Anda di halaman 1dari 17

Arief Ikhwan Wicaksono, S.Kom, M.

Cs

ariefikhwanwicaksono@gmail.com
masawik.blogspot.com
@awik1212

Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk


menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup
limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah
ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu
mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan
untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus
memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi,
dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak
dapat dipecahkan dengan aljabar elementer.

Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan


kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema
dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju
pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus
mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan
analisis matematika.

Dalam matematika, bilangan irasional adalah bilangan riil yang tidak bisa dibagi
(hasil baginya tidak pernah berhenti). Dalam hal ini, bilangan irasional tidak bisa
dinyatakan sebagai a/b, dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama
dengan nol. Jadi bilangan irasional bukan merupakan bilangan rasional. Contoh
yang paling populer dari bilangan irasional ini adalah bilangan , , dan bilangan
e.

Bilangan sebetulnya tidak tepat, yaitu kurang lebih 3.14, tetapi


= 3,1415926535.... atau
= 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510...

Untuk bilangan :
= 1,4142135623730950488016887242096.... atau
= 1,41421 35623 73095 04880 16887 24209 69807 85696 71875 37694 80731 76679
73798..

dan untuk bilangan e:


= 2,7182818....

Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai


a/b dimana a, b bilangan bulat dan b tidak sama dengan 0. dimana
batasan dari bilangan rasional adalah mulai dari selanga (-, ).

Bilangan bisa dikatakan dapat dibagi menjadi 2 sekup besar yaitu


bilangan rasional dan bilangan irasional. Bila kita mengatakan
bilangan rasional berarti di dalamnya sudah mencakup bilanganbilangan lain seperti: bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah,
bilangan prima dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset
dari bilangan rasional.

Contoh dari bilangan rasional:


Jika a/b = c/d maka, ad = bc.

Pecahan terdiri dari pembilang dan penyebut.

50/100 = 1/2

Hakikat transaksi dalam bilangan pecahan adalah bagaimana cara menyederhanakan pembilang
dan penyebut. Penyederhanaan pembilang dan penyebut akan memudahkan dalam operasi
aritmetika sehingga tidak menghasilkan angka yang terlalu besar tetapi tetap mempunyai nilai
yang sama.
Contohnya: bila dibandingkan antara 50/100 dan maka lebih mudah dan sederhana melihat
angka . 50/100 terlihat sebagai angka raksasa yang kelihatannya lebih kompleks
dibandingkan , padahal sebenarnya kedua angka ini tetap memiliki nilai yang sama. Pada
operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan selain disederhanakan juga penyebutnya
harus disamakan dengan bilangan yang sama, sedangkan pada operasi perkalian caranya adalah
pembilang dikali pembilang, penyebut dikali penyebut. dan dalam operasi pembagian, pecahan
yang di kanan dibalikkan, setelah dibalikkan, tanda : diubah menjadi tanda kali (X), seperti 3/4 :
5/6 = 3/4 X 6/5 = 18/20 = 9/10.

Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, 3, ...) dan


negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 sehingga tidak
lagi dimasukkan secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan
tanpa komponen desimal atau pecahan.

Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika


dilambangkan dengan Z,berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk
"bilangan").

Himpunan Z tertutup di bawah operasi penambahan dan


perkalian. Artinya, jumlah dan hasil kali dua bilangan bulat juga
bilangan bulat. Namun berbeda dengan bilangan asli, Z juga
tertutup di bawah operasi pengurangan. Hasil pembagian dua
bilangan bulat belum tentu bilangan bulat pula, karena itu Z tidak
tertutup di bawah pembagian.

Bilangan cacah adalah himpunan bilangan


bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}.
Dengan kata lain himpunan bilangan asli
ditambah 0.Jadi, bilangan cacah harus
bertanda positif

Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih


besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan
prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan
sebagai faktorisasi bilangan bulat, atau hasil
perkalian dua bilangan prima atau lebih.
Sepuluh bilangan komposit yang pertama
adalah 4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, dan 18.
Atau bisa juga disebut bilangan yang
mempunyai faktor lebih dari dua.

Ada pertanyaan?

Contoh : Himpunan semua bilangan bulat


positif yang lebih kecil dari pada 5, dapat
ditulis sebagai
A = {1,2,3,4}.
Himpunan di atas dapat juga dituliskan dalam

bentuk

A = { x | x adalah bilangan bulat dan 0 < x < 5}


yang dibaca A adalah himpunan x sedemikian

sehingga x adalah bilangan bulat dan 0 < x < 5.

Dalam kalkulus sering muncul himpunan


bilangan nyata tertentu, yang disebut selang,
yang secara geometris berkaitan dengan ruas
garis.,

selang terbuka
dari a ke b berisi semua bilangan diantara a dan b dinyatakan
dengan lambang (a,b).
Dalam notasi pembentuk himpunan dituliskan dengan
(a,b) ={x | a < x < b}.
Perhatikan bahwa kedua titik ujung selang, yaitu a dan b
tidak termasuk anggota himpunan tersebut. Ini ditandai
dengan tanda kurung biasa ( ) dan dengan bulatan kosong
pada gambar dibawah ini.
a

selang tertutup
dari a ke b berisi semua bilangan diantara a dan b
dinyatakan dengan lambang [a,b].
Dalam notasi pembentuk himpunan dituliskan dengan
[a,b] = {x a x b} .
Di sini kedua titik ujung selang termasuk anggota
himpunan dan ditandai dengan kurung siku [ ] dan dengan
bulatan penuh pada gambar

Notasi

Deskripsi

(a,b)

{x | a < x < b}

[a,b]

{x |a x b}

(a,b]

{x |a < x b}

[a,b)

{x |a x < b}

(a,)

{x |x > a}

[a,)

{x |x a}

(-,b)

{x |x < b}

(-,b]

{x |x b}

(- , )

Himpunan semua bilangan nyata, R

Notasi dan Tabel sembilan selang yang mungkin tersebut


menggunakan asumsi bahwa a<b

Ada pertanyaan?