Anda di halaman 1dari 10

REAKSI PENETRALAN & HIDROLISIS GARAM

I. Reaksi Penetralan Asam (H+) dan Basa (OH-) dalam larutan


Apabila larutan asam klorida (HCl) dan larutan natrium hidroksida
(NaOH) di campur, maka ion H+ dari HCl akan bereaksi dengan ion OH dari NaOH membentuk H2O yang bersifat netral (pH=7). Reaksi antara
asam (H+) dan basa (OH-) ini disebut reaksi penetralan. Sementara itu,
sisa asam dan logam dari basa akan membentuk garam.
HCl(aq) + NaOH(aq)
Asam

NaCl(aq) + H2O(l)

basa

garam

air

Penambahan asam kuat HCl dan basa kuat NaOH pada perbandingan
stoikhiometri menghasilkan larutan garam NaCl dengan pH = 7. Secara
umum, garam adalah elektrolit kuat yang tersusun dari kation selain H +
dan anion selain OH

. Reaksi penetralan asam dan basa yang

menghasilkan garam dan air dapat dinyatakan sebagai berikut :


Asam

basa

garam +

air

Reaksi antara larutan HCl dan larutan NaOH di atas melibatkan asam
kuat dan basa kuat. Di dalam larutan, asam kuat HCl, basa kuat NaOH,
dan garam NaCl akan terurai menjadi ion-ionnya. Jadi reaksi tersebut
dapat ditulis reaksi ion-nya sebagai berikut :
Na+ (aq) + OH- (aq) + H+(aq) + Cl-

Na+ (aq) + Cl-

(aq)

(aq)

+ H2O(l)
Reaksi ion ini dapat disederhanakan karena ion Na + dan Cl- muncul
di ruas kiri dan kanan. Dari sini diperoleh reaksi ion bersih yang tidak
lain adalah reaksi penetralan dari asam (H+) dan basa (OH-) membentuk
air (H2O) yang bersifat netral.
H+(aq) + OH- (aq)

H2O(l)
1

Dari reaksi ion bersih diatas, dapat dikatakan ion Na+ dan Cl- tidak
terlibat dalam reaksi penetralan. Ion-ion demikian disebut juga ion
penonton.
Reaksi ion bersih di atas berlaku untuk semua reaksi penetralan
asam dan basa. Akan tetapi, penulisan reaksi ion bersih untuk reaksi
penetralan yang melibatkan asam lemah atau basa lemah sedikit
berbeda. Hal ini dikarenakan asam lemah dan basa lemah hanya terurai
sedikit, artinya ion H+ dan OH- yang dihasilkan sedikit.
a. Reaksi penetralan asam lemah dan basa kuat
Ambil contoh reaksi antara larutan asam lemah CH 3COOH dan
larutan basa kuat NaOH yang menghasilkan garam yang bersifat basa,
yakni CH3COONa dan air (H2O).
CH3COOH(aq) + NaOH
Asam lemah

(aq)

CH3COONa(aq) + H2O(l)

basa kuat

garam

(bersifat basa)

air

Oleh karena asam lemah CH3COOH hanya terurai sebagian kecil dalam
larutannya, maka reaksi ion untuk reaksi diatas dapat ditulis sebagai
berikut :
CH3COOH(aq) + Na+(aq) + OH-(aq)

CH 3COO-(aq) + Na+(aq)

H2O(l)
Diperoleh reaksi ion bersihnya sebagai berikut :
CH3COOH(aq) + OH-(aq)

CH3COO-(aq) + H2O(l)

Reaksi diatas menunjukkan bahwa ion penonton adalah ion Na+.


b. Reaksi penetralan basa lemah dan asam kuat
Ambil contoh reaksi antara larutan basa lemah NH 3 dan larutan
asam kuat HCl yang menghasilkan garam yang bersifat asam, yakni
NH3Cl dan air (H2O).
NH3(aq) + H2O(l)
NH4OH(aq) + HCl
basa lemah

(aq)

asam kuat

NH4Cl(aq)
garam

+ H2O(l)

