Anda di halaman 1dari 42

HALAMAN MOTTO :

Janganlah kamu terjerumus kedalam api


keputus-asaan karena dengan putus asa lah
manusia tidak akan berhasil dalam menjalani
hidup

KATA PENGANTAR

Puji dan Syuku Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga Penulis dapat menyelesaikan
tugas Bahasa Indonesia tentang karya ilmiah yang berjudul : Peran Remaja dalam
penanggulangan narkotika. Adapun tujuan dari penyusunan karya ilmiah ini
adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk nilai mata pelajaran Bahasa
Indonesia.
Dengan terselesaikannya paper ini, penulis ingin menyampaikan terima
kasih semua pihak yang telah membantu dalam penyusunannya terutama kepada :
1.
2.
3. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu di dalam proses
penyusunan paper ini.
Penulis menyadari bahwa isi dari karya ilmiah ini jauh dari sempurna,
penulis berharap agar pembaca dikemudian hari bersedia untuk mengembangkan
karya tulis ilmiah ini.

Sidoarjo,
Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................

HALAMAN MOTTO..........................................................................................

ii

LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................

iii

KATA PENGANTAR...........................................................................................

iv

DAFTAR ISI........................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN............................................................................

1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................

1.2 Rumusan Masalah......................................................................

1.3 Tujuan dan Manfaat....................................................................

1.4 Hipotesis.....................................................................................

1.5 Metode Penelitian.......................................................................

1.6 Sistematika Penulisan.................................................................

KAJIAN TEORI...............................................................................

A. Pengertian Narkotika..................................................................

B. Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika..............

C. Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya..

D. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Narkotika..........................

14

E. Akibat Penyalahgunaan Narkotika.............................................

14

F. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama..............................

15

G. Ciri-Ciri Bagi Pengguna Narkotika............................................

18

H. Kendala......................................................................................

18

I. Solusi..........................................................................................

19

METODOLOGI PENELITIAN.......................................................

20

A. Penyajian Data............................................................................

20

B. Pemecahan Masalah...................................................................

20

BAB II

BAB III

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian............................................................................
B. Pembahasan.................................................................................

BAB V

PENUTUP........................................................................................

22

A. Kesimpulan.................................................................................

22

B. Saran-saran.................................................................................

22

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................

23

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa
disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia
pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan
pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat
membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya.
Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakin
meningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media
cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang
penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan.
Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah
mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka
menggunakannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka
penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
a. Adakah bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa ?
b. Gejala-gejala apa sajakah yang timbul akibat mengkonsumsi narkoba ?
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penelitian ini adalah terumuskannya model pemberdayaan
pranata sosial dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba. Manfaat
yang diharapkan adalah sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan
penanganan masalah penyalahgunaan narkoba khususnya keikutsertaan
pencegahan dan penanganan penyalahgunaan masalah narkoba.

1.4 Hipotesis
Hipotesis yang bisa diperoleh dari rumusan masalah tersebut sebagai
berikut :
1. Hipotesis Kerja (Ha)
Adanya bahaya narkoba generasi penerus bangsa yang menjadi akibat
terjadinya penyalahgunaan narkoba.
2. Hipotesis Nol (H0)
Tidak ada masyarakat yang bilang kalau narkoba itu adalah barang (obat)
yang baik, sebaliknya narkoba itu adalah obat yang merusak akal generasi
penerus bangsa.
1.5 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi
kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan
untuk mengidentifikasi permasalahan peran remaja dalam penanggulangan
Narkotika dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber
bacaan lain.
1.6 Sistematika Penulisan
Penulisan paper ini telah ditulis secara sistematika dan bisa diuraikan
sebagai berikut :
Pada Bab I berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang, rumusan
masalah, tujuan dan manfaat, hipotesis, metode penelitian, dan sistematika
penulisan.
Pada Bab II berisi tentang kajian teori yang meliputi pengertian
Narkotika, kemungkinan yang terjadi pada pengguna Narkotika, peran
pemerintah dalam mengatasi Narkotika, akibat penyalahgunaan Narkotika,
cegah narkoba dengan pendidikan agama, dan ciri-ciri bagi pengguna
Narkotika, kendala dan solusi.

Pada Bab III berisi tentang penyajian data dan pemecahan masalah.
Pada Bab IV berisikan tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan
saran untuk meringkas berbagai keterangan pembahasan diatas.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Pengertian Narkotika
Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi
mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke
dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit
rangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah
yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin
menggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang
mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila
menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya
adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).
Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga
penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian
terhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada
penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang
normal. Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasa
menggunakan mar kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan
dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi
ketergantungan, merasa tidak dapat hidup tanpa Narkotika.
B. Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika
Banyak orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi mar
secara berlebihan beresiko sebagai berikut :
1. Sebanyak 60% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan
kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu
sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat
bisa merenggut jiwa si pemakai.

2. Sebanyak 20% orang beranggapan bahwa pengguna Narkotika dapat


bertindak nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh
tak acuh terhadap lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna
bagi lingkungannya ini yang memacunya untuk bertindak nekat.
3. Sebanyak 15% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan
hilangnya kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi
Narkotika. Zat-zat yang terkandung di dalamnya langsung bekerja
menyerang syaraf pada otak yang cenderung membuat tidak sabar dan
lepas kontrol.
4. Sebanyak 5% orang beranggapan bahwa Narkotika menimbulkan penyakit
bagi pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang
mempunyai efek samping yang menimbulkan penyakit baru.
C. Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya
Narkoba meliputi :
A. Narkotika
Zat berasal dari tanaman atau bukan tanaman.
1)

Tanaman
a. Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver
somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi diselundupkan di
Indonesia.
b. Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia,
Kolumbia).
c. Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di
Indonesia.

