Anda di halaman 1dari 18

Hannie Qalbina Syaiful

0910313222
Dita Nelvita 0910313228

TRISMUS DALAM BIDANG THT

Preseptor: dr. Dolly Irfandy,


Sp.THT-KL

Definisi Trismus
Trismus adalah suatu keadaan
dimana adanya ketidak mampuan
untuk membuka mulut. Menurut
Dorlands Illustrated Medical
Dictionary, trismus adalah adanya
gangguan motorik pada saraf
trigeminus, terutama spasme otot
pengunyahan disertai kesulitan
membuka mulut.

Penyebab Trismus
Infeksi
Trauma
Perawatan

gigi
Gangguan TMJ
Tumor
Obat-obatan
Radiasi dan kemoterapi
Problem kongenital
Penyebab lain
Dalam THT trismus dapat disebabkan oleh
adanya abses peritonsil (infeksi), fraktur tulang
mandibula (trauma), dan tumor ganas rongga
mulut.

Abses Peritonsil
(Quinsy)
Apabila

terjadi pada anak,


kebanyakan disebabkan karena
penurunan dari sistem imunnya,
dimana infeksi bisa menyebabkan
obstruksi jalan nafas yang signifikan.
Proses ini terjadi sebagai komplikasi
tonsilitis akut atau infeksi yang
bersumber dari mukus Weber di
kutub atas tonsil.

Biasanya

kuman penyebab sama


dengan penyebab tonsilitis, dapat
ditemukan kuman aerob
(Streptococcus pyogens,
Staphylococcus aureus dan
Haemophilus influenzae), dan juga
ditemukan kuman anaerob
(fusobacterium, prevotella,
prophyromonas, peptosterpcoccus
spp).

Pada

stadium permulaan (stadium infiltrat),


selain pembengkakan tampak permukaannya
hiperemis. Bila proses berlanjut, terjadi
supurasi sehingga daerah tersebut lebih lunak.
Pembengkakan peritonsil akan mendorong
tonsil dan uvula ke arah kontralateral. Bila
proses terus berlangsung, peradangan
jaringan sekitarnya akan menyebabkan iritasi
pada m.pterigoid interna, sehingga timbul
trismus. Abses dapat pecah spontan, sehingga
dapat terjadi aspirasi ke paru.

Gejala

dan tanda yang dapat ditemukan pada


abses peritonsil selain dari gejala dan tanda
tonsilitis akut, juga terdapat odinofagia (nyeri
menelan) yang hebat, biasanya disisi yang
sama juga terjadi nyeri telinga (otalgia),
mungkin terdapat muntah (regurgitasi),
mulut berbau (foetor ex ore), banyak ludah
(hipersalivasi), suara gumam (hot potato
voice) dan kadang-kadang sukar membuka
mulut (trismus), serta pembengkakan
kelenjar submandibula dengan nyeri tekan.

Tatalaksana
Pada

stadium infiltrasi, diberikan antibiotika


golongan penisilin 600.000-1.200.000 unit
atau ampisilin/amoksisilin 3-4 x 250-500 mg
atau sefalosporin 3-4 x 250-500 mg atau
metronidazol 3-4 x 250-500 mg dan obat
simtomatik. Juga perlu kumur-kumur dengan
cairan hangat dan kompres dingin pada leher.
Bila telah terbentuk abses, dilakukan pungsi
pada daerah abses, kemudian diinsisi untuk
mengeluarkan nanah. Kemudian pasien
dianjurkan untuk operasi tonsilektomi.

Fraktur Tulang
Mandibula
Fraktur mandibula adalah putusnya
kontinuitas tulang mandibula dan
dapat berakibat fatal bila tidak
ditangani dengan benar. ini paling
sering terjadi. Hal ini disebabkan
oleh kondisi mandibula yang terpisah
dari kranium.

