Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sanpaikan kepada Allah SWT yang telah


memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini,
shalawat

salam

juga

terpanjatkan

kehadirat

Rasulullah

Muhammad SAW.
Terimakasih penulis sampaikan pula kepada bapak Suranta, SE
selaku Dosen matakuliah Manajemen Produksi Lanjutan fakultas
Ekonomi Manajemen Unwir atas bimbingannya. Juga kepada
pihak yang bersangkutan yang membantu penyelesaian makalah
ini.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Ujuian Tengah
Smester matakuliah Manajemen Produksi Lanjutan smester V.
Mungkin dalam makalah ini terdapat beberapa kekurangan yang
disengaja ataupun yang tidak disengaja. Oleh karena itu penulis
mohon memekluminya, karena pembuatan makalah ini tidak lain
adalah salah satu proses pembelajara.
Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua

Indramayu, 30 November 2010


PENULIS

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ..

ii

BAB I PENDAHULUAN ..

1.1 Latar Belakang ....

1.2 Tinjauan Pustaka .

BAB II PEMBAHASAN ...

2.1 Modal ..................

2.2 Tempat usaha ..

2.3 Manajemen Sumber daya manusia ..

2.4 Manajemen Keuangan .


2.5

Manajemen

Operasional
Manajemen

....
2.7

.
III

..
Pemasaran

10

continuitas

BAB

Produksi)

2.6

...

Usaha ...
13

PENUTUP..

14

3.1 Kesimpulan ..
DAFTAR

15

PUSTAKA

14

.....

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab
banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari situ.
Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur
dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar
dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan
membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita
tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan
mereka

bekerja

pada

usaha

kita.

Karena

itu

saya

turut

mendukung niat Anda untuk membuka usaha.


Adapun bidang usaha yang penulis minati adalah usaha salon,
dengan alasan kebutuhan akan jasa kecantikan ini tidak pernah
habis. Terutama wanita yang sedari dulu sudah sangat sadar
perlunya merawat kecantikan dari ujung kaki sampai ujung
kepala. Wanita dulu biasa melakukan perawatan tubuhnya
sendiri di rumah dengan ramuan kecantikan tradisional yang
diolah sendiri. Jaman sekarang yang serba praktis ini, wanita
tidak lagi membuat ramuan kecantikan sendiri namun bisa
membelinya dalam kemasan siap pakai di toko-toko. Namun,
walau banyak alternatif perawatan tubuh yang dapat dilakukan
sendiri di rumah, namun beberapa hal tetap harus dibantu orang
lain misalnya gunting rambut dan blow. Lagipula pada dasarnya
wanita senang dimanjakan, sehingga walaupun bisa mencuci
rambut sendiri, luluran, creambath, facial atau gunting kuku
mereka

tetap saja

jika

orang lain yang mengerjakannya.

Layaknya putri raja yang dilayani para dayang, begitulah


perasaan wanita di salon.

Wanita juga berharap penampilan menjadi lebih cantik dengan


rambut yang tertata, baik cuma di-blow biasa, blow variasi ,
pengeritingan, rebonding atau disanggul, alis yang dibentuk bak
bulan sabit, kuku tangan dan kaki yang lentik dan berkilat,
semua hal tersebut membutuhkan jasa salon sebab sulit
dilakukan

sendiri.

Datang

ke

salon

juga

menjadi

lebih

menyenangkan sebab jasa perawatan kecantikannya semakin


variatif

misalnya

pelangsingan,

pemutihan

kulit,

bahkan

perawatan kesehatan seperti refleksi kaki dan back therapy juga


ditawarkan. Jasa salon sudah menjadi bagian hidup wanita,
ibaratnya tidak mungkin wanita tidak ke salon. Bahkan cewek
paling tomboy sekalipun memotong rambutnya di salon bukan?
Bukan hanya wanita, namun pria juga tidak mau ketinggalan.
Buat pria yang peduli dengan penampilannya maka sekedar
gunting rambut dan pijat saja tidak cukup. Pria saat ini juga ingin
punya penampilan bak model dan peragawan . Tampil dengan
kulit wajah yang halus, kulit tubuh yang lebih terawat, tidak
terlalu banyak bulu, kuku yang rapi, juga gaya rambut ala "Tao
Ming Tse. Tren pria metro seksual memang "menjadi pemicu
meningkatnya jumlah pria yang datang ke salon.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perencanaan Modal
Usaha

