Anda di halaman 1dari 14

Evaporator

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari

Salah satu jenis evaporator, yaitu rotary evaporator


Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari
sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.[1] Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar
panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. [2] Evaporator umumnya terdiri dari tiga
bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan
pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondenser (untuk
diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.[2] Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan)
biasanya dapat berupa padatan atau larutan berkonsentrasi. [1] Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja
terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap).[1] Evaporator biasanya digunakan dalam
industri kimia dan industri makanan.[1] Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh
(merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator.[1] Evaporator mengubah air menjadi uap,
menyisakan residu mineral di dalam evaporator.[1] Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah
dihilangkan garamnya.[1] Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas
oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). [1] Evaporator
juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain. [1]
Jenis-jenis
Evaporator dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang menyala di
bawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan. [1]

Direct fired evaporator adalah evaporator dengan pengapian langsung dimana api dan
pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk
memanaskan.[1]

Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau uap lain
yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondensasi di satu sisi dari
permukaan pemanas dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang mendidih. [1]

TIPE-TIPE EVAPORATOR
A. BERDASARKAN PERPINDAHAN PANASNYA
1. Pesawat yang langsung dipanaskan dengan api.2. Pesawat dengan media
pemanas dalam suatu jaket.3. Pesawat yang dipanaskan dengan fluida melalui
bidang pemanas pipa-pipa
B. TIPE EVAPORATOR YANG BANYAK DIJUMPAI
1. Evaporator Film Jatuh
(Falling Film Evaporators
)2. Evaporator Film Naik
(Rising Film Evaporators)3.
Evaporator Sirkulasi Paksa
(Forced Circulation Evaporators)
4. Evaporator Plat
(Plate Evaporators)5.
E v a p o r a t o r Pe m a m p a t a n Ke m b a l i U a p
( T h e r m a l a n d M e c h a n i c a l Va p o r

Recompression (TVR & MVR))

1.
Evaporator Film Jatuh
(Falling Film Evaporators
)a . P r i n s i p
E v a p o r a t o r fi l m j a t u h m e n g g u n a k a n s i r k u l a s i a l a m i a h : U m p a n
m a s u k d i bagian atas pesawat kemudian tersebar dalam susunan pipa
melalui bagian dalamtiap-tiap pipaDi dalam kasus ini baik cairan maupun

uap bergerak turun, tabung dibasahi secara merata untuk menghindari


pembentukan kerak. Adanya lapisan tipis sepanjangtabung mengurangi kerusakan
dan waktu tinggalUap (vapour) mengalir bersama dengan kukus (steam) sehingga
perpindahan panas berlangsung efektif. Uap dan sebagian cairan dipisahkan dalam
pemisah siklon.Pengaturan multi efek menghemat pemakaian kukus (steam).
b . Pe n g g u n a a n E v a p o r a t o r F i l m J a t u h
Pemekatan larutan encer dari produk-produk sensitif panas yang mengandung air
atau pelarut organik, misalnya:1. Pemekatan dan distilasi vakum2. Ekstrak industri
filtrasi dalam air dan pelarut organik.3. Produk-produk sensitif panas dalam
pelarut4. Sebagai pendidih ulang untuk kolom distilasi, membawa produk sensitif
panas

