Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS TRANSPARANSI DAN

AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN


KUANGAN SEKAA TERUNA TERUNI DESA
SANGGALANGIT
(Study Kasus Pada Sekaa Teruna Teruni di Desa
Sanggalangit Kecamatan Grokgak Kabupaten
Buleleng)
Oleh
I Gede Satwika Darmawan
111 408 1114

Latar Belakang

Kita ketahui bahwa dewasa ini banyak organisasi yang dibentuk di dalam suatu daerah khususnya
di desa dinas dan desa adat (desa pakraman) yang menggunakan masyarakat sebagai pelaku dari
organisasi tersebut.

Setiap organisasi pasti akan adanya pengelolaan dana yang harus dikelola secara tepat dan
akurat oleh pemegang amanah.

Sebagai pemegang amanah diwajibkan untuk transparansi dan akuntabel dalam mengelola
keuangan.

Transparansi dan akuntabilitas merupakan kewajiban dan pertanggungjawaban pemegang


amanah untuk mengelola, menyajikan, melaporkan serta menyampaikan segala aktivitas yang
dilaksanakan kepada pemberi amanah.

Scoot (1997) mengemukakan dalam hubungan antara agen dan principal (Agency Theory),
Kemungkinan akan timbul suatu masalah apabila adanya informasi yang asimetri yang
menyebabkan agen (pemegang amanah) melakukan tindakan yang menyimpang, seperti
manipulasi data.

Bali merupaka salah satu pulau yang ada di Indonesia yang memiliki banyak keunikan tradisi dan
kebudayaan. Desa pakraman merupakan suatu kesatuan yang memiliki ikatan tradisi dan budaya
yang sangat kuat dalam satu kesatuan wilayah tertentu, memiliki pemimpin, serta memiliki
kekayaan dan bersifat tradisional.

Salah satu organisasi yang berdiri khususnya di Bali adalah organisasi Sekaa Teruna-Teruni.

Sebagian besar pengelolaan dana Sekaa Teruna-Teruni dapat dikatakan sederhana, dikarenakan
tidak adanya peraturan yang mengikat dalam melakukan pengelolaan keuangan.

Salah satu pengelolaan keuangan Sekaa Teruna- Teruni yang masih sederhana adalah di Desa
Sanggalangit Kecamatan Grokgak Kabupaten Buleleng kususnya di Banjar Kayuputih.

Dari sudut pandang sementara, dana kas Sekaa Teruna-Teruni belum dikelola secara maksimal,
dikarenakan dana tersebut sering dipinjam untuk keperluan pribadi.

Rumusan Masalah
1.

Atas dasar apa Sekaa Teruna-Teruni memberikan pinjaman dana yang cukup
banyak kepada salah satu anggota tanpa ada jaminan?

2.

Mengapa anggota yang tidak bersangkutan atas pinjaman tidak diberikan


informasi ?

3.

Apa yang menyebabkan program- program yang telah dirancang belum


berjalan hingga sekarang?

4.

Bagaimana proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh Sekaa TerunaTeruni untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas ?

Tujuan Penelitian
1.

Untuk mengetahui atas dasar apa Sekaa Teruna-Teruni memberikan


pinjaman dana yang cukup banyak kepada salah satu anggota tanpa ada
jaminan.

2.

Untuk mengetahui alasan mengapa anggota yang tidak bersangkutan atas


pinjaman tidak diberikan informasi.

3.

Untuk mengetahui apa yang menyebabkan program- program yang telah


dirancang belum berjalan hingga sekrang.

4.

Untuk mengetahui bagaimana proses pertanggungjawaban yang dilakukan


oleh Sekaa Teruna-Teruni untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Tinjauan Pustaka

Konsep Transparansi

Ada 5 konsep transparansi yaitu :


1.

Keterbukaan

2.

Akuntabilitas

3.

Pertanggungjawaban

4.

Kewajaran

5.

Independensi

Konsep Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab
dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/pemimpin suatu unit organisasi kepada pihak
yang memiliki hak atau yang berwenang meminta pertanggungjawaban.
Macam-macam Akuntabilitas
1.Akuntabilitas

Vertikal

2.Akuntabilitas

Horizontal

Lingkup Akuntabilitas
Menurut Ellwood (1993) dalam Mardiasmo (2001) dimensi Akuntabilitas publik yang harus dipenuhi
oleh organisasi sektor publik antara lain :
1.Akuntabilitas

hukum dan kejujuran

2.Akuntabilitas

proses

3.Akuntabilitas

program, dan

4.Akuntabilitas

Kebijakan

Sekaa Teruna-Teruni
Seka Teruna-Teruni merupakan organisasi yang ada di daerah Bali Hindu dan Bali Aga, yang
terdiri dari gabungan remaja-remaja suatu desa pekraman (desa adat). Sekaa Teruna Teruni dapat
diartikan juga sebagai salah satu organisasi yang ada dalam budaya Indonesia (Bali)hingga
sekarang. Organisasi muda-mudi yang berfungsi sebagai wadah dalam mengembangkan kreativitas
remaja. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan dapat menjadi tempat untuk melestarikan budaya
dan tradisi setempat. Organisasi Sekaa Teruna-Teruni merupakan organisasi tradisional bertugas
membantu (ngayah) desa adat dalam menyelenggarakan kegiatan agama dan budaya di desa
setempat.

Kerangka Berpikir

Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Dalam Pengelolaan Keuangan


Sekaa Teruna-Teruni Desa Sanggalangit

Menganalisis Konsep
Transparansi dan
Akuntabilitas Pengelolaana
Keuangan

Manganalisis Proses
Pengelolaan Keuangan di
Sekaa Teruna-Teruni

Penerapan Konsep Transparansi dan


Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan
Sekaa teruna-Teruni

Transparansi dan Akuntabilitas


Pengelolaan Keuangan Sekaa
Truna-Truni

Kesimpulan

METODE PENELITIAN
1.

Rancangan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan penelitian


pustaka dan penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan
dengan metode penelitian kualitatif.

Penelitian

Rancangan penelitian ini dapat digambarkan


sebagai berikut

Penelitian Pustaka

Penelitian Lapangan

Menghasilkan
Tinjauan

Informan

Observasi

Wawancara

Analisis Data

Hasil

Laporan Hasil
Penelitian

Dokumentasi

Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Sekaa Teruna-Teruni di Desa Sanggalangit Kecamatan Grokgak Kabupaten
Buleleng.
Menentukan Informan
Informan yang dituju dalam penelitian ini adalah Pembina Sekaa Teruna-Teruni Desa Sanggalangit
Banjar Kayu Putih serta Pengurus Sekaa Teruna-Teruni Desa Sanggalangit
Teknik Pengumpulan Data
1.Teknik

Wawancara

2.Teknik

Observasi

Analisis Data
Data yang terkumpul berbentuk data kualitatif atau juga bisa dalam bentuk
angka-angka. Data dianalisis dengan melakukan serangkaian kegiatan, yakni
reduksi data, menyajikan, menafsirkan, dan menarik kesimpulan. Semuanya
merupakan kegiatan yang berkaitan, bisa dilakukan di kancah maupun diluar
kancah.

TERIMAKASIH