Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH BAHAN KONSTRUKSI

KIMIA
"POLIMER"

Oleh :
Dhea Fiften Mandeyka
Gita Putri Kusumawardani
Renita Putri Utami
KELAS 4 KE

0613 3040 1033


0613 3040 1037
0613 3040 1046

Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Hj. Rusdianasari, M.Si

Jurusan Teknik Kimia


Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah berjudul Polimer ini
dalam waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahan Konstruksi
Kimia (BKK). Makalah ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak baik
secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu perkenankanlah kami menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1.
2.
3.
4.
5.

Allah SWT. Yang telah meridhoi pembuatan makalah dengan baik


Dosen Mata Kuliah Bahan Konstruksi Kimia.
Orang tua yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
Teman-teman yang telah memberikan bantuan kepada kami.
Seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah banyak
membantu dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk
itu, kritik dan saran yang membangun dalam perbaikan makalah ini sangat kami
harapkan.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca,
khususnya guna mengetahui tentang polimer.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.............................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.........................................................................................................2
BAB II DASAR TEORI
2.1 Pengertian Polimer......................................................................................................3
2.2 Reaksi Polimerisasi......................................................................................................6
2.3 Penggolongan Polimer...............................................................................................11
2.4 Berbagai Macam Polimer..........................................................................................15
2.5 Kegunaan Polimer.....................................................................................................18
2.6 Penanganan Penggunaan Polimer (Limbah Plastik)..................................................21
BAB III PROSES
3.1 Proses Pembuatan Stryne dari EthylBenzene............................................................23
3.2 Reaksi Kimia Pembuatan Stryne...........................................................................24
3.3 Diagram Alir Pembuatan Stryne dari EthylBenzene.................................................25
3.4 Uraian Proses.............................................................................................................25
BAB IV APLIKASI POLIMER
4.1 Aplikasi Polimer di Industri......................................................................................27
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan................................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................29

DAFTAR GAMBAR
1. Polimer.........................................................................................................................3
2. PVC (Poly Vinil Chlorida)..........................................................................................4
3

3. PE (Poly Ethylen)........................................................................................................4
4. PTFE (Poly Tetra Flouro Ethylen)..............................................................................5
5. Rubber (Karet).............................................................................................................5
6. Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena..............................6
7. Contoh polimerisasi adisi............................................................................................7
8. Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda....................................................10
9. Pembuatan Nylon 66..................................................................................................11
10. Reaksi alkena khas lainnya yang diamati dengan oksidator kuat..............................24
11. Diagram Alir Stryne dari Ethyl Benzene...................................................................25

DAFTAR TABEL
1. Tahap Mekanisme Polimerisasi Adisi.................................................................8
2. Contoh Polimer Alam........................................................................................12
3. Contoh Polimer Sintetis....................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Polimer merupakan suatu golongan kimia penting dalam kehidupan kita sehari-

hari maupun dalam industry. Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon. Beberapa
senyawa penting dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat (polisakarida), protein,
dan asam nukleat juga merupakan polimer. Kita akan melihat bahwa polimer adalah
suatu makro molekul yang terbentuk dari molekul-molekul sederhana yang kita sebut
sebagai monomer.
Proses pembentukan polimer dari monomernya kita sebut sebagai polimerisasi.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang reaksi pembantukan polimer, penggolongan
polimer, serta kegunaan dan dampak polimer.

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Apa itu Polimer?


Bagaimana reaksi pembentukan Polimer?
Berapa macam penggolongan Polimer?
Apa kegunaan Polimer?
Bagaimana cara penangulangan penggunaan polimer (plastik)?
Bagaimana proses pembentukan polimer?
Apa saja aplikasi polimer di industri?

Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui apa itu polimer
Untuk mengetahui reaksi pembentukan polimer
Untuk mengetahui macam-macam penggolongan polimer
Untuk mengetahui apa saja kegunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari
Untuk mengetahui cara penangulangan penggunaan polimer (plastik).
Untuk mengetahui proses pembentukan polimer melalui diagram alirnya.
Untuk mengetahui aplikasi polimer di industri.

