Anda di halaman 1dari 29

Akibat dan Gejala dari Kekurangan Vitamin

C
Vitamin C sangat bermanfaat bagi tubuh manusia dan jika kekurangan vitamin C akan sangat
fatal akibatnya. Sebab nutrisi yang paling penting di dalam tubuh manusia salah satunya adalah
vitamin C. Vitamin ini memiliki banyak sekali fungsi yang bermanfaat bagi tubuh manusia,
fungsi dari vitamin C ini antara lain adalah untuk mencegah flu dan juga untuk meningkatkan
kekebalan tubuh terhadap semua jenis penyakit.
Jika seseorang kekurangan vitamin C ini maka akan sangat buruk dampaknya, berikut ini adalah
beberapa penyakit yang di sebabkan oleh kurangnya vitamin C terhadap tubuh manusia.
Penyakit kudis merupakan salah satu penyakit yang di sebabkan karena kurangnya vitamin C di
dalam tubuh manusia, hal ini di sebabkan karena kurangnya suatu kadar kolagen yang ada di
dalam tubuh manusia yang juga merupakan kurangnya vitamin C.
Tidak hanya penyakit kudis saja yang di sebabkan oleh kurangnya vitamin C akan tetapi
penyakit sariawan, kulit kering dan juga gusi berdarah juga merupakan akibat dari kekurangan
vitamin C. Adapun gejala-gejala yang terjadi jika seseorang mengalami kekurangan vitamin C
adalah:
1. Berkurangnya energi secara kronis, depresi dan lemah
Jika seseorang kekurangan vitamin C maka berat badan orang tersebut dapat langsung turun
secara drastis dan tidak hanya itu saja akan tetapi kekuatan tulang juga jadi terganggu.

2. Gigi tanggal, pendarahan pada gusi, gingivitis


Dengan kekurangannya vitamin C maka kadar kolagen dalam tubuh juga mengalami
kekurangan, Dan kolangen inilah yang dapat memelihara serta membangun jaringan pada gusi
dan juga gigi.
3. Berubahnya suasana hati
Jika seseorang telah kekurangan vitamin C maka mood atau perasaan orang tersebut mudah
sekali berubah-ubah dan menjadi gampang sekali marah-marah tanpa sebab yang jelas.
4. Kulit menjadi memar
Jika kulit mudah sekali mengalami suatu memar dan memar tersebut sulit untuk sembuh maka
hal tersebut juga merupakan salah satu suatu gejala yang menunjukkan kurangnya vitamin C.
5. Anemia
Seseorang yang kekurangan vitamin C juga mudah sekali terserang anemia dan mudah jatuh
sakit. Hal ini di sebabkan kekebalan tubuh seseorang yang kekurangan vitamin C telah melemah.
Inilah beberapa akibat dan juga gejala yang di sebabkan oleh kekurangan vitamin C.

Akibat Kelebihan Vitamin C dan Cara Penanggulangannya


17 October , 2013 , Category : Vitamin C

Akibat Kelebihan Vitamin C dan Cara Penanggulangannya. Pada artikel kami kali ini kami
akan membahas tentang dampak dari akibat kelebihan vitamin C dan cara penanggulangannya.
Sebelum kami membahas lebih jauh mengenai akibat kelebihan vitamin C kami akan membahas
terlebih dahulu apa itu vitamin C. Vitamin C sebenarnya adalah salah satu vitamin yang cukup
penting untuk tubuh manusia.
Tetapi semua di dunia ini sesuatu yang berlebihan tentunya tidaklah baik. Berikut ini akan kami
jabarkan lebih jauh mengenai dampak dari kelebihan vitamin C.

Akibat Kelebihan Vitamin C dan Cara Penanggulangannya


Sering kali yang secara umum dapat di jumpai akibat dari kelebihan vitamin C adalah adanya
sakit kepala, muntah, mual, kram usus, perut sakit, diare, kelelahan, gangguan pencernaan,
pengeroposan gigi, mengantuk, iritasi pada kerongongan dan masih banyak lagi penyakit lainnya
yang di sebabkan oleh berlebihnya vitamin C. maka dari itu sangat perlu untuk di perhatikan bagi
anda yang suka mengonsumsi suplemen vitamin C agar tetap menjaga keseimbangan vitamin C
di dalam tubuh.

Akibat kelebihan vitamin C ini juga menyebabkan menjadi beratnya kerja ginjal. Untuk anda
yang telah memiliki penyakit gagal ginjal jika anda mengonsumsi vitamin C maka hal ini justru
akan membahayakan dan akan menambah buruk penyakit gagal ginjal milik anda.
Tidak hanya itu saja efek buruk yang terjadi jika seseorang mengalami kelebihan vitamin C, akan
tetapi seseorang yang mendapat kelebihan vitamin C juga akan mengalami insomnia yang biasa
di sebut dengan sulit tidur. Bagi ibu yang tengah hamil disarankan agar tidak mengonsumsi
vitamin C dengan dosis yang tiggi, karena hal ini dapat memicu terjadinya keguguran pada
kandungan.
Cara melakukan penanggulangan yang terjadi apabila seseorang mengalami kelebihan vitamin C
adalah dengan melakukan terapi air putih dengan rutin. Hal ini dapat meringankan kerja ginjal
sebab dengan mengonsumsi air putih yang berlebih maka pembentukan urin yang terjadi di
ginjal tidak terlalu kental dan menjadi lebih encer.
Selain dengan cara terapi air putih anda dapat juga melakukan konsultasi dengan dokter yang
telah berpengalaman. Jika penderita kelebihan vitamin c ini dapat segera di tolong oleh dokter
maka tidak akan terlalu buruk dampak dari akibat kelebihan vitamin C tersebut.
Makanan yang Mengandung Sumber Vitamin C Tinggi

Saat kita membahas tentang vitamin C pasti yang terlintas di benak kita adalah
buah jeruk. Yups jeruk adalah salah sumber vitamin C dari buah-buahan yang
sangat terkenal. Namun buah-buahan yang mengandung vitamin C tentu saja
bukan hanya jeruk. Pepaya, stroberi dan buah kiwi juga merupakan sumber vitamin
C yang baik.
Selain dari buah-buahan kebutuhan vitamin C juga bisa didapat dari berbagai jenis
sayuran. Paprika merah, brokoli dan kubis merupakan beberapa jenis sayuran yang
mengandung vitamin C.
Kebutuhan Vitamin C Harian
Dalam kondisi normal, setiap hari kita membutuhkan vitamin C sekitar 45 mg. Bagi
wanita, ketika mereka hamil dan menyusui, kebutuhannya naik, yakni menjadi 60
mg saat hamil dan 85 mg ketika menyusui.
Akan tetapi orang yang sering terkena polusi, sedang stres, perokok, kurang tidur,
atau mereka yang baru sembuh dari sakit membutuhkan vitamin C dalam jumlah
yang lebih banyak dari kebutuhan normal.
Sumber Vitamin C Selain Jeruk
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, sumber vitamin C bukan hanya jeruk. Dan
berikut ini kami pilihkan beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin C
terbaik.
1. Buah Pepaya
Satu buah pepaya ukuran kecil sekitar 157 gram memiliki 95,6 miligram vitamin C.
Secangkir pepaya yang dihaluskan memiliki 140 miligram. Pepaya memiliki
kandungan vitamin A tinggi, kaya folat dan serat.
2. Buah Paprika merah
Satu cangkir isi paprika merah yang telah diiris memiliki 190,3 miligram vitamin C.
Pada paprika hijau memiliki 119,8 miligram.

