Anda di halaman 1dari 2

KBI dan KBE

(Kompresi Bimanual Interna dan Kompresi Bimanual Eksterna)


A. Pengertian
KBI adalah suatu tindakan untuk mengontrol dengan segera hemoraghe post
partum (HPP) dengan melibatkan kompresi uterus dengan dua tangan. Tangan kiri
penolong dimasukkan kedalam vagina dan sambil membuat kepalan diletakkan pada
forniks anterior vagina. Tangan kanan diletakkan pada perut klien dengan memegang
fundus uteri dengan telapak tangan dan dengan ibu jari didepan serta jari-jari lain
dibelakang uterus.
KBE adalah suatu tindakan efektif untuk mengendalikan perdarahan misalnya
akibat atonia uteri. Kompresi ini hampir sama dengan KBI hanya saja pada KBE
penekanan dilakukan dari luar rahim.
B. Tujuan
1. Menghentikan perdarahan dengan segera
2. Merangsang kontraksi uterus
C. Persiapan
1. Penolong dalam bertindak harus sesuai standar operasional prosedur
2. Lingkungan dalam keadaan bersih, aman dan nyaman
3. Alat dan bahan tersedia (handscoon steril/DTT, obat-obatan, infus set ,cairan RL)
D. Penatalaksanaan
1. Mecuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Memeriksa vagina dan serviks untuk memastikan ada tidaknya bekuan darah
4. Kepalkan tangan dalam dan tempatkan pada forniks anterior, tekan dinding anterior
uterus kearah tangan luar yang menahan dan mendorong dinding posterior uterus
kearah depan sehingga uterus ditekan dari arah belakang dan depan
5. Tekan uterus dengan kuat diantara kedua tangan. Kompresi ini memeberi tekanan
langsung pada pembuluh darah yang terbuka didinding uterus dan juga merangsang
miometrium berkontraksi.
6. Evaluasi keberhasilan :
a. Jika uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang, teruskan KBI selama 2
menit, kemudian perlahan keluarkan tangan dan pantau ibu selama kala IV
b. Jika uterus berkontrksi namun perdarhan masih berlangsung, periksa ulang
perineum, vagina dan serviks apakah terjadi laserasi, jika ada segera lakukan
penjahitan

c. Jika uterus tidak berkontraksi selama 5 menit dilakukan KBI, ajarkan keluarga
untuk melakukan KBE kemudian lakukan langkah penatalaksanaan atonia uteri
selanjutnya. Penatalaksanaan KBE adalah sebagai berikut :
1) Letakkan satu tangan pada dinding abdomen dan dinding depan korpus uteri
dan diatas symphisis pubis
2) Letakkan tangan lainnya pada dinding belakang korpus uteri, sejajar dengan
dinding depan korpus uteri. Usahakan untuk mencakup/memegang bagian
belakang korpus uterus seluas mungkin
3) Lakukan kompresi uterus dengan cara saling mendekatkan tangan depan dan
belakang agar pembuluh darah di dalam anyaman miometrium dapat dijepit
secara manual
7. Berikan 0,2 mg ergometrin IM atau misoprostol 600-1000mg. Jangan berikan
ergometrin pada ibu dengan hipertensi karena ergometrin dapat menaikkan tekanan
darah
8. Gunakan jarum berdiameter besar (16 atau 18), pasang infus dan berikan 500 cc RL
yang mengandung 20 unit oksitosin
9. Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu 1-2 menit segera rujuk
10. Setelah uterus berkontraksi mempertahankan posisi tersebut sehingga uterus
berkontraksi dengan baik dan secara perlahan kelurkan tangan
11. Menjelaskan pada ibu bahwa tindakan telah selelsai dan mengucapkan terimakasih
atas kerjasamanya
12. Merendam alat dalam larutan klorin 0,5 %
13. Buang seluruh bahan habis pakai pada tempat sampah yang telah disediakn
14. Lepas sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam larutan klorin
15. Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengallir
16. Rapikan pasien agar merasa lebih nyaman
17. Melakukan pendokumentasian
E. Referensi
Saifuddin, Abdul Bari. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
Hellen, Varney.2007. Asuhan Kebidanan, Edisi 4. Jakara : EGC
Balikpapan, .................... 2015
Mengetahui
Pembimbing Akademik

( Damai Noviasari S.ST )


Nip. 197811022002122002

Mahasiswa

( Rohana Ahyuni )
P0. 7224112029