Anda di halaman 1dari 10

PHYLUM COELENTERATA

DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD IQBAL

108016100074

DWI SEPTIANA

109016100061

ICHSANUL FERDIANSYAH

109016100064

IFTAHUSSADIYAH

109016100067

RIA MAHARDIKA

109016100072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011

Hewan tingkat rendah yang mempunyai jaringan ikat ialah coelenterata, karena golongan
filum ini mampu menyimpan kelebihan makanan pada tubuhnya dalam bentuk glikogen dan
lemak. Coelenterata berasal dari kata yunani: coilos: berongga dan enteron: usus atau
cnidarian yang artinya jelatang (cnide: jelatang).
A.

Ciri umum Phylum Coelenterata


1.

Simetri radial (biradial simetris, radio bilateral simetri), tanpa kepala dan tanpa
segmentasi.

2.

Tubuh terdiri dari dua lapis sel, epidermis dan endodermis, di antara kedua
lapis ini terdapa mesoglea yang berfungsi sebagai jala syaraf. Pada salah satu
lapis atau kedua lapis sel tersebut terdapat nematosit (kapsul penyengat).

3.

System syaraf terdiri atasa nyaman sel-sel syaraf yang tak berpolarisasi yang
terdapa pada dinding tubuh (mesoglea) tanpa system syaraf pusat. Beberapa
mempunyai bintik mata (eye spot) atau statosis.

4.

Kerangka terdiri dari kapur, zat tanduk (khitin) atau tanpa kerangka serabut otot
di epitel.

5.

Mulut dikelilingi oleh tentakel lunak dan berhubungan dengan ruang


pencernaan yang berbentuk seperti kantung (gastrovaskular) yang dapat
bercabang-cabang atau dibagi-bagioleh septa, tanpadubur.

6.

Tanpa darah, alat respirasi, danekresi

7.

Reproduksi biasanya dengan pergantian generasi (metagenesis) dengan tunas


(aseksual pada polip), dan reproduksi seksual oleh gamet yang dihasilkan
medusa yang dapat bersifat monoseus atau dioseus. Beberapa dengan gonad
sederhana tanpa saluran kelamin.

8.

Polip hydroid biasanya mikroskopis tetapi dari macam-macam spesies,


berukuran dari beberapa mm sampai 2 mm panjangnya. Ubur-ubur berukuran
12 mm sampai 2 m. (Cyanneaarctica, tentakel 10 m), anemon mempunyai
diameter dari beberapa mm sampai satu meter.

B.

Bentuk Tubuh Coelenterata


Menurut bentuknya Coelenterata dapat dibedakan menjadi bentuk polyp dan medusa.
1.

Polyp

Berbentuk seperti tabung, satu ujung tertutup dan merupakan tempat untuk
melekat sedang lainnya dengan mulut yang terletak di tengah-tengah,
biasanya dikelilingi oleh tentakell unak.
Umumnya hidup soliter (sendiri), tapi ada pula yang membentuk koloni.
Melekat pada dasar perairan, tidak dapat bergerak bebas, sehingga
menyerupai tumbuhan yang tertambat.
Tubuh atas membesar
Di dalam tubuh polip ini terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya
sebagai saluran penncernaan.
Di bagian atas terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa.
Polip merupakan fase vegetative pada coelenterata, karena bisa melakukan
fragmentasi pemutusan bagian dari tubuhnya itu untuk membentuk
individu baru.
2.

Medusa
Individu berenang-renang bebas dengan tubuh seperti gelatin, bentuk
tubuh mirip payung, tepi dilengkapi dengan tentakel, mempunyai mulut
yang menonkol di tengah, di daerah cekung bawah
Fase medusa merupakan fase generatif (seksual), dimana pada fase ini
mengha-silkan sel telur dan sel sperma. Medusa dapat melepaskan diri dari
induk dan berenang bebas di perairan. Bentuknya seperti payung dan
punya tentakel yang melambai-lambai. Kita biasa menamakannya dengan
ubur-ubur

C.

Habitat dan Sistem Pencernaan


Coelenterata hidup bebas secara heterotrof di air laut maupun tawar,
memangsa plankton dan hewan kecil di air. Sebagaian besar hidup secara soliter atau
berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan
tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak
bebas melayang di air.
Jika terdapat hewan kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan
mengenai sel knidosit pada tentakel, makanan masuk ke dalam gastrosol akan dicerna
dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis. Pencernaan di
dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler. Hasil pencernaan dalam
gastrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut
dalam vakuola makanan (pencernaan intraseluler). Sel-sel endoderma menyerap sarisari makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi, bila berlebih akan
disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak, begitu pula untuk pengambilan oksigen
dan pembuangan karbon dioksida secara difusi. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan
melalui mulut.

D.

Sistem Syaraf
Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar berbentuk jala
yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan. Sistem saraf
terdapat pada mesoglea.Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara
lapisan epidermis dan gastrodermis.Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin.

E.

Sistem Reproduksi
Pada daerah yang memiliki 4 musim, reproduksi aseksual terjadi pada musim panas,
sedangkan seksual terjadi pada musim gugur, dimana telur adalah alat untuk
mengatasi musim dingin
1.

