Anda di halaman 1dari 6

RANCANG BANGUN GENERATOR TURBIN ANGIN

TIPE AKSIAL KAPASITAS 200 W


Agus Nurtjahjomulyo
Peneliti Bidang Konversi Energi Dirgantara, LAPAN

ABSTRACT
Generator is t h e component of wind turbine t h a t convert mechanical to electrical
energy a n d h a s a specific character which operates at low speed rotation (< 1000 rpm).
Engineering design of wind turbine generator capacity 200 W discussed in this paper
repreaents t h e results of fabrication a n d testing of the generator as a model. The
experiment showed t h a t t h e generator can be producing power 200 W at rotation 4 5 0
rpm with torque about 8.5 Nm.
ABSTRAK
Generator turbin angin merupakan salah s a t u bagian/komponen dari turbin
angin yang berfungsi mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik d a n memiliki
karakter yang spesifik dibandingkan dengan generator lainnya, yakni beroperasi pada
putaran rendah (< 1000 rpm). Rancang bangun generator turbin angin kapasitas 2 0 0 W
yang d i b a h a s dalam tulisan ini menyajikan hasil perancangan, p e m b u a t a n dan
pengujian model generator. Hasil pengujian menunjukkan b a h w a generator ini m a m p u
menghasilkan daya 2 0 0 W pada p u t a r a n 4 5 0 rpm dengan torsi sebesar 8,5 Nm.
Kata k u n c i : Generator, Turbin angin
1

PENDAHULUAN

Turbin angin adalah sebuah sistem


yang m a m p u mengkonversi energi angin
secara langsung menjadi energi listrik.
S a l a h s a t u bagian/komponen turbin
angin yang berfungsi mengkonversi energi
mekanik menjadi energi listrik adalah
generator. Generator turbin angin memiliki
karakter yang spesifik dibandingkan
dengan generator lainnya, yakni m a m p u
menghasilkan energi listrik pada putaran
yang r e n d a h (di b a w a h 1000 rpm). Generator yang memiliki karakter semacam
itu masih jarang dijumpai di pasaran, d a n
walaupun ada, harganya c u k u p mahal
dan h a r u s menunggu dalam jangka waktu
tertentu u n t u k mendapatkannya. Tingginya harga generator mengakibatkan
tingginya h a r g a j u a l turbin angin ke
Masyarakat, k a r e n a hampir 30 - 40 %
dari harga total turbin angin berada di
generator. Masalah ini tentunya h a r u s
segera diatasi agar harga turbin angin
terjangkau oleh masyarakat.

96

Rancang b a n g u n generator turbin


angin kapasitas 2 0 0 W d i m a k s u d k a n
scbagai langkah awal u n t u k memutuskan
ketergantungan pada produk impor.
B a h a n / k o m p o n e n p e m b u a t a n generator
p u t a r a n rendah, hampir 90 % rnenggunakan produk yang tersedia di pasaran
dalam negeri. Sehingga diharapkan produk
turbin angin yang dihasilkan harganya
terjangkau oleh daya beli masyarakat,
terutama di d a e r a h pedesaan d a n pesisir
pantai yang a k a n menjadi s a s a r a n
implementasi- Untuk melengkapi generator
agar menjadi s e b u a h turbin angin, pada
t a h a p berikutnya a k a n dirancang model
rotor (sudu) dan sistem orientasi yang
sesuai dengan karakteristik generator
agar menghasilkan daya keluaran yang
optimal.
Generator turbin angin k a p a s i t a s
2 0 0 W ini m e r u p a k a n hasil pengembangan dari model generator yang diproduksi oleh sebuah p e r u s a h a a n di
Inggris bernama Marlec. Generator ini
menggunakan magnet p e r m a n e n p a d a

rotornya, sehingga. d a p a t secara langsung


menghasilkan energi listrik ketika berputar. Posisi rotor d a n statornya tegak
lurus t e r h a d a p porosnya sehingga dinamakan generator tipe aksial. Generator
kapasitas 2 0 0 W dirancang menggunakan b a h a n m a g n e t p e r m a n e n jenis
Neodynium Ferit Boron (NdFeB), sedangkan stator dirancang menggunakan kawat
tembaga terisolasi (kawat email) yang
dibungkus d e n g a n b a h a n komposit.
Rumah generator t e r b u a t dari b a h a n
komposit yang m e n y a t u d e n g a n s u d u
rotor.
Kegiatan rancang bangun generator
diawali d e n g a n m e n g u m p u l k a n sejumlah
data dan informasi yang berkaitan dengan
generator p u t a r a n r e n d a h , dilanjutkan
dengan perhitungan, p e m b u a t a n gambar
teknis, p e m b u a t a n cetakan d a n model
generator. Kegiatan ini diakhiri dengan
pengujian model generator di laboratorium
Uji SKEA.
2

Fluks magnet didefinisHom seJx^a/

banyaknya garis-garis gaya magnet yang


memiliki kerapatan fluks magnet B
menembus suatu permukaan dengan
luas sebesar A, persamaannya ditunskan dalam b e n t u k :

Besarnya ggl yang timbul akibat


gerakan ini dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode. Metode pertama adalah dengan melihat usaha W
yang diperlukan muatan q untuk bergerak
dari ujung satu ke ujung lain sepanjang
I pada batang konduktor di bawah
pengaruh medan listrik akibat gaya yang
diterima elektxon. Usaha yang dilakukan
muatan q adalah sebesar.