3. Brokoli
Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan
kembang kol berwarna putih. Satu porsi brokoli mengandung sekitar 132 miligram
vitamin C. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan dikukus, agar segala
vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tak hilang selama proses pemasakan.
4. Kubis
Dua cangkir kubis memiliki 160,8 miligram vitamin C. Bahan sayuran ini kaya
vitamin A, C, dan K, serta fitonutrien dan serat.
5. Stroberi
Keluarga buah berry yang satu ini bukan cuma kaya akan antioksidan, tetapi juga
vitamin C tinggi. Rasanya yang lezat bisa dijadikan pilihan camilan menyehatkan
dan asupan vitamin C selain dari buah jeruk. Satu porsi stroberi 147 gram memiliki
86,5 miligram vitamin C.
6. Buah Kiwi
Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (58 cm dengan
diameter 4.55.5 cm). Buah ini kaya serat dan vitamin C, dengan kulit berwarna
hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan. Tekstur
buah ini sangat halus dan rasanya unik. Satu buah kiwi memiliki kandungan vitamin
C sebanyak 137,2 miligram.
7. Kembang kol
Satu kepala kecil kembang kol dengan diameter empat inci memiliki 127,7 miligram
vitamin C
8. Mini kol (brussels sprouts)
Brussels sprouts memiliki 48,4 miligram vitamin c. Sayuran ini kaya riboflavin, zat
besi, mangesium, vitamin A dan kaya serat.
9. Ubi jalar
Ubi jalar tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Tapi, bahan makanan ini bisa
dipertimbangkan karena satu ubi jalar besar mengandung 35,3 miligram vitamin C.
10. Blewah

Sama seperti ubi jalar, Blewah juga tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Satu
porsi blewah memiliki 49,2 miligram vitamin C.
11. Cabai rawit
Dibandingkan dengan buah jeruk, rupanya cabai rawit punya vitamin C yang lebih
tinggi. Akan tetapi konsumsi berlebihan jelas tidak baik bagi lambung. Setidaknya
mengonsumsi makanan pedas ternyata memberi asupan sedikit vitamin C untuk
tubuh.
12. Jambu biji
Buah jambu biji bisa dinikmati secara langsung atau diolah menjadi jus jika ingin
mendapatkan nutrisi vitamin C di dalamnya. Beberapa orang suka jambu biji yang
matang, sementara yang lain memilih yang agak mentah.
13. Grapefruit
Sebenarnya, grapefruit masih bersaudara dengan buah jeruk. Maka dari itu, buah
yang satu ini juga mengandung vitamin C tinggi. Grapefruit cocok dijadikan menu
sarapan karena buah tersebut juga kaya akan serat.
Saat ini banyak sekali minuman kemasan yang menyediakan vitamin C tinggi.
Namun, yang alami tentu saja lebih baik.

2. Rematik
Penyebab Rematik, Gejala Rematik , Ciri-ciri Rematik dan Tanda-tanda Penyakit
Rematik

Rematik merupakan penyakit yang dapat berujung pada bahaya karena ketika telah
mencapai tingkat kronisnya rematik dapat menjadi salah satu penyebab kelumpuhan pada
anggota gerak pada tubuh penderita.
Penyebab rematik sampai saat ini belum diketahui, namun diduga dipicu oleh kombinasi
berbagai faktor, termasuk kerentanan genetik, infeksi virus atau perubahan hormon. Perempuan
lebih mungkin terkena penyakit rematik dibandingkan laki-laki. Pada wanita yang sudah terkena
rematik, kehamilan dan menyusui dapat memperburuk kondisinya.

Gambar 1 : Contoh rematik di jari tangan

Gambar 2 : Contoh rematik pada sendi lutut


Penyakit rematik atau yang dalam bahasa medisnya disebut rheumatoid arthritis (RA) adalah
peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi
ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyusup seperti
virus, bakteri, dan jamur, keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik atau rematik yang secara
sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan
secara terus-menuers dalam sendi tersebut.
Keadaan tersebut akan semakin parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang
mengalir dari otak sndi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli keodkteran
memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi.
Dalam istilah kedokteran ini pula, rematik lebih sering disebut dengan keadaan yang selalu
disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadinya penyakit
pada jaringan ikat (connective tissue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakti yang menyerang
sendi, otot dan jaringan tubuh.
Rematik memiliki tiga keluhan utama yaitu nyeri di bagian sndi dan alat gerak, terasa
kaku dan lemah. Keluhan tersebut disertai dengan tiga tanda yaitu sendi bengkak, otot
lemah dan gangguan otak.
Sekitar 90% penderita rematik adalah orang yang berusia di atas 60 tahun. Jika usia kita telah
melewati 50 tahun, sebaiknya jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang membebani
anggota badan. Penderita rematik yang berbadan gemuk sebaiknya menurunkan berat badan agar
beban lutut tidak terlalu berat.

Rematik Arthritis
Rematik arthtritis kerap diidentikkan dengan rasa nyeri dibagian persendian. Itu tidak
benar. Keluhan penyakit rematik sangat beragam. Selain keluhan yang mengenai sendi, otot, dan
tulang, penyakit rematik dapat menyebabkan gangguan system pencernaan, jantung, paru, mata,
dan lain-lain. Penyakit rematik sendiri ada lebih dari seratus jenis. Penyakit rematikk ini bisa
digolongkan berdasarkan penyebabnya, yakni akibat gangguan system kekebalan tubuh
(misalnya, rheumatoid arthritis, penyakit lupus eritemotosus, dan lain-lain), gangguan
metabolism (misalnya rematik asam urat) atau faktor lain (proses pengapuran atau penuaan,
misalnya osteoarthritis).
Penyakit rematik arthritis lebih tepat dinamakan penyakit yang menjengkelkan daripada
penyakit yang mematikan. Pasalnya penyakit ini memang jarang menimbulkan kematian, tetapi
jika sudah menyerang, seseorang akan dibuat jengkel dan kelimpungan. Hal ini tak lain karena
penyakit ini bersifat sering kambuh dan datang mendadak saat seseorang sedang beraktivitas.
Belum lagi, jika muncul tonjolan di bagian tertentu atau mengalami komplikasi dengan penyakit
lainnya, kejengkelan akan semakin menjadi karena tubuh serasa tidak sempurna. Harus
dipahami, penyakit ini bukan merupakan akibat mandi di malam hari, akibat cuaca dingin atau
karena ruangan ber-AC. Fakta telah membuktikan bahwa penduduk subtropics yang berhawa
dingin dan banyak orang bekerja di ruang ber-AC tidak semuanya terkena rematik, bahkan es

sering digunakan untuk terrapin pengobatan rematik. Penyakit rematik juga tidak diturunkan,
karena anak penderita rematik tidak semuanya terkena rematik, meskipun memang diakui ada
penyakit nodus herbeden (benjolan atau nodus-nodus kecil dank eras akibat penulangan rawan
sendi, biasanya timbul di jari-jari tangan) yang dipengaruhi oleh gen tertentu.