BAB II
DASAR TEORI

2.1

Pengertian Polimer
Seringkali kita mendengarnya, namun mungkin belum tahu apa yang dimaksud

secara mendetail. Kadang bayangan kita, polimer identik dengan plastik. Lebih jauh
ingin tahu tentang polimer. Baca ulasan singkat berikut.
Polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly
yang berarti many (banyak) dan meros yang
berarti part (bagian). Dari sini dapat kita
katakan bahwa polimer adalah susunan dari
bagian-bagian yang banyak.

Secara lengkapnya, Polimer ialah


rangkaian

atom

berulang-ulang

yang
dan

panjang

dan

dihasilkan

dari

sambungan beberapa molekul lain yang


dinamakan monomer. Monomer-monomer
ini mungkin serupa, atau mungkin juga
mempunyai satu atau lebih kumpulan
kimia yang diganti.

Polimer kadang disebut pula dengan plastik. Namun plastik sebenarnya hanya
sebagian saja dari polimer karena polimer begitu banyak ragamnya. Di antara polimer
ada yang alami dan adapula yang sintetik. Contoh bahan-bahan yang berasal dari
polimer adalah sebagai berikut:
1. PVC (Polyvinyl chloride).
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga
bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC
yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk
kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan,
mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari,
piringan hitam, dan beberapa komponen mobil.
Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan
untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik.
Dalam hal penggunaannya, plastic PVC
menempati urutan ketiga dan sekitar 68 % digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa
saluran air).

2. Polyethylen
Polyetilen adalah bahan termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak
sampai yang kaku. Ada dua jenis polyetilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density
polyethylene / LDPE) dan polyetilen densitas tinggi (high-density polyethylene /
HDPE). Polyetilen densitas rendah relatif lemas dan kuat, digunakan antara lain untuk
pembuatan

kantong

kemas,

tas,

botol,

industri

bangunan,

dan

lain-lain.

Polyetilen densitas tinggi sifatnya lebih keras, kurang transparan dan tahan
panas sampai suhu 1000C. Campuran polietilen densitas rendah dan polyetilen densitas

tinggi dapat digunakan sebagai bahan pengganti


karat, mainan anak-anak, dan lain-lain.
3. PTFE (Polytetrafluoroethylene)
Teflon
merupakan lapisan
tipis yang sangat tahan
panas dan tahan
terhadap bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis
wajan (panic anti lengket), pelapis tangki di pabrik kimia,
pipa anti patah, dan kabel listrik.

4. Rubber (karet)
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan
ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia organik telah
mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk
mempercepat perolehan kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan
menggunakan bahan dasar monomer, seperti
butadiene dan stirena dengan cara kopolimerisasi.

2.2

Reaksi Polimerisasi
Polimerisasi merupakan suatu reaksi pembentukan polimer dari monomernya.

Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi
9

kondensasi. Jenis reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi tergantung


pada strukturnya. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti monomer dalam
unit ulangnya, sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-atom yang lebih
sedikit karena terbentuknya produk sampingan selama berlangsungnya proses
polimerisasi.

1. Polimer Adisi
Polimerisasi adisi adalah perkaitan langsung antar monomer berdasarkan reaksi
adisi. Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap dua.
Polimerisasi dapat berlangsung dengan bantuan katalisator.
Perhatikan Gambar 1 yang menunjukkan bahwa monomer etilena mengandung
ikatan rangkap dua, sedangkan di dalam polietilena tidak terdapat ikatan rangkap dua.

Gambar 6 . Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena yang


digunakan sebagai tas plastik, pembungkus makanan, dan botol. Pasangan elektron
ekstra dari ikatan rangkap dua pada tiap monomer etilena digunakan untuk membentuk
6.

10

Menurut jenis reaksi adisi ini, monomer-monomer yang mengandung ikatan


rangkap dua saling bergabung, satu monomer masuk ke monomer yang lain,
membentuk rantai panjang. Produk yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi adisi
mengandung semua atom dari monomer awal. Berdasarkan Gambar 1, yang dimaksud
polimerisasi adisi adalah polimer yang terbentuk dari reaksi polimerisasi disertai dengan
pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomer-monomernya yang
membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini tidak disertai terbentuknya molekulmolekul kecil seperti H2O atau NH3.
Contoh lain dari polimer adisi diilustrasikan pada Gambar 2. Suatu film plastik
yang tipis terbuat dari monomer etilen dan permen karet dapat dibentuk dari monomer
vinil asetat.