Aseksual (vegetatif)
Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. Makin lama
makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai
besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu menjadi
koloni.

2.

Seksual (generatif)
Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi
pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki.
Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang
dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga
menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan
membentuk polip di dasar perairan.

F.

Klasifikasi Coelenterata
Coelenterata dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.
1.

Hydrozoa
Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular,
sering dianggap sebagai ganggang laut. Umumnya hidup soliter atau
berkoloni. Soliter berbentuk polip dan yang berkoloni berbentuk polip dan
medusa. Hydrozoa hidup secara soliter dan ada yang berkoloni. Pada jenis
yang berkoloni, kuncup tetap melekat pada induk kemudian membentuk
kuncup baru, hingga akhirnya tiap polip berhubungan satu sama lain disebut
koloni hydroid, dimana epidermis, mesoglea, gastrodermis dan gastrovaskuler
cavity bersambungan sehingga sukar untuk menentukan awal dan akhir
individu. Umumnya koloni dilindungi oleh lapisan kitin yang dihasilkan
epidermis. Pembungkusan demikian disebut perisarc dan jaringan hidup di
dalamnya disebut coenosarcs. Contoh Hydra dan Obellia.

2.

Scyphozooa
Berasal dari kata scyphos = mangkok. Memiliki bentuk dominan medusa.
Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita. (d = 710 mm) , dengan
pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah. Aurellia mengalami pergiliran keturunan
seksual dan aseksual. Zigot berkembang menjadi larva bersilia (planula).
Planula akan menempel pada tempat yang sesuai lalu tumbuh menjadi polip
(skifistoma). Skifistoma kemudian membentuk tunas lateral sehingga tampak
seperti tumpukan piring (strobilasi). Kuncup paling atas akan melepaskan diri
dan menjadi medusa muda disebut Efira. Selanjutnya efira berkembang
menjadi medusa dewasa.

3.

Anthozoa
Berasal dari kata anthos = bunga. Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase
medusa. Polip anthozoa itu lebih besar dari hydrozoa maupun scyphozoa.
Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi serta
reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet. Polip bereproduksi secara
aseksual dengan tunas, pembelahan dan fragmentasi. Reproduksi seksual
dengan fertilisasi yang menghasilkan zigot lalu menjadi planula. Kelas
Anthozoa meliputi Mawar Laut (Anemon Laut) dan Koral (Karang)
1.

Mawar Laut (Anemon Laut)


Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut
Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek. Tentakel ini
berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat
sehingga tetap bersih. Beberapa anemon laut dapat bergerak
seperti siput,

bergerak

secara

perlahan

dengan

cara

menempel..Sebagian besar anemon laut memiliki sel penyengat yang


berguna untuk melindungi dirinya dari predator. bentuknya datar,
melingkar, kadang-kadang mengkerut, dan dilengkapi dengan tentakel
kecuali pada jenis
dengantentakel.

Limnactinia, keping mulut tidak dilengkapi

2.

Koral (Karang)
Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa yang
kaku dan kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh
generasi polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi
batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai,
karang penghalang dan karang atol. Umumnya golongan coelenterate
ini berwarna-warni, tingginya bisa mencapai 1.5 - 5 cm dan diameter 2
5 cm. memiliki biradial simetri bila memiliki dua siphonogglyph dan
bilateral simetri bila memiliki satu siphonogglyph. Koral hidup di air
jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.
Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka
pada koral.Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan
makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari
herbivora.

G.

Peranan Coelentarata Dalam Kehidupan


Sebagian besar Cnidaria lainnya pada ekosistem laut memiliki peran ekologis
yang penting, seperti membentuk batu karang penahan gelombang. Terumbu karang
yang terdiri dari spesies-spesies dari filum Porifera dan Cnidaria membentuk
pemandangan yang indah di dasar laut. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi
manusia juga hidup pada ekosistem ini. Selain itu manfaat hewan filum coelenterate
antaralain:
sebagai tempat hidup ikan
serta sebagai sumber keanekaragaman hayati, penelitian dan pemanfaatan biota
perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Mawar laut atau anemone laut dapat membentuk taman laut yang indah

ubur-ubur dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah


menjadi bahan kosmetik / kecantikan. Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik,
ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan. beberapa jenis ubur-ubur
digunakan sebagai bahan pembuatan agar-agar.

SUMBER INFORMASI:
Sugiri, nawangsari. 1988. ZOO AVERTEBRATA 1. DIPERBANYAK OLEHPUSAT ANTAR
UNIVERSITAS INSTITUTE PERTANIAN BOGOR BEKERJA SAMA DENGAN
LEMBAGA SUMBERDAYA INFORMASI-IPB.
http://biologigonz.blogspot.com/2011/03/12345_19.html
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/10/mengenal-phylum-coelenterata-cnidaria/
http://iadiasyamsi.blogspot.com/2011/04/coelenterata.html
http://www.connecticutvalleybiological.com/coelenterata-hydrozoa-c-1300_1310.html
http://www.connecticutvalleybiological.com/images/JD140.jpg