Anda di halaman 1dari 35

BAB II

FUNGSI DAN LIMITNYA


2.1 Fungsi dan Grafiknya
Misal A = {a1,a2, a3, a4, a5}, B = {b1, b2, b3, b4, b5} adalah dua
himpunan yang anggotanya berhingga, maka dapat dibuat hubungan
(relasi) antara himpunan A dan B, seperti gambar berikut.

Andaikan A dan B anggotanya tidak berhingga, maka dapat dibuat


garis real dalam bentuk sumbu koordinat X dan Y. Semua titik pada
sumbu X disebut domain (daerah asal alamiah) sedang semua titik
pada sumbu Y yang mempunyai pra peta di A disebut renge.

y1

P ( x1 , y1 )

x1

Definisi:

45

Fungsi

adalah

suatu

aturan

korespondensi

satu-satu

yang

menghubungkan setiap objek x dalam suatu himpunan, yang disebut


daerah asal (domain) dengan sebuah nilai tunggal f(x) dari suatu
himpunan yang kedua. Himpunan nilai yang diperoleh secara
demikian disebut daerah hasil (range).
Untuk memberi nama suatu fungsi digunakan simbol berupa f atau F.
Maka f(x) dibaca fungsi f pada x. Hal ini menunjukkan nilai yang
diberikan oleh fungsi f terhadap nilai x.
Jadi secara umum jika f : A -> B adalah fungsi f dari disebut Range.
Untuk menentukan daerah asal dan daerah hasil statu fungsi secara
lengkap kita harus menyatakan, disamping aturan yang bersesuian
daerah asal fungsi. Misalnya jika f adalah fungsi dengan aturan f(x) =
x + 1 maka daerah asal alamiah (domain) f(x) adalah semua bilangan
real dan daerah hasil (range) adalah semua bilangan real. f(x) = x + 1
daerah asal alamiahnya semua bilangan real karena untuk setiap x
bilangan real f(x) mempunyai nilai.
Contoh
Tentukan daerah asal alamiah dan Range dari:
1. f(x) =

1 x

Jawab
Daerah asal alamiah (D) = {x|x < 1} = (- ,1)
Daerah hasil (R) = {y|x 0 } = [0, )
2. f(x) =

1
1 x2

Jawab
Daerah asal alamiah (D) = R {-1,1}
Daerah hasil (R) = R {0}
3. f(x) =

x2 1

Jawab

46

Daerah asal alamiah (D) = [-1,1]


Daerah hasil (R) = [0,1]
4. f(x)

1
x 1

Jawab
Daerah asal alamiah (D) = (1, )
Daerah hasil (R) = (0,1)
Catatan
Misal f(x), g(x) fungsi-fungsi yang terdefinisi pada interval tertentu
dalam R,
1. Jika f(x) = f(-x) maka f(x) disebut fungsi genap
Contoh
a. f(x) = x 2 x 4 adalah fungsi ganjil karena f(-x) = (-x) 2 -(-x) 2 = x 2 x 4
b. f(x) =

1
1 x2

adalah fungsi genap

c. f(x) = 6 adalah fungsi genap


2. Jika f(x) = f(-x) maka f(x) disebut fungsi ganjil
Contoh
a. f(x) = x 3 x adalah fungsi ganjil
b. f(x) =

2
2 x3

adalah fungsi ganjil

3. jika f(x) = f(-x) = -f(x) maka f(x) disebut fungsi genap dan ganjil
Contoh
a. f(x) = 0 fungsi genap dan ganjil karena f(x) = 0, -f(x) = -0 = 0 dan
f(-x) = 0

sehingga f(x) = f(-x) = -f(x)

4. jika f(x) f ( x) f ( x) maka f(x) disebut fungsi tidak genap tidak


ganjil.

47

Contoh
a. f(x) = 1 x adalah fungsi bukan genap dan bukan ganjil
b. f(x) = x - x 2 adalah fungsi bukan genap bukan ganjil
c. f(x) =

1
adalah bukan fungsi genap bukan fungsi ganjil.
1 x

2.2 Operasi Pada Fungsi


Sepertihalnya dengan bilangan, fungsi dapat dioperasikan
dengan tanda operasi pada bilangan. Operasi tersebut adalah +
(jumlah), - (selisih), : (pembagian), dan . (perkalian).
Misal f(x) dan g(x) dua fungsi yang terdefinisi pada suatu selang,
maka operasinya adalah:
1. f(x) + g(x) = (f+g)(x)
2. f(x) g(x) = (f-g)(x)
3. f(x) x g(x) = (fxg)(x)
4.

f ( x) f
( x) asalkan g ( x) 0

g ( x) g

f ( x). f ( x). f ( x ). f ( x ).... f ( x)


( f . f . f . f ... f )( x )
5. = = f ( x ) n = f n (x)
n faktor

n faktor

Selain

operasi

di

atas,

dua

fungsi

atau

lebih

dapat

dikomposisikan. Jika fungsi f mempunyai daerah hasil f(x) dan fungsi


g mempunyai daerah definisi g(f(x)). Maka dapat dikatakan kita telah
mengkomposisikan g(x) dengan f(x). Fungsi yang dihasilkan disebut
komposisi fungsi g dengan fungsi f dan dinotasikan dengan gof,
sehingga
(gof)(x) = g(f(x)).
Dengan cara yang sama kita juga dapat melakukan komposisi
f(x) dengan g(x). Fungsi yang dihasilkan disebut komposisi fungsi f
dengan fungsi g dan dinotasikan dengan fog, sehingga
(fog)(x) = f(g(x)).
Contoh