2)

Bukan tanaman
a.

Semi sintetik : adalah zat yang diproses secara ekstraksi,


isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein, Morfin.

b.

Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan baku


kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan

diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit


(analgesic) seperti penekan batuk (antitusif).
Contoh : Amfetamin, Metadon, Petidin, Deksamfetamin.
B. Psikotropika
Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia
pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapat
menimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan
akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti
narkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotika
mahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau
alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.
1)

Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangi


aktifitas susunan syaraf pusat. Contoh : Pil Rohypnol, Mogadon,
Valium, Mandrax (Mx).

2)

Stimulant : bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat. Contoh :


Amphetamine, MDMA, MDA.

3)

Hallusinogen : bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan.


Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Psylocibine.

Alkohol
Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah
minuman keras yang mempunyai efek bisa memabukkan jika minumnya
berlebihan.
C. Zat Adiktif
Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah
pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkan
halusinasi atau mungkin yang fatal kematian.
Contoh : Terpentine, lem karet, thinner, spray aerosol, aceton, dll.

Narkoba yang sering disalahgunakan :


Narkoba yang sering dikonsumsi oleh masyarakat secara salah antara
lain :
A. HEROIN
Nama

: Putauw, PT, bedak, putih, Brown Sugar, Benana, Smaek,


Horse, Hammer, Snow White Brown.

Asal

: Papaver Somniferum.

Bentuk

: Seperti bedak berwarna putih, rasa pahit, terdapat paket


hemat, dijual sebesar ujung kuku/ibu jari dalam kemasan
kertas.

Cara Pakai : Dihirup, dihisap, ditelan dan disuntikkan lewat tangan,


kaki, leher.
Efek

: Mual, mengantuk, cadel, pendiam, mata sayu, muka pucat,


tidak konsentrasi, hidung gatal-gatal.

Gejala putus obat :


Sebelum memakai :
-

Tulang otot sendi terasa nyeri, demam, takut air

Keringat keluar berlebihan

Takut kedinginan, bulu kuduk berdiri

Mata berair, hidung berair

Mual-mual, perut sakit, diare

Tidak suka makan

Tidak bisa bekerja (lemas)

Setelah memakai :
-

Fly (berkhayal), mata sembab kadang muntah

Jantung berdebar, mata susah bangun

Bahaya :
-

Hepatitis B, C, AIDS, HIV

Menstruasi terganggu, infertilitas (impotensi)

Abses (jika pakai suntik)

Tubuh kurus, pucat, kurang gizi

Sulit buang air besar

Mudah terserang radang paru, TBC paru, radang hati, empedu,


ginjal

B. KOKAIN
Nama

: Charlie, Nosc Candy, Snow, Coke

Asal

: Daun (tanaman Erythrro Xylon Coca)

Bentuk

: Serbuk putih, kadang dicampur dengan beberapa macam


zat berbahaya, disebut Drug Cocktail

Efek

: - Suhu badan tinggi, denyut jantung bertambah


- Mudah marah, agresif dan merusak
- Merasa energik dan waspada dan merasa memiliki dunia
(arogan).

Gejala putus obat :


-

Ada keinginan bunuh diri, mual, kejang-kejang

Bahaya :
-

Paranoid

Menyebabkan perkelahian

Mabuk dan tidak bergairah

Jika dihirup akan menyebabkan mimisan dan sinusitis

Kerusakan jantung jika dicampur rokok

Pemakaian banyak, nafsu sex hilang

Bisa terjadi psikotik atau gila dalam jangka panjang

C. GANJA
Nama

: Ganja, cimeng, gelek, daun, rumput, jayus, jum, barang,


marihuana, bang bunga, ikat, labang, hijau

Jenis-jenis

: Stick, daun atau tembakau, hashish (minyak/lemak ganja)

Bentuk

: Daun kering atau dalam bentuk rajangan kering,


dimasukkan dalam amplop.
Daun basah, runcing berjari-jari ganjil 5, 7, 9 dst.

Cara Pakai : Dilinting seperti rokok, dihisap dan dimakan, minyak


ganja bisa dioles pada rokok biasa
Efek

: - Jantung berdebar-debar
- Tidak bergairah, cepat marah, sensitif
- Perasaan tidak tenang, eforia, kurang percaya diri, rasa
letih/malas

Gejala putus obat :


-

Sebenarnya hanya faktor psikis dan sugesti yang lebih dominan,


apabila tidak memakai ganja.

Bahaya
-

:
Untuk pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai menjadi

linglung.
D. EKSTASI
Nama

: Kancing, XTC, Inex, Adam, Hug-Drug, Essence, Disco,


Biscuits, Venus, Yupie, Butterfly, Elektrix, Gober, Beladin

Bentuk

: Pil, serbuk, kapsul.