Gambar 7. Polietilen dan polivinil asetat adalah contoh polimer yang dibuat melalui
polimerisasi adisi.
Dalam reaksi polimerisasi adisi, umumnya melibatkan reaksi rantai. Mekanisme
polimerisasiadisi dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

11

Tabel 1. Tahap Mekanisme Polimerisasi Adisi

Sebagai contoh mekanisme polimerisasi adisi dari pembentukan polietilena:


a) Inisiasi, untuk tahap pertama ini dimulai dari penguraian inisiator dan adisi molekul
monomer pada salah satu radikal bebas yang terbentuk. Bila kita nyatakan radikal
bebas yang terbentuk dari inisiator sebagai R, dan molekul monomer dinyatakan
dengan CH2 = CH2, maka tahap inisiasi dapat digambarkan sebagai berikut:

b) Propagasi, dalam tahap ini terjadi reaksi adisi molekul monomer pada radikal
monomer yang terbentuk dalam tahap inisiasi.

Bila proses dilanjutkan, akan terbentuk molekul polimer yang besar, dimana
ikatan rangkap C = C dalam monomer etilena akan berubah menjadi ikatan tunggal C
C pada polimer polietilena

12

c) Terminasi, dapat terjadi melalui reaksi antara radikal polimer yang sedang tumbuh
dengan radikal mula-mula yang terbentuk dari inisiator (R) CH2 CH2 + R
CH2 CH2- R atau antara radikal polimer yang sedang tumbuh dengan radikal
polimer lainnya,
sehingga akan membentuk polimer dengan berat molekul tinggi R-(CH2)n-CH2 +
CH2-(CH2)n-RR(CH2)n-CH2CH2-(CH2)n-R. Beberapa contoh polimer yang
terbentuk dari polimerisasi adisi dan reaksinya antara lain.

Polivinil kloridan
CH2 = CHCl [ - CH2 - CHCl - CH2 - CHCl - ]n Vinil klorida polivinil klorida
Poliakrilonitriln
CH2 = CHCN[ - CH2 - CHCN - ]n
Polistirena

2. Polimer Kondensasi

13

Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang
sama atau monomer yang
berbeda.
polimerisasi

Dalam
kondensasi

kadang-kadang disertai dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau
HCl. Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi
secara adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang
dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air
dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus mempunyai
dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya dari
rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut reaksi kondensasi. Dalam
polimerisasi kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung
dengan gugus -OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air. Reaksi
kondensasi yang digunakan untuk membuat satu jenis nilon ditunjukkan pada Gambar 3
dan Gambar 4.

Gambar 8. Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda yaitu 1,6


diaminoheksana dan asam adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon.
Nylon diberi nama menurut jumlah atom karbon pada setiap unit monomer. Dalam
gambar ini, ada enam atom karbon di setiap monomer, maka jenis nylon ini disebut
nylon 66.

14

Gambar 9. Pembuatan Nylon 66 yang sangat mudah di laboratorium.


Contoh lain dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah bakelit yang bersifat keras,
dandracon, yang digunakan sebagai serat pakaian dan karpet, pendukung pada tape
audio dan tape video, dan kantong plastik. Monomer yang dapat mengalami reaksi
polimerisasi secara kondensasi adalah monomer-monomer yang mempunyai gugus
fungsi, seperti gugus -OH; -COOH; dan NH3.

2.3

Penggolongan Polimer
Dari berbagai jenis polimer yang banyak kita jumpai, polimer dapat digolongkan

berdasarkan asalnya, pembuatannya, jenis monomer, sifatnya terhadap panas dan reaksi
pembentukannya.
a. Penggolongan Primer berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya, polimer dapat dibedakan atas polimer alam dan polimer
sintesis.
1) Polimer Alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari makhluk
hidup. Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini:

No

Polimer

Monomer
15

Polimerisasi

Contoh

1.

Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2.

Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas


Susu, Daging, Telur, Wol,

3.

Protein

Asam amino

Kondensasi

4.

Asam nukleat

Nukleotida

Kondensasi

Sutera
Molekul DNA dan RNA (sel)

5.

Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

Tabel 2. Contoh Polimer Alam

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet alam kadangkadang cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut dapat terjadi karena karet
alam tidak tahan terhadap minyak bensin atau minyak tanah serta lama terbuka di udara.
Contoh lain, sutera dan wol merupakan senyawa protein bahan makanan bakteri,
sehingga wol dan sutera cepat rusak. Umumnya polimer alam mempunyai sifat
hidrofilik (suka air), sukar dilebur dan sukar dicetak, sehingga sangat sukar
mengembangkan fungsi polimer alam untuk tujuan-tujuan yang lebih luas dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari.
2) Polimer Sintesis
Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam
dan harus dibuat oleh manusia. Sampai saat ini, para ahli kimia polimer telah
melakukan penelitian struktur molekul alam guna mengembangkan polimer sintesisnya.
Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan polimer sintesis yang dapat dirancang sifatsifatnya, seperti tinggi rendahnya titik lebur, kelenturan dan kekerasannya, serta
ketahanannya terhadap zat kimia. Tujuannya, agar diperoleh polimer sintesis yang
penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer sintesis yang telah dikembangkan guna
kepentingan komersil, misalnya pembentukan serat untuk benang kain dan produksi ban
yang elastis terhadap jalan raya. Ahli kimia saat ini sudah berhasil mengembangkan

16

beratus-ratus jenis polimer sintesis untuk tujuan yang lebih luas. Contoh polimer
sintesis dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
No

Polimer

Monomer

Terdapat pada

1.

Polietena

Etena

Kantung, kabel plastik

2.

Polipropena

Propena

Tali, karung, botol plastik

3.

PVC

Vinil klorida

Pipa paralon, pelapis lantai

4.

Polivinil alcohol

Vinil alcohol

Bak air

5.

Teflon

Tetrafluroetena
Metil tereftalat dan

Wajan atau panci anti lengket


Pipa rekam magnetik, kain atau tekstil

6.

Dakron

etilene glikol
Asam adipat dan

(wol sintetis)

heksametilena
7.

Nilon

diamin

Tekstil

8.

Polibutadiena

Butadiena
Ester dan etilena

Ban motor

9.

Poliester

glikol

Ban mobil

10.

Melamin

Fenol frmaldehida
Metoksi benzena

Piring dan gelas melamin

dan alcohol
11.

Epoksi resin

sekunder

Penyalut cat (cat epoksi)

Tabel 3. Contoh Polimer Sintetis

b. Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya


Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat terdiri atas homopolimer dan
kopolimer.
1) Homopolimer
Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya, selulosa
dan protein.
(-P-P-P-P-P-P-P-P-)n

17

Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu berikatan


membentuk polimer yang berikatan tunggal.
2) Kopolimer
Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang monomernya
tidak sejenis. Contoh dakron, nilon-66, melamin (fenol formaldehida). Proses
pembentukan polimer berlangsung dengan suhu dan tekanan tinggi atau dibantu
dengan katalis, namun tanpa katalis strukyur molekul yang terbentuk tidak
beraturan. Jadi, fungsi katalis adalah untuk mengendalikan proses pembentukan
struktur molekul polimer agar lebih teratur sehingga sifat-sifat polimer yang
diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Contoh struktur rantai molekul polimer
tidak beraturan 9 produk polimerisasi tanpa katalis) adalah sebagai berikut :
(-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)
Kopolimer tidak beraturan
Pada proses pembentukan polimer yang digunakan katalis, struktur molekul
yang terbentukakan beraturan. Contoh struktur rantai molekul polimer teratur
(produk polimerisasi dengan katalis)adalah sebagai berikut :
- Sistem blok : (-P-P-P-S-S-S-P-P-P-S-S-S-)n (Kopolimer blok)
- Sistem berseling : (-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-)n (Kopolimer berseling)

c. Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas


Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat dibedakan atas polimer
termoplas (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer termosting (tahan panas,
seperti melamin).
1) Polimer termoplas

18

Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer tersebut
apabila dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak
kembali (didaur ulang). Contohnya polietilene, polipropilena, dan PVC.