48

1. f(x) =

x2 4 ,

1
1 x

g(x) = 2 +

a. f(x) + g(x) =

x2 4

+ (2 +

b. f(x) - g(x) =

x2 4

- (2 +

c. f(x). g(x) = ( x 2 4 )(2 +

a. (fog)(x)

= f(g(x))
=

= g(f(x))
= 1-

1 x

Berdasarkan a dan b (fog)(x)


1
, g(x) =
2x

3. f(x) =

1
)
1 x

=1(1b. (gof)(x)

1
)
1 x

1
)
1 x

d. f(x) : g(x) = ( x 2 4 ):(2 +


2. f(x) = 1- x , g(x) = 1 -

1
)
1 x

(gof)(x)

1 x2

a. (fog)(x) = f(g(x))
=
b. (gof)(x)

1
2 1 x2

= g(f(x))

2 x

3 4x x 2
4 4x x 2

2
4 4x x

Berdasarkan a dan b (fog)(x) ( gof )( x)


Soal-soal

49

1. Tentukan daerah definisi dan daerah hasil dari fungsi berikut:


a) f(x) = 1-

1 x

b) g(x) =

1
2x

c) f(x) =

1 x2

d) g(x) = 1- x 2
e) f(x) =

1
,
2x

f) (x) = x 3 1
g) f(x) = x2 + 4,
2
x3

e. g(x) =

( x ) jika:
2. Tentukan daerah definisi (f+g)(x), (f-g)(x), (f.g)(x), dan
g

a. f(x) = 1b. f(x) =


c. f(x) =

1 x

1 x2

, g(x) =

, g(x) = 1- x 2

1
, g(x) = x 3 1
2x

d. f(x) = x2 + 4, g(x) =
e. f(x) =

1
2x

x 2 3,

2
x3

g(x) =

x 1

3. Tentukan (fog)(x) dan (gof)(x) jika


a. f(x) = 1b. f(x) =
c. f(x) =

1 x

1 x2

, g(x) =

, g(x) = 1- x 2

1
, g(x) = x 3 1
2x

d. f(x) = x2 + 4, g(x) =
e. f(x) =

1
2x

x 2 3,

2
x3

g(x) =

x 1

50

2.3 Fungsi Trigonometri


C

r
A

Pada gambar di atas, ABC adalah sebarang segitiga yang salah


satu sudutnya dan siku-siku pada CBA. Dengan memisalkan AB
= x, BC = y dan AC = r. maka berdasarkan segitiga tersebut terdapat
6

perbandingan

sisi-sisi

segitiga

(goniometri)

yaitu:

AB BC BC AC AC AB
,
,
,
,
,
AC AC AB AB BC BC

Karena A = maka perbandingan tersebut dinyatakan dengan:


1. sin

BC
y
=
AC
r

2. cos

AB
x
=
AC
r

3. tan

BC
y
=
AB
x

x
1
1

AB
y
4. cot
= y
tan
BC
x
AC
5. sec
AB

6. csc

r
1
1

x
x
cos
r

r
1
1
AC

y
y
sin
BC
r

Karena ABC salah satu sudutnya siku-siku, maka menurut teorema


Pitgoras berlaku:

51

AB 2 BC 2 AC 2
x2 y2 r 2

Selanjutnya

secara

berurutan

membagi

persamaan

x2 y2 r 2

dengan r2, x2 dan y2 diperoleh persamaan baru


1.

x2
y2 r2

2
r2
r2
r

cos

12

sin 1
2

cos 2 sin 2 1 (1)

2.

x2
y2 r2

2
x2
x2
x

y
1

1 tan (sec ) 2
2

1 tan 2 sec 2 ( 2)

3.

x2
y2
r2
2 2
2
y
y
y

12
y

cot

1 (csc ) 2

cot 2 1 csc 2 (3)

Persamaan (1), (2), dan (3) di atas dinamakan rumus identitas.


Selanjutnya

berdasarkans

perbandingan

tersebut

dapat

dibuat

beberapa humus tentang fungsi trigonometri.


Perhatikan gambar berikut ini.
k

52

Pada

P Q
gambar

di

atas

terdapat

QOT , TSU , OTU , dan OPU


QOT TSU

segitiga

siku-siku,

yaitu

dan diketahui QOT , TOU .

sehingga SUT

Berdasarkan OPU diperoleh perbandingan panjang sisi


Sin POU

UP
dengan UP = PS + SU
OU

Karena QOT TSU maka SU = UT cos

Karena PS = QT dan karena OQT siku-siku di TQU maka OQ = OT


cos

dan QT = OT sin

Karena OTU siku-siku di OTU maka OT = OU cos dan UT = OU


sin
Karena POU
Sin POU

UP
OU

sin ( ) =

UP
OU

PS SU
OU

QT SU
OU

OT sin UT cos
OU

OU cos sin OU sin cos


OU

Sehingga diperoleh rumus sin ( +

) =

sin cos sin cos

............ (4)
Dengan cara yang sama diperoleh:

53

cos POU

OP
, OP = OQ PQ
OU

Karena QOT TSU maka SU = UT cos

Karena PQ = ST dan karena UST siku-siku di TSU maka ST = SU


sin

Karena OTU siku-siku di OTU maka OT = OU cos dan UT = OU


sin
Karena OQT siku-siku di TQU maka OQ = OT cos
sin

dan QT = OT

Karena POU
cos POU

UP
OU

cos ( ) =

OP
OU

OQ PQ
OU

OQ ST
OU

=
=

OT cos UT sin
OU

OU cos cos OU sin sin


OU

Sehinggda diperoleh rumus cos ( + ) = cos cos sin sin


............ (5)
Berdasarkan (4) dan (5) dapat ditentukan rumus lain
Sin ( ) = sin ( ( ))
= sin cos ( ) cos sin ( )
= sin cos cos ( sin )
= sin cos cos sin ...........(6)
Cos ( ) = cos ( ( ))
= cos cos ( ) sin sin ( )
= cos cos sin ( sin )

