Anda di halaman 1dari 33

Struktur dan Fungsi Bunga, Buah Pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Bunga


Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga
(divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga
terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai
untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau
inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu
karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan
betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang
diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat
hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma
yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Bagian-bagian bunga adalah :
1. Calix (kelopak), berfungsi untuk melindungi bunga ketika masih kuncup
2. Corolla (mahkota), berfungsi sebagai hiasan bunga untuk menarik serangga
3. Stamen (benangsari), terdiri dari filamen (tangkai sari), antera (kepala sari), pollen (serbuk
sari)
4. Pistillum (putik), terdiri dari stigma (kepala putik), stillus (tangkai putik), ovarium (bakal
buah), ovullum (bakal biji)
Macam bunga :
1. Bunga jantan, yaitu bunga yang hanya memiliki benang sari
2. Bunga betina, yaitu bunga yang hanya memiliki putik
3. Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki bagian-bagian yang lengkap yaitu kelopak
bunga, mahkota bunga, benang sari, putik
4. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu bagian diantara
keempat bagian bunga
Fungsi bunga :
1. sebagai alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan

2. sebagai alat perhiasan


Struktur dan Fungsi Buah
Buah terdiri dari kulit buah dan biji. Berdasarkan struktur kulit buahnya, buah dapat
dibedakan menjadi buah kering dan buah berdaging. Buah berdaging adalah buah yang
mempunyai kulit buah tebal dan berdaging sedangkan buah kering mempunyai kulit buah
yang tipis.
Kulit buah dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu :
1. eksokarp (kulit buah luar)
2. mesokarp (kulit buah tengah)
3. endokarp (kulit buah dalam)
Ada 2 macam buah, yaitu ;
1. Buah sejati, yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah.
Contoh : mangga, alpukat, semangka, pepaya
2. Buah Semu, yaitu buah yang terbentu dari bakal buah dan bagian-bagian
lain dari bunga.
Contoh : arbei, apel, nangka, jambu mede

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2099875struktur-dan-fungsi-bunga-buah/#ixzz1n6KP2vJk

anatomi tumbuhan
Adhy Ws | Kamis, Februari 10, 2011 | anatomi tumbuhan
Tujuan Praktikum
- mengetahui bentuk sel tumbuhan
- mengetahui jenis-jenis sel tumbuhan
- mengetahui isi sel tumbuhan

Landasan Teori
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup.Ilmu yang
mempelajari tentang sel adalah sitologi. Susunan sel yang teratur karena dihasilkan oleh
adanya pembelahan sel yang teratur. namun sebagian besar tidak menunjukkan keteraturan
melalui kelompok sel yang kompak dan yanng tidak kompak (renggang) sehingga terbentuk
ruang antar sel akibat pemisahan dinding sel (sizogen) dan mungkin akibat dari beberapa sel

yang larut(lisigen).
Bentuk sel yang bebas, atau sel yang baru dibentuk dan terisolasi cenderung berbentuk
bulatan, lalu karena adanya tekanan dari sel-sel yang lain maka bentuk sel mulai
terdiferensiasi.
Sel tumbuhan terdiri dari bagian yang hidup dan bagian yang mati. Bagian yang hidup
adalah inti dan organel pada sitoplasma dan bagian yang mati adalah dinding sel dan bendabenda ergastik.
Bagian-bagian sel tumbuhan
Dinding sel
merupakan organel yang hanya terdapat pada tumbuhan yang berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel dan mencegah penguapan air yang berlebihan/ melindungi isi
sel. Tumbuhan memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa yang mengalami lignifikasi
yang bersifat kaku. sementara dinding sel hewan hanya memiliki membran sel.Sehingga
menjadi penyokong mekanis tumbuhan. Dinding sel mempengaruhi metabolisme tumbuh
seperti penguapan , transpirasi, translokasi dan sekresi.Dinding sel memilki lubang berukuran
sekitar 60nm yang berfungsi sebagai saluran yang menghubungkan antara satu sel dengan sel
lainnya disebut plasmodesmata dan bila pada tumbuhan yang telah mati disebut noktah.
Senyawa utama dalam dinding sel adalah selulosa, yaitu suatu polisakarida dengan
rumus empiris alkena( C6H10O5)n, merupakan polimer linier satuan D-glukosa dengan
ikatan ..... tidak larut dalam air panas, selulosa kapas mengandung satuan glukosa membentuk
satu molekul yang panjangnya sekitar 41.000
A. Selain selulosa didapatkan juga lapisan hemiselulosa, kemudian lignin dan suberin, kutin
lilin yang sering didapatkan sebagai pelindung di permukaan tumbuhan.
Selulosa memiliki sifat kristal yang terdiri dari molekul selulosa dalam mikrofibril yang
disebut misel.
Hemiselulosa merupakan bagian dari polisakarida yang dapat di ekstraksi dengan NaOH 17,5
% atau KOH 24 % dari dinding sel.
Setiap mikrofibril mengandung 40-70 selulosa yang letaknya sejajar. Mikrofibril
membentuk makrofibril semakin besar makrofibril maka akan semakin besar garis tengahnya.
terdiri dari :
- hemiseluosa,
- pektin : merupakan campuran poliuronida
- lignin : merupakan polimer dari lendpropanoida, didapatkan pada sel yang telah mengeras
(lignifikasi)
- kutin : didapatkan pada lapisan dinding epidermis
- suberin : terdapat pada dinding sel jaringan sekunder (gabus)
- lilin : terdapat di bagian luar epidermis
- bahan-bahan organik lainnya.
Berdasarkan perkembangannnya maka dinding sel terdiri dari 3 lapisan
1. lamela tengah, terdapat diantara dua dinding primer dari dua sel yang berdekatan,
terdiridari pektin, bentuknya amorf mudah hancur oleh enzim pektinase.
2. dinding primer, dinding awal pertumbuhan
3. dinding sekunder, dibentuk disebelah dalam lapisan primer
Penebalan dinding sel
ada 2 cara yaitu :
1. aposisi, bila penambahan dinding baru hanya ke arah dalam
2. intersusepsi, bila mikrofibril yang baru tumbuhnya diantara mikrofibril yang sudah ada.
Pembentukan awal dinding sel
terjadi pada awal telofase yaitu pada saat munculnya fragmoplas(kumpulan beberpa
mikrotubul dan RE) diantara kedua anak inti.Pada waktu yang sama sel-sel papan muncul

dari equator dan akan menghasilkan protoplas baru.sel-sel papan akan menyebar, maka
fragmoplas semakin terdorong mendekati dinding sel yang sedang memisah.mikrofilamen
akan menahan vesikula yang berasal dari diktiosom dengan membentuk sisterna pipih,
karbohidrat dari vesikula disintesisuntuk bahan dinding primer yang baru. kedua anak sel
akan dilekatkan oleh lapisan lamela tengah.
Terbentuknya dua lapisan primer baru yang akan meluas, yang diikuti dengan
membesarnya dinding yang lama memperbesar ukuran sel. Pembesaran anak sel akan diikuti
oleh penebalan dinding primer dan dinding sel induk tertekan dan akan robek. Adanya garis
sentuh antara dinding baru dan dinding induk, sedangkan lamela muda dan tua akan
dipisahkan oleh dinding primer induk.bersatunya lamela tengah, mendorong pembentukkan
rongga didalam lapisan primer sel induk yang memisah (sizogen) disudut tempat
memisahnya sel anak.(sozogen hancur-lisis dinamakan lisogen & lisogen memisah-hancur
dinamakan sizolisigen.
Membran
membran plasma terdiri dari :
1. fosfolipid yang terdiri dari :
hidrofilik(suka air) berupa kepala yang menghadap keluar permukaan.
hidrofobik(menghindari air) terdiri atas 2 lapis molekul fosfolipid yaitu bagian ekor, terdapat
protein yang periferal tertanam integral.
- Bagian kepala bersifat hidrofobik(polar)
- Bagian ekor bersifat hidrofilik
1.1 Komponen sel
terdiri dari membran sel, nukleus dan sitoplasma.
Sitoplasma terdiri dari organel yang bermembran dan yang tidak bermembran serta
memiliki inklusion sel.
Organel yang memiliki membran diantaranya endoplasma retikulum, diktiosom, mitokondria,
dan plastida. Sementara itu organel pada sitoplasma yang tidak memiliki membran adalah
ribosom dan sitoskleton.
Inklusion sel terdiri dari beberapa hasil. pertama yaitu hasil pemecahan atau metabolisme
terdiri dari amilum/pati, lemak dan minyak serta protein. yang semuanya adalah hasil sekresi
terdiri atas enzim, alkaloid, hormon mesin, dan garam. Terakhir adalah hasil eksresi terdiri
atas garam-garam anorganik dan latek tanin, serta molekul esensial.
1.2 Struktur sel Tumbuhan
terdiri dari protoplasmik, nonprotoplasmik, membran sel dan dinding sel
a. Protoplasmik sifatnya aktif dalam metabolisme, terdiri dari inti dan sitoplasma.
Sitoplasma merupakan cairan yang ada di dalam sel untuk metabolisme sel.Sitoplasma
terdiri dari beberapa organel yaitu RE, diktiosom/aparatus golgi, mitokondria, plastida,
mikrobodi, ribosom dan sitoskleton.
Struktur Organel
1. Retikulum Endoplasma (RE)
tersusun atas lipid dan protein, yang membentuk sisterna, tubul halus dan lapisan yang
berlubang beranastomosis / bersilang. Bentuk sisterna, fungsinya untuk menghimpun protein
dan senyawa lainnya dengan cara pelebaran / pembentukan vesikula serta untuk mengangkut
bahan yang disekresikan. Sifatnya tidak dapat dilihat oleh mikroskop cahaya.
RE terdiri dari
1. RE kasar (apabila didapatkan butiran ribosom)