Salon

kecantikan

ini

adalah

milik

bersama

yang

beranggotakan 2 orang, modal awalnya adalah 7.000.000,-. Dan


masingmasing

anggota

menginfestasikan

uang/modalnya

sebesar 3.500.000,- uang tersebut digunakan untuk membeli


peralatan-peralatan

dan

perlengkpan-perlengkapan,

seperti

halnya usaha lain usaha ini memiliki perencanaan baik dari segi,
SDM,

pemasaran,

produksi

dan

keuangannya,

adapun

pembelanjaan uang tersebut adalah :


2.

Peralatan

Alat kecantikan : Rp. 1.000.000.-

Kosmetik : Rp. 2.000.000,-

3.
-

Perlengkapan :
Cermin dll : Rp. 500.000,-

Keseluruhan pengeluaran peralatan dan perlenglapan adalah Rp.


3.500.000, dan sisanya akan diunakan untuk biaya oprasional
yang dipastikan akan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Modal yang kita punya ini sangat sedikit, namun dengan uang
hanya bermodal Rp. 7.000.000,- bias mendirikan usaha salon
sderhana,

untuk

pembesaran

usaha

adalah

proses

dari

kehidupan usaha salon kecantikan ini.


Usaha ini didirikan dikawasan kota yang letaknya tidak jauh dari
perumahan

masyarakat

dengan

maksud

mempermudah

membangun komunikasi dan proses pemasarannya, gedung dan

tanah ini kami sewa dengan harga Rp250.000 / bulan, dengan


biaya sewa air dan listrik sendiri, karena latar belakangusaha ini
adalah memberikan pelayanan berupa periasan dan hal lain yang
berkaitan dengan kecantikan.
2.2 Karyawan Salon
Bisnis ini adalah milik bersama dengan modal gabungan, adapun
tenaga kerja yang di gunakan hanya 2 orang, dan dibutuhkan
keahlian husus bagi karyawan yang direkreut seperti hairstylist,
kapster, dll., oleh karena itu pengrekrutan karyawan kita lakukan
dengan cara :
1.

Memasang pengumuman membutuhkan tenaga hairstylis &

kapster berpengalaman. Caranya, dengan menempelkan kertas


di salon Anda, memasang iklan membutuhkan tenaga kerja
di surat kabar setempat atau meminta referensi dari hairstylist.
2.

Kerjasama dengan sekolah penata rambut atau kursus

kecantikan

dalam

menyalurkan

siswanya.

Biasanya

siswa

training center belajar sekaligus praktek kerja selama jangka


waktu tertentu . Setelah masa belajar selesai dan mendapat
sertfikat siswa bebas memilih bekerja di salon lain. Untuk tenaga
kerja, kami pilih yang sudah berpengalaman sebelumnya dan
mempunyai sertifikat, untuk menjaga mutu salon.
. jika sudah didapatkan kriteria karyawan yang diinginkan maka
pelatihan tenaga kerja tersebut adalah dengan memberikannya
konsep konsep pemeliharaan kecantikan dari bukubuku dan dari
sumberlain dari internet maupun pengalaman individu dari ahli
yang sudah terbukti masakannya.
Kompensasi dari masing-masing tenaga kerja tersebut adalah Rp.
700.000,- juga kami berikan fasilitas makan. Semua tenaga kerja

diberikan fasilitas dan kompensasi yang sama, karena tidak ada


posisi atatau hirarki yang signifikan, semua pekerja adalah
karyawan. Adapun sistem penggajian tersebut diatas yang kita
pilih dari beberapa konsep penggajian. Tapi juga kita tawarkan
konsep penggajian lain kepada karyawan. yang kita gunakan
beberapa konsep penggajian karyawan salon :
1.