2.
Evaporator Film Naik
(Rising Film Evaporators)
a . P r i n s i p
Prinsip operasi aliran langsu ng, cairan mendidih dia lirkan dal am
t a b u n g - tabung vertikal dengan bantuan tenaga pompa yang kuat.- E v a p o r a t o r
fi l m n a i k a d a l a h s o l u s i s e d e r h a n a u n t u k p e m e k a t a n ,
p e n g u r a n g a n volume cairan-cairan yang kepekaan panasnya sedang- C a i r a n
d a n u a p a i r d i p i s a h k a n d i d a l a m m e s i n p e m i s a h t o f a n - Pe n g a t u r a n
m u l t i e f e k s a n g a t m e n g h e m a t e n e r g i d a r i k u k u s ( s t e a m ) b.
Penggunaan Evaporator Film Naik
Pe n g g u n a a n p e s a w a t i n i , u m u m n y a u n t u k p e m e k a t a n l a r u t a n e n c e r
y a n g mengandung air dan pelarut organik, misalnya:1. Pemulihan pelarut
tercemar 2. Perlakuan terhadap air limpahan3. Ekstrak tanaman dalam air atau
pelarut organik 4. Sebagai pendidih ulang dalam kolom distilasi3.
Evaporator Sirkulasi Terpaksa (Forced Circulation Evaporatora . P r i n s i p
Digunakan ketika permukaan-permukaan peman asan, oleh karena itu
perludisirkulasi ulang dengan cepat melalui pipa cairan antara bagian atas
dan pemisahkilat.- Ke c e p a t a n t i n g g i d a l a m t a b u n g k a l a n d r i a
m e n c e g a h p e n d i d i h a n d a l a m t a b u n g dan menaikkan secara kilat dalam
pemisah.- M e n g u r a n g i w a k t u p e r p i n d a h a n p a n a s a t a u
k r i s t a l i s a s i k e t i k a c a i r a n n a i k konsentrasinya.- P e n g a t u r a n
m u l t i e f e k b.

Penggunaan Evaporator Sirkulasi Paksa


- Pe m e k a t a n p e n d a h u l u a n c a i r a n s e b e l u m p e n g e r i n g a n . K r i s t a l i s a s i e v a p o r a t i f . - Pe m e k a t a n a i r l i m p a h a n u n t u k
pengurangan volume.- Pe m e k a t a n l a r u t a n a r a m o r g a n i k d a n
anorganik.

KEGUNAAN EVAPORATOR KEGUNAAN UMUMEvaporator biasanya digunakan


dalam industrikimiadan industri makanan.Pa d a i n d u s t r i k i m i a ,
c o n t o h n y a g a r a m d i p e r o l e h d a r i a i r a s i n j e n u h ( m e r u p a k a n contoh
dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air
menjadiuap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap
dikondensasikan menjadiair yang sudah dihilangkan garamnya. Pada
sistem pendinginan, efek pendinginandiperoleh dari penyerapan panas
oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat ( p e n g u a p a n
membutuhkan energi panas). Evaporator juga digunakan
u n t u k memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi
lain.Evaporator dapat juga digunakan untuk memisahkan sebuah zat yang
terlarutd a l a m s e b u a h p e l a r u t d i m a n a d i a n t a r a k e d u a n y a
t e r d a p a t p e r b e d a a n t i t i k u a p . Perbedaan suhu inilah yang digunakan
untuk memisahkan keduanya.KEGUNAAN KHUSUS1. Pemekatan Bahan
(Product concentration)2.
Pengeringan umpan sebelum pemekatan
(Dryer feed pre-concentration)
3. Pengurangan Volume
(Volume reduction)
4. Pemulihan air/pelarut
(Water / solvent recovery)
5. Pengkristalan
(Crystallization)
Penerapan Evaporasi di Industri:
a. Industri pemrosesan makanan
(food products)
b. Produk farmasi dan obat-obatan

( pharmaceutical products)
c. Industri bahan kimia dan petrokimia
d. Produk-produk lingkungan
(environmental products)
e. Cairan non makanan (non-food liquids)
f. Produk organik (organic products)
g. Produk anorganik (inorganic products)
h. Tekstil, pewarna, dan pewarna antara
i. Pengelolaan air,
j. Plastisida dan agrokimia,

Penerapan Evaporasi pada Industri Makanan


a. Industri Susu (dairy products)
b. Industri Kopi
c. Ekstrak Jus buah
d. Industri Protein Ikan
e. Cairan makanan (food liquids)
f. Produk bir (brewery products)
Contoh dari proses penguapan adalah pemekatan larutan natrium hidroksida,
natrium klorida, gliserol, dan perekat (lem). Alat penguap disebut evaporator.

A. Pengenalan tentang Evaporasi


Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam
keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap
air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat
dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada
gas dengan volume signifikan.
Gambar 1.