fungsinya untuk sintesis protein


2. RE halus tempat sintesis lipofol dan mengangkut bahan sekresi.
2. Diktiosom/Badan Golgi/Golgi Aparathus
tediri dari tumpukan vesikula kecil dan pipih, pinggiran tidak rata membentuk tubula yang
saling berhubungan menyerupai jala.Fungsinya sebagai bahan sekresi karbohidrat, bahan
dinding sel, bahan getah/lendir, nektar atau glikoprotein dan semua ini dialirkan oleh
vesikula. (berhubungan dengan proses pembentukan dinding sel). Tubula akan membengkak,
melepaskan diri dan bergerak jauh. sifatnya tidak terlihat oleh mikroskop cahaya.
Prosesnya :
vesikula yang berisi bahan RE berkumpul dalam diktiosom kemudian membentuk vesikula
baru yaitu RE masuk ke vesikula., berulang-ulang sampai menjadi dewasa dan vesikula
dilepas dan beranak membawa lebih bahan yang akan diproses.
3. Sitoskleton
tersusun dari
filamen protein yang terdiri dari mikrofilamen dan mikrofibril
fungsinya mendukung sel dan tempat menempel organel.
4. Mitokondria
bentuknya bervariasi bulat, cuping, berupa silinder dan memanjang.Dapat dilihat melalui
mikroskop dengan pewarnanya janus green ukurannnya panjang kurang lebih 3 mikrometer
dengan diameter kurang lebih 0,5-1 mikrometer terdiri dari luar dan membran dalam
membentuk krista ke arah stroma(ruangan dalam mitokondria yang berisi protein). Terdapat
ribosom yang mengandung fibril DNA. fungsinya sebagai tempat respirasi aerob, pemasok
ATP, aktif dalam metabolisme.
5. Plastida
merupakan organel berukuran kecil yang tersusun dari protein, dan hanya ada di
tumbuhan karena berfungsi sebagai metabolisme dan fotosintesis
Sifatnya mampu membelah dan berdiferensiasi
terdiri dari :
leukoplas (tidak berwarna),
kloroplas(berwarna hijau), dan
kromoplas(berwarna selain hijau)
Leukoplas
merupakan plastida yang tidak berwarna, didapatkan pada organel yang tidak terkena
sinar matahari, sifatnya rapuh, letaknya berkumpul didekat inti sel, leukoplas dapat berubah
bentuk sesuai fungsinya, yaitu : sebagai penyimpan amilum disebut amiloplas, sebagai
penyimpan protein yaitu preoteoplas, dan sebagai penyimpan lemak disebut elaioplas.
Kloroplas
bentuknya seperti lensa ukuran diameter 2-6 mm, tebalnya 0,1-1 mm dan dapat dilihat
melalui mikroskop cahaya sehingga nampak bentuknya seperti butir-butir.
bagian-bagiannya terdiri dari Grana(kumpulan tilakois) dan Stroma yang terisi oleh enzim.
Fungsinya sebagai tempat fotosintesis. bentuk- bentuk lainnya :
jala : pada cladophora sp.
pita : pada Zygonema contoh pada tumbuhan spirogyra sp.
dilihat dari warna ada 2 tipe :
1. klorofil :
Klorofil A : C55 H72 O5 Mg : warna kebiru-biruan
Klorofil B : C55 H70O5 Mg : Warna hijau kekuning-kuningan
2. Kromoplas disebabkan karena adanya karetinoid antara lain :

Karotin C40 H50 : jingga hinggga merah


Xantofil C40 H50 O6 : kuning
pada ganggang mengandung zat warna lain fikosianin, fikoxantin dan fikoeritrin
menurut bentuknya kloroplas terbagi menjadi
a. Kloroplas bentuk lensa, pada daun hydrilla verticillata
b. Kloroplas bentuk bintang, pada ganggang Zynema.
c. Kloroplas bentuk jala, pad ganggang Cladophora
d. Kloroplas bentuk jala pada ganggang spyrogyra.
kromoplas
umumnya berwarna kuning/ jingga, karena mengandung karotenoid.
6. Nukleus / inti
Nukleus berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas didalam sel dan sebagai agen
pembawa informasi genetik.menurut letaknya nukleus dibagi menjadi dua, yaitu nukleus
sentris dan eksentris.
Ciri inti sel yaitu
umumnya berbentuk bulat, berselaput,/ bermembran, berisi cairan nukleoplasma, berisi anak
inti atau neukleus. Dalam nukleoplasma terdapat kromosom yang berisi DNA dan protein.
DNA dan protein membentuk kesatuan yang disebut kromatin.
a. Bentuknya bervariasi, yaitu bentuk bulat atau lensa, terdapat pada sitoplasma.
b. Fungsi nukleus antara lain :
1. mengatur proses-proses hidup dari protoplasma
2. sebagai pembawa sifat-sifat yang diturunkan
C. Bagian-bagian inti :
1. membran inti
2. Rangka inti
3. Anak inti / nucleolus, bentuknya bulat ada di dalam nukleus
4. Cairan inti disebut karioplasma, sifatnya kental
5. butir-butir kromatin
7. Badan Mikro(Peroksisom/Glioksisom)
Peroksisom adalah kantung yang memiliki membran tunggal berisi berbagai enzim
katalase.Katalase berfungsi untuk mengkatalis perombakan hydrogen peroksida (H2O2).
Hydrogen peroksida merupakan produk metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel
juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat terdapat pada sel tumbuhan dan
sel hewan.Pada hewan peroksisom terdapat banyak di hati dan ginjal. sementara itu tumbuhan
terdapat pada berbagai tipe sel.
Glioksisom terdapat pada lapisan alauron padi-padian, glioksisom sering ditemukan di
jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecaambah, mengandung enzim mengubah
lemak menjadi gula yang prosesnya akan menghasilkan energi yang diperlukan
untukperkecambahan.
b. Komponen non protoplasmik (benda ergastik/ergastic substance)
Dalam mengamati benda-benda non protoplasmik kira dapat mengamati macam-macam
bentuk amilum, aleuron dan bentuk kristal.
Komponen ergastik terbagi menjadi dua yaitu yang bersifat padat dan yang bersifat cair.
A. Ergastik yang bersifat padat, antara lain :
1. Amilum (butir-butir amilum) :
mempunyai rumus empiris(C6H10O5)n, berupa karbohidrat atau polisakarida yang

