Anda di halaman 1dari 3

Hama dan Penyakit dalam Budidaya Seledri) Dalam menjalankan suatu usaha terutama

dalam bercocok tanam tidak terlepas dari gangguan hama, termasuk pada budidaya seledri.
Hama yang sering menyerang pertanaman seledri adalah sebagai berikut:
NEMATODA
Bagian tanaman yang diserang adalah akar sehingga tampak berbintil-bintil besar atau kecil.
Keadaan ini akan mengganggu aktivitas akar dalam penyerapan air dan unsur-unsur hara
yang diperlukan tanaman. Serangan yang berat pada saat tanaman muda dapat menyebabkan
tanaman tumbuh kerdil. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida Curacron dengan
dosis 1,3 cc/liter air.
KUTU DAUN (APHID)
Hama ini menimbulkan kerusakan pada daun. Daun muda yang terserang menjadi kuning dan
akhirnya mengering. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat. Hama ini dapat diberantas
dengan insektisida Basudin 60 EC dengan dosis 2 cc/1 air.
PENYAKIT
Penyakit pada seledri berupa bercak-bercak klorosis dan nekrosis yang bisa meluas pada daun
dan tangkai daun. Pada bagian yang mengalami nekrosis tampak bintik-bintik hitam.
Sedangkan pada tangkai daun bercak cokelat tampak memanjang.
Penyakit ini dinamakan late night yang disebabkan oleh cendawan Septoria sp. Penyakit
lain yang juga sering menyerang adalah bakterial soft rot yang disebabkan oleh Erwinia
carotovora. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan Dhitane dengan dosis 1,5
g/1 air. Namun, jika tanaman telah terserang, sebaiknya dicabut dan dimusnahkan.
-Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama
Pada Seledri hama utama adalah Liriomyza atau wereng atau biasa disebut
petani adalah Aro. Hama ini berbahaya sekali kalau dibiarkan. Hama ini menghisap
cairan daun sampai kering. Kebiasaan petani untuk mengendalikan hama tersebut
adalah memakai Curacron, Trigard dan akhir-akhir ini yang sering dipakai adalah
Winder 25 WP. Disamping hama di atas hama lain antara lain Aphid dan Ulat, tetapi
kedua hama ini kurang merisaukan petani karena dianggap tidak terlalu merugikan.

Penyakit
Penyakit utama pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat kuning
(Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii). Kedua penyakit ini gejala
yang ditimbulkan hampir sama dan kebiasaan petani untuk mengendalikannya
memakai Kocide 77WP.

Hama dan Penyakit Pada Seledri


-Hama
a. Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Gejala: Ulat dan larva menyerang daun atau pucuk
sehingga tanaman layu karena dipotong ulat tanah. Pengendalian: insektisida Indofuran 3G
atau Hostathion.
b. Kutu daun/Aphid (Aphis spp.) Ciri: kutu berukuran kecil berwarna kuning/kuning
kemerahan, hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang permukaan daun bagian bawah dan
pucuk tanaman atau batang muda. menguningnya daun (pucuk) kadang-kadang diikuti
keriput daun. Pengendalian: insektisida Monitor 200 KC dan Matador 25 EC.
c. Tungau/mites (Tetranychus spp.) Ciri: tungau mirip laba-laba berwarna hijau kekuningan.
Gejala: menyerang daun sehingga terdapat bercak kuning yang berubah menjadi titik-titik
hitam atau coklat. Serangan berat terjadi di musim kemarau. Pengendalian: dengan
insektisida-akarisida Omite 570 EC dan Kelthane 200 EC.
- Penyakit
a. Bercak cercospora (Cercospora apii Fres.) Gejala: bercak coklat kekuningan pada daun dan
berubah menjadi gelap, serangan terjadi jika udara lembab. Pengendalian: dengan fungisida
Delsene MX 200, Antracol 70 WP atau Dithane M-45.
b. Bercak septoria (Septoria apiigraveolens Dorogin) Gejala: bercak kecil berwarna belang
hijau-kuning pada daun yang akan meluas ke seluruh daun. Selanjutnya di tengah bercak
terdapat titik-titik hitam. Pengendalian: dengan Delsene MX 200, Antracol 70 WP atau
Dithane M-45.
c. Virus Aster Yellows Sangat menyukai sayuran dari keluarga Umbelliferae seperti wortel,
peterseli dan seledri. Gejala: daun menguning, pertumbuhan akar berlebihan dan kuncup
tidak berkembang dan tanaman kerdil. Pengendalian: pergiliran tanaman, penggunaan bibit
sehat, memberantas vektor kutu daun dan tungau dengan insektisida.

d. Nematoda akar (Belonolaimus gracilis, Heterodera schachtii dan B. gracilis). Gejala:


Tanaman layu di siang hari, pertumbuhan merana dan daun seperti terbakar Pada serangan
berat, tanaman mati. Pengendalian: rotasi tanaman, membiarkan lahan tidak ditanami,
menggunakan nematisida Trimaton 370 AS, Vydate 100 AS, Rugby 10 G atau Ropam 375
AS.
e. Hawar bakteri (Pseudomonas apii ) Gejala: bercak-bercak tidak teratur pada daun, daun
berwarna seperti karat dan gugur. Pengendalian: bakterisida Agrept dan Agrimycin.
Pengendalian Hama Secara Organik pada Seledri dengan cara sbb:
- Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat
bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal
pertanaman.
- Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami.
- Menggunakan varietasvarietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
- Menggunakan Pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
- Menggunakan teknikteknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan
pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya
untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.
- Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak
menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.
Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras
kerusakan ekonomi yangdiperoleh dari hasil pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://agrocultural.blogspot.com/2011/03/budidaya-seledri.html diakses pada 10 april 2015
pukul 14.00
http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=APGRD diakses pada 10 april 2015 pukul 14.15
Bonus Trubus no. 342. 1998. Analisis Komoditas Kebal Resesi. B
Rahmat Rukmana, Ir. 1995. Bertanam Seledri. Penerbit Kanisius. Yogyakarta