Selain hal tersebut, beberapa kecenderungan berikut perlu juga dipahami :


1. Hanya rematik gout (asam urat) yang disebabkan oleh makanan.
2. Buka hanya kalangan usia lanjut yang bisa terserang penyakit rematik, tetapi
semua kalangann umur tanpa membedakan jenis kelamin bisa terserang
3. Rematik tidak hanya menyerang sendi dan tulang, tetapi juga bagian tubuh
lainnya.
4. Rematik bisa dicegah dengan berbagai cara seperti pola makan yang baik
teratur serta menghindari stress.

Rematik arthritis sering disebut dengan rheummatismos rheumatism, reumatik, atau rematik,
yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya
proses perbaikan secara terus menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin
parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mucus) yang mengalir dari otak sendi dan
struktur lain di dalam tubuh. Karenanya para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam
kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran ini pula, rematik lebih
sering disebut dengan keadaan yang selalu disertai rasa nyeri dan kaku pada system tulang otot
(musculoskeletal) dan terjadinya penyakit pada jaringan ikat (connective tissue). Bisa juga
dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot,dan jaringan tubuh.

Rematik Gout Akut

Rematik gout akut merupakan penyakit yang


disebabkan oleh deposit kristal monosodium urat (MSU) yang terjadi akibat supersaturasi cairan
ekstra selular dan mengakibtkan satu atau beberapa manifestaasi klinik. Serangan reumatik gout
akut yang pertama kali ditandai dengan proses peradangan pada satu sendi, 60% di antaranya
timbul pada sendi di pangkal ibu jari kaki (sendi metatarso-phalangeal I/MTP I).
Radang sendi tersebut timbul dengan gejala lengkap berupa nyeri hebat, bengkak, kulit di atas
sendi yang sakit berwarna kemerahan dan bila diraba terasa panas. Rasa nyeri yang sedemikian
hebat biasanya timbul menjelang pagi hari. Rasa nyeri tersebut membuat penderita sukar
berjalan. Puncak rasa sakit tercapai dalam 24 jam setelah timbul gejala pertama. Tanpa
pengobatan, serangan arthritis gout akut yang pertama kali ini akan menghilang secara perlahanlahan dalam waktu 5-14 hari. Serangan gout akut bisa juga mengenai sendi lainnya seperti sendi
di pergelangan kaki, lutut dan pangkal jari tangan.
Serangan arthritis gout akut sering kali terjadi tiba-tiba tanpa sebab yang nyata. Berikut
ini adalah hal-hal yang dapat menjadi pemicu seperti :
- Alkohol
- Makan berlebihan
- Trauma/benturan ringan pada sendi
- Kekurangan cairan akibat kurang minum
- Diet yang terlalu ketat
- Puasa, misalnya sebelum menjalankan operasi

Serangan gout akut bisa berlangsung lebih lama lagi bila mendapat pertolongan yang salah.
Misalnya diberikan allopurinol atau probenesid pada fase akut sehingga terjadi penurunan
mendadak kadar asam urat. Akibatnya, rasa sakit dan lamanya sakit bertambah panjang. Pada
serangan arthritis gout akut, kdaar asam urat darah dapat meninggi, normal ataupun rendah.
Dalam salah satu penelitian, ternyata pada 12,5% kasus pernderita arthritis gout akut bahkan
ditemukan kadar asam urat yang rendah.
Pada serangan pertama rematik gout akut akan menyerang beberapa sendi sekaligus
(poliartikuler) dengan rasa nyeri lebih hebat, rasa sakit lebih lama, kadang disertai demam,
frekuensi serangan meningkat dan masa kesembuhan semakin pendek. Kadang-kadang rasa nyeri
berlangsung terus-menerus disertai bengkak dan rasa kaku pada sendi yang sakit. Jika penderita
ini tidak diobati, suatu saat bisa menjadi reumatik gout kronik sehingga tidak ada lagi masa
bebas serangan.

Rematik Gout

Rematik gout, biasa disebut arthritis gout atau artritis pirai hanyalah salah satu dari lebih
100 jenis penyakit rematik yang telah dikenal. Di Indonesia, rematik gout menduduki
urutan kedua terbanyak setelah penyakit osteoartritis (OA) yang lebih dikenal sebagai
penyakit perkapuran sendi. Reumatik gout berhubungan dengan tingginya kadar asam
urat serum.
Walaupun penyakit ini merupakan jenis penyakit rematik yang pengobatannya mudah dan
efektif, tetapi bila diabaikan maka rematik gout juga dapat menyebabkan kerusakan sendi. Hal
ini terjadi karena tumpukan kristal monosodium urat monohidrat (MSUM) di persendian akan
menimbulkan peradangan sendi, kemudian memicu timbulnya rematik gout akut. Bila
penangananya tidak memadai, selain menimbulkan rasa nyeri yang hebat, peradangan tersebut
lambat laun akan meruska struktur sendi dan menyebakan kecacatan.
Kadar asam urat pada laki-laki maupun perempuan sejak lahir sampai usai remaja umumnya
rendah. Setelah pubertas, kadar asam urat dalam darah pada laki-laki akan meningkat dan selalu
lebih tinggi dari perempuan sebayanya. Oleh kaerna itu, sekitar 90% penderita gout adalah laki-

laki usia pertengahan antara 40-50 tahun. Namun, hal ini bisa terjadi pada semua kelompok usia.
Kadar asam urat pada perempuan umumnya tetap rendah dan baru meningkat setelah
menopause.
Hal ini disebabkan hormon estrogen pada perempuan berperan membantu pembunagan asam
urat melalui urine. Pada usia menopuse, kadar adam urat di dalam darhanya meningkat hingga
mendekati kadar pada laki-laki. Dengan demikian, risiko terkena rematik gout pun sama ebesar
dengan laki-laki.
Penyakit timbunan kristal di persendian ternyata tidak hanya disebabkan oleh MSU, tetapi dapat
juga disebabkan oleh kalsium pirofosfat dihidrat, kalsium hidroksiapatit, kristal oksalat,, kristal
lipid, kristal protein, kristal kalsium karbonat dan banyak lagi kristal lainnya. Sebagian besar
kasus rematik gout umumnya memberi gambaran klinis yang khas sehingga diagnosis
mudah dibuat berdasarkan riwayat penyakitnya. Riwayat penyakit gout yang khas adalah
sebagai berikut :
a.