DASAR TEORI

Prinsip kerja generator dalam


mengkonversi energi m e k a n i k menjadi
energi listrik adalah b e r d a s a r k a n h u k u m
Faraday. Hasil penelitian Faraday menunjukkan b a h w a bila s e u t a s kawat a t a u
kumparan k o n d u k t o r b e r a d a dalam
medan magnet yang b e r u b a h t e r h a d a p
waktu, m a k a p a d a ujung-ujung kawat
atau k u m p a r a n konduktor tersebut akan
timbul tegangan a t a u gaya gerak listrik
(ggl) induksi. Demikian p u l a halnya jika
kawat atau kumparan konduktor tersebut
digerak-gerakkan dalam m e d a n magnet
yang tetap. Besarnya tegangan atau ggl
induksi yang timbul p a d a k u m p a r a n
konduktor sebanding d e n g a n b e s a r n y a
perubahan f l u k s magnet y a n g b e r u b a h
terhadap waktu, d a n dituliskan dalam
bentuk p e r s a m a a n :

Metode lain yang juga digunakan


untuk menentukan besarnya ggl yakni
dengan menganggap batang konduktor
bergerak sejauh dx = v dt dalam medan
magnet, maka luasan fluks magnet yang
berubah akibat gerakan tersebut adalah
sebesar dA = I v dt. Masukan hasil ini
kedalam persamaan (2-3), ggl induksi
sama dengan perubahan/fu/cs persatuan
waktu, maka diperoleh

Pada generator, posisi kumparan


konduktor dan medan magnet B tidak
selalu tegak lurus, tetapi membentuk
sudut sebesar 9. Kecepatan v_i tegak
lurus kumparan terhadap medan magnet
akan membentuk sudut sebesar 0. Pada
saat posisi kumparan tegak lurus dengan
medan magnet, ggl-nya akan maksimum,
sedangkan pada saat sejajar dengan
medan magnet ggl-nya akan minimum,
sehingga kecepatannya dapat dituliskan
97

Untuk memperbesar ggl yang


dihasilkan dapat dilakukan dengan cara
menambah jumlah lilitan atau kumparan
dan jumlah kutub magnet. Jika kumparan
konduktor terdiri dari N lilitan dan
jumlah pasang kutubnya adalah P, maka
besarnya ggl dapat dituliskan sebagai
berikut.

l u r u s t e r h a d a p s u m b u p u t a r (aksial).
Rotor terdiri a t a s d u a bilah yang berb e n t u k piringan, masing-masing bilah
berisi 4 p a s a n g m a g n e t p e r m a n e n jenis
NdFeB. Stator b e n t u k n y a bulat pipih
yang berisi k u m p a r a n kawat tembaga
terisolasi b e r b e n t u k segitiga s a m a kaki.
Stator ditempatkan m e n y a t u dengan
s u m b u p u t a r (poros). Ketika rotor d a n
stator d i s a t u k a n , posisi stator diapit oleh
k e d u a bilah rotor. Antara rotor d a n
s u m b u p u t a r dipasang bearing yang
berfungsi
sebagai
bantalan
putar.
G a m b a r 3-1 d a n 3-2 memperlihatkan
gambar teknis model generator 200 W.
3.2 Spesifikasi T e k n i s
T a b e l 3 - 1 : SPESIFIKASI TEKNIS GENERATOR 2 0 0 W

Pada pemakaian praktis, banyak


faktor yang mempengaruhi kinerja sebuah
generator. Faktor-faktor tersebut antara
lain : faktor bentuk, faktor lilitan, faktor
celah udara dan sebagainya. Untuk menentukan besarnya tegangan keluaran
generator, beberapa pendekatan dilakukan, persamaan berikut dapat digunakan
sebagai salah satu rumus pendekatan
dalam pemakaian praktis.

No.
1.

2.

3.

Nama
Komponen
Rotor
Jenis magnet
Jumlah magnet
Ukuran magnet

5.