Cara Pakai : Diminum dengan air atau yang lain


Efek

: - Mulut kering, gigi berkerut-kerut


- Banyak berkeringat dingin, nafsu makan kurang
- Badan tak terkendali geraknya (triping)
- Denyut jantung, nadi bertambah
- Tekanan darah naik
- Rasa percaya diri tinggi
- Keintiman bertambah

Gejala putus obat :


-

Rasa letih, malas

Mudah tersinggung, emosi labil

Sulit tidur, mimpi buruk jika tidur

Depresi, mata kabur

Bahaya :
-

Paranoid (rasa takut berlebihan, curiga yang berlebihan)

Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung

Merusak syaraf otak

Pucat kurang darah

Kurus kurang gizi

Penyakit Parkinson

E. SHABU-SHABU (Methyl Amphetamin)


Nama

: Ubas, SS, Mecin

Bentuk

: Bubuk atau kristal

Jenis

: Gold silver, coconut, crystal, blue ice, tebu

Cara Pakai : Dibakar di atas kertas timah dan dihisap melalui alat yang
disebut bong
Pemakai bisa diindikasikan : Tidak tenang (cemas), mudah marah, dapat
cepat lelah, mata nanar, tidak bersemangat, tidak
beraktifitas, keringat berlebihan dan bahu, wajah pucat,
lidah warna putih, nafsu makan kurang, susah tidur (2-3
hari), jantung berdebar-debar, banyak omong, percaya diri
tinggi.
Efek

: - Sebelum memakai gelisah, ngantuk, lemas, tidak


bergairah
- Jika sudah memakai, agresif, hiperaktif dan percaya diri
tinggi

Gejala putus obat :


-

Mudah marah

Ngantuk

Faktor sugesti yang dominan apabila tidak memakai

Mudah capek

Rasa lebih malas

Malas hidup

Bahaya :
-

Paranoid (rasa takut berlebihan)

Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung

Merusak syaraf otak

Kanker hati

Terjadinya gejala psikotik (gila)

F. HALUSINOGEN
Nama

: LSD (Lysergic Diethyl Amid), Magic Mushroom (jamur


tahi kuda/sapi), STP (Serenity, Tranquility, Peace)

Cara Pakai : Diminum, dihirup, dimakan


Efek

: - Menimbulkan serenity, tranquility dan peace (rasa


tenang dan damai) sesaat
- Perasaan labil yaitu murung dan bahagia atau euforia
kadang-kadang menjadi takut.

Bahaya :
-

Kecemasan akut, reaksi panik

Terjadi depresi sampai berbulan-bulan

Terjadinya gejala psikotik (gila)

G. HIPNOTIKA/SEDATIVA (Obat Tidur, Obat Penenang)


Nama

: Metaqualon (Mandrax), Flunitrazepam (Rohyp), Clona


Zepam (RIV), Nitra Zepam (pil koplo, pil anjing, dum,
BK, MG).

Bentuk

: Pil

Cara Pakai : Ditelan


Efek

: - Teler (bicara cadel, jalan sempoyongan)


- Mudah tersinggung
- Banyak bicara yang tidak karuan
- Ngawur dalam bertindak, tidak terkontrol

Gejala putus obat :


-

Denyut jantung cepat

Banyak berkeringat

Tekanan darah tinggi

Tangan, kelopak dan lidah bergetar

Bahaya :
-

Terjadinya perkelahian

Mudah tersinggung dan marah

Lemas, sedih, ingin bunuh diri

Menimbulkan halusinasi dan melakukan tindakan berbahaya

H. ALKOHOL
Nama

: Etanol atau Ethyl Alkohol

Jenis

: Bir, wiski, gin, vodka, martini, brem, arak, ciu, saquer,


tuak, johny walker (topi miring), black and white (kamput, kambing putih)

Bentuk

: Cairan, berupa minuman

Cara Pakai : Diminum / ditelan


Efek

: - Mabuk teler

- Muka merah, banyak bicara, bicara cadel


- Jalan sempoyongan, konsentrasi kurang
- Bola mata bergerak-gerak
Gejala putus obat :
-

Mual, muntah, lemah, letih

Denyut jantung cepat, banyak berkeringat, tekanan darah naik

Tangan, lidah, kelopak mata gemetar

Cemas, depresi, mudah tersinggung

Gangguan kesadaran

Bahaya :
-

Kanker hati, cacat pada janin

Perdarahan lambung, radang pankreas

Penyakit otot, pikun

I. INHALANSIA dan SOLVEN


Nama

: Lem karet, aerosol spray, aceton, gas N2O2, pelumas,


thinner, terpentine, DDT, pestisida, zat pewarna

Bentuk

: Cairan, gas

Efek

: - Timbul ilusi, halusinasi


- Kemampuan persepsi yang salah

Bahaya
-

:
Merasa dirinya bisa terbang, sehingga bisa terjun dari tempat

tinggi tanpa mati


-

Keracunan akut, bisa mati mendadak akibat menghisap inhalansia

Kejang saluran nafas

Keracunan kronis merusak organ tubuh otak, ginjal, paru-paru,


jantung, sunsum tulang

Kulit bisa mengelupas karena keracunan terpentine (zat mudah


menguap)

D. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Narkotika


Peran yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah besar dalam mencegah
terjadinya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya. Melalui pengendalian
dan pengawasan langsung terhadap jalur peredaran gelap dengan tujuan agar
potensi kejahatan tidak berkembang menjadi ancaman faktual. Langkah yang
ditempuh antara lain dengan tindakan sebagai berikut :
1. Melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang diduga keras
sebagai jalur lalu lintas gelap peredaran Narkotika.
2. Secara rutin melakukan pengawasan di tempat hiburan malam.
3. Bekerja sama dengan pendidik untuk melakukan pengawasan terhadap
sekolah yang diduga terjadi penyalahgunaan Narkotika oleh siswanya.
4. Meminta kepada instansi yang mempunyai wewenang izin sebagai
penerbit tempat hiburan malam untuk selalu menindak lanjuti surat izin
pendirian tempat hiburan malam barangkali akan dijadikan media untuk
memperlancar jalur peredaran Narkotika.
E. Akibat Penyalahgunaan Narkotika
Penyalahgunaan Narkotika akan mempengaruhi sifat seseorang dan
menimbulkan bermacam-macam bahaya antara lain :
1. Terhadap diri sendiri.
-

mampu merubah kepribadiannya

menimbulkan sifat masa bodoh

suka berhubungan seks

tidak segan-segan menyiksa diri

menjadi seorang pemalas

semangat belajar menurun

2. Terhadap keluarga
-

suka mencuri barang yang ada di rumahnya sendiri

mencemarkan nama baik keluarga

melawan kepada orang tua

3. Terhadap masyarakat
-

melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat

melakukan tindak kriminal

mengganggu ketertiban umum

F. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama


Say no to drug! Ini merupakan slogan yang sangat sederhana namun
memiliki implikasi yang kompleks terkait dengan harapan yang harus
diwujudkan, usaha berikut kebijakannya yang mesti diimplementasikan.
Say no to drug, bukan hanya sebuah jargon, ini adalah tanggung jawab
organisasi berbasis keagamaan, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat), lembaga hukum, serta tanggung jawab kita bersama untuk
meningkatkan dan memberdayakan masyarakat kita menuju kehidupan yang
sehat baik dari aspek mental, jasmani, maupun spiritual. Di seluruh dunia
banyak program yang didirikan dengan maksud mencegah penyalahgunaan
Narkoba, atau untuk mengobati mereka yang terkena narkoba melalui
kepercayaan dan praktek-praktek agama tertentu. Pendekatan ini banyak
dilakukan di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Di barat,
agama tidak begitu menonjol dalam mencegah penyalahgunaan narkoba :
namun kita percaya bahwa program-program berbasis keagamaan benar-benar
memiliki kepedulian kearah sana.
Sebagai pemimpin agama dan pendidikan, kita menyadari banyak
tantangan yang dihadapi generasi muda di negara kita saat ini. Penggunaan
obat-obat terlarang termasuk penggunaan alkohol dan produk-produk tertentu.
Terus merangkak naik dalam masyarakat terutama para remaja, dan di

beberapa tempat, obat-obat terlarang tersebut telah menarik pemuda dalam


dunia kejahatan dan kecanduan yang mematikan setiap orang, masyarakat,
keluarga dan individu-individu serta penanaman nilai-nilai yang kuat, yang
berakar dari kepercayaan agama merupakan faktor perlindungan yang efektif
guna mencegah dampak pengguna narkoba sebagai tindakan yang beresiko
tinggi.
Penyalahgunaan

narkoba

menyebabkan

peningkatan

HIV/AIDS

(Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome).


Kekacauan mental, dan kejahatan yang pada gilirannya merusak sendi-sendi
kehidupan sosial. Puluhan bahkan ratusan juta orang telah kecanduan narkoba.
Di Indonesia Badan Narkotika Nasional (BNN) menaksir bahwa kira-kira ada
3,2 juta orang yang sudah terjerat ketergantungan Narkotika. Kendati
persoalan narkoba muncul, pemerintahan kita memberi harapan bagi setiap
orang, keluarga, masyarakat yang terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba
serta yang terkait dengan persoalan kesehatan dan sosial. Riset menunjukkan
bahwa kaum muda yang terlibat dalam komunitas keagamaan nampaknya
tidak begitu rentan terhadap penggunaan Narkoba.
Komunitas keagamaan berada di garda depan dalam merespon
kebutuhan pelayanan sosial yang mendesak bagi setiap individu dan
masyarakat. Termasuk ketergantungan narkoba, kita memberikan makanan
dan pakaian bagi yang membutuhkan, kita memberi naungan bagi tuna wisma.
Kita menawarkan pengobatan narkoba, bingkisan dan membantu kelompokkelompok anggota yang berjuang menjaga agama. Ketika mencegah
penggunaan narkoba, kita juga dapat memainkan peranan penting.
Indonesia bukan hanya negara perdagangan narkoba, namun juga
produsen dan pasar jaringan global yang sistematik dalam industri ini, oleh
karena itu dibutuhkan kerja sama sinergis antara pemerintah, LSM, organisasi
sosial, untuk mengatakan tidak pada narkoba guna menyelamatkan generasi
masa depan kita. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi muslim moderat