berbentuk tepung disebut amiloplas, dapat dibedakan menjadi leukoamiloplas yang berwarna
putih dan menghasilkan tepung cadangan makanan dan kloroamiloplas berwarna hijau dan
menghasilkan tepung asimilasi. Titik permulaan (initia) terbentuk amilum disebut
hilus(hilum), berdasarkan letaknya hilu, butir amilum dibedakan menjadi amilum konsentris
bila hilus berada ditengah-tengah, dan amilum eksentris bila berada ditepi hilusnya.
Menurut banyaknya hilus dalam amilum, amilum dapat dibedakan menjadi:
a. Amilum tunggal, apabila sebutir amilum terdapat satu hilus
b. Amilum setengah majemuk, apabila terdapat dua hilus dan masing-masing dikelilingi
lamela, sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi seluruhnya
c. Amilum majemuk, apabila terdapat banyak hilus dan masing-masing dikelilingi lamela,
sehingga terbentuk lamela yang mengelilingi seluruhnya.
Dalam amilum terdapat lamela-lamela yang mengelilingi hilus adanya lamela-lamela
disebabkan pad waktu pembentukkan amilum, tiap lapisan mempunyai kadar air yang
berbeda, sehingga mempengeruhi indeks bias. Lamela-lamela akan hilang apabila ditetsi
alkohol, karena air akan terserap alkohol.
Di bagian amilum nampak seperti retak, dapat terjadi pada tepung tapioca. Atau di tengah
amilum nampak seperti terkerat, dapat ditemukan butir amilum pada biji yang sedang
berkecambah, disebut korosi, misalnya pada biji kacang merah yang sedang berkecambah.
2. Aleuron dan kristal putih telur
Ditemukan pada endosperm yang mengering. Prosesnya : keringnya biji, yang berarti
mengeringnya endosperm menjadi semakin sedikit sehingga konsentrasi konsentrasi zat-zat
yang terlarut seperti putih telur, garam dan lemak akan smakin besar, kemudian vakuola
pecah hal ini akan terus berlangsung hingga vakuola pecah menjadi kecil-kecil yang
mengandung zat-zat yang mengkristal yang disebut aleuron.
Sebuah aleuron berisi sebuah/ lebih krsitaloid putih telur dan sebuah atau beberapa
guboid(bulatan kecil yang terbuat dari zat fitin yaitu garam Ca dan Mg dari asam mesoinosit
hexafosfor)
Aleuron dapat terlihat pada lapisan paling luar dari endosperm padai dan jagung, dapat
terbuang karena pencucian beras terlalu bersih, sedangkan pada biji jarak aleuron tampak
tersebar dengan ukuran lebih besar dari aleuron padi.
3. Kistal-kristal
Kristal yang terdapat pada tumbuahn merupakan hasil akhir dari metabolisme, umumnya
terbentuk dari kristal Ca-oksalat yang diendapkan. Kristal tersebut tidak larut dalam asam
cuka namun larut dalam asam kuat.
Bentuk-bentuk Kristal Ca-Oksalat :
1. Kristal Pasir, berbentuk piramida kecil, terdapat pada tangkai daun amaranthus hybridus,
tangkai daun nicotiana tabacum dan begonia sp.
2. Kristal tunggal besar, berbentuk prisma atau poliedris terdapat pada daun Citrus sp.
3. Rafida,berbentuk seperti jarum atau sapu lidi terdapat pad daun mirabilis jalapa, batang
dan akloe vera, daun rhoeo discolor serta ananas commosus, lapisan epidermis batang
Pleomele sp.
4. Kristal majemuk, disebut juga drussen berbentuk bintang atau roset, terdapat pada tangkai
daun carica papaya, kortek batang gnetum gnemon, ricinus communis dan daun datura metel.
5. Kristal sferit berbentuk kristal letaknya sitengah tengah sel, teratur radier. terdapat pada
batang Phyllocactus sp.
Kristal ca-Carbonat terdapat pada sel daun Ficus elastica berupa sistolit, acanthaceae,
Curcubiotaceae dan Uricaceae.
Silica merupakan endapan silicon antara lain:
1. Pada tanaman palmae berbentuk kopi

2. Pada Heliconaceae berbentuk bujur sangkar


3. Zingiberaceae berbentuk pasir
4. Cyperaceae berbentuk kerucut
5. Poaceae berbentuk amorf
Stiloid, kristal berbetuk prisma yang dikedua ujungnya meruncing seperti bilah,
didapatka sebagai kristal tunggal, Pada iridaceae, agavaceae dan Liliaceae.
B. Ergastik yang berupa cairan
Merupakan zat yang terlarut dalam cairan sel, terdapat dalam vakuola. Dalam sebuah sel,
kemungkinan mempunyai vakuola-vakuola yang komposisi ergastik cair yang berlainan.
1. Asam Organik, antara lain asam oksalat, asam sitrat, asam malat yang kadang-kadang
dalam bentuk garam-garamnya. Konsentrasi asam organic yang tinggi banyak dijumpai pada
vakuola-vakuola muda
2. Karbohidrat, berupa sakarida yang terlarut, antara lain ,monosakarida(glukosa,fruktosa)
dan disakarida(sakarosa, maltosa) bentuk gula didapatkan berupa inulin, seperti pada umbi
dahlia sp.
3. Protein, berupa asam amino dan peptida sederhana
4. Lemak,berupa lemak atau minyak sebagai cadangan makanan, antara lain : asam palmitat
dan asam stearat, seperti pada biji kacang tanah dan daging buah kelapa.
5. Zat penyamak(tannin)
6. Antosianin
7. Alkaloid
cafein : cofea arabica
papain : carica papaya
Khirin : cinchonia sp
Atrophin : athropha balladona
Morfin : Canabis sp
Kokain : Erytocyclon coca
8. Minyak Atsiri
mempunyai daya bias dan menguap
contoh pada kulit citrus sp, daun kayu putih, bunga mawar dan melati
9. Terpentin termasuk lipid tak tersabunkan antar lain pinus jefreyyi dan Pinus sabiniana

B. Jaringan Tumbuhan
Tujuan mempelajari jaringan tumbuhan adalah agar kita bisa memahami dan
menunjukkan macam
-macam jaringan tumbuhan.
Landasan Teori
Sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dinamakan jaringan.
Jaringan tumbuhan tingkat rendah seperti ganggang, jamur dan lumut berupa jaringan semu.
Pada ganggang jaringannya berbentuk koloni atau pseudoparenkim dan pada jamur berupa
hifa yang disebut plektenhim. Jaringan tumbuhan tingkat tinggi, terbagi menjadi dua
golongan yaitu, jaringan muda(meristem) dan jaringan dewasa.
1. Jaringan muda(meristem),tersusun atas sel-sel embrional yang mempunyai kemampuan
untuk membelah diri secara terus-menerus/ meristematis. Sel-sel yang menyusun jaringan ini
memilliki membran sel yang tipis, bentuknya teratur(segi empat/kubus) dan ruang sel (lumen)
terisi penuh protoplas dan vakuola kecil.fungsi jaringan ini adalah untuk memperbanyak diri
menurut letaknya jaringan meristem terdiri dari tiga macam:
a. meristem apikal,

