Anda di halaman 1dari 4

PELEDAKAN BAHAN GALIAN INDUSTRI

A. Pengertian peledakan
Peledakan merupakan kegiatan pemecahan suatu material (batuan)
dengan mengggunakan bahan peledak atau proses terjadinya ledakan. Suatu
operasi peledakan batua akan mencapai hasil optimal apabila peralatan yang
dipakai sesuai dengan metode peledakan yang diterapkan
Dalam membicarakan perlengkapan dan peralatan peledakan perlu
hendakanya terlebih dahulu dibedakan pengertian antara kedua hal tersebut.
Peralatan peledakan adalah alat alat yang digunakan berulang kali misalnya
blasting machine, crimper dan sebagainya ,sedangkan perlengkapan hanya
digunakan satu kali proses peledakan atau tidak bisa digunakan berulang ulang
kali. Secara garis besar, sesuai dengan perkembangan teknologi, metode
peledakan dapat dibagi sebagai berikut :
1. Metode sumbu api (cap & fuse method)
2. Metode sumbu ledak
3. Metode listrik
4. Metode non listrik (Nonel)

B. Alat alat peledakan


a. Electric Detonator adalah alat yang berfungsi sebagai pemula ledak yang
dilekatkan pada dynamit. Jenis yang digunakan yaitu Aluminium Short Delay
Detonator dengan strenght No.8, Delay 0-11, produksi Hiderabad India Limited.
b. Kabel Penghantar (connecting wire) adalah kabel yang menghubungkan setiap
leg wire yang seterusnya menuju leading wire dan berakhir pada blasting
machine.Panjangnya 100 yard/roll,dengan diameter 0,6 mm.
c. Isolasi digunakan untuk membungkus sambungan kabel agar tidak terjadi
hubungan singkat arus listrik pada saat peledakan.
d. Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO)
ANFO merupakan bahan peledak yang dihasilkan dari campuran antara
Amonium Nitrat dan Fuel Oil (solar) dengan perbandingan (ZOB) :
AN = 94,5 %

FO = 5,5 %

e. Damotin (Dynamit Amonium Gelatin)


Damotin yang dugunakan merupakan campuran dari Nitroglyserin,
Dinitroglyserin, Amonium Nitrat, dan Wood pulp. Bahan peledak ini berbentuk
batangan

atau dodol

dengan diameter 32 mm dan panjang 200 mm.

Mempunyai kecepatan detonasi yang tinggi, sehingga menyebabkan aksi


penghancuran yang cepat.
C. Dasar Peledakan Tambang Bawah Tanah
Perbedaan yang paling mendasar antara peledakan terowongan dengan
peledakan jenjang adalah dalam peledakan terowongan, dilakukan peledakan
kearah 1 bidang bebas. Sedangakan pada peledakan jenjang dilakukan kearah 2
atau lebih bidang bebas. Selai itu ruangan untuk melalukan peledakan ddi
bawah tanah sangat terbatas, sehingga batuan lebih sukar di ledakan dan perlu
dibuat bidang bebas kedua yang merupakan arah peledakaan selanjutnya.
Bidang bebas kedua diperoleh dengan membuat cut pada permukaan
terowongan. Cut ini berfungsi sebagai bidang bebas pada peledakan berikutnya,
yang kemudian akan diperbesar dengan dua atau lebih susunan lubang tembak
peledakan.
Peladakan yang terakhir adalah peledakan lubang Tummer (roof holes,
wall holes, and floor holes) yang akan menentukan bentuk dari terowongan.
Efisiensi peledakan dalam terowongan sangat tergantung pada pada
lubang tembak, dan penanamannya disesuaikan dengan jenis Cut yang
dibentuk.
D. Macam macam bahan peledak
Karena Bahan peledak adalah suatu bahan kimia senyawa tunggal atau
campuran berbentuk padat, cair, gas atau campurannya yang apabila dikenai
suatu aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu
reaksi kimia eksotermis sangat cepat yang hasil reaksinya sebagian atau
seluruhnya berbentuk gas dan disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang
secara kimia lebih stabil.
Bahan peledak merupakan bahan yang sangat berbahaya dan perlu
diawasi sejak dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan
sampai dengan pemusnahannya. Oleh karena itu, sistem pembinaan dan
pengawasannya harus tepat dan ketat, sehingga dapat diperkecil kemungkinan
untuk bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai Dual Munition agent, di satu sisi bahan peledak bermanfaat untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional, namun akan
sangat berbahaya apabila disalahgunakan terutama untuk kepentingan kegiatan
terrorism. Sesuai Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan,
maka pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan bahan peledak
dilaksanakan secara terko-ordinasi terpadu antar instansi dan dikoordinasikan
oleh Dephan, berikut ini adalah bahan peledak :
a.

Electric Detonator adalah alat yang berfungsi sebagai pemula ledak yang
dilekatkan pada dynamit. Jenis yang digunakan yaitu Aluminium Short Delay
Detonator dengan strenght No.8, Delay 0-11, produksi Hiderabad India Limited.

b.

Kabel Penghantar (connecting wire) adalah kabel yang menghubungkan


setiap leg wire yang seterusnya menuju leading wire dan berakhir pada blasting
machine.Panjangnya 100 yard/roll,dengan diameter 0,6 mm.

c.

Isolasi digunakan untuk membungkus sambungan kabel agar tidak terjadi


hubungan singkat arus listrik pada saat peledakan.
d. Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO)
ANFO merupakan bahan peledak yang dihasilkan dari campuran antara
Amonium Nitrat dan Fuel Oil (solar) dengan perbandingan (ZOB) :
AN = 94,5 %

FO = 5,5 %

e. Damotin (Dynamit Amonium Gelatin)


Damotin yang dugunakan merupakan campuran dari Nitroglyserin,
Dinitroglyserin, Amonium Nitrat, dan Wood pulp. Bahan peledak ini berbentuk
batangan

atau dodol

dengan diameter 32 mm dan panjang 200 mm.

Mempunyai kecepatan detonasi yang tinggi, sehingga menyebabkan aksi


penghancuran yang cepat.

DAFTAR PUSTAKA
http://kabar-cirebon.com/berita-2660-daya-ledak-galian-c-merusaklingkungan.html
http://suyitno01.wordpress.com/pertambangan/peledakanblasting/pengetahuan-dasar-bahan-peledak-komersil/
https://fileq.wordpress.com/category/dunia-pertambagan/peledakan/