Hiperurisemia asimptomatik

Hiperurisemia asimptomatik adalah keadaan di mana kadar asam urat darah meningkat selama
bertahun-tahun tanpa menimbulkan rasa sakit di persendian, tidak terjadi pembentukan tofi,
ataupun batu urat di ginjal (urolitiasis).
Namun, umumnya rematik gout bisa timbul dapat penderita hiperurisemia yang telah
berlangsung bertahun-tahun. Perlu diketahui, bahwa timbulnya srnagan reumatik gout akut tidak
selalu berhubungan dengan tingginya kadar asma urat darah. Oleh karena itu, kadar asma urat
darah yang tinggi tidak selalu identik dengan timbulnya serangan reumatik gout akut. Justru
kadar asam urat darah yang tiba-tiba meninggi atau menurun yang bisa mencetuskan serangan
reumatik gout akut atau menyebakan lambatnya penyembuhan reuumatik gout akut.
b. Rematik gout akut
Rematik gout merupakan penyakit yang disebabkan oleh deposit kristal monosodium urat (MSU)
yang terjadi akibat supersturasi cairan eksra selular dan mengakibatkan satu atau beberapa
maniffestasi klinik. Serangan reumatik gout akut yang pertama kali ditandai dengan proses
peradangan pada satu sendi (monartikuler), 60% di antaranya timbul pada sendi di pangkal ibu
jari kaki.

Rematik Jantung

Rematik jantung adalah salah satu dari berbagai macam penyakit jantung yang ada.
Penyakit rematik jantung (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease
(RHD) ini adalah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen dari katup-katup jantung
yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup
mitral) yang disebabkan oleh demam rematik. Katup-katup jantung tersebut rusak karena
proses perjalanan penyakit yang dimulai dengan infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh
bakteri Streptococcus hemoliticus tipe A (contoh: Streptococcus pyogenes), bakteri yang bisa
menyebabkan demam rematik, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu Poliarthritis migrans
akut, Karditis, Korea minor, Nodul subkutan dan Eritema marginatum.

Pada beberapa pasien yang mengalami demam rematik akut bisa terjadi kelainan katup jantung
lainnya yang bisa berakibat pada gangguan katup jantung, gagal jantung (CHF), radang selaput
jantung (perikarditis). Di Amerika Serikat bahkan penyakit rematik jantungini masih merupakan
penyebab dari penyakit jantung yang disebut dengan mitral stenosis (MS) dan juga penggantian
katup jantung pada pasien dewasa di sana.

Penyebab rematik jantun g ini diperkirakan adalah reaksi autoimun (kekebalan tubuh)
yang disebabkan oleh demam reumatik. Infeksi streptococcus hemolitikus grup A pada
tenggorok selalu mendahului terjadinya demam reumatik baik demam reumatik serangan
pertama maupun demam reumatik serangan yang berulang. Penyakit ini berhubungan erat
dengan infeksi saluran nafas bagian atas oleh Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A berbeda
dengan glomerulonefritis yang berhubungan dengan infeksi streptococcus dikulit maupun
disaluran nafas, demam rematik agaknya tidak berhubungan dengan infeksi streptococcus dikulit.
Faktor-faktor predisposisi terjadinya penyakit rematik jantung/ Rheumatic Heart Desease
terdapat pada diri individu itu sendiri dan juga faktor lingkungan.
1. Faktor genetik. Adanya antigen limfosit manusia ( HLA ) yang tinggi. HLA terhadap demam
rematik menunjukan hubungan dengan aloantigen sel B spesifik dikenal dengan antibodi
monoklonal dengan status reumatikus.
2. Umur. Umur agaknya merupakan faktor predisposisi terpenting pada timbulnya demam
reumatik / penyakit reumatik jantung. Penyakit ini paling sering mengenai anak umur antara 5-15
tahun dengan puncak sekitar umur 8 tahun. Tidak biasa ditemukan pada anak antara umur 3-5
tahun dan sangat jarang sebelum anak berumur 3 tahun atau setelah 20 tahun. Distribusi umur ini
dikatakan sesuai dengan insidens infeksi streptococcus pada anak usia sekolah. Tetapi Markowitz
menemukan bahwa penderita infeksi streptococcus adalah mereka yang berumur 2-6 tahun.
3. Keadaan gizi dan lain-lain. Keadaan gizi serta pola hidup dan juga adanya penyakit-penyakit
lain belum dapat ditentukan apakah merupakan faktor predisposisi untuk timbulnya demam
reumatik.
4. Golongan etnik dan ras. Data di Amerika Utara menunjukkan bahwa serangan pertama
maupun ulang demam reumatik lebih sering didapatkan pada orang kulit hitam dibanding dengan
orang kulit putih. Tetapi data ini harus dinilai hati-hati, sebab mungkin berbagai faktor
lingkungan yang berbeda pada kedua golongan tersebut ikut berperan atau bahkan merupakan
sebab yang sebenarnya.
5. Jenis kelamin. Demam reumatik sering didapatkan pada anak wanita dibandingkan dengan
anak laki-laki. Tetapi data yang lebih besar menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin,
meskipun manifestasi tertentu mungkin lebih sering ditemukan pada satu jenis kelamin.
6. Reaksi autoimun. Dari penelitian ditemukan adanya kesamaan antara polisakarida bagian
dinding sel streptokokus beta hemolitikus group A dengan glikoprotein dalam katub mungkin ini
mendukung terjadinya miokarditis dan valvulitis pada reumatik fever.