Uang makan perhari. Uang makan ditetapkan harian untuk

satu kali makan sejumlah tertentu misalnya Rp 7.500,- perhari


dan diberikan bulanan. Uang makan diberikan proporsional,
sehingga jika mereka tidak masuk kerja maka uang makan bisa
dipotong sejumlah hari tidak masuk kerja. Disini kita mempunyai
sistem absensi yang bisa mendeteksi hadir tidaknya seorang
pegawai.
2.

Bagi hasil dari pelanggaan yang dilayani.Untuk berbagai

perawatan bisa ditetapkan bagi hasil dari ongkos perawatan


yang masuk antara salon dengan tenaga kerja. Misalnya untuk
potong rambut bagi hasil 70% untuk salon dan 30% untuk
hairstylist. Jika ongkos potong rambut Rp 15.000,- per pelanggan
dan hairstylist kita telah melayani 3 pelanggan maka dia
mendapat bagi hasil Rp 15.000 x 3x 30% = Rp 13.500,- , sisanya
adalah

bagian salon kita. Sehingga

perawatan

maka

makin

besar

juga

makin mahal
bagi

hasilnya.

ongkos
Untuk

perawatan seperti manicure/ pedicue, luluran, refleksi kaki bisa


ditetapkan prosentase yang sama atau berbeda, dan lain
sebagainya.
3.

Jika tidak menerapkan bagi hasil maka bisa juga diterapkan

sistem komisi yang besarnya tetap dari tiap pelanggan yang


dilayani. Misalnya dari komisi Rp 5.000,- dari tiap pelanggan
yang dilayani tenaga kerja salon. Jika dia melayani 10 orang
perhari maka dia mendapat Rp 50.000,- per hari. Disini
berapapun jumlah ongkosnya maka komisi yang didapat tetap
sama.

4.

tidak lupa juga bahwa para tenaga kerja di salon kami juga

kemungkinan mendapat tip dari para pelanggan.Namun tip ini


tentu sepenuhnya menjadi milik mereka, bukan milik salon. Yang
pasti

semakin

banyak

pelanggan

yang

dilayani

dengan

pelayanan yang memuaskan kemungkinan mendapatkan tips


juga lebih besar.
2.3 Rencana kegiatan Operasional
Kegitan oprasional atau produksi Usaha ini dilakukan ditempat
sendiri yang dapat ngontrak, dimulai dari persiapan pekerjaan,
menyiapkan alat-alat make up salon, dan perawatan lainnya,
pemotongan rambut dngan gunting dll.
Selanjutnya karyawan akan standbay menunggu pelanggan, jika
ada pelanggan lalu ditawarkan jasa pelayana yang kami sediakan
untuk kemudian dikerjakan.
Proses pekerjaannya sendiri dilakukan oleh 2 orang karyawan
yang dipekerjakan secara bersamaan, dengan dengan melayani
1 orang pelanggan oleh 1 orang, adapun jasa pelayanan yang
kami sediakan adalah :
1.

Gunting cuci blow : Rp. 20.000,- _Rp. 30.000,-

2.

Creambath buah : Rp. 20.000,-

3.

Hair Energy : Rp.30.000,- _ Rp. 40.000,-

4.

Hair

Aroma

therapy

(anti

stress)

Rp.

40.000,-

Rp.50.000,5.

Bonacure hair therapy : Rp.100.000,-

6.

Clinical hair treatment : Rp. 60.000,- _ Rp. 80.000,-

7.

cat Uban : Rp. 50.000,- _ Rp. 80.000,-

8.

Rebonding : Rp. 120.000,-

9.

perming : Rp. 60.000,- _ Rp. 120.000,-

10.

make Up : Rp. 50.000,- _ Rp. 300.000,-

11.

Sanggul : Rp. 30.000,-

12.

Hair do : Rp. 30.000,-

13.

body scrub : Rp. 60.000,-

14.

Ficial Scrub : Rp. 20.000,-

15.

Pedicure : Rp. 30.000,-

16.

Refleksi : Rp. 30.000,-

17.

