Anda di halaman 1dari 1

1.

LANDASAN TEORI
Identifikasi mineral merupakan suatu kegiatan

membuat deskripsi tentang suatu

mineral tertentu. Setelah identifikasi dilakukan, maka kita dapat memberikan nama mineral
tersebut. Mineral adalah anorganik yang terbentuk secara alamiah, memiliki komposisi kimia
yang tetap dan struktur kristal yang beraturan.Di alam ini terdapat lebih dari 2000 jenis
mineral yang diketahui tetapi, hanya beberapa mineral saja yang di jumpai sebagai mineral
pembentuk batuan (Firdaus, 2012).
Kekerasan suatu benda di ukur berdasarkan suatu skala tertentu. Saat ini, skala yang
paling umum digunakan ialah Skala Kekerasan Mohs (Mohs Hardness Scale). Prinsip
dasarnya ialah dengan menggoreskan benda yang akan di ukur kekerasannya dengan benda
lain yang lebih keras. Skala pengukurannya mulai dari 1 hingga 10 dengan intan sebagai
benda terkeras dan talk sebagai yang terlunak(Badgley,P.C. 1959:231).
Semua mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan penyusun atom-atom yang
beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai sifat-sifat fisik/kimiawi tersendiri. Dengan
mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap jenis mineral dapat di kenal, sekaligus kita
mengetahui susunan kimiawinya dalam batas-batas tertentu(Graha, 1987).
Tekstur batuan mempunyai arti penting dalam mengedintifikasi mineral karena
mencerminkan proses yang telah dialamin batuan tersebut terutama proses transportasi dan
pengendapannya, tekstur juga dapat digunakan untuk menginterpetasi lingkungan
pengendapan batuan(Doddy, 1987).