2) Polimer termosting
Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer tersebut apabila
dipanaskan tidak akan meleleh (sukar melunak), dan sukar didaur ulang. Contohnya
melamin dan bakelit.

2.4

Berbagai macam polimer


Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan.

Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita:


1. Karet Sintesis
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli
kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat
perolehan kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar monomer,
seperti butadiene dan stirena dengan cara kopolimerisasi.
Polibutadiena-stirena disebut juga dengan Buna atau nama dagangnya SBR
(stirena-butadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu Buna-N dan Buna-S. tidak
seperti polimer lain yang monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebut merupakan karet sintetis yang
kuat hampir menyamai karet alam karena resisten oksidasi dan abrasi dibandingkan
karet alam. SBR mengandung ikatan rangkap dan dapat dicross-linked kan dengan

19

sulfur dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak digunakan sebagai ban
mobil.
Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang menahan
rantai-rantai polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet tersebut akan
kembali pada bentuk semula setelah meregang. Karet sintetis lain adalah neoprene
yang berasal dari monomer kloropropena, polibutadiena, dan Thiokol.
2. Serat Sintetis
Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat
(selulosa), dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat
memiliki polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester (dakron).
Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat, sangat
lentur dan transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis dan
membuat lembaran film tipis yang dalam perdagangan disebut mylar. Mylar banyak
digunakan untuk pita rekam magnetic dan untuk membuat gelembung balon yang
dimanfaatkan dalam penelitian cuaca di atmosfer.
Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi. Disebut nilon-66
karena polimernya tersusun dari enam atom C dari 1,6-heksametilena diamina dan
enam atom C darimolekul asam 1,6 heksanadioat. Nilon-66 digunakan untuk serat
kain.
3. Orlon
Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini
merupakan serat sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran wol,
karpet, dan kaus kaki.
4. Plastik
Plastik merupakan polimer sintetis yang paling populer karena banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

20

Berdasarkan jenis monomernya, ada beberapa jenis plastik yaitu sebagai


berikut :
a) Polietena (Polietilena)
Polietilena merupakan polimer plastik yang sifatnya ulet (liat), massa jenis
rendah, lentur, sukar rusak apabila lama dalam keadaan terbuka di udara maupun
apabila terkena tanah lumpur, tetapi tidak tahan panas. Polietena adalah plastik
yang banyak diproduksi, dicetak lembaran untuk kantong plastik, pembungkus
halaman, ember, dsb.
b) Polipropena (Polipropilena)
Polipropena mempunyai sifat yang sama dengan polietena. Oleh karena
plastik ini juga banyak diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar dari polietena
dan lebih tahan panas serta tahan terhadap reaksi asam dan basa. Plastik ini juga
digunakan untuk membuat botol plastik, karung, bakair, tali, dan kanel listrik
(insulator).
c) PVC (Polivinil Klorida)
PVC mempunyai sifat keras dan kaku digunakan untuk membuat pipa
plastik, pipa paralon, pipakabel listrik, kulit sintetis, dan ubin plastik.
d) Teflon (Tetrafluoroetena)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan terhadap
bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket), pelapis
tangki di pabrik kimia, pipa antipatah, dan kabel listrik.
e) Bakelit (Fenol Formaldehida)
Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis monomer, yaitu
fenol dan formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik leburnya sangat tinggi
dantahan api. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang tahan
suhu tinggi, misalnya asbak dan fiting lampu listrik.
f) Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass.
Polimetil metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil
metakrilat (H2C = CH-COOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan

21

transparan. Polimer ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan lampu
belakang mobil.
2.5