terbesar dengan anggota lebih dari 50 juta orang, menaruh prihatin dan perlu
mengambil peran dalam mengatasi persoalan ini.
Pencegahan dan pengobatan akibat penyalahgunaan narkoba merupakan
persoalan yang komplek yang masih perlu banyak dipelajari tentang apa yang
terbaik dilakukan dan oleh siapa, agama tentunya memiliki peran untuk
dimainkan, namun materi ajaran agama yang ada belum mencukupi untuk
pencegahan dan pengobatan yang efektif, juga ada rumusan bahwa kegiatan
berbasis keagamaan dapat diperbaiki dengan beberapa praktik pencegahan
yang baik dalam masyarakat Islam kita. Seperti semua program pencegahan
dan pengobatan yang didasarkan pada kebutuhan agama perlu dievaluasi
secara hati-hati oleh peneliti yang independen yang menggunakan indikator
keberhasilan yang obyektif. Dengan demikian pertukaran pandangan dan
pengalaman diantara kita itu penting. Guna memberikan bantuan yang lebih
baik bagi mereka yang memiliki persoalan narkoba.
Lembaga-lembaga dibawah naungan NU seperti Muslimat NU, Fatayat
NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul
Ulama (IPPNU), dan terutama pesantren juga memberikan peranan yang
signifikan dalam persoalan ini. Terlebih pesantren memiliki lebih dari 10 ribu
jaringan dengan masyarakat sekitarnya. Karena alasan itulah, pesantren bukan
hanya kurikulum berbasis keagamaan, namun juga materi-materi yang
meningkatkan kesehatan mental, spiritual, dan jasmani. Dalam waktu yang
lama, pesantren akan membangun bela diri masyarakat untuk mencegah
penyalahgunaan narkoba dalam komunitasnya. Lewat kerja sama ini, NU,
BNN, Colombo Plan dan Kementrian Negara Amerika Serikat, akan
meningkatkan dan menindak lanjuti kerja sama yang lebih baik terkait
persoalan ini.
Mengambil bagian sebagai peserta dalam konferensi internasional ini,
ulama, para sarjana muslim, para dokter, universitas dan instansi terkait
supaya dapat mencari strategi dan solusi yang riil rencana kegiatan untuk
menyelamatkan generasi muda dari narkoba.

Akhirnya, sekali lagi say no to drug dan mari kita tingkatkan


pengetahuan kita tentang narkoba.
G. Ciri-Ciri Bagi Pengguna Narkotika
Pada pengguna Narkotika yang berlebihan dapat menimbulkan
keracunan atau efek sebagai berikut :
1. Efek yang ditimbulkan opium bagi penggunanya :
a. muntah dan mual
b. sakit kepala
2. Efek yang ditimbulkan kokain bagi penggunanya :
a. nafsu makan hilang
b. denyut jantung dan tekanan darah meningkat
3. Efek yang ditimbulkannya heroin bagi penggunanya :
a. reaksi panik
b. gelisah
4. Efek yang ditimbulkannya putau bagi penggunanya :
a. emosi lepas kontrol
b. gangguan pergerakan
5. Efek yang ditimbulkannya cannabis sativa bagi penggunanya :
a. menyebabkan khayalan
b. tingkah lakunya tidak terkontrol
c. melawan kepada orang tua
d. mencemarkan nama baik keluarga
H. Kendala
1. Kurangnya kerja sama antara aparat dengan masyarakat dalam
mengungkap sindikat Narkotika .
2. Modus yang dijalankan pengedar Narkotika makin bervariasi dan
terorganisir

sehingga

pengungkapannya.

aparat

mengalami

hambatan

dalam

3. Ketidaktegasan sanksi yang diberikan pemerintah kepada pelaku


penyalahgunaan Narkotika
4. Ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi Narkotika jika
mereka sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsinya mengapa
mereka masih juga memakainya.
5. Banyak berdiri tempat-tempat hiburan malam ilegal yang diduga menjadi
peredaran gelap Narkotika.
6. Peredaran narkoba masih sulit diberantas karena produk hukum yang ada
kurang bisa menjerat bandar-bandar narkoba.
7. Kampanye untuk menunjukkan bahaya penggunaan narkoba masih kurang
bisa menggapai ke seluruh pelosok nusantara karena kurangnya dana.
I. Solusi
1. Mengadakan pendidikan secara mendalam pada setiap kasus Narkotika
apa yang melatarbelakanginya.
2. Menutup/menyegel tempat hiburan malam yang telah diduga menjadi
sarang peredaran narkoba
3. Menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan Narkotika dengan
hukuman yang berat agar mereka jera.
4. Pemerintah harus memperhatikan betul aparat-aparat penegak hukum
seperti polisi, jaksa, hakim dan lain-lain agar tidak mempermainkan kasus
narkoba dengan memberi hukuman yang ringan pada bandar-bandar
narkoba yang tertangkap.
5. Dana yang dialokasikan untuk kampanye penanggulangan narkoba agar
diperbesar baik dari APBN maupun APBD.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Dalam penulisan penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada remaja atau
pelajar di beberapa sekolah di Kota Makassar dan beberapa pengguna narkotika
yang ada di Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2011
sampai 1 Februari 2011.

B. Populasi dan Sampel


Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap. Populasi dalam penelitian ini
adalah remaja.
Sedangkan sampel yaitu himpunan bagian dari populasi yang diharapkan dapat
mewakili populasi penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebagian
dari remaja yang ada di Kota Makassar.
Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalahSampling
Sistematis dimana pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi
yang telah diberi nomor urut (Sugiyono, 2004: 95).

C. Jenis dan Sumber Data


1.
a.

Jenis Data
Data kuantatif yaitu data yang berbentuk pengolahan angka atau bilangan

atau data numerik untuk dapat menghasilkan penafsiran yang kokoh.

b.

Data kualitatif yaitu data yang diperoleh berupa pernyataan atau tulisan yang

dijadikan pertimbangan dalam memperoleh suatu kesimpulan untuk memperjelas


pemecahan masalah berupa tanggapan responden.
2.

Sumber Data

a.

Data Primer adalah data yang diperoleh melalui hasil penelitian langsung

terhadap obyek yang diteliti. Data tersebut diperoleh melalui metode wawancara,
observasi, dan hasil angket dari responden. Jawaban responden kemudian diberi
skor dan ditabulasikan.
b.