(bersifat asam)

air
2

Oleh karena basa lemah NH4OH

hanya terurai sebagian kecil dalam

larutannya, maka reaksi ion untuk reaksi diatas dapat ditulis sebagai
berikut :
NH4OH (aq) + H+(aq) + Cl-(aq)

NH4+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

Diperoleh reaksi ion bersihnya sebagai berikut :


NH4OH(aq) + H+(aq)

NH4+(aq)

+ H2O(l)

Akan tetapi, oleh karena NH4OH berasal dari oksida basa NH3, maka
reaksi ion bersih ini umumnya dinyatakan dengan menggunakan basa
NH3. Jadi

reaksi ion bersih diatas dapat ditulis sebagai :


NH3(aq) + H2O(l)

+ H+(aq)

NH4+(aq)

+ H2O(l)

Reaksi umumnya ditulis tanpa menyertakan H2O sebagai berikut :


NH3(aq) + H+(aq)

NH4+(aq)

Reaksi diatas menunjukkan bahwa ion penonton adalah ion Cl-.


C. Reaksi penetralan basa lemah dan asam lemah
Ambil contoh reaksi antara larutan basa lemah NH 3 dan larutan
asam lemah CHOOH yang menghasilkan garam NH4CHOO dan air (H2O).
NH3(aq) + H2O(l)
NH4OH(aq) + CH3COOH(aq)
basa lemah

NH4CHOO(aq) + H2O(l)

asam lemah

garam

air

Oleh karena asam dan basa bersifat lemah, maka reaksi ion bersihnya
tidak ada. Namun demikian, NH4OH lebih sering dinyatakan sebagai NH3
sehingga H2O tidak disertakan dalam persamaan reaksinya.
NH3(aq) + CHOOH(aq)
Reaksi

penetralan

asam

NH4CHOO(aq)
lemah

dan

basa

lemah

dapat

menghasilkan garam yang bersifat asam, basa, atau netral. Hal ini
bergantung pada kekuatan relative asam lemah dan basa lemah
tersebut, yang dinyatakan oleh tetapan ionisasinya Ka dan Kb.

Tabel : Sifat garam hasil reaksi basa lemah dan asam lemah
Perbandinga Sifat garam

Contoh

n
Ka > Kb

Asam

NH3(aq)
+
Kb = 1,8x10-5
Kb

Ka = Kb

Netral

asam

Ka < Kb

Basa

CHOOH(aq)
Ka = 1,8x10-4

NH4CHOO(aq)
Ka >
Garam bersifat

NH3(aq)
+
Kb = 1,8x10-5
Kb

CH3COOH(aq)
Ka = 1,8x10-5

Garam bersifat

netral

NH3(aq)
+
Kb = 1,8x10-5
Kb

NH4CH3COO(aq)
Ka =

HCN(aq)
Ka = 6,2x10-10

NH4CN(aq)
Ka <
Garam bersifat

basa

II. Hidrolisis Garam


Garam dapat bersifat netral, asam atau basa. Hal ini bergantung
pada kekuatan asam dan basa penyusunnya. Garam (NH 4)2SO4 yang
digunakan sebagi pupuk bersifat asam jika dilarutkan dalam air.
Mengapa demikian ? hal ini disebabkan sebagian garam yang larut
bereaksi dengan air. Reaksi garam dengan air ini disebut hidrolisis
garam. Tetapi, tidak semua garam dapat mengalami hidrolisis.
a. Konsep Hidrolisis Garam
Hidrolisis garam dapat terjadi jika setidaknya salah satu dari
komponen-komponennya adalah asam lemah atau basa lemah. Jadi dari
empat macam garam, hanya tiga yang akan terhidrolisis, yaitu :

Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam dari asam lemah dan basa kuat

Garam dari asam lemah dan basa lemah

Perhatikan keterangan berikut !


