Anda di halaman 1dari 9

REAKSI KIMIA

Putri Rizqi Zulhiyati


123020169
Ganjar Ginanjar Arifin
Dalam ilmu kimia reaksi itu
merupakan salah satu cara untuk mengetahui
sifat-sifat kimia dari satu atau berbagai jenis
zat. Sifat-sifat kimia, kemudian dicatat
sebagai data kuantitatif. Persamaan reaksi
merupakan bahasa di bidang ilmu kimia.
Persamaan reaksi menjelaskan secara
kualitatif peristiwa yang terjadi jika dua
pereaksi atau lebih bergabung.
Suatu reaksi kimia biasanya
digambarkan
dengan
menggunakan
persamaan reaksi yang meliputi lambang
dan rumus serta tanda panah yang
menerangkan terjadinya reaksi.
Tujuan percobaan ini adalah untuk
mengetahui dan mempelajari jenis dan sifat
(sifat kimia dan fisika) dari zat yang
direaksikan, serta untuk mencari rumus
senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa
dengan mereaksikan dua buah zat atau lebih
yang dibuktikan dengan adanya perubahan
warna, bau, suhu, timbulnya gas dan
endapan.
Prinsip percobaan ini adalah
berdasarkan penggabungan molekul terbagi
menjadi dua bagian atau lebih. Molekul
yang kecil atau atom-atom dalam molekul.
Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk
dan terputusnya ikatan kimia. Berdasarkan
Hukum Kekekalan Massa oleh Lavoisier :
Massa zat sebelum dan sesudah reaksi
adalah
sama.
Berdasarkan
Hukum
Perbandingan Tetap (Hukum Proust) :
Dalam setiap persenyawaan perbandingan
massa
unsur-unsur
selalu
tetap.
Berdasarkan Bronsted Lowry : Asam
sebagai setiap zat sembarang yang
menyumbang proton dan basa sebagai setiap
zat sembarang yang menerima proton.
Reaksi kimia adalah perubahan
unsur-unsur atau senyawaan kimia sehingga
terjadi senyawaan lain karena adanya unsur
yang lepas. Dalam penulisan persamaan
reaksi kimia harus diketahui dengan benar
rumus pereaksi dan produk reaksi sebelum
persamaan reaksi itu disetarakan, agar tidak

terjadi kesalahan dan ketidak tepatan dalam


penyetaraan dan perhitungan.
Reaksi
kimia
biasanya
dikarakterisasikan
dengan
perubahan
kimiawi, dan akan menghasilkan suatu atau
lebih produk yang bisanya memiliki ciri-ciri
yang berbeda dari reaktan.
Ada empat jenis reaksi utama yaitu
reaksi reduksi-oksidasi (redoks) reaksi
asam-basa, reaksi hidrolisis, dan reaksi
metatesis (perpindahan rangkap).
Reaksi reduksi-oksidasi atau rekasi
redoks adalah reaksi penerimaan dan
pelepasan elektron (adanya transport
elektron) atau terjadinya kenaikan atau
penurunan bilangan oksidasi. Dalam reaksi
redoks, oksidasi dan reduksi selalu terjadi
bersamaan. Oksidasi ditandai dengan
hilangnya elektron, sedangkan reduksi
ditandai dengan penangkapan elektron.
Oksidasi dapat didefinisikan sebagai
peningkatan bilangan oksidasi, reduksi dapat
didefinisikan sebagai penurunan bilangan
oksidasi.
Reaksi
asam-basa
adalah
melibatkan transfer proton (H+) dari suatu
asam ke basa. Asam adalah zat yang
mengion dalam air menghasilkan ion H +.
Basa adalah zat yang mengion dalam air
menghasilkan ion OH-. Definisi ini
dirumuskan pada akhir abad ke sembilan
belas oleh kimiawan Swedia Svante
Arrhenius untuk mengelompokkan zat-zat
yang sifatnya di dalam larutan telah
diketahui dengan baik. Reaksi penetralan
atau netralisasi merupakan reaksi yang
paling penting antara asam dan basa. Reaksi
asam-basa dalam medium air biasanya
menghasilkan air dan garam, yang
merupakan senyawa ionik yang terbentuk
dari suatu kation selain H + dan suatu anion
selain OH- atau O2-.
Reaksi
Hidrolisis adalah
suatu
kesetimbangan anatara 2 pasang asam basa
konjugasi didalam air dapat berperan
sebagai asam lemah dan basa lemah.

