Anda di halaman 1dari 9

INDEKS LIMBAH

Iswal Fajar Sultan


G111 13 332
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin,
Makassar, 2015
Abstrak
Indeks limbah merupakan ration antara bagian tanaman yang dikonsumsi
dan bagian tanaman sebagai limbah pertanian.Nilai indeks limbah sayuran
ataupun buah-buahan sangat bergantung pada jenis komoditinya.Tujuan dari
praktikum indeks limbah ini yaitu agar Mahasiswa dapat memahami dan
mengetahui dampak dan pengaruh limbah terhadap lingkungan dan kehidupan
sehari-hari.Bahan yang digunakan yaitu buah salak dan sayur bayam. Metode
yang digunakan dalam praktikum ini adalah dengan , menimbang kemudian
memisahkan bagian-bagian yang dikomsumsi dan yang tidak dikonsumsi pada
buah maupun sayuran. Kemudian ditentukan nilai indeks limbah dari sayur
maupun buah dengan menggunakan persamaan yaitu berar konsumsi dikurang
barat limbah dibagi berat awal kemudian dikali 100%. Dari praktikum ini
diperoleh hasil yakni 39,09% untuk indeks limbah buah salak dan 5,55 % untuk
indeks limbah sayur bayam. Hasil ini menunjukkan nilai indeks limbah buah
salak lebih besar dari sayur bayam. Nilai indeks limbah tersebut berasal dari biji
salak yang memiliki berat setengah dari berat konsumsinya.
Kata kunci : indeks limbah, salak, bayam, berat konsumsi, berat limbah
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Limbah
pertanian
adalah
bagian tanaman pertanian diatas tanah
atau bagian pucuk, batang yang tersisa
setelah dipanen atau diambil hasil
utamanya.
Berdasarkan
artinya
pengertian limbah pertanian dapat
diartikan sebagai bahan yang dibuang
di sector pertanian. Beberapa contoh
limbah pertanian diantara lain adalah
sabut dan tempurung kelapa, jerami
dan dedak padi, dan sebagainya
Limbah
pertanian
dapat
diklasifikasikan ke dalam beberapa
jenis yaitu limbah pra panen dan saat
panen serta limbah pasca panen.

Sedangkan limbah pasca panen itu


juga terbagi menjadi limbah sebelum
diolah dan limbah setelah diolah atau
sering dikenal dengan limbah industri
pertanian.
Limbah padat lebih dikenal
sebagai sampah, yang seringkali tidak
dikehendaki kehadirannya karena
tidak memiliki nilai ekonomis. Bila
ditinjau secara kimiawi, limbah ini
terdiri dari bahan kimia Senyawa
organik dan Senyawa anorganik.
Dengan konsentrasi dan kuantitas
tertentu, kehadiran limbah dapat
berdampak
negatif
terhadap
lingkungan terutama bagi kesehatan
manusia, sehingga perlu dilakukan
penanganan terhadap limbah. Tingkat

bahaya keracunan yang ditimbulkan


oleh limbah tergantung pada jenis dan
karakteristiknya.
Indeks limbah merupakan
ration antara bagian tanaman yang
dikonsumsi dan bagian tanaman
sebagai limbah pertanian. Pada
tanaman alpukat memiliki limbah
yang lebih berat daripada konsumsi
dan wortel memiliki limbah yang
sedikit dari konsumsi ini disebabkan
karna buah alpukat terdapat biji yang
memiliki berat lebih besar daripada
konsumsi dan wortel memiliki kulit
yang tipis sehingga limbahnya sedikit
(Putu,2000).
Tanaman
salak
sefamili
dengan kelapa (palmae), rendah,
hampir tidak berbatang, tegak ,
berduri-duri,
tingginya
1,5-5cm.
Tanaman ini tumbuhbaik jika ada
pohon penaungnya, cocok dengan
iklim yang basah, tidak tahan
genangan air, serta memerlukan tanah
gembur yang banyak mengandung
bahan organik.Tanaman salak adalah
tanaman asli Indonesia. Hampir
disemua daerah di Indonesia ada
tanaman salak, baik yang telah
dibudidayakan maupun yang masih
tumbuh liar dihutan (Winarno, 2000).
Tanaman salak mulai berbuah
setelah berumur 2 tahun jika tanaman
berasal dari cangkok dan 3-4 tahun
jika tanaman berasal dari biji.
Pemanenan dilakukan pada buah yang
berumur
5-7
bulan
setelah
penyerbukan dengan cara memotong
tandan buah. Salak yang telah matang
kulitnya tampak bersih, mengkilat dan
apabila dipegang tidak terasa kasar.
Ujung kulit yang menempel pada

