Anda di halaman 1dari 3

Untuk praktikan selanjutnya adalah Wulan.

Wulan memiliki massa tubuh sebesar 48 kg,


hal tersebut dapat diketahui dengan menimbang massa praktikan dengan menggunakan
timbangan. Selain itu, saat melakukan kegiatan push-up, diketahui bahwa Wulan memiliki
panjang antara pusar ke jari kaki adalah 0,93 meter, sedangkan panjang dari telapak tangan
sampai kaki adalah 1,31 meter, dan tinggi telapak kaki saat melakukan push-up adalah 0,17
meter.
Setelah itu, kami menganalisis data untuk mengetahui berat benda. Untuk menghitung
berat benda menggunakan rumus :

wb = mb x g
Sebelumnya sudah diketahui bahwa massa tubuh sebesar 48 kg, maka dapat dihitung
beratnya dengan menggunakan rumus diatas. Dimana mb adalah massa praktikan, sedangkan g
merupakan percepatan gravitasi. Setelah dihitung didapatkan berat praktikan adalah 470,4 N.
Gaya gravitasi adalah gaya yang dimiliki oleh benda-benda karena massanya. Setiap benda yang
memiliki massa akan menarik benda lain yang memiliki massa. Massa bumi sangat besar
sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula. Gaya gravitasi ini berupa gaya tarik,
sehingga gravitasi bumi ini mampu menarik benda-benda kecil yang berada dipermukaan bumi.
Gaya tarik bumi pada suatu benda disebut dengan berat benda.
Berat benda ini didapat didefinisikan sebagai perkalian antara massa benda dengan
percepatan gravitasi. Dari pengukuran diketahui bahwa untuk tempat-tempat yang relatif rendah
dari permukaan bumi, besar percepatan gravitasi relatif konstan. Sehingga sering dianggap
percepatan gravitasi dipermukaan bumi adalah konstan yaitu g = 9,8 m/s 2. Gaya berat yang
diperoleh praktikan merupakan gaya dari seseorang yang dipengaruhi oleh gravitasi tempat
dimana dia berada, dalam hal ini adalah bumi. Gaya berat ini arahnya dari pusat massa seseorang
kebawah menuju pusat bumi, artinya pusat gravitasi bumi memiliki kemampuan untuk menarik
benda / seseorang dengan gaya sebesar w (gaya berat). Dengan adanya gaya berat tersebut, benda
atau seseorang akan selalu tertarik oleh bumi, tetap berpijak pada bumi dan tidak melayanglayang.
Hal ini berlaku pula saat seseorang melakukan push-up. Saat melakukan push-up terjadi
gerakan kebawah dan keatas pada tubuh seseorang terhadap lantai. Menurut Hukum ketiga

Newton yang berbunyi for every action (force) there is an equal and opposite reaction (force).
Berdasarkan Hukum ketiga Newton tersebut, jika diaplikasikan pada aktivitas push-up adalah
bawasannya jika terdapat gaya aksi yang dilakukan seseorang pada lantai dalam hal ini adalah
gaya berat (w) yang arahnya kebawah, maka disana pula terdapat gaya reaksi dari lantai menuju
orang yang melakukan push-up dengan gaya yang sama tetapi arahnya berbeda (keatas). Berikut
ini merupakan gambar beberapa gaya yang bekerja saat seseorang melakukan pus-up,
diantaranya:
Besarnya gaya reaksi (F) yang diberikan lantai kepada tubuh seseorang bergantung pada
besarnya gaya berat orang tersebut, sehingga dalam hal ini dipengaruhi pula oleh massa dan
percepatan gravitasinya. Saat melakukan pus-up, besarnya gaya reaksi (F) ini dapat kita hitung
jika kita mengetahui gaya berat seseorang (wb), jarak antara titik tumpu dan titik massa seseorang
(L1), dan jarak antara titik tumpu dengan telapak tangan (L 2). Syarat utama agar dapat
menghitung besarnya gaya reaksi (F) adalah adanya keseimbangan torka. Kesetimbangan
adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama dengan nol.
Ada dua kondisi yang harus dipenuhi oleh sebuah benda untuk dapat mencapai keadaan
kesetimbangan statis. Pertama benda tersebut harus dalam kesetimbangan translasi yang berarti
bahwa vektor resultan dari semua gaya yang bekerja pada benda harus samadengan nol. Kondisi
yang lain adalah harus dalam kesetimbangan rotasi yang berarti bahwa jumlah torka arah jarum
jam sekitar sumbu putarnya harus sama dengan jumlah torka yang berlawanan arah dengan
jarum jam sekitar sumbu putar.
Torka didefenisikan sebagai efek putaran sekitar sumbu putar oleh akibat beberapa gaya. Jarak
tegak lurus dari pusat [utaran terhadap garis gaya aksi disebut dengan lengan gaya. Torka
disefenisikan sebagai:
Torka = gaya x lengan gaya

Dari definisi tersebut dapat diturunkan rumus untuk menghitung besarnya gaya F yaitu:
= 0
wb . L1 F. L2 = 0

F=

w b . L1
L2