Anda di halaman 1dari 282

-

MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 6 TAHUN 2015
TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA
KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN
TRANSMIGRASI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang

a. bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 47 Peraturan Presiden


Nomor 12 Tahun 2015 tentang Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dan
pelaksanaan Pasal 98 Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun
2015 tentang Organisasi Kementerian Negara, perlu
dilakukan penataan organisasi dan tata kerja Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada
huruf
a
dan
Surat
Persetujuan
Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor B/897/M.PANRB/03/2015 tanggal 17 Maret 2015,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian, Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;

Mengingat

: 1. Undang-Undang
Nomor
39
Tahun
2008
tentang
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4916);
2. Undang-Undang
Nomor
15
Tahun
1997
tentang
Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang
Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5050);
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5495);

4. Undang-Undang
Nomor
23
Tahun
2014
tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997
tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang
Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5497);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5539);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5558);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang
Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 264,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5598);
9. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 8);
10. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 13);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI TENTANG STRUKTUR
ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI.
BAB I
KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI
Pasal 1
(1) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Presiden.
(2) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi dipimpin oleh Menteri.

Pasal 2

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan


Transmigrasi mempunyai tugas menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang pembangunan desa dan kawasan
perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi untuk
membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan
negara.
Pasal 3
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan,
pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan daerah
tertentu, pembangunan daerah tertinggal, penyiapan,
pembangunan permukiman, dan pengembangan kawasan
transmigrasi;
b. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi
tanggung jawabnya;
d. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
e. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas
pelaksanaan urusan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
f. pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan
pelatihan,
serta
pengelolaan
informasi
di
bidang
pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan
masyarakat
desa,
pengembangan
daerah
tertentu,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi; dan
g. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada
seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
BAB II
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 4
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi terdiri atas:
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa;
c. Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan;
d. Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu;

e. Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal;


f. Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi;
g. Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi;
h. Inspektorat Jenderal;
i. Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan, dan Informasi;
j. Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan;
k. Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal;
l. Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah;
m. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan
n. Staf Ahli Bidang Hukum.
BAB III
SEKRETARIAT JENDERAL
Bagian Pertama
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 5
(1) Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.
(2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
Pasal 6
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di
lingkungan
Kementerian
Desa,
Pembangunan
Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 7
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi kegiatan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang
meliputi
ketatausahaan,
kepegawaian,
keuangan,
kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat,
arsip, dan dokumentasi Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
d. pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;
e. koordinasi
dan
penyusunan
peraturan
perundangundangan serta pelaksanaan advokasi hukum;
f. penyelenggaraan
pengelolaan
barang
milik/kekayaan
negara dan layanan pengadaan barang/jasa; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 8
Sekretariat Jenderal terdiri atas:
a. Biro Perencanaan;
b. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Biro Sumber Daya Manusia dan Umum;
d. Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama; dan
e. Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Bagian Ketiga
Biro Perencanaan
Pasal 9
Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi
dan penyusunan perencanaaan umum, program, anggaran,
serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
program dan anggaran Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 10
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi
dan
penyusunan
perencanaan
umum
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
b. penyusunan program, dan anggaran Sekretariat Jenderal;
c. koordinasi
dan penyusunan program dan anggaran
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi serta pelaporan
program dan anggaran Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 11
Biro Perencanaan terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan Umum;
b. Bagian Penyusunan Program;
c. Bagian Penyusunan Anggaran; dan
d. Bagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 12
Bagian Perencanaan Umum mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan
koordinasi
dan
penyusunan
perencanaan,
perencanaan strategis, koordinasi pelaksanaan, evaluasi dan
pelaporan dana alokasi khusus,
penyusunan rencana,
program dan anggaran Sekretariat Jenderal, penyiapan bahan

pimpinan serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro.


Pasal 13
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12, Bagian Perencanaan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan dan analisis data perencanaan;
b. penyiapan bahan pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan dana
alokasi khusus;
c. penyiapan koordinasi dan
penyusunan perencanaan
kebijakan strategis;
d. penyiapan dan penyusunan perencanaan, evaluasi dan
pelaporan, program dan anggaran Sekretariat Jenderal;
e. penyiapan bahan pimpinan; dan
f. pelaksanaan tata usaha Biro.
Pasal 14
Bagian Perencanaan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Analisa Data Perencanaan;
b. Subbagian Perencanaan Sekretariat Jenderal; dan
c. Subbagian Tata Usaha Biro.
Pasal 15
(1) Subbagian Analisa Data Perencanaan mempunyai tugas
melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data,
penyiapan
bahan
perencanaan
kebijakan
strategis,
koordinasi dan
penyusunan perencanaan umum serta
penyiapan bahan pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan dana
alokasi dana khusus.
(2) Subbagian Perencanaan Sekretariat Jenderal mempunyai
tugas
melakukan
penyiapan
bahan
penyusunan
perencanaan, evaluasi dan pelaporan, program dan
anggaran Sekretariat Jenderal serta penyiapan bahan
pimpinan.
(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 16
Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program kerja, program
dekonsentrasi, dan tugas pembantuan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 17
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16, Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan penyusunan program kerja
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan

Transmigrasi;
b. penyiapan
koordinasi
dan
penyusunan
program
dekonsentrasi dan tugas pembantuan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
c. penyiapan koordinasi dan penyusunan program jangka
panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
Pasal 18
Bagian Penyusunan Program terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program I;
b. Subbagian Penyusunan Program II; dan
c. Subbagian Penyusunan Program III.
Pasal 19
(1) Subbagian Penyusunan Program I mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
program kerja, koordinasi dan penyusunan program
dekonsentrasi dan tugas pembantuan, serta penyiapan
bahan koordinasi dan penyusunan program jangka
panjang,
jangka
menengah
dan
tahunan
bidang
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan
kawasan
perdesaan,
penelitian
dan
pengembangan, pendidikan dan pelatihan, dan informasi.
(2) Subbagian Penyusunan Program II mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
program kerja, koordinasi dan penyusunan program
dekonsentrasi dan tugas pembantuan, serta penyiapan
bahan koordinasi dan penyusunan program jangka
panjang, jangka menengah dan tahunan
bidang
pengembangan daerah tertentu dan pembangunan daerah
tertinggal.
(3) Subbagian Penyusunan Program III mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
program kerja, koordinasi dan penyusunan program
dekonsentrasi dan tugas pembantuan, serta penyiapan
bahan koordinasi dan penyusunan program jangka
panjang, jangka menengah dan tahunan bidang penyiapan
kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi,
pengembangan kawasan transmigrasi, dan pengawasan
internal.
Pasal 20
Bagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan anggaran serta
penyiapan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.

Pasal 21

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 20,


Bagian Penyusunan Anggaran menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
koordinasi
dan
penyusunan
anggaran
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
b. penyiapan
koordinasi
dan
penyusunan
anggaran
dekonsentrasi dan tugas pembantuan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
c. analisis usulan dan revisi anggaran Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 22
Bagian Penyusunan Anggaran terdiri
a. Subbagian Penyusunan Anggaran
b. Subbagian Penyusunan Anggaran
c. Subbagian Penyusunan Anggaran

atas:
I;
II; dan
III.

Pasal 23
(1) Subbagian Penyusunan
Anggaran I mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
anggaran, anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan,
analisis usulan dan revisi anggaran bidang pembangunan
dan pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan
kawasan perdesaan, dan penelitian dan pengembangan,
pendidikan dan pelatihan, dan informasi.
(2) Subbagian Penyusunan Anggaran II mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
anggaran, anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan,
analisis usulan dan revisi anggaran bidang pengembangan
daerah tertentu, dan pembangunan daerah tertinggal.
(3) Subbagian Penyusunan Anggaran III mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
anggaran, anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan,
analisis usulan dan revisi anggaran bidang
penyiapan
kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi,
pengembangan kawasan transmigrasi, dan pengawasan
internal.
Pasal 24
Bagian
Evaluasi
dan
Pelaporan
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan koordinasi, pemantauan, dan
evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan
anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi.
Pasal 25
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 24, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan
koordinasi
pemantauan
dan
evaluasi

pelaksanaan program dan anggaran Kementerian Desa,


Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
program dan anggaran Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
c. penyusunan laporan hasil pelaksanaan program dan
anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 26
Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas:
a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I;
b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III.
Pasal 27
(1) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi, pemantauan dan
evaluasi serta penyiapan bahan penyusunan laporan hasil
pelaksanaan program dan anggaran bidang pembangunan
dan pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan
kawasan perdesaan, dan penelitian dan pengembangan,
pendidikan dan pelatihan, dan informasi.
(2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi, pemantauan dan
evaluasi serta penyiapan bahan penyusunan laporan hasil
pelaksanaan program dan anggaran bidang pengembangan
daerah tertentu, pembangunan daerah tertinggal dan
kesekretariatan jenderal.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi, pemantauan dan
evaluasi serta penyiapan bahan penyusunan laporan hasil
pelaksanaan program dan anggaran bidang penyiapan
kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi,
pengembangan kawasan transmigrasi, dan pengawasan
internal.
Bagian Keempat
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
Pasal 28
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melaksanakan
pembinaan
pengelolaan
keuangan
dan
penatausahaan barang milik negara Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 29
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 28, Biro Keuangan dan Barang Milik Negara

10

menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. koordinasi pembinaan dan pengelolaan pelaksanaan
anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
d. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha
keuangan serta bimbingan teknis pengelolaan keuangan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
e. pelaksanaan akuntansi dan verifikasi anggaran serta
penyusunan
laporan
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
f. pelaksanaan pengelolaan barang milik negara Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
dan
g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 30
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Bagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan;
c. Bagian Akuntansi dan Pelaporan; dan
d. Bagian Penatausahaan Barang Milik Negara.
Pasal 31
Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan
pengelolaan anggaran dan bimbingan teknis pelaksanaan
anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan Transmigrasi.
Pasal 32
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 31, Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan pengelolaan anggaran dan bimbingan teknis
pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut laporan hasil
pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan
Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal dan Direktorat
Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa;
b. pelaksanaan pengelolaan anggaran dan bimbingan teknis
pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut laporan hasil
pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan
Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan,
Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu dan
Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal; dan
c. pelaksanaan pengelolaan anggaran dan bimbingan teknis
pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut laporan hasil

11

pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan


Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman
Transmigrasi,
Direktorat
Jenderal
Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Badan Penelitian
dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan
Informasi.
Pasal 33
Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I;
b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II; dan
c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III.
Pasal 34
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan pengelolaan anggaran dan
bimbingan teknis pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut
laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di
lingkungan Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal dan
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa.
(2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan pengelolaan anggaran dan
bimbingan teknis pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut
laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di
lingkungan Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan
Perdesaan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah
Tertentu dan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah
Tertinggal.
(3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan pengelolaan anggaran dan
bimbingan teknis pelaksanaan anggaran serta tindak lanjut
laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di
lingkungan Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan
Pembangunan
Permukiman
Transmigrasi,
Direktorat
Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Badan
Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan,
dan Informasi.
Pasal 35
Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai
tugas melaksanakan urusan perbendaharaan dan tata usaha
keuangan, dan fasilitasi pengelolaan keuangan Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta
melaksanakan urusan gaji dan tunjangan pegawai di
lingkungan Sekretariat Jenderal.
Pasal 36
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 35, Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan

12

menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
b. penyiapan
pengelola
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. penyiapan penyusunan bahan pengelolaan perbendaharaan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
d. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi, penatausahaan
pertanggungjawaban anggaran dan pengelolaan kas
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
e. fasilitasi
pengelolaan
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
f. pelaksanaan urusan gaji dan tunjangan di lingkungan
Sekretariat Jenderal.
Pasal 37
Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas:
a. Subbagian Perbendaharaan;
b. Subbagian Penatausahaan Anggaran; dan
c. Subbagian Pengelolaan Gaji.
Pasal 38
(1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
penyiapan penyusunan bahan pengelolaan perbendaharaan
dan penyiapan
pengelola keuangan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Subbagian Penatausahaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha
keuangan, dan pelaksanaan fasilitasi penatausahaan
pertanggungjawaban anggaran dan pengelolaan kas, serta
fasilitasi
pengelolaan
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(3) Subbagian Pengelolaan Gaji mempunyai tugas melakukan
pelaksanaan urusan gaji dan tunjangan di lingkungan
Sekretariat Jenderal.
Pasal 39
Bagian
Akuntansi
dan
Pelaporan
mempunyai
tugas
melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan
akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan barang
milik negara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 40
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

13

Pasal 39, Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan


fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi, pembinaan, dan penyelenggaraan
akuntansi serta penyusunan laporan keuangan Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. pelaksanaan koordinasi, pembinaan, dan penyelenggaraan
akuntansi serta laporan Barang Milik Negara Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
dan
c. pelaksanaan
verifikasi
data
dan
dokumen
pertanggungjawaban
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 41
Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas:
a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan;
b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Barang Milik Negara;
dan
c. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan.
Pasal 42
(1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai
tugas melakukan pelaksanaan koordinasi, pembinaan, dan
penyelenggaraan akuntansi serta penyusunan laporan
keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Barang Milik Negara
mempunyai tugas melakukan pelaksanaan koordinasi,
pembinaan, dan penyelenggaraan akuntansi serta laporan
Barang Milik Negara Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(3) Subbagian Verifikasi Anggaran dan Pembukuan mempunyai
tugas melakukan pelaksanaan verifikasi data dan dokumen
pertanggungjawaban
keuangan
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 43
Bagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi penatausahaan, penilaian dan
penghapusan barang milik negara Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta
pelaksanaan urusan tata usaha Biro.
Pasal 44
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 43, Bagian Penatausahaan Barang Milik Negara
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi penatausahaan barang milik negara
di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. pelaksanaan koordinasi penilaian dan penghapusan barang
milik negara serta tuntutan perbendaharaan dan tuntutan

14

ganti rugi di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan


Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
c. pelaksanaan tata usaha Biro.
Pasal 45
Bagian Penatausahaan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Administrasi Penatausahaan Barang Milik
Negara;
b. Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara dan Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi; dan
c. Subbagian Tata Usaha Biro.
Pasal 46
(1) Subbagian Administrasi Penatausahaan Barang Milik
Negara
mempunyai
tugas
melakukan
pelaksanaan
koordinasi penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Subbagian Penghapusan Barang Milik Negara dan Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai
tugas melakukan pelaksanaan koordinasi penilaian dan
penghapusan barang milik negara serta tuntutan
perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Bagian Kelima
Biro Sumber Daya Manusia dan Umum
Pasal 47
Biro Sumber Daya Manusia dan Umum mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi, pengelolaan kepegawaian, tata
usaha pimpinan dan persuratan, keprotokolan serta
perlengkapan dan kerumahtanggaan.
Pasal 48
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 47, Biro Sumber Daya Manusia dan Umum
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan, dan persuratan;
c. pelaksanaan urusan rumah tangga, dan perlengkapan;
d. pelaksanaan urusan keprotokolan; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

15

Pasal 49

Biro Sumber Daya Manusia dan Umum terdiri atas:


a. Bagian Kepegawaian;
b. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Persuratan;
c. Bagian Protokol; dan
d. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 50
Bagian
Kepegawaian
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyusunan urusan rencana dan pengembangan pegawai,
mutasi, dan kesejahteraan pegawai.
Pasal 51
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 50, Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan
pegawai, rencana pendidikan dan pelatihan, pengembangan
karir, pengembangan sistem nilai kompetensi, kinerja
pegawai;
b. penyiapan urusan administrasi kepangkatan, kenaikan gaji
berkala, administrasi jabatan fungsional, serta pengelolaan
sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
dan
c. penyiapan urusan mutasi pegawai, kesejahteraan pegawai,
penghargaan, tanda jasa, disiplin pegawai, pemberhentian
dan pemensiunan pegawai Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 52
Bagian Sumber Daya Manusia terdiri atas:
a. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai;
b. Subbagian Administrasi Kepegawaian; dan
c. Subbagian Mutasi dan Kesejahteraan Kepegawaian.
Pasal 53
(1) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan pegawai
mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan
rencana kebutuhan dan pengadaan pegawai, rencana
pendidikan
dan
pelatihan,
pengembangan
karir,
pengembangan sistem nilai kompetensi, kinerja pegawai.
(2) Subbagian Administrasi kepegawaian mempunyai tugas
melakukan penyiapan urusan administrasi kepangkatan,
kenaikan gaji berkala, administrasi jabatan fungsional, serta
pengelolaan sistem informasi manajemen kepegawaian
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
(3) Subbagian Mutasi dan Kesejahteraan pegawai mempunyai
tugas melakukan penyiapan urusan mutasi pegawai,

16

kesejahteraan pegawai, penghargaan, tanda jasa, disiplin


pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
Pasal 54
Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Persuratan mempunyai tugas
melaksanakan urusan tata usaha Menteri, Sekretaris Jenderal,
dan Staf Ahli Menteri, Biro, dan pengelolaan persuratan serta
kearsipan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi.
Pasal 55
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 54, Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Persuratan
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri;
b. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal;
c. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli Menteri;
d. pelaksanaan urusan tata usaha Biro; dan
e. pelaksanaan urusan persuratan dan pengelolaan arsip.
Pasal 56
Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Persuratan terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha Menteri;
b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal;
c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri;
d. Subbagian Tata Usaha Biro; dan
e. Subbagian Persuratan dan Kearsipan.
Pasal 57
(1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas
melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri.
(2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai
tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga
Sekretaris Jenderal.
(3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas
melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli
Menteri.
(4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
(5) Subbagian Persuratan dan Kearsipan mempunyai tugas
melakukan pengelolaan persuratan, pengoperasian dan
pengembangan sistem kearsipan, penyimpanan, pelayanan
dan pembinaan arsip.
Pasal 58
Bagian Protokol mempunyai tugas melaksanakan urusan
keprotokolan.

17

Pasal 59
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 58, Bagian Protokol menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan layanan acara keprotokolan;
b. pelaksanaan layanan perjalanan dinas dan kunjungan kerja;
dan
c. pelaksanaan layanan tamu Menteri.
Pasal 60
Bagian Protokol terdiri
a. Subbagian Layanan
b. Subbagian Layanan
c. Subbagian Layanan

atas:
Acara;
Perjalanan; dan
Tamu.
Pasal 61

(1) Subbagian Layanan Acara mempunyai tugas melakukan


pelaksanaan layanan acara resmi dan non resmi.
(2) Subbagian
Layanan
Perjalanan
mempunyai
tugas
melakukan pelaksanaan layanan perjalanan dinas dan
kunjungan kerja.
(3) Subbagian Layanan Tamu mempunyai tugas melakukan
pelaksanaan layanan tamu Menteri.
Pasal 62
Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas
pelaksanaan koordinasi urusan perlengkapan dan rumah
tangga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi.
Pasal 63
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 62, Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan
prasarana kantor, pengelolaan urusan rumah tangga;
b. pelaksanaan, pemeliharaan sarana dan prasarana;
c. penyiapan dan pelaksanaan pengadaan barang, pekerjaan
konstruksi, pengadaan jasa konsultasi, dan pengadaan jasa
lainnya serta penyusunan laporan pengadaan; dan
d. pelaksanaan urusan penyimpanan, pendistribusian, pinjam
pakai, dan inventarisasi perlengkapan kantor.
Pasal 64
Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas:
a. Subbagian Perlengkapan;
b. Subbagian Pengadaan dan Pelaporan; dan
c. Subbagian Pemeliharaan dan Penyimpanan.

18

Pasal 65
(1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan
pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan
prasarana kantor, pengelolaan urusan rumah tangga,
pemeliharaan sarana dan prasarana.
(2) Subbagian Pengadaan dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan dan pelaksanaan pengadaan barang,
pekerjaan konstruksi, pengadaan jasa konsultasi, dan
pengadaan jasa lainnya serta penyusunan laporan
pengadaan.
(3) Subbagian Pemeliharaan dan Penyimpanan mempunyai
tugas melakukan pelaksanaan pemeliharaan, penyimpanan,
pendistribusian,
pinjam
pakai,
dan
inventarisasi
perlengkapan kantor.
Bagian Keenam
Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama
Pasal 66
Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama mempunyai tugas
pelaksanaan koordinasi hubungan antar lembaga, pemberitaan
dan publikasi, informasi pelayanan pengaduan serta kerja
sama luar negeri.
Pasal 67
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 66, Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja sama
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanan koordinasi hubungan antar lembaga negara,
lembaga pemerintah, dan non pemerintah;
b. pelaksanaan hubungan media massa dan media elektronik,
publikasi, dan pameran;
c. pelaksanaan urusan layanan informasi publik dan
dokumentasi;
d. pengelolaan urusan perpustakaan;
e. pelaksanaan penanganan layanan pengaduan masyarakat;
f. penyiapan koordinasi hubungan kerja sama luar negeri; dan
g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 68
Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama terdiri atas:
a. Bagian Hubungan Antar Lembaga;
b. Bagian Pemberitaan dan Publikasi;
c. Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan; dan
d. Bagian Kerja Sama Luar Negeri.

19

Pasal 69

Bagian Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas


melaksanakan koordinasi kerja sama hubungan antar lembaga
negara dan lembaga pemerintah, serta lembaga non
pemerintah.
Pasal 70
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 69, Bagian Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama hubungan
antar lembaga negara dan lembaga pemerintah;
b. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama hubungan
antar lembaga swasta, organisasi kemasyarakatan, dan
lembaga profesi; dan
c. pelaksanaan tata usaha Biro.
Pasal 71
Bagian Hubungan Antar Lembaga terdiri atas:
a. Subbagian Lembaga Negara dan Pemerintah;
b. Subbagian Lembaga Swasta dan Organisasi
Kemasyarakatan; dan
c. Subbagian Tata Usaha Biro.
Pasal 72
(1) Subbagian Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kerja sama
hubungan antar lembaga negara dan lembaga pemerintah.
(2) Subbagian
Lembaga
Swasta
dan
Organisasi
Kemasyarakatan mempunyai tugas pelaksanaan penyiapan
koordinasi kerja sama hubungan antar lembaga swasta,
organisasi kemasyarakatan, dan lembaga profesi.
(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 73
Bagian Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas
melaksanakan hubungan media massa dan media elektronik,
publikasi, pameran, analisis dan evaluasi media.
Pasal 74
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 73, Bagian Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan urusan hubungan dengan media massa dan
pemberitaan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan publikasi dan pameran serta
komunikasi publik; dan

20

c. pelaksanaan penyiapan bahan analisis dan evaluasi media.


Pasal 75
Bagian Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas:
a. Subbagian Hubungan Media Massa;
b. Subbagian Promosi dan Publikasi; dan
c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Media.
Pasal 76
(1) Subbagian Hubungan Media Massa mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan urusan hubungan dengan media
massa dan pemberitaan.
(2) Subbagian Promosi dan Publikasi mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan penyiapan bahan publikasi dan
pameran serta komunikasi publik.
(3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Media mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan penyiapan bahan analisis dan
evaluasi media.
Pasal 77
Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas
melaksanakan urusan layanan informasi publik dan
dokumentasi,
pengelolaan
urusan
perpustakaan,
dan
penanganan layanan pengaduan masyarakat.
Pasal 78
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 77, Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan layanan informasi publik dan
dokumentasi;
b. pengelolaan perpustakaan; dan
c. pelaksanaan penanganan layanan pengaduan masyarakat.
Pasal 79
Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan terdiri atas:
a. Subbagian Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi;
b. Subbagian Perpustakaan; dan
c. Subbagian Layanan Pengaduan Masyarakat.
Pasal 80
(1) Subbagian Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi
mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan layanan
informasi publik dan dokumentasi.
(2) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan
pengelolaan perpustakaan.
(3) Subbagian Layanan Pengaduan Masyarakat mempunyai
tugas melakukan pelaksanaan penanganan layanan

21

pengaduan masyarakat.
Pasal 81
Bagian Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas penyiapan
bahan koordinasi kerja sama bilateral, multilateral, dan
lembaga asing non pemerintah.
Pasal 82
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 81, Bagian Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama bilateral;
b. penyiapan bahan koordinasi kerja sama multilateral; dan
c. penyiapan bahan koordinasi lembaga asing non pemerintah.
Pasal 83
Bagian Kerja sama Luar Negeri terdiri atas:
a. Subbagian Kerja Sama Bilateral;
b. Subbagian Kerja Sama Multilateral; dan
c. Subbagian Kerja Sama Lembaga Asing Non Pemerintah.
Pasal 84
(1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi kerja sama
bilateral.
(2) Subbagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi kerja sama
multilateral.
(3) Subbagian Kerja Sama Lembaga Asing Non Pemerintah
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
kerja sama lembaga asing non pemerintah.
Bagian Kedelapan
Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
Pasal 85
Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan
perundang-undangan, pelayanan dan advokasi hukum,
penelaahan dan evaluasi produk hukum dan perjanjian serta
pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 86
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 85, Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

22

peraturan perundang-undangan;
pelaksanaan harmonisasi peraturan perundang-undangan
di bidang desa, pembangunan daerah tertinggal, dan
transmigrasi;
pelaksanaan koordinasi penyuluhan dan penyebarluasan
peraturan perundang-undangan;
pelaksanaan koordinasi dan pemberian pertimbangan
hukum;
pelaksanaan koordinasi dan pemberian advokasi hukum;
pelaksanaan jaringan dokumentasi informasi hukum;
pelaksanaan penelaahan dan evaluasi produk hukum serta
perjanjian;
pembinaan dan penataan organisasi;
pembinaan ketatalaksanaan dan pelaksanaan reformasi
birokrasi; dan
pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 87

Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:


a. Bagian Penyusunan Perundang-Undangan;
b. Bagian Pelayanan dan Advokasi Hukum;
c. Bagian Penelaahan, Evaluasi Produk Hukum dan Perjanjian;
dan
d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 88
Bagian Penyusunan Perundang-Undangan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan koordinasi dan fasilitasi penyusunan
rancangan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan
harmonisasi peraturan perundang-undangan di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 89
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
88,
Bagian
Penyusunan
Perundang-Undangan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan
peraturan
perundang-undangan
dan
pelaksanaan
harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang desa;
b. penyiapan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan
peraturan
perundang-undangan
dan
pelaksanaan
harmonisasi
peraturan perundang-undangan bidang
pembangunan daerah tertinggal; dan
c. penyiapan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan
peraturan
perundang-undangan
dan
pelaksanaan
harmonisasi
peraturan perundang-undangan bidang
transmigrasi.
Pasal 90
Bagian Penyusunan Perundang-Undangan terdiri atas:
a. Subbagian Perundang-Undangan I;

23

b. Subbagian Perundang-Undangan II; dan


c. Subbagian Perundang-Undangan III.
Pasal 91
(1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan I bidang Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan
fasilitasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan pelaksanaan harmonisasi
peraturan
perundang-undangan di bidang desa.
(2) Subbagian Perundang-Undangan II bidang Pembangunan
Daerah Tertinggal mempunyai tugas melakukan penyiapan
koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan peraturan
perundang-undangan
dan
pelaksanaan
harmonisasi
peraturan perundang-undangan bidang pembangunan
daerah tertinggal.
(3) Subbagian Perundang-Undangan III bidang Transmigrasi
mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan
fasilitasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan pelaksanaan harmonisasi
peraturan
perundang-undangan bidang transmigrasi.
Pasal 92
Bagian Pelayanan dan Advokasi Hukum mempunyai tugas
melaksanakan
penyiapan
koordinasi
penyuluhan
dan
penyebarluasan
peraturan
perundang-undangan,
melaksanakan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum
dan advokasi hukum, serta pengelolaan jaringan dokumentasi
informasi hukum.
Pasal 93
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 92, Bagian Pelayanan
dan Advokasi
Hukum
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyuluhan dan penyebarluasan
peraturan perundang-undangan;
b. penyiapan koordinasi dan pemberian pertimbangan hukum;
c. penyiapan koordinasi dan pelayanan advokasi hukum; dan
d. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi peraturan
perundang-undangan.
Pasal 94
Bagian Pelayanan dan Advokasi Hukum terdiri atas:
a. Subbagian Pelayanan dan Pertimbangan Hukum;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Dokumentasi Hukum.
Pasal 95
(1) Subbagian Pelayanan dan Pertimbangan Hukum mempunyai

24

tugas melakukan penyiapan koordinasi penyuluhan dan


penyebarluasan peraturan perundang-undangan serta
pemberian pertimbangan hukum .
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan koordinasi dan pelayanan advokasi hukum.
(3) Subbagian
Dokumentasi
Hukum
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan dan pelaksanaan sistem informasi dan
dokumentasi peraturan perundang-undangan.
Pasal 96
Bagian Penelaahan, Evaluasi Produk Hukum, dan Perjanjian
mempunyai tugas melaksanakan analisa dan evaluasi produk
hukum dan perjanjian.
Pasal 97
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 96, Bagian Penelaahan, Evaluasi Produk Hukum dan
Perjanjian menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan analisa produk hukum bidang desa,
daerah tertinggal, dan transmigrasi;
b. penyiapan bahan evaluasi produk hukum bidang desa,
daerah tertinggal, dan transmigrasi; dan
c. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan, pengkajian dan
penyusunan naskah perjanjian nasional dan internasional
bidang desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 98
Bagian Penelaahan, Evaluasi Produk Hukum dan Perjanjian
terdiri atas:
a. Subbagian Analisa Produk Hukum;
b. Subbagian Evaluasi Produk Hukum; dan
c. Subbagian Perjanjian.
Pasal 99
(1) Subbagian Analisa Produk
Hukum mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan analisa produk hukum bidang
desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
(2) Subbagian Evaluasi Produk Hukum mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi produk hukum
bidang desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
(3) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan koordinasi pengumpulan, pengkajian dan
penyusunan naskah perjanjian nasional dan internasional
bidang desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 100
Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan pembinaan dan penataan organisasi,
penyusunan analisis jabatan dan evaluasi jabatan serta tata

25

laksana di lingkungan Kementerian


Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Desa,

Pembangunan

Pasal 101
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
100, Bagian Organisasi dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
penataan
organisasi
Kementerian
Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. penyusunan analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis
beban kerja serta uraian jabatan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. penyusunan tata laksana, sistem dan prosedur kerja, tata
hubungan serta reformasi birokrasi kerja Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 102
Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Organisasi;
b. Subbagian Tata Laksana; dan
c. Subbagian Tata Usaha Biro.
Pasal 103
(1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penataan organisasi, analisis jabatan,
evaluasi jabatan dan analisis beban kerja serta uraian
jabatan
Kementerian
Desa,
Pembangunan
Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan tata laksana, sistem dan
prosedur kerja, serta tata hubungan kerja serta
pelaksanaan reformasi birokrasi Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
BAB V
DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 104
(1) Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal.