54

= cos cos sin sin ...........(7)


tan ( )

sin ( )
cos( )
sin cos cos sin

= cos cos sin sin

Persamaan di atas dibagi dengan cos cos , diperoleh:


sin
cos
= cos
cos

cos
cos sin

cos cos cos


cos
sin sin

cos cos cos

sin
sin

cos
cos
=
sin cos
1
cos cos
tan tan

= 1 tan tan
tan tan

Sehingga tan ( ) = 1 tan tan


tan ( )

.................... (8)

sin ( )
cos( )
sin cos cos sin

= cos cos sin sin


Persamaan di atas dibagi dengan cos cos , diperoleh:
sin
cos
= cos
cos

cos
cos sin

cos cos cos


cos
sin sin

cos cos cos

sin
sin

cos cos
=
sin cos
1
cos cos
tan tan

= 1 tan tan
tan tan

Sehingga tan ( ) = 1 tan tan

.................... (9)

Beberapa rumus fungsi trigonometri yang lain adalah:

55

1. sin( ) sin
2. cos( ) cos
3. tan( ) tan


cos

2
2

4. sin sin 2 sin

5. cos cos 2 cos

cos

6. sin 2 2 sin cos


7. cos 2 cos 2 sin 2 2 cos 2 1 1 2 sin 2
1
2

8. sin sin [cos( ) cos( )]


1
2

9. cos cos [cos( ) cos( )]


10.

sin cos

11.

sin

x

2

1
[sin( ) sin( )]
2
1 cos x
2

Bukti:
Berdasarkan rumus jumlah dua sudut diperoleh
Cos 2x = Cos (x+x)
= Cos 2 x Sin 2 x
= (1 sin 2 x) sin 2 x)
= 1- 2 sin2x
2 Sin 2 x 1 Cos 2 x

Sin 2 x

1 Cos 2 x
2

Sin x

1 cos 2 x
2

Dengan cara yang sama


x

2

Sin

1 cos

x
2

56

Menurut rumus sudut ganda dua sudut


Sin 2x = 2 sin x cos x
x

2

12.

cos

1 cos x
2

Bukti:
Berdasarkan rumus jumlah dua sudut diperoleh
Cos 2x = Cos (x+x)
= Cos 2 x Sin 2 x
= Cos 2 x (1 cos 2 x)
= 2 cos2x -1
2 Cos 2 x 1 Cos 2 x

Cos 2 x

1 Cos 2 x
2

Cos x

1 cos 2 x
2

Dengan cara yang sama


x

Cos

x
1 cos 2
2

rumus di atas ditinggalkan oleh penulis untuk menjadi latihan bagi


pembaca.
Soal-soal
1. Selidiki fungsi berikut genap, ganjil, bukan genap ataupun ganjil
a. f(x) = cos x + sin x
b. f(x) = sec x
c. f(x) = cos (sin t)
d. f(x) = sin 2 x

57

e. f(x) = x 2 sin x
f. f(x) =

sin 4 x

2. Buktikan kesamaan berikut.


a. (1+ sin x)(1- sin x) =

1
sec 2 x

b. (sec x-1)(sec x +1) = tan 2 x


c. sec x sin x cos x = cos x
d.

sec 2 x 1
sin 2 x
sec 2 x

e. sin 2 x

1
1
sec 2 x

f. cos 3y = 4 cos 3 y 3 cos y


g. sin 4s = 8 sin s cos 3 s 4 sin s cos s
h. (1+ cos x)(1- cos x) = sin 2 x
i.

sin p
cos p

1
cos p
sec p

j. (1 - cos 2 x)(1 cot 2 x) 1


k. sin t(csc t sin t) = cos 2 t
l.

1 csc 2 y
1

csc 2 y
sec 2 t

2.4 Limit Fungsi


a. Limit Fungsi di Satu Titik
Perhatikan fungsi f(x) =

2x 2 x 3
x 1

Fungsi di atas mempunyai daerah definisi (D) = R {1}


Bagaimana nilai f(x) jika x diganti dengan sebarang bilangan real
yang mendekati 1.
Perhatikan tabel berikut ini
x

0,9

0,9

0,9

0,99

....

....

1,00

1,0

1,0

1,1

58

f(x

4,8

9
4,9

99
4,9

99
4,99

98

98

...

....

01
5,00

01
5,0

1
5,0

02

02

5,2

Berdasarkan tabel di atas,


1. Jika jarak x dengan 1 kurang dari 0,1 maka jarak f(x) dengan 5
kurang dari 0,2
2. Jika jarak x dengan 1 kurang dari 0,01 maka jarak f(x) dengan 5
kurang dari 0,02
3. Jika jarak x dengan 1 kurang dari 0,001 maka jarak f(x) dengan 5
kurang dari 0,002
4. Jika jarak x dengan 1 kurang dari 0,0001 maka jarak f(x) dengan 5
kurang dari 0,0002
5. dan seterusnya.
Dengan menggunakan notasi harga mutlak untuk menyatakan jarak,
maka berdasarkan tabel di atas,
1. Jika 0 <|x-1|< 0,1 maka |f(x) 5 | < 0,2
2. Jika 0 <|x-1|< 0,01 maka |f(x) 5 | < 0,02
3. Jika 0 <|x-1|< 0,001 maka |f(x) 5 | < 0,002
4. Jika 0 <|x-1|< 0,0001 maka |f(x) 5 | < 0,0002
5. dan seterusnya
Dengan meninjau dari sudut lain, yaitu dengan terlebih dahulu
memandang lebih dahulu nilai f(x). Nilai f(x) didekatkan ke 5
sekehendak kita asalkan nilai diambil cukup denkat dengan 1, Artinya
|f(x)-5| dapat kita buat sekehendak kita,asalkan |x - 1| cukup kecil
pula dan x

1. Lambang-lambang yang biasa digunakan untuk selisih

yang kecil ini adalah bilangan positip

(epsilon) dan (delta).