Diagnosis fraktur mandibula tidak sulit,


ditegakkan berdasarkan adanya riwayat
kerusakan rahang bawah dengan
memperhatikan gejala sebagai berikut:
Diagnosis

fraktur mandibula tidak sulit, ditegakkan berdasarkan


adanya riwayat kerusakan rahang bawah dengan memperhatikan
gejala sebagai berikut:
Pembengkakan, ekimosis ataupun laserasi pada kulit yang meliputi
mandibula
Rasa nyeri yang disebabkan oleh kerusakan pada nervus alveolaris
inferior
Anestesia dapat terjadi pada satu sisi bibir bawah, pada gusi atau
pada gigi dimana nervus alveolaris inferior menjadi rusak.
Maloklusi. Adanya fraktur mandibula , sangat sering menimbulkan
maloklusi.
Gangguan morbiditas atau adanya krepitasi
Malfungsi berupa trismus, rasa nyeri waktu mengunyah dan lainlain
Gangguan jalan nafas. Kerusakan hebat pada mandibula
menyebabkan perubahan posisi, trismus, hematoma, edema pada
jaringan lunak, dan lain-lain.

Fraktur dapat terjadi pada satu, dua atau lebih


regio mandibula yaitu: badan, simfisis, sudut,
ramus, prosesus koronoid, prosesus kondilr,
prosesus alveolar.Penanggulangan fraktur
mandibula ini tergantung pada lokasi fraktur,
luasnya fraktur dan keluhan yang diderita.

Tatalaksana
Dapat

digunakan mini atau mikro


plate. Mini plate ini tidak
menimbulkan kallus, bersifat lebih
stabil, tidak memerikan reaksi
jaringan, dapat dipakai untuk waktu
yang lama, dan mudah dikerjakan.
Kekurangannya ialah sulit didapat
dan harganya mahal.

Tumor Ganas Rongga


Mulut
Tumor

ganas rongga mulut adalah tumor ganas


yang terdapat di daerah yang terletak mulai dari
perbatasan kulit-selaput lendir bibir atas dan
bawah sampai ke perbatasan palatum durumpalatum mole di bagian atas dan garis
sirkumvallatae di bagian bawah.
Umumnya penyebab tidak dapat diketahui. Namun
ada beberapa literatur yang mencoba mencari
penyebab dari tumor ganas rongga mulut, yaitu
faktor internal (herediter dan faktor pertumbuhan)
dan faktor eksternal (bakteri, virus, jamur, bahan
kimia, obat-obatan, radiasi, trauma).

Menurut American Joint


Committee on Cancer tahun 1992:
Tumor

primer di bagi dalam TX


(karsinoma in situ), T1 jika diameter
2 cm atau kurang dari 2 cm, T2 jika
diameter antara 2-4 cm, T3 jika
diameter lebih dari 4 cm. Pada T4
tumor sudah menyerang organorgan lain seperti bagian korteks dari
tulang, otot-otot lidah yang lebih
dalam, sinus maksila dan kulit.

Kelenjar

limfa regional dibagi dalam NX kalau tidak


terdeteksi sel tumor pada kelenjar, N0 jika tidak teraba
pembesaran kelenjar, N1 jika diameter 3 cm atau kurang
dari 3 cm, pada sisi yang sama, N2 jika diameter antara 3
s/d 6 cm, pada sisi yang sama atau kurang dari 6 cm
tetapi terdapat pada beberapa kelenjar pada sisi yang
sama, pada kedua sisi atau sisi lain. N2 ini dibagi lagi atas
N2a: 3-6 cm hanya satu (single) pada satu sisi, N2b
kurang dari 6 cm, terdiri dari beberapa (multiple) kelenjar
dan hanya pada 1 sisi, N2c kurang dari 6 cm bisa pada 2
sisi atau sisi kontra lateral, N3 jika ukurannya lebih dari 6
cm.
Tentang metastasis, MX disebut jika tidak diketahuidimana
adanya metastasis, MO tidak ada metastasis jauh, M1
terdapat metastasis jauh.

Tatalaksana
Pemberian

radiasi (radioterapi) saja


hanya dilakukan pada tumor dengan
T1 yang kecil. Selanjutnya tumor
yang besar harus dioperasi. Pada
tumor pangkal lidah yang lebih
besar, dilakukan diseksi leher radikal
pada satu sisi, dan disseksi leher
fungsional pada sisi lain. Sesudah
tindakan operasi umumnya
dilanjutkan dengan radioterapi.

Anda mungkin juga menyukai