26

Pasal 105
Direktorat
Jenderal
Pembangunan
dan
Pemberdayaan
Masyarakat Desa mempunyai tugas menyelenggarakan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha
ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi
tepat guna, pembangunan sarana prasarana desa, dan
pemberdayaan masyarakat desa sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 106
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
105,
Direktorat
Jenderal
Pembangunan
dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan
pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa,
pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna,
dan
pembangunan
sarana
prasarana
desa,
serta
pemberdayaan masyarakat desa;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan
pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa,
pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna,
dan
pembangunan
sarana
prasarana
desa,
serta
pemberdayaan masyarakat desa;
c. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
pembinaan
pengelolaan
pelayanan
sosial
dasar,
pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan
sumber daya alam dan teknologi tepat guna, dan
pembangunan sarana prasarana desa, serta pemberdayaan
masyarakat desa;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan
pengelolaan
pelayanan
sosial
dasar,
pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan
sumber daya alam dan teknologi tepat guna, dan
pembangunan sarana prasarana desa, serta pemberdayaan
masyarakat desa;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha
ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan
teknologi tepat guna, dan pembangunan sarana prasarana
desa, serta pemberdayaan masyarakat desa;
f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembangunan
dan Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

27

Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 107
Direktorat
Jenderal
Pembangunan
dan
Pemberdayaan
Masyarakat Desa terdiri atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Pelayanan Sosial Dasar;
c. Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa;
d. Direktorat Pendayagunaan Sumberdaya Alam dan Teknologi
Tepat Guna;
e. Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa; dan
f. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 108
Sekretariat
Direktorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pemberian pelayanan administratif kepada
semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Pasal 109
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 108, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan
fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;
b. pengelolaan data dan informasi;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
d. pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
e. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan
f. penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 110
Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 111
Bagian

Perencanaan

mempunyai

tugas

melaksanakan

28

penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,


pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di bidang pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat desa.
Pasal 112
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 111, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan
tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang perencanaan
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Pasal 113
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 114
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan
laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang
perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat
desa.
Pasal 115
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 116
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 115, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan

29

c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,


barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 117
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 118
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan pengelolaan pelaksanaan anggaran dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan
serta penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 119
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 120
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 119, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan
kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 121
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 122
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

30

Pasal 123
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai
tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 124
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 123, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 125
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 126
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.
(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal.
Bagian Keempat
Direktorat Pelayanan Sosial Dasar
Pasal 127
Direktorat Pelayanan Sosial Dasar mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan pelayanan dasar,
kesejahteraan sosial, kesejahteraan masyarakat, adat dan
budaya, perlindungan sosial, serta
pengembangan akses
informasi masyarakat.

31

Pasal 128

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal
127,
Direktorat
Pelayanan
Sosial
Dasar
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan
pelayanan
dasar,
kesejahteraan
sosial,
kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya, perlindungan
sosial, serta pengembangan akses informasi masyarakat;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan
pelayanan
dasar,
kesejahteraan
sosial,
kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya, perlindungan
sosial, serta pengembangan akses informasi masyarakat;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pembinaan pengelolaan pelayanan dasar,
kesejahteraan sosial, kesejahteraan masyarakat, adat dan
budaya, perlindungan sosial, serta pengembangan akses
informasi masyarakat;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan pengelolaan pelayanan dasar, kesejahteraan
sosial, kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya,
perlindungan sosial, serta pengembangan akses informasi
masyarakat;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan
pelayanan
dasar,
kesejahteraan
sosial,
kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya, perlindungan
sosial, serta pengembangan akses informasi masyarakat;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pelayanan Sosial Dasar; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 129
Direktorat Pelayanan Sosial Dasar terdiri atas:
a. Subdirektorat Pelayanan Dasar;
b. Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat;
c. Subdirektorat Adat dan Budaya;
d. Subdirektorat Perlindungan Sosial;
e. Subdirektorat Pengembangan Akses Informasi Masyarakat;
dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 130
Subdirektorat
Pelayanan
Dasar
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
pelayanan dasar.
Pasal 131
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

32

Pasal 130, Subdirektorat Pelayanan Dasar menyelenggarakan


fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelayanan
kesehatan desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelayanan
pendidikan desa.
Pasal 132
Subdirektorat Pelayanan Dasar terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pelayanan Pendidikan Desa.
Pasal 133
(1) Seksi Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Desa mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
pelayanan kesehatan desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pelayanan Pendidikan Desa mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
pelayanan pendidikan desa.
Pasal 134
Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
kesejahteraan masyarakat.
Pasal 135
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
134,
Subdirektorat
Kesejahteraan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta
monitoring
dan
evaluasi
bina
pengelolaan
kesejahteraan perempuan dan anak; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta
monitoring
dan
evaluasi
bina
pengelolaan
kesejahteraan sosial.
Pasal 136
Subdirektorat Kesejahteraan Keluarga terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Kesejahteraan Perempuan dan Anak; dan

33

b. Seksi Fasilitasi Kesejahteraan Sosial.


Pasal 137
(1) Seksi Fasilitasi Kesejahteraan Perempuan dan Anak
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan kesejahteraan perempuan dan anak.
(2) Seksi Fasilitasi Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
kesejahteraan sosial.
Pasal 138
Subdirektorat
Adat
dan
Budaya
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
pengembangan adat dan budaya.
Pasal 139
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 138, Subdirektorat Adat dan Budaya menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi adat
dan kearifan lokal; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi seni
dan budaya.
Pasal 140
Subdirektorat Adat dan Budaya Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Adat dan Kearifan Lokal; dan
b. Seksi Fasilitasi Seni dan Budaya.
Pasal 141
(1) Seksi Fasilitasi Adat dan Kearifan Lokal mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi adat dan kearifan lokal.
(2) Seksi Fasilitasi Seni dan Budaya mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan

34

fasilitasi seni dan budaya.


Pasal 142
Subdirektorat
Perlindungan
Sosial
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
perlindungan sosial bagi masyarakat desa.
Pasal 143
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
142,
Subdirektorat
Perlindungan
Sosial
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan kerukunan
dan ketentraman desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pencegahan
dan penanganan konflik sosial desa.
Pasal 144
Subdirektorat Perlindungan Sosial terdiri atas:
a. Seksi Kerukunan dan Ketentraman Desa; dan
b. Seksi Penanganan Konflik Sosial Desa.
Pasal 145
(1) Seksi Kerukunan dan Ketentraman Desa mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
kerukunan dan ketentraman desa.
(2) Seksi Penanganan Konflik Sosial mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
penanganan konflik sosial desa.
Pasal 146
Subdirektorat Pengembangan Akses Informasi Masyarakat
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pengembangan akses informasi masyarakat.

35

Pasal 147

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 146, Subdirektorat Pengembangan Akses Informasi
Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pengembangan media informasi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan akses
informasi.
Pasal 148
Subdirektorat Pengembangan Akses Informasi Masyarakat
terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Media Informasi; dan
b. Seksi Pengelolaan Akses Informasi.
Pasal 149
(1) Seksi Fasilitasi Pengembangan Media Informasi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi pengembangan media informasi.
(2) Seksi Pengelolaan Akses Informasi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
akses informasi.
Pasal 150
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kelima
Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa
Pasal 151
Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan kelembagaan
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), pengembangan usaha
BUM Desa, perdagangan desa, permodalan ekonomi desa, serta
usaha ekonomi masyarakat desa.
Pasal 152
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

36

Pasal 151, Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa


menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUM
Desa), pengembangan usaha BUM Desa, perdagangan desa,
permodalan ekonomi desa, serta usaha ekonomi masyarakat
desa;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUM
Desa), pengembangan usaha BUM Desa, perdagangan desa,
permodalan ekonomi desa, serta usaha ekonomi masyarakat
desa;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pembinaan pengelolaan kelembagaan
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), pengembangan usaha
BUM Desa, perdagangan desa, permodalan ekonomi desa,
serta usaha ekonomi masyarakat desa;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan pengelolaan kelembagaan Badan Usaha Milik
Desa (BUM Desa), pengembangan usaha BUM Desa,
perdagangan desa, permodalan ekonomi desa, serta usaha
ekonomi masyarakat desa;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUM
Desa), pengembangan usaha BUM Desa, perdagangan desa,
permodalan ekonomi desa, serta usaha ekonomi masyarakat
desa;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 153
Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa terdiri atas:
a. Subdirektorat Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa;
b. Subdirektorat Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik
Desa;
c. Subdirektorat Perdagangan Desa;
d. Subdirektorat Permodalan Ekonomi Desa;
e. Subdirektorat Usaha Ekonomi Masyarakat Desa; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 154
Subdirektorat Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pelaksanaan kelembagaan BUM Desa.
Pasal 155
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

37

Pasal 154, Subdirektorat Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa


menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
fasilitasi pembentukan BUM Desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
fasilitasi pelembagaan BUM Desa.
Pasal 156
Subdirektorat Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa terdiri
atas:
a. Seksi Fasilitasi Pembentukan Badan Usaha Milik Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pelembagaan Badan Usaha Milik Desa.
Pasal 157
(1) Seksi Fasilitasi Pembentukan Badan Usaha Milik Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pelaksanaan fasilitasi pembentukan BUM Desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pelembagaan Badan Usaha Milik Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pelaksanaan fasilitasi pelembagaan BUM Desa.
Pasal 158
Subdirektorat Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pelaksanaan pengembangan usaha BUM Desa.
Pasal 159
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 158, Subdirektorat Pengembangan Usaha Badan Usaha
Milik Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
fasilitasi pengembangan usaha BUM Desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
fasilitasi pemasaran hasil usaha BUM Desa.

38

Pasal 160

Subdirektorat Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Desa


terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik
Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pemasaran Hasil Usaha Badan Usaha Milik
Desa.
Pasal 161
(1) Seksi Fasilitasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik
Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
pelaksanaan fasilitasi pengembangan usaha BUM Desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pemasaran Hasil Usaha Badan Usaha Milik
Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pelaksanaan
fasilitasi pemasaran hasil usaha BUM Desa.
Pasal 162
Subdirektorat
Perdagangan
Desa
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
perdagangan desa.
Pasal 163
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 162, Subdirektorat Perdagangan Desa menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pengembangan pasar desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pengembangan jaringan pemasaran.
Pasal 164
Subdirektorat Perdagangan Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Pasar Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pengembangan Jaringan Pemasaran.
Pasal 165
(1) Seksi Fasilitasi Pengembangan Pasar Desa mempunyai tugas

39

melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,


pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi pengembangan pasar desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Jaringan Pemasaran
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi pengembangan jaringan pemasaran.
Pasal 166
Subdirektorat Permodalan Ekonomi Desa mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
permodalan ekonomi desa.
Pasal 167
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 166, Subdirektorat Permodalan Ekonomi Desa
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
permodalan usaha ekonomi masyarakat dan desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
usaha kredit mikro.
Pasal 168
Subdirektorat Permodalan Ekonomi Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Permodalan Usaha Ekonomi Masyarakat dan
Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Usaha Kredit Mikro.
Pasal 169
(1) Seksi Fasilitasi Permodalan Usaha Ekonomi Masyarakat dan
Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
permodalan usaha ekonomi masyarakat dan desa.
(2) Seksi Fasilitasi Usaha Kredit Mikro mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi usaha kredit mikro.

40

Pasal 170

Subdirektorat Usaha Ekonomi Masyarakat Desa mempunyai


tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
usaha ekonomi masyarakat desa.
Pasal 171
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 170, Subdirektorat Usaha Ekonomi Masyarakat Desa
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi tata
kelola ekonomi desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pengembangan kewirausahaan desa.
Pasal 172
Subdirektorat Usaha Ekonomi Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Tata Kelola Ekonomi Desa, dan
b. Seksi Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan Desa.
Pasal 173
(1) Seksi Fasilitasi Tata Kelola Ekonomi Desa mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi tata kelola ekonomi desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi pengembangan kewirausahaan desa.
Pasal 174
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Keenam
Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan
Teknologi Tepat Guna
Pasal 175
Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi
Tepat Guna mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan

41

pengelolaan sumber daya hutan, pertanian dan pertambangan,


sumber daya air, pertanahan dan maritim, lingkungan hidup,
serta teknologi tepat guna.
Pasal 176
Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
175, Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna
menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan
sumber
daya
hutan,
pertanian
dan
pertambangan, sumber daya air, pertanahan dan maritim,
lingkungan hidup, serta teknologi tepat guna;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan
sumber
daya
hutan,
pertanian
dan
pertambangan, sumber daya air, pertanahan dan maritim,
lingkungan hidup, serta teknologi tepat guna;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pembinaan pengelolaan sumber daya
hutan, pertanian dan pertambangan, sumber daya air,
pertanahan dan maritim, lingkungan hidup, serta teknologi
tepat guna;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan pengelolaan sumber daya hutan, pertanian dan
pertambangan, sumber daya air, pertanahan dan maritim,
lingkungan hidup, serta teknologi tepat guna;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan
sumber
daya
hutan,
pertanian
dan
pertambangan, sumber daya air, pertanahan dan maritim,
lingkungan hidup, serta teknologi tepat guna;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat
Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan
Teknologi Tepat Guna; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 177
Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna terdiri
atas:
a. Subdirektorat Sumber Daya Hutan, Pertanian dan
Pertambangan;
b. Subdirektorat Sumber Daya Air, Pertanahan dan Maritim;
c. Subdirektorat Lingkungan Hidup;
d. Subdirektorat Teknologi Tepat Guna; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 178
Subdirektorat
Sumber
Daya
Hutan,
Pertanian
dan
Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan sumber daya hutan,

42

pertanian dan pertambangan.


Pasal 179
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 178, Subdirektorat Sumber Daya Hutan, Pertanian dan
Pertambangan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya hutan dan pertanian; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya pertambangan.
Pasal 180
Subdirektorat Hutan dan Pertambangan terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Hutan dan
Pertanian; dan
b. Seksi
Fasilitasi
Pendayagunaan
Sumber
Daya
Pertambangan.
Pasal 181
(1) Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Hutan dan
Pertanian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya hutan dan pertanian.
(2) Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Pertambangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan
fasilitasi
pendayagunaan
sumber
daya
pertambangan.
Pasal 182
Subdirektorat Sumber Daya Air, Pertanahan dan Maritim
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan sumber daya air, pertanahan dan maritim.
Pasal 183
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 182, Subdirektorat Sumber Daya Air, Pertanahan dan
Maritim menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,

43

serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi


pendayagunaan sumber daya air dan pertanahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya pesisir dan kelautan.
Pasal 184
Subdirektorat Sumber Daya Air, Pertanahan dan Maritim terdiri
atas:
a. Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Air dan
Pertanahan; dan
b. Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir dan
Kelautan.
Pasal 185
(1) Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumber Daya Air dan
Pertanahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya air dan pertanahan.
(2) Seksi Fasilitasi Pendayagunaan Sumberdaya Pesisir dan
Kelautan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pendayagunaan sumber daya pesisir dan kelautan.
Pasal 186
Subdirektorat
Lingkungan
Hidup
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
lingkungan hidup.
Pasal 187
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 186, Subdirektorat Lingkungan Hidup menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
rehabilitasi lingkungan hidup desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
konservasi lingkungan hidup desa.

44

Pasal 188

Subdirektorat Lingkungan Hidup terdiri atas:


a. Seksi Fasilitasi Rehabilitasi Lingkungan Hidup Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Konservasi Lingkungan Hidup Desa.
Pasal 189
(1) Seksi Fasilitasi Rehabilitasi Lingkungan Hidup Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi rehabilitasi lingkungan hidup desa.
(2) Seksi Fasilitasi Konservasi Lingkungan Hidup Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi konservasi lingkungan hidup desa.
Pasal 190
Subdirektorat Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
teknologi tepat guna.
Pasal 191
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
190,
Subdirektorat
Teknologi
Tepat
Guna
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
inovasi dan promosi teknologi tepat guna; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan pemetaan
dan pendayagunaan teknologi tepat guna.
Pasal 192
Subdirektorat Teknologi Tepat Guna terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Inovasi dan Promosi Teknologi Tepat Guna;
dan
b. Seksi Pemetaan dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna.
Pasal 193
(1) Seksi Fasilitasi Inovasi dan Promosi Teknologi Tepat Guna
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina

45

pengelolaan fasilitasi inovasi dan promosi teknologi tepat


guna.
(2) Seksi Pemetaan dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pemetaan dan pendayagunaan teknologi tepat
guna.
Pasal 194
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa
Pasal 195
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan di bidang sarana
dan prasarana permukiman desa, transportasi desa,
pendukung
ekonomi
desa,
elektrifikasi
desa,
dan
telekomunikasi desa.
Pasal 196
Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
195, Direktorat Pembangunan Sarana Dan Prasarana Desa
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan sarana dan prasarana permukiman desa,
transportasi desa, pendukung ekonomi desa, elektrifikasi
desa, dan telekomunikasi desa;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan sarana dan prasarana permukiman desa,
transportasi desa, pendukung ekonomi desa, elektrifikasi
desa, dan telekomunikasi desa;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pembinaan pengelolaan sarana dan
prasarana permukiman desa, transportasi desa, pendukung
ekonomi desa, elektrifikasi desa, dan telekomunikasi desa;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang sarana
dan prasarana permukiman desa, transportasi desa,
pendukung
ekonomi
desa,
elektrifikasi
desa,
dan
telekomunikasi desa;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan sarana dan prasarana permukiman desa,
transportasi desa, pendukung ekonomi desa, elektrifikasi
desa, dan telekomunikasi desa;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.

46

Pasal 197

Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa terdiri


atas:
a. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pemukiman Desa;
b. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi Desa;
c. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pendukung Ekonomi
Desa;
d. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Elektrifikasi Desa;
e. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Telekomunikasi Desa;
dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 198
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pemukiman Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan sarana dan prasarana permukiman desa.
Pasal 199
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 198, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pemukiman
Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan permukiman desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan lingkungan permukiman desa.
Pasal 200
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pemukiman Desa terdiri
atas:
a. Seksi Fasilitasi Pembangunan Permukiman Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pembangunan Lingkungan Permukiman
Desa.
Pasal 201
(1) Seksi
Fasilitasi
Pembangunan
Permukiman
Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi pembangunan permukiman desa.

47

(2) Seksi Fasilitasi Pembangunan Lingkungan Permukiman


Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan lingkungan permukiman desa.
Pasal 202
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan sarana dan prasarana transportasi desa.
Pasal 203
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 202, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi
Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
sarana transportasi desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
prasarana transportasi desa.
Pasal 204
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi Desa terdiri
atas:
a. Seksi Fasilitasi Sarana Transportasi Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Prasarana Transportasi Desa.
Pasal 205
(1) Seksi Fasilitasi Sarana Transportasi Desa mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi sarana transportasi desa.
(2) Seksi Fasilitasi Prasarana Transportasi Desa mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi prasarana transportasi desa.
Pasal 206
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pendukung Ekonomi
Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,

48

bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi


bina pengelolaan sarana dan prasarana pendukung ekonomi
desa.
Pasal 207
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 206, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pendukung
Ekonomi Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
sarana dan prasarana produksi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
sarana dan prasarana pemasaran.
Pasal 208
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pendukung Ekonomi Desa
terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Sarana dan Prasarana Produksi; dan
b. Seksi Fasilitasi Sarana dan Prasarana Pemasaran.
Pasal 209
(1) Seksi Fasilitasi Sarana dan Prasarana Produksi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi sarana dan prasarana produksi.
(2) Seksi Fasilitasi Sarana dan Prasarana Pemasaran
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi sarana dan prasarana pemasaran.
Pasal 210
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Elektrifikasi Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan sarana dan prasarana elektrifikasi desa.
Pasal 211
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 210, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Elektrifikasi
Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi

49

pembangunan sarana elektrifikasi desa; dan


b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan prasarana elektrifikasi desa.
Pasal 212
Subdirektorat Pengembangan Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pembangunan Sarana Elektrifikasi Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Pembangunan Prasarana Elektrifikasi Desa.
Pasal 213
(1) Seksi Fasilitasi Pembangunan Sarana Elektrifikasi Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi pembangunan sarana elektrifikasi
desa.
(2) Seksi Fasilitasi Pembangunan Prasarana Elektrifikasi Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan fasilitasi pembangunan prasarana elektrifikasi
desa.
Pasal 214
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Telekomunikasi Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan sarana dan prasarana telekomunikasi desa.
Pasal 215
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
214,
Subdirektorat
Sarana
dan
Prasarana
Telekomunikasi Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
sarana telekomunikasi desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
prasarana telekomunikasi desa.
Pasal 216
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Telekomunikasi Desa
terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Sarana Telekomunikasi Desa; dan

50

b. Seksi Fasilitasi Prasarana Telekomunikasi Desa.


Pasal 217
(1) Seksi Fasilitasi Sarana Telekomunikasi Desa mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi sarana telekomunikasi desa.
(2) penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
prasarana telekomunikasi desa.
Pasal 218
Subbagian Tata Usaha Direktorat mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat
Pasal 219
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan pengembangan
kapasitas masyarakat desa, perencanaan dan pembangunan
partisipatif, advokasi peraturan desa, ketahanan masyarakat
desa serta kerja sama dan kemitraan masyarakat desa.
Pasal 220
Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
219,
Direktorat
Pemberdayaan
Masyarakat
Desa
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan pengembangan kapasitas masyarakat desa,
perencanaan dan pembangunan partisipatif, advokasi
peraturan desa, ketahanan masyarakat desa serta
kerjasama dan kemitraan masyarakat desa;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan
pengelolaan pengembangan kapasitas masyarakat desa,
perencanaan dan pembangunan partisipatif, advokasi
peraturan desa, ketahanan masyarakat desa serta kerja
sama dan kemitraan masyarakat desa;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pembinaan pengelolaan pengembangan
kapasitas masyarakat desa, perencanaan dan pembangunan
partisipatif, advokasi peraturan desa, ketahanan masyarakat
desa serta kerja sama dan kemitraan masyarakat desa;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan
pengelolaan
pengembangan
kapasitas
masyarakat
desa,
perencanaan
dan
pembangunan

51

partisipatif, advokasi peraturan desa, ketahanan masyarakat


desa serta kerja sama dan kemitraan masyarakat desa;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan pengembangan kapasitas masyarakat desa,
perencanaan dan pembangunan partisipatif, advokasi
peraturan desa, ketahanan masyarakat desa serta kerja
sama dan kemitraan masyarakat desa;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 221
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa terdiri atas:
a. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas Masyarakat Desa;
b. Subdirektorat Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif;
c. Subdirektorat Advokasi Peraturan Desa;
d. Subdirektorat Ketahanan Masyarakat Desa;
e. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan Masyarakat desa;
dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 222
Subdirektorat Pengembangan Kapasitas Masyarakat Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pengembangan kapasitas masyarakat desa.
Pasal 223
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 222, Subdirektorat Pengembangan Kapasitas Masyarakat
Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembelajaran masyarakat desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
bina
pengelolaan
pendampingan dan kaderisasi masyarakat desa.
Pasal 224
Subdirektorat Pengembangan Kapasitas terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pembelajaran Masyarakat Desa; dan
b. Seksi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat desa.

52

Pasal 225

(1) Seksi Fasilitasi Pembelajaran Masyarakat Desa mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembelajaran masyarakat desa.
(2) Seksi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan pendampingan dan kaderisasi masyarakat desa.
Pasal 226
Subdirektorat Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan perencanaan dan pembangunan partisipatif.
Pasal 227
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 226, Subdirektorat Perencanaan dan Pembangunan
Partisipatif menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
perencanaan partisipatif; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan partisipatif.
Pasal 228
Subdirektorat Perencanaan dan Pembangunan
terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Perencanaan Partisipatif; dan
b. Seksi Fasilitasi Pembangunan Partisipatif.

Partisipatif

Pasal 229
(1) Seksi Fasilitasi Perencanaan Partisipatif mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi perencanaan partisipatif.
(2) Seksi Fasilitasi Pembangunan Partisipatif penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
pembangunan partisipatif.

53

Pasal 230

Subdirektorat Advokasi Peraturan Desa mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
advokasi peraturan desa.
Pasal 231
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
230,
Subdirektorat
Advokasi
Peraturan
Desa
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan analisis dan
penyusunan peraturan desa; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan advokasi
kewenangan dan peraturan desa.
Pasal 232
Subdirektorat Advokasi Peraturan Desa terdiri atas:
a. Seksi Analisis dan Penyusunan Peraturan Desa; dan
b. Seksi Advokasi Kewenangan dan Peraturan Desa.
Pasal 233
(1) Seksi Analisis dan Penyusunan Peraturan Kebijakan
mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
analisis dan penyusunan peraturan desa.
(2) Seksi
Advokasi
Kewenangan
dan
Peraturan
Desa
mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
analisis dan penyusunan peraturan desa.
Pasal 234
Subdirektorat Ketahanan Masyarakat Desa mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
ketahanan masyarakat desa.
Pasal 235
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 234, Subdirektorat Ketahanan Masyarakat Desa

54

menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
advokasi hukum; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
lembaga kemasyarakatan desa.
Pasal 236
Subdirektorat Ketahanan Masyarakat Desa terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Advokasi Hukum; dan
b. Seksi Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan Desa.
Pasal 237
(1) Seksi Fasilitasi Advokasi Hukum mempunyai tugas
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
advokasi hukum.
(2) Seksi Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan Desa mempunyai
tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi
lembaga kemasyarakatan desa.
Pasal 238
Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan Masyarakat Desa
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina
pengelolaan kerja sama dan kemitraan masyarakat desa.
Pasal 239
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 238, Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan
Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi kerja
sama desa; dan
b. penyiapan
bahan
melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bina pengelolaan fasilitasi kemitraan.

55

Pasal 240

Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan Masyarakat Desa


terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Kerja Sama Desa; dan
b. Seksi Fasilitasi Kemitraan.
Pasal 241
(1) Seksi Fasilitasi Kerja Sama Desa mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bina pengelolaan
fasilitasi kerja sama desa.
(2) Seksi Fasilitasi Kemitraan mempunyai tugas melakukan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bina pengelolaan fasilitasi fasilitasi
kemitraan.
Pasal 242
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB VI
DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN
Bagian Pertama
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 243
(1) Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan
dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Pasal 244
Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan
mempunyai
tugas
menyelenggarakan
perumusan
dan
pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan
kawasan perdesaan, pembangunan sarana/prasarana kawasan
perdesaan, dan pembangunan ekonomi kawasan perdesaan
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 245
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 244, Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan
Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan
kawasan
perdesaan,
pembangunan
sarana/prasarana
kawasan perdesaan, dan pembangunan ekonomi kawasan

b.

c.

d.

e.

f.
g.

56

perdesaan;
pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan
kawasan
perdesaan,
pembangunan
sarana/prasarana
kawasan perdesaan, dan pembangunan ekonomi kawasan
perdesaan;
penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
perencanaan
pembangunan
kawasan
perdesaan,
pembangunan sarana/prasarana kawasan perdesaan, dan
pembangunan ekonomi kawasan perdesaan;
pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
perencanaan
pembangunan
kawasan
perdesaan,
pembangunan sarana/prasarana kawasan perdesaan, dan
pembangunan ekonomi kawasan perdesaan;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan
pembangunan
kawasan
perdesaan,
pembangunan
sarana/prasarana kawasan perdesaan, dan pembangunan
ekonomi kawasan perdesaan;
pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembangunan
Kawasan perdesaan; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 246

Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan terdiri


atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan;
c. Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan;
d. Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan
Perdesaan;
e. Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan; dan
f. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Kapasitas.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 247
Sekretariat
Direktorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pemberian pelayanan administratif kepada
semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan.
Pasal 248
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 247, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan
fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang

b.
c.
d.
e.
f.

57

pembangunan kawasan perdesaan;


pengelolaan data dan informasi;
pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan
penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 249

Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:


a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 250
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di bidang pembangunan kawasan
perdesaan.
Pasal 251
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 250, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan
tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang perencanaan
pembangunan kawasan perdesaan.
Pasal 252
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 253
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas

58

melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan


laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan.
Pasal 254
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 255
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 254, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 256
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 257
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan
pengelolaan
pelaksanaan
anggaran
dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan serta
penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 258
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 259
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 258, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;

59

b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan


kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 260
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 261
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 262
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai
tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 263
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 262, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 264
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 265
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.