Rematik Sendi
Rematik termasuk dalam kelompok penyakit reumatologi yang menunjukkan suatu kondisi
dengan nyeri dan kaku yang menyerang anggota gerak atau sistem muskuloskeleton yaitu sendi,
otot, tulang maupun jarigan di sekitar sendi. Rematik banyak jenisnya, termauk diantaranya asam
urat (gout artritis) yang merupakan jensi rematik yang paling populer dan banyak diderita
penduduk Indonesia.
Tulang-tulang sebagai keseluruhan rangka mampu bergerak karena adanya sendi-sendi yang
menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang lainnya yang diperkuat oleh jaringan
ligamen (jaringan ikat yang mengikat tulang-tulang persendian). Untuk membantu memperlancar
gerakan, persendidan dilumasi cairan yang khusus (cairan sinovial) dan ujung-ujung tulang
dilapisi oleh jaringan yang disebut kartilago (tulang rawan).
Ada beberapa jenis persendian pada tubuh manusia. Sendi yang memungkinkan gerakan bebas
ke segala arah disebut sendi sinoval atau diartrosis, seperti sendi peluru pada bahu, serta sendi
engsel pada siku dan lutut. Persendian yang gerakannya snagat terbatas disebut amfiartosisi atau
sendi tulang rawan, seperti pada sendi antar ruas tulang belakang. Persendian yang tidak
memungkinkan pergerakan disebut sinartrosis, seperti pada sendi antar tulang tengkorak.
Persendian sebagai anggota gerak dapat mengalami kerusakan sehingga menimbulkan rasa nyeri
yang disebut rematik. Rematik juga dapat menyerang anggota gerak lain, seperti otot, tulang dan
jaringan ikat. Rasa nyer pada anggota gerak dapat disebabkan karena proses patologis (penyakit)
pada unsur-unsur yang ikut menyusun rangka tubuh. Nyeri tersebut dalam istilah kedokteran
diberi nama sesuai dengan lokasi gangguannya, seperti nyeri di sendi disebut artralgia, nyeri di
tulang disebut osteodinia, nyeri di otot disebut mialgia, dan nyeri di saraf disebut neuralgia.
Apabila rasa nyeri tersebut disertai dengan tanda peradangan diberi nama sesuai dengan unsur
yang ikut menyusun anggota gerak seperti gangguan pada sendi disebut arthritis, pada tulang
disebut osteotitis, pada otot disebut miositis, pada saraf disbut neuritis, tendon (urat otot dan urat
tulang) disebut tendonitis, dan pada bantalan cairan di sekitar persendian disebut bursitis.
Pada rematik sendi, jika sendi mengalami peradangan maka sendi akan membengkak, warna
kulit terlihat memerah, nyeri dan terasa panas setempat, dan sakit jika diraba. Terkadang, pada
kulit akan timbul bercak-bercak dan jika ditekan agak nyeri. Selain itu persendian yang terkena
rematik menjadi kaku dan susah digerakkan. Namun, kekakuan juga dapat disebabkan oleh otot
yang tegang secara berkesinambungan.
Sebagian orang usia muda dapat menghasilkan bunyi-bunyian jika menekukkan persendian pada
jari-jari tangan, kaki atau yang lainnya. Meskipun demikian, bukan berarti mereka itu akan
terkena rematik. Pada penyakit rematik dapat dirasakan adanya bunyi berderak yang dapat diraba
dan didengar.

Arthritis Rheumatoid
Sendi terdiri dari 2 ujung tulang yang tertutup tulang rawan dan tendon yang menahan kedua
tulang agar tetap menyatu. Tulang rawan terdiri dari protein yang memungkinkan tulang
meluncur diatas satu sama lain dan bertindak sebagai bantalan yang akhirnya akan merusak
sendi.
Arthiritis reumatoid (AR) adalah penyakit autoimun denga inflamasi kornik yang ditandai
dengan pembengkakan, nyeri sendi serta destruksi jaringan sinovial yang disertai
gangguan pergerakan diikuti dengan kematian prematur. Penyakit ini dapat
mempengaruhi berbagai jaringan dan organ, terutama menyerang sendi yang disebut
inflamasi sinovitis, berkembang menjadi kerusakan tulang rawan artikuler dan kekakuan
sendi. AR dapat menimbulkan peradangan yang menyebar ke paru, perikardium, pleura,
sklera dan timbul lesi noduler yang paling sering di bawah kulit.

Contoh gambaran pada arthritis rheumatoid pada tangan


Kriteria diagnostik AR menuut American College of Rheumatology (ACR) tahun 1987 :
-

Kaku pada sendi terutama pada siang hari

Artritis sendi tangan

Nodule rheumatoid simetris

Rheumatoid factor (RF)

Perubahan radiolog

Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan jelas tapi dianggap kelainan auotimun memegang
peranan penting. Penyakit ini sering didapatkan pada usia 40-50 tahun tetapi dapat pula dijumpai
pada usia lain. Wanita 3x lebih sering dibanding pria. Penyakit ini akan menonaktifkan dan
menimbulkan rasa nyeri pada sendi saat terjadi mobilitas.
Bagaimana diagnosis penyakit AR ?
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
1. Gejala klinik

Sinovitis adalah peradangan sinoval yang melapisi sendi dan tendon. Sendi tersebut akan
menjadi bengkak, lembut, hangat dan kaku sehingga pergerakan sendi akan terbatas. Peningkatan
kekakuan ini terutama terjadi pada pagi hari yang merupakan gejala menonjol pada penyakit ini
dan dapat berlangsung lebih dari 1 jam.
Gerakan lembut bisa meringankan gejala pada tahap awal penyakit. Kelainan sendi pada AR
biasanya simetris dan pada awal penyakit biasanya asimetris. Sering dijumpai adanya nodule
rheumatoid yaitu benjolan subkutan yang menunjukkan nekrosis fibrinoid dengan diameter
dalam milimeter sampai sentimeter.
Pada AR dapat dijumpai fibrosis paru, amiloidosis ginjal karena peradangan ginjal kronik, timbul
arterosklerosis yang menyebabkan infark jantung dan stroke.
Biasanya pada AR didapatkan kelainan poliartritis sendi kecil dan besar secara simetris.
Kerusakan ini didasarkan atas perubahan readiografi dan rheumatoid factor.
1. Pemeriksaan radiologi sendi
2. Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang dikaitkan dengan
AR adalah pemeriksaan rheumatoid factor (RF) dan anti-citrullinated protein
antibodies (ACPA). ACPA dikenal 2 macam yaitu pemeriksaan anti-cylic
citrullinated peptide (anti-CCP) dan anti-mutated vimentin (anti-MCV).

Kriteria diagnostik AR berdasarkan American College of Rheumatology (ACR)/European


League Against Rhematism (EULAR) tahun 2010. Untuk kepastian adanya AR pasien harus
mendapatkan score minimal 6 sesuai kategori A-D :
Test lain apa yang mungkin dapat dipakai untuk evaluasi AR?
Dokter anda akan memilih laju endap darah (LED), jumlah leukosit untuk mendeteksi adanya
peradangan. Pemeriksaan CRP lebih baik dari LED karena pemeriksaan CRP lebih bersifat
spesifik. Oleh karena terjadinya anemia merupaka komplikasi penyakit AR, maka perlu

dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Pemeriksaan antinuclear antibody (ANA) yang


negatif menyingkirkan penyakit systemic lupus erythematosus (SLE). Khusus untuk monitoring
pemeriksaan diagnosis AR dengan anti-CCP harus menggunakan alat dan metoda yang sama.