98

NdFeB
8 pasang
30 x 40 mm

Stator
Jenis kawat
Jumlah lilitan
Jumlah
kumparan

Tembaga email
2x52
8 buah

Diameter kawat
Diameter stator

0,8 mm
220 mm

Poros
Jenis
Diameter
Bahan

4.

Keterangan

Rumah Generator
Bahan

Besi poros berlubang


25 mm
Stainless Steel

Diameter

Fiber glass (polyester)


270 mm

Output
Tegangan
Arus
Daya
Putaran
Fasa
Torsi

24 VDC
9 A
200 W
450 - 500 rpm
1 fasa
8,26 Nm

Gambar 4-1 d a n 4-2. memperlihatkan


bentuk cetakan dan model generator.

Gambar 3 - 1 : Salah satu bilah generator


Gambar 4 - 1 : Model cetakan generator

Gambar 3-2: Model r a n c a n g a n generator


200 W
PEMBUATAN
GENERATOR

DAN

PENGUJIAN

4.1 Pembuatan Model


Setelah memperoleh data-data
spesifik komponen generator d a n memb u a t g a m b a r teknisnya, langkah berikutnya adalah m e m b u a t cetakan rotor d a n
stator sesuai dengan model rancangan
generator tersebut. Beberapa bagian perlu
dimodifikasi u n t u k mempermudah proses
pengerjaan.
Cetakan dibuat dengan
menggunakan b a h a n dari fiber glass d a n
nylon yang dibentuk sesuai dengan
u k u r a n rotor d a n stator.
Setelah cetakan rotor d a n stator
selesai dibuat, kegiatan berikutnya adalah
mencetak rotor d a n stator generator
dengan m e n g g u n a k a n b a h a n dari fiber
glass. Sebelum dicor dengan b a h a n
fiberglass, posisi k u m p a r a n konduktor
pada stator d a n magnet permanen pada
rotor diatur d a n diset dengan menggunakan mal yang telah disiapkan.

Gambar 4-2:Model generator 200 W


4.2 Peralatan Uji
Pengujian generator dilakukan
u n t u k m e n d a p a t k a n data karakteristik
listrik yang dihasilkan generator berupa
tegangan, a r u s , daya d a n torsi. Jenis
peralatan uji d a n prosedur pengujian
dapat dijelaskan sebagai berikut.
Peralatan uji yang digunakan
meliputi :
Simulator berupa motor listrik kapasitas
10 kW yang porosnya dihubungkan
dengan poros generator melalui sabuk
Putaran simulator berkisar a n t a r a
130-830 rpm.
Data Logger yang berfungsi sebagai
alat penerima data yang dikirim oleh
sensor alat u k u r . Melalui tranduser
sinyal yang dikirim oleh sensor alat
dikonversi ke bentuk d a t a digital,
sehingga bisa diterima oleh komputer.
Peralatan ini terdiri dari 20 channel
99

yang dapat digunakan u n t u k mengukur:


tegangan AC, tegangan DC, frekuensi,
temperatur, a r u s d a n p u t a r a n .
Komputer yang berfungsi u n t u k merekam d a n mengolah data yang dihasilkan generator. Komputer ini berisi
program u n t u k mensetting parameter,
mengedit d a n mengoperasikan data
logger
Torsimeter yang berfungsi u n t u k mengu k u r b e s a r n y a torsi yang dihasilkan
generator.

a n t a r a torsi (Nn) d a n daya (w) diperlihatk a n p a d a Gambar 5-3.

4.3 Pengujian
4.3.1 Setting peralatan uji
Peralatan uji disetting sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan sebelum
melakukan
pengujian.
Parameterparameter yang a k a n diuji ditampilkan
dalam layar komputer agar termonitor
selama pengujian berlangsung
4.3.2 Pengujian tanpa beban
Pengujian t a n p a beban dilakukan
untuk mendapatkan data hubungan
a n t a r a tegangan AC yang dihasilkan
generator t e r h a d a p putaran.
4.3.3 Pengujian dengan beban
Pengujian dengan beban dilakukan
u n t u k mengetahui karakteristik tegangan
AC, tegangan DC, arus DC dan daya yang
dihasilkan generator terhadap p u t a r a n .
Beban yang digunakan adalah baterai
40 Ah 24 V d a n lampu 300 W / 3 6 V.
4 . 3 . 4 Pengujian torsi
Pengujian torsi dilakukan u n t u k
m e n d a p a t k a n data besarnya torsi yang
diperlukan generator p a d a p u t a r a n tertentu.