60

(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat
Jenderal.
Bagian Keempat
Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Pasal 266
Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan
kawasan perdesaan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Pasal 267
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 266, Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan
Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan
pembangunan kawasan perdesaan wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan
Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan
pembangunan kawasan perdesaan wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan
Papua;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang perencanaan pembangunan kawasan
perdesaan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara,
Maluku dan Papua;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan
pembangunan kawasan perdesaan wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan
Papua;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan;
dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 268
Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
terdiri atas:
a. Subdirektorat
Perencanaan
Pembangunan
Kawasan
Perdesaan Wilayah I;
b. Subdirektorat
Perencanaan
Pembangunan
Kawasan

c.
d.
e.
f.

61

Perdesaan Wilayah II;


Subdirektorat
Perencanaan
Perdesaan Wilayah III;
Subdirektorat
Perencanaan
PerdesaanWilayah IV;
Subdirektorat
Perencanaan
Perdesaan Wilayah V; dan
Subbagian Tata Usaha.

Pembangunan

Kawasan

Pembangunan

Kawasan

Pembangunan

Kawasan

Pasal 269
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah
Sumatera.
Pasal 270
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 269, Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan
Perdesaan Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta evaluasi dan pelaporan bidang perencanaan program;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 271
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah I terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Program; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 272
(1) Seksi Perencanaan Program mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang perencanaan program.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 273
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,

62

bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi


perencanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah
Jawa dan Bali.
Pasal 274
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 273, Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan
Perdesaan Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 275
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah II terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Program; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 276
(1) Seksi Perencanaan Program mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 277
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah
Kalimantan.
Pasal 278
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 277, Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah
III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program; dan

63

b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan


kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 279
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III terdiri
atas:
a. Seksi Perencanaan Program; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 280
(1) Seksi Perencanaan Program mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervise
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 281
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah
Sulawesi.
Pasal 282
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 281, Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah
IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 283
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV terdiri
atas:
a. Seksi Perencanaan Program; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

64

Pasal 284

(1) Seksi Perencanaan Program mempunyai tugas melakukan


penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 285
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan
Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
perencanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayah
Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Pasal 286
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 285, Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
bidang
perencanaan
program; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.
Pasal 287
Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri
atas:
a. Seksi Perencanaan Program; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 288
(1)

(2)

Seksi Perencanaan Program mempunyai tugas melakukan


penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang perencanaan program.
Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas Seksi
Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
bidang evaluasi dan pelaporan.

65

Pasal 289

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan


tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kelima
Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan
Pasal 290
Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang analisa kebijakan ekonomi
kawasan perdesaan,
pengembangan pusat pertumbuhan
ekonomi, pengembangan permodalan dan investasi, serta
pengembangan fasilitas usaha dan pemasaran.
Pasal 291
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 290, Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan
Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang
analisa
kebijakan ekonomi kawasan perdesaan,
pengembangan
pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan permodalan
dan investasi, serta pengembangan fasilitas usaha dan
pemasaran;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang analisa
kebijakan ekonomi kawasan perdesaan,
pengembangan
pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan permodalan
dan investasi, serta pengembangan fasilitas usaha dan
pemasaran;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang analisa kebijakan ekonomi kawasan
perdesaan, pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi,
pengembangan
permodalan
dan
investasi,
serta
pengembangan fasilitas usaha dan pemasaran;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang analisa
kebijakan ekonomi kawasan perdesaan,
pengembangan
pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan permodalan
dan investasi, serta pengembangan fasilitas usaha dan
pemasaran;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang analisa
kebijakan ekonomi kawasan perdesaan, pengembangan
pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan permodalan
dan investasi, serta pengembangan fasilitas usaha dan
pemasaran;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.

66

Pasal 292

Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan terdiri


atas:
a. Subdirektorat
Analisa Kebijakan Ekonomi Kawasan
Perdesaan;
b. Subdirektorat Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi;
c. Subdirektorat Pengembangan Permodalan dan Investasi;
d. Subdirektorat
Pengembangan
Fasilitas
Usaha
dan
Pemasaran; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 293
Subdirektorat Analisa Kebijakan Ekonomi Kawasan Perdesaan
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi analisa di
bidang kebijakan ekonomi kawasan perdesaan.
Pasal 294
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal
293, Subdirektorat Analisa Kebijakan Ekonomi Kawasan
Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi
analisa kebijakan
pemanfaatan hutan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
analisa
kebijakan
pertambangan.
Pasal 295
Subdirektorat Analisa Kebijakan Ekonomi Kawasan Perdesaan
terdiri atas:
a. Seksi Analisa Kebijakan Pemanfaatan Hutan; dan
b. Seksi Analisa Kebijakan Pertambangan.
Pasal 296
(1)

(2)

Seksi Analisa Kebijakan Pemanfaatan Hutan mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi analisa
kebijakan pemanfaatan hutan.
Seksi Analisa Kebijakan Pertambangan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi analisa
kebijakan pertambangan.

67

Pasal 297

Subdirektorat Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi.
Pasal 298
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal
297, Subdirektorat Pengembangan Pusat Pertumbuhan
Ekonomi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sinkronisasi program
pemerintah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi penyiapan potensi
masyarakat.
Pasal 299
Subdirektorat Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
terdiri atas:
a. Seksi Sinkronisasi Program Pemerintah; dan
b. Seksi Penyiapan Potensi Masyarakat.
Pasal 300
(1)

(2)

Seksi Sinkronisasi Program Pemerintah mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi sinkronisasi
program pemerintah.
Seksi Penyiapan Potensi Masyarakat mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi penyiapan
potensi masyarakat.
Pasal 301

Subdirektorat Pengembangan Permodalan dan Investasi


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pengembangan permodalan dan investasi.
Pasal 302
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 301, Subdirektorat Pengembangan Permodalan dan
Investasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,

68

serta monitoring dan evaluasi pengembangan permodalan;


dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan investasi.
Pasal 303
Subdirektorat Pengembangan Permodalan dan Investasi terdiri
atas:
a. Seksi Pengembangan Permodalan; dan
b. Seksi Pengembangan Investasi.
Pasal 304
(1) Seksi Pengembangan Permodalan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi pengembangan
permodalan.
(2) Seksi
Pengembangan
Investasi
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi pengembangan
investasi.
Pasal 305
Subdirektorat Pengembangan Fasilitas Usaha dan Pemasaran
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang
pengembangan fasilitas usaha dan pemasaran.
Pasal 306
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 305, Subdirektorat Pengembangan Fasilitas Usaha dan
Pemasaran menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan fasilitas
usaha ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan fasilitas
pemasaran.
Pasal 307
Subdirektorat Pengembangan Fasilitas Usaha dan Pemasaran
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Fasilitas Usaha Ekonomi; dan
b. Seksi Pengembangan Fasilitas Pemasaran.

69

Pasal 308
(1) Seksi Pengembangan Fasilitas Usaha Ekonomi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan
supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
pengembangan fasilitas usaha ekonomi.
(2) Seksi Pengembangan Fasilitas Pemasaran mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan
supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
pengembangan fasilitas pemasaran.
Pasal 309
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Keenam
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan
Perdesaan
Pasal 310
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan
Perdesaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan
dan
pelaksanaan
kebijakan
di
bidang
pembangunan sarana dan prasarana wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Pasal 311
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal
310, Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan
Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sarana dan
prasarana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan
prasarana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang sarana dan prasarana wilayah Sumatera,
Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
dan Papua;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang sarana
dan prasarana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana dan
prasarana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan

Perdesaan;
g. pelaksanaan
Jenderal.

70

fungsi

lain yang diberikan oleh Direktur


Pasal 312

Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan


Perdesaan terdiri atas:
a. Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah I;
b. Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah II;
c. Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III;
d. Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah IV;
e. Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah V;
dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 313
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah I
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pembangunan sarana dan prasarana di wilayah Sumatera.
Pasal 314
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 313, Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana
Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
pelayanan dasar .
Pasal 315
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah I terdiri
atas:
a. Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi; dan
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar.
Pasal 316
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta
monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana ekonomi.
(2) Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,

71

pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan


supervisi, serta monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 317
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah II
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, monitoring dan evaluasi di bidang
pembangunan sarana dan prasarana di wilayah Jawa dan Bali.
Pasal 318
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 317, Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana
Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
pelayanan dasar.
Pasal 319
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah II
terdiri atas:
a. Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi; dan
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar.
Pasal 320
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta
monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana ekonomi.
(2) Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta
monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 321
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pembangunan sarana prasarana di wilayah Kalimantan.

72

Pasal 322

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 321, Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana
Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pembangunan sarana dan
prasarana ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pembangunan sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 323
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III
terdiri atas:
a. Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi; dan
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar.

Pasal 324
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta
monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana ekonomi.
(2) Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta
monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 325
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah IV
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pembangunan sarana prasarana di wilayah Sulawesi.
Pasal 326
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 325, Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana
Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan

73

kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,


serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
pelayanan dasar.
Pasal 327
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah IV
terdiri atas:
a. Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi; dan
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar.
Pasal 328
(1)

(2)

Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana ekonomi.
Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 329

Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah V


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
pembangunan sarana prasarana di wilayah Nusa Tenggara,
Maluku dan Papua.
Pasal 330
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 329, Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana
Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana
pelayanan dasar.
Pasal 331
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah V

74

terdiri atas:
a. Seksi Sarana dan Prasarana Ekonomi; dan
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar.
Pasal 332
(1) Seksi Sarana Dan Prasarana Ekonomi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
pembinaan
pengelolaan sarana dan prasarana ekonomi.
(2) Seksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Dasar mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi sarana dan
prasarana pelayanan dasar.
Pasal 333
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan
Pasal 334
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan
dan
pelaksanaan
kebijakan
di
bidang
pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara,
Maluku dan Papua.
Pasal 335
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 334, Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam
Kawasan Perdesaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan
sumber daya alam kawasan perdesaan wilayah Sumatera,
Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan
sumber daya alam kawasan perdesaan wilayah Sumatera,
Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
dan Papua;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang
pengembangan sumber daya alam
kawasan perdesaan wilayah Sumatera, Jawa, Bali,
Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan

75

wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa


Tenggara, Maluku dan Papua;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
pengelolaan pengembangan sumber daya alam kawasan
perdesaan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan;
dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 336
Direktorat Pengembangan
Perdesaan terdiri atas:
a. Subdirektorat Sumber
Wilayah I;
b. Subdirektorat Sumber
Wilayah II;
c. Subdirektorat Sumber
Wilayah III;
d. Subdirektorat Sumber
Wilayah IV;
e. Subdirektorat Sumber
Wilayah V; dan
f. Subbagian Tata Usaha.

Sumber

Daya

Alam

Kawasan

Daya

Alam

Kawasan

Perdesaan

Daya

Alam

Kawasan

Perdesaan

Daya

Alam

Kawasan

Perdesaan

Daya

Alam

Kawasan

Perdesaan

Daya

Alam

Kawasan

Perdesaan

Pasal 337
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
I
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang sumber daya alam kawasan perdesaan di wilayah
Sumatera.
Pasal 338
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 337, Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta evaluasi dan pelaporan identifikasi dan pemetaan
potensi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.

76

Pasal 339

Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah


I terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi; dan
b. Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi.
Pasal 340
(1) Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan
pemetaan potensi.
(2) Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 341
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang sumber daya alam kawasan perdesaan di wilayah
Jawa dan Bali.
Pasal 342
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 341, Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan penataan serta
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan pemetaan
potensi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 343
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
II terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi; dan
b. Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi.
Pasal 344
(1) Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan

77

supervisi, serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan


pemetaan potensi.
(2) Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 345
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang sumber daya alam kawasan perdesaan di wilayah
Kalimantan.
Pasal 346
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 345, Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan penataan serta
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan pemetaan
potensi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 347
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
III terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi; dan
b. Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi.
Pasal 348
(1) Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan
pemetaan potensi.
(2) Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.

78

Pasal 349

Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah


IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
sumber daya alam kawasan perdesaan di wilayah Sulawesi.
Pasal 350
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 349, Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan
Perdesaan Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan penataan serta
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan pemetaan
potensi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 351
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
IV terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi; dan
b. Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi.
Pasal 352
(1) Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan
pemetaan potensi.
(2) Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 353
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang sumber daya alam kawasan perdesaan di wilayah
Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Pasal 354
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 353, Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan

79

Perdesaan Wilayah V menyelenggarakan fungsi:


a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan penataan serta
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan pemetaan
potensi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 355
Subdirektorat Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Wilayah
V terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi; dan
b. Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi.
Pasal 356
(1) Seksi Identifikasi dan Pemetaan Potensi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan
pemetaan potensi.
(2) Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan
pemanfaatan potensi.
Pasal 357
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Kapasitas
Pasal 358
Direktorat Kerja Sama
dan Pengembangan Kapasitas
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pendampingan manajemen
dan teknis, dan penyiapan media dan pembelajaran, dan kerja
sama dan kemitraan, serta keserasian kawasan perdesaan.
Pasal 359
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 358, Direktorat Kerja Sama
dan Pengembangan
Kapasitas menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pendampingan
manajemen dan teknis, dan penyiapan media dan

b.

c.

d.

e.

f.
g.

80

pembelajaran, dan kerja sama


dan kemitraan, serta
keserasian kawasan perdesaan.
penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pendampingan
manajemen dan teknis, dan penyiapan media dan
pembelajaran, dan kerja sama
dan kemitraan, serta
keserasian kawasan perdesaan;
penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan
kriteria di bidang pendampingan manajemen dan teknis,
dan penyiapan media dan pembelajaran, dan kerja sama
dan kemitraan, serta keserasian kawasan perdesaan;
pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pendampingan manajemen dan teknis, dan penyiapan
media dan pembelajaran, dan kerja sama dan kemitraan,
serta keserasian kawasan perdesaan;
pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pendampingan manajemen dan teknis, dan penyiapan
media dan pembelajaran, dan kerja sama dan kemitraan,
serta keserasian kawasan perdesaan.
pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Kapasitas; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 360

Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Kapasitas terdiri


atas:
a. Subdirektorat Pendampingan Manajemen dan Teknis;
b. Subdirektorat Penyiapan Media dan Pembelajaran;
c. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan;
d. Subdirektorat Keserasian Kawaasan Perdesaan; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 361
Subdirektorat
Pendampingan
Manajemen
dan
Teknis
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi penyiapan
pendampingan manajemen dan pendampingan teknis.
Pasal 362
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 361, Subdirektorat Pendampingan Manajemen dan Teknis
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penyiapan pendampingan
manajemen; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pendampingan teknis.

81

Pasal 363
Subdirektorat Pendampingan Manajemen dan Teknis terdiri
atas:
a. Seksi Penyiapan Pendampingan Manajemen; dan
b. Seksi Pendampingan Teknis.
Pasal 364
(1) Seksi Penyiapan Pendampingan Manajemen mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
penyiapan
pendampingan manajemen.
(2) Seksi Pendampingan Teknis mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pendampingan teknis.
Pasal 365
Subdirektorat Penyiapan Media dan Pembelajaran mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi penyiapan media dan
pembelajaran.
Pasal 366
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 365, Subdirektorat Penyiapan Media dan Pembelajaran
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta evaluasi dan pelaporan penyiapan media; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pembelajaran.
Pasal 367
Subdirektorat Penyiapan Media dan Pembelajaran terdiri atas:
a. Seksi Penyiapan Media; dan
b. Seksi Pembelajaran.
Pasal 368
(1) Seksi Penyiapan Media mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penyiapan media.
(2) Seksi Pembelajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan

82

bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,


standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi pembelajaran.
Pasal 369
Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi kerja sama antar
lembaga dan kemitraan usaha.
Pasal 370
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 369, Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi kerja sama antar lembaga;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha.
Pasal 371
Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas:
a. Seksi Kerja Sama antar Lembaga; dan
b. Seksi Kemitraan Usaha.
Pasal 372
(1) Seksi Kerja Sama
antar Lembaga mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi kerja sama antar
lembaga.
(2) Seksi Kemitraan Usaha mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha.
Pasal 373
Subdirektorat Keserasian Kawasan Perdesaan mempunyai
tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
identifikasi dan fasilitasi.
Pasal 374
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

83

Pasal 373, Subdirektorat Keserasian Kawasan Perdesaan


menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi identifikasi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi fasilitasi.
Pasal 375
Subdirektorat Keserasian Kawasan Perdesaan terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi; dan
b. Seksi Fasilitasi.
Pasal 376
(1) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi identifikasi.
(2) Seksi Fasilitasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi fasilitasi.
Pasal 377
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB VII
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DAERAH
TERTENTU
Bagian Pertama
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 378
(1) Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu berada
di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu
dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Pasal 379
Direktorat
Jenderal
Pengembangan
Daerah
Tertentu
mempunyai
tugas
menyelenggarakan
perumusan
dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan daerah rawan
pangan, daerah perbatasan, daerah rawan bencana dan pasca
konflik, serta daerah pulau kecil dan terluar sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.

84

Pasal 380
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 379, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu
menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang pengembangan daerah
rawan pangan, daerah perbatasan, daerah rawan bencana
dan pasca konflik, serta daerah pulau kecil dan terluar;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan daerah
rawan pangan, daerah perbatasan, daerah rawan bencana
dan pasca konflik, serta daerah pulau kecil dan terluar;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pengembangan daerah rawan pangan, daerah perbatasan,
daerah rawan bencana dan pasca konflik, serta daerah pulau
kecil dan terluar;
d. pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pengembangan daerah rawan pangan, daerah perbatasan,
daerah rawan bencana dan pasca konflik, serta daerah pulau
kecil dan terluar;
e. pelaksanaan
administrasi
Direktorat
Jenderal
Pengembangan Daerah Tertentu; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 381
Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu terdiri atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Penanganan Daerah Rawan Pangan;
c. Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan;
d. Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana;
e. Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik; dan
f. Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 382
Sekretariat
Direktorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pemberian pelayanan administratif kepada
semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu.
Pasal 383
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 382, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan
fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang

b.
c.
d.
e.
f.

85

pengembangan daerah tertentu;


pengelolaan data dan informasi;
pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan
penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 384

Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:


a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 385
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di bidang pengembangan daerah
tertentu.
Pasal 386
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 385, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan
tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang perencanaan
pengembangan daerah tertentu.
Pasal 387
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 388
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan

86

laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang


perencanaan pengembangan daerah tertentu.
Pasal 389
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 390
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 389, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 391
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 392
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan
pengelolaan
pelaksanaan
anggaran
dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan serta
penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 393
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 394
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 393, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan

87

kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 395
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 396
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.
Pasal 397
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai
tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 398
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 397, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 399
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 400
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.

88

(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat
Jenderal.
Bagian Keempat
Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Pasal 401
Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang penanganan daerah rawan pangan wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua.
Pasal 402
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 401, Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan
daerah rawan pangan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan
daerah rawan pangan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pengembangan daerah rawan pangan wilayah Sumatera,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,
dan Papua;
d. pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pengembangan daerah rawan pangan wilayah Sumatera,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,
dan Papua;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 403
Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan terdiri atas:
a. Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah I;
b. Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah II;
c. Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah III;
d. Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah IV;
e. Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah V; dan
f. Subbagian Tata Usaha.

89

Pasal 404
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah I
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah rawan
pangan di wilayah Sumatera.
Pasal 405
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 404, Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 406
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah I
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur.
Pasal 407
(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 408
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah II
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah rawan
pangan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pasal 409
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 408, Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring

90

dan evaluasi pengembangan sumber daya; dan


b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 410
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah II
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur.
Pasal 411
(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya
mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 412
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah
III melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah rawan
pangan di wilayah Kalimantan.
Pasal 413
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 412, Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 414
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah
III terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur.
Pasal 415
(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya

mempunyai tugas

91

melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,


pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 416
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah
IV melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah rawan
pangan di wilayah Sulawesi dan Maluku.
Pasal 417
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 416, Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan
Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi pengembangan sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 418
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah
IV terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur.
Pasal 419
(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya
mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 420
Subdirektorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan Wilayah V
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah rawan
pangan di wilayah Papua.

92

Pasal 421
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 420, Subdirektorat Daerah Pengembangan Rawan Pangan
Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Pasal 422
Subdirektorat Daerah Pengembangan Rawan Pangan Wilayah V
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur.
Pasal 423
(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya
mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur.
Bagian Kelima
Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Pasal 424
Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pengembangan daerah perbatasan wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua.
Pasal 425
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 424, Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan
daerah perbatasan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan
daerah perbatasan wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang

93

pengembangan daerah perbatasan wilayah Sumatera, Jawa,


Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan
Papua;
d. pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pengembangan daerah perbatasan wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan
Papua;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 426
Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan terdiri atas:
a. Subdirektorat Daerah Rawan Pangan Wilayah I;
b. Subdirektorat Daerah Rawan Pangan Wilayah II;
c. Subdirektorat Daerah Rawan Pangan Wilayah III;
d. Subdirektorat Daerah Rawan Pangan Wilayah IV;
e. Subdirektorat Daerah Rawan Pangan Wilayah V; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 427
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah I
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Sumatera.
Pasal 428
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 427, Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.
Pasal 429
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah I
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar.
Pasal 430
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,

94

serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi


sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur
dasar.
Pasal 431
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah II
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Pasal 432
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 431, Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.
Pasal 433
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah II
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar.
Pasal 434
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi pengembangan
infrastruktur dasar.
Pasal 435
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah III
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah

95

perbatasan di wilayah Kalimantan.


Pasal 436
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 435, Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.
Pasal 437
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah III
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar.
Pasal 438
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Infrastruktur Dasar mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.
Pasal 439
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah IV
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Sulawesi dan Maluku.
Pasal 440
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 439, Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.

96

Pasal 441

Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah IV


terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar.
Pasal 442
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur
dasar.
Pasal 443
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah V
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Papua.
Pasal 444
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 443, Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan
Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan infrastruktur dasar.
Pasal 445
Subdirektorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah V
terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar.
Pasal 446
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.

97

(2) Seksi Pengembangan Infrastruktur Dasar mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan infrastruktur
dasar.
Pasal 447
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Keenam
Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
Pasal 448
Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang penanganan daerah rawan bencana
wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan,
Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pasal 449
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 448, Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penanganan
daerah rawan bencana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penanganan
daerah rawan bencana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penanganan daerah rawan bencana wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan
Papua;
d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan
daerah rawan bencana wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 450
Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana terdiri atas:
a. Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah
I;
b. Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah
II;
c. Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah
III;

98

d. Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah


IV;
e. Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana V; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 451
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah I
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang penanganan daerah rawan
bencana di wilayah Sumatera.
Pasal 452
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 451, Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengurangan risiko bencana; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 453
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah I
terdiri atas:
a. Seksi Pengurangan Risiko Bencana; dan
b. Seksi Penanganan Pasca Bencana.
Pasal 454
(1) Seksi Pengurangan Risiko Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengurangan risiko bencana.
(2) Seksi Penanganan Pasca Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 455
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah II
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Pasal 456
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

99

Pasal 455, Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana


Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengurangan risiko bencana; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 457
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah II
terdiri atas:
a. Seksi Pengurangan Risiko Bencana; dan
b. Seksi Penanganan Pasca Bencana.
Pasal 458
(1) Seksi Pengurangan Risiko Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengurangan risiko bencana.
(2) Seksi Penanganan Pasca Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 459
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah III
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Kalimantan.
Pasal 460
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 459, Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengurangan risiko bencana; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 461
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah III
terdiri atas:
a. Seksi Pengurangan Risiko Bencana; dan
b. Seksi Penanganan Pasca Bencana.

100

Pasal 462

(1) Seksi Pengurangan Risiko Bencana mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengurangan risiko bencana.
(2) Seksi Penanganan Pasca Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 463
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah IV
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Sulawesi dan Maluku.
Pasal 464
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 463, Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan pengurangan risiko bencana;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 465
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah IV
terdiri atas:
a. Seksi Pengurangan Risiko Bencana; dan
b. Seksi Penanganan Pasca Bencana.
Pasal 466
(1) Seksi Pengurangan Risiko Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengurangan risiko bencana.
(2) Seksi Penanganan Pasca Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 467
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,

101

pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta


monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan daerah
perbatasan di wilayah Papua.
Pasal 468
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 467, Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana
Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan pengurangan risiko bencana;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 469
Subdirektorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V
terdiri atas:
a. Seksi Pengurangan Risiko Bencana; dan
b. Seksi Penanganan Pasca Bencana.
Pasal 470
(1) Seksi Pengurangan Risiko Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengurangan risiko bencana.
(2) Seksi Penanganan Pasca Bencana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi penanganan pasca bencana.
Pasal 471
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Pasal 472
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang penanganan daerah pasca konflik wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua.
Pasal 473
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam

102

Pasal 472, Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik


menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penanganan
daerah pasca konflik wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penanganan
daerah pasca konflik wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penanganan daerah pasca konflik wilayah Sumatera, Jawa,
Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan
Papua;
d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan
daerah pasca konflik wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 474
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik terdiri atas:
a. Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah I;
b. Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah II;
c. Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah III;
d. Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah IV;
e. Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah V;
dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 475
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah I
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang penanganan daerah pasca
konflik di wilayah Sumatera.
Pasal 476
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 475, Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pencegahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.

103

Pasal 477

Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah I


terdiri atas:
a. Seksi Pencegahan; dan
b. Seksi Pemulihan.
Pasal 478
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pencegahan.
(2) Seksi Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 479
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah II
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang penanganan
daerah pasca konflik di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Pasal 480
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 479, Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pencegahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 481
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah II
terdiri atas:
c. Seksi Pencegahan; dan
d. Seksi Pemulihan.
Pasal 482
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pencegahan.
(2) Seksi Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan

104

evaluasi bidang pemulihan.


Pasal 483
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah III
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang penanganan daerah pasca
konflik di wilayah Kalimantan.
Pasal 484
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 483, Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Wilayah III menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pencegahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 485
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah III
terdiri atas:
a. Seksi Pencegahan; dan
b. Seksi Pemulihan.
Pasal 486
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pencegahan.
(2) Seksi Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 487
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah IV
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang penanganan daerah pasca
konflik di wilayah Sulawesi dan Maluku
Pasal 488
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 487, Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan

105

kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring


dan evaluasi bidang pencegahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 489
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah IV
terdiri atas:
a. Seksi Pencegahan; dan
b. Seksi Pemulihan.
Pasal 490
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pencegahan.
(2) Seksi Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 491
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah V
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang penanganan daerah pasca
konflik di wilayah Papua.
Pasal 492
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 491, Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik
Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pencegahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 493
Subdirektorat Penanganan Daerah Pasca Konflik Wilayah V
terdiri atas:
a. Seksi Pencegahan; dan
b. Seksi Pemulihan.
Pasal 494
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan

106

bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,


bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pencegahan.
(2) Seksi Pemulihan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang pemulihan.
Pasal 495
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Pasal 496
Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan daerah pulau
kecil dan terluar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pasal 497
Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 496, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan
daerah pulau kecil dan terluar wilayah Sumatera, Jawa, Bali,
Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan
daerah pulau kecil dan terluar wilayah Sumatera, Jawa, Bali,
Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua;
d. pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar wilayah
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar;
dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 498
Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
terdiri atas:
a. Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan

b.
c.
d.
e.
f.

107

Terluar Wilayah I;
Subdirektorat Pengembangan Daerah
Terluar Wilayah II;
Subdirektorat Pengembangan Daerah
Terluar Wilayah III;
Subdirektorat Pengembangan Daerah
Terluar Wilayah IV;
Subdirektorat Pengembangan Daerah
Terluar Wilayah V; dan
Subbagian Tata Usaha Direktorat.

Pulau

Kecil

dan

Pulau

Kecil

dan

Pulau

Kecil

dan

Pulau

Kecil

dan

Pasal 499
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
Wilayah I melaksanakan penyiapan bahan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar
Sumatera.

dan Terluar
perumusan
teknis dan
di bidang
di wilayah

Pasal 500
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 499, Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
dan Terluar Wilayah I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana.
Pasal 501
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Wilayah I terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana.
Pasal 502
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan
prasarana.

108

Pasal 503

Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar


Wilayah II melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar di wilayah Jawa,
Bali dan Nusa Tenggara.
Pasal 504
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 503, Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
dan Terluar Wilayah II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana.
Pasal 505
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Wilayah II terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana.
Pasal 506
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan
prasarana.
Pasal 507
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
Wilayah III melaksanakan penyiapan bahan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar
Kalimantan.

dan Terluar
perumusan
teknis dan
di bidang
di wilayah

Pasal 508
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 507, Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil

109

dan Terluar Wilayah III menyelenggarakan fungsi:


a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana.
Pasal 509
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Wilayah III terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana.
Pasal 510
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan
prasarana.
Pasal 511
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
Wilayah IV melaksanakan penyiapan bahan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar
Sulawesi dan Maluku.

dan Terluar
perumusan
teknis dan
di bidang
di wilayah

Pasal 512
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 511, Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
dan Terluar Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana.
Pasal 513
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Wilayah IV terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan

110

b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana.