Demam Rematik
Terjadinya endokarditis rematik disebabkan langsung oleh demam rematik, suatu peyakit
sistematis yang disebabkan oleh infeksi streptokokus grup A. Demam rematik mempengaruhi
semua persendian, menyebabkan poliarthritis. Jantung juga merupakan organ sasaran dan
merupakan bagian yang kerusakannya paling serius.
Kerusakan jantung dan lesi sendi bukan akibat infeksi, artinyan jaringan tesebut tidak mengalami
infeksi atau secara langsung rusak oleh organisme tersebut, namun hal ini merupakan fenomena
sensitivitas atau reaksi yang terjadi sebagai respons terhadap streptokokis hemolitikus.

Sebagian kecil orang dengan demam rematik


menjadi sakit berat dengan gagal jantung yang berat , disritmia serius dan pneumonia rematik.
Seseorang harus dirawat di ruang perawatan intensif.
Demam rematik adalah penyakit akut yang datang terutama dengan gejala-gejala nyeri
dan bengkak sendi dan gejala-gejala yang lain sesuai dengan kriteria Jones. Penyakit
jantung rematik adalah penyakit jantung kronik yang disebabkan oleh demam rematik.
Demam rematik bisa menimbulkan kelainan pada jantung, sendi, kulit dan otak. Pada
jantung kelainan bisa terjadi pada katub-katub jantung yang disebut sebagai penyait
jantung rematik. Penyakit ini menyerang anak pada usia 6-15 tahun, biasanya timbul 20 hari
setelah terjadi infeksi. Infeksi dapat saja terjadi tanpa ada geala yang disarankan.
Demam rematik akut berhubungan dengan derajat variasi valvulitis dan miokarditis. Penelitian di
Nwe Zealand memperlihatkan bahwa disfungsi kontraksi ventrikel kiri selama dan setelah

demam rematik akut tergantung pada tingkat dan tipe regurgitasi aorta dan mungkin di pengaruhi
oleh intervensi bedah.
Demam rematik harus mencakup kenyataan bahwa ada pebedaan dalam kerentanan tehadap
perkembangan demam rematik, meliputi insiden demam rematik dan penyakit jantung rematik
yang tidak biasa pada anggota kelompok keluarga tertentu.

Penyakit Rematik Pada Lansia


Penyakit rematik telah dikenal sejak abad V sebelum masehi. Istilah rematik berasal dari kata
rheumaticos (bahasa Yunani) atau rhematismos (bahasa Latin) yang artinya cairan busuk berasal
dari otak yang menyebar ke sendi-sendi dan berbagai alat tubuh serta menimbulkan nyeri.
Penyakit rematik pada lansia lebih sering terjadi dibanding pada usia muda.
Penyakit rematik pada lansia dapat menyerang laki-laki dan perempuan pada segala usia, tetapi
kelompok lansia memang lebih banyak terkena rematik. Penyakit ini ditandai dengan keluhan
utama rasa sakit atau pegal linu dan rasa kaku. Bisa pula terjadiu bengkak sendi, gangguan gerak,
dan lemah otot. Penyakit rematik pada lansia yang menahun (kronis) bisa menimbulkan cacat
dibagian tubuh yang terkena. Dengan demikian, rematik merupakan kumpulan gejala yang
penyebabnya beraneka ragam, tetapi perwujudannya hampir serupa.

Harus dipahami, penyakit rematik pada lansia ini bukan merupakan akibat mandi pada malam
hari, akibat cuaca dingin atau karena ruangan ber-AC. Fakta telah membuktikan bahwa
penduduk subtropis yang berhawa dingin dan banyak orang bekerja di ruang ber-AC tidak
semuanya kena rematik, bahkan es sering digunakan untuk terapi pengobatan rematik. Penyakit
rematik juga tidak diturunkan, kakrena anak penderita rematik tidak semuanya terkena rematik,
meskipun memang diakui ada penyakit nodus herbeden (benjolan atau nodus-nodus kecil dan

keras akibat penulangan rawa sendi, biasanya timbul di jari-jari tangan) yang dipengaruhi oleh
gen tertentu.
Selain hal tersebut, beberapa kecenderungan berikut perlu juga dipahami :
1. Hanya rematik gout (asam urat) yang disebabkan oleh makanan.
2. BUkan hanya kalangan usia lanjut yang bisa terserang penyakit rematik, tetapi semua
kalangan umur tanpa membedakan jenis kelamin bisa terserang.
3. Rematik jtidak hanya menyerang sendi dan tulang, tetapi juga bagian tubuh lainnya.
4. Rematik bisa dicegah dengan berbagai cara, seperti pola makan yang baik dan teratur, serta
menghindari stres.

Rematik dan Pengobatannya


Penyakit rematik dapat menyerang laki-laki dan perempuan pada segala usia, tetapi kelompok
usila lebih banyak terkena serangan rematik. Penyakit ini ditandai dengan keluhan utama rasa
sakit atau pegal linu dan rasa kaku. Bisa pula terjadi bengkak sendi, gangguan gerak, dan lemah
otot.
Rematik menahun (kronis) bisa menimbulkan cacar di bagian tubuh yang terkena. Dengan
demikian, rematik merupakan kumpulan gejala yang penyebabnya beraneka ragam, tetapi
perwujudannya hampir serupa.
Pengobatan rematik pada umumnya hanya mengurangi gejala dan tidak menyembuhkan
atua memberantas penyakit sesungguhnya. Kebanyakan penderita berusaha mengobati
sendiri dengan minum jamu karena obat modern sering memiliki efek samping pada
lambung serta ketergantungan. Biasanya, penyembuhan gejala rematik ini membutuhkan
waktu yang cukup lama.
Pada kelompok usila, gejala rematik dapat dikurangi dengan melakukan olahraga teratur
dan sesuai. Selain itu, ada beberapa ramuan tradisional yang dapat mengurangi atau
mengobati gejala rematik.
Gejala Rematik

Gejala Rematik Artritis Rematoid dan Pengobatannya


Arthritis rematoid tergolong penyakit autoimun yang progresif dan sistemik karena bisa
mmepengaruhi organ tubuh lain. Ketua Indonesian Rheumatology Association (IRA) Prof. Dr.
dr. Handono Kalim, SpPD KR dalam seminar media tentang arhritis rematoid. Pada arthritis
rematoid dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan gejala seperti mengalami peradangan,
merah dan rasa nyeri dari sendi tangan dan kaki, disertai dengan gejala-gejala sistemik seperti
kelelahan, anemia, depresi.