Uap air yang telah menguap dari teh panas terkondensasi menjadi tetesan
air. Gas air tidak terlihat, tetapi awan tetesan air adalah petunjuk dari
penguapan yang diikuti oleh kondensasi.
Evaporasi merupakan pengambilan sebagian uap air yang bertujuan utuk
meningkatkan konsentrasi padatan dari suatu bahan makanan cair. Salah
satu tujuan lain dari operasi ini adalah untuk mengurangi volume dari suatu
produk sampai batas-batas tertentu tanpa menyebabkan kehilangan zat-zat
yang mengandung gizi. Pengurangan volume produk, akan mengakibatkan
turunnya biaya pengangkutan. Disamping itu, juga akan meningkatkan
efisiensi penyimpanan dan dapat membantu pengawetan, atas dasar
berkurangnya jumlah air bebas yang dapat digunakan oleh microorganisma
untuk kehidupannya.
Operasi penguapan yang mungkin digunakan untuk suatu produk sangat
bervariasi, hal ini tergantung pada karakteristik bahan produk. Dalam banyak
kasus, karakteristik bahan ini berpengaruh pada design evaporator (alat
penguap). Adapun contoh dari karakteristik bahan adalah kekentalan bahan
dan kepekatan bahan terhadap suhu serta kemampuan bahan untuk
membuat alat mengalami korosi.
Menaikkan konsentrasi dari fraksi padatan di dalam produk bahan makanan
cair adalah dengan menguapkan air bebas yang ada didalam produk. Proses
penguapan ini dilakukan dengan menaikkan temperatur produk sampai titik
didih dan menjaganya untuk beberapa waktu sampai konsentrasi yang
diinginkan.
Gambar 2. Evaporator Tabung dan Pipa
Ada empat komponen dasar yang dibutuhkan untuk melakukan penguapan.
Keempat komponen tersebut terdiri dari :
a) sebuah tabung penguapan,
b) sebuah alat pindah panas,
c) sebuah kondensor, dan
d) sebuah metode untuk menjaga tekanan vakum.
Keempat komponen ini harus diperhatikan dalam merencanakan suatu
evaporator. Sistem tekanan vakumnya harus dapat mengalirkan gas yang
tidak terkondensasi agar bisa menjaga tekanan vakum yang diinginkan
didalam tabung penguapan. Panas yang cukup harus dialirkan/ diberikan ke
produk untuk penguapan sejumlah air yang diinginkan, serta sebuah
kondensor yang berguna untuk mengembangkan dan memindahkan uap air
yang diproduksi melalui penguapan.
Keseimbangan massa dapat digunakan untuk menentukan laju penguapan
untuk mendapatkan derajad konsentrasi yang diinginkan. Hubungan ini akan
membawa kita untuk dapat menentukan jumlah medium pemanas yang
dibutuhkan untuk mencapai penguapan yang diinginkan. Kunci penting
lainnya yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan adalah pindah