b. meristem lateral
c. meristem antara
Menurut perkembangannya terbagi atas meristem primer dan sekunder.
Meristem primer :
Dibentuk oleh sel-sel pemula yang disebut promeristem sebagai initial, yang terdiri dari
1. protoderm;bakal epidermis
2. prokambium;bakal jaringan pengangkut
3. meristem dasar;bakal jaringan dasar primer
Meristem sekunder :
Terbentuk pada tumbuhan menjelang dewasa, seperti terbentuknya kambium pembuluh,
kambium gabus yang disebut felogen.
2. Jaringan dewasa, tersusun atas sel-sel yang tak dapat membelah lagi.terdir dari sel-sel
yang telah terdiferensiasi dan telah mempunyai fungsi yang khusus. sehinga jelas untuk
diamati.
Jaringan dewasa dibedakan menjadi :
a. Epidermis, merupakan pelindung terhadap pengaruh lingkungan yang dapat mengganggu
pertumbuhan seperti kekurangan air, kerusakan mekanis, suhu udara dan serangan hama
penyakit.
b. Jaringan dasar/parenkim, berfungsi sebagai tempat fotosintesis seperti pada mesofil atau
tempat cadangan makanan.
c. Jaringan Penyokong/ mekanik,tersusun atas sel-sel bersinding tebal yan mengandung
lignin, lignin berfungsi memberi sifat keras pada sel. dibedakan atas kolenkim dan
sklerenkim. Kolenkim terdiri atas sel-swel yang telah mati.
d. Jaringan pengangkut, terdiri dari xilem yang berfungsi mengangkut air dan mineral ke
bagian atas daun umumnya terdiri atas sel-sel yang telah mati dan dindingnya tebal berlignin.
Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
e. jaringan pembuluh
f. jaringan kelenjar
Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan struktur sel dan jaringan tumbuhan
adengan membuat preparat segar dan diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.
Alat dan Bahan
1. mikroskop cahaya
2. kaca objek(object glass)
3. kaca penutup (cover glass)
4. Batang seledri (Apium graveolens)
5. Tempurung Kelapa (Cocos nucifera)
6. Empulur Batang singkong(Manihot esculenta)
7. Batang Hanjuang (Cordyline friticosa)
8. Umbi Lapis Bawang merah ( Allium cepa)
9. Daun Adam dan Eva (Rhoeo discolor)
10. Rambut buah (gossypium sp)
11. silet
12. pinset dan pipet
13. aquades
14. anilin sulfat
16. Spyrogyra sp.
17. Bulu Domba
18. Vanila sp.
19. Biji Jarak Ricinus communis

TATA KERJA
1. sel tumbuhan
a. belah umbi lapis Allium cepa, ambil selembar bagian lamelanya lalu patahkan. Kemudian
ambil bagian transparan berupa selaput sel tipis dengan menggunakan pinset, lalu diletakan di
atas kaca objek yang telah ditetesi air, kemudian tutup dengan kaca penutup usahakan jangan
sampai terdapat gelembung udara.Amati dengan mengugunakan mikroskop cahaya dengan
perbesaran lemah hingga kuat. Gambarkan dan tunjukan bagian dinding sel, sitoplasma
nukleus, nukleolus dan bbagian ergastik substant(kristal calsiu oksalat)
b. Lengkapi gambar dengan keterangan pada setiap struktur yang terdapat pada sel tumbuhan.
2. Jaringan Tumbuhan
a. untuk mengamati jaringan epidermis dan stomata, buat sayatan melintang pada bagian
bawah daun Rhoeo discolor yang berwarna ungu. Simpan sayatan diatas meja objek yang
telah ditetesi air lalu tutup dengan cover glass. Amati dengan perbesarak kecil menuju ke
perbesaran besar. gambar jaringan epidermis dan stomata yang terdiri dari sel penutup, sel
tetangga dan celah stomata.
b. Sel parenkim, sayat batang manihot esculenta setipis mungkin dan tambahkan dengan
reagen air pada meja preparat tunjukan dinding sel dan ruang antar sel.
c. Buatlah sayatan melintang batang Apium graveolens. Amati gambar sel-sel klenkim
tunjukan penebalan pada sudut-sudut selnya.
d. Kerok tempurung kelapa ditambah anilin sulfat. amati dan gambar sel sklereid serta
tunjukan lumen (ruang sel), noktah dan penebalan dinding selnya
e. Buatlah sayatan Cordyline fructicosa + reagen anilin sulfat. Amati dan gambar jaringan
floem dan xilem.
Lembar kerja
Tugas II. 1 Gambar sel epidermis Umbi Lapis Allium cepa

Perbesaran 100 x /reagen air

Inti sel bawang merah cukup besar sehingga memudahkan pengamatan


Tugas II. 2 Gambar sayatan Melintang lapisan Bawah daun Durio zibethinus

Perbesaran 100 x, Reagen air

Derivat epidermis memiliki 4 macam yaitu


1. Stomata untuk respirasi pada tumbuhan
2. emergentia penyebab duri
3. Papila penyebab tonjolan-tonjolan
4. Trikoma yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu
a. akar : untuk penyerapan zat tanah,
b. daun : untuk mengurangi prnguapan
c. biji
d. putik : adar polen menempel pada benang sari
e. benang sari : agar polen menempel pada putik
Tugas II. 3 Gambar sayatan melintang empulur batang kumis kucing (Orthosiphon
stamineus)

Perbesaran 400 x, Reagen anilin sulfat

Pada saat sel diberi anilin sulfat, sel mengalami penebalan pada sudut-sudut dinding sel
yang disebut kolenkim anguler. Sementara yang terjadi secara mendatar disebut kolenkim
lameler. dan gabungan keduanya disebut kolenkim lakuner.
Tugas II. 4 Gambar sayatan melintang batang hanjuang (Cordyline
fruticosa)

Perbesaran 100 x, Reagen air

Xilem berfungsi untuk mengangkut zat hara (air mineral) ke daun. floem berfungsi untuk
mendistribusikan proses fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.Cara pengangkutannya
melallui prinsip hypertonis dan hypotonis.
Tugas II. 5 Gambar kerokan Tempurung Cocos nucifera

Perbesaran 100 x, Reagen anilin sulfat


sklereid terdapat bermacam-macam bentuk : brankhisklereid,asterosklereid pada tanaman teh, osteosklereid
berbentuk tulang,makrosklereid, triosklereid seperti jantung.

Tugas II. 6 Gambar helaian kapuk( Ceiba petandra )

Perbesaran 100 x, Reagen air

Ceiba petandra memiliki lumen yang merupakan ruang kosong akibat sel yang telah
mati, lumen menyebabkan air masuk ke dalam sel.Dan dinding selnya memiliki suberin yang
berfungsi agar kapuk tahan air.
Tugas II. 7 Gambar sayatan melintang Rhoeo discolor

Dalam sel rhoeo discolor memiliki kristal pasir yang berfungsi untuk metabolisme
sel.Alasan menggunakan rhoeo discolor karena memiliki pigmen antosianin(zat warna
ungu).stomata berfungsi untuk respirasi sel.
Tugas II. 8 Gambar sayatan membujur Rhoeo discolor

Perbesaran 100 x, Reagen air

Pada rhoeo
Tugas II. 9 Gambar sayatan Melintang Daucus carota

Perbesaran 100 x, Reagen air

Tugas II. 10 Rheo discolor yang diberi ph asam


Rheo discolor yang diberi ph asam akan berwarna merah

Tugas II. 11 Rheo discolor yang diberi ph basa


Rheo discolor yang diberi ph basa akan berwarna hijau
Tugas II. 12 Gossypium sp/ kapas
Kapas dapat menyerap air karena kapas memilki dinding sel yang tersusun atas selulosa. hal
ini berbeda pada kapuk yang terdapat gelembung udara karena tidak dapat menterap air
karena dinding selnya terdiri atas suberin.
Tugas II. 13 Bulu domba
Tugas II. 14 Spirogyra sp
Preparat Spyrogyra
reagen air
Spyrogyra memilki butir- butir Pirenoid berfungsi untuk menghasilkan amilum atau pati.
Tugas II. 15 Preparat biji Jarak (Ricinus communis)

