Anda di halaman 1dari 2

Nama

Jurusan
Angkatan
Jabatan

: Yessi Stani Beata Siahaan


: Teknik Sipil
: 2013
: BRT dan Kerohanian

Awal Masuk Kepengurusan


Saya mengenal KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) Gunadarma sekitar 6
bulan setelah saya masuk Univeritas Gunadarma. Bahkan saya tahu ada KMK
dalam kampus itu melalui teman saya satu gereja yang berkuliah di Universitas
Indonesia. Saat itu teman saya memperkenalkan kak Galih Jurusan Psikologi 2011
yang kuliah di Gunadarma juga seperti saya. Melalui kak Galih saya tahu ada
jumatan di Kampus E setiap hari jumat dari jam 11.00 sampai jam 13.00 WIB.
Saya masuk kepengurusan KMK Gunadarma bukan pada saat pembuataan
kepengurusan melainkan beberapa bulan setelah pelatikan tepatnya sekitar akhir
bulan Maret 2014 Itu Tejadi Ketika Saya Ikutan Jumatan Pertama Kalinya. Saat
itu saya merasa nyaman dengan kondisi disitu walau agak ngaring juga kalau
tidak ada tema dalam acara itu. Pada saat itu baru saya yang pertama kali ikut
jumatan, ya saya pada awalnya diam-diam aja walaupun emang aslinya saya
pendiam. Hehehe....
Saat jumatan untuk pertama kali, saya ditarawarin untuk jadi pengurus.
Awalnya sih saya senyum-senyum saja karna saya tahu itu tugas berat. Saya
belum paham bagaimana sistem perkuliahaannya terus harusditambah jadi
pengurus. Tapi setelah selesai acara saya coba daftar ke salah satu pengurus,
waktu itu saya daftar ke kak Pia. Lalu saya diberi kontak ke kak Febri, selanjutnya
saya janjian sama kak Febri. Aku kira dulu dia cowok ternyata cewek, berharap
banget gitu ketemu cowok ganteng hahaha... tapi yasudahlah. Akhirnya saat itu
saya janjian di kampus G dan bertemu dengan kak Febri dan kak Hana dan
mereka berkata apakah saya sungguh-sungguh ingin jadi pengurus karena dalam
melayani itu tidak terus-menerus dalam kondisi senang, pasti ada pahitnya juga.
Saat itu saya berpikir kalau KMK itu sama dengan organisasi yang pernah yang
ikuti dulu yaitu OSIS, jadi saya sedikit mengerti tentang pengorganisasian.
Akhirnya saya masuk kepengurusan dengan pengangkatan sebagai BRT dan
kerohanian.

Kesan Masuk Kepengurusan


Saya selama dalam pengurusan ini memiliki banyak kesan diantaranya saat
itu saya masuk dalam panitia Retret. Saya dan panitia lainnya meyusun rencana
dari beberapa bulan sebelum hari H. Saat itu saya mencoba belajar dan memenuhi

tugas sesuai dengan bagian yang saya ambil. Dalam panitia retret ini saya belajar
bahwa kita KMK bukan ada kelompok didalam kelompok sehingga kita hanya
fokus pada tugas masing-masing tapi KMK itu keluarga jadi kita saling membantu
untuk merangkul teman lainnya. Itu pesan yang saya ingat dari kak Erwin. Tapi
sayangnya saya tak bisa ikut retreat karena ada perkuliahan saat itu. Saya tidak
berkecil hati karena kak Febri bilang kita masih punya event lain yang bagus dan
saya akhirnya masih semangat membantu panitia saat pencarian dana.
Saya baru tahu tugas saya sebagai BRT saat rapat pengurus di kalimalang
bulan Juni 2013, disitu saya benar-benar tidak ada persiapaan tapi pengurus yang
lain memberi semangat dan dari rapat itu saya belajar bahwa untuk jadi pengurus
harus benar-benar berkorban waktu, tenaga, dan pikiran. Untuk dari itu dalam
rapat selanjutnya saya dapat menjalankan sebagaimana mestinya.
Sebagai BRT dan kerohanian saya bertugas untuk memesan tempat dalam
perencanaan pemakaian gedung di Wisma SY dan kelas untuk dipakai KMK
Gunadarma. Dua hal yang saya rasa cukup baik yang saya lakukan sebagai BRT
yaitu sebagai Lektor saat Jumat pertama tapi saya lupa kapan tanggalnya dan
lektor ketika misa persiapaan UTS Desember 2014. Saya rasa itu pun masih
berbagai pihak yang membantu. Saya berterima kasih kepada kak Lia sebagai
koordinator dalam BRT ini. Kalau tak ada kak Lia, saya bagaikan orang-orangan
sawah yang wujudnya ada tapi tak melakukan apa-apa. Saya senang sekali ketika
melihat pengurus yang lain, mereka begitu kompak dan berkharisma. Kalian
sangat saya jadikan panutan.

Pesan Masuk Kepengurusan


Pesan yang saya sampaikan adalah ucapan terima kasih kepada kak Galih
yang telah memperkenalkan saya pada KMK Gunadarma, kak Febri dan kak Lia
yang terus mendukung saya, Christa, kak Pia, Saulina, Budi dan semuanya. Saya
berharap agar setelah kepengurusan ini selesai kita masih terus kompak. Terima
kasih semua pelajaran yang saya dapat dari kalian.