Pasal 514
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan
prasarana.
Pasal 515
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
Wilayah V melaksanakan penyiapan bahan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi
pengembangan daerah pulau kecil dan terluar
Papua.

dan Terluar
perumusan
teknis dan
di bidang
di wilayah

Pasal 516
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 515, Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil
dan Terluar Wilayah V menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana.
Pasal 517
Subdirektorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar
Wilayah V terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya; dan
b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana.
Pasal 518
(1) Seksi Pengembangan Potensi Sumber Daya mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi
sumber daya.
(2) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,

111

serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan


prasarana.
Pasal 519
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB VIII
DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL
Bagian Pertama
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 520
(1) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal berada
di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal
dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Pasal 521
Direktorat
Jenderal
Pembangunan Daerah Tertinggal
mempunyai
tugas
menyelenggarakan
perumusan
dan
pelaksanaan kebijakan di bidang percepatan pembangunan
daerah tertinggal sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 522
Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 521,
menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang penyusunan indikator dan
subindikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal
dan skema pendanaan percepatan pembangunan daerah
tertinggal;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan, koordinasi
penatalaksanaan, dan pengusulan alokasi anggaran
percepatan pembangunan daerah tertinggal;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
percepatan pembangunan daerah tertinggal;
d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang percepatan
pembangunan daerah tertinggal;
e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembangunan
Daerah Tertinggal; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

112

Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 523
Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, terdiri
atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal;
c. Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia;
d. Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan
Hidup;
e. Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana; dan
f. Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 524
Sekretariat
Direktorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pemberian pelayanan administratif kepada
semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat
Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pasal 525
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 524, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan
fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang
pembangunan daerah tertinggal;
b. pengelolaan data dan informasi;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
d. pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
e. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan
f. penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 526
Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 527
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi

113

dan penyusunan laporan di bidang pembangunan daerah


tertinggal.
Pasal 528
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 527, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan valuasi dan penyusunan laporan tahunan,
berkala, dan akuntabilitas di bidang perencanaan
pembangunan daerah tertinggal.
Pasal 529
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 530
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan
laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang
perencanaan pembangunan daerah tertinggal.
Pasal 531
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 532
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 531, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.

114

Pasal 533

Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:


a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 534
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan
pengelolaan
pelaksanaan
anggaran
dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan serta
penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 535
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 536
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 535, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan
kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 537
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 538
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.

115

Pasal 539

Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai


tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 540
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 539, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 541
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 542
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.
(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat
Jenderal.
Bagian Keempat
Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal
Pasal 543
Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan serta koordinasi penatalaksanaan di
bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi
daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan,
serta evaluasi dan pelaporan.

116

Pasal 544

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 543, Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah
Tertingal menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan
indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal,
penyusunan
rencana
dan
skema
pendanaan
kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan
indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal,
penyusunan
rencana
dan
skema
pendanaan
kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah;
c. pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan
alokasi
anggaran
percepatan
pembangunan
daerah
tertinggal;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah
tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan
kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan
indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal,
penyusunan
rencana
dan
skema
pendanaan
kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal;
dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 545
Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal terdiri
atas:
a. Subdirektorat Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal;
b. Subdirektorat Identifikasi Daerah Tertinggal;
c. Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Kementerian/Lembaga;
d. Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Daerah;
e. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 546
Subdirektorat Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal.
Pasal 547
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 546, Subdirektorat Penyusunan Indikator Daerah

117

Tertinggal menyelenggarakan fungsi:


a. pelaksanaan pengumpulan dan analisis penyusunan
indikator daerah tertinggal; dan
b. pelaksanaan pengolahan dan penyajian data indikator
daerah tertinggal.
Pasal 548
Subdirektorat Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal terdiri
atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Analisis; dan
b. Seksi Pengolahan dan Penyajian.
Pasal 549
(1) Seksi Pengumpulan dan Analisis mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan analisis penyusunan indikator
daerah tertinggal.
(2) Seksi Pengolahan dan Penyajian mempunyai tugas
melakukan pengolahan dan penyajian data indikator daerah
tertinggal.
Pasal 550
Subdirektorat Identifikasi Daerah Tertinggal mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di
bidang identifikasi daerah tertinggal.
Pasal 551
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 550, Subdirektorat Identifikasi Daerah Tertinggal
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengumpulan dan analisis penyusunan
identifikasi daerah tertinggal; dan
b. pelaksanaan pengolahan dan penyajian data identifikasi
daerah tertinggal.
Pasal 552
Subdirektorat Identifikasi Daerah Tertinggal terdiri atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Analisis; dan
b. Seksi Pengolahan dan Penyajian.
Pasal 553
(1) Seksi Pengumpulan dan Analisis mempunyai tugas
melakukan
pengumpulan
dan
analisis
penyusunan
identifikasi daerah tertinggal.
(2) Seksi Pengolahan dan Penyajian mempunyai tugas
melakukan pengolahan dan penyajian data identifikasi
daerah tertinggal.

118

Pasal 554
Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Kementerian/Lembaga mempunyai tugas
melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang koordinasi
penyusunan rencana dan skema pendanaan percepatan
pembangunan
daerah
tertinggal
pada
lingkup
kementerian/lembaga.
Pasal 555
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 554, Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema
Pendanaan Kementerian/Lembaga menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi penyusunan rencana percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup kementerian/lembaga; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi skema pendanaan percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup kementerian/lembaga.
Pasal 556
Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Kementerian/Lembaga terdiri atas:
a. Seksi Penyusunan Rencana; dan
b. Seksi Skema Pendanaan.
Pasal 557
(1) Seksi Penyusunan Rencana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi penyusunan rencana percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup kementerian/lembaga.
(2) Seksi Skema Pendanaan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi
skema pendanaan percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup kementerian/lembaga.
Pasal 558
Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pemberian
bimbingan teknis dan supervisi di bidang koordinasi
penyusunan rencana dan skema pendanaan percepatan
pembangunan daerah tertinggal pada lingkup daerah.

119

Pasal 559

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal


558, Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Daerah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi penyusunan rencana percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup daerah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi
skema pendanaan percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup daerah.
Pasal 560
Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan
Daerah terdiri atas:
a. Seksi Penyusunan Rencana; dan
b. Seksi Skema Pendanaan.
Pasal 561
(1) Seksi Penyusunan Rencana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi penyusunan rencana percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup daerah.
(2) Seksi Skema Pendanaan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi
skema pendanaan percepatan pembangunan
daerah tertinggal pada lingkup daerah.
Pasal 562
Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan pelaksanaan monitoring, evaluasi,
dan pelaporan di bidang perencanaan dan identifikasi daerah
tertinggal.
Pasal 563
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
562,
Subdirektorat
Evaluasi
dan
Pelaporan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
perencanaan dan identifikasi daerah tertinggal; dan
b. penyiapan penyusunan pelaporan di bidang perencanaan
dan identifikasi daerah tertinggal.

120

Pasal 564

Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas:


a. Seksi Evaluasi; dan
b. Seksi Pelaporan.
Pasal 565
(1) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
perencanaan dan identifikasi daerah tertinggal.
(2) Seksi Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan penyusunan pelaporan di bidang perencanaan dan
identifikasi daerah tertinggal.
Pasal 566
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kelima
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pasal 567
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan koordinasi
pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan,
keterampilan, tenaga kerja, serta inovasi dan penerapan
teknologi.
Pasal 568
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567,
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang koordinasi
pelaksanaan
kebijakan
pendidikan,
kesehatan,
keterampilan, tenaga kerja, serta inovasi dan penerapan
teknologi;
b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
pendidikan, kesehatan, keterampilan, tenaga kerja, serta
inovasi dan penerapan teknologi;
c. pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan
alokasi anggaran percepatan pembangunan daerah tertinggal
di bidang pengembangan sumber daya manusia;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi pelaksanaan kebijakan pendidikan, kesehatan,
keterampilan, tenaga kerja, serta inovasi dan penerapan
teknologi;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang koordinasi
pelaksanaan
kebijakan
pendidikan,
kesehatan,
keterampilan, tenaga kerja, serta inovasi dan penerapan
teknologi;

121

f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga


Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 569
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri atas:
a. Subdirektorat Pendidikan;
b. Subdirektorat Kesehatan;
c. Subdirektorat Keterampilan;
d. Subdirektorat Tenaga kerja;
e. Subdirektorat Inovasi dan Teknologi; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 570
Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pendidikan.
Pasal 571
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 570, Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan sumber
daya manusia; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan sarana
dan prasarana.
Pasal 572
Subdirektorat Pendidikan terdiri atas:
a. Seksi Peningkatan Sumber Daya Manusia; dan
b. Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana.
Pasal 573
(1) Seksi Peningkatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
sumber daya manusia.
(2) Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
sarana dan prasarana.

122

Pasal 574

Subdirektorat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan


penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang kesehatan.
Pasal 575
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 574, Subdirektorat Kesehatan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan sumber
daya manusia; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan sarana
dan prasarana.
Pasal 576
Subdirektorat Kesehatan terdiri atas:
a. Seksi Peningkatan Sumber Daya Manusia; dan
b. Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana.
Pasal 577
(1) Seksi Peningkatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
sumber daya manusia.
(2) Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
sarana dan prasarana.
Pasal 578
Subdirektorat Keterampilan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang ketrampilan.
Pasal 579
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 578, Subdirektorat Keterampilan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan kualitas;

123

dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan sarana
dan prasarana.
Pasal 580
Subdirektorat Keterampilan terdiri atas:
a. Seksi Peningkatan Kualitas; dan
b. Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana.
Pasal 581
(1) Seksi Peningkatan Kualitas mempunyai tugas melakukan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan kualitas.
(2) Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
sarana dan prasarana.
Pasal 582
Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang tenaga kerja.
Pasal 583
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 582, Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan kapasitas
tenaga kerja; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
kesempatan kerja.
Pasal 584
Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas:
a. Seksi Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja; dan
b. Seksi Peningkatan Kesempatan Kerja.

124

Pasal 585

(1) Seksi Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
kapasitas tenaga kerja.
(2) Seksi Peningkatan Kesempatan Kerja mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
kesempatan kerja.
Pasal 586
Subdirektorat Inovasi dan Penerapan Teknologi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang inovasi dan
penerapan teknologi.
Pasal 587
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 586, Subdirektorat Inovasi dan Penerapan Teknologi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang inovasi; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang penerapan teknologi.
Pasal 588
Subdirektorat Inovasi dan Penerapan Teknologi terdiri atas:
a. Seksi Inovasi; dan
b. Seksi Penerapan Teknologi.
Pasal 589
(1) Seksi Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan
evaluasi bidang inovasi.
(2) Seksi Penerapan Teknologi mempunyai tugas melakukan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang penerapan teknologi.
Pasal 590
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

125

Bagian Keenam
Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup
Pasal 591
Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya
hayati, tata guna lahan, pariwisata, sumber daya energi, serta
lingkungan hidup.
Pasal 592
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 591, Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan
Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan sumber daya hayati, tata guna lahan,
pariwisata, sumber daya energi, serta lingkungan hidup;
b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
sumber daya hayati, tata guna lahan, pariwisata, sumber
daya energi, serta lingkungan hidup;
c. pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan
alokasi anggaran percepatan pembangunan daerah tertinggal
di bidang sumber daya dan lingkungan hidup;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi pelaksanaan kebijakan sumber daya hayati, tata
guna lahan, pariwisata, sumber daya energi, serta
lingkungan hidup;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan sumber daya hayati, tata guna lahan,
pariwisata, sumber daya energi, serta lingkungan hidup;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan
Hidup; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 593
Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Hidup terdiri atas:
a. Subdirektorat Sumber Daya Hayati;
b. Subdirektorat Tata Guna Lahan;
c. Subdirektorat Pariwisata;
d. Subdirektorat Sumber Daya Energi;
e. Subdirektorat Lingkungan Hidup; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 594
Subdirektorat Sumber Daya Hayati mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan

126

supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang sumber daya


hayati.
Pasal 595
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
594,
Subdirektorat
Sumber
Daya
Hayati
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang sumber daya hayati
berbasis daratan; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang sumber daya hayati
berbasis maritim.
Pasal 596
Subdirektorat Sumber Daya Hayati terdiri atas:
a. Seksi Sumber Daya Hayati berbasis Daratan; dan
b. Seksi Sumber Daya Hayati berbasis Maritim.
Pasal 597
(1) Seksi Sumber Daya Hayati berbasis Daratan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang sumber daya
hayati berbasis daratan.
(2) Seksi Sumber Daya Hayati berbasis Maritim mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang sumber daya
hayati berbasis maritim.
Pasal 598
Subdirektorat
Tata
Guna
Lahan
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang tata guna
lahan.
Pasal 599
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 598, Subdirektorat Tata Guna Lahan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang perencanaan tata guna
lahan; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi

127

pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,


serta monitoring dan evaluasi bidang pendayagunaan tata
guna lahan.
Pasal 600
Subdirektorat Tata Guna Lahan terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Tata Guna Lahan; dan
b. Seksi Pendayagunaan Tata Guna Lahan.
Pasal 601
(1) Seksi Perencanaan Tata Guna Lahan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang perencanaan
tata guna lahan.
(2) Seksi Pendayagunaan Tata Guna Lahan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
bidang
pendayagunaan tata guna lahan.
Pasal 602
Subdirektorat Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pariwisata.
Pasal 603
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 602, Subdirektorat Pariwisata menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang pengembangan potensi
pariwisata; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang promosi pariwisata.
Pasal 604
Subdirektorat Pariwisata terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Potensi Pariwisata; dan
b. Seksi Promosi Pariwisata.
Pasal 605
(1) Seksi Pengembangan Potensi Pariwisata mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
bidang

128

pengembangan potensi pariwisata.


(2) Seksi Promosi Pariwisata mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang promosi pariwisata.
Pasal 606
Subdirektorat Sumber Daya Energi dan Mineral mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang sumber daya
energi dan mineral.
Pasal 607
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 606, Subdirektorat Sumber Daya Energi dan Mineral
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang pemanfaatan energi
terbarukan; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang pemanfaatan energi
non terbarukan.
Pasal 608
Subdirektorat Sumber Daya Energi terdiri atas:
a. Seksi Pemanfaatan Energi Terbarukan; dan
b. Seksi Pemanfaatan Energi Non Terbarukan.
Pasal 609
(1) Seksi Pemanfaatan Energi Terbarukan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang pemanfaatan
energi terbarukan.
(2) Seksi Pemanfaatan Energi Non Terbarukan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang pemanfaatan
energi non terbarukan.
Pasal 610
Subdirektorat
Lingkungan
Hidup
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang lingkungan
hidup.

129

Pasal 611

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 610, Subdirektorat Lingkungan Hidup menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang pelestarian lingkungan
hidup; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan kualitas
lingkungan hidup.
Pasal 612
Subdirektorat Lingkungan Hidup terdiri atas:
a. Seksi Pelestarian Lingkungan Hidup; dan
b. Seksi Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.
Pasal 613
(1) Seksi Pelestarian Lingkungan Hidup mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang pelestarian
lingkungan hidup.
(2) Seksi Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang peningkatan
kualitas lingkungan hidup.
Pasal 614
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana
Pasal 615
Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan koordinasi
pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan prasarana
transportasi,
sarana dan prasarana air bersih dan
permukiman, sarana dan prasarana ekonomi, sarana dan
prasarana energi, dan sarana dan prasarana informasi dan
telekomunikasi.

130

Pasal 616

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 615, Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan sarana dan prasarana transportasi,
sarana dan prasarana air bersih dan permukiman, sarana
dan prasarana ekonomi, sarana dan prasarana energi, dan
sarana dan prasarana informasi dan telekomunikasi;
b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
sarana dan prasarana transportasi, sarana dan prasarana
air bersih dan permukiman, sarana dan prasarana ekonomi,
sarana dan prasarana energi, dan sarana dan prasarana
informasi dan telekomunikasi;
c. pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan
alokasi anggaran percepatan pembangunan daerah tertinggal
di bidang peningkatan sarana dan prasarana;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi pelaksanaan kebijakan sarana dan prasarana
transportasi,
sarana dan prasarana air bersih dan
permukiman, sarana dan prasarana ekonomi, sarana dan
prasarana energi, dan sarana dan prasarana informasi dan
telekomunikasi;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan sarana dan prasarana transportasi,
sarana dan prasarana air bersih dan permukiman, sarana
dan prasarana ekonomi, sarana dan prasarana energi, dan
sarana dan prasarana informasi dan telekomunikasi;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 617
Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana terdiri atas:
a. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi;
b. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Air Bersih dan
Permukiman;
c. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Ekonomi;
d. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Energi;
e. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Informasi dan
Telekomunikasi; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 618
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang sarana dan
prasarana transportasi.

131

Pasal 619

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 618, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang darat; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang laut dan udara.
Pasal 620
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi terdiri atas:
a. Seksi Transportasi Darat; dan
b. Seksi Transportasi Laut dan Udara.
Pasal 621
(1) Seksi Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang darat.
(2) Seksi Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang laut dan
udara.
Pasal 622
Subdirektorat Sarana dan Prasarana
Air Bersih dan
Permukiman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana air bersih dan
permukiman.
Pasal 623
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 622, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Air Bersih dan
Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang air bersih; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang permukiman.

132

Pasal 624

Subdirektorat Sarana dan


Permukiman terdiri atas:
a. Seksi Air Bersih; dan
b. Seksi Permukiman.

Prasarana

Air

Bersih

dan

Pasal 625
(1) Seksi Air Bersih mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang air bersih.
(2) Seksi Permukiman mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang permukiman.
Pasal 626
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Ekonomi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang sarana dan
prasarana ekonomi.
Pasal 627
dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 626, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Ekonomi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang industri dan
perdagangan; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang pertanian, kelautan
dan perikanan.
Pasal 628
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Ekonomi terdiri atas:
a. Seksi Industri dan Perdagangan; dan
b. Seksi Pertanian, Kelautan dan Perikanan.
Pasal 629
(1) Seksi Industri dan Perdagangan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang industri dan
perdagangan.
(2) Seksi Pertanian, Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas

133

melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,


koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang pertanian,
kelautan dan perikanan.
Pasal 630
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Energi mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang sarana dan
prasarana energi.
Pasal 631
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 630, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Energi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang energi baru terbarukan
nabati; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang energi baru terbarukan
non nabati.
Pasal 632
Subdirektorat Sarana dan Prasarana Energi terdiri atas:
a. Seksi Energi Baru Terbarukan Nabati; dan
b. Seksi Energi Baru Terbarukan Non Nabati.
Pasal 633
(1) Seksi Energi Baru Terbarukan Nabati mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang energi baru
terbarukan nabati.
(2) Seksi Energi Baru Terbarukan Non Nabati mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang energi baru
terbarukan non nabati.
Pasal 634
Subdirektorat
Sarana
dan
Prasarana
Informasi
dan
Telekomunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana informasi dan
telekomunikasi.

134

Pasal 635

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 634, Subdirektorat Sarana dan Prasarana Informasi dan
Telekomunikasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang jaringan informasi; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta
monitoring
dan
evaluasi
bidang
jaringan
telekomunikasi.
Pasal 636
Subdirektorat
Sarana
dan
Prasarana
Telekomunikasi terdiri atas:
a. Seksi Jaringan Informasi; dan
b. Seksi Jaringan Telekomunikasi.

Informasi

dan

Pasal 637
(1) Seksi Jaringan Informasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang jaringan informasi.
(2) Seksi
Jaringan
Telekomunikasi
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang jaringan
telekomunikasi.
Pasal 638
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal
Pasal 639
Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal mempunyai tugas
melaksanakan
penyiapan
perumusan
dan
koordinasi
pelaksanaan kebijakan di bidang investasi dan permodalan,
koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM), potensi
produk unggulan, kemitraan usaha, serta industri, distribusi
dan pemasaran.
Pasal 640
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 639, Direktorat Pengembangan Ekonomi
Lokal

135

menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan investasi dan permodalan, KUMKM,
potensi produk unggulan, kemitraan usaha, serta industri,
distribusi dan pemasaran;
b. penyiapan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
investasi dan
permodalan, KUMKM, potensi produk
unggulan, kemitraan usaha, serta industri, distribusi dan
pemasaran;
c. pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan
alokasi anggaran percepatan pembangunan daerah tertinggal
di bidang pengembangan ekonomi lokal;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
koordinasi
pelaksanaan
kebijakan
investasi
dan
permodalan, KUMKM, potensi produk unggulan, kemitraan
usaha, serta industri, distribusi dan pemasaran;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang koordinasi
pelaksanaan kebijakan investasi dan permodalan, KUMKM,
potensi produk unggulan, kemitraan usaha, serta industri,
distribusi dan pemasaran;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 641
Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal terdiri atas:
a. Subdirektorat Investasi dan Permodalan;
b. Subdirektorat Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
c. Subdirektorat Potensi Produk Unggulan;
d. Subdirektorat Kemitraan Usaha;
e. Subdirektorat Industri, Distribusi dan Pemasaran; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 642
Subdirektorat Investasi dan Permodalan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang investasi dan
permodalan.
Pasal 643
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 642, Subdirektorat Investasi dan
Permodalan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang investasi; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang permodalan.

136

Pasal 644

Subdirektorat Investasi dan Permodalan terdiri atas:


a. Seksi Investasi; dan
b. Seksi Permodalan.
Pasal 645
(1) Seksi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang investasi.
(2) Seksi Permodalan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang permodalan.
Pasal 646
Subdirektorat Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis
dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang koperasi,
usaha mikro, kecil dan menengah.
Pasal 647
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 646, Subdirektorat Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang koperasi; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang usaha mikro, kecil,
menengah.
Pasal 648
Subdirektorat Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
terdiri atas:
a. Seksi Koperasi; dan
b. Seksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Pasal 649
(1) Seksi Koperasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang koperasi.
(2) Seksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan

137

supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang usaha mikro,


kecil, menengah.
Pasal 650
Subdirektorat Potensi Produk Unggulan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang potensi
produk unggulan.
Pasal 651
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 650, Subdirektorat Potensi Produk Unggulan Lokal
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang
identifikasi dan
analisis potensi produk unggulan lokal; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang produk unggulan.
Pasal 652
Subdirektorat Potensi Produk Unggulan Lokal terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi dan Analisis Potensi Produk Unggulan;
dan
b. Seksi Pengembangan Produk Unggulan.
Pasal 653
(1) Seksi Identifikasi dan Analisis Potensi Produk Unggulan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang
identifikasi dan analisis potensi produk unggulan lokal.
(2) Seksi Pengembangan Produk Unggulan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang produk
unggulan.
Pasal 654
Subdirektorat
Kemitraan
Usaha
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang kemitraan
usaha.

138

Pasal 655

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 654, Subdirektorat Kemitraan Usaha menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi
bidang identifikasi usaha; dan
b. penyiapan bahan pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan
penyusunan pelaporan bidang kemitraan usaha.
Pasal 656
Subdirektorat Kemitraan Usaha terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi Usaha; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 657
(1) Seksi Identifikasi Usaha mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi
bidang identifikasi usaha.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan
penyusunan pelaporan bidang kemitraan usaha.
Pasal 658
Subdirektorat Industri, Distribusi dan Pemasaran mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang industri, distribusi dan
pemasaran.
Pasal 659
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 658, Subdirektorat Industri, Distribusi dan Pemasaran
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
koordinasi kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi bidang industri; dan
b. penyiapan
bahan
perumusan
kebijakan,
koordinasi
pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi,
serta monitoring dan evaluasi bidang distribusi dan
pemasaran.
Pasal 660
Subdirektorat Industri, Distribusi dan Pemasaran terdiri atas:
a. Seksi Industri; dan
b. Seksi Distribusi dan Pemasaran.

139

Pasal 661

(1) Seksi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan


bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan
kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring
dan evaluasi bidang industri.
(2) Seksi Distribusi dan Pemasaran mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
koordinasi pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi bidang distribusi
dan pemasaran.
Pasal 662
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB IX
DIREKTORAT JENDERAL
PENYIAPAN KAWASAN DAN PEMBANGUNAN PEMUKIMAN
TRANSMIGRASI
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 663
(1) Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Pemukiman Transmigrasi berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Pemukiman Transmigrasi dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Pasal 664
Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman
Transmigrasi
mempunyai
tugas
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di
bidang penyiapan kawasan dan pembangunan permukiman
transmigrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 665
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 664, Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan
Pembangunan Permukiman Transmigrasi menyelenggarakan
fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan potensi kawasan
transmigrasi, penyediaan tanah transmigrasi, pembangunan
permukiman transmigrasi, dan penataan persebaran
penduduk;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan potensi
kawasan transmigrasi, penyediaan tanah transmigrasi,
pembangunan permukiman transmigrasi, dan penataan

c.

d.

e.

f.
g.

140

persebaran penduduk;
penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
pembinaan potensi kawasan transmigrasi, penyediaan tanah
transmigrasi, pembangunan permukiman transmigrasi, dan
penataan persebaran penduduk;
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembinaan potensi kawasan transmigrasi, penyediaan tanah
transmigrasi, pembangunan permukiman transmigrasi, dan
penataan persebaran penduduk;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan
potensi
kawasan
transmigrasi,
penyediaan
tanah
transmigrasi, pembangunan permukiman transmigrasi, dan
penataan persebaran penduduk;
pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Penyiapan
Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 666

Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan


Permukiman Transmigrasi terdiri atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi;
c. Direktorat Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi;
d. Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi;
e. Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi; dan
f. Direktorat Penataan Persebaran Penduduk.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 667
Sekretariat
mempunyai
tugas
memberikan
pelayanan
administratif teknis dan kepada semua unsur satuan organisasi
di lingkungan Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan
Pembangunan Permukiman Transmigrasi.
Pasal 668
Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667, menyelenggarakan
fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyiapan
kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi;
b. pengelolaan data dan informasi;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
d. pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;

141

e. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan


f. penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 669
Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 670
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di bidang penyiapan kawasan dan
pembangunan permukiman transmigrasi.
Pasal 671
Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 670, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan
tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang penyiapan
kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi.
Pasal 672
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 673
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan
laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang
penyiapan kawasan dan pembangunan permukiman
transmigrasi.

142

Pasal 674

Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas


melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 675
Bagian Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 674,
menyelenggarakan fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 676
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 677
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan pengelolaan pelaksanaan anggaran dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan
serta penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 678
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 679
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 678, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan
kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.

143

Pasal 680

Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:


a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 681
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 682
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai
tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 683
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 682, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 684
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 685
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.
(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal.

144

Bagian Keempat
Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi
Pasal 686
Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang identifikasi dan informasi potensi kawasan,
advokasi kawasan, perencanaan kawasan, fasilitasi penetapan
kawasan, serta mediasi dan kerja sama antar daerah.
Pasal 687
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam
Pasal 686, Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang identifikasi dan
informasi potensi kawasan, advokasi kawasan, perencanaan
kawasan, fasilitasi penetapan kawasan, serta mediasi dan
kerja sama antar daerah;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi dan
informasi potensi kawasan, advokasi kawasan, perencanaan
kawasan, fasilitasi penetapan kawasan, serta mediasi dan
kerja sama antar daerah;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang identifikasi dan informasi potensi
kawasan, advokasi kawasan, perencanaan kawasan,
fasilitasi penetapan kawasan, serta mediasi dan kerja sama
antar daerah;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
identifikasi dan informasi potensi kawasan, advokasi
kawasan, perencanaan kawasan, fasilitasi penetapan
kawasan, serta mediasi dan kerja sama antar daerah;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang identifikasi
dan informasi potensi kawasan, advokasi kawasan,
perencanaan kawasan, fasilitasi penetapan kawasan, serta
mediasi dan kerja sama antar daerah;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 688
Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Identifikasi dan Informasi Potensi Kawasan;
b. Subdirektorat Advokasi Kawasan;
c. Subdirektorat Perencanaan Kawasan;
d. Subdirektorat Fasilitasi Penetapan Kawasan;
e. Subdirektorat Mediasi dan Kerja Sama Antar Daerah; dan
f. Subbagian Tata Usaha.