panas yang terjadi dari medium pemanas ke produk, dengan memperhatikan


bahwa kebutuhan luas permukaan pindah panas tidak akan dapat dihitung
tanpa terlebih dahulu menduga koefisien pindah panas keseluruhan bagi
permukaan pemanas.
Walaupun parameter-parameter untuk design sudah dapat diduga secara
tepat, akan tetapi masih ada faktor-faktor khusus yang ada pada produk yang
berpengaruh pada design evaporator. Faktor-faktor ini akan mengakibatkan
perhitungan menjadi lebih kompleks. Sebagai contoh adalah banyaknya
padatan yang ada pada produk bahan makanan cair akan mengakibatkan
titik didih yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan titik didih dari air
pada tekanan yang sama.
Perbedaan titik didih ini menjadi lebih besar dengan bertambah tingginya
konsentrasi bahan makanan cair. Kerumitan ditambah lagi dengan tidak
konstannya koefisien pindah panas konveksi, karena koefisien pindah panas
ini merupakan fungsi dari kekentalan. Padahal telah diketahui bahwa selama
proses penguapan, kekentalan produk selalu berubah karena terjadinya
penguapan. Keadaan ini mengakibatkan koefisien pindah panas konveksi juga
selalu berubah sesuai dengan kekentalan produk. Akhirnya, persoalan
menjadi lebih kompleks dengan adanya sifat panas produk yang berubah
menurut temperatur dan kadar air produk. Beberapa sifat zat cair yang di
evaporasikan :
1. Konsentrasi
Jika konsentrasi meningkat, larutan akan bersifat individual. Densitas dan
viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya, hingga
larutan menjadi jenuh, atau jika tidak menjadi terlalu lamban sehingga tidak
dapat melakukan perpindahan kalor secara memadai. Jika zat cair jenuh di
panaskan terus menerus maka akan terjadi pembentukan kristal, dan kristalkristal ini harus dipisahkan karena dapat menyebabkan tabung evaporator
tersumbat. Titik didihpun semakin bertambah jika kandungan zat padat
bertambah, sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari
titik didih air pada tekanan yang sama.
2. Pembentukan busa
Beberapa bahan tertentu, terutama zat organik, membusa pada waktu di
uapkan. Busa yang stabil akan ikut keluar evaporator bersama uap, dan
menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Dalam hal ekstrim,
keseluruhan massa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar
dan terbuang.
3. Kepekaan terhadap suhu
Beberapa bahan kimia farmasi,dan bahan makanan dapat rusak bila di
panaskan pada suhu sedang, selama waktu singkat saja. Dalam
mengkonsentrasikan bahan-bahan seperti itu diperlukan teknis khusus untuk
mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waaktu pemanasan.
4. Kerak

Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada


permukaan pemanasan. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin
lama makin berkurang sampai akhirnya kita terpaksa menghentikan operasi
evaporator itu untuk membersihkannya. Bila kerak itu keras dan tidak dapat
larut, maka perlu waktu yang lama dan biaya yang mahal untuk
membersihkannya.
5. Bahan konstruksi
Kita perlu menentukan bahan konstruksi dari evaporator, bila mungkin
evaporator di buat dari baja. Akan tetapi, banyak larutan yang merusak
bahan-bahan besi, atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Karena itu
digunakan bahan konstruksi khusus, seperti tembaga, nikel, bja tahan karat,
aluminium, grafit tak tembus, dan timbal. Tetapi bahan-bahan ini relatif
mahal, oleh karena itu laju perpindahan kalor harus cepat/ tinggi agar dapat
menurunkan biaya pokok peralatan.
Sifat-sifat lainnya yang penting yaitu:Kalor spesifik, Kalor konsentrasi, Titik
beku, Pembebasan gas pada waktu mendidih, Sifat racun, Radioaktivitas,
Bahaya ledak, persyaratan operasi steril ( bebas hama), dan lainlain.Tentunya, hal ini semua akan memberikan pengaruh tersendiri terhadap
design operator.

B. Prinsip Kerja Evaporasi ( Penguapan )


Proses evaporasi dengan skala komersial di dalam industri kimia dilakukan
dengan peralatan yang namanya evaporator. Perlengkapan peralatan :
Evaporator, kondensor, Injeksi uap, perangkap uap, perangkap tetes. Proses
evaporasi didokumentasikan dalam lembar pelaporan sesuai data :
1. Kerja kondensor
2. Kerja injeksi uap
3. Kerja perangkap uap
4. Kerja perangkap tetes
Dengan sistem downstream, beberapa tahap dapat digunakan untuk isoloasi
dan pemurnian produk. Struktur keseluruhan dari proses adalah pratreatment, pemisahan solid-liquid, konsentrasi, purifikasi dan formulasi.
Proses evaporasi terjadi pada tahap konsentrasi dari proses downstream dan
digunakan secara luas untuk proses pembuatan makanan, kimia, dan
mendaur ulang pelarut. Tujuan dari evaporasi adalah menguapkan air yang
ada pada larutan yang mengandung produk yang diinginkan. Setalah proses
pra-treatment dan separasi, luratan sering kali mengandung 85% air. Hal ini
tidak cocok dengan penggunaan industri karena biaya yang dikeluarkan
dalam proses dengan jumlah larutan yang banyak, karena membutuhkan
peraltan yang lebih besar.
Air dapat dihilangkan dari larutan dengan dengan cara lain dari evaporasi,

antara lain yaitu ekstrasi liquid-liquid, kristalisasi, dan presepsiasi. Perbedaan