Sehingga kita menyatakan dengan


|f(x) - 5| <

apabila 0 < |x-1|< .....(1)

59

Adalah penting untuk memahami besarnya bilangan positip


tergantung dari besarnya bilangan positip

Berdasarkan tabel kita dapatkan |f(x)- 5 | 0,2 jika |x-1| 0,1. Jadi
untuk 0,2 ada 0,1 dan berlaku |f(x) 5 |< 0,2 apabila 0 < |x1|< 0,01. Hal ini adalah pernyataan (1) dengan
Demikian pula

= 0,2 dan = 0,1.

= 0,002 dan = 0,001 dan dikatakan

|f(x) 5 |< 0,002 apabila 0 < |x-1|< 0,001, Hal ini bersesuaian
dengan pernyataan (1) dengan

= 0,002 dan = 0,001.

Bagaimanapun kecilnya bilangan positip


ditentukan bilangan positip

diberikan selalu dapat

yang tergantung pada besarnya

tersebut sehinggaberlaku:
|f(x) - 5| <

apabila 0 < |x-1|<

Karena untuk sebarang


|f(x) - 5| <

> 0 dapat ditentukan > 0 sehingga

apabila 0 < |x-1|<

Maka kita nengatakan lim f(x) untuk x mendekati 1 adalah 5 dan


pernyataan ini ditulis dengan
Lim f ( x) 5 atau Lim
x 1

x 1

2x2 x 3
5
x 1

Definisi
Misal f suatu fungsi yangdidefinisikan pada selanh buka I yang
memua a kecuali di a sendiri, Limit f(x) untuk x mendekati a adalah L,

f ( x) L , Jika untuk setiap bilangan


a,L bilangan real ditulis dengan Lim
x a

> 0 ada bilangan

> 0 sehingga |f(x) - L| <

apabila 0 < |x- a|<

dan ditulis dalam bentuk singkat

Lim f ( x) L
x a

>0 >0

|f(x) - L| < bila 0 < |x- a|<

b. Teorema Limit

60

Misal a bilangan bulat positip, k bilangan real, f(x) dan g(x) adalah
fungsi-fungsi yang memiliki limit di c, maka:
1.

Lim k k
x c

xc
2. Lim
x c
3.

Lim k f ( x) k Lim f ( x)
x c

x c

{ f ( x) g ( x)} Lim f ( x) Lim g ( x)


4. Lim
x c
x c
x c
{ f ( x ) g ( x )} Lim f ( x) Lim g ( x )
5. Lim
x c
x c
x c
{ f ( x ) g ( x )} Lim f ( x ) Lim g ( x)
6. Lim
x c
xc
xc

7. Lim
xc

f ( x)
f ( x) Lim
xc
, asalkan Lim g ( x) 0
xc
g ( x) Lim g ( x)
xc

f ( x) Lim
f ( x)
8. Lim
x c
x c
n

n f ( x ) n Lim f ( x )
9. Lim
x c
x c

Teorema di atas, dapat diaplikasikan dalam banyak hal pada


penyelesaian soal-soal tentang limit.
Contoh:

3x 2 3 Lim x 2 ........(3)
1. Lim
x 2
x 2

x
= 3 Lim
x 2

....(8)

= 3(2) 2 ..........(2)
= 12
Soal-soal

f ( x) 3 dan Lim g ( x) 1
1. Jika Lim
xa
xa
Tentukan:

61

f 2 ( x) g 2 ( x) ...
a. Lim
xa

Jawab

Lim f (x) g (x) Lim{f (x) g (x)


2 2

x a

2 2

x a

3 f ( x) g ( x ) 3
b. Lim
xa

c. Lim
xa

........(9)

Lim f 2 ( x) Lim g 2 ( x) .....(4)


xa
xa

Lim f ( x) Lim g ( x)

32 ( 1) 2

10

xa

xa

.....(8)

2 f ( x) 3g ( x)
f ( x) g ( x)

2.5 Limit Sepihak


Pada definisi limit fungsi di satu titik, f(x) terdefinisi pada suatu selang
buka yang memuat a, keculai mungkin di a sendiri. Artinya nilai-nilai x
yang dekat dengan a, dapat kurang dari a dan dapat lebih dari a.
Misal f(x) =

16 x 2

Fungsi di atas tidak terdefinisi dalam selang buka yang memuat -4,
juga tidak terdefinisi dalam selang buka yang memuat 4, hal ini
dikarenakan daerah definisi f(x) =

16 x 2

adalah [-4,4], Dengan

demikian kita dapat mengatakan

62

Lim 16 x 2 dan Lim 16 x 2


x 4
x 4

Namun demikian f(x) =

16 x 2

dapat dibuat sedekat mungkin

menurut kehendak kita ke 0, dengan memilih nilai x yang cukup dekat


dengan -4 (asalkan lebih besar -4). Dengan kata lain f(x) =

16 x 2

akan mendekati 0 dengan memilih x yang dekat denga (-4) dari arah
kanan. Sehingga f(x) =

16 x 2

mempunyai limit kanan di -4 dengan

nilai limit 0 dan ditulis

16 x 2 = L = 0.

