Anda di halaman 1dari 3

INTUSUSEPSI

Alpha Fardah A., IG. M. Reza Gunadi Ranuh, Subijanto Marto Sudarmo

BATASAN
Intususepsi merupakan keadaan yang terjadi apabila masuknya segmen proksismal dari usus
(intususeptum) ke dalam segmen usus yang lebih distal (intususipiens) dengan membawa serta
mesenterium yang berhubungan.

PATOFISIOLOGI
Penyebab terjadinya intususepsi sebagian besar tidak diketahui. Dua puluh persen dari kasus
intususepsi timbul setelah infeksi virus (infeksi pernafasan bagian atas, gastroenteritis) yang
menimbulkan pembesaran dari jaringan limfoid ileum distal. Intususeptum akan didorong masuk
oleh peristalsis ke dalam usus yang lebih distal dengan mesenterium dari intusuesptum ikut
terjepit masuk. Hal ini kemudian diikuti terjadinya sembab, kongesti vena dan linfa yang akan
menyebabkan keluarnya tinja yang berwarna kemerahan akibat darah yang tercampur mukus
(current jelly stool). Selanjutnya, jika tekanan kongesti melampaui tekanan arteri maka akan
terjadi nekrosis.

GEJALA KLINIS
-

kebanyakan terjadi pada anak dengan gizi baik, laki-laki, pada usia < 1 tahun

sebagian besara terjadi pada daerah ileosekal

crampy abdominal pain yang mendadak dan intermiten, disertai dengan tangisan yang
tidak dapat dihentikan dan tungkai yang ditarik ke arah perut

Muntah

Tinja yang berbentuk seperti jeli kemerahan (current jelly stool)

Masa abdomen berbentuk seperti sosis pada kuadran kanan atas atau epigastrium tengah

CARA PEMERIKSAAN/DIAGNOSIS

Sebagian besar cukup dengan pemeriksaan fisik

Foto polos abdomen : menunjukkan kepadatan pada daerah intususepsi

Ultrasonografi

Enema barium menunjukkan defek pengisian (filling defect). Enema barium dapat pula
digunakan sebagai terapi

DIAGNOSA BANDING
Obstruksi intestinal lain (volvulus, malrotasi), gastroenteritis, purpura Henoch Schonlein.

PENYULIT
Nekrosis usus yang dapat menyebabkan perforasi dan peritonitis.

PENATALAKSANAAN
a.

Resusitasi dengan cairan fisiologis intravena dan pengosongan lambung dengan pipa
nasogastrik

b. Puasa untuk persiapan operasi.


c.

Reduksi radiologik bila memungkinkan.

d. Reduksi operatif atau reseksi


DAFTAR PUSTAKA
1. Ein, S. and A. Daneman (2003). Intussusception. Operative Pediatric Surgery. M. Zicgler, R.
Azizkhan and T. Weber. New York, Mc Graw-Hill Professional : 647-689.
2. Ifran, E., B. Lombay, et al. (2000). "Intussuception in children. Ultrasonography in the
diagnosis and non-operative management." Peaditr Indones 40 : 1-7.
3. King, L. (2001). "Intussuception" E-Medicine 2 : 7.

http://old.pediatrik.com/isi03.php?
page=html&hkategori=ePDT&direktori=pdt&filepdf=0&pdf=&html=07110dzti231.htm