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain

dari dokumentasi/tulisan (buku-buku, laporan-laporan, karya ilmiah dan hasil


penelitian) dan dari informasi pihak-pihak yang berkaitan dengan kajian yang
diteliti.

D. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai
berikut :
1.

Riset kepustakaan, adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara

melakukan peninjauan pustaka dari berbagai literatur karya ilmiah, majalah, dan
buku-buku yang menyangkut teori-teori yang relevan dengan masalah yang
dibahas.
2.

Riset lapangan, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan di lokasi

(objek penelitian) secara langsung yang terdiri dari :

a. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung pada remaja,


khususnya remaja pengguna narkotika.
b. Angket, untuk mengetahui lebih jelas pemahaman remaja terhadap
penggunaan narkotika.

E. Variabel Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesis yang telah dikemukakan, maka
variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
a.

Variabel independen (variabel bebas) yang dilambangkan dengan (x) adalah

faktor yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam hal ini adalah
narkotika.
b.

Variabel dependen (variabel terikat) yang dilambangkan dengan (Y) adalah

variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam hal ini variabel
dependen adalah pergaulan remaja.

F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument penelitian yang telah
dikembangkan oleh Dessy Sutianto (2007) yang terdiri dari 10 pertanyaan angket
sesuai dengan variabel penelitian yang digunakan. Angket untuk disebarkan
kepada responden yang merupakan bagian dari anggota organisasi. Angket ini
berisi pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan judul karya tulis penulis. Alat
ukur yang digunakan untuk angket ini adalah metode skala likert. Metode ini
merupakan metode penskalaan, pernyataan sikap yang menggunakan distribusi

respons sebagai dasar penentuan skalanya. Untuk melakukan penskalaan dengan


metode ini responden diminta untuk menyatakan kesesuaian atau tidak kesesuaian
terhadap isi pertanyaan dalam 4 kategori jawaban yakni dengan skala sebagai
berikut.
a.

Skala 1 = sangat rendah

b.

Skala 2 = rendah

c.

Skala 3 = baik

d.

Skala 4 = sangat baik

Untuk mengantisipasi agar jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang


sesungguhnya pasti atau bukan ragu-ragu, maka penulis meniadakan pilihan
jawaban ragu-ragu (Undecided). Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi Sutrisno
dalam Sutianto (2007). Alas an untuk meniadakan jawaban ragu-ragu adalah: 1)
Kategori Undecided mempunyai arti ganda. Bisa diartikan belum bias member
jawaban, netral atau ragu-ragu. Kategori yang memiliki arti ganda (multi
intertable) ini diharapkan dalam instrument. 2) Tersedianya jawaban di tengah
menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah (central tendesi effect)terutama
bagi mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan jawabannya. 3) Disediakan
jawaban di tengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga
mengurangi banyaknya info yang sepatutnya dapat diperoleh dari responden.

G. Metode Analisis
Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah
diberikan responden yang tercantum pada angket. Teknik analisis data yang di

pergunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis stalitis infrensional


korelasional. Teknik penulis, uji statistik yang dipergunakan adalah produknya
momen pearson dengan rumus sebagai berikut :
n x y (x) (y)
Rxy=

{n x2 (x)2 }{y2- (y)2}


Keterangan :
R

= Keofisien Korelasi

= Skor butir item dari variabel x

= Skor butir item dari variabel y

x y = Hasil kali dengan skor butir item


N

= Jumlah sampel

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1.
Hasil Angket
Dalam
penelitian
ini,

pengambilan

data

dilakukan

dengan

membagikanangket yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai variabel x dan y,


kuesioner yang telah diberikan kepada responden selanjutnya ditanggapi dengan
memberikan tanda cheklist () guna memperoleh data untuk kemudian dikelola
oleh kami selaku peneliti.
Angket berisi masing-masing 10 pertanyaan dengan 4 jenis pilihan tanggapan
yang masing-masing memiliki point berikut pilihan tanggapan :
Sangat Setuju (SS)

: 4 poin

Setuju (S)

: 3poin

Tidak Setuju (TS)

: 2 poin

Sangat Tidak setuju (STS)

: 1 poin

Tabel 4.1
Distribusi statistik deskriftif variabel x dengan variabel y dengan presentase faktor
disrtibusi hubungan penggunaan narkotika terhadap pergaulan remaja Kota
Makassar
No
1.

Variabel
X

2.
Y
Jumlah

Jumlah responden
20 orang

Skor
642

20 orang
40 orang

622
1264

Dilihat dari jumlah responden 20 orang dengan 2 variabel sehingga berjumlah


20 x 2 = 40. hasil pengolahan data variabel x dengan skor 642 dengan variabel y
dengan skor 622 maka jumlah 1264.