Kegunaan Polimer
Kegunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :
a) Plastik Polietilentereftalat (PET)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang transparan dengan
daya tahan kuat, tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan tidak rapuh.
Dalam hal penggunaannya, plastik PET menempati urutan pertama. Penggunannya
sekitar 72 % sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang baik. Plastik PET
merupakan poliester yang dapat dicampur dengan polimer alam seperti: sutera, wol
dan katun untuk menghasilkan bahan pakaian yang bersifat tahan lama dan mudah
perawatannya.
b) Plastik Polietena/Polietilena (PE)
Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene (LDPE) dan High
Density Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak digunakan sebagai kantung
plastik serta pembungkus makanan dan barang.
Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan anakanak, pipa yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta piringan
hitam.
c) Polivinil Klorida (PVC)
Plastik PVC bersifat termo plastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga
bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik
PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan untuk
membuat konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja,
lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil. Adapun plastic bentuk
fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik.

22

Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68%
digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
d) Plastik Nilon
Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya seperti
pembentukan protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh Wallace
Carothers dari Du Pont Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam adipat
dan heksametilendiamin. Plastik yang bersifat sangat Kuat (tidak cepat rusak) dan
halus ini banyak digunakan untuk pakaian, peralatan kemah dan panjat tebing,
peralatan rumah tangga serta peralatan laboratorium.
e) Karet Sintetik
Karet Sintetik yang terkenal adalah Styrene Butadiene Rubber (SBR), suatu
polimer yang terbentuk dari reaksi polemerisasi antara stirena dan 1,3-butadiena.
Karet sintetik ini banyak digunakan untuk membuat ban kendaraan karena memiliki
kekuatan yang baik dan tidak mengembang apabila terkena minyak atau bensin.
f) Wol
Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut. Struktur
protein wol yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik, namun kadangkadang menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam pencucian. Oleh karena
itu, wol dicampur dengan PET untuk menghasilkan kain yang bermutu baik dan
tidak mengerut pada saat pencucian.
g) Kapas
Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling banyak
digunakan (hampir 50% pemakaian serat alami berasal dari kapas). Kain katun
dibuat dari serat kapas dengan perlakuan kimia sehingga menghasilkan kain yang
kuat, enak dipakai, dan mudah perawatannya.
2.6

Penanganan Penggunaan Polimer (Limbah Plastik)

23

Sekitar 20% volum sampah perkotaan berupa limbah plastik. Pada umumnya,
sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan sampah. Oleh karena limbah plastik itu
tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, akibatnya kita terus menerus memerlukan
areal untuk pembuangan sampah. Meskipun tidak beracun, limbah plastik dapat
menyebabkan pencemaran tanah, selain merusak pemandangan.Beberapa cara yang
dapat ditempuh dalam mengatasi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang (recycle),
dengan incinerasi dan dengan membuat plastik yang dapat mengalami biodegradasi.
1) Daur Ulang (Recycle)
Penanganan limbah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang.
Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui
tahap-tahap pengumpulan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan
paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Keduatahapan ini akan lebih
mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin tinggi ikut berpartisipasi, yaitu
ketika membuang sampah plastik.
Dewasa ini plastik yang cukup banyak di daur ulang adalah jenis HDPE dan
botol- botol plastik.
2) Incinerasi (Incineration)
Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada
suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi,
sehingga dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik.
Beberapa pembangkit listrik membakar batu bara yang dicampur beberapa persen
ban dan plastik bekas. Akan tetapi pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah
baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas
HCl yang bersifat korosif/racun. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam
yang sangat pekat dan gas-gas yang bersifat korosif.

24

Gas- gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yangpaling
serius adalah dibebaskannya gas Dioksin yang sangat beracun pada pembakaran
senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus
dilakukan dengan pengontrolan yangbaik untuk mengurangi polusi udara.
3) Plastik Yang Mudah Diuraikan Mikroorganisme (Biodegradable Plastics)
Sekitar setengah dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. karena itu,
sangat baik jika dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal ini diupayakan
dan mulai dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar Amilum
(Zat Tepung). Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat
enggan untuk membayar lebih.