Potong Rambut : Rp. 15.000,-

2.4 Manajemen Keuangan


Modal yang digunakan adalah modal 100% milik sendiri, usaha
milik bersama yang sumbernya dari 2 orang. dan modal pertama
bisnis ini adalah sebesar Rp. 7.000.000,- yang dibagi masingmasing orang Rp. 3.500.000 dan digunakan untuk membeli
1.

Peralatan

Alat kecantikan : Rp. 1.000.000.-

Kosmetik : Rp. 2.000.000,-

2.
-

Perlengkapan :
Cermin dll : Rp. 500.000,-

3.

biaya Perawatan Rp.100.000,- / Bulan

4.

gaji 2 orang @ Rp 700.000,-. / Bulan

5.

Biaya listrik Rp. 150.000,- / Bulan

6.

tambahan Modal salon : Rp. 500.000,- / Bulan

7.

sewa gedung : Rp. 250.000,- / Bulan

Dengan perincian diatas dapat dihitung perkiraan pendapatan


bisnis ini dalam jangka waktu 1 Tahun, Usaha kecil ini tidaklah
memerlukan perincian yang rumit, oleh karena itu akan lebih
jelas tergambarkan dengan pembukuan sebagai berikut :

Jurnal
No

Keterangan

Debit

Kredit

Rp

Rp

7.000.000,-

7.000.000,-

Rp

Rp

3.000.000,-

3.000.000,-

Rp. 500.000,-

Rp. 500.000,-

- Kas

Rp.

Rp.

- Perlengkapan

1.200.000,-

1.200.000,-

Rp.

Rp.

16.800.000,-

16.800.000,-

- Kas

Rp.

Rp.

- Biaya listrik

1.800.000,-

1.800.000,-

- Kas
- Modal
1.
2.

- Peralatan

- Kas
3.

- Biaya Perawatan
Kas

4.
5.

- Biaya tenaga kerja 2 orang

- kas
6.

Biaya

tambahan

modal Rp.6.000.000

salon
7
8..

Rp.
6.000.000,-

- Kas

Rp

- Sewa gedung

3.000.000,-

- kas

Rp
3.000.000,-

Minimal Pendapatan dalam 1 bulan :


1.

Dari potong Rambut : 3.000.000,-/ bulan

2.

Dari penyucian dan perawatan Rambut : 3.000.000,- /


bulan

3.

Dari makeup : 3.000.000,- / bulan

Jumlah minimal pendapatan / bulan


9.000.000,-

: Rp.

Laporan Laba-rugi dalam 1 bulan


Pendapatan
1.

Dari

potong

Rambut

3.000.000,-/

dan

perawatan

bulan
2.

Dari

penyucian

Rambut : 3.000.000,- / bulan


3.

Dari makeup : 3.000.000,- / bulan


Jumlah

minimal

Tahun

pendapatan

Biaya- Biaya
-

Peralatan

Rp. Rp.

3.000.000,-

108.000.000,-

Perlengkapan

biaya

: Rp. 500.000,Perawatan

Rp.1.200.000,-

gaji

orang

Rp

16.200.000,-.
-

Biaya

listrik

Rp.

1.800.000,-.
-

Tambahan modal salon

: Rp.6.000.000,-

Sewa

: Rp 3.000.000,-

Jumlah Biaya

Rp. 31.700.000,-

Laba Bersih

Rp. 76.300.000,-

2.6 Rencana Pemasaran


Bisnis Usaha salon kecantikan ini mungkin sudah banyak yang
mendirikan, namun disamping itu masih banyak juga pelayanan
yang kurang memuaskan pelanggan, layaknya candu, jika
seseorang sudah mencoba suatu salon dan merasa nyaman,
maka orang tersebut akan jadi pelanggan tetap, oleh karena itu
pelayanan yang ekstra adalah langkah awal dalam memulai
persaingan dengan usaha lain.
Promosi yang lain adalah dengan membuat brosur dan pasang
iklan di beberapa media, termasuk internet..
Penelitian tentang saingan pun akan berpengaruh bagi proses
pemasaran produk makanan ini, oleh karena itu kami pun
meneliti para pesaing dengan meneliti jenis-jenis pelayanan,
ekurangan