145

Pasal 689

Subdirektorat Identifikasi dan Informasi Potensi Kawasan


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
identifikasi dan informasi potensi kawasan.
Pasal 690
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 689, Subdirektorat Identifikasi dan Informasi Potensi
Kawasan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi identifikasi kawasan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi informasi potensi kawasan.
Pasal 691
Subdirektorat Identifikasi dan Informasi Potensi Kawasan
terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi Kawasan; dan
b. Seksi Informasi Potensi Kawasan.
Pasal 692
(1) Seksi Identifikasi Kawasan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi identifikasi kawasan.
(2) Seksi Informasi Potensi Kawasan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi informasi potensi
kawasan.
Pasal 693
Subdirektorat
Advokasi
Kawasan
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang advokasi
kawasan.
Pasal 694
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 693, Subdirektorat Advokasi Kawasan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan

146

kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi


bidang advokasi kawasan; dan
b. penyiapan bahan pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan
penyusunan pelaporan bidang advokasi kawasan.
Pasal 695
Subdirektorat Advokasi Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Penyiapan Bahan Advokasi; dan
b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 696
(1) Seksi Penyiapan Bahan Advokasi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi advokasi kawasan.
(2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan
penyusunan pelaporan advokasi kawasan.
Pasal 697
Subdirektorat Perencanaan Kawasan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang perencanaan
kawasan.
Pasal 698
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
697,
Subdirektorat
Perencanaan
Kawasan
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan
pengumpulan
dan
pengolahan
data
perencanaan kawasan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana
kawasan.
Pasal 699
Subdirektorat Perencanaan Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan.
Pasal 700
(1) Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data perencanaan
kawasan.
(2) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,

147

pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan


supervisi serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana
kawasan.
Pasal 701
Subdirektorat Fasilitasi Penetapan Kawasan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang fasilitasi
penetapan kawasan.
Pasal 702
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 701, Fasilitasi Penetapan Kawasan menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data fasilitasi
penetapan kawasan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penilaian kawasan.
Pasal 703
Subdirektorat Fasilitasi Penetapan Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Seksi Penilaian Kawasan.
Pasal 704
(1) Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitasi
penetapan kawasan.
(2) Seksi Penilaian Kawasanmempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penilaian kawasan.
Pasal 705
Subdirektorat Mediasi dan Kerja Sama Antar Daerah
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
mediasi antar dan kerja sama antar daerah.
Pasal 706
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 705, Subdirektorat Mediasi dan Kerja Sama Antar Daerah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi

148

serta monitoring dan evaluasi mediasi antar daerah; dan


b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kerja sama antar daerah.
Pasal 707
Subdirektorat Mediasi dan Kerja Sama Antar Daerah terdiri
atas:
a. Seksi Mediasi Antar Daerah; dan
b. Seksi Kerja Sama Antar Daerah.
Pasal 708
(1) Seksi Mediasi Antar Daerah mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi mediasi antar daerah.
(2) Seksi Kerja Sama Antar Daerah mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi kerja sama antar
daerah.
Pasal 709
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Bagian Kelima
Direktorat Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
Pasal 710
Direktorat Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
perencanaan
teknis
satuan
kawasan
pengembangan,
perencanaan teknis satuan permukiman, perencanaan sarana
dan prasarana kawasan, serta perencanaan pengembangan
masyarakat.
Pasal 711
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 710, Direktorat Perencanaan Pembangunan dan
Pengembangan Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan
teknis satuan kawasan pengembangan, perencanaan teknis
satuan permukiman, perencanaan sarana dan prasarana
kawasan, serta perencanaan pengembangan masyarakat;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan

c.

d.

e.

f.
g.

149

teknis satuan kawasan pengembangan, perencanaan teknis


satuan permukiman, perencanaan sarana dan prasarana
kawasan, serta perencanaan pengembangan masyarakat;
penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang perencanaan teknis satuan kawasan
pengembangan, perencanaan teknis satuan permukiman,
perencanaan sarana dan prasarana kawasan, serta
perencanaan pengembangan masyarakat;
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan,
perencanaan teknis satuan permukiman, perencanaan
sarana dan prasarana kawasan, serta perencanaan
pengembangan masyarakat;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan
teknis satuan kawasan pengembangan, perencanaan teknis
satuan permukiman, perencanaan sarana dan prasarana
kawasan, serta perencanaan pengembangan masyarakat;
pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 712

Direktorat Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan


Kawasan Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Kawasan
Pengembangan;
b. Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Permukiman;
c. Subdirektorat Perencanaan Sarana dan Prasarana Kawasan;
d. Subdirektorat Perencanaan Pengembangan Masyarakat; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 713
Subdirektorat
Perencanaan
Teknis
Satuan
Kawasan
Pengembangan (SKP) mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang perencanaan teknis satuan
kawasan pengembangan.
Pasal 714
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 713, Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Kawasan
Pengembangan menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan
pengumpulan
dan
pengolahan
data
perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana satuan
kawasan pengembangan.

150

Pasal 715

Subdirektorat
Perencanaan
Teknis
Satuan
Pengembangan terdiri atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Seksi
Penyusunan
Rencana
Satuan
Pengembangan.

Kawasan
Kawasan

Pasal 716
(1) Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas
melakukan
pengumpulan
dan
pengolahan
data
perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan.
(2) Seksi Penyusunan Rencana Satuan Kawasan Pengembangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi
penyusunan rencana satuan kawasan pengembangan.
Pasal 717
Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Permukiman
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
perencanaan teknis satuan permukiman.
Pasal 718
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 717, Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan
Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan
pengumpulan
dan
pengolahan
data
perencanaan teknis satuan permukiman; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana satuan
permukiman.
Pasal 719
Subdirektorat Perencanaan Teknis Satuan Permukiman terdiri
atas:
a. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Seksi Penyusunan Rencana Satuan Permukiman.
Pasal 720
(1) Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data perencanaan
teknis satuan permukiman.
(2) Seksi
Penyusunan
Rencana
Satuan
Permukiman
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan

151

teknis dan supervisi serta monitoring


penyusunan rencana satuan permukiman.

dan

evaluasi

Pasal 721
Subdirektorat Perencanaan Sarana dan Prasarana Kawasan
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
perencanaan sarana dan prasarana kawasan.
Pasal 722
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 721, Subdirektorat Perencanaan Sarana dan Prasarana
Kawasan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana sarana
kawasan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyusunan rencana
prasarana kawasan.
Pasal 723
Subdirektorat Perencanaan Sarana dan Prasarana Kawasan
terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Sarana; dan
b. Seksi Perencanaan Prasarana.
Pasal 724
(1) Seksi Perencanaan Sarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perencanaan sarana kawasan.
(2) Seksi Perencanaan Prasarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perencanaan prasarana
kawasan.
Pasal 725
Subdirektorat
Perencanaan
Pengembangan
Masyarakat
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
perencanaan pengembangan ekonomi dan perencanaan
pengembangan sosial budaya.

152

Pasal 726

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal
725,
Subdirektorat
Perencanaan
Pengembangan
Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengembangan
ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengembangan
social budaya.
Pasal 727
Subdirektorat Perencanaan Pengembangan Masyarakat terdiri
atas:
a. Seksi Perencanaan Pengembangan Ekonomi; dan
b. Seksi Perencanaan Pengembangan Sosial Budaya.
Pasal 728
(1) Seksi Perencanaan Pengembangan Ekonomi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi perencanaan
pengembangan ekonomi.
(2) Seksi
Perencanaan
Pengembangan
Sosial
Budaya
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi
perencanaan pengembangan sosial budaya.
Pasal 729
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Keenam
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi
Pasal 730
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang fasilitasi pencadangan tanah, identifikasi
dan penataan tanah, pengelolaan tanah, serta dokumentasi
penyediaan tanah.
Pasal 731
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 730, Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi

153

menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi
pencadangan tanah, identifikasi dan penataan tanah,
pengelolaan tanah, serta dokumentasi penyediaan tanah;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitasi
pencadangan tanah, identifikasi dan penataan tanah,
pengelolaan tanah, serta dokumentasi penyediaan tanah;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang fasilitasi pencadangan tanah, identifikasi
dan penataan tanah, pengelolaan tanah, serta dokumentasi
penyediaan tanah;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
fasilitasi pencadangan tanah, identifikasi dan penataan
tanah, pengelolaan tanah, serta dokumentasi penyediaan
tanah;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitasi
pencadangan tanah, identifikasi dan penataan tanah,
pengelolaan tanah, serta dokumentasi penyediaan tanah;
dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 732
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Fasilitasi Pencadangan Tanah;
b. Subdirektorat Identifikasi dan Penataan Tanah;
c. Subdirektorat Pengelolaan Tanah;
d. Subdirektorat Dokumentasi Penyediaan Tanah; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 733
Subdirektorat Fasilitasi Pencadangan Tanah mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang fasilitasi
pencadangan tanah.
Pasal 734
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 733, Subdirektorat Fasilitasi Pencadangan Tanah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi identifikasi status dan
penggunaan tanah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pengurusan status tanah.

154

Pasal 735

Subdirektorat Fasilitasi Pencadangan Tanah terdiri atas:


a. Seksi Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah; dan
b. Seksi Pengurusan Status Tanah.
Pasal 736
(1) Seksi Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi identifikasi status
dan penggunaan tanah.
(2) Seksi Pengurusan Status Tanah mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi pengurusan status
tanah.
Pasal 737
Subdirektorat Identifikasi dan Penataan Tanah mempunyai
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
identifikasi dan penataan tanah.
Pasal 738
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 737, Subdirektorat Identifikasi dan Penataan Tanah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi identifikasi penggunaan dan
pemilikan tanah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penataan penggunaan dan
pemilikan tanah.
Pasal 739
Subdirektorat Identifikasi dan Penataan Tanah terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi Penggunaan dan Pemilikan Tanah; dan
b. Seksi Penataan Penggunaan dan Pemilikan Tanah.
Pasal 740
(1) Seksi Identifikasi Penggunaan dan Pemilikan Tanah
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi
identifikasi penggunaan dan pemilikan tanah.

155

(2) Seksi Penataan Penggunaan dan Pemilikan Tanah


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi penataan
penggunaan dan pemilikan tanah.
Pasal 741
Subdirektorat
Pengelolaan
Tanah
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang pengelolaan
tanah.
Pasal 742
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 741, Subdirektorat Pengelolaan Tanah menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pengurusan hak pengelolaan
lahan (HPL); dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta
monitoring
dan
evaluasi
pemeliharaan
hak
pengelolaan lahan (HPL).
Pasal 743
Subdirektorat Pengelolaan Tanah terdiri atas:
a. Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Lahan; dan
b. Seksi Pemeliharaan Hak Pengelolaan Lahan.
Pasal 744
(1) Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Lahan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi pengurusan hak
pengelolaan lahan (HPL).
(2) Seksi Pemeliharaan Hak Pengelolaan Lahan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi pemeliharaan hak
pengelolaan lahan (HPL).
Pasal 745
Subdirektorat Dokumentasi Penyediaan Tanah mempunyai
tugas
melaksanakan
melaksanakan
penyiapan
bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi

156

di bidang dokumentasi penyediaan tanah.


Pasal 746
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 745, Subdirektorat Dokumentasi Penyediaan Tanah
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengolahan data dokumentasi penyedian
tanah; dan
b. pelaksanaan
penyajian
informasi
dan
pelaporan
dokumentasi penyedian tanah.
Pasal 747
Subdirektorat Dokumentasi Penyediaan Tanah terdiri atas:
a. Seksi Pengolahan Data; dan
b. Seksi Penyajian Informasi dan Pelaporan.
Pasal 748
(1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan
pengolahan data dokumentasi penyedian tanah.
(2) Seksi Penyajian Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyajian informasi dan penyusunan pelaporan
dokumentasi penyedian tanah.
Pasal 749
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi
Pasal 750
Direktorat
Pembangunan
Permukiman
Transmigrasi
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan evaluasi lahan
permukiman, penyiapan dan evaluasi sarana permukiman,
penyiapan dan evaluasi prasarana permukiman, serta
kelayakan permukiman.
Pasal 751
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 750, Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyiapan dan
evaluasi lahan permukiman, penyiapan dan evaluasi sarana
permukiman,
penyiapan
dan
evaluasi
prasarana
permukiman, serta kelayakan permukiman;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan
evaluasi lahan permukiman, penyiapan dan evaluasi sarana

c.

d.

e.

f.
g.

157

permukiman,
penyiapan
dan
evaluasi
prasarana
permukiman, serta kelayakan permukiman;
penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang penyiapan dan evaluasi lahan
permukiman, penyiapan dan evaluasi sarana permukiman,
penyiapan dan evaluasi prasarana permukiman, serta
kelayakan permukiman;
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penyiapan dan evaluasi lahan permukiman, penyiapan dan
evaluasi sarana permukiman, penyiapan dan evaluasi
prasarana permukiman, serta kelayakan permukiman;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyiapan
dan evaluasi lahan permukiman, penyiapan dan evaluasi
sarana permukiman, penyiapan dan evaluasi prasarana
permukiman, serta kelayakan permukiman; dan
pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pembangunan Permukiman; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 752

Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi terdiri


atas:
a. Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Lahan Permukiman;
b. Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Sarana Permukiman;
c. Subdirektorat
Penyiapan
dan
Evaluasi
Prasarana
Permukiman;
d. Subdirektorat Kelayakan Permukiman; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 753
Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Lahan Permukiman
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
penyiapan dan evaluasi lahan permukiman.
Pasal 754
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 753, Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Lahan
Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan lahan permukiman; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi lahan permukiman.
Pasal 755
Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Lahan Permukiman

158

terdiri atas:
a. Seksi Penyiapan Lahan; dan
b. Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan
Pasal 756
(1) Seksi Penyiapan Lahan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan lahan permukiman.
(2) Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi lahan permukiman.
Pasal 757
Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Sarana Permukiman
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
penyiapan dan evaluasi sarana permukiman.
Pasal 758
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 757, Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Sarana
Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan sarana permukiman; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi sarana permukiman.
Pasal 759
Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Sarana Permukiman
terdiri atas:
a. Seksi Penyiapan Sarana; dan
b. Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana.
Pasal 760
(1) Seksi Penyiapan Sarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan sarana permukiman.
(2) Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi sarana permukiman.

159

Pasal 761

Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Prasarana Permukiman


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang
penyiapan dan evaluasi prasarana permukiman.
Pasal 762
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 761, Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Prasarana
Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan prasarana permukiman; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi prasarana permukiman.
Pasal 763
Subdirektorat Penyiapan dan Evaluasi Prasarana Permukiman
terdiri atas:
a. Seksi Penyiapan Prasarana; dan
b. Seksi Evaluasi Penyiapan Prasarana.
Pasal 764
(1) Seksi Penyiapan Prasarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
penyiapan prasarana permukiman.
(2) Seksi Evaluasi Penyiapan Prasarana mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi prasarana
permukiman.
Pasal 765
Subdirektorat Kelayakan Permukiman mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang kelayakan
permukiman.
Pasal 766
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
765,
Subdirektorat
Kelayakan
Permukiman
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi

160

serta monitoring dan evaluasi kelayakan permukiman; dan


b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
perwujudan ruang.
Pasal 767
Subdirektorat Kelayakan Permukiman terdiri atas:
a. Seksi Evaluasi Kelayakan; dan
b. Seksi Perwujudan Ruang.
Pasal 768
(1) Seksi Evaluasi Kelayakan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kelayakan permukiman.
(2) Seksi Perwujudan Ruang mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
perwujudan ruang.
Pasal 769
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Penataan Persebaran Penduduk
Pasal 770
Direktorat Penataan Persebaran Penduduk mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang penyiapan perpindahan, penyiapan calon
transmigran dan penduduk setempat, pelayanan perpindahan,
serta penataan dan adaptasi.
Pasal 771
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 770, Direktorat Penataan Persebaran Penduduk
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyiapan
perpindahan, penyiapan calon transmigran dan penduduk
setempat, pelayanan perpindahan, serta penataan dan
adaptasi;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan
perpindahan, penyiapan calon transmigran dan penduduk
setempat, pelayanan perpindahan, serta penataan dan
adaptasi;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang penyiapan perpindahan, penyiapan calon
transmigran
dan
penduduk
setempat,
pelayanan

d.

e.

f.
g.

161

perpindahan, serta penataan dan adaptasi;


pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penyiapan perpindahan, penyiapan calon transmigran dan
penduduk setempat, pelayanan perpindahan, serta penataan
dan adaptasi;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyiapan
perpindahan, penyiapan calon transmigran dan penduduk
setempat, pelayanan perpindahan, serta penataan dan
adaptasi;
pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Penataan Persebaran Penduduk; dan
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 772

Direktorat Penataan Persebaran Penduduk terdiri atas:


a. Subdirektorat Penyiapan Perpindahan;
b. Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran dan Penduduk
Setempat;
c. Subdirektorat Pelayanan Perpindahan;
d. Subdirektorat Penataan dan Adaptasi; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 773
Subdirektorat Penyiapan Perpindahan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang penyiapan
perpindahan.
Pasal 774
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
773,
Subdirektorat
Penyiapan
Perpindahan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penyerasian perpindahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi administrasi perpindahan.
Pasal 775
Subdirektorat Penyiapan Perpindahan terdiri atas:
a. Seksi Penyerasian Perpindahan; dan
b. Seksi Administrasi Perpindahan.
Pasal 776
(1) Seksi
Penyerasian
Perpindahan
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,

162

pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan


supervisi serta monitoring dan evaluasi penyerasian
perpindahan.
(2) Seksi
Administrasi
Perpindahan
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi administrasi
perpindahan.
Pasal 777
Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran dan Penduduk
Setempat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring dan evaluasi
di bidang
penyiapan calon transmigran dan penduduk
setempat.
Pasal 778
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 777, Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran dan
Penduduk Setempat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pendaftaran dan seleksi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi keterampilan calon
transmigran dan penduduk setempat.
Pasal 779
Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran dan Penduduk
Setempat terdiri atas:
a. Seksi Pendaftaran dan Seleksi; dan
b. Seksi Keterampilan Calon Transmigran dan Penduduk
Setempat.
Pasal 780
(1) Seksi Pendaftaran dan Seleksi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pendaftaran dan seleksi.
(2) Seksi Keterampilan Calon Transmigran dan Penduduk
Setempat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi keterampilan calon transmigran dan
penduduk setempat.

163

Pasal 781

Subdirektorat Pelayanan Perpindahan mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang peayanan
perpindahan.
Pasal 782
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
781,
Subdirektorat
Pelayanan
Perpindahan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penampungan dan perbekalan;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pengangkutan.
Pasal 783
Subdirektorat Pelayanan Perpindahan terdiri atas:
a. Seksi Penampungan dan Perbekalan; dan
b. Seksi Pengangkutan.
Pasal 784
(1) Seksi Penampungan dan Perbekalan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi penampungan dan
perbekalan.
(2) Seksi
Pengangkutan
mempunyai
tugas
melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pengangkutan.
Pasal 785
Subdirektorat Penataan dan Adaptasi mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang penataan
dan adaptasi.
Pasal 786
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
785,
Subdirektorat
Penataan
dan
Adaptasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi penataan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan

164

kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi


serta monitoring dan evaluasi adaptasi.
Pasal 787
Subdirektorat Penataan dan Adaptasi terdiri atas:
a. Seksi Penataan; dan
b. Seksi Adaptasi.
Pasal 788
(1) Seksi Penataan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi penataan.
(2) Seksi Adaptasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi adaptasi.
Pasal 789
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB X
DIREKTORAT JENDERAL
PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 790
(1) Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi
dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Pasal 791
Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi
mempunyai
tugas
menyelenggarakan
perumusan
dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan
transmigrasi.
Pasal 792
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 791, Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan
Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang promosi dan kerja sama
kelembagaan, pembangunan dan pengembangan kawasan,
pengembangan usaha, pengembangan sosial budaya, dan

b.
c.

d.

e.

f.
g.

165

pelayanan pertanahan transmigrasi;


pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan kerja sama
kelembagaan, pembangunan dan pengembangan kawasan,
pengembangan usaha, pengembangan sosial;
penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria dibidang
promosi dan kerja sama kelembagaan, pembangunan dan
pengembangan
kawasan,
pengembangan
usaha,
pengembangan sosial budaya, dan pelayanan pertanahan
transmigrasi;
pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
promosi dan kerja sama kelembagaan, pembangunan dan
pengembangan
kawasan,
pengembangan
usaha,
pengembangan sosial budaya, dan pelayanan pertanahan
transmigrasi;
pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan
kerja sama kelembagaan, pembangunan dan pengembangan
kawasan, pengembangan usaha, pengembangan sosial
budaya, dan pelayanan pertanahan transmigrasi;
pelaksanaan
administrasi
Direktorat
Jenderal
Pengembangan Kawasan Transmigrasi; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 793

Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi


terdiri atas:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Promosi dan Kemitraan;
c. Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana Kawasan Transmigrasi;
d. Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi;
e. Direktorat Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi; dan
f. Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi.
Bagian Ketiga
Sekretariat Direktorat Jenderal
Pasal 794
Sekretariat
Direktorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pemberian pelayanan administratif kepada
semua unsur satuan organisasi di lingkungan direktorat
jenderal Pengembangan Kawasan Trasnmigrasi.
Pasal 795
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 794, menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan di bidang
Pengembangan Kawasan Transmigrasi;

166

b. pengelolaan data dan informasi;


c. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara
Direktorat Jenderal;
d. pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
e. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan advokasi hukum; dan
f. penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 796
Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara;
c. Bagian Kepegawaian dan Umum; dan
d. Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana.
Pasal 797
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di bidang pengambangan kawasan
transmigrasi.
Pasal 798
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797,
Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran;
b. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi; dan
c. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan
tahunan,
berkala,
dan
akuntabilitas
di
bidang
pengembangan kawasan transmigrasi.
Pasal 799
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b. Subbagian Data dan Informasi; dan
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 800
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program, dan anggaran.
(2) Subbagian Data dan Informasi
mempunyai tugas
melakukan pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian informasi.
(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan
laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di bidang

167

perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat


desa.
Pasal 801
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 802
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 801, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan urusan penatausahaan
keuangan dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 803
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 804
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan pengelolaan pelaksanaan anggaran dan
pemantauan anggaran.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan
serta penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara.
Pasal 805
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,
persuratan dan arsip, serta perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 806
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 805, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan tata usaha, tata persuratan, dan

168

kearsipan; dan
c. pelaksanaan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 807
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Persuratan; dan
c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 808
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha, tata persuratan, dan kearsipan.
(3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 809
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai
tugas melaksanakan koordinasi penyiapan penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, dan tata
laksana.
Pasal 810
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 809, Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan, dan pengelolaan dokumentasi hukum;
b. pelaksanaan advokasi hukum; dan
c. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 811
Bagian Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan;
b. Subbagian Advokasi Hukum; dan
c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.
Pasal 812
(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
dan
pengelolaan dokumentasi Direktorat Jenderal.
(2) Subbagian Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan advokasi hukum, dan informasi hukum
Direktorat Jenderal.

169

(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan
penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat
Jenderal.
Bagian Keempat
Direktorat Promosi dan Kemitraan
Pasal 813
Direktorat Promosi dan Kemitraan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang promosi dan publikasi, kemitraan badan
usaha, kemitraan masyarakat, dan kemitraan kelembagaan
pemerintah.
Pasal 814
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam
Pasal
813,
Direktorat
Promosi
dan
Kemitraan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang promosi dan
publikasi, kemitraan badan usaha, kemitraan masyarakat,
dan kemitraan kelembagaan pemerintah;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan
publikasi, kemitraan badan usaha, kemitraan masyarakat,
dan kemitraan kelembagaan pemerintah;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang kemitraan badan usaha, kemitraan
masyarakat, dan kemitraan kelembagaan pemerintah;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
promosi dan publikasi, kemitraan badan usaha, kemitraan
masyarakat, dan kemitraan kelembagaan pemerintah;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan
publikasi, kemitraan badan usaha, kemitraan masyarakat,
dan kemitraan kelembagaan pemerintah; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Promosi dan Kemitraan;
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 815
Direktorat Promosi dan Kemitraan terdiri atas:
a. Subdirektorat Promosi dan Publikasi;
b. Subdirektorat Kemitraan Badan Usaha;
c. Subdirektorat Kemitraan Masyarakat;
d. Subdirektorat Kemitraan Kelembagaan Pemerintah; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 816
Subdirektorat Promosi dan Publikasi mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,

170

pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan


supervisi, serta monitoring dan evaluasi promosi dan publikasi.
Pasal 817
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
816,
Subdirektorat
Promosi
dan
Publikasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi promosi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi publikasi.
Pasal 818
Subdirektorat Promosi dan Publikasi terdiri atas:
a. Seksi Promosi; dan
b. Seksi Publikasi.
Pasal 819
(1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi promosi.
(2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi publikasi.
Pasal 820
Subdirektorat Kemitraan Badan Usaha mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi kemitraan badan
usaha.
Pasal 821
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
820,
Subdirektorat
Kemitraan
Badan
Usaha
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
fasilitasi kemitraan badan usaha; dan
b. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi kemitraan badan
usaha.

171

Pasal 822

Subdirektorat Kemitraan Badan Usaha terdiri atas:


a. Seksi Fasilitasi Kemitraan Badan Usaha; dan
b. Seksi Evaluasi Kemitraan Badan Usaha.
Pasal 823
(1) Seksi Fasilitasi Kemitraan Badan Usaha mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi fasilitasi kemitraan badan usaha.
(2) Seksi Evaluasi Kemitraan Badan Usaha mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi
kemitraan badan usaha.
Pasal 824
Subdirektorat Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang kemitraan
masyarakat.
Pasal 825
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
824,
Subdirektorat
Kemitraan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
fasilitasi kemitraan masyarakat; dan
b. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi kemitraan
masyarakat.
Pasal 826
Subdirektorat Kemitraan Masyarakat terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Kemitraan Masyarakat; dan
b. Seksi Evaluasi Kemitraan Masyarakat.
Pasal 827
(1) Seksi Fasilitasi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi fasilitasi kemitraan masyarakat.
(2) Seksi Evaluasi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi
kemitraan masyarakat.

172

Pasal 828

Subdirektorat Kemitraan Kelembagaan Pemerintah mempunyai


tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang kemitraan
kelembagaan pemerintah.
Pasal 829
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
828, Subdirektorat Kemitraan Kelembagaan Pemerintah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
fasilitasi kemitraan kelembagaan pemerintah; dan
b. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi kemitraan
kelembagaan pemerintah.
Pasal 830
Fasilitasi Kemitraan Kelembagaan Pemerintah terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Kemitraan Kelembagaan Pemerintah; dan
b. Seksi Evaluasi Kemitraan Kelembagaan Pemerintah.
Pasal 831
(1) Seksi Fasilitasi Kemitraan Kelembagaan Pemerintah
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi fasilitasi kemitraan kelembagaan
pemerintah.
(2) Seksi Evaluasi Kemitraan
Kelembagaan Pemerintah
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring
dan evaluasi kemitraan kelembagaan pemerintah.
Pasal 832
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Kelima
Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana Kawasan Transmigrasi
Pasal 833
Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana
Kawasan
Transmigrasi
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pembangunan dan pengembangan sarana
permukiman dan kawasan, pembangunan dan pengembangan
prasarana permukiman dan kawasan, penyerasian lingkungan,
evaluasi perkembangan permukiman dan kawasan serta

173

standardisasi sarana dan prasarana.