BAB III
PROSES
3.1 Proses Pembuatan Stryne dari Ethyl Benzene
Styrene [ 100-42-5 ] , juga dikenal sebagai phenylethylene, vinylbenzene, Styrol
, atau cinnamene, C6H5-CH=CH2, adalah monomer aromatik tak jenuh yang penting
dalam industri. Hal ini terjadi secara alami dalam jumlah kecil di beberapa tanaman dan
makanan. Pada abad kesembilan belas, styrene diisolasi dengan destilasi dari storax
balsam alami. Styrene diidentifikasi ada dalam kayu manis, biji kopi, dan kacang tanah,
dan juga ditemukan di tar batubara .
Pengembangan proses komersial untuk pembuatan styrene berdasarkan
dehidrogenasi etil benzena terjadi pada 1930-an . Kebutuhan untuk styrene-butadiene
25

rubber sintetik selama Perang Dunia II memberikan dorongan untuk produksi skala
besar. Setelah tahun 1946, kapasitas ini menjadi tersedia untuk pembuatan monomer
dengan kemurnian tinggi yang dapat dipolimerisasi dengan stabil, jernih, tidak
berwarna, dan plastik murah. Penggunaan plastik berbasis stirena berkembang pesat,
dan polystyrene sekarang salah satu termoplastik yang paling murah secara biaya per
volume.
Styrene sendiri adalah cairan yang dapat ditangani dengan mudah dan aman.
Aktivitas gugus vinil membuat styrene mudah untuk polimerisasi dan copolymerisasi.
Ketika teknologi tepat guna menjadi tersedia melalui lisensi stirena dengan cepat
berubah menjadi komoditas kimia massal, tumbuh dengan kapasitas di seluruh dunia
diperkirakan mencapai 17 106 t / a pada tahun 1993.
Reaksi yang paling penting dari styrene adalah polimerisasi untuk polistiren, dan
juga copolymerizes dengan monomer lainnya. Kopolimerisasi dengan butadiena untuk
memberikan karet sintetis Buna S adalah reaksi yang awalnya menyebabkan
perkembangan industri styrene.
Oksidasi stirena di udara adalah sesuatu khusus yang penting. Reaksi
menyebabkan massa molekul peroksida yang tinggi dengan cara radikal bebas. Styrene
juga dioksidasi menjadi berbagai senyawa lain, termasuk benzaldehida, formaldehida,
dan asam format.

Gambar10.Reaksi alkena khas lainnya yang diamati dengan oksidator kuat

Styrene merupakan bahan perantara untuk beberapa senyawa organik pembentuk


polymer seperti pembuatan senyawa high impact (rubber modified) polystyrene,

26

polystyrene resin, ABS resin emulsi polymer dan lainnya. Styrene juga digunakan
sebagai bahan baku pembuatan styrene acrylonitrile.

3.2 Reaksi Kimia Stryne


Styrene dapat dihasilkan oleh reaksi dehidrogenasi etilbenzene dengan
menggunakan bantuan katalisator padat alumina. Reaksi dehidrogenasi ini
adalah sebagai berikut:

C6H5CH2CH3

===>

C6H5CH=CH2 + H2

Reaksi dehidrogenasi etilbenzene berlangsung pada fasa gas dengan


kondisi operasi tekanan atmosferic dan suhu sekitar 600C dengan konversi
reaksi mencapai 49.5%. Selain terjadi reaksi utama terjadi juga reaksi samping
pembentukan toluene dan benzene. Reaksi yang terjadi bersifat endotermis.
Reaktor yang digunakan adalah reaktor fixedbed adiabatis .

3.3 Diagram Alir Pembuatan Stryne dari Ethyl Benzene

27

Gambar 11. Diagram Alir Stryne dari Ethyl Benzene

3.4 Uraian Proses


Etilbenzene dari tangki penyimpan dialirkan ke vaporizer bersama dengan
etilbenzene yang berasal dari arus recycle hasil atas menara distilasi 02. Uap
Etilbenzene kemudian dipanaskan di preheater bersama steam kemudian diumpankan ke
dalam reactor fixedbed sehingga suhu umpan sekitar 600C.
Di dalam reaktor terjadi reaksi dehidrogenasi yang bersifat endotermis (butuh
panas) sehingga suhu keluar reaktor lebih rendah dari suhu umpan. Hasil reaksi
kemudian diumpankan ke dalam condenser parsial yang menurunkan suhu menjadi
40C sehingga senyawa yang mempunyai titik didih tinggi mengembun sedangkan
hydrogen tetap dalam fase gas sehingga dapat dipisahkan di separator. Cairan dari
separator diumpankan ke dalam decanter untuk memisahkan air dari larutan organic.

