Anda di halaman 1dari 1

Nama : Lusi Nur Rahmawati

NIM : 11/315998/BI/08696

Acantophora spicifera
Acanthophora spicifera memiliki ciri-ciri berwarna merah kekuningan, thallus bercabang
banyak selang seling berbentuk silendrik agak kaku dengan bintil-bintil yang mencuat kesamping
dengan permukaan yang kasar dan panjang antara 5 6 cm. Tubuh melekat pada batu karang dan
pecahan karang. Alga ini warnanya bervariasi dengan paparan sinar matahari, dari kuning di perairan
dangkal terkena cahaya terang, menjadi hijau, merah atau coklat tua di daerah dengan radiasi yang
lebih rendah. Thallus silinder, cabang berduri, cabang utama pendek. Acanthophora secara luas
didistribusikan ke seluruh daerah tropis dan subtropis di zona pasang surut dan subtidal (Manoa,
2001).
Klasifikasi spesimen menurut Manoa (2001), adalah:
Kingdom

Plantae

Divisi

Rhodophyta

Kelas

Rhodophyceae

Ordo

Ceramiales

Famili

Rhodomelaceae

Genus

Acanthophora

Spesies

Acanthophora spicifera

Gambar 1. Acantophora spicifera

Beberapa studi telah mengungkapkan bioaktivitas senyawa aktif yang diisolasi dari
Acanthophora sp. seperti antibakteri, antioksidan, antivirus, antifouling. Steroid dan asam lemak dari
Acanthophora spicifera menunjukan aktivitas antitumor yang kuat terhadap manusia maupun
mikroorganisme (Zakaria et.al, 2011).
Dalam penelitian yang dilaporkan oleh Zakaria et.al (2011) mengelompokan komponen
volatil yang dibagi menjadi lima kelas, yaitu asam lemak, hidrokarbon, kolesterol, asam dikarboksilat
aromatik ester dan lainnya. Senyawa utama yang terdeteksi dalam Acantophora specifera adalah
Asam oleat (14,58%) dan n-asam heksadekanoat (24,73%), beberapa senyawa yang terdeteksi dalam
persentase yang adalah kecil asam oktadekanoat, heksadekanoat asam, Z-11-, kolestan-3 ,6-dion, (5
", 17", 20S) -, 1,2-benzenadikarboksilat asam, bis (2-metilpropill) ester, heneikosana, nonakosana
dan heksakosana.
Hasil penelitian lain mengenai komposisi senyawa kimia Acanthophora spicifera dilaporkan
oleh Laila (2003) dari Pakistan dalam hal dengan senyawa utama asam lemak terdeteksi, asam
oktadekadienoat (36,05%) dan asam heksadekanoat (8.30%). Namun berbeda dengan komposisi
asam lemak dari A. spicifera Bhaskar (2004) dari India melaporkan bahwa asam palmitat, asam
arakidonat dan asam eicosapentanoic sebagai asam lemak dominan. Perbedaan ini dapat dikaitkan
dengan kondisi iklim dan geografis dari mana alga itu dipanen.