Anda di halaman 1dari 3

Tren Penggerak Nilai

Modal laba sisa menentukan harga saham sebagai nilai buku ekuitas pemegang saham
ditambah nilai sekarang dari laba sisa (residual income-RI) yang diperkirakan, di mana
RI t = NI t (k x BV t-1).
Laba sisa juga dapat dinyatakan dalam bentuk rasio sebagai,
RI = (ROE t k) x BV t-1
di mana ROE = NI t/BV t-1.
Bentuk ini menekankan kenyataan bahwa harga saham berubah hanya jika ROE

k.

Dalam kondisi ekuilibrium, tekanan kompetisi akan mendorong tingkat pengembalian (ROE)
mendekati biaya (k) sehingga laba abnormal akan hilang. Dengan demikian, estimasi harga
saham adalah proyeksi pembalikan ROE pada nilai jangka panjangnya bagi perusahaan dan
industri tertentu.
Tampilan 9.7

Untuk tiap-tiap tahun, portofolio perusahaan dalam tiap kuitil ROE dibentuk dan ROE
tiap perusahaan dalam portofolio ditelusuri selama 10 tahun berikutnya. Grafik menyajikan
nilai median tiap portofolio. Berikut hasil pengamatan yang terlihat.
1. ROE cenderung kembali ke ekuilibrium jangka panjang. Hal ini mencerminkan
tekanan kompetisi. Lebih lanjut, tingkat pembalikan bagi perusahaan yang paling
tidak menguntungkan lebih besar daripada tingkat pembalikan perusahaan yang
paling menguntungkan. Dengan demikian, tingkat pembalikan bagi perusahaan yang

memiliki tingkat ROE paling ekstrem adalah lebih besar daripada tingkat pembalikan
bagi perusahaan yang memiliki tingkat ROE lebih moderat.
2. Pembalikan tidak lengkap, yaitu tetap terdapat perbedaan sekitar 12% antara
perusahaan dengan ROE tertinggi dan perusahaan dengan ROE terendah meskipun
setelah waktu 10 tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh dua hal: perbedaan risiko
yang tercermin dalam perbedaan biaya modal (k); atau tingkat konservatisme yang
lebih tinggi (rendah) dalam kebijakan akuntansi.
ROE dianggap sebagai penggerak nilai (value driver) karena ROE merupakan
variabel yang memengaruhi harga saham secara langsung. Selanjutnya, komponen ROA
dipecah menjadi margin laba dan perputaran. Komponen-komponen tersebut juga merupakan
penggerak nilai dan komponen yang diproyeksikan dalam penilaian Syminex. Karena itu,
pemahaman tentang tingkat pembalikan untuk komponen-komponen tersebut juga
diperlukan.
Tampilan 9.8

Tampak jelas tingkat pembalikan yang signifikan untuk perusahaan dengan margin
laba bersih (net profit margin-NPM) tertinggi dan terendah. Selain itu, tingkat pembalikan
untuk perusahaan dengan laba terendah lebih besar daripada tingkat pembalikan perusahaan
yang paling untung. Tingkat pembalikan untuk dua kelompok ekstrem perusahaan tersebut
lebih besar daripada tingkat pembalikan perusahaan dengan laba yang paling moderat.
Dengan demikian, tetap terdapat selisih antara portofolio dengan NPM tertinggi atau terendah
pada akhir tahun, yang besarnya kurang lebih sama dengan selisih untuk ROE. Pembalikan
ROE tampaknya disebabkan oleh pembalikan NPM.

Tampilan 9.9

Perputaran total aset (total asset turnover-TAT) merupakan komponen kedua ROA.
Tampilan 9.9 menyajikan tingkat pembalikan perputaran total aset yang dibuat dengan cara
yang sama dengan grafik sebelumnya. Walaupun tampak ada pembalikan, tingkatnya lebih
kecil dari tingkat pembalikan ukuran profitabilitas. Selain itu, terdapat tingkat perputaran aset
yang bervariasi antara perusahaan dengan perputaran tertinggi dan terendah. Hal ini
mencerminkan tingkat intensitas modal yang berbeda-beda.
Saat pembuatan estimasi, proyeksi margin laba dan tingkat perputaran perlu
mempertimbangkan pola pembalikan yang umum dan tingkat penggerak nilai dari rata-rata
jangka panjangnya. Lebih lanjut, kita perlu memperhatiakn karakteristik industri karena
tampilan ini menunjukkan terdapat perbedaan dalam margin laba bersih-perputaran total aset.
Dengan demikian, horizon proyeksi tidak terlalu panjang karena akan mengurangi
keyakianan atas proyeksi dan ROE cenderung kembali mendekat ke biaya modal selama
periode waktu yang relatif pendek.