Organ tumbuhan
Batang
Tujuan praktikum
Melihat jaringan-jaringan penyusun batang dikotil dan monokotil
Landasan Teori
Struktur anatomi batang, umumnya terdiri dari epidermis, korteks, stele dan empulur.
Epidermis
Merupakan jaringan yang ada disebelah luar, yang dinding sebelah luarnya dikelilingi oleh
kutikula, kadang-kadang didapatkan stomata, trikomata dan lenti sel.
Lapisan epidermis umumnya hanya satu lapis, namun yang didapatkan dilapisan bawah
epidermis yang bentuknya sama dengan epidermis disebut hypodermis.
Kortek
Terdiri dari jaringan parenkim, didapatkan juga jaringan mekanik, baik kolenkim maupun
sklerenkim. Parenkim yang mengandung klorrofil disebut klorenkim. Sering didapatkan pada

sel-sel yang kortek yang mengandung bahan ergastik, cadangan makanan atau
kelenjar.mengalami pertumbuhan sekunder, melalui aktivitas kambium, sehingga diameter
bertambah. Akibat pertambahan diameter, maka sel-sel floem akan terdesak ke arah luar
untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut, sel-sel parenkim yang menyusun jari-jari
empulur mengadakan dilatasi melalui pembentangan sel-selnya ke arah tangensial dan selselnya bertambah ken arah tangensial melalui pembelahan radial.Pada monokotil akan dapat
didapatkan jaringan ikatan pembuluh yang tersebar. Pada tumbuhan herba, didapatkan ruangruang antar sel yang disebut aerenkim yang bentuknya bervariasi.
Stele
Pada batang dikotil akan terlihat jaringan ikatan pembuluh. Akibat dari adanya jaringan ikat
pembuluh, akan membentuk beberapa tipe stele, yaitu : tipe periostele, sifonostele,
diktiostele, eustele dan ataktostele.
Empulur dan jari-jari empulur
Didapatkan pada batang dikotil dan tidak pada nmonokotil
Preparat sayatan Cyperus sp.
Reagen anilin sulfat
Sayatan melintang batang Hibiscus rosa sinensis
Reagen : anilin sulfat
Sayatan melintang batang Zea Mays
Reagen Anilin sulfat
Preparat sayatan melintang Cucurbita
Akar
Tujuan praktikum ini adalah
Melihat jaringan -jaringan penyusun akar
Landasan Teori
Secara morfologi, akar merupakan organ yang tidak beruas-ruas , akar dikotil berakar
tunggang dan monokotil serabut. Fungsi akar adalah untuk menyerap hara atau dapat juga
sebagai penyimpan cadangan makanan selain untuk memperkokoh tubunhnya.
Pada ujung akar terdapat tudung akar yang melindungi promeristem akar dan membantu
penembusan akar dan dianggap mengendalikan perumbuhan geotropisme. Bagian bawah
tudung akar yang mengandung amilum (pati0 yang disebut satolit dan dapat mengendalikan
gaya berat pada akar.
Susunan anatominya lebih sederhana daripada batang , secara umum tersusun dari
epidermis, korteks dan silinder pembuluh.
Epidermis
Terdapat bulu/rambut akar, yang dibentuk oleh protodermal. Pada tumbuhan tertentu,
pembentukan rambut akarnya dari trikoblas(sel protoderm yang membentuk rambut akar
yang lebih kecil. Keberadaan trikoblas dapat dijadikan landasan taksonomi. Pada tumbuhan
epifit, epidermisnya berlapis - lapis disebut velamen, yang fungsinya sebagai penahan
penguapan air.
KorteksDisusun ole jaringan parenkim. yang berbatasan dengan epidermis dapat
berdiferensiasi menjadi eksodermis, yaitu lapisan sel yang mengandung suberin dan selulosa
yang berfungsi menggantikan epidermis. Lapisan dalam dari kortek terdapat endodermis.
Yang dilengkapi oleh adanya pita Caspary. Pada endodermis didapatkan sel peresap yang
berfungsi untuk seleksi masuknya nutrisi. Lapisan sebelah dalam endodermis didapatkan

perisikel yang berbatasan dengan silinder pembuluh. Pada epifit sering didapatkan klorenkim.
Pada tumbuhan tertentu sering didapatkan sklerenkim.
Silinder pembuluh
Lapisan pertama ditandai oloeh adanya perisikel, bagian tepi silinder pusat merupakan tempat
pembentukan akar lateral, sehingga berpendapat bahwa akar lateral dibentuk oleh
perisikel.Susunan ikatan pembuluh adalah radial. Terdapat kambium yang membentuk floem
ke arah luar dan xilem ke arah dalam. Kambium dibentuk oleh perisikel yang membentuk
jari-jari empulur.
Pada tumbuhan yang tidak membentuk jari-jari empulur, akan terlohat xilem uyang melebar.
DAUN
Tujuan praktikum ini adalah Melihat jaringan penyusun Organ Daun
Landasan Teori :
Secara morfologi, pada tumbuhan Angiospermae, dibedakan atas tangkai daun, dasar
daun(basal), helaian daun dan ujung (apex), dan bagian ventaral dan dorsal.
Susunan anatomi daun terdiri dari epidermis, mesofil dan sistem ikatan pembuluh
Epidermis
Susunan selnya kompak, terdapat kutikula, terdapat stomata, Apabila didaptkan pada kedua
permuakan daun disebut amfistomatik, apabila hanya ada dibagian atas (adaksial )n disebut
epistomatik, atau yang ada di permukaan bawah (abaksial) disebut hipostomatik. Susunan
stomata pada daun dikotil tersebar, sementar pada dikotil dan gymnospermae , stomata
tersusun dalam deretan yang sejajar dengan sumbu daun. PAda lapisan luar epidermis daun
sering ditemuakn lapisan lilin. Lapisan epidermis pada bagian atas daun jagung dan tebu
dilengkapi oleh adanya sel kipas atau sel engsel, yang berperan untuk menggulungkan daun
pada waktu kekeringan. Pada tumbuhan rumput-rumputan, stomatanya berdampingan dengan
sel seilica atau sel gabus.
Mesofil
Merupakan bagian yang penting, karena banyak mengandung kloroplas.Terdiri dari
jaringan palisade dan spons. Susunan palisade kompak, banyak mengandung klorofil.
Umumnya ada di bagian atas(adaksial) dan jaringan spons di bagian bawahnya, susunan
seperti ini disebut dorsiventral. Apabila jaringan palisade berada di bagian atas dan bawah
disebut unifasial atau isobilateral, dapat ditemukan pada tumbuhan xerofit.Pada tumbuhan
monokotil, pada mesofil didapatkan hanya satu bentuk jaringan , umumnya jaringan spons.
Jaringan spons terdiri dari sel-sel yang bentuknya tidak beraturan dan mengandung klorofil.
Sistem Jaringan pembuluh
Tersebar diseluruh helaian daun, berkas pembuluh pada daun terdapat pada tulang daun. Pada
daun jagung atau tumbuhan C4 didapatkan bundle sheet, yang memperkaya sistem pembuluh
yaitu floem yang dikelilingi oleh seludang mestoom, yang membentuk
bunga(Kranz=German) sehingga tumbuhan tersebut sangat efisien dalam penggunaan CO2.
Mesofil
Sisrem Jaringan Pembuluh

Gejala Kemagnetan Dan Cara Membuat


Magnet 9.2
Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :
1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet

Daftar isi
[sembunyikan]

1 GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA MEMBUAT MAGNET


o 1.1 Mengenal Magnet & Cara membuatnya

1.1.1 Membuat Magnet

o 1.2 Kemagnetan Bumi


o 1.3 Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik

1.3.1 Medan Magnet dalam Kumparan

2 Referensi

GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA


MEMBUAT MAGNET

Mengenal Magnet & Cara membuatnya

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang dapat menimbulkan gejala gaya. baik gaya
tari maupun gaya tolak terhadap jenis logam tertentu), besi, baja, seng dll.. Istilah Magnet
berasal dari bahasa Yunani magntis lthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah
nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada
di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di
wilayah tersebut. Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu
medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak tetap.
Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan.
Kekuatan sebuah magnet terpusat pada kedua kutubnya yaitu kutub Utara dan kutub Selatan.

Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S).
Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki
dua kutub. Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari
yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama
terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang
tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik
yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada International
System of Units (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah weber. 1
weber/m2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi.

Membuat Magnet
Sebuah kapur jika dibagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. setiap bagian itu masih
mempunyai sifat kapur. Demikian pula magnet, jika dibagi-bagi, setiap bagian magnet masih
mempunyai dua jenis kutub magnet, yaitu kutub utara magnet (U) dan kutub selatan magnet
(S). Berdasarkan kenyataan itu, dikembangkanlah teori magnet yang disebut teori magnet
elementer.
Dalam teori ini dikatakan bahwa sifat magnet suatu benda (besi atau baja) ditimbulkan oleh
magnet-magnet kecil dalam benda tersebut yang disebut magnet elementer. Suatu benda akan
bersifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama dan
tidak mempunyai sifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak
(sembarang). Pada besi magnet, elementernya menunjuk arah yang sama. Antar magnet
elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di
bagian ujung magnet hanya terdapat gaya tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung
magnet terdapat gaya magnet paling kuat, sedangkan bagian tengahnya lemah.
Pada besi bukan magnet, magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak atau sembarang
Karena arahnya acak, gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antarmagnet elementer saling
meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak terdapat gaya magnet (sifat
magnet).

