Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

Nama

: Febiant Adi R

NPM

: 1406553032

Group

: A-1

Fakultas/Departemen

: Teknik/Teknik Kimia

No. Percobaan

: KR-02

Nama Percobaan

: Calori Work

Tanggal Percobaan

: Kamis, 26 Maret 2015

UNIT PELAKSANA PRAKTIKUM ILMU PENGETAHUAN DASAR


UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, 2015

CALORI WORK
KR02

I.

Tujuan Praktikum
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

II.

Alat dan Bahan


1. Sumber tegangan yang dapat divariasikan
2. Kawat konduktor (bermassa 2 gr)
3. Termometer
4. Voltmeter dan Amperemeter
5. Adjustable power supply
6. Camcorder
7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III.

Teori Dasar
Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan
atau diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Pada percobaan kali ini akan dilakukan pengkonversian energi dari energi
listrik menjadi energi panas.
Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang
mempunyai resistansi dinyatakan dengan persamaan :
W=VIt
Dimana:
W = energi listrik ( joule )
v = Tegangan listrik ( volt )
i = Arus listrik ( Ampere )
t = waktu / lama aliran listrik ( sekon )

Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam


untuk kenaikan temperatur.Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu
zat dinyatakan dengan persamaan :
Q = m c (Ta - T)
Dimana
Q = Jumlah kalor yang diperlukan ( kalori )
m = massa zat ( gram )
c = kalor jenis zat ( kal/gr0C)
Ta = suhu akhir zat (K)
T= suhu mula-mula (K)
Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut
akan dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan
temperatur yang terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem
instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga
perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan.

Substance
H2 gas
He gas
H2O(l)
lithium
ethyl alcohol
ethylene glycol

Specific Heat Capacity


at 25oC in J/goC
14.267
5.300
4.184
3.56
2.460
2.200

ice @ 0oC
steam @ 100oC
vegetable oil
sodium
air
magnesium
aluminum
Concrete
glass
potassium
sulphur
calcium
iron
nickel
zinc
copper
brass
sand
silver
tin
lead
mercury
gold

2.010
2.010
2.000
1.23
1.020
1.020
0.900
0.880
0.840
0.75
0.73
0.650
0.444
0.440
0.39
0.385
0.380
0.290
0.240
perak
0.160
0.14
0.129

Tabel 1. Nilai Kalor Jenis Beberapa Bahan


sumber : http://www2.ucdsb.on.ca/tiss/stretton/database/Specific_Heat_Capacity_Table.html

IV.

Cara Kerja
Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di
bagian bawah halaman ini.
1. Mengaktifkan Web cam dengan cara meng-klik icon video pada halaman
web r-Lab.
2. Memberikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor.

3. Menghidupkan Power Supply dengan mengklik radio button


disebelahnya.
4. Mengambil data perubahan temperatur, tegangan dan arus listrik pada
kawat konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon
ukur.
5. Memerhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, menunggu
hingga mendekati temperatur awal saat diberikan V0.
6. Mengulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3
V.

Tugas dan Evaluasi


1. Berdasarkan data yang di dapat , Buatlah grafik yang menggambarkan
hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap tegangan yang
diberikan ke kawat konduktor.
2. Untuk tegangan V1 , V2 dan V3 , hitunglah nilai kapasitas panas ( c ) dari
kawat konduktor yang digunakan.
3. Berdasarkan nilai c yang saudara peroleh, tentukan jenis kawat konduktor
yang digunakan.
4. Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

VI.

Data Pengamatan

No

No

23.84

0.00

21.4

21

50.99

1.57

21.3

23.84

0.00

21.4

22

51.10

1.56

21.8

23.84

0.00

21.4

23

51.10

1.57

22.6

12

23.84

0.00

21.4

24

12

51.10

1.57

23.6

15

23.84

0.00

21.4

25

15

51.10

1.57

24.6

18

23.84

0.00

21.4

26

18

51.10

1.57

25.5

21

23.84

0.00

21.4

27

21

50.99

1.57

26.3

24

23.84

0.00

21.4

28

24

50.99

1.57

27

27

23.84

0.00

21.4

29

27

50.99

1.57

27.6

10

30

23.84

0.00

21.4

30

30

51.10

1.57

28.3

11

35.25

0.65

21.1

31

42.09

1.05

26.6

12

35.25

0.65

21.3

32

42.09

1.05

26.3

13

35.25

0.65

21.4

33

42.09

1.05

26.4

14

12

35.25

0.65

21.6

34

12

42.09

1.05

26.4

15

15

35.25

0.65

21.8

35

15

42.09

1.05

26.6

16

18

35.13

0.65

21.9

36

18

42.09

1.05

26.7

17

21

35.25

0.65

22.1

37

21

42.09

1.05

26.8

18

24

35.25

0.65

22.3

38

24

42.09

1.05

26.9

19

27

35.25

0.65

22.4

39

27

42.09

1.05

26.9

20

30

35.13

0.65

22.5

40

30

42.09

1.05

27.1

VII.

