Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kimia
Dalam Pertambangan. Makalah diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Dasar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini.
Dalam makalah ini penulis menyadari bahwa banyak terdapat kesalahan-kesalahan
dan kekurangan, oleh karena itu agar dapat di maklumi adanya. Semoga makalah ini
memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.

Palangkaraya, 29 Desember 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................................
......................................................................................................................................i
DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang........................................................................................................


......................................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................
......................................................................................................................................2
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan................................................................................
......................................................................................................................................2
1.4 Metodologi Pembahasan.........................................................................................
......................................................................................................................................2
BAB II

LANDASAN TEORI..........................................................................................

......................................................................................................................................3
2.1 Pengertian Ilmu Kimia...........................................................................................
2.2 Pengertian Ilmu Pertambangan...............................................................................
BAB III PEMBAHASAN.................................................................................................
......................................................................................................................................4
3.1 Pengaruh Ilmu Kimia Dalam Bidang Pertambangan............................................
3.2 Peranan Positif Ilmu Kimia Dalam Pertambangan.................................................
.....................................................................................................................................6
3.3 Peranan Negatif Ilmu Kimia Dalam Pertambangan...............................................
.....................................................................................................................................7

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan.............................................................................................................
....................................................................................................................................10
4.2 Kata Penutup..........................................................................................................
....................................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
.....................................................................................................................................11

BAB I
i

i
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mengingat pentingnya manfaat ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari,tidaklah
mengherankan apabila di kemudian hari ilmu kimia terus dikembangkan. Berbagai
penelitian tentang apapun terus dilakukan. Penemuan terus dilahirkan, itu semua
bertujuan untuk kemashlahatan kehidupan masyarakat banyak. Berbanding terbalik
dengan ilmu kimia yang cenderung tidak banyak disukai, tetapi manfaat ilmu kimia justru
diminati dan dibutuhkan oleh manusia itu sendiri.
Ilmu kimia memiliki kedudukan yang sangat penting dan diperlukan oleh bidang ilmu
lainnya. Beberapa manfaat yang sebenarnya itu merupakan manfaat ilmu kimia dalam
kehidupan manusia bahkan tidak begitu disadari. Salah satu bidang ilmu yang
membutuhkan manfaat ilmu kimia adalah bidang ilmu pertambangan.
Dalam bidang pertambangan,ilmu kimia sangat bermanfaat berkaitan dengan
penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan. Proses penentuan unsur-unsur yang
menyusun mineral dan tahan pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar
ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dapat membantu memahami serta mengerti temuan para
peneliti tentang bebatuan dan benda-benda alam.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa peranan ilmu kimia dalam bidang ilmu pertambangan?
2. Bagaimana dampak kimia dalam ilmu pertambangan bagi lingkungan?
3. Mengapa ilmu kimia penting dalam bidang ilmu pertambangan?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan


1. Mengetahui peranan ilmu kimia dalam bidang ilmu pertambangan.
2. Mengetahui dampak kimia dalam ilmu pertambangan bagi lingkungan.
3. Mengetahui pentingnyta ilmu kimia dalam bidang ilmu pertambangan

1.4 Metode Pembahasan


Dalam hal ini penulis menggunakan media internet, yaitu penelitian yang
dilakukan melalui media internet ,mengumpulkan data-data dan keterangan melalui
internet dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Ilmu Kimia


Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau
materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi
mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari
pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan
tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya

ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya
antaratom dan ikatan kimia.
Kimia sering disebut sebagai ilmu sesat karena menghubungkan berbagai ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika,
pertambangan dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang
memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik
melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
2.2 Pengertian Ilmu pertambangan
Pertambangan

adalah

rangkaian

kegiatan

dalam

rangka

upaya

pencarian,

penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral,


batubara, panas bumi, migas).
Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep
Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :

Penyelidikan Umum (prospecting)

Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci

Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)

Persiapan produksi (development, construction)

Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)

Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan

Pengolahan (mineral dressing)

Pemurnian / metalurgi ekstraksi

Pemasaran

Corporate Social Responsibility (CSR)

Pengakhiran Tambang (Mine Closure)

Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang
berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik
dan benar (good mining practice).