Pasal 834
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 833, Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana
dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembangunan
dan pengembangan sarana permukiman dan kawasan,
pembangunan dan pengembangan prasarana permukiman
dan
kawasan,
penyerasian
lingkungan,
evaluasi
perkembangan
permukiman
dan
kawasan
serta
standardisasi sarana dan prasarana;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan
dan pengembangan sarana permukiman dan kawasan,
pembangunan dan pengembangan prasarana permukiman
dan
kawasan,
penyerasian
lingkungan,
evaluasi
perkembangan
permukiman
dan
kawasan
serta
standardisasi sarana dan prasarana;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan sarana
permukiman
dan
kawasan,
pembangunan
dan
pengembangan prasarana permukiman dan kawasan,
penyerasian
lingkungan,
evaluasi
perkembangan
permukiman dan kawasan serta standardisasi sarana dan
prasarana;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pembangunan dan pengembangan sarana permukiman dan
kawasan, pembangunan danpengembangan prasarana
permukiman dan kawasan, penyerasian lingkungan,
evaluasi perkembangan permukiman dan kawasan, dan
standardisasi sarana dan prasarana;
e. pelaksanaan
evaluasi
dan
pelaporan
di
bidang
pembangunan dan pengembangan sarana permukiman dan
kawasan, pembangunan dan pengembangan prasarana
permukiman dan kawasan, penyerasian lingkungan,
evaluasi perkembangan permukiman dan kawasan serta
standardisasi sarana dan prasarana;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana Kawasan Transmigrasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 835
Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana Kawasan Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana
Permukiman dan Kawasan;
b. Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Prasarana
Permukiman dan Kawasan;
c. Subdirektorat Penyerasian Lingkungan;

174

d. Subdirektorat Evaluasi Perkembangan Permukiman dan


Kawasan;
e. Subdirektorat Standardisasi Sarana dan Prasarana; dan
f. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 836
Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana
Permukiman dan Kawasan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang pembangunan dan
pengembangan sarana permukiman dan kawasan.
Pasal 837
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 836, Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan
Sarana Permukiman dan Kawasan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi pengembangan sarana permukiman;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta
monitoring
dan
evaluasi
pembangunan
dan
pengembangan sarana kawasan.
Pasal 838
Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana
Permukiman dan Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Sarana Permukiman; dan
b. Seksi Pembangunan dan Pengembangan Sarana Kawasan.
Pasal 839
(1) Seksi Pengembangan Sarana Permukiman mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi monitoring dan evaluasi pengembangan sarana
permukiman.
(2) Seksi Pembangunan dan Pengembangan Sarana Kawasan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi
pembangunan dan pengembangan sarana kawasan.
Pasal 840
Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Prasarana
Permukiman dan Kawasan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta

175

monitoring dan evaluasi di bidang pembangunan


pengembangan prasarana permukiman dan kawasan.

dan

Pasal 841
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 840, Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan
Prasarana Permukiman dan Kawasan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring
dan
evaluasi
pengembangan
prasarana
permukiman; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta
monitoring
dan
evaluasi
pembangunan
dan
pengembangan prasarana kawasan.
Pasal 842
Subdirektorat Pembangunan dan Pengembangan Prasarana
Permukiman dan Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Prasarana Permukiman; dan
b. Seksi
Pembangunan
dan
Pengembangan
Prasarana
Kawasan.
Pasal 843
(1) Seksi Pengembangan Prasarana Permukiman mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi monitoring dan evaluasi pengembangan prasarana
permukiman.
(2) Seksi Pembangunan dan Pengembangan Prasarana Kawasan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi
pembangunan dan pengembangan prasarana kawasan.
Pasal 844
Subdirektorat Penyerasian Lingkungan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi serta monitoring dan evaluasi di bidang penyerasian
lingkungan.
Pasal 845
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
844,
Subdirektorat
Penyerasian
Lingkungan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi

176

serta monitoring dan evaluasi rencana penyerasian


lingkungan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi mitigasi lingkungan.
Pasal 846
Subdirektorat Penyerasian Lingkungan terdiri atas:
a. Seksi Rencana Penyerasian Lingkungan; dan
b. Seksi Mitigasi Lingkungan.
Pasal 847
(1) Seksi Rencana Penyerasian Lingkungan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi rencana
penyerasian lingkungan.
(2) Seksi Mitigasi Lingkungan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi mitigasi lingkungan.
Pasal 848
Subdirektorat Evaluasi Perkembangan Permukiman dan
Kawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis dan supervisi
di bidang evaluasi
perkembangan permukiman dan kawasan.
Pasal 849
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
848, Subdirektorat Evaluasi Perkembangan Permukiman dan
Kawasan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perkembangan permukiman;
dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi perkembangan kawasan.
Pasal 850
Subdirektorat Evaluasi Perkembangan Permukiman
Kawasan terdiri atas:
a. Seksi Evaluasi Perkembangan Permukiman; dan
b. Seksi Evaluasi Perkembangan Kawasan.

dan

177

Pasal 851

(1) Seksi Evaluasi Perkembangan Permukiman mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi perkembangan
permukiman.
(2) Seksi Evaluasi Perkembangan Kawasan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi perkembangan
kawasan.
Pasal 852
Subdirektorat Standardisasi Sarana dan Prasarana mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan
bahan
standardisasi,
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring,
evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi sarana dan
prasarana.
Pasal 853
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
852, Subdirektorat Standardisasi Sarana dan Prasarana
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi standardisasi prasarana.
Pasal 854
Subdirektorat Standardisasi Sarana dan Prasarana terdiri atas:
a. Seksi Standardisasi Sarana; dan
b. Seksi Standardisasi Prasarana.
Pasal 855
(1) Seksi Standardisasi Sarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana.
(2) Seksi Standardisasi Prasarana mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi standardisasi prasarana.
Pasal 856
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

178

Bagian Keenam
Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi
Pasal 857
Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang produksi, pengolahan dan pemasaran,
lembaga ekonomi dan permodalan, serta kewirausahaan.
Pasal 858
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 857, Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang produksi,
pengolahan dan pemasaran, lembaga ekonomi dan
permodalan, serta kewirausahaan;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi,
pengolahan dan pemasaran, lembaga ekonomi dan
permodalan, serta kewirausahaan;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang produksi, pengolahan dan pemasaran,
lembaga ekonomi dan permodalan, serta kewirausahaan;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
produksi, pengolahan dan pemasaran, lembaga ekonomi dan
permodalan, serta kewirausahaan;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang produksi,
pengolahan dan pemasaran, lembaga ekonomi dan
permodalan, serta kewirausahaan; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi;
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 859
Direktorat Pengembangan Usaha Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Produksi;
b. Subdirektorat Pengolahan dan Pemasaran;
c. Subdirektorat Lembaga Ekonomi dan Permodalan;
d. Subdirektorat Kewirausahaan; dan
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 860
Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta
monitoring dan evaluasi di bidang produksi.

179

Pasal 861

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 860, Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi prpduksi tanaman pangan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi produksi non tanaman pangan.
Pasal 862
Subdirektorat Produksi terdiri atas:
a. Seksi Produksi Tanaman Pangan; dan
b. Seksi Produksi Non Tanaman Pangan.
Pasal 863
(1) Seksi Produksi Tanaman Pangan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi monitoring dan evaluasi prpduksi tanaman
pangan.
(2) Seksi Produksi Non Tanaman Pangan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi monitoring dan evaluasi produksi non tanaman
pangan.
Pasal 864
Subdirektorat Pengolahan dan Pemasaran mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang pengolahan
dan pemasaran.
Pasal 865
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 864, Subdirektorat Pengolahan dan Pemasaran
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi pengolahan hasil; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pemasaran hasil.
Pasal 866
Subdirektorat Pengolahan dan Pemasaran terdiri atas:
a. Seksi Pengolahan Hasil; dan

180

b. Seksi Pemasaran Hasil.


Pasal 867
(1) Seksi Pengolahan Hasil mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi pengolahan hasil.
(2) Seksi Pemasaran Hasil mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pemasaran hasil.
Pasal 868
Subdirektorat Lembaga Ekonomi dan Permodalan mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang lembaga
ekonomi dan permodalan.
Pasal 869
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 868, Subdirektorat Lembaga Ekonomi dan Permodalan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi lembaga ekonomi; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi permodalan.
Pasal 870
Subdirektorat Lembaga Ekonomi dan Permodalan terdiri atas:
a. Seksi Lembaga Ekonomi; dan
b. Seksi Permodalan.
Pasal 871
(1) Seksi Lembaga Ekonomi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi lembaga ekonomi.
(2) Seksi Permodalan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi permodalan.
Pasal 872
Subdirektorat Kewirausahaan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan

181

kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi, serta


monitoring dan evaluasi di bidang kewirausahaan.
Pasal 873
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 872, Subdirektorat Kewirausahaan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi pengembangan wirausaha; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha.
Pasal 874
Subdirektorat Kewirausahaan terdiri atas:
a. Seksi Pengembangan Wirausaha; dan
b. Seksi Kemitraan Usaha.
Pasal 875
(1) Seksi
Pengembangan
Wirausaha
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi
monitoring
dan
evaluasi
pengembangan
wirausaha.
(2) Seksi Kemitraan Usaha mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha.
Pasal 876
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi
Pasal 877
Direktorat
Pengembangan
Sosial
Budaya
Transmigrasi
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pangan dan kesehatan,
fasilitasi pendidikan, fasilitasi mental spiritual dan seni budaya,
serta kelembagaan pemerintah dan masyarakat.
Pasal 878
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
877,
Direktorat
Pengembangan
Sosial
Budaya

182

Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:


a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pangan dan
kesehatan, fasilitasi pendidikan, fasilitasi mental spiritual
dan seni budaya, serta kelembagaan pemerintah dan
masyarakat;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pangan dan
kesehatan, fasilitasi pendidikan, fasilitasi mental spiritual
dan seni budaya, serta kelembagaan pemerintah dan
masyarakat;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang pangan dan kesehatan, fasilitasi
pendidikan, fasilitasi mental spiritual dan seni budaya, serta
kelembagaan pemerintah dan masyarakat;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pangan dan kesehatan, fasilitasi pendidikan, fasilitasi
mental spiritual dan seni budaya, serta kelembagaan
pemerintah dan masyarakat;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pangan dan
kesehatan, fasilitasi pendidikan, fasilitasi mental spiritual
dan seni budaya, serta kelembagaan pemerintah dan
masyarakat; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 879
Direktorat Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi terdiri
atas:
a. Subdirektorat Pangan dan Kesehatan;
b. Subdirektorat Fasilitasi Pendidikan;
c. Subdirektorat Fasilitasi Mental Spiritual dan Seni Budaya;
d. Subdirektorat
Bina
Kelembagaan
Pemerintah
dan
Masyarakat;
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 880
Subdirektorat Pangan dan Kesehatan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang pangan dan
kesehatan.
Pasal 881
Subdirektorat melaksanakan tugas, menyelenggarakan fungsi:
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 880, Subdirektorat Pangan dan Kesehatan Dalam
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi pangan; dan

183

b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan


kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kesehatan.
Pasal 882
Subdirektorat Pangan dan Kesehatan terdiri atas:
a. Seksi Pangan; dan
b. Seksi Kesehatan.
Pasal 883
(1) Seksi Pangan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi monitoring
dan evaluasi pangan.
(2) Seksi Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi serta
monitoring dan evaluasi kesehatan.
Pasal 884
Subdirektorat
Fasilitasi
Pendidikan
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang fasilitasi
pendidikan.
Pasal 885
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
884,
Subdirektorat
Fasilitasi
Pendidikan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
monitoring dan evaluasi fasilitasi pendidikan anak usia dini
dan pendidikan dasar; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi fasilitasi pendidikan menengah
dan perguruan tinggi.
Pasal 886
Subdirektorat Fasilitasi Pendidikan terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan
Dasar; dan
b. Seksi Fasilitasi Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi.
Pasal 887
(1) Seksi Fasilitasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan
Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan

184

perumusan
kebijakan,
pelaksanaan
kebijakan,
standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi monitoring
dan evaluasi fasilitasi pendidikan anak usia dini dan
pendidikan dasar.
(2) Seksi Fasilitasi Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi fasilitasi
pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Pasal 888
Subdirektorat Fasilitasi Mental Spiritual dan Seni Budaya
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan
teknis dan supervisi serta monitoring dan evaluasi di bidang
fasilitasi mental spiritual seni budaya.
Pasal 889
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 888, Subdirektorat Fasilitasi Mental Spiritual dan Seni
Budaya menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi fasilitasi mental spiritual; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi fasilitasi seni budaya.
Pasal 890
Subdirektorat Fasilitasi Mental Spiritual dan Seni Budaya
terdiri atas:
a. Seksi Fasilitasi Mental Spiritual; dan
b. Seksi Fasilitasi Seni Budaya.
Pasal 891
(1) Seksi Fasilitasi Mental Spiritual mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi,
bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi fasilitasi mental
spiritual.
(2) Seksi Fasilitasi Seni Budaya mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi fasilitasi seni budaya.
Pasal 892
Subdirektorat Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan

185

teknis dan supervisi di bidang kelembagaan pemerintah dan


masyarakat.
Pasal 893
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
892, Subdirektorat Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kelembagaan pemerintah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kelembagaan masyarakat.
Pasal 894
Subdirektorat Bina Kelembagaan Pemerintah dan Masyarakat
terdiri atas:
a. Seksi Kelembagaan Pemerintah; dan
b. Seksi Kelembagaan Masyarakat.
Pasal 895
(1) Seksi
Kelembagaan
Pemerintah
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan
pemerintah.
(2) Seksi
Kelembagaan
masyarakat
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan
masyarakat.
Pasal 896
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Kedelapan
Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi
Pasal 897
Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pengukuran bidang tanah, pengurusan hak
atas tanah, advokasi pertanahan, dan dokumentasi pelayanan
pertanahan.

186

Pasal 898

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 897, Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuran
bidang tanah, pengurusan hak atas tanah, advokasi
pertanahan, dan dokumentasi pelayanan pertanahan;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran
bidang tanah, pengurusan hak atas tanah, advokasi
pertanahan, dan dokumentasi pelayanan pertanahan;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang pengukuran bidang tanah, pengurusan
hak atas tanah, dan advokasi pertanahan;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang
pengukuran bidang tanah, pengurusan hak atas tanah,
advokasi
pertanahan,
dan
dokumentasi
pelayanan
pertanahan;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran
bidang tanah, pengurusan hak atas tanah, advokasi
pertanahan, dan dokumentasi pelayanan pertanahan;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 899
Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi terdiri atas:
a. Subdirektorat Pengukuran Bidang Tanah;
b. Subdirektorat Pengurusan Hak Atas Tanah;
c. Subdirektorat Advokasi Pertanahan;
d. Subdirektorat Dokumentasi Pelayanan Pertanahan;
e. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 900
Subdirektorat Pengukuran Bidang Tanah mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi, serta monitoring dan evaluasi di bidang pengukuran
bidang tanah.
Pasal 901
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 900, Subdirektorat
Pengukuran Bidang Tanah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi pengukuran dan pembagian
tanah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi

187

serta monitoring dan evaluasi kelembagaan masyarakat.


Pasal 902
Subdirektorat Pengukuran Bidang Tanah terdiri atas:
a. Seksi Pengukuran dan Pembagian Tanah; dan
b. Seksi Pengukuran Tata Batas.
Pasal 903
(1) Seksi Pengukuran dan Pembagian Tanah mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi pengukuran dan
pembagian tanah.
(2) Seksi Pengukuran Tata Batas mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi kelembagaan masyarakat.
Pasal 904
Subdirektorat Pengurusan Hak Atas Tanah mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi di bidang pengurusan hak atas tanah.
Pasal 905
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
904,
Subdirektorat
Pengurusan
Hak
Atas
Tanah
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi inventarisasi kepemilikan
tanah; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi legalitas hak atas tanah.
Pasal 906
Subdirektorat Pengurusan Hak Atas Tanah terdiri atas:
a. Seksi Inventarisasi Kepemilikan Tanah; dan
b. Seksi Legalitas Hak Atas Tanah.
Pasal 907
(1) Seksi Inventarisasi Kepemilikan Tanah mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi inventarisasi
kepemilikan tanah.
(2) Seksi Legalitas Hak Atas Tanah mempunyai tugas

188

melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,


pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi legalitas hak
atas tanah.
Pasal 908
Subdirektorat
Advokasi
Pertanahan
mempunyai
tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi di bidang advokasi pertanahan.
Pasal 909
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
908, Subdirektorat Advokasi Pertanahan menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi identifikasi masalah
pertanahan; dan
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan supervisi
serta monitoring dan evaluasi rekognisi dan kompensasi.
Pasal 910
Subdirektorat Advokasi Pertanahan terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi Masalah Pertanahan; dan
b. Seksi Rekognisi dan Kompensasi.
Pasal 911
(1) Seksi Identifikasi Masalah Pertanahan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi identifikasi
masalah pertanahan.
(2) Seksi Rekognisi dan Kompensasi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis
dan supervisi serta monitoring dan evaluasi rekognisi dan
kompensasi.
Pasal 912
Subdirektorat Dokumentasi Pelayanan Pertanahan mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan
supervisi di bidang dokumentasi pelayanan pertanahan.
Pasal 913
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

189

912, Subdirektorat Dokumentasi Pelayanan Pertanahan


menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan pengolahan data dokumentasi pelayanan
pertanahan; dan
b. pelaksanaan
penyajian
informasi
dan
pelaporan
dokumentasi pelayanan pertanahan.
Pasal 914
Subdirektorat Dokumentasi Pelayanan Pertanahan terdiri atas:
a. Seksi Pengolahan Data; dan
b. Seksi Penyajian informasi dan pelaporan
Pasal 915
(1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan
pelaksanaan pengolahan data dokumentasi pelayanan
pertanahan.
(2) Seksi Penyajian Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan pelaksanaan penyajian informasi dan pelaporan
dokumentasi pelayanan pertanahan.
Pasal 916
Subbagian Tata Usaha Direktorat mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
BAB XI
INSPEKTORAT JENDERAL
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 917
(1) Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.
(2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.
Pasal 918
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
pengawasan intern di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 919
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 918, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian

c.
d.
e.
f.

190

Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan Menteri;
penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 920

Inspektorat Jenderal terdiri atas :


a. Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. Inspektorat I;
c. Inspektorat II;
d. Inspektorat III;
e. Inspektorat IV; dan
f. Inspektorat V.
Bagian Ketiga
Sekretariat Inspektorat Jenderal
Pasal 921
Sekretariat
Inspektorat
Jenderal
mempunyai
tugas
melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh
satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.
Pasal 922
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 921, Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan
fungsi:
a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana, perumusan
program kerja, pengawasan, anggaran dan laporan
Inspektorat Jenderal;
b. pelaksanaan evaluasi atas laporan hasil pengawasan
fungsional dan pemantauan penyelesaian tindak lanjut
hasil pengawasan;
c. pelayanan ketatausahaan dan pengelolaan keuangan; dan
d. pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta
pengelolaan dan pembinaan kepegawaian.
Pasal 923
Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Analisa dan Pemantauan Hasil Pengawasan;
c. Bagian Tata Usaha dan Keuangan; dan

191

d. Bagian Kepegawaian dan Umum.


Pasal 924
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran,
pengumpulan dan pengolahan data, serta pelaksanaan evaluasi
dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.
Pasal 925
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
924,
Bagian
Perencanaan
dan
Anggaran
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran pengawasan; dan
b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan
program kerja pengawasan tahunan, jangka menengah dan
jangka panjang, serta melakukan evaluasi dan laporan hasil
evaluasi pelaksanaan rencana dan program pengawasan.
Pasal 926
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Program dan Anggaran; dan
b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 927
(1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
rencana, program, dan anggaran pengawasan.
(2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana
dan program kerja pengawasan tahunan, jangka menengah
dan jangka panjang, serta melakukan evaluasi dan laporan
hasil evaluasi pelaksanaan rencana dan program
pengawasan.
Pasal 928
Bagian Analisa dan Pemantauan Hasil Pengawasan mempunyai
tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan
serta pemantauan,
penyelesaian tindak lanjut hasil
pengawasan.
Pasal 929
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 928, Bagian Analisa dan Pemantauan Hasil Pengawasan
menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan analisis dan evaluasi data hasil pengawasan;
dan
b. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan

192

dan pemeriksaan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil


pengawasan.
Pasal 930
Bagian Evaluasi dan Pelaporan, terdiri atas:
a. Subbagian Analisa Data Hasil Pengawasan; dan
b. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan.
Pasal 931
(1) Subbagian Analisa Data Hasil Pengawasan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi
data hasil pengawasan.
(2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan
mempunyai
tugas
melakukan
penyiapan
bahan
pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan dan
pemeriksaan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil
pengawasan
Pasal 932
Bagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas
melaksanakan
administrasi dan pelayanan ketatausahaan
serta pengelolaan keuangan di lingkungan Inspektorat
Jenderal.
Pasal 933
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
932,
Bagian
Tata
Usaha
dan
Keuangan
menyelenggarakan fungsi:
a. melakukan pengelolaan administrasi dan pelayanan
ketatausahaan; dan
b. melaksanakan
urusan
perbendaharaan,
pengelolaan
administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.
Pasal 934
Bagian Tata Usaha dan Keuangan terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Subbagian Keuangan.
Pasal 935
(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
persuratan kearsipan dan dokumentasi; dan
(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan
urusan perbendaharaan, pengelolaan administrasi dan
pertanggungjawaban keuangan.
Pasal 936
Bagian
Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, urusan tata usaha,

193

perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Inspektorat


Jenderal.
Pasal 937
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 936, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanakan urusan kepegawaian; dan
b. pelaksanaan pengelolaan urusan rumah tangga dan
perlengkapan.
Pasal 938
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian; dan
b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
Pasal 939
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian.
(2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai
tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.
Bagian Keempat
Inspektorat I
Pasal 940
Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya,
pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri
serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Pembangunan
Daerah Tertinggal.
Pasal 941
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 940, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengawasan serta
program kerja pemeriksaan;
b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui
audit, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
c. penyusunan pedoman dan manual pemeriksaan;
d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
f. kegiatan pengawasan lainnya;
g. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan
h. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I.

194

Pasal 942

Inspektorat I terdiri atas:


a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Pasal 943
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I.
Bagian Kelima
Inspektorat II
Pasal 944
Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya,
pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri
serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Direktorat
Jenderal
Pembangunan
dan
Pemberdayaan
Masyarakat Desa.
Pasal 945
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 944, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengawasan serta
program kerja pemeriksaan;
b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui
audit, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
c. penyusunan pedoman dan manual pemeriksaan;
d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
f. kegiatan pengawasan lainnya;
g. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan
h. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II.
Pasal 946
Inspektorat II terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Pasal 947
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II.

195

Bagian Keenam
Inspektorat III
Pasal 948
Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
intern terhadap kinerja dan keuangan melalui auidt, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya,
pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri
serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan Dan Pembangunan
Pemukiman Transmigrasi dan Direktorat Jenderal Jenderal
Pengembangan Kawasan Transmigrasi.
Pasal 949
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 948, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengawasan serta
program kerja pemeriksaan;
b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui
audit, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
c. penyusunan pedoman dan manual pemeriksaan;
d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
f. kegiatan pengawasan lainnya;
g. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan
h. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III.
Pasal 950
Inspektorat III terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Pasal 951
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III.
Bagian Ketujuh
Inspektorat IV
Pasal 952
Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
intern terhadap kinerja dan keuangan melalui auidt, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya,
pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri
serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan,
dan
Informasi,
serta
Direktorat
Jenderal
Pengembangan Daerah Tertentu.

196

Pasal 953

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 952, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengawasan serta
program kerja pemeriksaan;
b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui
audit, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
c. penyusunan pedoman dan manual pemeriksaan;
d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
f. kegiatan pengawasan lainnya;
g. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan
h. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat IV.
Pasal 954
Inspektorat IV terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Pasal 955
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Inspektorat IV.
Bagian Kedelapan
Inspektorat V
Pasal 956
Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
intern terhadap kinerja dan keuangan melalui auidt, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya,
pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri
serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Pembangunan
Kawasan Perdesaan.
Pasal 957
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 956, Inspektorat V menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengawasan serta
program kerja pemeriksaan;
b. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui
audit, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
c. penyusunan pedoman dan manual pemeriksaan;
d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
f. kegiatan pengawasan lainnya;
g. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan

197

h. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat V.


Pasal 958
Inspektorat V terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha; dan
b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Pasal 959
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Inspektorat V.
BAB XII
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN, PENDIDIKAN DAN
PELATIHAN, DAN INFORMASI
Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Pasal 960
(1) Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan, dan Informasi berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.
(2) Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan, dan Informasi dipimpin oleh Kepala Badan.
Pasal 961
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan,
dan
Informasi
mempunyai
tugas
tugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan
pelatihan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 962
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 961, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan
dan Pelatihan, dan Informasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran
penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan,
serta pengelolaan data dan informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi;
b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan
pelatihan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang
desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian
dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, serta
pengelolaan data dan informasi
di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
d. pelaksanaan
administrasi
Badan
Penelitian
dan
Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi;

198

dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Pasal 963
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan, dan Informasi terdiri atas:
a. Sekretariat Badan;
b. Pusat Penelitian dan Pengembangan;
c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil
Negara;
d. Pusat Pelatihan Masyarakat; dan
e. Pusat Data dan Informasi.
Bagian Kedua
Sekretariat Badan
Pasal 964
Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pemberian
pelayanan administratif kepada semua unsur satuan organisasi
di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan
dan Pelatihan, dan Informasi.
Pasal 965
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
pasal 964, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran, serta evaluasi dan pelaporan;
b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara;
c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan umum;
d. pelaksanaan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan; dan
e. penataan organisasi dan tata laksana.
Pasal 966
Sekretariat Badan terdiri atas:
a. Bagian Perencanaan;
b. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara; dan
c. Bagian Kepegawaian dan Umum.
Pasal 967
Bagian
Perencanaan
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran
dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan.
Pasal 968
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 967,
Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana,

199

program dan anggaran di lingkungan Badan; dan


b. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan tahunan,
berkala, dan akuntabilitas di lingkungan Badan.
Pasal 969
Bagian Perencanaan terdiri atas:
a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan
b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 970
(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan
penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan
Badan.
(2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan
laporan tahunan, berkala, dan akuntabilitas di lingkungan
Badan.
Pasal 971
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melakukan urusan keuangan, akuntansi dan verifikasi,
pembukuan dan
penatausahaan barang milik negara di
lingkungan Badan.
Pasal 972
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 971, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
menyelenggaran fungsi:
a. pengelolaan pelaksanaan anggaran dan pemantauan
anggaran;
b. pengelolaan
urusan
penatausahaan
keuangan
dan
perbendaharaan; dan
c. pengelolaan urusan akuntansi dan verifikasi keuangan,
barang milik negara dan penyusunan laporan.
Pasal 973
Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:
a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan; dan
c. Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara.
Pasal 974
(1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas
melakukan
pengelolaan
pelaksanaan
anggaran
dan
pemantauan anggaran di lingkungan Badan.
(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan
urusan penatausahaan keuangan dan perbendaharaan serta

200

penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan di


lingkungan Badan.
(3) Subbagian Akuntansi dan Barang Milik Negara mempunyai
tugas melakukan pengelolaan urusan akuntansi dan
verifikasi keuangan serta barang milik negara di lingkungan
Badan.
Pasal 975
Bagian
Kepegawaian
dan
Umum
mempunyai
tugas
melaksanakan urusan kepegawaian, koordinasi penyusunan
peraturan perundang-undangan, penataan organisasi dan tata
laksana, urusan tata usaha, persuratan dan arsip, serta
perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 976
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 975, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan
fungsi:
a. pengelolaan pengembangan pegawai;
b. pengelolaan perencanaan dan mutasi pegawai;
c. penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan;
d. pelaksanaan
penataan
organisasi
dan
penyusunan
ketatalaksanaan;
e. pengelolaan urusan tata usaha, persuratan dan arsip; dan
f. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.
Pasal 977
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Hukum dan Organisasi; dan
c. Subbagian Umum.
Pasal 978
(1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
pengelolaan pengembangan pegawai, perencanaan dan
mutasi pegawai di lingkungan Badan.
(2) Subbagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan peraturan
perundang-undangan, pelaksanaan penataan organisasi dan
ketatalaksanaan di lingkungan Badan.
(3) Subbagian Umum mempunyai tugas pengelolaan urusan
tata usaha, persuratan, arsip, perlengkapan dan rumah
tangga di lingkungan Badan.

201

Bagian Ketiga
Pusat Penelitian dan Pengembangan
Pasal 979
Pusat Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 980
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
979,
Pusat
Penelitian
dan
Pengembangan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, program, dan
anggaran penelitian dan pengembangan di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian
dan pengembangan di bidang desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi;
d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat
Penelitian dan Pengembangan; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 981
Pusat Penelitian dan Pengembangan terdiri atas:
a. Bidang Desa;
b. Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal;
c. Bidang Transmigrasi; dan
d. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 982
Bidang Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran,
pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pemantauan,
evaluasi, dan pelaporan di bidang desa.
Pasal 983
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 982, Bidang Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan rencana kebijakan teknis, program,
anggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian
dan pengembangan di bidang perencanaan dan pelaporan
desa; dan
b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan
penelitian dan pengembangan di bidang diseminasi desa.

202

Pasal 984

Bidang Desa terdiri atas:


a. Subbidang Perencanaan dan Pelaporan; dan
b. Subbidang Diseminasi.
Pasal 985
(1) Subbidang Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebijakan
teknis, program, anggaran, pemantauan, evaluasi, dan
pelaporan penelitian dan pengembangan di bidang
perencanaan dan pelaporan desa.
(2) Subbidang Diseminasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan
penelitian dan pengembangan di bidang diseminasi desa.
Pasal 986
Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal melaksanakan
penyiapan
penyusunan kebijakan teknis, program, dan
anggaran, pelaksanaan penelitian dan pengembangan,
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pembangunan
daerah tertinggal.
Pasal 987
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
986,
Bidang
Pembangunan
Daerah
Tertinggal
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan rencana kebijakan teknis, program,
anggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian
dan pengembangan di bidang perencanaan dan pelaporan
pembangunan daerah tertinggal; dan
b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan
penelitian dan pengembangan di bidang diseminasi
pembangunan daerah tertinggal.
Pasal 988
Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal terdiri atas:
a. Subbidang Perencanaan dan Pelaporan; dan
b. Subbidang Diseminasi.
Pasal 989
(1) Subbidang Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebijakan
teknis, program, anggaran, pemantauan, evaluasi, dan
pelaporan penelitian dan pengembangan di bidang
perencanaan dan pelaporan pembangunan daerah tertinggal.
(2) Subbidang Diseminasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan

203

penelitian dan pengembangan


pembangunan daerah tertinggal.

di

bidang

diseminasi

Pasal 990
Bidang
Transmigrasi
mempunyai
tugas
melaksanakan
penyiapan
penyusunan kebijakan teknis, program, dan
anggaran, pelaksanaan penelitian dan pengembangan,
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang transmigrasi.
Pasal 991
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 990, Bidang Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan rencana kebijakan teknis, program,
anggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian
dan pengembangan di bidang perencanaan dan pelaporan
transmigrasi; dan
b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan
penelitian dan pengembangan di bidang diseminasi
transmigrasi.
Pasal 992
Bidang Transmigrasi terdiri atas:
a. Subbidang Perencanaan dan Pelaporan; dan
b. Subbidang Diseminasi.
Pasal 993
(1) Subbidang Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebijakan
teknis, program, anggaran, pemantauan, evaluasi, dan
pelaporan penelitian dan pengembangan di bidang
perencanaan dan pelaporan transmigrasi.
(2) Subbidang Diseminasi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan
penelitian dan pengembangan di bidang diseminasi
transmigrasi.
Pasal 994
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Pusat.
Bagian Keempat
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil Negara
Pasal 995
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil Negara
mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi
pegawai di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

204

Pasal 996

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 995, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Aparatur
Sipil Negara menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, program, dan
anggaran pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. pemantauan,
evaluasi,
dan
pelaporan
pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
d. pelaksanaan administrasi yang meliputi ketatausahaan,
keuangan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang milik
negara, arsip dan dokumentasi, kepegawaian, organisasi dan
tata laksana serta komunikasi dan informasi publik di
lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai
Aparatur Sipil Negara; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 997
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil Negara
terdiri atas:
a. Bagian Tata Usaha;
b. Bidang Program, Kerja Sama, dan Evaluasi; dan
c. Bidang Penyelenggaraan.
Pasal 998
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan
ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaan, pengelolaan
barang milik negara, arsip dan dokumentasi, kepegawaian,
organisasi dan tata laksana serta komunikasi dan informasi
publik di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai
Aparatur Sipil Negara.
Pasal 999
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 998, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan kepegawaian, organisasi dan tata
laksana dan keuangan; dan
b. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan,
pengelolaan barang milik negara, arsip dan dokumentasi
serta komunikasi dan informasi publik.