Peradangan ini menyebabkan


nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakan yang menyebabkan hilangnya fungsi sendi karena
kerusakannya tulang dan tulang rawan yang berujung pada kecacatan progresif. Prof.
Handono menuturkan, seringkali meraka tidak mengetahui penyakitnya. Umumnya, pasien
menganggap sebagai radang sendi biasa, atau dikira penyakit rematik biasa-jenis penyakit
rematik banyak ragamnya, arthritis rematoid merupakan jenis penyaki rematik yang unggul
dan berbahaya. Keterlambatan juga disebabkan karena pasien tak mendapat diagnosis yang tepat.
Meski belum ada angka spesifiknya, namun menurut Direktur Penyakit Tidak Menular
Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng, diperkirakan 30% masyaraka mengidap penyakit
ini.
Dari jumlah itu hanya 14% yang didiagnosis mengidap penyakit arthritis rematoid. Ini
disebabkan oleh banyak orang menganggap arthritis rematoid sebagai nyeri sendi biasa, sehingga
mereka tidak mencari pengobatan yang tepat.
Dampak Arthritis Rematoid
Penyakit ini baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat.
Ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga tidak lagi mampu melakukan pekerjaannya.
Jika dibiarkan tentu saja bisa mempengaruhi kondisi psikologis. Perasaan stress dan depresi
dapat muncul, pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup. Keluarga penderita juga
terkena imbas, hidup penderita bergantung pada keluarga, termasuk biaya pengobatan.
Dengan demikian dalam mengobati penyakit ini, tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga
harus memperhatikan segi psikologis, sosial dan tentu saja faktor keuangan.
Penanaganan Arthritis Rematoid

Menurut Prof. Handono, anemia dan penyakit jantung adalah dua diantara komplikasi sistemik
yang umum mempengaruhi penderita arthritis rematoid. 30% pasien penyakit arthritis
rematoid menderita anemia yang dapat mengalami kelelahan dan fatigue. Selain kekakuan
sepanjang hari dan rasa sakit, kelelahan sehari-hari adalah masalah yang paling umum terjadi
pada penderita penyakit arthritis rematoid.
Untuk mengatasi arthritis rematoid, ada beberapa jenis obat yang diberikan. Beberapa
hanya menangani tanda dan gejalanya yang lain bertujuan unutk memodifikasi perjalanan
penyakit dan dampak negati dari efek sistemik arthritis rematoid, seperti kelelahan dan
anemia. Pengobatan saat ini antara lain :
1. Obat biologis
Ini adalah obat rekayas genetika yang mentargetkan penanda permukaan sel tertentu atau
substansi di pengantar sistem kekebalan tubuh yang disebut sitokin yag diproduksi sel untuk
mengatur sel-sel lain selama respon inflamasi. Contoh sitokin spesifik yang menjadi target obat
biologis adalah IL-6
2. Desease Modifying Anti Drug (DMARDs)
Ini adalah obat imunosupresif tidak spesifik yang dimaksudkan unutk memerangi tanda-tanda
dan gejala arthritis rematoid dan memperlambat kerusakan sendi yang progresif. Pengobatan ini
sering digunakan dalam kombinasi satu sama lain atau dalam kombinasi dengan agen biologi
untuk meningkatkan respon pasien.
3. Kortikosteroid
Ini adalah obat anti inflamasi yang berhubungan dengan cortisolsteroid yang diproduksi secara
alami di dalam tubuh yang bekerja untuk memerangi peradangan. Namun, efek samping
penggunaan glukokortikoid yang meliputi hiperglikemia, osteoporosis, hipertensi, berat badan,
katarak, masalah tidur, kehilangan otot, dan kerentanan terhadap infeksi, membatasi
penggunaannya.
4. Obat anti-inflamasi anti steroid (NSAID)
Ini mengelola tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid, seperti mengurangi rasa sakit, bengkak,
dan peradangan tetapi tidak mengubah perjalanan perburukan penyakit atau memperlambat
perkembangan dari kerusakan sendi.

Rematik Dan Asam Urat

Gejala rematik dan asam urat dapat diatasi sejak awal, ketika gejala baru terasa. Setiap
orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala tersebut. Gejala yang umum terasa adalah nyeri di
persendian baik akibat trauma maupun bukan, kaki menjadi sangat sakit terkilir, bahkan mudah
nyeri dan panas. Tindakan awal yang dapat dilakukan secara tepat dan tepat adalah mengompres
bagian tubuh yang sakit dengan air es.
Biasanya, gejala rematik dan asam urat adalah nyeri dan kaku s endi munvul pada pagi hari
ketika bangun tidur atau awal beristirahat. Rasa sakit akan berkurang jika bagian yang kaku
tersebut digerak-gerakkan. Rasa sakit ini sebenarnya disebabkan adanya desakan suatu cairan di
sekitar jaringan yang meradang, seperti kapsul sendi, sinovia, dan bursa. Tindakan awal untuk
mengatasinyaadalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe merah hangat. Selain itu, bisa
juga melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyangkan-goyangkan badan atau bagian
tubuh yang sakit. Cara ini terbukti mampu mengurangi rasa sakit di persendian.

Khusus untuk rematik dan asam urat tinggi dapat dilakukan dengan tindakan preventif melalui
pencernaan makan yang baik. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung purin yang
rendah. Alasannya, purin yang berlebih dapat memacu terbentuknya asam urat yang berlebih.
Selain itu, penderita asam urat dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur dan
menerapkan pola hidup yang teratur. Ketiga tindakan ini terbukti sebagai cara terbaik untuk
mengatasi bahkan menghindari serangan asam urat tinggi.
Secara umum, rematik dan asam urat dapat diatasi dengan lima jenis obat kimia. Setiap obat
memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) berfungsi untuk mengatasi nyeri
sendi akibat proses peradangan.
2. Obat kortikosteroid berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun.
Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan dibagian sendi
yang sakit.

3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan


sesegara mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya
obat ini dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat
jenis lain.
4. Obat imunorepresif berfungsi untuk menekan reaksi imun. Obat ini jarang
digunakan karena efek sampingnya cukup berat yaitu dapat menimbulkan
penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati.
5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang
berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral yang
berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral dapat
diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar yang berwarna
hijau atau orange, seperti wortel.

Gejala Rematik Jantung


Penyakit pada jantung yang dibahas di sini hanya dua macam penyakit, yaitu (1) penyakit
jantung rematik dan (2) angina pectoris ialah nyeri yang menekan di sekitar jantung dan di
bawah tulang dada di mana rasa nyeri tersebut dapat meluas sampai ke pundak dan lengan kiri.
Gejala utama penyakit jantung rematik ialah terjadinya debar jantung (palpitation),
kecemasan (anxiety) dan sesak napas (dyspnea). Pada saat penyakit ini muncul akan
mempengaruhi pula fungsi organ-rogan dalam yang lain.