Asam kuat + basa kuat

larutan garam bersifat netral (pH = 7)

Asam kuat + basa lemah

larutan garam bersifat asam (pH < 7)


4

Asam lemah + basa kuat

larutan garam bersifat basa (pH > 7)

Asam lemah + basa lemah

Larutan garam bersifat netral (pH = 7), jika Ka = Kb

Larutan garam bersifat asam (pH < 7) jika Ka > Kb

Larutan garam bersifat basa (pH > 7) jika Ka < Kb

1. Garam dari asam kuat dan basa lemah


Garam ammonium klorida (NH4Cl) berasal dari asam kuat (HCl)
dan basa lemah NH3. Di dalam air, garam ini akan terionisasi sempurna
membentuk NH4+ dan Cl-. NH4+ bersifat kuat karena berasal dari basa
lemah, sedangkan Cl- bersifat lemah karena berasal dari asam kuat. Jadi,
hanya NH4+ yang akan terhidrolisis. Reaksi hidrolisis merupakan reaksi
kesetimbangan. Ion H3O+ yang terbentuk menunjukkan bahwa larutan
garam ini bersifat asam.
terionisasi sempurna

NH4+(aq)

NH4Cl(aq)
Garam

Cl-(aq)

asam konjugasi kuat

basa konjugasi

lemah

H3O

terhidrolisis

NH4+(aq)

H2O(l) =========== NH3+(aq)

(aq)

asam konjugasi kuat


(asam)

Kh

+
pH < 7

Jika NH3 diberi symbol B, maka NH4+ mempunyai symbol BH+. Reaksi
diatas dapat ditulis menjadi :

BH

terhidrolisis

============
Kh

B(aq) +

H+(aq)

Kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh tetapan hidrolisis Kh berikut.


[B] [H+]
Kh =

[BH+]

Dari reaksi diatas, [B] = [H+]. Jadi Kh dapat ditulis kembali menjadi :
[H+] [H+]
Kh =

[BH+]
5

dan pH larutan menjadi :


[H+] = Kh [BH+]

pH = - log [H+]

Hubungan antara Kh, Kb dan Kw


Kw adalah tetapan ionisasi air :
H2O(l) ===== H+(aq)
+ OH-(aq) ,
[OH ]

Kw = 1 x 10-14 mol2/L2;

Kw = [H +]

[BH+]
-

[OH ]
Basa lemah yang terionisasi :
--------------

B + H2O =====

BH+

OH-

, dengan

Kb

[B]

Kw
[H+] [OH-]
[B][ H+]
jika Kw dibagi dengan Kb, maka akan diperoleh Kh ; ----- = --------------- = ---------- =
Kh
Kb
[BH+] [OH-]
[BH+]
------------[B]

Kh = Kw/Kb

2. Garam dari asam lemah dan basa kuat


Garam natrium asetat (CH3COONa) berasal dari asam lemah
(CH3COOH) dan basa kuat NaOH. Di dalam air, garam ini akan terionisasi
sempurna membentuk CH3COO- dan Na+. CH3COO- bersifat kuat karena
berasal dari asam lemah, sedangkan Na + bersifat lemah karena berasal
dari basa kuat,. Jadi, hanya CH3COO- yang dapat terhidrolisis. Reaksi
hidrolisis merupakan reaksi yang setimbang. Ion OH - yang terbentuk
menunjukkan bahwa larutan garam ini bersifat basa
Terionisasi sempurna

CH3COO-(aq)

CH3COONa(aq)
Garam
lemah

CH3COO-(aq) + H2O

basa konjugasi kuat

terhidrolisis
(l)

===========
Kh

CH3COOH(aq)

Na+(aq)
asam konjugasi

+
OH-(aq)
pH > 7

(basa)
6

Jika CH3COOH diberi symbol HA, maka CH3COO- mempunyai symbol A-.
Reaksi di atas dapat ditulis menjadi :
terhidrolisis

A-(aq) + H2O

(l)

===========

HA(aq)

+ OH-(aq)

Kh
Kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh tetapan hidrolisis Kh
yang diturunkan sebagai berikut :
[HA] [OH-]
Pada kesetimbangan, Kc = -------------[A-] [H2O]
[HA] [OH-]
Kc [H2O] = --------------[A-]
Kh

[HA] [OH-]
= --------------[A-]

Dari reaksi diatas, [HA] = [OH-]. Jadi Kh dapat ditulis kembali menjadi
Kh
dan pH larutan menjadi :

[OH-] [OH-]
= --------------[A-]
[OH-]

