Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Pada prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian besar
yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada faktor-faktor yang
ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain tidak ada
satu makhluk hidup pun di dunia ini yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor
lainnya (A.J.McNaughton,1990)..
Semua atau setiap faktor yang mempengaruhi terhadap kehidupan dari suatu organisme
dalam proses perkembangan disebut faktor lingkungan.Tumbuhan dan juga hewan dalam
ekosistem membentuk bagian hidup atau komponen biotik,komponen ini (jenis-jenisnya) akan
bertoleransi terhadap kondisi lingkungan tertentu.Dalam hal ini tidak ada organisasi hidup berada
dalam keadaan yang berdiri sendiri,terus mempunyai kondisi-kondisi lingkungan yang
menentukan kehidupannya (A.J.McNaughton,1990)..
Suatu lingkungan bersifat tiga dimensi ruang dan berkembang berdasarkan waktu.Ini
tidak berarti bahwa linhkungan adalah seragam baik dalam waktu ruang maupun waktu.Pada
kenyataannya faktor lingkungan alami selalu memperlihatkan perubahan baik secara vertikal
maupun lateral,dan dkaitkan dengan waktu,mereka memoerlihatkan variasi baik secara harian
maupun tahunan.Dengan demikian waktu dan ruang lebih tepat dikatakan sebagai dimensi dari
lingkungn ,jadi bukan merupakan faktor atau komponen lingkungan (A.J.McNaughton,1990).
Faktor

luar

yang

mempengaruhi

kehidupan

makhluk

hidup

ini

disebut

dengan lingkungan. Manusia sebagai makhluk hidup telah terlibat dan tertarik dengan masalahmasalah lingkungan sejak dahulu kala walaupun mereka tidak mengerti perkataan ekologi itu
sendiri. Dalam masyarakat primitif setiap individu untuk dapat bertahan hidup memerlukan
pengetahuan terhadap alam lingkungannya. Alam lingkungan (environment) ialah alam diluar
organisma yang efektif mempengaruhi kehidupan organisma tersebut. Setiap tanaman
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian ini berguna untuk mempertahankan
hidupnya (Purtasih,2010).
Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis
menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting
jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau

optimum menurut batas-batas toleransinya. Sifat toleransi dan penyesuaian diri yang
diperlihatkan oleh tumbuh-tumbuhan atau bagian dari anggota tubuhnya terhadap sesuatu
perubahan kondisi atau keadaan dari faktor-faktor lingkungan tertentu dinamakan adaptasi, yang
dapat diperoleh secara heriditer (dikontrol secara genetis) atau oleh induksi sesuatu factor
lingkungan dan habitatnya (Purtasih,2010).
Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan kisarannya untuk suatu tumbuh-tumbuhan
berbeda-beda, karena satu jenis tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda
menurut habitat dan waktu yang berlainan. Tetapi pada dasarnya secara alami kehidupannya
dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien dan
faktor fisik, misalnya suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan
terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan tersebut (Purtasih,2010).
Daftar Pustaka
A.J.McNaughton-Larry L.Wolf.1990.Ekologi Umum Edisi Kedua.Yogyakarta:Gajah Mada
University Press.
Purtasih,M.Pd.2010.Diktat Ekologi Tumbuhan.
Heddy,Suwasono.Kurniati,Metty.1994.Prinsip-Prinsip Dasar Ekologi : Suatu Bahasan Tentang
Kaidah Ekologi dan Penerapannya.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada