi perenial, urtikaria idiopatik kronik. Rinitis alergi persisten.
- Kontra indikasi
: Gangguan ginjal berat dengan bersihan kreatin <10ml/menit.
- Perhatian
: Pasien dengan herediter intoleransi galaktosa, defisiensi laktose atau malabsorpsi glukosa-galaktosa.
- Efek Samping
: Sakit kepala., somnolen, mulut keringm rasa lelah.
- Interaksi Obat
: Alkohol dan obat penekan SSP lain.
- Sediaan
: Tablet 5mg
- Penggolongan obat: Obat Keras
- Contoh Obat
: Xyzal