Anda di halaman 1dari 3

Obligasi adalah surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan

yang isinya berupa perjanjian dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa
bunga yang diberikan secara periodik dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut ini biasa disebut nilai par . Jika saham
memberikan hak kepemilikan kepada pemegangnya, maka obligasi sebenarnya merupakan
pinjaman yang diberikan kepada suatu perusahaan. Obligasi tidak menawarkan hak istimewa
kepada pemegangnya, pemegang obligasi tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan
di perusahaan.
Ketika menerbitkan obligasi, perusahaan juga menyusun bond indenture yang
ringkasannya disediakan dalam prospektus. Bond indenture adalah dokumen legal yang
memuat perjanjian tertulis antara perusahaan penerbit obligasi dan pemegangnya. Salah satu
isi penting dari bond indenture adalah call provision. Call provision memberikan hak kepada
perusahaan penerbitnya untuk membeli
kembali obligasi yang beredar dari para
pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo.
Obligasi biasanya dijual di pasar obligasi dan memiliki harga pasar yang dapat
berubah setiap saat besarnya fluktuasi tergantung kepada permintaan, penawaran dan suku
bunga yang terjadi di pasar. Harga obligasi berkorelasi negative dengan tingkat suku bunga,
makin tinggi tingkat bunga umum (required yied), maka harga obligasi semakin turun.
Banyak hal yang mempengaruhi harga obligasi, diantaranya: nominal, tingkat bunga, periode
pembayaran bunga, dan jangka waktu jatuh tempo. Perubahan harga obligasi di pasar sangat
dipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan persepsi terhadap resiko. Harga obligasi di pasar
modal dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai parinya. Berinvestasi pada obligasi tidak
hanya memberikan keuntungan dari pembayaran bunga tetap (kupon), tapi Anda juga
memiliki peluang untuk medapatkan keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan
jual). Suatu obligasi dapat diperjualbelikan setiap saat (sebelum jatuh tempo) dengan harga
yang lebih atau kurang dari nilai parinya, tergantung kondisi pasar. Siapa yang memiliki
obligasi pada saat jatuh tempo akan mendapatkan pembayaran kembali sejumlah nilai pari
tersebut.
Sama seperti investasi lainnya, obligasi juga mempunyai beberapa risiko diantaranya
risiko gagal bayar. Risiko gagal bayar bisa didefinisikan sebagai kegagalan suatu perusahaan
untuk membayar kewajibannya. Kewajiban pihak yang menerbitkan obligasi (disebut emiten
atau obligor) dari suatu instrumen obligasi diterbitkan sampai jatuh tempo adalah membayar
kupon dan pokok obligasinya. Umumnya risiko gagal bayar lebih banyak dimiliki oleh
perusahaan swasta, namun kejadian gagal bayar yang terjadi di Yunani menunjukan bahwa
tidak ada satupun yang aman dari risiko tersebut. Kegagalan dalam melunasi salah satu
kewajiban saja bisa menyebabkan suatu perusahaan dituntut atau mengajukan kebangkrutan.
Selain risiko gagal bayar, terdapat pula risiko perubahan harga. Risiko pergerakan
obligasi agak berbeda dengan risiko pergerakan yang terjadi pada saham. Perbedaan utama
adalah bahwa obligasi memiliki waktu jatuh tempo sedangkan saham tidak. Durasi
merupakan satuan risiko obligasi yang menunjukkan seberapa besar perubahan harga obligasi
yang disebabkan karena perubahan ekspektasi tingkat keuntungan yang diharapkan,

singkatnya durasi adalah risiko fluktuasi harga obligasi. Ada macam-macam durasi
diantaranya Macaulay Duration , Modified Duration, Effective Duration , Key Rate
Duration. Durasi hampir mirip dengan konsep BETA pada saham dan reksa dana. Durasi
bukan jatuh tempo. Investor yang berinvestasi harus memahami durasi karena pemahaman
durasi akan membuat investor dapat melakukan strategi.
Cara membaca durasi adalah kebalikannya. Sebagai ilustrasi suatu obligasi memiliki
Durasi 5. Jika suku bunga naik, sehingga ekspektasi keuntungan yang diharapkan investor
naik 1%, maka diperkirakan obligasi tersebut akan mengalami penurunan sebesar 5%.
Sebaliknya jika suku bunga turun, sehingga ekspektasi keuntunga yang diharapkan investor
turun 1%, maka diperkirakan obligasi tersebut akan mengalami kenaikan sebesar 5%.
Durasi obligasi bukan besar kecil atau tinggi rendah tapi panjang atau pendek. Dalam
kaitannya antara durasi dengan kupon dan jatuh tempo, suatu obligasi yang memiliki durasi
yang panjang jika kuponnya kecil dan atau jatuh temponya masih lama (Low Coupon and
Long Maturity). Sementara obligasi dikatakan memiliki durasi yang pendek jika kuponnya
besar dan jatuh temponya cepat (High Coupon and Short Maturity).
Konsep durasi tersebut bisa menjelaskan kepada kita mengenai perbedaan antara
umur efektif berbagai alternatif pilihan obligasi. Konsep durasi dapat digunakan sebagai
salah satu strategi pengelolaan investasi, terutama strategi imunisasi. Durasi dapat digunakan
sebagai ukuran yang lebih akurat untuk mengukur sensitivitas harga obligasi terhadap
pergerakan tingkat bunga, karena durasi sudah mengkombinasikan kupon dan maturitas
obligasi.
Daftar pustaka
http://bisnisbermoral.blogspot.com/2008/03/pengertian-obligasi.html
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/obligasi.aspx
http://www.belajarinvestasi.net/obligasi/memahami-investasi-obligasi
http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-bunga-obligasi-bersifat-final
http://blog.stie-mce.ac.id/sriati/2014/06/29/strategi-pengelolaan-obligasi/
http://www.main-saham.com/tag/durasi
http://mylifekefinandri.blogspot.com/2012/01/obligasi.html
http://nurwahidahmuhtar.blogspot.com/2011/06/dyari.html
http://www.phillip.co.id/id/obligasi
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/obligasi-pengertian-karakteristikdan.html
http://www.finansialbisnis.com/Obligasi.htm

http://www.investopedia.com/university/advancedbond/advancedbond5.asp#axz
z1ojiXFiQa
Daftar pustaka diakses pada 10 april 2015