evaporasi dengan metode pengeringan lain adalah produk akhir evaporasi
adalah liquid terkonsentrasi, bukan solid. Uap air digunakan sebagai
pengubah fasa saat mengkonsentrasi komponen yang tidak tahan panas
seperti protein dan gula. Panas diberikan pada larutan dan sebagian dari
solvent berubah menjadi uap. Proses evaporator berlangsung pada
temperature tinggi dengan tekanan yanf rendah.
Panas diperlukan sebagai energi untuk molekul pada solvent pindah dari
larutan menuju udara sekitar. Energi yang diperlukan molekul dapat disebut
petensial termodinamika dari air pada larutan. Saat menguapkan air, lebih
dari 99% energi diperlukan untuk memasok panas penguapan. Energi juga
diperlukan untuk menghilangkan tegangan permukaan dari larutan. Energi
yang diperlukan pada proses ini juga besar karena harus merubah fase, dari
air menjadi uap air.
Saat merancang evaporator, jumlah uap yang diperlukan tiap unit massa
pada konsentrasi yang telah ditentukan. Keseimbangan energi harus
digunakan dengan asumsi panas yang hilang keluar sistem sangat kecil.
Panas yang harus dipasok oleh uap pendingin sama dengan panas yang
dibutuhkan untuk memanaskan larutan dan menguapkan air.
Cara kerja lainnya yaitu: Larutan yang mengandung produk diinginkan
dimasukkan ke dalam evaporator dan melawati sumber panas. Panas akan
merubah air pada larutan menjadi uap air. Uap air dibuang dari larutan dan
dikondensasikan saat larutan konsentrasi tersebut masuk ke evaporasi tahap
dua atau dikeluarkan dari sistem. Pada umumnya mesin evaporator terdiri
dari empat bagian, bagian pemanas terdiri dari medium pemanas dimana
uap dimasukkan. Bagian konsentrasi dan pemisahan dimana uap air yang
dihasilkan dari penguapan air pada larutan dikeluarkan., bagian kondensasi
yang akan mengkondesasi uap air, dan bagian pompa vakum yang
menyediakan tekanan untuk meningkatkan sirkulasi sistem.
Untuk evaporator vakum, prinsip kerja peralatan ini berdasarkan pada
kenyataan bahwa penurunan tekanan akan menyebabkan turunnya titik didih
cairan. Pada Anhydro laboratory Vacum Evaporator, keadaan vakum tersebut
terutama dihasilkan dari pompa air yang memindahkan uap terkondensasi
dan mendinginkan air dari kondensor.
Kevakuman yang sebenarnya dalam evaporator ditentukan oleh efisiensi
pompa, yang mana hal itu tergantung pada derajat kondensi uap dalam
kondensor. Pada kondensi itu sendiri mengambil tempat (berlangsung) sesuai
dengan banyaknya semprotan air yang didinginkan ke bagian puncak dari
kondensornya. Inilah apa yang dimaksud dengan : kita bisa mengatur suhu
didih yang sebenarnya pada alat tersebut.
Panas yang dibutuhkan untuk penguapan cairan adalah berasal dari steam
yang sudah jenuh. Steam tersebut mengalami pengembunan (dikondensikan)