Gambar 5-3: Karakteristik torsi t e r h a d a p


daya

Hasil pengujian t a n p a b e b a n
memperlihatkan bahwa besarnya tegangan keluaran terbuka yang dihasilk a n berbanding lurus dengan besarnya
kenaikan p u t a r a n . Hal ini sesuai dengan
teori d a n hasil perhitungan yang telah
dilakukan. Pengujian dengan beban dim a k s u d k a n u n t u k mengetahui besarnya
daya yang dihasilkan generator. Hasil
pengujian tersebut memperlihatkan bahwa

HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA

5.1 Data Hasil Pengujian


Pengujian dilakukan t a n p a beban
d a n dengan beban yang diperlihatkan
pada Gambar 5-1 d a n 5-2 m e n u n j u k k a n
h u b u n g a n a n t a r a tegangan d a n daya
terhadap p u t a r a n generator (rpm) yang
dalam h a l ini diambil dari 100 rpm500 rpm. Pengujian torsi yaitu hubungan
100

5.2 Analisa Hasil Pengujian

fl^'tH""* f * * J * * * *

daya sebesar 2 0 0 W bisa dicapai p a d a


putaran rotor 4 5 0 rpm. Pada titik tersebut torsi yang diperlukan u n t u k memutar poros generator adalah sebesar
8,5 Nm. Angka-angka tersebut diperlukan
u n t u k m e r a n c a n g s u d u rotor turbin
angin agar daya keluaran yang dihasilkan
turbin angin menjadi optimal.
6

KESIMPULAN

Hasil
rancang
bangun
generator
k a p a s i t a s 2 0 0 W y a n g telah dilakukan
m e n u n j u k k a n b a h w a generator turbin
angin y a n g memiliki k a r a k t e r spesifik
beroperasi p a d a p u t a r a n r e n d a h dapat
dibuat dengan m e n g g u n a k a n b a h a n /
komponen y a n g tersedia di dalam
negeri. Dengan demikian d i h a r a p k a n
biaya produksi/pengadaan turbin angin
dapat lebih ditekan agar harganya
terjangkau oleh d a y a beli m a s y a r a k a t
di Indonesia.
Rancangan ini masih h a r u s lebih
disempurnakan, k a r e n a masih a d a n y a
beberapa kelemahan yang terjadi,
terutama dalam s t r u k t u r d a n komposisi b a h a n komposit yang digunakan.
Rancang b a n g u n generator dengan
kapasitas yang lebih besar a k a n dilakukan p a d a t a h a p berikutnya.
DAFTAR RUJUKAN
Abdul Kadir, 1999. Mesin Sinkron, Penerbit
Djambatan, J a k a r t a .
Akio Toba, Hiroshi Oshsawa, T u k a s a
Miora, Thomas A. Lipo, Experimental Evaluations of the dual Excitation
Permanent
Magnet
Vernier
Machine, Tokyo J a p a n .
Djoko Achyanto,
1997.
Mesin-mesin
Listrik, Penerbit Erlangga.

**f* r*i * - f

* *r'*Jiyi*i*ji**

J 1 1 1 _-t \ / " - +

J\Ji>*Mi#*M A W

I f t^/F*1-

* V

Douglas C. Giancoli, 1999. Physics, Fifth


Edition, Alih B a h a s a : Yuhilza
H a n u m , Irwan Arifin, Penerbit
Erlangga.
E. Mulyadi, C.P. Butterfield, Yih Huei
Wan, 1998. Axial Flux, Modular,
Permanent Magnet Generator with a
Toroidal Winding for Wind Turbine
Applications, NREL, Colorado.
F. Suryatmo, 1984. Teknik Listrik Motor Ss
Generator Arus Bolak Batik, Penerbit
Alumni, Bandung.
H. M. Rusli Harahap, 1996. Mesin Listrik:
Mesin Arus Searah, Penerbit PT
Gramedia P u s t a k a Utama, J a k a r t a .
H.J.Hengeveld, E. H. Lysen, L. M. M.
Paulissen, 1 9 8 1 . Matching of Wind
Rotor To Low Power Electrical Generator For A Given Wind Regime,
Steering Committee for Wind Energy
in Developing Countries.
J.A. de J o n g h , R.P.P. Rijs, J.T.G. Pierik,
Small Wind Turbine Systems For
Battery Charging,
ECN/ARRAKIS
The Netherlands.
L. Soderlund , J.T. Eriksson , J. Salonen,
H. Vihrilla, R. Pirrela, 1996. A
Permanent Magnet
Generator for
Wind Power Applications, Tampere
University of Technology.
M.R Dubois, H. Polinder, J.A. Ferreira
Axial and Radial Flux Permanen
Magnet Generator For Direct - Drive
Wind Turbine, Delft University of
Technology The Netherlands.
S a n g Young J u n g , Ho Yong Choi, Hyun
Kyo J u n g , Performance Evaluation of
Permanent Magnet Linear Generator
For Charging the Battery of Mobile
Apparatus,
School of Electrical
Engineering Seoul National University, Seoul, Korea.

101

Anda mungkin juga menyukai