Anda di halaman 1dari 2

a.

Masalah-masalah Siswa di Sekolah


Masalah adalah sesuatu yang menghambat, mempersulit bagi seseorang dalam mencapai sesuatu.
Bentuk konkrit dari hambatan/kesulitan itu dapat bermacam-macam, misalnya godaan, gangguan
dari dalam atau luar, tantangan yang ditimbulkan situasi hidup. Dan beberapa masalah yang ada
dalam kehidupan siswa di sekolah yaitu :
1. Masalah perkembangan individu
2. Masalah perbedaan individu
3. Masalah kebutuhan individu
4. Masalah penyesuaian diri dan kesehatan mental
5. Masalah dalam belajar
6. Masalah sulit membedakan yang benar dan yang salah
1. Masalah perkembangan individu. Karakteristik tiap individu dibawa oleh pewarisan pihak
orang tua. Karakteristik tersebut menyangkut fisik dan sifat-sifat mental dari individu tersebut.
Perkembangan individu dapat berlangsung baik jika faktor kualitas perkembangannya dan
lingkungan disekitarnya saling melengkapi. Dan untuk mencapai perkembangan yang baik harus
ada bimbingan yang terarah. Dalam proses belajar hal ini disebut pendidikan. Namun dalam
mencapai perkembangan ini banyak juga yang mengalami kegagalan karena faktornya tidak
terpenuhi. Kegagalan ini pada akhirnya akan menimbulkan perilaku individu yang menyimpang,
serta situasi kehidupan yang tidak bahagia. Maka diharapkan konselor mengerti bahwa hal ini
adalah kebutuhan mendasar bagi pelaksanaan bimbingan konseling.
2. Masalah perbedaan individu. Individu yang satu berbeda dengan individu lainnya.
Perbedaan pembawaan berdasarkan lingkungan atau memang faktor bawaan akan
memungkinkan perbedaan individu itu sendiri. Di sekolah sering tampak masalah perbedaan
individu ini, misal ada siswa yang cepat dan lambat dalam belajar. Ada yang menonjol dan ada
yang kurang. Hal ini disebabkan karena pelayanan pada umumnya memberikan pelayanan atas
dasar ukuran rata-rata.
3. Masalah kebutuhan individu. Pelaksanaan pelayan bimbingan konseling merupakan salah
satu cara untuk membantu siswa di sekolah dalam memenuhi kebutuhannya. Sudah seharusnya
pihak sekolah mengetahui apa-apa saja kebutuhan dari diri siswa serta upaya dalam memenuhi
kebutuhan tersebut. Seorang individu akan merasa puas jika kebutuhannya terpenuhi, namun bila
mengalami kegagalan dalam memenuhi kebutuhannya hal ini yang akan menimbulkan masalah
baik bagi individu itu sendiri serta lingkungan sekitarnya.

4. Masalah penyesuaian diri dan kesehatan mental. Individu harus dapat menyesuaikan diri
antar kebutuhan dan segala kemungkinan yang akan terjadi pada lingkungannya. Namun ada
beberapa perilaku tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan mencari
jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya.
Perilaku menyontek, membolos, dan melanggar peraturan sekolah merupakan contoh
penyesuaian diri yang salah pada remaja di sekolah. Pada proses penyesuaian diri ini individu
akan mengalami dua keadaan dimana dapat memenuhi kebutuhan sesuai lingkungan tanpa
menimbulkan kerugian atau justru malah gagal menjalankan proses penyesuaian diri tersebut.

5. Masalah dalam belajar. Dalam proses pendidikan di sekolah, belajar adalah proses inti.
Dalam proses belajar ini dapat timbul berbagai masalah baik pelajar atau pengajarnya. Dalam
mencapai kesuksesan dalam proses belajar dipengaruhi berbagai faktor baik dari dalam diri
sendiri atau dorongan dari lingkungan sekitar. Jadi sudah jelas bahwa sekolah memiliki tanggung
jawab besar terhadap siswa dalam mengatasi masalah yang timbul saat proses belajar. Inilah
pentingnya pelayanan bimbingan konseling agar mencapai keberhasilan dalam belajar.
6. Masalah sulit membedakan yang benar dan yang salah. Kecenderungan pada sebagian
remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku yang benar dan perilaku yang salah.
Wujud dari (conduct disorder) adalah munculnya cara berpikir dan perilaku yang kacau dan
sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Penyebabnya adalah karena sejak kecil,
orang tua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan yang salah pada anak.Seharusnya,
orang tua mampu memberikan hukuman (punishment) saat anak berperilaku salah dan
memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak berperilaku baik atau benar. Seorang remaja
di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perilaku antisosial,
baik secara verbal maupun secara nonverbal, seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru,
dan mempermainkan temannya.