Pengolahan Data

1. Grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk


setiap tegangan yang diberikan ke kawat konduktor.
a. Pada V = 0 volt

No
.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Waktu

Temperature

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

20.1
20.2
20.2
20.2
20.2
20.3
20.3
20.3
20.3
20.3

0
0.1
0.1
0.1
0.1
0.2
0.2
0.2
0.2
0.2

16.5

23.84

20.24

0.14

b. Pada V = 0,65 volt


No

Wak
tu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3 35.13

0.65

20.1

6 35.13

0.65

20.2

9 35.13

0.65

20.4

12 35.13

0.65

20.6

15 35.13

0.65

20.7

18 35.13

0.65

20.9

21 35.13

0.65

21.0

24 35.13

0.65

21.1

27 35.13

0.65

21.3

30 35.13

0.65

21.4

c. Pada V = 1,57 volt


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

WAKTU
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

I
50.99
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10

V
1.57
1.56
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57

T
21.3
21.6
22.4
23.4
24.3
25.1
25.9
26.5
27.1
27.7

d. Pada V = 1,05 volt


N
O WAKTU
1
2

3 42.09

1.05

27.5

6 42.09

1.05

27.1

3
4
5
6
7
8
9
10

9 42.09

1.05

27.0

12 42.09

1.05

26.9

15 42.09

1.05

26.9

18 42.09

1.05

26.9

21 42.09

1.05

26.9

24 42.09

1.05

27.0

27 42.09

1.05

27.1

30 42.09

1.05

27.0

2. Menghitung nilai kapasitas panas (c) dari kawat konduktor yang digunakan
untuk V1, V2, dan V3
W=Q
V x I x t = m x c x T
V xI
xt
T=
C
Rumus tersebut dapat diasumsikan menjadi y = mx, dengan y adalah
T, m adalah

V xI
, dan x adalah t.
C

i. V1 = 0,65 volt
No

Wak
tu
1
2
3
4
5
6

3 35.13

0.65

20.1

6 35.13

0.65

20.2

9 35.13

0.65

20.4

12 35.13

0.65

20.6

15 35.13

0.65

20.7

18 35.13

0.65

20.9

7
8
9
10

21 35.13

0.65

21.0

24 35.13

0.65

21.1

27 35.13

0.65

21.3

30 35.13

0.65

21.4

ii. V2 = 1,57 volt


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

WAKTU
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

I
50.99
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10
51.10

V
1.57
1.56
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57
1.57

T
21.3
21.6
22.4
23.4
24.3
25.1
25.9
26.5
27.1
27.7

iii. V3 = 1,05 volt


N
O WAKTU
1
2
3
4

3 42.09

1.05

27.5

6 42.09

1.05

27.1

9 42.09

1.05

27.0

12 42.09

1.05

26.9

5
6
7
8
9
10

15 42.09

1.05

26.9

18 42.09

1.05

26.9

21 42.09

1.05

26.9

24 42.09

1.05

27.0

27 42.09

1.05

27.1

30 42.09

1.05

27.0

3. Jenis Kawat Konduktor


Dari data diatas, kita dapat menghitung rata-rata kalor jenis kawat yang
digunakan dengan cara;

c =

c =

c
n

0.0490+0.2530.0090
3

c =0.0976 J /g

Nilai c dari kawat konduktor sebesar

0.0976

mendekati nilai c yang dimiliki oleh lithium yaitu sebesar

J / g . Nilai tersebut

0.0976

J /g.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kawat konduktor yang digunakan dalam percobaan ini
adalah lithium.