205

Pasal 1000
Bagian Tata Usaha terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian dan Keuangan; dan
b. Subbagian Umum.
Pasal 1001
(1) Subbagian Kepegawaian dan Keuangan mempunyai tugas
melakukan urusan kepegawaian, organisasi dan tata laksana
dan keuangan.
(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan
ketatausahaan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang milik
negara, arsip dan dokumentasi serta komunikasi dan
informasi publik.
Pasal 1002
Bidang Program, Kerja Sama, dan Evaluasi mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis,
program, dan anggaran, dan pelaksanaan pemantauan,
evaluasi, dan pelaporan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai
di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 1003
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1002, Bidang Program, Kerja Sama, dan Evaluasi
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program
dan anggaran pendidikan dan pelatihan pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
b. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan
di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi;
c. penyiapan penyusunan pedoman, metode, kurikulum,
silabus, dan materi pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi; dan
d. penyiapan pemantauan, pengendalian, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 1004
Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas:
a. Subbidang Program dan Kerja Sama; dan
b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.

206

Pasal 1005
(1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis,
rencana, program, anggaran dan pelaksanaan kerja sama
pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
(2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, metode,
kurikulum, silabus, dan materi pendidikan dan pelatihan,
serta pemantauan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di
lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 1006
Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan
koordinasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi
pegawai di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Pasal 1007
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1006, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi persiapan dan penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan manajemen, struktural, teknis, dan fungsional;
b. penyiapan rencana penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan manajemen, struktural, teknis, dan fungsional;
c. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen,
struktural, teknis, dan fungsional; dan
d. pembinaan alumni pendidikan dan pelatihan.
Pasal 1008
Bidang Struktural dan Teknis terdiri atas:
a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan
Struktural; dan
b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional.
Pasal 1009
(1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan
Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
rencana penyelenggaraan, koordinasi persiapan dan
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen dan
struktural serta pembinaan alumni.
(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana
penyelenggaraan, koordinasi persiapan dan penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional serta
pembinaan alumni.

207

Bagian Kelima
Pusat Pelatihan Masyarakat
Pasal 1010
Pusat Pelatihan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan
pendidikan dan pelatihan masyarakat serta kerja sama di
bidang pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1011
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1010, Pusat Pelatihan Masyarakat menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, program, dan
anggaran pendidikan dan pelatihan di bidang pemberdayaan
masyarakat desa, pembangunan daerah tertinggal, dan
transmigrasi;
b. pelaksanaan penyusunan pedoman dan standar pendidikan
dan pelatihan di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
c. pelaksanaan
pendidikan
dan
pelatihan
di
bidang
pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi;
d. koordinasi pelaksanaan kerja sama kelembagaan pemerintah
dan non pemerintah;
e. penyiapan pelaksanaan pengembangan jabatan fungsional di
bidang pelatihan masyarakat;
f. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pendidikan dan
pelatihan di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat
Pelatihan Masyarakat; dan
h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 1012
Pusat Pelatihan Masyarakat terdiri atas:
a. Bidang Program dan Materi;
b. Bidang Standardisasi;
c. Bidang Kerjasama dan Pemberdayaan; dan
d. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 1013
Bidang Program dan Materi mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan penyusunan kebijakan teknis, program, anggaran
dan penyusunan materi pendidikan dan pelatihan di bidang
pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi.

208

Pasal 1014
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1013, Bidang Program dan Materi menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis, program, anggaran
pendidikan dan pelatihan di bidang pemberdayaan
masyarakat desa, pembangunan daerah tertinggal, dan
transmigrasi;
b. penyusunan materi pendidikan dan pelatihan di bidang
pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi; dan
c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pendidikan dan
pelatihan di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1015
Bidang Program dan Materi terdiri atas:
a. Subbidang Program dan Evaluasi; dan
b. Subbidang Penyusunan Materi.
Pasal 1016
(1) Subbidang
Program dan Evaluasi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis,
program, anggaran dan pelaksanaan pemantauan, evaluasi,
dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang
pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi.
(2) Subbidang Penyusunan Materi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan penyusunan pedoman, metode, kurikulum,
silabus, dan materi pendidikan dan pelatihan di bidang
pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1017
Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan penyusunan dan evaluasi pedoman dan standar
pendidikan dan pelatihan di bidang pemberdayaan masyarakat
desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1018
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1017, Bidang Standarisasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan standar,
pedoman dan manual teknis;
b. penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi, penerapan
standar, pedoman dan manual teknis; dan
c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyusunan penerapan
standar pendidikan dan pelatihan di bidang pemberdayaan
masyarakat desa, pembangunan daerah tertinggal, dan

209

transmigrasi.
Pasal 1019
Bidang Standarisasi terdiri atas:
a. Subbidang Penyusunan Standar; dan
b. Subbidang Penerapan Standar.
Pasal 1020
(1) Subbidang
Penyusunan
Standar
mempunyai
tugas
melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
standar, pedoman dan manual teknis pendidikan dan
pelatihan di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
(2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi serta penyusunan
laporan penerapan standar pendidikan dan pelatihan di
bidang pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan
daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1021
Bidang Kerja Sama dan Pemberdayaan mempunyai tugas
melaksanakan
koordinasi
pelaksanaan
kerja
sama
kelembagaan pemerintah dan non pemerintah dan penyiapan
pelaksanaan pengembangan jabatan fungsional di bidang
pelatihan masyarakat.
Pasal 1022
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1021, Bidang Kerja Sama dan Pemberdayaan
menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan kerja sama
pendidikan dan pelatihan kelembagaan pemerintah dan non
pemerintah di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi;
b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pengembangan
jabatan fungsional di bidang pelatihan masyarakat; dan
c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kerja
sama dan pemberdayaan pendidikan dan pelatihan di
bidang pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan
daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1023
Bidang Kerja Sama dan Pemberdayaan terdiri atas:
a. Subbidang Kerja Sama; dan
b. Subbidang Pemberdayaan.
Pasal 1024
(1) Subbidang
Kerja Sama mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan kerja sama

210

pendidikan dan pelatihan kelembagaan pemerintah dan non


pemerintah di bidang pemberdayaan masyarakat desa,
pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
(2) Subbidang Pemberdayaan mempunyai tugas melakukan
penyiapan
bahan
koordinasi
dan
pelaksanaan
pengembangan jabatan fungsional
di bidang pelatihan
masyarakat serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan
pelaksanaan pengembangan jabatan fungsional di bidang
pelatihan masyarakat.
Pasal 1025
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan
tata usaha dan rumah tangga Pusat.
Bagian Keenam
Pusat Data Dan Informasi
Pasal 1026
Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan dan pengelolaan sistem informasi, manajemen data,
pelayanan data dan informasi serta pengembangan sistem dan
sumber daya informatika di bidang desa, pembangunan daerah
tertinggal, dan transmigrasi.
Pasal 1027
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
pasal 1026, Pusat Data dan Informasi
menyelenggarakan
fungsi:
a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program
pengelolaan data dan informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi;
b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan analisis data
serta pengelolaan basis data;
c. pelaksanaan pengelolaan data dan informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi;
d. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan data dan
informasi serta penyajian informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi;
e. pengembangan sistem informasi dan sumber daya
informatika di bidang desa, pembangunan daerah tertinggal
dan transmigrasi;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat
Data dan Informasi; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 1028
Pusat Data dan Informasi terdiri atas:
a. Bidang Desa;
b. Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi;
c. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Sumber Daya

211

Informatika: dan
d. Subbagian Tata Usaha.
Pasal 1029
Bidang Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
kebijakan teknis, rencana dan program, pelaksanaan
kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan
data dan penyajian informasi di bidang desa dan kawasan
perdesaan.
Pasal 1030
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
pasal 1029, Bidang Desa menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, dan
anggaran pengolahan data dan informasi serta penyajian
informasi di bidang desa dan kawasan perdesaan;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis, rencana
dan program pengolahan data dan informasi serta penyajian
informasi di bidang desa dan kawasan perdesaan; dan
c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengolahan data dan
informasi serta penyajian informasi di bidang desa dan
kawasan perdesaan.
Pasal 1031
Bidang Desa terdiri atas:
a. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Subbidang Penyajian Informasi.
Pasal 1032
(1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis,
rencana, program dan anggaran, pengelolaan data dan
informasi di bidang desa dan kawasan perdesaan.
(2) Subbidang
Penyajian
Informasi
mempunyai
tugas
melakukan penyajian informasi, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di bidang desa dan kawasan perdesaan.
Pasal 1033
Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis,
rencana dan program, pelaksanaan kebijakan, pemantauan,
evaluasi dan pelaporan pengelolaan data dan penyajian
informasi di bidang pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi.
Pasal 1034
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1033, Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan

212

Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:


a. penyiapan bahan kebijakan teknis, rencana, program, dan
anggaran pengolahan data dan informasi serta penyajian
informasi di bidang pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis, rencana
dan program pengolahan data dan informasi serta
penyajian informasi di bidang pembangunan daerah
tertinggal dan transmigrasi; dan
c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengolahan data dan
informasi serta penyajian informasi di bidang pembangunan
daerah tertinggal dan transmigrasi.
Pasal 1035
Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
terdiri atas:
a. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data; dan
b. Subbidang Penyajian Informasi.
Pasal 1036
(1)

(2)

Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis,
rencana, program dan anggaran, pengelolaan data dan
informasi di bidang pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi.
Subbidang
Penyajian
Informasi
mempunyai
tugas
melakukan penyajian informasi, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di bidang pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi.
Pasal 1037

Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Sumber Daya


Informatika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
pengembangan sistem informasi dan sumber daya informatika
di bidang desa, pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi.
Pasal 1038
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1037, Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan
Sumber Daya Informatika menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan pengembangan sistem informasi di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi; dan
b. penyiapan pengembangan sumber daya informatika di
bidang desa, pembangunan daerah tertinggal dan
transmigrasi.
Pasal 1039
Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Sumber Daya

213

Informatika terdiri atas:


a. Subbidang Pengembangan Sistem Informasi; dan
b. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Informatika.
Pasal 1040
(1) Subbidang Pengembangan Sistem Informasi mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem
informasi di bidang desa, pembangunan daerah tertinggal
dan transmigrasi.
(2) Subbidang Pengembangan Sumber Daya Informatika
mempunyai
tugas
melakukan
penyiapan
bahan
pengembangan sumber daya informatika di bidang desa,
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.
BAB XIII
STAF AHLI
Pasal 1041
Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi, dan secara administratif dikoordinasikan oleh
Sekretaris Jenderal.
Pasal 1042
(1) Staf Ahli Bidang
Pembangunan dan Kemasyarakatan
mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isuisu strategis kepada Menteri terkait dengan bidang
pembangunan dan kemasyarakatan.
(2) Staf Ahli Bidang
Pengembangan Ekonomi Lokal
mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isuisu strategis kepada Menteri terkait dengan bidang
pengembangan ekonomi lokal.
(3) Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah mempunyai tugas
memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada
Menteri terkait dengan bidang pengembangan wilayah.
(4) Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai
tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis
kepada Menteri terkait dengan bidang hubungan antar
lembaga.
(5) Staf Ahli Bidang Hukum mempunyai tugas memberikan
rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri
terkait dengan bidang hukum.
BAB XIV
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Pasal 1043
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan
kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

214

Pasal 1044
(1) Kelompok
Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1043, terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam
kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang
keahliannya.
(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional
senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur
Jenderal/Kepala
Badan/Kepala
Biro/Direktur/Kepala
Pusat.
(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban
kerja.
(4) Jenis dan jenjang
jabatan fungsional sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(5) Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab
kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala
Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat.
(6) Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan
tugas-tugas
Biro/Sekretariat
Direktorat
Jenderal/
Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif
bertanggung
jawab
kepada
masing-masing
Kepala
Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris
Badan/Kepala Pusat.
BAB XV
TATA KERJA
Pasal 1045
Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan
organisasi di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi wajib menerapkan prinsip
koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di lingkungan
masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi serta dengan instansi lain di luar lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi sesuai dengan tugas masing-masing.
Pasal 1046
Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi wajib
menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masingmasing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme dan uji
silang.
Pasal 1047
Setiap
pimpinan
satuan
organisasi
di
lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya

215

masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar


mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 1048
Setiap
pimpinan
satuan
organisasi
di
lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi
bertanggungjawab
memimpin
dan
mengoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan
bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.
Pasal 1049
Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan
organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya
dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya
masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.
Pasal 1050
Setiap
pimpinan
satuan
organisasi
di
lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan
bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing dan
menyampaikan laporan tepat pada waktunya serta laporan
akuntabilitas kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 1051
Setiap
laporan
yang
diterima
oleh
pimpinan
satuan
organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk
menyusun laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk
kepada bawahan.
Pasal 1052
Para Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, Kepala Badan, dan
Staf Ahli menyampaikan laporan kepada Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi selanjutnya
Sekretaris Jenderal menghimpun laporan-laporan tersebut dan
menyusun laporan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pasal 1053
Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan,
tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan
organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan
kerja.
Pasal 1054
Dalam rangka efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas, di
lingkungan Direktur Jenderal dapat menerapkan pola kerja yang

216

bersifat tim.
BAB XVI
ESELON, PENGANGKATAN, DAN PEMBERHENTIAN
Pasal 1055
(1) Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal,
dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a atau
Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.
(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b atau Jabatan
Pimpinan Tinggi Madya.
(3) Kepala Biro, Direktur, Inspektur, Kepala Pusat, Sekretaris
Direktorat Jenderal, Sekretaris Inspektorat Jenderal, dan
Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.a atau
Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
(4) Kepala Bagian, Kepala Bidang, dan Kepala Subdirektorat
adalah jabatan struktural eselon III.a atau Jabatan
Administrator.
(5) Kepala Subbagian, Kepala Subbidang, dan Kepala Seksi
adalah jabatan struktural eselon IV.a atau Jabatan Pengawas.
Pasal 1056
(1) Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal,
Kepala Badan, dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh
Presiden atas usul Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan
diberhentikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi.
(3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan
diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang
oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
BAB XVII
KETENTUAN LAIN LAIN
Pasal 1057
(1) Unit organisasi yang menangani fungsi di bidang
pengadaan barang/jasa
pemerintah,
karena
sifat
tugas dan fungsinya melaksanakan
tugas
dan
fungsi
Unit
Layanan
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Kepala
Biro yang
menangani
fungsi
di
bidang
pengadaan barang/jasa pemerintah, karena sifat tugas dan
fungsinya menjadi Kepala Unit Layanan
Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(3) Ketentuan
lebih
lanjut mengenai Unit Layanan
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan

217

perundang-undangan.
Pasal 1058
(1) Unit organisasi yang menangani fungsi di bidang
pengembangan sistem informasi, pemeliharaan jaringan, dan
penyajian informasi karena sifat tugas dan fungsinya
melaksanakan tugas dan fungsi Unit Layanan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah secara Elektronik yang selanjutnya
disebut LPSE di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Kepala Biro yang menangani fungsi pengembangan sistem
informasi, pengelolaan jaringan sistem informasi, dan
penyajian informasi, karena sifat tugas dan fungsinya
menjadi Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah secara Elektronik (LPSE) di lingkungan
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab
LPSE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Pasal 1059
(1) Kepala Biro yang menangani fungsi pengembangan sistem
informasi, karena sifat tugas dan fungsinya menjadi Pejabat
Pengelola Informasi dan Dokumentasi
yang
selanjutnya
disebut PPID di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab
PPID sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Pasal 1060
Bagan organisasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi dan satuan organisasi di bawah
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi
sebagaimana
tercantum
dalam
Lampiran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri
ini.
BAB XVIII
UNIT PELAKSANA TEKNIS
Pasal 1061
(1) Untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau
tugas teknis penunjang di lingkungan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dapat
dibentuk Unit Pelaksana Teknis.
(2) Unit Pelaksana Teknis dipimpin oleh Kepala.

218

Pasal 1062
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana
dimaksud pada Pasal 1061 ayat (1) ditetapkan oleh Menteri
setelah
mendapat
persetujuan
dari
menteri
yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur
negara.
BAB XIX
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 1063
Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri
Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 15 Tahun 2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pembangunan
Daerah Tertinggal dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan
peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan
Menteri ini.
Pasal 1064
Pada saat berlakunya peraturan menteri ini, seluruh jabatan
yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Direktorat
Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian
Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan
Kawasan Transmigrasi dan Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi
Kementerian
Tenaga
Kerja
dan
Transmigrasi,
tetap
melaksanakan
tugas
dan
fungsinya
sampai
dengan
dibentuknya jabatan baru dan diangkat pejabat baru
berdasarkan peraturan menteri ini.
BAB XX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 1065
Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja dalam
peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat
persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.
Pasal 1066
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, maka:
a. Peraturan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor
15 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal;
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
PER.12/MEN/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagaimana

219

telah diubah beberapa kali terakhir Peraturan Menteri


Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2013
Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi
Nomor
PER.12/MEN/VIII/2010
tentang
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi yang mengatur penyelenggaraan tugas dan
fungsi di bidang ketransmigrasian; dan
c. Peraturan Menteri Kementerian Dalam Negeri Nomor 41
Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Dalam Negeri yang mengatur penyelenggaraan tugas dan
fungsi di bidang desa yang meliputi kelembagaan dan
pelatihan masyarakat desa, pemberdayaan adat dan sosial
budaya masyarakat desa, usaha ekonomi masyarakat desa,
dan sumber daya alam dan teknologi tepat guna perdesaan;
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 1067
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkan
pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya
dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Maret 2015
MENTERI DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL,
DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal
2015

MARWAN JAFAR

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA,

YASONNA H. LAOLY
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR

220

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor
:
6 Tahun 2015
Tanggal

STAF AHLI

1.
2.
3.
4.
5.

SAM.
SAM.
SAM.
SAM.
SAM.

BID.
BID.
BID.
BID.
BID.

26 Maret 2015

MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN


PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
PENGEMBANGAN WILAYAH
HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA
HUKUM

INSPEKTORAT
JENDERAL

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN DAN
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN

DIREKTORAT JENDERAL
PENGEMBANGAN DAERAH
TERTENTU

SEKRETARIAT
JENDERAL

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL

DIREKTORAT JENDERAL
PENYIAPAN KAWASAN
DAN PEMBANGUNAN
PERMUKIMAN
TRANSMIGRASI

DIREKTORAT JENDERAL
PENGEMBANGAN
KAWASAN TRANSMIGRASI

BADAN
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN,
PENDIDIKAN DAN
PELATIHAN, DAN
INFORMASI

MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

MARWAN JAFAR

- 220 -

221

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

SEKRETARIAT JENDERAL

BIRO
PERENCANAAN

BIRO
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BIRO
SUMBER DAYA MANUSIA
DAN UMUM

BIRO
HUBUNGAN MASYARAKAT
DAN KERJA SAMA

BIRO
HUKUM, ORGANISASI, DAN
TATA LAKSANA

MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

MARWAN JAFAR

- 221 -

222

BIRO
PERENCANAAN

BAGIAN
PERENCANAAN
UMUM

BAGIAN
PENYUSUNAN
PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISA
DATA PERENCANAAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PROGRAM I

SUBBAGIAN
PERENCANAAN
SEKRETARIAT JENDERAL

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PROGRAM II

SUBBAGIAN TATA
USAHA BIRO

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PROGRAM III

BAGIAN
PENYUSUNAN
ANGGARAN

BAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
ANGGARAN I

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN I

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
ANGGARAN II

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
ANGGARAN III

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN II

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN III

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 222 -

223

BIRO
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BAGIAN
PERBENDAHARAAN
DAN PENATAUSAHAAN
KEUANGAN

BAGIAN AKUNTANSI
DAN PELAPORAN

BAGIAN
PENATAUSAHAAN
BARANG MILIK
NEGARA

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN I

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
PELAPORAN
KEUANGAN

SUBBAGIAN
ADMINISTRASI
PENATAUSAHAAN BMN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN II

SUBBAGIAN
PENATAUSAHAAN
KEUANGAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
PELAPORAN BMN

SUBBAGIAN
PENGHAPUSAN BMN
DAN TPTGR

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN III

SUBBAGIAN
PENGELOLAAN GAJI

SUBBAGIAN
VERIFIKASI DAN
PEMBUKUAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA BIRO

BAGIAN PELAKSANAAN
ANGGARAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 223 -

224

BIRO
SUMBER DAYA MANUSIA
DAN UMUM

BAGIAN
TATA USAHA PIMPINAN
DAN PERSURATAN

BAGIAN PROTOKOL

SUBBAGIAN
PERENCANAAN DAN
PENGEMBANGAN
PEGAWAI

SUBBAGIAN
TATA USAHA
PIMPINAN *)

SUBBAGIAN
LAYANAN ACARA

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN

SUBBAGIAN
ADMINISTRASI
PEGAWAI

SUBBAGIAN
PERSURATAN DAN
KEARSIPAN

SUBBAGIAN LAYANAN
PERJALANAN

SUBBAGIAN
PENGADAAN DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
MUTASI DAN
KESEJAHTERAAN
PEGAWAI

SUBBAGIAN TATA
USAHA BIRO

SUBBAGIAN LAYANAN
TAMU

SUBBAGIAN
PEMELIHARAAN DAN
PENYIMPANAN

BAGIAN
KEPEGAWAIAN

*) Keterangan
Subbagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas:
1. Subbagian Tata Usaha Menteri
2. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal
3. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri

BAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 224 -

225

BIRO
HUBUNGAN MASYARAKAT
DAN KERJA SAMA

BAGIAN
HUBUNGAN
ANTAR LEMBAGA

BAGIAN
PEMBERITAAN DAN
PUBLIKASI

BAGIAN
INFORMASI DAN
PELAYANAN PENGADUAN

BAGIAN
KERJA SAMA
LUAR NEGERI

SUBBAGIAN LEMBAGA
NEGARA DAN
PEMERINTAH

SUBBAGIAN
HUBUNGAN MEDIA
MASSA

SUBBAGIAN
PENGELOLAAN
INFORMASI DAN
DOKUMENTASI

SUBBAGIAN
KERJA SAMA BILATERAL

SUBBAGIAN LEMBAGA
SWASTA DAN
ORGANISASI
KEMASYARAKATAN

SUBBAGIAN
PUBLIKASI

SUBBAGIAN
PERPUSTAKAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA BIRO

SUBBAGIAN
LAYANAN PENGADUAN
MASYARAKAT

SUBBAGIAN
ANALISIS DAN
EVALUASI MEDIA

SUBBAGIAN
KERJA SAMA
MULTILATERAL

SUBBAGIAN KERJA SAMA


LEMBAGA ASING
NON PEMERINTAH

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 225 -

226

BIRO
HUKUM, ORGANISASI, DAN
TATA LAKSANA

BAGIAN
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
I

SUBBAGIAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
II

SUBBAGIAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
III

BAGIAN
PELAYANAN DAN
ADVOKASI HUKUM

BAGIAN
PENELAAHAN, EVALUASI
PRODUK HUKUM DAN
PERJANJIAN

BAGIAN
ORGANISASI
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PELAYANAN DAN
PERTIMBANGAN HUKUM

SUBBAGIAN
PENELAAHAN PRODUK
HUKUM

SUBBAGIAN
ORGANISASI

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI PRODUK
HUKUM

SUBBAGIAN
TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
DOKUMENTASI
HUKUM

SUBBAGIAN
PERJANJIAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA BIRO

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 226 -

227

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN DAN
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
PELAYANAN SOSIAL
DASAR

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN USAHA
EKONOMI DESA

DIREKTORAT
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA ALAM DAN
TEKNOLOGI TEPAT GUNA

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
PRASARANA DESA

DIREKTORAT
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA

MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

MARWAN JAFAR

- 227 -

228

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
PERENCANAAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

SUBBAGIAN PENYUSUNAN
PROGRAM DAN ANGGARAN

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANGUNDANGAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN
TATA LAKSANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 228 -

229

DIREKTORAT
PELAYANAN SOSIAL
DASAR

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PELAYANAN DASAR

SUBDIREKTORAT
KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT

SUBDIREKTORAT
ADAT DAN BUDAYA

SUBDIREKTORAT
PERLINDUNGAN
SOSIAL

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
AKSES INFORMASI
MASYARAKAT

SEKSI
FASILITASI
PELAYANAN
KESEHATAN DESA

SEKSI
FASILITASI
KESEJAHTERAAN
PEREMPUAN DAN
ANAK

SEKSI
FASILITASI ADAT
DAN KEARIFAN
LOKAL

SEKSI
KERUKUNAN DAN
KETENTRAMAN DESA

SEKSI
FASILITASI
PENGEMBANGAN
MEDIA INFORMASI

SEKSI
FASILITASI
PELAYANAN
PENDIDIKAN DESA

SEKSI
FASILITASI
KESEJAHTERAAN
SOSIAL

SEKSI
FASILITASI SENI DAN
BUDAYA

SEKSI
PENANGANAN
KONFLIK SOSIAL
DESA

SEKSI
PENGELOLAAN AKSES
INFORMASI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 229 -

230

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN USAHA
EKONOMI DESA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
KELEMBAGAAN
BADAN USAHA MILIK
DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMBENTUKAN
BUM DESA

SEKSI
FASILITASI
PELEMBAGAAN
BUM DESA

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
USAHA BADAN
USAHA MILIK DESA

SEKSI
FASILITASI
PENGEMBANGAN
USAHA BUM DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMASARAN HASIL
USAHA BUM DESA

SUBDIREKTORAT
PERDAGANGAN DESA

SEKSI
FASILITASI
PENGEMBANGAN
PASAR DESA

SEKSI
FASILITASI
PENGEMBANGAN
JARINGAN
PEMASARAN

SUBDIREKTORAT
PERMODALAN
EKONOMI DESA

SUBDIREKTORAT
USAHA EKONOMI
MASYARAKAT DESA

SEKSI FASILITASI
PERMODALAN USAHA
EKONOMI
MASYARAKAT DAN
DESA

SEKSI
FASILITASI TATA
KELOLA EKONOMI
DESA

SEKSI
FASILITASI USAHA
KREDIT MIKRO

SEKSI
FASILITASI
PENGEMBANGAN
KEWIRAUSAHAAN
DESA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 230 -

231

DIREKTORAT
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA ALAM DAN
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
SUMBER DAYA HUTAN,
PERTANIAN DAN
PERTAMBANGAN

SUBDIREKTORAT
SUMBER DAYA AIR,
PERTANAHAN DAN
MARITIM

SUBDIREKTORAT
LINGKUNGAN HIDUP

SUBDIREKTORAT
TEKNOLOGI TEPAT GUNA

SEKSI
FASILITASI
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA HUTAN
DAN PERTANIAN

SEKSI
FASILITASI
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA AIR DAN
PERTANAHAN

SEKSI
FASILITASI REHABILITASI
LINGKUNGAN HIDUP
DESA

SEKSI
FASILITASI INOVASI DAN
PROMOSI TEKNOLOGI
TEPAT GUNA

SEKSI
FASILITASI
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA
PERTAMBANGAN

SEKSI
FASILITASI
PENDAYAGUNAAN
SUMBER DAYA PESISIR
DAN KELAUTAN

SEKSI
FASILITASI KONSERVASI
LINGKUNGAN HIDUP
DESA

SEKSI
PEMETAAN DAN
PENDAYAGUNAAN
TEKNOLOGI TEPAT
GUNA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 231 -

232

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA DESA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN
PRASARANA
TRANSPORTASI DESA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN
PRASARANA
PENDUKUNG
EKONOMI DESA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN
PRASARANA
ELEKTRIFIKASI DESA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN
PRASARANA
TELEKOMUNIKASI
DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMBANGUNAN
PERMUKIMAN DESA

SEKSI
FASILITASI SARANA
TRANSPORTASI DESA

SEKSI
FASILITASI SARANA
DAN PRASARANA
PRODUKSI

SEKSI
FASILITASI
PEMBANGUNAN
SARANA
ELEKTRIFIKASI DESA

SEKSI
FASILITASI SARANA
TELEKOMUNIKASI
DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMBANGUNAN
LINGKUNGAN
PERMUKIMAN DESA