= ( Kh [A-])

pOH = - log [OH-]


pH

= 14 - pOH

Hubungan antara Kh, Ka dan Kw


Kw adalah tetapan ionisasi air :

H2O(l)
[OH-]

===== H+(aq)

+ OH-(aq) ,

Kw = 1 x 10-14 mol2/L2;

Asam lemah yang terionisasi : HA ===== H

Kw = [H +]

[H+] [A-]
+ A , dengan Ka = -----------[HA]
-

Kw
[H+] [OH-]
[HA] [OH-]
jika Kw dibagi dengan Ka, maka akan diperoleh Kh; ----- = ------------= ----------=
Kh
Ka
[H+] [A-]
[A-]
------------[HA]
Kh = Kw/Ka

3. Garam dari asam lemah dan basa lemah


Garam amoium asetat (NH4CH3COO) berasal dari asam lemah
(CH3COOH) dan basa lemah (NH 3). Di dalam air, garam ini akan
terionisasi sempurna membentuk CH3COO- dan NH4+. CH3COO- dan
NH4+bersifat kuat karena berasal dari asam dan basa lemah. Jadi,
CH3COO- dan NH4+ dapat terhidrolisis. Reaksi hidrolisis merupakan reaksi
yang setimbang. Ion OH- yang terbentuk menunjukkan bahwa larutan
garam ini bersifat basa.
Terionisasi sempurna

NH4CH3COO(aq)
Garam
konjugasi lemah

CH3COO-(aq) + H2O

NH4+(aq)

CH3COO-(aq)

basa konjugasi kuat

asam

terhidrolisis
(l)

=========== CH3COOH(aq)
Kh
terhidrolisis

===========
asam konjugasi kuat
Kh

NH3+(aq)

NH4+(aq)

OH-(aq)

H+(aq)

Masing-masing reaksi hidrolisis membentuk ion OH - dan H+. pH


larutan bergantung pada perbandingan konsentrasi OH - dan H+, atau
bergantung pada tetapan ionisasi asam lemah

(Ka) dan basa lemah

(Kb).

[A-] [H+]
Ka = ----------[HA]
apabila,
< 7)

Ka > Kb, maka [H +] > [OH-] dan larutan bersifat asam (pH
Ka = Kb, maka

(pH = 7)

[BH+] [OH-]
Kb = --------------[B]

[H+] = [OH-] dan larutan bersifat netral

Ka < Kb, maka [H+] < [OH-] dan larutan bersifat basa (pH

> 7)
Proses hidrolisis yang terjadi adalah reaksi antara basa konjugasi kuat
A- dari asam lemah HA dengan air, dan asam konjugasi kuat BH+ dari
basa lemah B dengan air.
A-(aq) +

H2O ========= HA(aq) + OHBH+(aq) ======== B(aq) + H+

Total reaksi : A-(aq) + BH+(aq) + H2O ========= HA(aq) + B(aq) + OH+ H+


Kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh tetapan hidrolisis Kh yang
diturunkan sebagai berikut :
[HA] [B]
Kc = ----------------[A-] [BH+] [H2O]
[HA] [B]
Kc [H2O] = --------------[A-] [BH+]
[HA] [B]
Kh = --------------[A-] [BH+]
Kw Ka
[H ] = (----------- ) , sehingga pH = - log [H+]
Kb
+

Hubungan antara Kh, Ka, Kb dan Kw


Kw adalah tetapan ionisasi air :
H2O(l) ===== H+(aq)
+ OH-(aq) ,
[OH-]

Kw = 1 x 10-14 mol2/L2;

Kw = [H +]

[H+] [A-]
tetapan ionisasi asam Ka = -----------[HA]

[BH+] [OH-]
tetapan ionisasi basa Kb = -----------[B]
jika Kw dibagi dengan Ka dan Kb,
Kw
[H+] [OH-]
[HA] [OH-]
maka akan diperoleh Kh ; ----- = -------------------------------= ----------= Kh
Ka Kb
[H+] [A-] [BH+] [OH-]
[A-] [BH+]
---------- ------------[HA]
[B]
Kh = Kw/(KaKb)

10