Benda-benda yang magnet elementernya mudah diatur arahnya dapat dibuat menjadi magnet.
Namun, magnet ini kemagnetannya tidak awet. Magnet yang demikian disebut magnet lunak.
Sebaliknya, ada benda yang sulit dijadikan magnet. Namun, setelah menjadi magnet.
kemagnetannya awet. Magnet yang demikian disebut magnet keras. Magnet dapat dibuat
dengan cara digosok, dialiri arus listrik, dan induksi.

Membuat Magnet dengan Cara Digosok

Besi atau baja akan menjadi magnet jika arah menggosoknya teratur dalam satu arah,
misalnya berlawanan arah dengan gerakan jarum jam. Setelah menjadi magnet, pada baja
terbentuk kutub-kutub magnet yang berlawanan dengan kutub magnet penggosoknya. Pada
ujung terakhir bagian yang digosok menjadi kutub magnet yang berlawanan dengan kutub
magnet yang disosokkan.

Membuat Magnet dengan Cara Induksi

Pembuatan magnet secara induksi pada dasarnya memengaruhi bahan f'erromagnetik dengan
suatu magnet. Untuk memahami hal itu, dapat dibayangkan ketika berada di dekat api
unggun. Makin dekat api unggun, maka akan merasakan makin panas. Begitu pula bahan
ferromagnetik. Makin dekat ke magnet, bahan itu akan mempunyai gaya magnet yang makin
kuat.
Jika sebatang besi didekatkan (tidak sampai menyentuh) pada magnet yang kuat. batang besi
tersebut akan menjadi magnet. Pembuatan magnet seperti ini disebut pembuatan magnet
dengan cara induksi. Jika paku yang cukup besar didekatkan magnet yang cukup kuat, paku
tersebut menjadi magnet. Hal ini terbukti paku dapat menarik jarum Kemagnetan paku
disebut magnet induksi. Magnet induksi termasuk magnet sementara. Jika bahan magnet
induksi terbuat dari bahan besi, sifat magnetnya langsung hilang begitu magnet utama
dijauhkan. Akan tetapi, jika bahan magnet induksi terbuat dari baja, sifat kemagnetannya
masih tetap ada (kecil) meskipun magnet utama telah dijauhkan.

Membuat Magnet dengan Cara Dialiri Arus Listrik

Untuk membuat magnet yang memanfaatkan arus listrik. Diperlukan sumber tegangan DC
(baterai atau aki), kabel, dan batang besi atau baja. Jika sebatang baja atau besi dililit kawat
yang dialiri arus listrik searah, baja atau besi tersebut akan menjadi magnet. Magnet yang
dibuat dengan cara seperti itu disebut elektromagnet atau magnet listrik.

Berkaitan dengan pola garis gaya magnet dapat dinyatakan sebasai berikut.
1. Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.
2. Garis-garis gaya magnet didefinisikan keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke
kutub selatan magnet.

3. Medan magnet kuat ditunjukkan oleh raris-garis gaya rapat dan medan magnet lemah
ditun.jukkan oleh garis-garis gara renggang.

Kemagnetan Bumi
Jika magnet batang dapat bergerak bebas, magnet tersebut cenderung menunjukkan arah
utara-selatan. Ujung magnet yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara magnet (U) dan
ujung magnet yang menunjuk ke arah selatan disebut kutub selatan magnet (S). Hal itu
menunjukkan bahwa ada medan magnet luar yang mempengaruhi jarum kompas. Medan
magnet luar tersebut tidak lain adalah medan magnet yang berasal dari bumi. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa bumi mempunyai sifat magnet dengan kutub utara bumi
merupakan kutub selatan magnet dan kutub selatan bumi merupakan kutub utara magnet.
Karena bentuk bumi bulat, sumbu bumi dapat kita anggap sebagai magnet batang yang besar.
Sampai sekarang, tidak ada seorang pun yang tahu mengapa bumi bersifat magnet.
Kenyataannya, arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tidak tepat arah utara-selatan. Akan
tetapi, jarum kompas tersebut agak menyimpang dari arah utara-selatan. Sudut yang dibentuk
oleh kutub utara magnet jarum kompas dengan arah utara bumi disebut deklinasi.
Seiain membentuk sudut dengan arah utara-selatan bumi, jarum kompas juga membentuk
sudut dengan garis horizontal. Artinya, jarum kompas tidak sejajar dengan bidang datar di
bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa garis-garis gaya magnet bumi tidak sejajar dengan
permukaan bumi. Sudut kemiringan yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap garis
horizontal disebut inklinasi. Besar inklinasi di setiap tempat tidak sama.

Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik


Selama abad ke- 18, para peneliti sudah mengenal magnet dan listrik. Namun, keduanya
dianggap berbeda. Hingga pada tahun 1820, secara tidak sengaja Hans Christian Oersted
menemukan bahwa di sekitar kawat berarus terdapat medan magnet. Medan magnet di sekitar
penghantar berarus listrik disebut Induksi Magnetik. Pada awalnya dia heran ketika melihat
jarum kompas selalu menyimpang jika didekatkan ke kawat berarus listrik. Peristiwa itulah
yang mendorong Oersted untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara
arus listrik dan medan magnet.

Medan Magnet dalam Kumparan


Pada saat mempelajari elektromagnet (magnet listrik), kita menggunakan kumparan.
Kumparan merupakan gulungan kawat penghantar yang terdiri atas beberapa lilitan.
Kumparan seperti itu juga disebut solenoida. Medan magnet yang ditimbulkan oleh kumparan
berarus jauh lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh sebuah kawat penghantar. Sebabnya
ialah medan magnet yang ditimbulkan oleh sebuah lilitan pada kumparan diperkuat oleh
lilitan
yang
lain.
Jika kita memasukkan inti besi lunak dalam kumparan berarus listrik, kemudian pada salah
satu ujungnya kita sentuhkan beberapa paku kecil, paku-paku tersebut dapat menempel pada
ujung inti besi. Menempelnya paku pada ujung inti besi akan makin kuat jika kuat arus yang
mengalir melalui kumparan diperbesar. Hal itu menunjukkan bahwa inti besi bersifat magnet.
Meskipun tidak disisipi inti besi. Kumparan sebenarnya juga sudah bersifat magnet jika
dialiri arus listrik. Namun, sifat kemagnetannya lemah. Jadi. adanya inti besi dalam kumparan

memperkuat sifat magnet elektromagnet. Selain dipengaruhi kuat arus listrik. kemagnetan
elektromagnet juga dipengaruhi oleh jumlah lilitan kumparan. Makin banyak lilitan, makin
kuat kemagnetannya.

Gejala Kemagnetan Dan Cara Membuat


Magnet 9.2
Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :
1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet

Daftar isi
[sembunyikan]

1 GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA MEMBUAT MAGNET


o 1.1 Mengenal Magnet & Cara membuatnya

1.1.1 Membuat Magnet

o 1.2 Kemagnetan Bumi


o 1.3 Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik

1.3.1 Medan Magnet dalam Kumparan

2 Referensi

GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA


MEMBUAT MAGNET
Mengenal Magnet & Cara membuatnya

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang dapat menimbulkan gejala gaya. baik gaya
tari maupun gaya tolak terhadap jenis logam tertentu), besi, baja, seng dll.. Istilah Magnet
berasal dari bahasa Yunani magntis lthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah
nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada
di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di
wilayah tersebut. Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu
medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak tetap.
Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan.
Kekuatan sebuah magnet terpusat pada kedua kutubnya yaitu kutub Utara dan kutub Selatan.

Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S).
Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki
dua kutub. Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari
yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama
terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang
tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik
yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada International
System of Units (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah weber. 1
weber/m2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi.