Lim

x 4

Demikian juga f(x) =

16 x 2

dapat dibuat sedekat mungkin menurut

kehendak kita ke 0, dengan memilih nilai x yang cukup dekat dengan


4 (asalkan lebih kecil dari 4). Dengan kata lain f(x) =

16 x 2

akan

mendekati 0 dengan memilih x yang dekat dengan (4) dari arah kiri.
Sehingga f(x) =

16 x 2

mempunyai limit kiri di 4 dengan nilai limit 0

dan ditulis

Lim
x4

16 x 2 = L = 0

Limit dari arah kiri atau dari arah kanan di suatu titik dinamakan limit
sepihak dan didefinisikan sebagai berikut.
1) Misal f(x) suatu fungsi yang didefinisikan disetiap titik pada (a,c).
Limit f(x) untuk x mendekati a dari kanan, adalah L, a

R, L R

Lim f ( x) L
x a

Jika untuk setiap bilangan 0 ada bilangan > 0 sehingga


f ( x ) L apabila 0 x a

Secara singkat ditulis

Lim f ( x ) L
x a

0 0 f ( x ) L bila 0 x a

2) Misal f(x) suatu fungsi yang didefinisikan disetiap titik pada (d,a).
Limit f(x) untuk x mendekati a dari kiri adalah L, a

R, L R

63

Lim f ( x) L

xa

Jika untuk setiap bilangan 0 ada bilangan > 0 sehingga


f ( x ) L apabila x a 0

Secara singkat ditulis

Lim f ( x) L
x a

0 0 f ( x ) L bila x a 0

2.6 Limit di Tak Hingga


Perhatikan fungsi
f(x) =

2x 2
x2 1

f(x) mempunyai daerah definisi semua bilangan real (R)


Nilai f(x) mendekati 2 apabila peubah x bertambah besar atau
bertambah kecil. Hal ini berarti f(x) dapat dibuat sedekat mungkin ke
2. Dengan kata lain jarak f(x) dengan 2 dapat dibuat lebih kecil dari
bilangan positip sebarang. Dengan cara mengambil x cukup besar
(lebih besar dari bilangan positip tertentu), atau dengan cara
mengambil x cukup kecil (lebih kecil dari bilangan negatip tertentu).
Dalam kasus x mengambil nilai cukup besar, kita menyatakan
dengan lambang
Lim f ( x) Lim x

2x 2
= 2, dan
x2 1

Lim f ( x ) Lim x

2x 2
=2
x2 1

Kedua bentuk di atas dinamakan limit di tak hingga danlah


didefiniskan sebagai berikut:
1) Misal f(x) didefinisikan disetiap titik pada (a,+ ). Jika limit f(x)
untuk x menuju positip tak hingga adalah L dan ditulis

64

Lim f ( x) L

Jika untuk setiap bilangan 0 ada bilangan P > 0 sehingga


f ( x ) L apabila x P

Secara singkat ditulis

Lim f ( x) L

0 P 0 f ( x) L bila x P

2) Misal f(x) didefinisikan disetiap titik pada (- ,b). Jika limit f(x)
untuk x menuju negatip tak hingga adalah L dan ditulis

Lim f ( x ) L

Jika untuk setiap bilangan 0 ada bilangan N < 0 sehingga


f ( x ) L apabila x N

Secara singkat ditulis

Lim f ( x ) L

0 N 0 f ( x) L bila x N

2.7 Limit Tak Hingga


Dalam definisi limit fungsi di satu titik, fungsi f terdefinisi pada
selang terbuka yang memuat a, kecuali mungkin di a itu sendiri.
Tetapi ada kalanya fungsi f(x) akan membesar tanpa batas atau
mengecil tanpa batas apabila x mendekati a.
Sebelum kita mendefinisikan limit tak hingga, perhatikan
terlebih dahulu fungsi-fungsi berikut.
a) f(x) =

1
( x 3) 2

b) g(x) =

1
( x 3) 2

Fungsi f(x) dan g(x) di atas terdefinisi pada selang buka yang memuat
3 kecuali di 3 sendiri. Bagaimana nilai f(x) dan g(x) apabila x
mendekati 3?

65

Nilai f(x) akan membesar tanpa batas, artinya nilai f(x) dapat dibuat
lebih besar dari bilangan positip manapun, asalkan nilai x cukup dekat
dengan 3 dan bukan x = 3. Sebaliknya nilai g(x) mengecil tanpa
batas, artinya nilai g(x) dapat dibuat lebih kecil dari bilangan negatip
manapun apabila x cukup dekat dengan 3 dan bukan x = 3. Hal
demikian di atas dinamakan dengan limit tak hingga dan ditulis
dengan
f ( x) Lim
a) Lim
x 3
x 3

( x 3) 2

g ( x ) Lim
b) Lim
x 3
x 3

( x 3) 2

Limit tak hingga didefinisikan sebagai berikut:


1) Misalkan f(x) didefinisikan di setiap titik pada selang buka I = (a,b)
yang memuat a kecuali mungkin di a sendiri. Limit f(x) untuk x
mendekati a adalah positip tak hingga, dan ditulis

Lim f (x)
x a

Jika untuk setiap bilangan P > 0 ada bilangan 0 sehingga f(x) >
P apabila 0 < |x-a|< . Secara singkat ditulis

Lim f (x)
xa

P 0 0 f ( x ) P bila 0 x a

2) Misalkan f(x) didefinisikan di setipa titik pada selang buka I = (a,b)


yang memuat a kecuali mungkin di a sendiri. Limit f(x) untuk x
mendekati a adalah negatif tak hingga, dan ditulis

Lim f (x )
xa

Jika untuk setiap bilangan P < 0 ada bilangan 0 sehingga f(x)


< N apabila 0 < |x-a|< . Secara singkat ditulis

Lim f (x)
x a

N 0 0 f ( x ) N bila 0 x a

Catatan

66

1) Teorema limit di satu titik berlaku pada limit di tak hingga dan limit
tak hingga.
2) Secara umum limit tak hingga bernilai tak hingga, sedang limit di
tak hingga dapat bernilai tak hingga atau berhingga.

