Anda di halaman 1dari 2

ENTEROBIASIS

Diagnosis
Pemeriksaan darah tepi umumnya normal, hanya ditemukan sedikit eosinofilia.
Diagnosis ditegakkan dengan cara menemukan telur atau cacing dewasa di daerah perianal
dengan swab atau di dalam tinja. Anal swab ditempelkan di sekitar anus pada waktu pagi
hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat (cebok).

Pengobatan
Perawatan umum :
1. Pengobatan sebaiknya dilakukan juga terhadap keluarga serumah atau yang
sering berhubungan dengan pasien;
2. Kesehatan pribadi perlu diperhatikan terutama kuku jari-jari dan pakaian tidur;
3. Toilet sebaiknya dibersihkan dan disiram dengan desinfektan, bila mungkin
setiap hari.
Pengobatan Spesifik

Mebendazol. Diberikan dosis tunggal 500 mg, diulang setelah 2 minggu.

AlbendazoL Diberikan dosis tunggal 400 mg, diulang setelah 2 minggu.

Piperazin sitrat. Diberikan dengan dosis 2 x 1 g/ hari selama 7 hari berturut-turut,


dapat diulang dengan interval 7 hari.

Pirvium pamoat. Obat ini diberikan dengan dosis 5 mg/kg berat badan (maksimum
0,25 g) dan diulangi 2 minggu kemudian. Obat ini dapat menyebabkan rasa mual,
muntah dan wama tinja menjadi merah. Bersama mebendazol efektif terhadap semua
stadium perkembangan cacing kremi.

Pirantel pamoat. Diberikan dengan dosis 10 mg/kg berat badan sebagai dosis tunggal
dan maksimum 1 gram.

Komplikasi
Bila jumlah cacing dewasa cukup banyak akan dapat menyebabkan
apendisitis. Cacing dewasa pada wanita dapat bermigrasi ke dalam vagina, uterus dan
tuba falopii, dan dapat menyebabkan peradangan di daerah tersebut.

Prognosis
Infeksi cacing ini biasanya tidak begitu berat, dan dengan pemberian obat-obat
yang efektif maka komplikasi dapat dihindari. Yang sering menjadi masalah adalah
infeksi intra familiar, apalagi dengan keadaan higienik yang buruk.

Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan diri,
memperbaiki kondisi lingkungan menjadi bersih, dan pengolahan feses manusia yang
higienis.