Anda di halaman 1dari 1

Geometra, Media Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar Berbasis Augmented

Reality untuk Siswa Kelas VIII


Medina Rendani Sabana, Miftah Rizqi Hanafi, Venti Indiani
Universitas Negeri Yogyakarta
Abstrak: Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegatan Belajar Mengajar sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik. Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar sulit mtencari media yang tepat, dan lain-lain. Buku cetak sebgai salah satu media
pembelajaran dianggap kurang memadai dari segi visualisasi objek, terutama pada materi
volum dan luas permukaan bangun ruang sisi datar untuk kelas VIII. Dari segi kognitif,
keterbatasan anak usia SMP pada objek konkret seperti yang dikemukakan oleh Peaget,
mengakibatkan mereka mengalami kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Kemajuan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut penggunaan alat-alat
bantu mengajar seperti alat-alat audio, visual, serta perlengkapan sekolah disesuaikan dengan perkembangan zaman dan juga harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum. Kurikulum 2013 yang saat ini diberlakukan di Indonesia pun menuntut pembelajaran yang juga
dapat memanfaatkan teknologi informasi. Sementara itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat. Hal ini tercermin dari meningkatnya pengguna
smartphone terutama di Indonesia dari tahun ke tahun. Yahoo! dan Mindshare mengumum
kan hasil riset mereka pada tahun 2013 bahwa terdapat sekitar 41,3 juta orang Indonesia
yang menggunakan smartphone dan 39% diantaranya adalah pelajar. Kemunculan teknologi yang semakin canggih bernama Augmented Reality dapat menggabungkan dunia virtual dan dunia nyata secara real time menjadi salah satu media bagi para pengembang
untuk menyalurkan kemampuannya dalam mengembangkan aplikasi yang dapat bermanfaat untuk mengemas pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi melalui kolaborasi teknologi yang interaktif. Teknologi Augmented Reality (AR) sendiri masih kurang
dimanfaatkan di Indonesia, untuk itu dengan memanfaatkan teknologi yang masih baru
dan menarik ini diharapkan mampu menjadi terobosan dalam perkembangan media
pembelajaran terutama matematika. Makalah ini ditulis secara deskriptif, mulai dari
meninjau penguasaan materi volum dan luas permukaan bangun ruang sisi datar untuk
siswa kelas VIII dengan media pembelajaran yang sudah ada. Setelah itu penulis membuat
rumusan masalah diikuti dengan mengumpulkan teori, kemudian menganalisa dan mendiskusikan data. Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Media
pembelajaran ini terdiri dari fungsi desain, skenario, dan storyboard. Hasil dari pembuatan
karya tulis ini adalah media pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality.
Melalui media pembelajaran ini, siswa dapat belajar matematika khususnya materi volum
dan luas permukaan bangun ruang sisi datar dengan lebih konkrit. Untuk menganalisis m
edia pembelajaran ini kami menggunakan analisis SWOT, di mana kami mengidentifikasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Kata kunci: augmented reality, bangun ruang sisi datar, media pembelajaran.