Anda di halaman 1dari 2

Antisipasi wabah

Monday, April 06, 2009 5:54 PM


Mentelaah kejadian wabah selama ini, hanya dengan sikap menunggu dan baru
kemudian panik dalam menaggulanginya.

Akhirnya kita akan selalu gagal dan kalah. Apakah selamanya umat manusia
yang diberi akal, bangga menjadi pencundang dalam menghadapi
gelombang wabah penyakit.

Lihat saja, setelah dua dekade kita menghadapi pandemi HIV, manusia terpandai
dan dengan dana riset yang cukup tetap tidak mampu menemukan vaksin.

Indonesia, negara yang pernah dijajah oleh belanda, inggris, perancis, jepang,
masih terkungkung dalam sikap tak percaya diri dan senang menunggu
terjadinya wabah. Hanya dengan mengubah mind-set agar selalu bersikap
antisipasi, kita tidak lagi akan menjadi pencundang.

Sebagian besar wabah penyakit infeksi di abad 21 adalah akibat perpindahan


virus dari hewan ke manusia (zoonosis). Contoh sederhana wabah SARS dan
berkecamuknya penularan H5N1.

Sistem surveilans yang memantau perkembangan virus zoonosis merupakan


sikap antisipasi yang perlu dimulai dan dilakukan secara terus menerus.

Sementara kita, masih gagal menekan wabah zoonosis, seperti rabies yang
terjadi di Bali. Belum lagi penyakit-penyakit lain yang sebenarnya dapat
dicegah dengan teknologi yang dimiliki tetap saja sulit dilakukan.