dan

kelebihannya

secara

spesifik,

shingga

perusahaan salon kecantikan ini mempunyai nilai lebih dari salon


biasa, yaitu dengan harga yang murah dan prlayanan yang lebih
memuaskan.
Selain itu kita juga menggunakan beberapa konsep bauran
promosi, manfaatnya dengan mengoptimalkan proses promosi
maka akan lebi mudah juga dalam memasarkan produk usaha
ini, kita akan coba semua teori tentang bauran promosi, dan
kemudian akan kami seleksi cara yang mana yang lebih efektif
dan efisien. Adapun jenis bauran promosi tersebut antara lain :
1.

Periklanan

(Advertising):

Merupakan

alat

utama

bagi

pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini


dapat

dilakukan

oleh

pengusaha

lewat surat kabar,

radio,

majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster


yang

dipasang

strategis.

dipinggir

jalan

atau

tempat-tempat

yang

2.

Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan

perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon


konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan
terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha
dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal
selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling,
dan direct selling.
3.

Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan

perusahaan

untuk

menjajakan

sedemikian

rupa

sehingga

melihatnya

dan

bahkan

produk

yang

dipasarkarlnya

konsumen

akan

mudah

dengan

cara

penempatan

untuk
dan

pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik


perhatian konsumen.
4.

Publsitas (Pubilicity): Meripakan cara yang biasa digunakan

juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak


langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan
menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan
promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak
melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan
suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat
secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk
"mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ".

2.7 Kelanjutan Usaha


Rencana Usaha kecil ini adalah salah satu bentuk usaha yang
gampang beradaptasi dilokasi dan waktu apapun,karena segi

peralatan yang sederhana dan bahan baku yang gampang di


dapat.
Selanjutnya jika usaha kecil ini sukses dalam waktu 1 tahun,
maka akan di usahakan terus supaya keuntungannya tetap
seimbang bahkan bisa lebih besar, dengan cara dasar yang
sudah

tertulis

diatas,

menggunakan

beberapa

strategi

pemasaran dan meneliti kelemahan pesaing maka akan lebih


mempermudah menarik pelanggan.
Dalam segi keuangan sendiri akan jelas terealisasikan jika
keuntungan sebesar Rp. 76.300.000,- , dan akan kami gunakan
untuk pembelian bahan baku makanan selanjutnya dengan
taksiran biaya 30% dari keuntungan dan 20% persen akan kita
tabungkan, lalu yang 50% akan kami bagi keuntungannya.
Memang tidak terlalu besar dari pembagian keuntungannya,
namun ini adalah awal dari usaha yang akan terus berkembang
yang ahirnya akan meraup keuntungan yang lebih dari layak.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jenis usaha yang akan didirikan adalah menyediakan pelayanan
salon kecantikan, mulai dari perawatan rambut, wajah dan
anggota tubuh lainnya, selain itu juga menerima periasan atau
make up pada pelanggan untuk acara tertentu..
Dengan beberapa bauran promosi dan meneliti kelemahan dan
kelebihan pesaing akan bias mencari cela dimana usaha ini akan
menggaet para pelanggan, jaringan yang luas serta didukung
dengan pelayanan yang maksimal, maka dipastikan usaha ini
layak dan akan jelas kelangsungan hidup usahanya. Keuntungan
yang tidak mengecewakan bagi usaha seperti ini akan memberi
jaminan bagi kelangsungan usaha dan tenaga kerja.
Dengan perkiraan keuntungan diatas maka dapat dipastikan juga
perluasan usaha ini akan mudah terealisasikan.

DAFTAR PUSTAKA
1.

http://google.com

2.

http://wikipedia.com/Usahasalon/html.

3.

http://wikipedia.com/layoutpemasaran/html

4.

http://scribd.com/salonkecantikan/html

5.

Gitosudanno,

Indriyo, Manajemen

Pemasaran,

BPFE Yogyakarta, 1994


6.

Jauch, lawrence R, Manajemen Strategis Dan Kebijakan


Perusahaan, Erlangga, Jakarta, 1993

Anda mungkin juga menyukai