28

Senyawa organic yang keluar sebagai fase ringan decanter kemudian diumpankan ke
dalam menara distilasi 01.
Menara distilasi 01 digunakan untuk memisahkan benzene dan toluene yang
merupakan hasil samping reaksi, sehingga akan diperoleh sebagai hasil atas yang
kemudian ditampung di tangki penyimpan sebagai produk samping. Hasil bawah yang
berupa Etilbenzene dan Styrene kemudian diumpankan ke dalam menara distilasi 02
untuk memisahkan Etilbenzene dari styrene.
Hasil atas menara distilasi 02 berupa senyawa Etilbenzene kemudian direcycle
ke dalam vaporizer untuk diuapkan bersama Etilbenzene umpan segar. Hasil bawah
yang berupa senyawa Styrene kemudian ditampung di tangki produk.

BAB IV
APLIKASI POLIMER
4.1 Aplikasi Polimer Di Industri
Berikut ini adalah aplikasi dari polimer itu sendiri dalam industri :
1.

Polimer komersial (commodity polymers). Polimer ini dihasilkan di negara


berkembang, harganya murah dan banyak dipakai dalam kehidupan sehari hari,
Contohnya

yaitu: Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinil

klorida (PVC), melamin formaldehid.

29

2.

Polimer teknik (engineering polymers). Polimer ini sebagian dihasilkan di


negara berkembang dan sebagian lagi di Negara maju. Polimer ini cukup mahal dan
canggih dengan

sifat

mekanik

yang

unggul

dan daya tahan yang lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang

transportasi

(mobil, truk, kapal udara), bahan bangunan (pipa ledeng), barang- barang listrik dan
elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan barang-barang konsumsi.
Contohnya: Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester.
3.

Polimer

fungsional

(functional

polymers). Polimer ini

dihasilkan

dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk tujuankhusus dengan produksinya
dalam skala kecil. Contohnya yaitu: kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus
dan foton, polimer pekacahaya, membran, biopolimer.

BAB V
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Polimer ialah rangkaian atom yang panjang dan berulang-ulang dan dihasilkan
dari sambungan beberapa molekul lain yang dinamakan monomer. Bahan-bahan yang
berasal dari polimer adalah PVC (Polyvinil Clorida), PE (Polyethylen), PTFE
(Polytetrafluoroethylen), dan Rubber (Karet). Reaksi pembentukan polimer terbagi
menjadi dua, yaitu : Polimerisasi Adisi dan Polimerisasi Kondensasi. Polimer dapat
digolongkan berdasarkan asalnya, pembuatannya, jenis monomer, sifatnya terhadap
panas dan reaksi pembentukannya.

30

Kegunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari adalah menghasilkan kain yang


kuat, enak dipakai, dan mudah perawatannya, untuk membuat selang plastik dan isolasi
listrik, untuk membuat konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC (paralon),
meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil, sebagai kemasan
minuman dengan kualitas yang baik, dan lain-lain. Adapun cara penanganannya dengan
tiga cara, yaitu daur ulang, insenerasi dan biodegradable.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.docstoc.com/docs/26656042/SENYAWA-POLIMER
2. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/klasifikasi3.
4.
5.
6.

polimer/polimer-berdasarkan-reaksi-pembentukannya/
http://blowwgor-bioku.blogspot.com/2011/11/polimer-dan-penangananya.html
http://www.scribd.com/doc/111908626/polimer-makalah-1
http://andrikurniawan8.blogspot.com/2013/11/makalah-polimer-xii-smka.html
http://terupdatedanterbaru.blogspot.com/2014/06/macam-macam-polimer-dancontohnya.html

31