Anda di halaman 1dari 4

1.

Tujuan pengujian konveksi paksa aliran udara pada pipa horizontal adalah :

Mencari nilai koefisien perpindahan panas keseluruhan untuk variasi tertentu


seperti laju alir, temperatur udara keluar dan temperatur dinding pada pipa
horizontal.

Menemukan korelasi antara bilangan Reynolds untuk menentukan kecepatan


laju alir dan bilangan Nusselt untuk mengetahui temperatur dinding

2. Aliran Laminar adalah aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisanlapisan (lanima-lamina) membentuk garis-garis alir yang tidak berpotongan satu
sama lain.

Aliran Turbulen adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya bergerak secara


acak dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling interaksi. Akibat
dari hal tersebut garis alir antar partikel fluidanya saling berpotongan. Oleh
Osborne Reynold digambarkan sebagai bentuk yang tidak stabil yang bercampur
dalam waktu yang cepat yang selanjutnya memecah dan menjadi takterlihat.
Aliran turbulen mempunyai bilangan reynold yang lebih besar dari 4000.

Aliran transisi yaitu merupakan salah satu aliran-aliran peralihan dari aliran
laminar ke aliran yang turbulen.

3. -Balon udara Panas: Alasan utama di balik balon udara panas tinggal di udara
untuk waktu yang lama, adalah terkait dengan prinsip konveksi. Udara di dalam
balon terus dipanaskan, yang membuatnya lebih hangat. Udara hangat ini naik
dan balon juga.

-Hujan badai: Udara hangat dari lautan naik di udara dan berubah menjadi
tetesan air jenuh yang membentuk awan. Ketika proses ini terus berlanjut, awan
kecil saling bertabrakan dan awan besar terbentuk. Setelah mencapai tahap
pertumbuhan akhir, awan kumulonimbus atau badai terbentuk.

-Konveksi Oven: Dalam konveksi oven, prinsip konveksi paksa yang digunakan.
Udara di kompartemen dipaksa dengan panas dengan menggunakan elemen
pemanas. Karena pemanasan ini, molekul udara berkembang dan bergerak.
Makanan yang dimasak di dalam karena udara hangat ini.

4. Bilangan Reynolds menggambarkan karakteristik aliran fluida apakah bersifat


laminar atau turbulen. Bilangan Reynolds merupakan bilangan tak dimensional
yang didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya inersia terhadap gaya
viscous adalam sisitem aliran fluida.
Re

u m D

Bilangan Nusselt adalah rasio pindah panas konveksi dan konduksi normal
terhadap batas dalam kasus pindah panas pada permukaan fluida; bilangan
Nusselt adalah satuan tak berdimensi yang dinamai menggunakan nama
Wilhelm Nusselt. Komponen konduktif diukur di bawah kondisi yang sama
dengan konveksi dengan kondisi fluida stagnan atau tidak bergerak.

Bilangan Prandtl adalah bilangan tanpa dimensi yang merupakan fungsi dari
sifat-sifat fluida. Bilangan Prandtl didefinisikan sebagai perbandingan viskositas
kinematik terhadap difusitas thermal fluida.

Hubungannya adalah untuk bilangan Reynolds itu mengidentifikasi tentang


suatu aliran (laminar/turbulen) yang berdasarkan gaya inersia dibagi gaya
viskositas. Untuk bilangan Nusselt itu mengidentifikasi jika suatu perpindahan
panas melalui fluida yang bergerak itu disebut konveksi dan jika fluida itu tidak

bergerak maka disebut konduksi. Untuk bilangan Prandtl itu mengidentifikasi


tebal atau tidaknya suatu lapisan batas thermal dan kecepatan pada suatu
material.
5. Jurnal