2.8

Bentuk Tak Tentu

Setiap menyelesaikan tentang limit, kita dihadapkan pada bentuk


pembagian atau perkalian. Bentuk yang sering ditemukan ada 3
macam, yaitu :
1. Bentuk terdefinisi (tertentu) : yaitu bentuk yang nilainya ada dan
tertentu, misalnya :

6
3

, 40 .

2. Bentuk tak terdefinisi : yaitu bentuk yang tidak mempunyai


nilai, misalnya :

5
0

3. Bentuk tak tentu : yaitu bentuk yang nilainya sembarang,


misalnya :

0
0

, , ,1

Penting : Persoalan limit adalah mengubah bentuk tak tentuk


menjadi bentuk tertentu.
Untuk jelasnya dapat dilihat pada pembahasan berikit ini:
Limit Fungsi Aljabar

f (x ) f (a )
Jika diketahui fungsi f(x) dan nilai f(a) terdefinisi, maka lim
x a
Contoh :

x 2 2x ) (32 2(3)) 9 6 15
1. lim(
x 3
2.

lim 5x x 7x
2

x 0

02 0
5( 0 ) 7

70 0

67

Berikut ini akan dibahas limit Limit Fungsi Aljabar Bentuk Tak Tentu
yaitu :

0
0

, , dan 1 .

Limit Bentuk

00

Limit ini dapat diselesaikan dengan memfaktorkan pembilang dan


penyebutnya,

kemudian

mencoret

faktor

yang

sama,

lalu

substitusikan nilai x = a.
f (x )
(x a)P(x)
lim
lim
x a g(x) x a (x a)Q(x)

P(x)
x a Q(x)

lim

P(a)
Q(a)

Catatan :
1. Karena xa, maka (xa) 0 sehingga pembilang dan penyebut
boleh dibagi dengan (x a)
2. Nilai limitnya ada dengan syarat : Q(a) 0
3. Jika pembilang atau penyebutnya memuat bentuk akar, maka
sebelum difaktorkan dikalikan dulu dengan bentuk sekawannya.
Contoh :
1.

lim x x25x9 6 lim ((xx 33)()(xx 23)) lim xx 23

2.

lim xx3 4xx 252xx

x 3

x 3

x 0

x 3

x ( x 2 x 5)
2

x(x 4x 2)

3 2
3 3

lim xx2 4xx52


2

x 0

1
6

0 2 0 5
0 4 ( 0) 2
2

5
2

3.

lim
x 1

lim

x 2 3 5x 1
x2 x

x 1 ( x 1)

(1 1)

1 4
4 4

x 1

x 2 5x 4
2

x 3
3
2(2 2)

Limit Bentuk

x 2 3 5x 1
x 2 1

lim

3
8

5x 1

x 2 3 5x 1
x 2 3 5x 1

( x 1)( x 4 )
x 1 ( x 1)( x 1)
x 2 3

lim

( x 2 3) ( 5x 1)
x 1 ( x 2 1)
x 2 3 5x 1

lim
5x 1

lim

x 1 ( x 1)

(x 4)
x2 3

83

68

5x 1

Limit ini dapat diselesaikan dengan membagi pembilang dan


penyebut dengan variabel pangkat tertinggi, kemuadian digunakan
a
0.
rumus : xlim
x

Contoh :
3

6x 2x 5x

1. lim

x 12x3

6 x3
x3

lim

5x
x3

8x
x3

2x3

7x2 8x x 12x3 7x2


3
3
x

6x 7x 3x

2. lim

x 2x

x 4x

5x 3x 2

3. lim

4x 7

x 2x

6x3
x4

lim

x 2x 4
x4

lim

5x 4
x4

x 2x3
x4

7x4

x
x3

x4

3x4
x

4x 2
x4

3x
x4

4x2
x4
2
x4
7
x4

lim

5
x2

6 2x

x 12 7
x

6
x

lim

lim

7
x2
1
x

x 2
x

3
x2

4
x2

600
6 1

12 0 0 12 2

000 0
0
200 2

x2
3
x3

4
x2
2
x4

7
x4

500 5

000 0

Kesimpulan:
Jika f ( x ) a0 x n a1 x n 1 ..... an
g ( x ) b0 x m b1 x m1 ..... bm

maka:
a0
b0

1. lim

f (x)
g(x)

2. lim
x

f (x)
g(x)

0 untuk n < m

3. lim
x

f (x)
g(x)

4.

untuk n = m

atau - untuk n > m

lim 62xx5 2xx 378xx 2


5

x 10 2 x 8 3 x 7
12
5
2
x x 12 x x

5. lim

3x 7 6 x 4 2
6
4
3
x 2 x 7 x x

6. lim

2
6

1
3

(kesimpulan (1))

(kesimpulan (2))

(kesimpulan (3))

69

Limit Bentuk
Limit ini umumnya memuat bentuk akar:
lim

f(x)

g(x)

Cara Penyelesaian :
1. Kalikan dengan bentuk sekawannya !
lim

f(x)

f (x )

g(x)

f (x )

g(x)

g(x)

f (x) g(x)

lim

f ( x)

2. Bentuknya berubah menjadi

g(x)

3. Selesaikan seperti pada (2.4.2)


Contoh:
1.