Gambar 1: Penyakit rematik


jantung

Angina pectoris disebabkan gangguan terhadap nadi jantung, dinding jantung, atau katup aorta
jantung. Orang yang mengalami penyakit ini merasa takut dan resah seolah-olah ajal sudah
dekat, wajah menjadi merah padam, denyut nadi menjadi cepat, dan tekanan darah pun naik.
Meskipun gejala yang muncul pada kedua penyakit jantung tersebut berbeda, titik-titik manpaun
metode dalam menangani penyakit keduanya sama maka penanganannya pun sama.

Cara Mengatasi Rematik


Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala rematik, dari nyeri di persendian akibat
trauma atau bukan, kaki menjadi sakit jika terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan
paling pertama yang dapat dilakukan jika muncul gejala seperti ini adalah mengompres bagian
tubuh yang sakit menggunakan es. Jika saat bangun tidur pada pagi hari gejala tersebut baru
muncul, tindakan paling awal yang bisa dilakukan adalah mengompres bagian yang sakit dengan
jahe hangat atau minyak gosok. Bisa pula cukup dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu,
seperti menggoyang-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit tersebut.
Lain hal nya dengan rematik karena peningkatan kadar asam urat dalam darah (penyakit asam
urat), tindakan paling awal yang wajib dilakukan adalah melakukan perencanaan makan yang
baik, yakni makanan yang dikonsumsi harus rendah purin. Selain itu, mengupayakan untuk
selalu berolahraga dan menerapkan pola hidup yang teratur.
Terapi medis untuk mengatasi penyakit rematik dan asam urat biasanya menggunakan
lima jenis obat yang masing-masing memiliki fungsi berbeda :
1. Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat
proses peradangan
2. Obat kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini
dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan di bagian sendi yang sakit
3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegera
mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini diberikan secara tunggal
atau bisa juga dikombinasikan dengan jenis obat-obatan lainnya
4. Obat imunorepresif yang berfungsi menekan reaksi imun. Obat jenis ini jarang digunakan
karena efek sampingnya yang cukup berat, yakni bisa menimbulkan penyakit kanker dan bersifat
racun bagi ginjal dan hati

5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk
mengobati rematik. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar berwarna hijau
atau oranye.
Selain dengan obat-obatan tersebut, terapi medis untuk mengatasi rematik dan asam urat bisa
juga melalui program rehabilitasi yang berfungsi mengembalikan kemampuan penderita seperti
semula, sehingga bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lancar

Tanda Dan Gejala Rematik


Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik, atau rematik, yang secara
sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan
secara terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah dengan
hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak sendi dan struktur lain di
dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok
penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran, rematik lebih sering disebut
dengan keadaan yang selain disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot
(muskuloskeletal) dan terjadi nya penyakit pada jaringan ikat (connective tisue). Bisa juga
dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.
Gejala penyakit ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam, di antaranya :
- Nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, dan peradangan
- Kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami
peradangan
- Bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit
- Gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang
- Sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi
- Sendi berbunyi saat digerakkan
- Pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.
- Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit
- Perubahan fisik di bagian jari dan kuku
- Kelainan di bagian selaput lendir
- Fungsi penglihatan terganggu
- Mudah menangis
- Susah buang air besar
- Murung
- Gerakan tubuhnya menjadi lamban
- Aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.

Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan dengan cara memeriksa
dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni dengan memeriksa :
- Kulit dan kuku
- Tulang punggug dan lengkungan-lengkungan
- Gerakan setiap persendian
- Bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh
Agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan tubuh ke
laboratorium. Di tempat ini biasanya akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi
antinuklear (ANA), dan asam urat rendah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium,
kedokteran juga telah menemukan cara anallisis baru untuk mendeteksi penyakit rematik, yaitu
melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi dengan alat yang serba canggih.

Penyakit Rematik
Rematik adalah penyakit yang sudah sangat familiar di telinga kita. Banyak orang pernah
mengeluhkan tentang penyakit yang biasanya diawali dengan gejala sakit pada bagian
persendian, tetapi tidak cukup mengetahui bahwa rematik bisa membuat kecacatan (morbiditas),
ketidakmampuan (disabilitas), menurunkan kualitas hidup, dan meningkatan beban ekonomi
penderita maupun keluarga.
Tulang pada tubuh manusia dilindungi oleh tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga agar
tidak terjadi gesekan antartulang, misalnya saat kita berjalan, berjongkok, dan melompat, tulang
rawan beserta cairan sendi akan meredam benturan antartulang. Struktur sendi terdiri dari tulang
rawan, cangkang sendi, dan jaringan sekitar sendi. Jika tulang rawan mengalami gangguan, maka
akan timbul keluhan pada sendi-sendi yang berperan pada aktivitas tersebut. Sendi berfungsi
melindungi ujung tulang dari kerusakan dan kehausan, menahan beban, dan meredam kejutan
pada saat ada gerakan berulang.

Tempat-Tempat Rematik
Rematik adalah istilah umum yang digunakan dokter atau orang awam untuk menyatakan nyeri
dan kekakuan pada sendi, otot, tulang, dan jaringan ikat di sekitar organ-organ tersebut. Jenisnya
mencapai ratusan. Namun dari jumlah sebanyak itu yang paling umum adalah osteoartritis, yaitu
penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan tulang rawan sendi rusak dan berkembang
lambat. Rematik untuk semua gangguan sendi dan otot sebenarnya adalah penyederhanaan.
Penyakit rematik ini tidak saja diderita oleh orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, tetapi
juga di pedesaan. Penderitanya pun tidak pandang usia. Jadi jangan keliru kalau rematik hanya
milik mereka yang bertubuh renta. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai keluhan nyeri
bahkan pembengkakan pada satu atau beberapa sendi tubuh, sampai menghalangi aktivitas.
Kebanyakan penderita rematik lebih menyukai suhu yang hangat daripada dingin. Cuaca lembab
dan dingin, dianggap sebagai pemicu atau memperburuk serangan. Mungkin ini karena udara
dingin membuat perasaan penderita tertekan, dan toleransi terhadap nyeri lebih sedikit
dibandingkan dengan waktu cuaca cerah.
Rematik dapat juga diakibatkan oleh penyakit diabetes, asam urat tinggi, dan infeksi sendi.
Namun tidak semua rematik disebabkan oleh asam urat, dan tidak semua asam urat
menyebabkan rematik. Pengobatan rematik secara umum ditujukan untuk menghilangkan atau
mengurangi rasa nyeri, gejala peradangan (inflamasi), mencegah terjadinya perubahan bentuk
(deformitas), dan memelihara fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik. Asam urat
sebenarnya adalah produk akhir dari penghancuran purin (salah satu unsur protein) yaitu nukleat
yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Purin bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Namun tidak semua makanan diperlukan tubuh seperti purin yang ada di dalam makanan.