BAB III
PEMBAHASAN

1.1 Pengaruh Ilmu Kimia Dalam Bidang Pertambangan


Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang
saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan
yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan
negara selama bertahun-tahun.Oleh karena itu bisa pertambangan tidak dapat lepas
peranannya dari bumi ini.
Dalam pertambangan banyak sekali cara dan inovasi yang dilakukan untuk membantu
setiap proses yang ada dari mulai bahan galian yang tidak mempunyai nilai yang
maksimal hingga proses penyempurnaan hasil tambang yang maksimal.Salah satunya
dengan mengaitkan ilmu kimia di dalamnya untuk membantu setiap proses
pertambangan yang ada.
Sebelum dari adanya pertambangan pun ilmu kimia sudah ikut berperan dalam
penentuan bahan galian dalam menentukan jenis galian dan komposisi materi dalam

batuan dan mineral yang akhirnya akan dapat diolah menjadi hasil tambang.Berlanjut ke
tahap berikutnya yaitu teknik peledakan dan juga proses proses lainnya yang
menggunakan ilmu kimia.
Dalam pembukaan lahan tambang khususnya dalam pertambangan yang di dominasi
batuan sangat diperlukan sebuah teknik untuk mempermudah membuka lapisan lapisan
yang tidak dibutuhkan sebelum mengambil bahan galian yang dicari.Dengan teknik
peledakan atau dalam istilah pertambangan di sebut blasting adalah salah satu contoh
adanya juga peranan kimia dalam pertambangan.Dalam peledakan tentu tidak lepas dari
campuran campuran bahan kimia di dalamnya.
Namun disamping itu,ilmu kimia digunakan tidak hanya sebatas sebagai pencari
mineral dan peledakan ,bahan bahan kimia juga digunakan dalam membantu prosesproses pembentukan mineral hasil tambang dari perut bumi yang akan di olah agar
memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, ilmu kimia
memiliki dampak-dampak dalam pertambangan maupun kehidupan lingkungan sekitar.
Baik dampak positif maupun dampak negatif.
1.2 Peranan Positif Ilmu Kimia Dalam Pertambangan
Dalam ilmu pertambangan, ilmu kimia berperan aktif dalam terciptanya mineral yang
utuh. Dalam pengambilan sebuah mineral dari perut bumi, tidaklah mungkin sebuah
mineral yang di ambil dari dalam perut bumi akan utuh tanpa adanya batu-batuan lain
yang menempel padanya.
Maka dari itu ilmu kimia sangat berperan aktif dalam beberapa proses pengolahan
logam mineral yang di ambil untuk di manfaatkan dari dalam perut bumi. Cara - cara
refining atau penyempurnaan bahan galian tambang yang menggunakan bahan kimia
sebagai bahan pembantu dalam pengolahannya adalah sebagai berikut;
1. Refining Untuk Logam.

SMELTING ( peleburan )
Smelting (peleburan) adalah proses reduksi bijih ( abu hasil roasting atau
cake hasil electrowinning ) pada suhu tinggi ( 1.200 oC ) hingga mendapatkan
material lelehan. Dengan menambahkan Flux formula, salah satunya Borax -

Sodium Borate ( Na2B4O7. 10H2O ) sebagai bahan kimia tambahan untuk


proses smelting. Fungsi borax dalam proses smelting yaitu mengikat kotoran
penggangu selain logam ( slag / terak ). Sehingga ketika mencair, matte
( logam lelehan ) akan berada di bawah sedangkan bagian atas disebut slag /
terak yang ditangkap oleh silika berupa semacam kaca yang mudah untuk
dipecahkan. Produk reduksi selama proses pelelehan disebut Dore bullion
(Au-Ag alloy).