x 2 6x 2 x 2 4x 1

lim

lim

lim

x2 4x 1

x2 6x 2

x 2 6 x 2
x 2 6 x 2

lim

10x 1
2
2x x x2 4x 1

10
1 1

lim 2 x 2 x x 2 3 x 2
x

( 2 x 2 x )( x 2 3 x )
2 x 2 x x 2 3 x

lim

10
2

pangkat tertinggi pembilang 1,


pangkat tertinggi penyebut 1,

sebab

2 x 2 x x 2 3 x
2 x 2 x x 2 3 x

x2 x

x2 4 x
2 x 2 x x 2 3x

Secara umum:
lim

x2 4x 1

x 2 4 x 1

x2 6x 2

x 2 4 x 1

lim 2 x 2 x x 2 3 x

10 x 1

lim

lim

x2 4x 1

( x 2 6 x 2 ) ( x 2 4 x 1)

2.

x2 6x 2

pangkat tertinggi pembilang 2,


pangkat tertinggi penyebut 1.

ax 2 bx c px 2 qx r

70

1)

b q
2

jika a = p

2)

jika a > p

3) - jika a < p

3.
4.
5.

3 ( 5)

lim

4x2 3x 1 4x2 5x 2

lim

4x 2 7x 1 3x 2 x 8

lim

4x 2 2x 3 5x 2 4x 7

Limit Bentuk
Definisi :

2
4

1
2

lim 1

2 4

1 n
n

e 2,718281.....

n bilangan asli

Dari definisi dapat dibuktikan teorema berikut :

1
1. xlim

1 x
x

lim 1
x

1 x
x

lim 1
x

1 x
x

2. lim 1 x x lim 1 x x e
x 0

x 0

Contoh :
1.

lim1

4 x
x

2.

1 x
2x

3.

lim 1

lim 1 lim1

lim 1
x

1 x
x
4

lim 1
x

1
1

lim 1 3x x lim 1 3x 3x
x 0
x 0

x
4

1
1 2x 2

2x

x
4

lim 1
x
3

x
4

1
1 2
2x

x
4

e2

lim 1 3x 3x
x 0

e 3

Limit Fungsi Trigonometri

71

Teorema :
sin x
lim sinx x 1
1. lim
x 0 x
x 0
tan x
x
2. lim
x lim tan x 1
x 0
x 0

Untuk keperluan praktis teorema tersebut dapat dikembangkan


menjadi:
lim sin ax
x 0 bx

ax
x 0 sin bx

lim

lim

x 0

tan ax
bx

ax
x 0 tan bx

lim

tan ax
x 0 tan bx

sin ax
x 0 tan bx

lim

lim

tan ax
x 0 sin bx

lim

a
b

Seperti pada fungsi aljabar, maka pada fungsi trigonometri juga

f (x ) f (a )
berlaku bahwa jika f(a) terdefinisi, maka: lim
x a
Contoh :

sin 2x cos x sin 0 cos 0 0 1 1


1. lim
x 0
2.

lim

x 1
2

sin x cos x
2 sin x 3 cos x

sin 1 cos 1
2
2
2 sin 1 3 cos 1
2
2

1 0
2 0

1
2

Berikut ini akan dibahas limit Fungsi Trigonometri bentuk tak tentu
yaitu :

0
0

, ,0. .

Limit Bentuk
sin 3x

1. xlim
0 tan 4x

1 cos 2x
x 0 3x. sin x

2. lim
3.

00

3
4

1(12 sin2 x)
3x. sin x
x 0

lim

sin x sin a
lim
x a
x a
x a

lim

2 sin2 x
x 0 3x sin x

lim

2 cos 1 (x a). sin 1 (x a)


2
2
x a

2 sin sin x
. sin x
x 0 3x

lim

lim 2 cos 1
(x a).
2
x a

2
.(1)
3

2
3

sin 1 (x a)
2
(x a)

2 cos 12 (a a). 12 cos a

Limit Bentuk

72

Limit bentuk dapat diselesaikan dengan mengubahnya ke bentuk

00 .
Contoh :
1
lim (sec x tan x) lim ( cos

x
2

x
2

2 cos 1 ( x) sin 1 ( x)
2 2
2 2
sin( x)
x
2
2

lim

2 cos 12

sin x
)
cos x

1 sin x
cos x
x
2

lim

lim 2 cos
x
2

1
2

x.

sin . sin x
2

x sin( 2 x )
2

lim

sin 1 ( x)
2 2
sin( x)
2

2 2 .[12 ] cos 12 0

Limit Bentuk 0.
Limit

bentuk 0. dapat

bentuk

diselesaikan

dengan mengubahnya

ke

00 .

Contoh :
( 1)(sin 1
2
x 1 cos 1 x
2

lim (x 1). tan 1


x lim
2

x 1

1
1
2

sin

1
2

1
1
2

(x 1) sin 1 x
2
x 1 sin( 1 1 x)
2
2

lim

lim

(x 1)

sin 1 x
2

x 1 sin 1 (1 x)
2

Limit Deret Konvergen


Definisi :

Deret Geometri Konvergen adalah deret geometri dengan

rasio (pembanding) :
Teorema : S

1 < r < 1.

a
1r

S : jumlah tak hingga suku deret geometri konvergen


a : U1 : suku pertama
r : rasio, yaitu

U2
U1

Contoh :

73

1. Hitung jumlah tak hingga deret geometri berikut :


a) 2 1 21 41 .....
Jawab :

a)

b) 3 1 13 91 .....

S 1a r 12 1 21 4
2

S 1a r 1 (3 1 ) 34
3

9
4

2. Hitung limit berikut :

1
4

1
a) nlim

1
16

1
4n

...

a) lim 1

Jawab :

2.3 i
n

b)

lim

i 1

161 ...