SEKSI
FASILITASI
PRASARANA
TRANSPORTASI DESA

SEKSI
FASILITASI SARANA
DAN PRASARANA
PEMASARAN

SEKSI
FASILITASI
PEMBANGUNAN
PRASARANA
ELEKTRIFIKASI DESA

SEKSI
FASILITASI
PRASARANA
TELEKOMUNIKASI
DESA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN
PRASARANA
PERMUKIMAN DESA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 232 -

233

DIREKTORAT
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
KAPASITAS MASYARAKAT
DESA

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN DAN
PEMBANGUNAN
PARTISIPATIF

SUBDIREKTORAT
ADVOKASI PERATURAN
DESA

SUBDIREKTORAT
KETAHANAN
MASYARAKAT DESA

SUBDIREKTORAT KERJA
SAMA DAN KEMITRAAN
MASYARAKAT DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMBELAJARAN
MASYARAKAT DESA

SEKSI
FASILITASI
PERENCANAAN
PARTISIPATIF

SEKSI
ANALISIS DAN
PENYUSUNAN
PERATURAN DESA

SEKSI
FASILITASI
ADVOKASI HUKUM

SEKSI
FASILITASI
KERJA SAMA DESA

SEKSI
PENDAMPINGAN DAN
KADERISASI
MASYARAKAT DESA

SEKSI
FASILITASI
PEMBANGUNAN
PARTISIPATIF

SEKSI
ADVOKASI KEWENANGAN
DAN PERATURAN DESA

SEKSI
FASILITASI LEMBAGA
KEMASYARAKATAN DESA

SEKSI
FASILITASI
KEMITRAAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 233 -

234

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN EKONOMI
KAWASAN PERDESAAN

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
KAWASAN PERDESAAN

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA ALAM KAWASAN
PERDESAAN

DIREKTORAT
KERJA SAMA DAN
PENGEMBANGAN
KAPASITAS
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
MENTERI
PENGEMBANGAN
DESA, PEMBANGUNAN
DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
KAPASITAS

KELEMBAGAAN;

KEMITRAAN
PENGEMBANGAN
MARWAN JAFAR
KAPASITAS;
PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
KERJASAMA;

- 234 -

235

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

BAGIAN
PERENCANAAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 235 -

236

DIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN KAWASAN
PERDESAAN WILAYAH V

SEKSI
PERENCANAAN
PROGRAM

SEKSI
PERENCANAAN
PROGRAM

SEKSI
PERENCANAAN
PROGRAM

SEKSI
PERENCANAAN
PROGRAM

SEKSI
PERENCANAAN
PROGRAM

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 236 -

237

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN EKONOMI
KAWASAN PERDESAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT ANALISA
KEBIJAKAN EKONOMI
KAWASAN PERDESAAN

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN PUSAT
PERTUMBUHAN EKONOMI

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
PERMODALAN DAN
INVESTASI

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
FASILITAS USAHA DAN
PEMASARAN

SEKSI
ANALISA KEBIJAKAN
PEMANFAATAN HUTAN

SEKSI
SINKRONISASI
PROGRAM PEMERINTAH

SEKSI
PENGEMBANGAN
PERMODALAN

SEKSI
PENGEMBANGAN
FASILITAS USAHA
EKONOMI

SEKSI
ANALISA KEBIJAKAN
PERTAMBANGAN

SEKSI
PENYIAPAN POTENSI
MASYARAKAT

SEKSI
PENGEMBANGAN
INVESTASI

SEKSI
PENGEMBANGAN
FASILITAS PEMASARAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 237 -

238

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
KAWASAN PERDESAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
WILAYAH I

SEKSI
SARANA DAN
PRASARANA EKONOMI

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
PELAYANAN DASAR

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
WILAYAH III

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
EKONOMI

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
EKONOMI

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
PELAYANAN DASAR

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
PELAYANAN DASAR

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
WILAYAH IV

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
EKONOMI

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
PELAYANAN DASAR

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN SARANA
DAN PRASARANA
WILAYAH V

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
EKONOMI

SEKSI
SARANA DAN PRASARANA
PELAYANAN DASAR

- 238 -

239

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA ALAM KAWASAN
PERDESAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA ALAM
KAWASAN PERDESAAN
WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA ALAM
KAWASAN PERDESAAN
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA ALAM
KAWASAN PERDESAAN
WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA ALAM
KAWASAN PERDESAAN
WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA ALAM
KAWASAN PERDESAAN
WILAYAH V

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
PEMETAAN POTENSI

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
PEMETAAN POTENSI

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
PEMETAAN POTENSI

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
PEMETAAN POTENSI

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
PEMETAAN POTENSI

SEKSI
PENGEMBANGAN DAN
PEMANFAATAN POTENSI

SEKSI
PENGEMBANGAN DAN
PEMANFAATAN POTENSI

SEKSI
PENGEMBANGAN DAN
PEMANFAATAN POTENSI

SEKSI
PENGEMBANGAN DAN
PEMANFAATAN POTENSI

SEKSI
PENGEMBANGAN DAN
PEMANFAATAN POTENSI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 239 -

240

DIREKTORAT
KERJA SAMA DAN
PENGEMBANGAN
KAPASITAS

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENDAMPINGAN
MANAJEMEN DAN TEKNIS

SEKSI
PENYIAPAN
PENDAMPINGAN
MANAJEMEN

SEKSI
PENDAMPINGAN
TEKNIS

SUBDIREKTORAT KERJA
SAMA DAN KEMITRAAN

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN MEDIA DAN
PEMBELAJARAN

SEKSI
PENYIAPAN MEDIA

SEKSI
PEMBELAJARAN

SUBDIREKTORAT
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN

SEKSI
KERJA SAMA ANTAR
LEMBAGA

SEKSI
IDENTIFIKASI

SEKSI
KEMITRAAN
USAHA

SEKSI
FASILITASI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 240 -

241

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PENGEMBANGAN DAERAH
TERTENTU

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
RAWAN PANGAN

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PERBATASAN

DIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA

DIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PULAU KECIL DAN
TERLUAR
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
MENTERI
PENGEMBANGAN
DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK
INDONESIA,
KAPASITAS

KELEMBAGAAN;

KEMITRAAN
MARWAN JAFAR
PENGEMBANGAN
KAPASITAS;
PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
KERJASAMA;

- 241 -

242

SEKRETARIAT
DEREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

BAGIAN
PERENCANAAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

- 242 -

243

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
RAWAN PANGAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
RAWAN PANGAN WILAYAH
I

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
RAWAN PANGAN
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH RAWAN PANGAN
WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH RAWAN PANGAN
WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH RAWAN PANGAN
WILAYAH V

SEKSI
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 243 -

244

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PERBATASAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
DAERAH PERBATASAN
WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
DAERAH PERBATASAN
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
DAERAH PERBATASAN
WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
DAERAH PERBATASAN
WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
DAERAH PERBATASAN
WILAYAH V

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DASAR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DASAR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DASAR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DASAR

SEKSI
PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DASAR

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 244 -

245

DIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA
WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA
WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA
WILAYAH IV

SEKSI
PENGURANGAN RISIKO
BENCANA

SEKSI
PENGURANGAN RISIKO
BENCANA

SEKSI
PENGURANGAN RISIKO
BENCANA

SEKSI
PENGURANGAN RISIKO
BENCANA

SEKSI
PENANGANAN PASCA
BENCANA

SEKSI
PENANGANAN PASCA
BENCANA

SEKSI
PENANGANAN PASCA
BENCANA

SEKSI
PENANGANAN PASCA
BENCANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
RAWAN BENCANA
WILAYAH V

SEKSI
PENGURANGAN RISIKO
BENCANA

SEKSI
PENANGANAN PASCA
BENCANA

- 245 -

246

DIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK
WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK
WILAYAH III

SEKSI
PENCEGAHAN

SEKSI
PENCEGAHAN

SEKSI
PENCEGAHAN

SEKSI
PEMULIHAN

SEKSI
PEMULIHAN

SEKSI
PEMULIHAN

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK
WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
PENANGANAN DAERAH
PASCA KONFLIK
WILAYAH V

SEKSI
PENCEGAHAN

SEKSI
PENCEGAHAN

SEKSI
PEMULIHAN

SEKSI
PEMULIHAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 246 -

247

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PULAU KECIL DAN
TERLUAR

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PULAU KECIL DAN
TERLUAR
WILAYAH I

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN DAERAH
PULAU KECIL DAN
TERLUAR
WILAYAH II

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH PULAU KECIL
DAN TERLUAR
WILAYAH III

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH PULAU KECIL
DAN TERLUAR
WILAYAH IV

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
DAERAH PULAU KECIL
DAN TERLUAR
WILAYAH V

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN POTENSI
SUMBER DAYA

SEKSI
PENGEMBANGAN SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PENGEMBANGAN SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SARANA DAN PRASARANA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SARANA DAN PRASARANA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SARANA DAN PRASARANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 247 -

248

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
PERENCANAAN DAN
IDENTIFIKASI DAERAH
TERTINGGAL

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA MANUSIA

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA DAN LINGKUNGAN
HIDUP

DIREKTORAT
PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN
EKONOMI LOKAL
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
PENGEMBANGAN

MENTERI
DESA, PEMBANGUNANKAPASITAS
DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

KELEMBAGAAN;

KEMITRAAN
PENGEMBANGAN
MARWAN JAFAR
KAPASITAS;
PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
KERJASAMA;

- 248 -

249

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
PERENCANAAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 249 -

250

DIREKTORAT
PERENCANAAN DAN
IDENTIFIKASI DAERAH
TERTINGGAL

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENYUSUNAN INDIKATOR
DAERAH TERTINGGAL

SUBDIREKTORAT
IDENTIFIKASI DAERAH
TERTINGGAL

SUBDIREKTORAT
PENYUSUNAN RENCANA
DAN SKEMA PENDANAAN
KEMENTERIAN/
LEMBAGA

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
ANALISIS

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
ANALISIS

SEKSI
PENYUSUNAN RENCANA

SEKSI
PENGOLAHAN DAN
PENYAJIAN

SEKSI PENGOLAHAN DAN


PENYAJIAN

SEKSI SKEMA
PENDANAAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

SUBDIREKTORAT
PENYUSUNAN RENCANA
DAN SKEMA PENDANAAN
DAERAH

SEKSI
PENYUSUNAN RENCANA

SEKSI
SKEMA PENDANAAN

SUBDIREKTORAT

EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
EVALUASI

SEKSI
PELAPORAN

- 250 -

251

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA MANUSIA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
INOVASI DAN
PENERAPAN TEKNOLOGI

SUBDIREKTORAT
PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT
KESEHATAN

SUBDIREKTORAT
KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT
TENAGA KERJA

SEKSI
PENINGKATAN SUMBER
DAYA MANUSIA

SEKSI
PENINGKATAN SUMBER
DAYA MANUSIA

SEKSI
PENINGKATAN KUALITAS

SEKSI
PENINGKATAN
KAPASITAS TENAGA
KERJA

SEKSI
INOVASI

SEKSI
PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PENIGKATAN SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PENINGKATAN
KESEMPATAN KERJA

SEKSI
PENERAPAN TEKNOLOGI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 251 -

252

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA DAN LINGKUNGAN
HIDUP

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
SUMBER DAYA HAYATI

SUBDIREKTORAT
TATA GUNA LAHAN

SUBDIREKTORAT
PARIWISATA

SUBDIREKTORAT
SUMBER DAYA ENERGI

SUBDIREKTORAT
LINGKUNGAN HIDUP

SEKSI
SUMBER DAYA HAYATI
BERBASIS DARATAN

SEKSI
PERENCANAAN TATA
GUNA LAHAN

SEKSI
PENGEMBANGAN
POTENSI PARIWISATA

SEKSI
PEMANFAATAN ENERGI
TERBARUKAN

SEKSI
PELESTARIAN
LINGKUNGAN HIDUP

SEKSI
SUMBER DAYA HAYATI
BERBASIS MARITIM

SEKSI
PENDAYAGUNAAN TATA
GUNA LAHAN

SEKSI
PROMOSI PARIWISATA

SEKSI
PEMANFAATAN ENERGI
NON TERBARUKAN

SEKSI
PENINGKATAN KUALITAS
LINGKUNGAN HIDUP

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 252 -

253

DIREKTORAT
PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN PRASARANA
TRANSPORTASI

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN PRASARANA
AIR BERSIH DAN
PERMUKIMAN

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN PRASARANA
EKONOMI

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN PRASARANA
ENERGI

SUBDIREKTORAT
SARANA DAN PRASARANA
INFORMASI DAN
TELEKOMUNIKASI

SEKSI
TRANSPORTASI DARAT

SEKSI
AIR BERSIH

SEKSI
INDUSTRI DAN
PERDAGANGAN

SEKSI
ENERGI BARU
TERBARUKAN NABATI

SEKSI
JARINGAN INFORMASI

SEKSI
TRANSPORTASI LAUT DAN
UDARA

SEKSI
PERMUKIMAN

SEKSI
PERTANIAN, KELAUTAN
DAN PERIKANAN

SEKSI
ENERGI BARU
TERBARUKAN NON
NABATI

SEKSI
JARINGAN
TELEKOMUNIKASI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 253 -

254

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN
EKONOMI LOKAL

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
INVESTASI DAN
PERMODALAN

SUBDIREKTORAT
KOPERASI, USAHA MIKRO,
KECIL DAN MENENGAH

SUBDIREKTORAT
POTENSI PRODUK
UNGGULAN

SUBDIREKTORAT
KEMITRAAN USAHA

SUBDIREKTORAT
INDUSTRI, DISTRIBUSI
DAN PEMASARAN

SEKSI
INVESTASI

SEKSI
KOPERASI

SEKSI
IDENTIFIKASI DAN
ANALISIS POTENSI
PRODUK UNGGULAN

SEKSI
IDENTIFIKASI USAHA

SEKSI
INDUSTRI

SEKSI
PERMODALAN

SEKSI
USAHA MIKRO KECIL DAN
MENENGAH

SEKSI
PENGEMBANGAN
PRODUK UNGGULAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
DISTRIBUSI DAN
PEMASARAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 254 -

255

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PENYIAPAN KAWASAN DAN
PEMBANGUNAN PEMUKIMAN
TRANSMIGRASI

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
BINA POTENSI KAWASAN
TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN
KAWASAN TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PENYEDIAAN TANAH
TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN
PERMUKIMAN
TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PENATAAN PERSEBARAN
PENDUDUK
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
PENGEMBANGAN
MENTERI
DESA, PEMBANGUNAN
DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
KAPASITAS
REPUBLIK INDONESIA,
KELEMBAGAAN;

KEMITRAAN
PENGEMBANGAN
MARWAN JAFAR
KAPASITAS;
PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
KERJASAMA;

- 255 -

256

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
PERENCANAAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 256 -

257

DIREKTORAT
BINA POTENSI KAWASAN
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
IDENTIFIKASI DAN
INFORMASI POTENSI
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
ADVOKASI KAWASAN

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
FASILITASI PENETAPAN
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
MEDIASI DAN KERJA
SAMA ANTAR DAERAH

SEKSI
IDENTIFIKASI KAWASAN

SEKSI
PENYIAPAN BAHAN
ADVOKASI

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
MEDIASI ANTAR DAERAH

SEKSI
INFORMASI POTENSI
KAWASAN

SEKSI
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SEKSI
PENYUSUNAN RENCANA
KAWASAN

SEKSI
PENILAIAN KAWASAN

SEKSI
KERJA SAMA ANTAR
DAERAH

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 257 -

258

DIREKTORAT
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAN PENGEMBANGAN KAWASAN
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN TEKNIS
SATUAN KAWASAN
PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
TEKNIS SATUAN
PERMUKIMAN

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN SARANA
DAN PRASARANA
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
PERENCANAAN
PENGEMBANGAN
MASYARAKAT

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
PERENCANAAN SARANA

SEKSI
PERENCANAAN
PENGEMBANGAN
EKONOMI

SEKSI
PENYUSUNAN RENCANA
SATUAN KAWASAN
PENGEMBANGAN

SEKSI
PENYUSUNAN RENCANA
SATUAN PERMUKIMAN

SEKSI
PERENCANAAN
PRASARANA

SEKSI
PERENCANAAN
PENGEMBANGAN SOSIAL
BUDAYA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 258 -

259

DIREKTORAT
PENYEDIAAAN TANAH
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
FASILITASI
PENCADANGAN TANAH

SUBDIREKTORAT
IDENTIFIKASI DAN
PENATAAN TANAH

SUBDIREKTORAT
PENGELOLAAN
TANAH

SUBDIREKTORAT
DOKUMENTASI
PENYEDIAAN
TANAH

SEKSI
IDENTIFIKASI STATUS
DAN PENGGUNAAN
TANAH

SEKSI
IDENTIFIKASI
PENGGUNAAN DAN
PEMILIKAN TANAH

SEKSI
PENGURUSAN HAK
PENGELOLAAN LAHAN

SEKSI
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
PENGURUSAN STATUS
TANAH

SEKSI
PENATAAN PENGGUNAAN
DAN PEMILIKAN TANAH

SEKSI
PEMELIHARAAN HAK
PENGELOLAAN LAHAN

SEKSI
PENYAJIAN INFORMASI
DAN PELAPORAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 259 -

260

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN
PERMUKIMAN
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN DAN
EVALUASI LAHAN
PERMUKIMAN

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN DAN
EVALUASI SARANA
PERMUKIMAN

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN DAN
EVALUASI PRASARANA
PERMUKIMAN

SUBDIREKTORAT
KELAYAKAN PERMUKIMAN

SEKSI
PENYIAPAN LAHAN

SEKSI
PENYIAPAN SARANA

SEKSI
PENYIAPAN PRASARANA

SEKSI
EVALUASI KELAYAKAN

SEKSI
EVALUASI
PENYIAPAN LAHAN

SEKSI
EVALUASI
PENYIAPAN SARANA

SEKSI
EVALUASI
PENYIAPAN PRASARANA

SEKSI
PERWUJUDAN RUANG

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 260 -

261

DIREKTORAT
PENATAAN PERSEBARAN
PENDUDUK

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN
PERPINDAHAN

SUBDIREKTORAT
PENYIAPAN CALON
TRANSMIGRAN DAN
PENDUDUK SETEMPAT

SUBDIREKTORAT
PELAYANAN
PERPINDAHAN

SUBDIREKTORAT
PENATAAN DAN ADAPTASI

SEKSI
PENYERASIAN
PERPINDAHAN

SEKSI
PENDAFTARAN DAN
SELEKSI

SEKSI
PENAMPUNGAN DAN
PERBEKALAN

SEKSI
PENATAAN

SEKSI
ADMINISTRASI
PERPINDAHAN

SEKSI
KETERAMPILAN CALON
TRANSMIGRAN DAN
PENDUDUK SETEMPAT

SEKSI
PENGANGKUTAN

SEKSI
ADAPTASI

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 261 -

262

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

DIREKTORAT JENDERAL
PENGEMBANGAN KAWASAN
TRANSMIGRASI

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
PROMOSI DAN KEMITRAAN

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN
SARANAN DAN
PRASARANA KAWASAN
TRASMIGRASI

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN USAHA
TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SOSIAL
BUDAYA TRANSMIGRASI

DIREKTORAT
PELAYANAN PERTANAHAN
TRANSMIGRASI
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
PENGEMBANGAN
KAPASITAS
MENTERI
KELEMBAGAAN;
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,

KEMITRAAN
PENGEMBANGAN
KAPASITAS;

MARWAN JAFAR

PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
KERJASAMA;

- 262 -

263

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

BAGIAN
PERENCANAAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BARANG
MILIK NEGARA

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

BAGIAN
HUKUM, ORGANISASI,
DAN TATA LAKSANA

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
PERSURATAN

SUBBAGIAN
ADVOKASI
HUKUM

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN
PERLENGKAPAN DAN
RUMAH TANGGA

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 263 -

264

DIREKTORAT
PROMOSI DAN KEMITRAAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PROMOSI DAN PUBLIKASI

SUBDIREKTORAT
KEMITRAAN BADAN
USAHA

SUBDIREKTORAT
KEMITRAAN MASYARAKAT

SUBDIREKTORAT
KEMITRAAN
KELEMBAGAAN
PEMERINTAH

SEKSI
PROMOSI

SEKSI
FASILITASI KEMITRAAN
BADAN USAHA

SEKSI
FASILITASI KEMITRAAN
MASYARAKAT

SEKSI
FASILITASI KEMITRAAN
KELEMBAGAAN
PEMERINTAH

SEKSI
PUBLIKASI

SEKSI
EVALUASI KEMITRAAN
BADAN USAHA

SEKSI
EVALUASI KEMITRAAN
MASYARAKAT

SEKSI
EVALUASI KEMITRAAN
KELEMBAGAAN
PEMERINTAH

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 264 -

265

DIREKTORAT
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN SARANA DAN
PRASARANA KAWASAN
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN SARANA
PERMUKIMAN DAN
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
PENGEMBANGAN
PRASARANA PERMUKIMAN
DAN KAWASAN

SUBDIREKTORAT
PENYERASIAN
LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT
EVALUASI
PERKEMBANGAN
PERMUKIMAN DAN
KAWASAN

SUBDIREKTORAT
STANDARDISASI SARANA
DAN PRASARANA

SEKSI
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN SARANA
PERMUKIMAN

SEKSI
PENGEMBANGAN
PRASARANA PERMUKIMAN

SEKSI
RENCANA PENYERASIAN
LINGKUNGAN

SEKSI
EVALUASI
PERKEMBANGAN
PERMUKIMAN

SEKSI
STANDARDISASI SARANA

SEKSI
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN SARANA
KAWASAN

SEKSI
PENGEMBANGAN
PRASARANA KAWASAN

SEKSI
MITIGASI LINGKUNGAN

SEKSI
EVALUASI
PERKEMBANGAN
KAWASAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

SEKSI
STANDARDISASI
PRASARANA

- 265 -

266

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN USAHA
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PRODUKSI

SUBDIREKTORAT
PENGOLAHAN DAN
PEMASARAN

SUBDIREKTORAT
LEMBAGA EKONOMI DAN
PERMODALAN

SUBDIREKTORAT
KEWIRAUSAHAAN

SEKSI
PRODUKSI TANAMAN
PANGAN

SEKSI
PENGOLAHAN HASIL

SEKSI
LEMBAGA EKONOMI

SEKSI
PENGEMBANGAN
WIRAUSAHA

SEKSI
PRODUKSI NON TANAMAN
PANGAN

SEKSI
PEMASARAN HASIL

SEKSI
PERMODALAN

SEKSI
KEMITRAAN USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 266 -

267

DIREKTORAT
PENGEMBANGAN SOSIAL
BUDAYA TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PANGAN DAN KESEHATAN

SUBDIREKTORAT
FASILITASI PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT
FASILITASI MENTAL
SPIRITUAL DAN SENI
BUDAYA

SUBDIREKTORAT
BINA KELEMBAGAAN
PEMERINTAH
DAN MASYARAKAT

SEKSI
PANGAN

SEKSI
FASILITASI PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI DAN
PENDIDIKAN DASAR

SEKSI
FASILITASI MENTAL
SPIRITUAL

SEKSI
KELEMBAGAAN
PEMERINTAH

SEKSI
KESEHATAN

SEKSI
FASILITASI PENDIDIKAN
MENENGAH DAN
PERGURUAN TINGGI

SEKSI
FASILITASI SENI BUDAYA

SEKSI
KELEMBAGAAN
MASYARAKAT

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 267 -

268

DIREKTORAT
PELAYANAN PERTANAHAN
TRANSMIGRASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT
PENGUKURAN BIDANG
TANAH

SUBDIREKTORAT
PENGURUSAN HAK ATAS
TANAH

SUBDIREKTORAT
ADVOKASI PERTANAHAN

SUBDIREKTORAT
DOKUMENTASI
PELAYANAN PERTANAHAN

SEKSI
PENGUKURAN DAN
PEMBAGIAN TANAH

SEKSI
INVENTARISASI
KEPEMILIKAN TANAH

SEKSI
IDENTIFIKASI MASALAH
PERTANAHAN

SEKSI
PENGOLAHAN DATA

SEKSI
PENGUKURAN TATA
BATAS

SEKSI
LEGALITAS HAK ATAS
TANAH

SEKSI
REKOGNISI DAN
KOMPENSASI

SEKSI
PENYAJIAN INFORMASI
DAN PELAPORAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 268 -

269

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT
INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK
KELOMPOK JABATAN
JABATAN
FUNGSIONAL
FUNGSIONAL AUDITOR
AUDITOR

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

PENGEMBANGAN
KAPASITAS
KELOMPOK JABATAN
KELEMBAGAAN;
FUNGSIONAL AUDITOR
KEMITRAAN PENGEMBANGAN
KAPASITAS;

MENTERI
PENINGKATAN KAPASITAS
DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
KELEMBAGAAN DAN

KERJASAMA;

MARWAN JAFAR

- 269 -

270

SEKRETARIAT
INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN
PROGRAM, ANGGARAN,
DAN PELAPORAN

BAGIAN
ANALISA DAN
PEMANTAUAN HASIL
PENGAWASAN

BAGIAN
TATA USAHA DAN
KEUANGAN

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

SUBBAGIAN
PROGRAM DAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN ANALISA
HASIL PENGAWASAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
PEMANTAUAN TINDAK
LANJUT HASIL
PENGAWASAN

SUBBAGIAN
KEUANGAN

SUBBAGIAN
UMUM

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 270 -

271

INSPEKTORAT I

SUBBAGIAN
TATA USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

- 271 -

272

INSPEKTORAT II

SUBBAGIAN
TATA USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

- 272 -

273

INSPEKTORAT III

SUBBAGIAN
TATA USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

- 273 -

274

INSPEKTORAT IV

SUBBAGIAN
TATA USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

- 274 -

275

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN
TATA USAHA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL AUDITOR

- 275 -

276

Lampiran Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi


Republik Indonesia
Nomor

6 Tahun 2015

Tanggal

26 Maret 2015

BADAN PENELITIAN DAN


PENGEMBANGAN,
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN,
DAN INFORMASI

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN

PUSAT
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PEGAWAI APARATUR SIPIL
NEGARA

PUSAT
PELATIHAN MASYARAKAT

PUSAT
DATA DAN INFORMASI
KESERASIAN KAWASAN
PERDESAAN
PENGEMBANGAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN;
MENTERI
DESA,
PEMBANGUNANPENGEMBANGAN
DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
KEMITRAAN
REPUBLIK INDONESIA,

KAPASITAS;

PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN
MARWAN JAFAR
KERJASAMA;

- 276 -

277

SEKRETARIAT BADAN

BAGIAN
PROGRAM, EVALUASI
DAN PELAPORAN

BAGIAN
KEUANGAN DAN BMN

BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM

SUBBAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN

SUBBAGIAN
PELAKSANAAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN
EVALUASI
DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN
PERBENDAHARAAN

SUBBAGIAN
ORGANISASI DAN TATA
LAKSANA

SUBBAGIAN
AKUNTANSI
DAN LAPORAN KEUANGAN
DAN BMN

SUBBAGIAN
UMUM

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 277 -

278

PUSAT
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

BIDANG
PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL

BIDANG
TRANSMIGRASI

SUBBIDANG
PERENCANAAN DAN
PELAPORAN

SUBBIDANG
PERENCANAAN DAN
PELAPORAN

SUBBIDANG
PERENCANAAN DAN
PELAPORAN

SUBBIDANG
DISEMINASI

SUBBIDANG
DISEMINASI

SUBBIDANG
DISEMINASI

BIDANG
DESA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 278 -

279

PUSAT
PENDIDIKAN DAN
PELATIHAN PEGAWAI
APARATUR SIPIL NEGARA

BAGIAN
TATA USAHA

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
KEUANGAN

BIDANG
PENYELENGGARAAN

BIDANG
PROGRAM, KERJA SAMA,
DAN EVALUASI

SUB BIDANG
PROGRAM DAN
KERJA SAMA

SUB BIDANG
EVALUASI DAN
PELAPORAN

SUBBAGIAN
UMUM

SUB BIDANG
DIKLAT MANAJEMEN DAN
STRUKTURAL

SUB BIDANG
DIKLAT TEKNIS DAN
FUNGSIONAL

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 279 -

280

PUSAT
PELATIHAN MASYARAKAT

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBBIDANG
PROGRAM DAN
EVALUASI

BIDANG
KERJA SAMA DAN
PEMBERDAYAAN

BIDANG
STANDARDISASI

BIDANG PROGRAM
DAN MATERI

SUBBIDANG
PENYUSUNAN
MATERI

SUBBIDANG
PENYUSUNAN
STANDAR

SUBBIDANG
PENERAPAN
STANDAR

SUBBIDANG
KERJA SAMA

SUBBIDANG
PEMBERDAYAAN

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 280 -

281

PUSAT
DATA DAN INFORMASI

SUBBAGIAN
TATA USAHA

BIDANG
PEMBANGUNAN DAERAH
TERTINGGAL DAN
TRANSMIGRASI

BIDANG
PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI DAN SUMBER
DAYA INFORMATIKA

SUBBIDANG
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SUBBIDANG
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA

SUBBIDANG
PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI

SUBBIDANG
PENYAJIAN INFORMASI

SUBBIDANG
PENYAJIAN INFORMASI

SUBBIDANG
SUMBER DAYA
INFORMATIKA

BIDANG
DESA

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL

- 281 -