SIZE REDUCTION ( Pengecilan ukuran )


Size reduction (pengecilan ukuran) yaitu mereduksi dore bullion (Au-Ag
alloy) yang masih berukuran besar menjadi butiran-butiran kecil, sebelum
diproses ke tahap parting. Idealnya besaran butiran sekitar diameter 2-3 mm
dengan kadar emas 25% atau kurang. Bila perlu dilakukan Quartering, yaitu
menurunkan kadar emas dengan penambahan yang tepat dari tembaga atau
perak agar tercapai kadar emas 25%.
Proses ini dilakukan berdasarkan proses perlakuan kimia untuk bahan
fase padat yang umumnya sangat dipengaruhi oleh luas permukaan dari bahan
padat tersebut. Semakin luas permukaannya, maka perlakuan kimia akan
semakin baik. Dimana luas permukaan dari suatu bahan padat berhubungan
erat dengan ukuran dari bahan tersebut, artinya semakin kecil ukuran dari
bahan padat, maka permukaannya akan semakin luas.

2. Refining Untuk Emas

METODE CIP
Mengolah emas dengan metode CIP didasarkan kenyataaan bahwa emas
dapat membentuk senyawa kompleks dengan sianida. Proses tahap awalnya,

emas yang masih berupa ore ( bijih ) ditambang pada suatu lokasi
penambangan. Ore tersebut selanjutnya dihancurkan hingga halus kemudian
dicampur dengan air ( disebut pulp ). Pulp lalu dimasukan ke dalam tangki
agitator, dan ditambahkan sianida ke dalamnya. Sianida inilah yang akan
membentuk senyawa kompleks emas-sianida yang nantinya akan diserap oleh
karbon aktif.
Karbon aktif yang dipergunakan dapat berasal dari arang batok kelapa,
maupun arang kayu atau batu bara. Yang paling banyak dipakai adalah karbon
aktif granular dari arang batok kelapa. Untuk kualitas baik, setiap kg karbon
aktif memiliki daya adsorbsi emas hingga 8 16 g, namun kualitas karbon
aktif yang tersedia dipasaran rata-rata hanya mampu mengadsorpsi berkisar 2
5 g emas untuk setiap kg-nya.

Proses Amalgamasi
Dalam proses ini bahan kimia yaitu merkuri (Hg) digunakan sebagai
media untuk mengikat emas yang tercampur dingan bahan - bahan lainnya
sehingga dapat diperoleh emas yang murni.

1.3 Peranan Negatif Ilmu Kimia Dalam Pertambangan


Meskipun ilmu kimia sangat dibutuhkan dalam proses proses pengolahan
mineral dalam pertambangan, akan tetapi dibalik semua itu terdapat juga peranan
negatif yang dihasilkan dari proses pengolahan yang menggunakan zat-zat kimia