Membuat Magnet
Sebuah kapur jika dibagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. setiap bagian itu masih
mempunyai sifat kapur. Demikian pula magnet, jika dibagi-bagi, setiap bagian magnet masih
mempunyai dua jenis kutub magnet, yaitu kutub utara magnet (U) dan kutub selatan magnet
(S). Berdasarkan kenyataan itu, dikembangkanlah teori magnet yang disebut teori magnet
elementer.
Dalam teori ini dikatakan bahwa sifat magnet suatu benda (besi atau baja) ditimbulkan oleh
magnet-magnet kecil dalam benda tersebut yang disebut magnet elementer. Suatu benda akan
bersifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama dan
tidak mempunyai sifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak
(sembarang). Pada besi magnet, elementernya menunjuk arah yang sama. Antar magnet
elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di
bagian ujung magnet hanya terdapat gaya tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung
magnet terdapat gaya magnet paling kuat, sedangkan bagian tengahnya lemah.
Pada besi bukan magnet, magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak atau sembarang
Karena arahnya acak, gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antarmagnet elementer saling
meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak terdapat gaya magnet (sifat
magnet).
Benda-benda yang magnet elementernya mudah diatur arahnya dapat dibuat menjadi magnet.
Namun, magnet ini kemagnetannya tidak awet. Magnet yang demikian disebut magnet lunak.
Sebaliknya, ada benda yang sulit dijadikan magnet. Namun, setelah menjadi magnet.
kemagnetannya awet. Magnet yang demikian disebut magnet keras. Magnet dapat dibuat
dengan cara digosok, dialiri arus listrik, dan induksi.

Membuat Magnet dengan Cara Digosok

Besi atau baja akan menjadi magnet jika arah menggosoknya teratur dalam satu arah,
misalnya berlawanan arah dengan gerakan jarum jam. Setelah menjadi magnet, pada baja
terbentuk kutub-kutub magnet yang berlawanan dengan kutub magnet penggosoknya. Pada
ujung terakhir bagian yang digosok menjadi kutub magnet yang berlawanan dengan kutub
magnet yang disosokkan.

Membuat Magnet dengan Cara Induksi

Pembuatan magnet secara induksi pada dasarnya memengaruhi bahan f'erromagnetik dengan
suatu magnet. Untuk memahami hal itu, dapat dibayangkan ketika berada di dekat api
unggun. Makin dekat api unggun, maka akan merasakan makin panas. Begitu pula bahan
ferromagnetik. Makin dekat ke magnet, bahan itu akan mempunyai gaya magnet yang makin
kuat.
Jika sebatang besi didekatkan (tidak sampai menyentuh) pada magnet yang kuat. batang besi
tersebut akan menjadi magnet. Pembuatan magnet seperti ini disebut pembuatan magnet
dengan cara induksi. Jika paku yang cukup besar didekatkan magnet yang cukup kuat, paku
tersebut menjadi magnet. Hal ini terbukti paku dapat menarik jarum Kemagnetan paku
disebut magnet induksi. Magnet induksi termasuk magnet sementara. Jika bahan magnet
induksi terbuat dari bahan besi, sifat magnetnya langsung hilang begitu magnet utama
dijauhkan. Akan tetapi, jika bahan magnet induksi terbuat dari baja, sifat kemagnetannya
masih tetap ada (kecil) meskipun magnet utama telah dijauhkan.

Membuat Magnet dengan Cara Dialiri Arus Listrik

Untuk membuat magnet yang memanfaatkan arus listrik. Diperlukan sumber tegangan DC
(baterai atau aki), kabel, dan batang besi atau baja. Jika sebatang baja atau besi dililit kawat
yang dialiri arus listrik searah, baja atau besi tersebut akan menjadi magnet. Magnet yang
dibuat dengan cara seperti itu disebut elektromagnet atau magnet listrik.

Berkaitan dengan pola garis gaya magnet dapat dinyatakan sebasai berikut.
1. Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.
2. Garis-garis gaya magnet didefinisikan keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke
kutub selatan magnet.
3. Medan magnet kuat ditunjukkan oleh raris-garis gaya rapat dan medan magnet lemah
ditun.jukkan oleh garis-garis gara renggang.

Kemagnetan Bumi

Jika magnet batang dapat bergerak bebas, magnet tersebut cenderung menunjukkan arah
utara-selatan. Ujung magnet yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara magnet (U) dan
ujung magnet yang menunjuk ke arah selatan disebut kutub selatan magnet (S). Hal itu
menunjukkan bahwa ada medan magnet luar yang mempengaruhi jarum kompas. Medan
magnet luar tersebut tidak lain adalah medan magnet yang berasal dari bumi. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa bumi mempunyai sifat magnet dengan kutub utara bumi
merupakan kutub selatan magnet dan kutub selatan bumi merupakan kutub utara magnet.
Karena bentuk bumi bulat, sumbu bumi dapat kita anggap sebagai magnet batang yang besar.
Sampai sekarang, tidak ada seorang pun yang tahu mengapa bumi bersifat magnet.
Kenyataannya, arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tidak tepat arah utara-selatan. Akan
tetapi, jarum kompas tersebut agak menyimpang dari arah utara-selatan. Sudut yang dibentuk
oleh kutub utara magnet jarum kompas dengan arah utara bumi disebut deklinasi.
Seiain membentuk sudut dengan arah utara-selatan bumi, jarum kompas juga membentuk
sudut dengan garis horizontal. Artinya, jarum kompas tidak sejajar dengan bidang datar di
bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa garis-garis gaya magnet bumi tidak sejajar dengan
permukaan bumi. Sudut kemiringan yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap garis
horizontal disebut inklinasi. Besar inklinasi di setiap tempat tidak sama.

Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik


Selama abad ke- 18, para peneliti sudah mengenal magnet dan listrik. Namun, keduanya
dianggap berbeda. Hingga pada tahun 1820, secara tidak sengaja Hans Christian Oersted
menemukan bahwa di sekitar kawat berarus terdapat medan magnet. Medan magnet di sekitar
penghantar berarus listrik disebut Induksi Magnetik. Pada awalnya dia heran ketika melihat
jarum kompas selalu menyimpang jika didekatkan ke kawat berarus listrik. Peristiwa itulah
yang mendorong Oersted untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara
arus listrik dan medan magnet.

Medan Magnet dalam Kumparan


Pada saat mempelajari elektromagnet (magnet listrik), kita menggunakan kumparan.
Kumparan merupakan gulungan kawat penghantar yang terdiri atas beberapa lilitan.
Kumparan seperti itu juga disebut solenoida. Medan magnet yang ditimbulkan oleh kumparan
berarus jauh lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh sebuah kawat penghantar. Sebabnya
ialah medan magnet yang ditimbulkan oleh sebuah lilitan pada kumparan diperkuat oleh
lilitan
yang
lain.
Jika kita memasukkan inti besi lunak dalam kumparan berarus listrik, kemudian pada salah
satu ujungnya kita sentuhkan beberapa paku kecil, paku-paku tersebut dapat menempel pada
ujung inti besi. Menempelnya paku pada ujung inti besi akan makin kuat jika kuat arus yang
mengalir melalui kumparan diperbesar. Hal itu menunjukkan bahwa inti besi bersifat magnet.
Meskipun tidak disisipi inti besi. Kumparan sebenarnya juga sudah bersifat magnet jika
dialiri arus listrik. Namun, sifat kemagnetannya lemah. Jadi. adanya inti besi dalam kumparan
memperkuat sifat magnet elektromagnet. Selain dipengaruhi kuat arus listrik. kemagnetan
elektromagnet juga dipengaruhi oleh jumlah lilitan kumparan. Makin banyak lilitan, makin
kuat kemagnetannya.

Gejala Kemagnetan Dan Cara Membuat


Magnet 9.2
Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :
1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet

Daftar isi
[sembunyikan]

1 GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA MEMBUAT MAGNET


o 1.1 Mengenal Magnet & Cara membuatnya

1.1.1 Membuat Magnet

o 1.2 Kemagnetan Bumi


o 1.3 Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik

1.3.1 Medan Magnet dalam Kumparan

2 Referensi

GEJALA KEMAGNETAN DAN CARA


MEMBUAT MAGNET
Mengenal Magnet & Cara membuatnya

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang dapat menimbulkan gejala gaya. baik gaya
tari maupun gaya tolak terhadap jenis logam tertentu), besi, baja, seng dll.. Istilah Magnet
berasal dari bahasa Yunani magntis lthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah
nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada
di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di

wilayah tersebut. Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu
medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak tetap.
Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan.
Kekuatan sebuah magnet terpusat pada kedua kutubnya yaitu kutub Utara dan kutub Selatan.

Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S).
Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki
dua kutub. Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari
yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama
terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang
tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik
yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada International
System of Units (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah weber. 1
weber/m2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi.

Membuat Magnet
Sebuah kapur jika dibagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. setiap bagian itu masih
mempunyai sifat kapur. Demikian pula magnet, jika dibagi-bagi, setiap bagian magnet masih
mempunyai dua jenis kutub magnet, yaitu kutub utara magnet (U) dan kutub selatan magnet
(S). Berdasarkan kenyataan itu, dikembangkanlah teori magnet yang disebut teori magnet
elementer.
Dalam teori ini dikatakan bahwa sifat magnet suatu benda (besi atau baja) ditimbulkan oleh
magnet-magnet kecil dalam benda tersebut yang disebut magnet elementer. Suatu benda akan
bersifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama dan
tidak mempunyai sifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak
(sembarang). Pada besi magnet, elementernya menunjuk arah yang sama. Antar magnet
elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di
bagian ujung magnet hanya terdapat gaya tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung
magnet terdapat gaya magnet paling kuat, sedangkan bagian tengahnya lemah.
Pada besi bukan magnet, magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak atau sembarang
Karena arahnya acak, gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antarmagnet elementer saling
meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak terdapat gaya magnet (sifat
magnet).
Benda-benda yang magnet elementernya mudah diatur arahnya dapat dibuat menjadi magnet.
Namun, magnet ini kemagnetannya tidak awet. Magnet yang demikian disebut magnet lunak.
Sebaliknya, ada benda yang sulit dijadikan magnet. Namun, setelah menjadi magnet.
kemagnetannya awet. Magnet yang demikian disebut magnet keras. Magnet dapat dibuat
dengan cara digosok, dialiri arus listrik, dan induksi.

Membuat Magnet dengan Cara Digosok

Besi atau baja akan menjadi magnet jika arah menggosoknya teratur dalam satu arah,
misalnya berlawanan arah dengan gerakan jarum jam. Setelah menjadi magnet, pada baja
terbentuk kutub-kutub magnet yang berlawanan dengan kutub magnet penggosoknya. Pada
ujung terakhir bagian yang digosok menjadi kutub magnet yang berlawanan dengan kutub
magnet yang disosokkan.

Membuat Magnet dengan Cara Induksi

Pembuatan magnet secara induksi pada dasarnya memengaruhi bahan f'erromagnetik dengan
suatu magnet. Untuk memahami hal itu, dapat dibayangkan ketika berada di dekat api
unggun. Makin dekat api unggun, maka akan merasakan makin panas. Begitu pula bahan
ferromagnetik. Makin dekat ke magnet, bahan itu akan mempunyai gaya magnet yang makin
kuat.
Jika sebatang besi didekatkan (tidak sampai menyentuh) pada magnet yang kuat. batang besi
tersebut akan menjadi magnet. Pembuatan magnet seperti ini disebut pembuatan magnet
dengan cara induksi. Jika paku yang cukup besar didekatkan magnet yang cukup kuat, paku
tersebut menjadi magnet. Hal ini terbukti paku dapat menarik jarum Kemagnetan paku
disebut magnet induksi. Magnet induksi termasuk magnet sementara. Jika bahan magnet
induksi terbuat dari bahan besi, sifat magnetnya langsung hilang begitu magnet utama
dijauhkan. Akan tetapi, jika bahan magnet induksi terbuat dari baja, sifat kemagnetannya
masih tetap ada (kecil) meskipun magnet utama telah dijauhkan.

Membuat Magnet dengan Cara Dialiri Arus Listrik

Untuk membuat magnet yang memanfaatkan arus listrik. Diperlukan sumber tegangan DC
(baterai atau aki), kabel, dan batang besi atau baja. Jika sebatang baja atau besi dililit kawat
yang dialiri arus listrik searah, baja atau besi tersebut akan menjadi magnet. Magnet yang
dibuat dengan cara seperti itu disebut elektromagnet atau magnet listrik.

Berkaitan dengan pola garis gaya magnet dapat dinyatakan sebasai berikut.
1. Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.
2. Garis-garis gaya magnet didefinisikan keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke
kutub selatan magnet.
3. Medan magnet kuat ditunjukkan oleh raris-garis gaya rapat dan medan magnet lemah
ditun.jukkan oleh garis-garis gara renggang.

Kemagnetan Bumi
Jika magnet batang dapat bergerak bebas, magnet tersebut cenderung menunjukkan arah
utara-selatan. Ujung magnet yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara magnet (U) dan
ujung magnet yang menunjuk ke arah selatan disebut kutub selatan magnet (S). Hal itu
menunjukkan bahwa ada medan magnet luar yang mempengaruhi jarum kompas. Medan
magnet luar tersebut tidak lain adalah medan magnet yang berasal dari bumi. Dengan

demikian, dapat disimpulkan bahwa bumi mempunyai sifat magnet dengan kutub utara bumi
merupakan kutub selatan magnet dan kutub selatan bumi merupakan kutub utara magnet.
Karena bentuk bumi bulat, sumbu bumi dapat kita anggap sebagai magnet batang yang besar.
Sampai sekarang, tidak ada seorang pun yang tahu mengapa bumi bersifat magnet.
Kenyataannya, arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tidak tepat arah utara-selatan. Akan
tetapi, jarum kompas tersebut agak menyimpang dari arah utara-selatan. Sudut yang dibentuk
oleh kutub utara magnet jarum kompas dengan arah utara bumi disebut deklinasi.
Seiain membentuk sudut dengan arah utara-selatan bumi, jarum kompas juga membentuk
sudut dengan garis horizontal. Artinya, jarum kompas tidak sejajar dengan bidang datar di
bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa garis-garis gaya magnet bumi tidak sejajar dengan
permukaan bumi. Sudut kemiringan yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap garis
horizontal disebut inklinasi. Besar inklinasi di setiap tempat tidak sama.

Medan Magnet Di Sekitar Arus Listrik


Selama abad ke- 18, para peneliti sudah mengenal magnet dan listrik. Namun, keduanya
dianggap berbeda. Hingga pada tahun 1820, secara tidak sengaja Hans Christian Oersted
menemukan bahwa di sekitar kawat berarus terdapat medan magnet. Medan magnet di sekitar
penghantar berarus listrik disebut Induksi Magnetik. Pada awalnya dia heran ketika melihat
jarum kompas selalu menyimpang jika didekatkan ke kawat berarus listrik. Peristiwa itulah
yang mendorong Oersted untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara
arus listrik dan medan magnet.

Medan Magnet dalam Kumparan


Pada saat mempelajari elektromagnet (magnet listrik), kita menggunakan kumparan.
Kumparan merupakan gulungan kawat penghantar yang terdiri atas beberapa lilitan.
Kumparan seperti itu juga disebut solenoida. Medan magnet yang ditimbulkan oleh kumparan
berarus jauh lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh sebuah kawat penghantar. Sebabnya
ialah medan magnet yang ditimbulkan oleh sebuah lilitan pada kumparan diperkuat oleh
lilitan
yang
lain.
Jika kita memasukkan inti besi lunak dalam kumparan berarus listrik, kemudian pada salah
satu ujungnya kita sentuhkan beberapa paku kecil, paku-paku tersebut dapat menempel pada
ujung inti besi. Menempelnya paku pada ujung inti besi akan makin kuat jika kuat arus yang
mengalir melalui kumparan diperbesar. Hal itu menunjukkan bahwa inti besi bersifat magnet.
Meskipun tidak disisipi inti besi. Kumparan sebenarnya juga sudah bersifat magnet jika
dialiri arus listrik. Namun, sifat kemagnetannya lemah. Jadi. adanya inti besi dalam kumparan
memperkuat sifat magnet elektromagnet. Selain dipengaruhi kuat arus listrik. kemagnetan
elektromagnet juga dipengaruhi oleh jumlah lilitan kumparan. Makin banyak lilitan, makin
kuat kemagnetannya.