VIII. Analisis
Percobaan yang berjudulCalori Work ini memiliki tujuan yaitu
menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor. Peralatan yang
digunakan di percobaan kali ini adalah sumber tegangan yang dapat divariasikan,
kawat konduktor denganmassa 2 gr, termometer, voltmeter dan amperemeter,
adjustable power supply dan camcorder, serta unit PC beserta DAQ dan perangkat
pengendali otomatis. Pada percobaan ini digunakan 4 nilai tegangan yang berbeda
yaitu V0=0; V1=0,65; V2=1,57; dan V3=1.05.Hal ini dilakukan dengan tujuan agar
data yang dihasilkan lebih beragam dan semakin valid serta semakin mendekati
data yang sebenarnya. Selain itu, tujuan lainnya agar dapat diketahui berapa besar
pengaruh tegangan tersebut terhadap kenaikan temperatur setiap sekon. Pada
percobaan ini, kita gunakan kawat konduktor untuk melilit sebuah sensor
temperatur. Sensor temperatur akan bekerja jika kawat konduktor tersebut dialiri
listrik. Proses tersebut akan menghasilkan energi kalor. Hal ini dapat kita ketahui
dikarenakan adanya perubahan temperatur ketika kawat konduktor mulai dialiri
arus listrik. Dapat kita simpulkan bahwa dengan adanya perubahan tegangan akan
mengakibatkan perubahan temperatur. Besar temperatur akan berbeda-beda sesuai
dengan besar tegangan yang diberikan. Di percobaan ini, pengukuran dilakukan
selama 30 detik, perubahan temperatur akan dicatat oleh instrumen secara
otomatis setiap 3 detik sekali. Jadi selama 30 detik akan diperoleh data perubahan
temperatur sebanyak 10 data yaitu data pada detik ke-3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27

dan 30. Langkah selanjutnya hanya mengulangi langkah kerja pada saat mengukur
V0 namun mengganti tegangan menjadi V1, V2 dan V3.
Pada percobaan ini, kita akan memperoleh data sebanyak 40 data dimana
setiap percobaan pada tiap tegangan menghasilkan 10 data. Sesuai dengan tujuan
praktikum KR02 ini yaitu menghitung kapasitas kalor suatu kawat konduktor
maka pada pengolahan data diperoleh rumus untuk mencari kapasitas kalor,yaitu:
VIt
c=
mT
Persamaan diatas diperoleh dengan cara menggabungkan antara persamaan energi
listrik (W = V I t) denganpersamaan energi kalor (Q = mc T). Dari persamaan
diatas, dapat diketahui bahwa kapasitas kalor yang dikeluarkan kawat konduktor
berbanding lurus dengan perubahan tegangan dan arus.
Dari percobaan ini didapatkan hasil kalor jenis konduktor yang digunakan
adalah 3,697 J/g . Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui jenis kawat
konduktor yang mungkin digunakan pada percobaan ini adalah lithium dengan
nilai kalor jenisnya adalah 3,56 J/g , sehingga kesalahan relatif pada percobaan
kali ini adalah 3,85%. Temperatur awal yang terlihat pada video cam saat memulai
pengukuran adalah 23,3C, tetapi pada saat digunakan untuk percobaan dengan
tegangan V2 dan V3 temperaturnya berbeda untuk setiap suhu awal pengukuran.
Hal ini dapat terjadi karena temperatur lingkungan yang ikut terukur atau juga bisa
karena faktor kecepatan dari koneksi internet yang digunakan sehingga
menyebabkan lambatnya pengukuran yang terjadi. Kesalahan berikutnya yaitu
pada kesalahan relatif pengukuran kapasitas kawat konduktor yang mencapai
3,85%. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor pembulatan angka yang dilakukan
secara beruntun sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang ada di
literature.
IX.

Kesimpulan

Kalor adalah sesuatu yang dipindahkan sebagai akibat dari perbedaan suhu

Energi bersifat kekal yang berarti energi tidak dapat diciptakan maupun
dimusnahkan hanya dapat berubah menjadi energi dalam bentuk lain.

Kapasitas kalor ialah banyaknya tenaga kalor yang diberikan pada sebuah
benda untuk menaikkan temperaturnya.

Kalor jenis ialah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1
kg zat sebesar 1 derajat celcius.

Nilai kalor jenis bahan pada percobaan ini adalah 3,697J/g oC

Dari nilai kalor yang didapat, bahan dari kawat konduktor yang digunakan
adalah lithium.

X.

Referensi
Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall,
NJ, 2000.
Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended
Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.