1
4

2.3 i
n

b) lim

lim
i 1

2
3

2
9

1
4n

i 1

....

11 1

a
1 r

2
3n

a
1r

4
3

2
3

1 2
3

2
3
1
3

3. Ubahlah menjadi pecahan biasa !


a) 0,6666 .....
Jawab :

b) 0,242424 .....
a) 0,6666 ..... = 0,6 + 0,06 + 0,006 + .....

a
1r

0,6
10,1

0,6
0,9

b) 0,242424
a
1r

0,24
10,01

6
9

2
3

.....
0,24
0,99

=
24
99

0,24

0,0024

0,000024

8
33

4. Jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 12, jumlah
suku-suku bernomor genap adalah 4. Tentukan rasio dan suku
pertama deret itu !
Jawab :

S 12 1a r 12

...... (1)

U2 + U4 + U6 + ... = 4
ar + ar3 + ar5 + ... = 4

74

ar
1 r 2

4 1a r 1r r 4

...... (2)

Dari (1) dan (2) : 12 1 r r 4


8r 4

Persamaan (1) :
Rasio =

1
2

a
1 r

12r
1r
r 12

4 12r 4 4r

12 1a 1 12 a 6
2

dan suku pertama = 6

5. Diketahui sebuah bujursangkar dengan sisi 10 cm. Titik tengah


keempat sisinya dihubungkan sehingga terbentuk bujursangkar
kedua. Titik tengah keempat sisibujursangkar kedua dihubungkan
lagi sehingga terbentuk bujursangkar ketiga, demikian seterusnya.
Hitunglah jumlah luas semua bujursangkar itu !
Jawab D:

5
2

5
2
5

Luas bujursangkar I = AB x AD = 10 x 10 =
100 cm2.
Luas bujursangkar II = PQ x PS = 52 x 52 =
50 cm2.
50
21
Rasio luas = 100

Kontinuitas dan Diskontinuitas Fungsi


Definisi :

Fungsi f(x) dikatakan kontinu (sinambung) di x = a jika

f ( x ) f (a ) .
dan hanya jika lim
xa
Dari definisi terlihat ada tiga syarat fungsi f(x) kontinu di x = a, yaitu :

75

1) f(a) terdefinisi (ada)

f ( x ) terdefinisi ada
2) 2. lim
x a
f ( x ) f (a )
3) 3. lim
xa
Apabila satu di antara ketiga syarat itu tidak dipenuhi, maka fungsi
f(x) diskontinu (tak sinambung) di x =a.
Perhatikan gambar berikut :
y

1.

f(x) kontinu di x = a,
sebab

f(a)

f(x)
x

2.

f(x)

f(x) diskontinu di x = a,
sebab tidak ada

f(a)

3.

f(x) diskontinu di x = a,
sebab f(a)
f(x)

f(a)
a

Contoh :

76

Tunjukkan bahwa fungsi f ( x) x 2 x 3 kontinu di x = 1


Jawab : 1) f (1) 12 1 3 1

f(1) terdefinisi

f(x) lim x 2 x 3 12 1 3 1
2) xlim
1
x 1

f ( x ) f (1)
3) lim
x 1

Jadi fungsi f ( x ) x 2 x 3 kontinu di x =1.

Selidiki apakah fungsi


Jawab :

1)

lim f ( x ) terdefinisi
x 1

f ( 3)

f (x )
32 9
3 3

00

x2 9
x3

kontinu di x = 3

(tidak terdefinisi)

Karena f(3) tak terdefinisi, maka f(x) diskontinu


di x = 3
Selidiki apakah fungsi
kontinu di x = 2
Jawab :

1)

f(1) = 4 (terdefinisi)

2)
2

lim f ( x ) lim xx 11 lim ( x 1)(xx1 x 1) lim x 2 x 1 12 1 1 3


3

x 1

x 1

x 1

x 1

(terdefinisi)

f ( x) f (1) , berarti f(x) diskontinu


3) lim
x 1
2.9 Limit Fungsi Trigonometri
Dengan menggunakan teorema prinsip apit dan rumus geometri kita
dapatkan teorema dasar dari limit fungsi trigonometri sebagai berikut.
Teorema 1
Lim
x 0

sin x
1
x

Dalam membuktikan teorema di atas kita dapatkan suatu akibat yaitu

Lim cos x 1
x 0

Dengan menggunakan teorema dasar limit fungsi trigonometri dapat


dibuktikan teorema-teorema berikut:

77

Teorema 2
1) Lim
x 0

x
1
sin x

2) Lim
x 0

tan x
1
x

3) Lim
x 0

x
1
tan x

4) Lim
x 0

arc sin x
1
x
x

1
5) Lim
x 0 arc sin x

6) Lim
x 0

arc tan x
1
x
x

1
7) Lim
x 0 arc tan x

Bentuk-bentuk di atas dinamakan dengan limit fungsi trigonometri.


Dengan berpandu pada teorema limit dan bentuk tak tentu. Maka
persoalam tentang limit fungsi trigonometri.
Contoh
Tentukan limit fungsi berikut ini!
1) Lim
x 0

sin(3t ) 4t
t sec t

Jawab
Bentuk di atas menghasilkan
Lim
x 0

0
sehingga
0

sin(3t ) 4t
sin(3t ) 4t )
= Lim
x 0
t sec t
t sec t
t sec t

2. 10 Kekontinuan
Perhatikan gambar berikut

78

Definisi
Jika f(x) terdefinisi dalam suatu selang terbuka yang memuat c, maka
f(x) dikatakan kontinu di x = c, asalkan
1) f(c) = L (ada)

f ( x) L (ada )
2) Lim
x c
f ( x) f (c) L ( ada )
3) Lim
x c

79