pada tabung, dan bersamaan dengan itu memberikan panasnya untuk


penguapan. Steam yang telah diambil panasnya itu disebut juga kondensat,
kemudian dipindahkan dari dasar calandria dan ditarik melalui kondensor
menuju pompa. Calandria adalah tabung dimana terjadi pergerakan bahan
pangan.
Bahan cair yang akan ditingkatkan konsentrasinya itu bersirkulasi terus
menerus pada alat dalam upaya untuk memperoleh perpindahan/pergerakan
yang maksimal didalam calandria. Sirkulasi yang cepat akan mengurangi
resiko terjadinya pengendapan pada permukaan tabung, dan dengan cepat
membebaskan gelembung-gelembung uap dari bahan cair selama dalam
perjalanan melalui evaporator.
C. Per pindahan Panas Di dalam Evaporator
Beberapa peralatan penguapan dapat langsung dipanasi dengan api. Api
memanasi dinding ketel dan secara konduksi akan memanasi bahan yang
terletak di dalam alat penguap. Akan tetapi umumnya evaporator
mempergunakan panas tidak langsung dalam proses penguapannya.
Pindah panas didalam alat penguapan diatur oleh persamaan pindah panas
untuk pendidihan bahan cair dan dengan persamaan konveksi serta konduksi.
Panas yang dihasilkan dari sumber harus dapat mencapai suhu yang sesuai
untuk menguapkan bahan. Umumnya medium pembawa panasnya adalah
uap yang diperoleh dari boiler atau dari suatu tahapan penguapan dalam alat
penguapan lain. Perputaran bahan cair didalam alat penguapan merupakan
hal yang penting, sebab perputaran mempengaruhi laju pindah panas dan
dengan perputaran bahan yang baik akan meningkatkan laju penguapan.
Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut pada
titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat yang konsentrasinya
lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada evaporasi biasanya hanya terdiri dari
satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya tidak diadakan
usaha untuk memisahkan komponenkomponennya. Dalam evaporasi zat cair
pekat merupakan produk yang dipentingkan, sedangkan uapnya biasanya
dikondensasikan dan dibuang. Disinilah letak perbedaan antara evaporasi
dan distilasi.
D. Jenis evaporator
1. Evaporator efek tunggal (single effect)
Yang dimaksud dengan single effect adalah bahwa produk hanya melalui satu
buah ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu luas permukaan
pindah panas.
2. Evaporator efek ganda
Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat atau
lebih dalam sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek
majemuk. Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip pada

penggunaan uap yang dihasilkan dari evaporator sebelumnya.


Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah untuk menghemat
panas secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat mengurangi ongkos
produksi. Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan
penghematan yaitu dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari alat
penguapan untuk memberikan panas pada alat penguapan lain dan dengan
memadatkan kembali uap tersebut. Apabila dibandingkan antara alat
penguapan n-efek, kebutuhan uap diperkirakan 1/n kali, dan permukaan
pindah panas berukuran n-kali dari pada yang dibutuhkan untuk alat
penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama.
Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :
a. Evaporator Pengumpan Muka
b. Evaporator Pengumpan Belakang
c. Evaporator Pengumpan Sejajar
Macam Peralatan Pemanas / Penukar Panas : Tabung Pemanas, Ketel Uap
(Boiler), Penukar Panas Spiral Melingkar, Penukar Panas Tipe Permukaan,
Penukar Panas Dengan Tabung Dibagian Dalam, Pembangkit Ulang, Penukar
Panas Tipe Tong, Penyemprot Air Panas, Pemasukan Uap Panas dan Penukar
Panas Tipe Skrup.
Macam Peralatan Penguapan / Evaporator : Evaporator Kancah Terbuka,
Evaporator dengan Tabung Pendek yang Melintang, Evaporator dengan
Tabung Pendek yang Tegak, Evaporator yang Mempunyai Sirkulasi Alamiah
dengan Kalandria dibagian Luar, Evaporator dengan Sirkulasi yang Dipaksa,
Evaporator Bertabung Panjang, Evaporator Piring, Evaporator Sentrifugal dan
Evaporator Pengaruh Berganda.
Macam Peralatan Pengering : Pengeringan dengan udara panas terdiri
Pembakaran (kiln dyer), Pengering lemari, Pengering terowongan, Pengering
konveyor, Pengering kotak, Pengering tumpukan bahan butiran/tepung,
Pengering pneumatic, Pengering berputar, Pengering semprot, Pengering
menara. Pengering dengan persentuhan dengan permukaan yang dipanasi
terdiri Pengering tong (pengering lapisan, pengering rol), Papan pengering
hampa udara, Pengering dengan roda dalam hampa udara.
Pada banyak sistem pendinginan, refrigeran akan menguap di evaporator dan
mendinginkan fluida yang melalui evaporator. Evaporator ini disebut sebagai
direct-expansion evaporator. Berdasarkan zat yang didinginkan, evaporator
dibedakan menjadi evaporator pendingin udara dan pendingin cairan.
Berdasarkan konstruksinya, evaporator pendingin udara dibedakan menjadi
plat, bare tube, dan finned evaporator. Evaporator plat biasa digunakan pada
kulkas rumah. Evaporator pendingin udara ini umumnya digunakan untuk
sistem pengkondisian udara (AC).