Tabel 4.2
Distribusi Pengaruh Narkotika (Variabel X)
No. Nama Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Syamsul Huda Santosa


Musdhalifa Adha
Nur Halifa
Putri Ingrid
Ramlan Saputra Natsir
Miftahul Rahmat
Rana Fitriani Syam
Mutmainah
Dwiki Istiqamah
Musyawira
Tiara Puspitasari
Yuniske Novalin
Sulfiah Dwi .A
Fadillah Musdalifah
Akhmad Juaeni
Syamsul Huda Santosa
Musdhalifa Adha
Nur Halifa
Putri Ingrid
Ramlan Saputra Natsir

Nomor Soal
1 2 3 4
3 3 2 2
2 4 3 4
4 3 3 4
4 3 3 4
3 4 3 4
2 4 3 3
4 4 2 4
3 3 3 3
4 2 4 3
4 3 3 4
4 4 3 4
3 3 4 4
4 3 4 4
4 4 4 3
4 3 3 4
4 1 4 4
4 3 4 4
4 3 4 4
3 3 3 2
4 3 4 4

5
4
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
3
4
3
4
2
4

6
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
2
3
4
2
3
3
3
2

7
4
3
3
3
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
1
2
2
3
3

8
2
2
3
1
3
2
3
3
1
3
4
4
3
3
3
1
4
4
4
3

9
4
3
3
3
3
3
2
3
4
3
4
3
3
4
4
3
2
2
2
3

10
3
3
3
1
1
2
3
3
3
3
4
4
4
2
4
4
3
4
4
4

Skor
30
29
33
29
32
30
33
31
30
34
38
33
34
34
35
28
32
34
29
34

Tabel 4.3
Distribusi Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja ( Variabel Y)
No. Nama Responden

Nomor Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Skor

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
3
4
4

28
32
34
29
34
31
28
33
32
31
31
31
28
30
34
33
28
29
31
35

Syamsul Huda Santosa


Musdhalifa Adha
Nur Halifa
Putri Ingrid
Ramlan Saputra Natsir
Miftahul Rahmat
Rana Fitriani Syam
Mutmainah
Dwiki Istiqamah
Musyawira
Tiara Puspitasari
Yuniske Novalin
Sulfiah Dwi .A
Fadillah Musdalifah
Akhmad Juaeni
Miftahul Rahmat
Rana Fitriani Syam
Mutmainah
Dwiki Istiqamah
Musyawira

1
3
3
3
3
2
2
3
2
3
3
3
2
3
4
4
2
3
4
3

4
4
4
3
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
2
3
3
2
3

4
4
4
2
4
3
3
4
4
3
4
2
2
3
4
4
4
2
4
4

4
3
4
2
4
4
3
3
4
2
4
3
1
3
4
4
2
3
3
4

2
3
3
3
2
3
3
4
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3

1
2
2
3
3
2
2
1
2
3
3
3
2
2
2
3
2
4
4
4

1
4
4
4
3
3
3
3
4
3
1
3
3
3
4
2
3
3
1
3

3
2
2
2
3
4
1
3
1
2
1
3
3
2
1
4
3
3
4
4

4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
2
2
2
3

Tabel 4.4
Distribusi Pengaruh Penggunaan Narkotika terhadap Pergaulan Remaja Kota
Makassar
No.

X.Y

X2

Y2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Total

30
29
33
29
32
30
33
31
30
34
38
33
34
34
35
28
32
34
29
34
642

28
32
34
29
34
31
28
33
32
31
31
31
28
30
34
33
28
29
31
35
622

840
928
1122
841
1088
930
924
1023
960
1054
1178
1023
952
1020
1190
924
896
986
899
1190
19968

900
841
1089
841
1024
900
1089
961
900
1156
1444
1089
1156
1156
1225
784
1024
1156
841
1156
20732

784
1024
1156
841
1156
961
784
1089
1024
961
961
961
784
900
1156
1089
784
841
961
1225
19442

Tabel 4.5
Data dan Tabel Korelasi antara Variabel X dan Y
No. Variabel
1 X2
2 Y2
3 Xy
Jumlah

Jumlah (Responden)
20 orang
20 orang
40 orang
40 orang

Skor
20732
19442
19968
60142

Hasil analisis data penggunaan rumus korelasi produk moment yaitu sebagai
berikut :
n x y (x) (y)
Rxy=

{n x2 (x)2 }{n y2- (y)2}

20 (19968) (642) (622)

Rxy=

{20(20732) - (642)2} {20(19442) - (622)2}

399360 399324

(414640-412164) - (388840-386884)

36
=

(2476) - (1956)

36
=

520

= 1,58
Dilihat dari hasil perhitungan tersebut tampak bahwa koefisien korelasi dari
pengolahan

data

kuesioner

dengan

rumus

produk

momen

person

adalah1,58 menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel x (narkotika) dan


variabel y (penggunaan narkotika di kalangan remaja), maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan narkotika terhadap pergaulan remaja
Kota Makassar.
Pembahasan hasil angket dengan 20 responden telah kami susun secara sistematis
dan telah kami persentasekan sebagai berikut.
Tabel 4.6
Persentase Pengaruh Narkotika (Variabel X)
SS
No Pernyataan
1

Narkotika

N %

S
N

adalah13 65% 5

musuh nomor satu

TS
%

25% 2

Jumlah

STS
%

10% 0

%
0%

Persentase
(%)
100%

bagi

generasi

muda.
Pergaulan

bebas

sangat

erat
6

30% 12

60% 1

5%

5%

100%

40% 10

50% 2

10% 0

0%

100%

20% 2

10% 0

0%

100%

25% 1

5%

0%

100%

70% 4

20% 1

5%

100%

kaitannya
narkotika.
Faktor lingkungan
dan keluarga dapat
mempengaruhi
3

8
seseorang
menggunakan
narkotika.
Mengkonsumsi

narkotika

adalah

pekerjaan

sia-sia

yang

dapat14 70% 4

menghancurkan
hidup

dan

masa

depan.
Narkotika

jarum

suntik

adalah

penyebab

utama14 70% 5

penularan penyakit
6

HIV/AIDS.
Pengguna
narkotika tidak bisa

5%

14

sembuh.
Menggunakan
narkotika

dapat
7
menyelesaikan

35% 10

50% 2

10% 1

5%

100%

25% 9

45% 3

15% 3

15% 100%

25% 11

55% 4

20% 0

0%

40% 8

40% 2

10% 2

10% 100%

STS

Jumlah

segala masalah.
Narkotika
8

menyerang system5
kerja otak.
Narkotika

menyebabkan

100%

ketergantungan.
Narkotika
dapat
mempengaruhi
10
prestasi

para

remaja.