Reaksi metatesis (perpindahan


rangkap) adalah reaksi dimana terjadi
pertukaran tempat anion dan kation.
Contohnya adalah reaksi antara perak nitrat
dan natrium klorida, karena terjadinya reaksi
tersebut adalah karena terbentuknya
endapan. Dengan kata lain, pembentukan
endapan merupakan gaya pendukung reaksi
metatesis ini.
Alat-alat yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu tabung reaksi, pipet
tetes,
pipa
U,
botol
timbang,
bunsen/pembakar spirtus, penjepit tabung
reaksi, dan gelas kimia.
Bahan yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu NaOH 0,05 M dan 1 M,
CH3COOH 0,05 M, HCl 1 M, NH4OH 1 M,
Phenolphthalein (PP), Metil Merah, K2CrO4
0,1 M, K2CrO7 0,1 M, Al2(SO4)3 0,1 M,
ZnSO4 0,1 M, (NH4)SO2 0,1 M, Pb(NO3)2 0,1
M , NaCl 0,1 M dan 0,5 M, AgNO3 0,1 M ,
BaCl2 0,1 M, Ba(OH)2 0,1 M, CaCo3 1 gram,
H2C2O4 0,1 M, H2SO4 2 M, KMnO4 0,05 M,
Fe2+ 0,1 M, CuSO4 0,05 M, KSCN 0,1 M,
Fe3+ 0,1 M, dan Na3PO4 1 M.
Berikut metode yang digunakan
dalam reaksi kimia:
1. Kedalam 4 tabung reaksi dimasukkan
masing-masing tepat 1,0 ml larutan
NaOH 0,05 M, 1,0 ml larutan
CH3COOH 0,05 M, 1,0 ml larutan HCl
0,1 M, dan 1,0 larutan NH 4OH 1 M.
Masing masing ditambahkan 1 tetes
indikator phenopthalein (PP).
2. Kedalam 4 tabung reaksi yang lain
dilakukan hal seperti no.1. Tetapi
dengan penambahan indikator metil
merah.
3. Dicampurkan kedua asam dan basa
pada no 1 dan 2.
4. Kedalam 2 tabung reaksi masing
masing dimasukkan 1 ml larutan
Kalium Khromat (K2CrO4 0,1 M)
ditambah dengan HCl 1 M.
5. Kedalam tabung 2 tabung reaksi masing
masing dimasukkan 1 ml larutan
K2CrO7 ditambah HCl 1 M. Dilakukan
seperti nomor 4. Dibandingkan antara
larutan pada nomor 4 dan 5.
6. Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1ml
larutan Al2(SO4)3 0,1 M kedalam tabung
reaksi. Kemudian ditambahkan 5 tetes
larutan NaOH 1 M, dan diamati.

7.

8.

9.

10.

11.
12.
13.

14.

15.

16.

Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1


ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M kedalam
tabung reaksi. Kemudian ditambahkan 5
tetes larutan NaOH 1 M, ditambahkan
lagi tetes demi tetes NH4OH 1 M dan
diamati. Hasilnya dibandingkan dengan
nomor 6.
Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1
ml larutan ZnSO4 0,1 M. Kemudian
ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 1 M,
tambahkan lagi tetes demi tetes NH 4OH
1 M dan amati.
Kedalam tabung reaksi yang bersaluran,
masukan 4 ml larutan (NH 4)2SO4.
Ditambahkan larutan NaOH dan segera
pasang penyarul gas. Gas yang
terbentuk di kenakan pada kertas
lakmus yang telah dibasahi dengan air.
Larutan Pb(NO3)2 0,1 M sebanyak 1 ml
dicampurkan dengan larutan NaCl 0,1
M sebanyak 1 ml. Amati perubahan
yang terjadi! Kemudian panaskan
larutan tersebut sambil dikocok dan
catat hasil pengamatannya. Campuran
didinginkan sambil diamati.
Kedalam 1 ml larutan NaCl 0,5 M
ditambahkan 10 tetes larutan AgNO 3
0,1 M.
Kedalam 1 ml larutan BaCl2 0,1 M
tambahkan larutan K2CrO4 0,1 M
sebanyak 1 ml.
Kedalam 1 ml larutan BaC l2 0,1 M
tambahkan larutan K2CrO7 0,1 M
sebanyak 1 ml. Diamati perubahan yang
terjadi. Zat pada nomor 12 dan 13
jangan segera dibuang, karena akan
dibandingkan nomor 14.
Kedalam 1 ml larutan BaCl2 0,1 M
ditambahkan 1 ml HCl 1 M dan 1 ml
larutan K2CrO4 0,1 M. Bandingkan
dengan nomor 12 dan 13.
Dimasukan kurang lebih 1 gram serbuk
CaCO3 kedalam tabung reaksi yang
bersaluran. Tambahkan larutan HCl.
Gas yang terjadi di alirkan ke dalam
tabung lain yang berisi larutan Ba(OH)2.
Kedalam tabung reaksi dimasukan 1 ml
H2C2O4 (asam oksalat) 0,1 M dan 2 tetes
H2SO4 2 M, dipanaskan kemudian
teteskakn larutan KMnO4 0,05 M ( tetes
demi tetes ) sambil dikocok, teteskan
terus larutan KMnO4 dan hitung berapa
tetes sampai warnanya tidak hilang lagi.