tongkol terasa lunak jika ditekan


(Purnomo,2001).
Tanaman
salak
termasuk
tanaman berumah dua. Pada satu
tanaman hanya ada satu jenis bunga
saja, jantan atau betina. Sehingga
proses penyerbukannya membutuhkan
bantuan manusia atau dapat pula
dengan bantuan angin. Dalam
penyerbukan buatan, satu tanaman
salak jantan dapat membuahi 5-10
tanaman salak betina. Selain itu salak
juga merupakan salah satu buah
unggulan nasional(Winarno, 2000).
Penanganan
pasca
panen
merupakan serangkaian kegiatan yang
dilakukan terhadap suatu jenis
komoditas buah setelah selesai panen
untuk mengurangi kerusakan dan
mempertahankan kualitas serta umur
simpan buah tersebut. Tahapantahapan penanganan pasca panen pada
tanaman salak secara umum meliputi
tahap
pembersihan,
penyortiran,
pengkelasan,
lalu
tahap
pengemasan,penyimpanan,sertatahap
pengangkutan (Siregar, 2007).
Secara
fisik
tanaman
sayuranmemiliki indeks limbah yang
rendah dibanding dengan buahbuahan.Pada umumnya sayurandaun
lebih berpori daripada sayuran lainnya
atau buah-buahan.Hal ini disebabkan
olehrenggangnya lapisan / jaringan
tiang dan jaringan daging daun dalam
sayuran daun (Lestari 2015).
Bayam
merupakan
jenis
sayuran
hijau
yang
banyak
mengandung
protein,
mineral,
kalsium, zat besi, dan vitamin. Pada
akarnya dapat dijadikan obat untuk
anti piretik, diuretic, anti toksik, obat

diare, menyembuhkan bengkak, dan


juga untuk membersihkan darah
(Bandini dan Azis, 1999).
Bayam
dapat
tumbuh
sepanjang tahun, dimana saja, baik
didataran rendah maupun didataran
tinggi. Pertumbuhan paling baik
adalah pada tanah subur dan banyak
sinar matahari. Suhu yang baik 25-360
C dan pH tanah antara 6-7. Waktu
tanam terbaik pada awal musim
kemarau. Bayam cabut biasanya
dipanen apabila tinggi tanaman kirakira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai
dengan 4 minggu setelah tanam
(Ariyanto, 2008).
Tanaman ini dapat dicabut
dengan akarnya ataupun dipotong
pangkalnya. Sedangkan bayam petik
biasanya mulai dapat dipanen pada
umur 1-1,5 bulan dengan interval
pemetikan
seminggu
sekali
penanganan pasca panennya yaitu
menempatkan bayam baru panen di
tempat yang teduh atau merendamkan
bagian akar ke dalam air dan
pengiriman produk secepat mungkin
untuk
menjaga
kesegarannya
(Ariyanto, 2008).
Berdasarkan uraian di atas,
maka perlu dijelaskan lebih lanjut
mengenai indeks limbah pada
komoditi sayuran dan buah-buahan
agar dapat mengetahui tentang
dampak dan pengaruh limbah
terhadap proses kehidupan.
Tujuan
Tujuan dari praktikum indeks
limbah ini yaitu agar Mahasiswa
dapat memahami dan mengetahui
dampak dan pengaruh limbah

terhadap lingkungan dan kehidupan


sehari-hari.
Kegunaan
Kegunaan dari praktikum ini
yaitu dengan melakukan praktikum ini
mahasiswa dapat mengaplikasikan
mengenai manfaat dari limbah
tersebut dan pengaruh limbah
terhadap pertumbuhan tanaman yang
dibudidayakan.
Metedologi
Tempat dan Waktu
Praktikum Indeks Limbah ini
di lakukan di Laboratorium Fisiologi
Tumbuhan
Jurusan
Agronomi
Fakultas
Pertanian
Universitas
Hasanuddin Makassar, pada hari
Selasa 3 Maret 2015, pukul 08.00
WITA-selesai.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada
percobaan ini yaitu, timbangan, alat
tulis menulis dan pisau.
Sedangkan
bahan
yang
digunakan pada percobaan ini yaitu,
buah Salak dan sayur Bayam
Prosedur Kerja
Prosedur kerja
indeks limbah yaitu :

praktikum

1. Menyiapkan alat dan bahan


2. Menimbang berat awal sayur dan
buah menggunakan timbangan
3. Memisahkan antara bagian yang
dikonsumsi dan tidak konsumsi
pada buah dan sayur

4. Menimbang kembali bagian yang


dikomsumsi dan tidak konsumsi
buah dan sayur
5. Menghitung
Indeks
limbah
dengan menggunakan rumus

Berat Konsu msiBerat Limbah


=
Berat Awal
x 100%.

Hasil dan Pembahasan


Hasil
Tabel Pengamatan
No.

Nama

Berat Awal

Berat Konsumsi

Berat Limbah

1.

Buah Salak

1140 gram

770 gram

370 gram

2.