Gambar 3. Evaporator

Evaporator pendingin cairan umumnya digunakan untuk mendinginkan air,


susu, jus, dan kegunaan industri lainnya. Jenis evaporator yang sering
digunakan adalah evaporator bare-tube karena proses pengambilan panas
terjadi langsung dari bahan ke ferigeran. Terdapat bebrapa tipe evaporator
yang sering digunakan, seperti pipa ganda, Baudelot cooler, tipe tank, shell
and coil cooler dan shell and tube cooler.
Tipe- tipe evaporator lainnya yaitu:
1. Evaporator Sirkulasi Alami/paksa
Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan memanfaatkan sirkulasi yang
terjadi akibat perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Pada
evaporator tabung, saat air mulai mendidih, maka buih air akan naik ke
permukaan dan memulai sirkulasi yang mengakibatkan pemisahan liquid dan
uap air di bagian atas dari tabung pemanas.Jumlah evaporasi bergantung
dari perbedaan temperatur uap dengan larutan. Sering kali pendidihan
mengakibatkan sistem kering, Untuk menghidari hal ini dapat digunakan
sirkulasi paksa, yaitu dengan manambahkan pompa untuk meningkatkan
tekanan dan sirkulasi sehingga pendidihan tidak terjadi.
2. Falling Film Evaporator
Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi dengan
jaket uap (steam jacket). Distribusi larutan yang seragam sangat penting.
Larutan masuk dan memperoleh gaya gerak karena arah larutan yang
menurun. Kecepatan gerakan larutan akan mempengaruhi karakteristik
medium pemanas yag juga mengalir menurun. Tipe ini cocok untuk
menangani larutan kental sehingga sering digunakan untuk industri kimia,
makanan, dan fermentasi.
3. Rising Film (Long Tube Vertical) Evaporator
Pada evaporator tipe ini, pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan
sumber panas berasal dari luar tabung (biasanya uap). Buih air akan timbul
dan menimbulkan sirkulasi.
4. Plate Evaporator
Mempunyai luas permukaan yang besar, Plate biasanya tidak rata dan
ditopangoleh bingkai (frame). Uap mengalir melalui ruang-ruang di antara
plate. Uap mengalir secara co-current dan counter current terhadap larutan.
Larutan dan uap masuk ke separasi yang nantinya uap akan disalurkan ke
condenser. Eveporator jenis ini sering dipakai pada industri susu dan
fermntasi karena fleksibilitas ruangan. Tidak efektif untuk larutan kental dan
padatan
5. Multi-effect Evaporator