17. Kedalam tabung reaksi dimasukan 1 ml


larutan campuran besi (II)/Fe 2+ 0,1 M
dan 2 tetes H2C2O4 2 M, teteskan
larutan KMnO4 0,05 M sambil dikocok.
Bandingkan kecepatan laju hilangnya
warna KMnO4 pada nomor 17 dan 18.
18. Ditambahkan sedikit demi sedikit
larutan NaOH 1 M kedalam 1 ml
larutan CuSO4 0,05 M, ditambahkan
lagi NaOH sampai berlebih.
19. Larutan NH4OH 1 M ditambahkan
sedikit demi sedikit ke dalam 1 ml
larutan CuSO4 0,05 M, tambahkan lagi
NH4OH sampai berlebih. Amati
perubahan yang terjadi! Bandingkan
dengan hasil reaksi nomor 19.
20. Dicampurkan 2 ml larutan besi (III)/
Fe3+ 0,1 M dengan 2 ml larutan KSCN
0,1 M. Bagilah menjadi dua bagian
kedalam 2 tabung reaksi. Tambahkan
Na3PO4 kedalam satu tabung, sementara
tabung yang lain digunakan sebagai
pembanding. Bandingkan warna kedua
larutan tersebut.

5.

1.

1,0 ml NaOH 0,05 M, CH3COOH


0,05 M, HCl 0,1 M, dan NH 4OH 1
M, masing-masing ditambahkan 1
tetes indikator phenopthalein (PP).

1 ml K2CrO7 0,1 M ditambah HCl 1


M.
6.

2.
1 ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M
ditambahkan 5 tetes larutan NaOH
7.

0,1 ml NaOH 0,05 M, CH3COOH


0,05 M, HCl 0,1 M, dan NH 4OH 1
M, masing-masing ditambahkan 1
tetes indikator metal merah.
3.

1,0
ml
Al2(SO4)3
0,1
M
ditambahkan 5 tetes larutan NaOH
1 M, ditambahkan lagi tetes demi
tetes NH4OH 1 M.
8.

Asam dan basa pada langkah no 1


dan no 2 dicampurkan.
4.
1 ml larutan ZnSO4 0,1 M
ditambahkan 5 tetes larutan NaOH
1 M ditambahkan lagi tetes demi
tetes NH4OH 1 M
0,1 ml K2CrO4 0,1 M ditambah
dengan 1,0 ml HCl 1 M

Gambar 1. Metode Percobaan Reaksi Kimia

9.
13.
4
ml
larutan
(NH4)2SO4
ditambahkan larutan NaOH, lalu
dimasukkan kertas lakmus

1 ml BaCl2 0,1 M di tambahkan


1 ml K2CrO7 0,1 M.

10.
14.

1 ml Pb(NO3)2 0,1 M dicampurkan


dengan 1 ml NaCl 0,1 M, lalu
dipanaskan
11.

1 ml larutan BaCl2 0,1 M


ditambahkan 1 ml HCl 1 M dan 1
ml larutan K2CrO4 0,1 M
15.

1 ml larutan NaCl 0,5 M


ditambahkan 10 tetes larutan
AgNO3 0,1 M.
12.
1 gram serbuk CaCO3 ditambahkan
HCl. Gas di alirkan ke tabung lain
yang berisi Ba(OH)2.
1 ml larutan BaCl2 0,1 M
tambahkan larutan K2CrO4 0,1 M
sebanyak 1 ml.

Gambar 2. Metode Percobaan Reaksi Kimia


16.

19.

NH4OH 1 M ditambahkan sedikit


demi sedikit ke dalam 1 ml larutan
CuSO4 0,05 M, tambahkan lagi
NH4OH sampai berlebih.
1 ml H2C2O4 (asam oksalat) 0,1 M
dan 2 tetes H2SO4 2 M, dipanaskan
kemudian teteskakn larutan KMnO4
0,05 M

20.

17.

1 ml Fe2+ 0,1 M dicampurkan


dengan 2 tetes H2C2O4 2 M, lalu
teteskan larutan KMnO4 0,05 M

18.

1 ml CuSO4 0,05 M ditambahkan


dengan 1 ml NaOH 1 M,
ditambahkan lagi NaOH sampai
berlebih

2 ml Fe3+
dengan 2 ml
ke dalam 2
satu tabung
Na3PO4

0,1 M dicampurkan
KSCN 0,1 M. Dibagi
tabung reaksi. Salah
ditambahkan dengan

Gambar 3. Metode Percobaan Reaksi Kimia


Hasil pengamatan percobaan reaksi
hasil pengamatan praktikan dengan hasil
kimia adalah sebagai berikut :
yang sebenarnya. Seperti pada percobaan
1. HCl + PP
tidak berwarna
nomer 10, hasil yang sebenarnya yaitu
NH4OH + PP
merah muda
larutan tidak berwana dan ada gelembung
NaOH + PP
merah muda
gas ketika dipanaskan dan gelembung
CH3COOH + PP
tidak berwarna
tersebut tidak hilang setelah dingin. Namun
2. HCl + MM
merah muda
pada hasil percobaan yang dilakukan oleh
NH4OH + MM
kuning
praktikan, hasilnya tidak ada gelembung gas
NaOH + MM
kuning
ketika larutan dipanaskan. Hal ini bisa
CH3COOH + MM
merah muda
disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya
3. Basa : NH4OH + NaOH
ungu
yaitu kesalahan praktikan dalam takaran
Asam : HCl + CH3COOH
tidak
senyawa atau larutan. Misalnya praktikan
berwarna
kelebihan dalam memasukkan larutan ke
4. K2CrO4 + HCl
jingga
dalam tabung reaksi.
5. K2CrO7 + HCl
kuning
Berdasarkan hasil percobaan yang
6. Al2(SO4)3 + NaOH
putih keruh
termasuk reaksi asam-basa adalah percobaan
7. Al2(SO4)3 + NaOH + NH4OH
pada nomer 1,2,3,4, 5 dan 9. Dan yang
putih keruh dan ada endapan
termasuk ke dalam reaksi pengendapan
8. ZnSO4 + NaOH
putih keruh
adalah pada percobaan nomer 7, 8, 11, 12,
dan ada endapan
13,14, 15, 16, 19 dan 20.
9. (NH4)2SO4 + NaOH
lakmus
Reaksi kimia dapat diterapkan pada
tidak berubah warna
bidang pangan, seperti untuk menguji
10. Pb(NO3)2 + NaCl
tidak
kandungan yang ada dalam suatu bahan
berwarna
pangan dan untuk membuat suatu bahan
11. NaCl + AgNO3
putih keruh
menjadi produk pangan.
dan ada endapan
Berdasarkan hasil pengamatan
12. BaCl2 + K2CrO4
kuning
percobaan reaksi kimia dapat disimpulkan
keputihan dan ada endapan
bahwa reaksi kimia adalah suatu proses alam
13. BaCl2 + K2CrO7
kuning
yang selalu menghasilkan antarubahan
keputihan dan ada endapan
senyawa kimia. Ada empat jenis reaksi
14. BaCl2 + HCl + K2CrO4
utama yaitu reaksi reduksi-oksidasi (redoks)
kuning dan ada endapan
reaksi asam-basa, reaksi hidrolisis, dan
15. CaCO3 + HCl
terjadi
reaksi metatesis (perpindahan rangkap).
endapan di tabung Ba(OH)2
Terjadinya reaksi kimia yaitu dengan ciri16. H2C2O4 + 2 tetes H2SO4 + KMnO4
ciri adanya perubahan warna, bau, suhu,
warna KMnO4 tidak hilang lagi pada
timbulnya gas dan endapan. Dalam
tetesan ke-64 dan warnanya menjadi
percobaan ini terdapat berbagai faktor-faktor
coklat muda serta ada endapan.
yang dapat mempengaruhi hasil dari reaksi
17. Fe2+ + H2C2O4+ KMnO4
laju
yang dilakukan, seperti ketelitian praktikan
hilangnya warna KMnO4 adalah pada
dan kebersihan alat yang digunakan.
tetesan ke-8
Saran untuk percobaan reaksi kimia
18. CuSO4 + NaOH
merah darah
ini adalah praktikan harus benar-benar teliti
19. NaOH + CuSO4 + 20 tetes NaOH
dalam melakukan takaran pada saat
biru dan ada endapan
memasukann larutan ke dalam tabung
20. Fe3+ + KSCN
hijau tua dan ada
reaksi, serta praktikan juga harus
endapan
memperhatikan kebersihan alat yang
Fe3+ + KSCN + 20 tetes Na3PO4
digunakan, karena kebersihan alat akan
kuning keputihan
mempengaruhi hasil dari reaksi tersebut.
Dalam percobaan reaksi kimia ini,
Jika alat seperti tabung reaksi sebagai
masih
terdapat
kesalahan-kesalahan.
tempat untuk mereaksikan zat/larutan yang
Kesalahan tersebut yaitu berbedanya antara
digunakan tidak bersih, hasil praktikum