Sayur Bayam

180 gram

95 gram

85 gram

Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2015


Analisis Perhitungan Indeks
Limbah
Buah Salak
Indeks Limbah =

770370
x 100
1140

%
= 35,09
Sayur Bayam
Indeks Limbah =

9585
x 100
%
180

= 5,55
Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum yang di
lakukan maka dapat di bahas
mengenai indeks limbah. Pengamatan
terhadap komoditi Buah Salak yakni

dengan berat awal 1140 gr, berat yang


dikonsumsi 770 gr dan berat yang
tidak dikonsumsi 370 gr. Maka indeks
limbah yang dihasilkan pada Buah
Salak ini adalah sebesar 35,09 %.
Untuk limbah sayur bayam dapat
diketahui bahwa berat awalnya adalah
180 gr, berat yang dikonsumsi adalah
95 gr dan berat yang tidak dikonsumsi
adalah 85 gr maka indeks limbahnya
sebesar 5,55 %.
Tinggi rendahnya
Indeks
limbah berbanding lurus pula dengan
waktu
pengkonsumsian
dan
penanganan untuk komoditi tersebut.
Untuk menperoleh indeks limbah
yang rendah pada setiap komoditi
yang ada, maka sangat penting untuk
mengetahui kapan sebaiknya buah
atau sayur tersebut di konsumsi dan
bagaimana penanganan yang baik
dalam hal ini penanganan pasca
panennya. Jika tidak, maka akan

tinggi nilai indeks limbah dan


tentunya akan sia-sia unutk di buang
begitu saja.
Menurut
pratignja
dan
wartoyo (2006), menyatakan bahwa
masalah
penanganan
produk
hortikultura setelah di panen sampai
saat ini masih menjadi masalah yang
perlu mendapat perhatian yang serius
baik di kalangan petani, pedagang,
maupun
diklangan
konsumen
sekaligus. Walaupun hasil yang
diperoleh petani mencapai hasil
maksimal, tetapi apabila penanganan
setelah di panen tidak mendapat
perhatian maka hasil tersebut akan
segera mengalami penurunan mutu
atau kualitas.
Nilai indeks limbah sayuran
ataupun
buah-buahan
sangat
bergantung pada jenis komoditinya.
Hal ini sesuai dengan pendapat
Noetjarto (2013), yang menyatakan
bahwa tidak semua komoditi memiliki
indeks limbah yang lebih besar
dibandingkan berat bersih yang akan
dikomsumsi dan yang akan dibuang
(limbah) dari komoditi tersebut.
Limbah yang dihasilkan dari
suatu komoditi merupakan suatu
sampah atau buangan yang tidak
dapat dikomsumsi apabila tidak di
lakukan pengolahan terhadap limbah
tersebut.Sampah atau limbah organik
yang dihasilkan dari buah-buahan dan
sayuran merupakan sampah yang
dapat di manfaatkan ulang menjadi
pupuk organic baik kompos maupun
pupuk organik cair (Indriani, 2005).
DAFTAR PUSTAKA

Ariyanto. 2008. Analisis Tata


NiagaSayuran Bayam. [Skripsi]
Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Indriani, Y.H. 2005. Kandungan
Pupuk
Cair
Organik.
Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Jakarta.
Lestari, Noer Ayu. 2015. Susunan
Selular Buah dan Sayur. Online.
http://www.academia.edu/48430
54/SUSUNAN_SELULAR_BU
AH_DAN_SAYUR.
Diakses
pada tanggal 21 Maret 2015.
Pukul 17.14 WITA.
Pratignja Sunu dan Wartoyo SP. 2006.
Buku Ajar Dasar Hortikultura.
Jurusan/Program
Studi
Agronomi, Fakultas PertanianUniversitas Sebelas MaretSurakarta.
Purnomo, H. 2001. Budidaya Salak
Pondoh. Aneka Ilmu. Semarang.
70 hal.
Putu Budi Adnyana, Ida Bagus Putu
Arnyana,
2000,
Morfologi
Tumbuhan. Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Singaraja.
Siregar, W. L. S. 2007. Perancangan
Kemasan Transportasi Buah
Salak
(Salacaa
edulis)
Berbahan Baku Pelepah Salak.
Tesis. Program Pasca Sarjana.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
151 hal.
Winarno,
2000.
pemerintah
pengembangan

Kebijakan
dalam

hortikulturaIndonesia.
Prosiding Seminar Sehari. Hari
Cinta
Puspa
dan
Satwa
Nasional. Menggali potensi dan
meningkatkan prospek tanaman
hortikultura menuju ketahanan
pangan.
Pusat
Konservasi
Tumbuhan. Kebun Raya Bogor :
9 15.

LAMPIRAN
1

Keterangan Gambar; 1) penimbangan berat awal salak, 2) penimbangan bagian


konsumsi salak, 3) Penimbangan berat awal bayam, 4) bagian konsumsi bayam,
dan 5) bagian konsumsi salak

Laporan Praktikum
Fisiologi Pasca Panen
Laporan Praktikum

Fisologi Pasca Panen

Indeks Limbah

Nama

: Iswal Fajar Sultan

Kelas

:C

Kelompok : 22
Asisten

: Rudianto Tangiloang

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015