Tabel 4.7
Persentase Pergaulan Remaja (Variabel Y)
SS
No Pernyataan

N %

S
N

TS
%

Persentase
(%)

Narkotika sudah
1

tidak asing lagi14 70% 6


didengar.

30% 0

0%

0%

100%

Remaja

yang

menggunakan
2

narkotika adalah3
remaja

15% 11 55% 5

25% 1

5%

100%

yang

putus sekolah.
Remaja
menggunakan
3

12 60% 6

30% 2

10%

0%

100%

atas12 60% 4

20% 4

20% 0

0%

100%

35% 3

15% 1

5%

100%

10% 16 80% 2

10% 0

0%

100%

narkotika berarti
remaja gaul.
Remaja
menggunakan
4

narkotika

dasar solidaritas
sesama teman.
Beberapa remaja
yang
menggunakan
narkotika
5

berprinsip

45% 7

bahwa narkotika
dapat
menimbulkan
6

kreativitas.
Remaja paling2
rentan

menggunakan
narkotika.
Tinggal satu atap
bersama
pengguna
narkotika dapat
7

mempengaruhi 3

15% 6

30% 9

45% 2

10% 100%

kita untuk ikut


menggunakan
narkotika
tersebut.
Diskriminasi
terhadap
8

pengguna

25% 11 55% 1

5%

15% 100%

20% 7

35% 5

25% 4

20% 100%

14 70% 3

15% 3

15% 0

0%

narkotika adalah
sikap yang salah.
Seseorang yang
menggunakan
narkotika harus
9
memberitahu
orang lain dalam
komunitasnya.
10 Menggunakan
narkotika dapat
menyelesaikan

100%

segala masalah.
2.

Hasil Wawancara

Berdasarkan hasil wawancara secara langsung diperoleh beberapa responden


yang mengaku menggunakan narkotika. Sebagian dari mereka mengatakan
menggunakan narkotika atas dasar coba-coba. Sebagian lagi karena faktor
keluarga dan lingkungan pergaulan mereka. Mereka tidak mengetahui dampak
yang ditimbulkan dari narkotika yang mereka gunakan. Mereka mendapatkan
narkotika dari teman mereka sendiri. Adapun jenis narkotika yang mereka
gunakan adalah narkotika suntik, ekstasi dan ganja. Tujuan mereka menggunakan
narkotika adalah untuk menenangkan diri dari masalah yang mereka alami di
keluarga ataupun lingkungan sekitar. Sedangkan mereka mengalami kerugian
materi dan kesehatan. Salah satu dari mereka sangat ingin berhenti menggunakan
narkotika. Akan tetapi, mereka sulit untuk berhenti dan ingin terus menggunakan
narkotika.

B.

PEMBAHASAN

Berdasarkan jawaban-jawaban para responden baik yang tertuang di dalam angket


maupun wawancara, maka terjawablah permasalahan pada bab sebelumnya. Di
mata para remaja, narkotika adalah zat yang berbahaya yntuk dikonsumsi dan
disalahgunakan. Tetapi, mereka menganggap bahwa hanya narkotikalah yang bias
memberikan ketenangan kepada mereka dikala mereka mempunyai masalah atau
stress.

Mereka menggunakan narkotika atas dasar rasa ingin tahu yang tinggi dan faktor
keluarga serta lingkungan pergaulan mereka. Mereka terkadang menggunakan
narkotika karena adanya rasa solidaritas dan saling menghargai sesama teman
yang salah. Selain itu, masalah-masalah dalam keluarga dan sekolah juga
mempengaruh seorang remaja untuk menggunakan narkotika.
Adapun dampak yang dirasakan para remaja yang menggunakan narkotika adalah
kesehatan yang terganggu, materi yang semakin terkuras habis, dan sekolah
menjadi terbengkalai.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahwa Narkotika adalah obat terlarang sehingga siapapun yang
mengkonsumsi atau menjualnya akan dikenakan sanksi yang terdapat pada
UU

No.07 Tahun

1997

tentang

Narkotika.

Dilarang

keras

untuk

mengkonsumsi dan menjualnya selain itu di dalam UU RI No.27 Tahun 1997


tentang Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan
kesehatan dan ilmu pengetahuan.
B. Saran
Harapan kami agar di negara kita terutama masyarakat umum
menyadari akan bahaya memakai atau mengkonsumsi Narkotika. Oleh karena
itu, kita sebagai generasi muda seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih
teman bergaul, sebab jika kita salah pilih teman lebih-lebih yang sudah kita
tahu telah menjadi pecandu hendaknya kita berfikir lebih dulu untuk
bersahabat dengan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Abimayu, Soli dan M. Thayeb Manrihu. 1984. Bimbingan dan Penyuluhan


Di Sekolah. Jakarta : CV. Rajawali.

Budianto. 1989. Narkoba dan Pengaruhnya, Ganeca Exact : Bandung.

H.M. Rozy SE, MSc. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama.