Anda di halaman 1dari 9

VARIASI KONTINYU

Putri Rizqi Zulhiyati


123020169
Asissten : Ganjar Ginanjar Arifin
Tujuan Percobaan

: Untuk mengamati reaksi kimia yang kuantitas molar

totalnya sama tetapi kuantitas masing-masing pereaksinya berubah-ubah dan


untuk mengetahui cara meramalkan atau menentukan stoikiometri sistem suatu
reaksi, serta menentukan titik maksimum dan minimum stoikiometri.
Prinsip Percobaan

: Berdasarkan metode variasi kontinyu yaitu sederet

pengamatan dengan jumlah tiap pereaksinya diubah-ubah jumlah totalnya tetap.


Berdasarkan pada teori stoikiometri (Benjamin Richer 1762 1807) yaitu ilmu
tentang pengukuran perbandingan kuantitatif atau pengukuran perbandingan
jumlah antara unsur kimia yang satu dengan yang lainnya.
Metode Percobaan :
1. Sistem AgNO3 0,001 M + NaOH 0,5 M

+
5 ml AgNO3 0,001 M

25 ml NaOH 0,5 M

+
10 ml AgNO3 0,001 M

20 ml NaOH 0,5 M

Praktikum Kimia Dasar 2012

+
15 ml AgNO3 0,001 M

15 ml NaOH 0,5 M

+
20 ml AgNO3 0,001 M

10 ml NaOH 0,5 M

+
25 ml AgNO3 0,001 M

5 ml NaOH 0,5 M

2. Sistem NaOH 0,1 M + HCl 1 M

+
5 ml NaOH 0,1 M

25 ml HCl 1 M

+
10 ml NaOH 0,1 M

20 ml HCl 1 M

Praktikum Kimia Dasar 2012

+
15 ml NaOH 0,1 M

15 ml HCl 1 M

+
20 ml NaOH 0,1 M

10 ml HCl 1 M

+
25 ml NaOH 0,1 M

5 ml HCl 1 M

Gambar 1. Metode Percobaan Variasi Kontinyu

Hasil Pengamatan

Praktikum Kimia Dasar 2012

Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan stoikiometri didapatkan


hasil sebagai berikut:
1. Sistem AgNO3 0,001 M + NaOH 0,5 M
a. mmol AgNO3 = V AgNO3

M AgNO3

mmol AgNO3 = 5 ml

0,001 M

= 0,005 mmol

mmol AgNO3 = 10 ml

0,001 M

= 0,01 mmol

mmol AgNO3 = 15 ml

0,001 M

= 0,015 mmol

mmol AgNO3 = 20 ml

0,001 M

= 0,02 mmol

mmol AgNO3 = 25 ml

0,001 M

= 0,025 mmol
b. mmol NaOH = V NaOH

M NaOH

mmol NaOH = 25 ml

0,5 M

= 12,5 mmol

mmol NaOH = 20 ml

0,5 M

= 10 mmol

mmol NaOH = 15 ml

0,5 M

= 7,5 mmol

mmol NaOH = 10 ml

0,5 M

= 5 mmol

mmol NaOH = 5 ml

0,5 M

= 2,5 mmol

2. Sistem NaOH 0,1 M + HCl 1 M


a. mmol NaOH = V NaOH

mmol NaOH = 5 ml

M NaOH
0,1 M

Praktikum Kimia Dasar 2012

= 0,5 mmol

mmol NaOH = 10 ml

0,1 M

= 1 mmol

mmol NaOH = 15 ml

0,1 M

= 1,5 mmol

mmol NaOH = 20 ml

0,1 M

= 2 mmol

mmol NaOH = 25 ml

0,1 M

= 2,5 mmol
b. mmol HCl = V HCl

M HCl

mmol HCl = 25 ml

1M

= 5 mmol

mmol HCl = 20 ml

1M

= 20 mmol

mmol HCl = 15 ml

1M

= 15 mmol

mmol HCl = 10 ml

1M

= 10 mmol

mmol HCl = 5 ml

1M

= 5 mmol

Tabel 1. Hasil Pengamatan Sistem AgNO3 0,001 M + NaOH 0,5 M


V

AgNO3

NaOH

5 ml

mmol

mmol

mmol

AgNO3

NaOH

AgNO3 /
NaOH

TA

TM

25 ml

26C

26,25C

0,25C

0,005

12,5

0,0004

10 ml

20 ml

25,5C

25,25C

0,25C

0,01

10

0,001

15 ml

15 ml

26C

25,5C

0,5C

0,015

7,5

0,002

Praktikum Kimia Dasar 2012

20 ml

10 ml

26C

25,9C

0,1C

0,02

0,004

25 ml

5 ml

25,5C

25,25C

0,25C

0,025

2,5

0,01

(Sumber : Putri Rizqi Zulhiyati, Kelompok F, Meja 12, 2012)

Grafik 1. Hasil Pengamatan Sistem AgNO3 + NaOH

Tabel 2. Hasil Pengamatan Sistem NaOH 0,1 M + HCl 1 M


V

mmol

mmol

mmol

NaOH

HCl

NaOH/H
Cl

NaO
H

V HCl

TA

TM

5 ml

25 ml

25,5C

25,25C

0,25C

0,5

25

0,02

10 ml

20 ml

25,5C

25C

0,5C

20

0,05

15 ml

15 ml

25,9C

25,1C

0,8C

1,5

15

0,1

Praktikum Kimia Dasar 2012

20 ml

10 ml

25,9C

25,5C

0,4C

10

0,2

25 ml

5 ml

26C

25,5C

0,5C

2,5

0,5

(Sumber : Putri Rizqi Zulhiyati, Kelompok F, Meja 12, 2012)

Grafik 2. Hasil Pengamatan Sistem NaOH + HCl

Pembahasan :
Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan
kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia. Koefisien dalam
persamaan reaksi merupakan perbandingan mol yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan soal stoikiometrinya. Stoikiometri (stoichiometry) merupakan ilmu

Praktikum Kimia Dasar 2012

yang mempelajari tentang kuantitas dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia.
(Chang, 2004)
Tmax adalah titik maksimum dimana percampuran larutan terdapat komposisi
terbaik sehingga, larutan tercampur sempurna tanpa ada sisa hasil reaksi.
Sedangkan Tmin adalah titik dimana pencampuran larutan tidak seimbang sehingga
masih menyisakan sisa hasil reaksi.
Stoikiometri dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pereaksi
penyusun bahan pangan berubah bila kuantitas pereaksi bahan pangan tersebut
diganti. Serta untuk mengukur dan menghitung suhu dari tiap bahan pangan dan
dengan mudah menuliskan suatu rumus senyawa dengan data eksperimen.
Pada perhitungan percampuran AgNO3 dengan NaOH didapatkan titik
maksimum pada koordinat (0,002 : 0,5) dan titik minimumnya berada pada
koordinat (0,004 : 0,1). Sedangkan pada perhitungan percampuran NaOH dengan
HCl titik maksimumnya pada koordinat (0,1 : 0,8) dan titik minimumnya berada
pada koordinat (0,02 : 0,25).
Banyak faktor-faktor kesalahan yang mempengaruhi dalam percobaan ini,
diantaranya kurang bersihnya alat yang digunakan, suhu ruangan, cara
menggunakan

termometer, dan juga saat mencampurkan kedua larutan.

Seharusnya praktikan dapat menggunakan termometer dengan benar dan teliti


dalam menetukan suhunya. Praktikan juga harus membersihkan alat yang akan
digunakan terlebih dahulu setelah dipakai. Jika pipet atau gelas kimia akan
digunakan untuk larutan lain, bersihkan dulu sampai bersih dari larutan yang
sebelumnya, pastikan hingga tidak ada gumpalan atau sisa-sisa zat tersebut.
Kesimpulan :
Berdasarkan percobaan stoikiometri dapat disimpulkan bahwa, percobaan
ini dilakukan untuk mengetahui campuran mana yang terbaik dengan Tmax sebagai
acuannya. Pada percobaan ini campuran terbaik ada pada saat volume AgNO3 15
ml dengan volume NaOH 15 ml dengan titik maksimumnya ada pada koordinat

Praktikum Kimia Dasar 2012

(0,002 : 0,5) dan titik minimumnya berada pada koordinat (0,004 : 0,1), dan volume

NaOH 15 ml dengan volume HCl 15 ml dengan titik maksimumnya pada


koordinat (0,1 : 0,8) dan titik minimumnya berada pada koordinat (0,02 : 0,25).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Stoikiometri, www.id.m.wikipedia.org/wiki/Stoikiometri, Acessed : 26


November 2012.
Chang, Raymond, 2004, Kimia Dasar, Erlangga, Jakarta.
Sutrisno, E. T, dan Nurminabari, I. S, 2012, Penuntun Praktikum Kimia Dasar,
Universitas Pasundan, Bandung.