Anda di halaman 1dari 36

14 April 2015

Mata Kuliah Toksikologi

Foodborne Diseases

Infections

Intoxications

Chemical
Poisoning

Poisonous
Plant
Tissues

Poisonous
Animal
Tissues

Toxicoinfection

Microbial
Intoxications

Other

Neurotoxins

Invasive Infection

Enterotoxins

Intestinal
Mucosa

Mycotoxins
(Fungal
Toxins)

Algal Toxins

Bacterial
Toxins

Diarrhogenic

Emetic

Enterotoxins

Neurotoxins

Other

Systemic

Other
Tissues or
Organs
(Muscle,
Liver, Joints,
Fetus, Other)

Jansenn, Put & Nout (1997)

Jansenn, Put & Nout (1997)

STUDI KASUS
The Toxicology and Safety of Apple
Polyphenol Extract

Pendahulua
n

Polifenol merupakan senyawa metabolit sekunder


dr tumbuhan. Polifenol dpt dikategorikan asam
fenolik, flavonoid, stilben, atau lignan. Salah satu
penghasil polifenol adl apel
Ekstrak polifenol apel merupakan antioksidan kuat
yg digunakan sbg aditif makanan & suplemen.
Polifenol apel dilaporkan memiliki berbagai fungsi
fisiologis beragam.

Selain pd apel, polifenol ditemukan pd teh hijau &


biji anggur. Keduanya scr toksikologi aman.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keamanan
dr ekstrak polifenol apel (Applephenone).

Metode

Apel mentah (~5-25gr) dihancurkan lalu dilarutkan


dlm 10%Na2S2O5. ditambah enzim pektolitik lalu
disentrifugasi, lalu didestilasi, dilarutkan dlm etanol
50% dikeringkan hingga spt serbuk coklat.
Toxicological test: mutagenicity test, micronucleus
test, acute and oral toxicity test, dan 90-days
subchronic oral toxicity.

Analisis statitistik dengan Student t test,


Kastenbaum & Bowman, Anova satu arah, tes
Dunnett, Steels test, Mann-Whitney U-test

90-days subchronic oral toxicity test

Metode 90-days subchronic ora;


1. toxicity test: AP diberikan pada 10 tikus jantan dan betina berusia 42 hari
galur SD.
2. Dosis 0, 500,1000,2000 mg/kg bb melalui injeksi intragastrik.
3. Berat badan direkam sekali perminggu dan sebelum pengorbanan, dan
konsumsi makanan diukur sekali per minggu.
4. Setelah hari ke 90, sampel darah dikumpulkan. Analisis terhadap parameter
hemotologis diukur.
5. Sebagian sampel darah disentrifugasi untuk diperoleh plasma untuk diukur
analisis kimiawi.
6. Urin 24jam ditampung pada hari ke 90 untuk dianalisis.
7. Dilakukan Autopsi terhadap organ tubuh untuk diukur beratnya.

Hasil
Mutagenicity Test: tidak ada pengaruh
perbedaan yang signifikan antara perlakuan dan
kontrol terhadap aberasi kromosomal.

Acute oral toxicity test: semua tikus mampu


survive selama 14 hari observasi meski dengan
dosis tertinggi (2000 mg/kg). Tidak ada pengaruh
signifikan.

90-days subchronic oral toxicity test: tidak ada


tanda klinis, efek buruk atau kematian. Terdapat
fluktuasi konsumsi, berat badan, parameter
hematologis, kimia, dan urinari yg masih dalam
rentang normal.

Hasil

Hasil

Hasil

Hasil

Kesimpulan
Applephenone aman secara toksikologik
untuk dikonsumsi dengan dosis > 2000
mg/kg bb.

Referensi
Shoji, T., Y. Akazome, T. Kanda, M.
Ikeda.2004.The toxicology and safety of
apple polyphenol extract. Food and
Chemical Toxicology 42: 959967.

Terima Kasih Atas Perhatian Anda