Anda di halaman 1dari 11

Assalaamualaikum

wr. wb.

NAMA ANGGOTA :
AVIANI OKTAVIA

(03)

FAJAR JUNIANANINGSIH
INNEKE VILDA

(09)

SATRIO NUGROHO

(21)

(05)

PERS PADA MASA


ORDE BARU

Tidak

bisa di pungkiri lagi bahwa


pers memiliki peranan yang sangat
penting di suatu negara. Tanpa pers
tidak ada informasi yang bisa
tersalurkan baik dari rakyat ke
pemerintahnya maupun sebaliknya.
Singkat kata, pers memiliki posisi
tawar yang tidak bisa diremehkan.
Pers berfungsi sebagai pemikir dan
penguji konsep-konsep yang
diterapkan pada setiap kebijakan.

Pada

masa orde baru, pers bisa di


katakan tidak ada fungsinya untuk
warga negara. Pada saat itu
kebebasan pers sangat di batasi.
Pers sangat terlihat hanya sebagai
boneka penguasa. Tidak ada
kebebasan berpendapatyang di
janjikan pemerintahan Soeharto
pada awal-awal kekuasaan orde
baru.

Kebebasan pers di awali secara


ketat oleh pemerintah di bawah
naungan depertemen penerangan.
Hal ini di lakukan untuk
mengantisipasi hal-hal buruk di
dalam pemerintahan orde baru
sampai di telinga masyarakat. Pers
tidak bisa melakukan apapun selain
patuh pada aturan yang di tetapkan
pemerintah.

Aspirasi masyarakat untuk

pemerintah tidak tersalurkan


sama sekali. Hal ini di karenakan
komunikasi politik yang terjadi
hanya top-down. Artinya, pers
hanya sebagai komunikator dari
pemerintah ke rakyat. Pers tidak
dapat melakukan fungsinya
sebagai komunikator dari rakyat
ke pemerintah.

Selain

itu, pemberitaan yang di


salurkan ke masyarakat
mengenai pemerintahan hanya
berita-berita yang menjunjung
tinggi keberhasilan pemerintah.
Yang di beritakan hanyalah
sesuatu yang baik. Apabila suatu
media nekat menerbitkan
pemberitaan miring tentang
pemerintah nasib media tersebut
berada di ujung tanduk.

Pers pada masa orde baru sangat di


kendalikan oleh pemerintah. Kontrol
pemerintah terhadap pers tidak dapat
diragukan lagi, begitu juga dengan
pengaruhnya. Kebijakan-kebjakan yang di
keluarkan pemerintah orde baru sangat
tidak mendukung kebebasan pers. Salah
satu contohnya adalah kebijakan SIUPP
yakni Surat Izin Untuk Penerbitan Pers.
Pers mengalami kesulitan sat di tuntut
untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang
secara alamiah melekat padanya,
khususnya fungsi mereka bagi
masyarakat.

Jika sudah begitu, bisa dikatakan pers


telah kehilangan jati dirinya.
Sesungguhnya pada masa orde baru
terdapat lembaga yang menaungi pers di
Indonesia yaitu Dewan Pers. Sangat
disayangkn, dewan pers pada masa orde
baru tidak melaksanakan tugasnya
dengan efektif. Dewan pers justru tidak
melindungi rekan sesama jurnalis. Dewan
pers masa orde baru hanya sebatas
formalitas.

Wassalaamualaikum wr.
wb.