Menggunakan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Semakin
banyak tahap maka semakin rendah konsumsi energinya. Biasanya maksimal
terdiri dari tujuh tahap, bila lebih seringkali ditemui biaya pembuatan
melebihi penghematan energi. Ada dua tipe aliran, aliran maju dimana
larutan masuk dari tahap paling panas ke yang lebih rendah, dan aliran
mundur yang merupakan kebalikan dari aliran maju. Cocok untuk menangani
produk yang sensitive terhadap panas sepertienzum dan protein.
E. Aplikasi dari evaporasi
Proses evaporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam
dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin.
Kegunaan utama dari evaporator adalah menguapkan air pada larutan
sehingga larutan memiliki konsentrasi tertentu.
Pada industri makanan dan minuman, agar memiliki mutu yang sama pada
jangka waktu yang lama, dibutuhkan evaporasi. Misalnya untuk pengawetan
adalah pembuatan susu kental manis.
Evaporasi merupakan satu unit operasi yang penting dan biasa dipakai dalam
industri kimia dan mineral, misalnya industri aluminium dan gula. Evaporator
juga digunakan untuk mengolah limbah radioaktif cair. Kegunaan lainnya
adalah mendaur ulang pelarut mahal seperti hexane ataupun sodium
hydroxide pada kraft pulping bisa juga untuk menguapkan limbah agar
proses penanganan limbah lebih murah. Contoh-contoh Operasi Evaporasi
dalam Industri Kimia lainnya yaitu : Pemekatan larutan NaOH, Pemekatan
larutan KNO3, Pemekatan larutan NaCL, Pemekatan larutan nitrat dan lainlain.
Contoh soal :
1. Suatu bejana untuk penguapan mempunyai kemampuan menguapkan 10
ton/jam dengan suhu bahan 25 C. Total padatan bahan 10 % dan susu kental
hasil penguapan 60 % dari awal. Suhu titik didih 60 C. Suhu Steam 120 C.
Berapa kebutuhan Steam yang diperlukan ? jika KAf = 80 % dan KAp = 60 %
2. Sebuah sistem pendingin dengan siklus kompresi uap standar yang
menggunakan refrigeran R134a diketahui beroperasi pada suhu kondensasi
35.51oC dan suhu evaporasi -20 oC. Untuk mendapatkan kapasitas
pendinginan sebesar 1 ton refrigerasi (3517 W), dan diasumsikan bahwa
kompresor bekerja secara isentropis. Kondensor mesin pendingin tersebut
didinginkan dengan menggunakan penukar panas pipa ganda (double pipe
heat exchanger) aliran berlawanan. Jika fluida pendingin yang dipakai adalah
air (Cp=4.2 kJ/kg-K) dengan laju aliran sebesar 1 kg/detik,
tentukan suhu air yang keluar apabila suhu inlet air 25oC
gunakan definisi keefektifan (effectiveness) untuk mencari nilai keefektifan
penukar panas
3. Satu mesin pendingin dapat digunakan pada tiga ruangan (dengan tiga
evaporator) secara paralel seperti pada gambar berikut.

Gambarkan proses pendinginan tersebut pada diagram molier (p-h)


Jika ketiga evaporator tersebut digunakan secara seri, gambarkan proses
pendinginannya pada diagam molier.
Jelaskan dengan contoh perhitungan apakah COP mesin pendingin dengan
rangkaian evaporator paralel lebih baik dari pada seri.

PABRIK SUSU BUBUK DARI SUSU DOMBA DENGAN PROSES


SPRAY DRYING
FACTORY OF MILK POWDER FROM SHEEP MILK WITH SPRAY DRYING PROCESS

Subject:
Alt. Subject :
Keyword:

susu bubuk
Milk plants
susu bubuk
susu domba
spray drying.

[ Description ]

Dengan banyaknya permintaan konsumen akan susu bubuk, baik dalam negeri maupun luar negeri dan sedikitnya produksi susu
nasional. Maka untuk memenuhinya didirikan Pabrik Susu Bubuk dari Susu Domba dengan Proses Spray Drying. Proses
pembuatan susu bubuk diawali dengan proses standarisasi yaitu dengan penambahan Skim dan butter oil untuk menambah
kandungan vitamin, protein, karbohidrat dan sukrosa. Selanjutnya proses pasteurisasi untuk membunuh bakteri patogen pada susu
segar. Kemudian proses evaporasi hingga kadar air 50%. Proses spray drying hingga kadar air 5%. Proses mixing yaitu proses
penambahan sodium ascorbat, calcium carbonat, vanillin, dan sukrosa. Kemudian produk masuk ke Vibro-Fluidizer, terjadi
proses drying hingga kadar air 1% sekaligus cooling. Selanjutnya proses screening untuk memisahkan serbuk dengan parikel
pertikel kasar. Kapasitas pada pabrik susu bubuk ini adalah 136.135 kg/hari, 44.925 ton susu bubuk/tahun. Bahan-bahan yang
diperlukan untuk memenuhi kapasitas tersebut adalah Susu Domba 278.190 kg/hari, Skim 30.910 kg/hari, Butter oil 27.819
kg/hari, CaCO3 11.272,13 kg/hari, Sodium Ascorbat 11.272,13 kg/hari, Vanilli 1.127,21 kg/hari, Sukrosa 11.272,13 kg/hari,
Kebutuhan Air 1.214,69 m3/hari, dan Listrik 2,8 kVA.