selanjutnya tidak akan sesuai dengan hasil


sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Pengertian Reaksi Kimia.
www. kumpulanistilah.com.
Accesed :
29 Oktober 2012.
Brady, E.J. 1998. Kimia Universitas Asas
dan Struktur. Bina Aksara, Jakarta.
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar
Konsep-konsep Inti Jilid 1.
Erlangga, Jakarta.
Sutrisno, E. T. dan Nurminabari, I. S. 2012.
Penuntun Praktikum
Kimia
Dasar. Universitas
Pasundan,
Bandung.

LAMPIRAN
1.

2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

HCl + PP
NH4OH + PP

tidak berwarna
merah muda

NaOH + PP

merah muda

CH3COOH + PP

tidak berwarna

HCl + MM
NH4OH + MM

merah muda
kuning

NaOH + MM

kuning

CH3COOH + MM

merah muda

Basa : NH4OH + NaOH


Asam : HCl + CH3COOH
K2CrO4 + HCl
K2CrO7 + HCl
Al2(SO4)3 + NaOH
Al2(SO4)3 + NaOH + NH4OH
ZnSO4 + NaOH
(NH4)2SO4 + NaOH
Pb(NO3)2 + NaCl
NaCl + AgNO3
BaCl2 + K2CrO4
BaCl2 + K2CrO7
BaCl2 + HCl + K2CrO4
CaCO3 + HCl
H2C2O4 + 2 tetes H2SO4 + KMnO4

ungu
tidak berwarna
jingga
kuning
putih keruh
putih keruh dan ada endapan
putih keruh dan ada endapan
lakmus tidak berubah warna
tidak berwarna dan ada gelembung gas
putih keruh dan ada endapan
kuning keputihan dan ada endapan
kuning keputihan dan ada endapan
kuning dan ada endapan
terjadi endapan di tabung Ba(OH)2
warna KMnO4 tidak hilang lagi pada tetesan
ke-64 dan warnanya menjadi coklat muda

17. Fe2+ + H2C2O4+ KMnO4


18. CuSO4 + NaOH
19. NaOH + CuSO4 + 20 tetes NaOH
20. Fe3+ + KSCN
Fe3+ + KSCN + 20 tetes Na3PO4

serta ada endapan.


laju hilangnya warna KMnO4 adalah pada
tetesan ke-8
merah darah
biru dan ada endapan
hijau tua dan ada endapan
kuning keputihan