tersebut. Kurangnya perhatian perusahaan tambang akan dampak dari penggunaan


zat-zat kimia hasil pengolahan menjadi faktor kuat penyebab kerusakan lingkungan
sekitar tambang.
Sebagai contoh, pada kegiatan usaha pertambangan emas skala kecil,
pengolahan bijih dilakukan dengan proses amalgamasi di mana merkuri (Hg)
digunakan sebagai media untuk mengikat emas. Mengingat sifat merkuri yang
berbahaya, maka penyebaran logam ini perlu diawasi agar penanggulangannya dapat
dilakukan sedini mungkin secara terarah. Selain itu, untuk menekan jumlah limbah
merkuri, maka perlu dilakukan perbaikan sistem pengolahan yang dapat menekan
jumlah limbah yang dihasilkan akibat pengolahan dan pemurnian emas.
Sedangkan pertambangan skala besar, tailing yang dihasilkan lebih banyak
lagi. Pelaku tambang selalu mengincar bahan tambang yang tersimpan jauh di dalam
tanah, karena jumlahnya lebih banyak dan memiliki kualitas lebih baik. Untuk
mencapai wilayah konsentrasi mineral di dalam tanah, perusahaan tambang
melakukan penggalian dimulai dengan mengupas tanah bagian atas (top soil). Top
Soil kemudian disimpan di suatu tempat agar bisa digunakan lagi untuk penghijauan
setelah penambangan. Tahapan selanjutnya adalah menggali batuan yang mengandung
mineral tertentu, untuk selanjutnya dibawa ke processing plant dan diolah. Pada saat
pemrosesan inilah tailing dihasilkan. Sebagai limbah sisa batuan dalam tanah, tailing
pasti memiliki kandungan logam lain ketika dibuang.
Limbah tailing merupakan produk samping, reagen sisa, serta hasil
pengolahan pertambangan yang tidak diperlukan. Tailing hasil penambangan emas
biasanya mengandung mineral inert (tidak aktif). Mineral tersebut antara lain: kwarsa,
kalsit dan berbagai jenis aluminosilikat. Tailing hasil penambangan emas
mengandung salah satu atau lebih bahan berbahaya beracun seperti Arsen (As),
Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Sianida (CN) dan lainnya. Sebagian
logam-logam yang berada dalam tailing adalah logam berat yang masuk dalam
kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Misalnya, Merkuri adalah unsur kimia sangat beracun (toxic). Unsur ini bila
bercampur dengan enzime di dalam tubuh manusia akan menyebabkan hilangnya
kemampuan enzime untuk bertindak sebagai katalisator untuk fungsi tubuh yang

penting. Logam Hg ini dapat terserap ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan dan
kulit. Karena sifatnya beracun dan cukup volatil, maka uap merkuri sangat berbahaya
jika terhisap oleh manusia, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Merkuri
bersifat racun yang kumulatif, dalam arti sejumlah kecil merkuri yang terserap dalam
tubuh dalam jangka waktu lama akan menimbulkan bahaya. Bahaya penyakit yang
ditimbulkan oleh senyawa merkuri di antaranya kerusakan rambut dan gigi, hilang
daya ingat dan terganggunya sistem syaraf.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Dalam bidang pertambangan, ilmu kimia memang sangat berpengaruh dan


memberikan peran yang mendalam pada beberapa proses-proses yang ada dalam kegiatan
pertambangan baik dampak positif maupun negatif.Dampak positifnya

yaitu untuk

memudahkan proses - proses penyempurnakan bahan-bahan galian dari dalam perut bumi
sehingga menjadi bahan tambang yang mempunyai nilai lebih. Apabila dalam suatu
perusahaan tambang tidak menggunakan dasar - dasar kimia dalam pelaksanaan tambang
tersebut maka sudah dipastikan hasil produksi dari perusahaan tambang tersebut tidak akan
maksimal, bahkan tidak dapat menghasilkan mineral yang berharga. Maka dari itu ilmu kimia
sangat dibutuh kan demi mempermudah proses pertambangan dan meningkatkan hasil
produksi agar memiliki nilai yang ekonomis, meskipun begitu dalam pelaksanaannya
perusahaan perusahaan tambang harus memikirkan dampak negatif yang dihasilkan oleh
proses pertambangan seperti tailing atau limbah yang sangat berbahaya dalam kerusakan
lingkungan.
4.2 Kata Penutup
Demikian yang dapat penyusun paparkan mengenai materi di atas.Tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan makalah ini karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul
makalah ini.Semoga makalah ini dapat berguna bagi penyusun dan khususnya juga bagi para
pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.anneahira.com/manfaat-ilmu-kimia.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia
http://mineraltambang.com/refining.html

http://uwityangyoyo.wordpress.com/2011/01/31/bioremediasi-sebagai-alternatifpenanganan-pencemaran-akibat-tambang-batubara/
http://metrotvnews.com/read/analisdetail/2010/09/03/72/Dampak-Negatif-KegiatanPertambangan-pada-Lingkungan