Anda di halaman 1dari 5

3.

3 Intervensi Keperawatan
No.
1.

Diagnosa
Kerusakan integritas kulit

Tujuan dan Kriteria Hasil


Dapat teratasi setelah

Intervensi
1. Jelaskan pada pasien

Rasional
1. Dengan penjelasan dapat

berhubungan dengan adanya dilakukan tindakan

tentang keadaannya dan

membantu pasien agar

lesi dan proses inflamasi

keperawatan selama 3x24

tindakan yang akan

mengerti dengan

akibat gangguan saraf

jam dengan kriteria hasil

otonom yang ditandai

sebagai berikut :

dengan adanya keluhan


kulit kering, tebal, mengeras
dan pecah-pecah, terdapat
kelainan berupa
hipopigmentasi (seperti
panu), bercak eritema
(kemerah-merahan)dan
infiltrat (penebalan kulit).

a. Pasienkooperatif
b. Keluhan kulit
kering, tebal
mengeras dan
pecah-pecah
berkurang
c. Kelainan seperti
panu berkurang
d. Kemerahan pada
kulit berkurang

dilakukan
2. berikan perawatan
khusus pada daerah
yang terjadi inflamasi
3. gunakan teknik aseptic
saat merawat lesi
4. istirahatkan bagian yang
terdapat lesi dari
tekanan
5. observasi warna lesi
dan jaringan yang
terjadi inflamasi
perhatikan adakah
penyebaran pada
jaringan sekitar
6. kolaborasi dengan
dokter dalam pemberian
antibiotic
7. kolaborasi dengan ahli

keadaannya dan pasien


mau kooperatif terhadap
tindakan.
2. Dapat menurunkan
terjadinya penyebaran
inflamasi pada jaringan
sekitar.
3. Penerapan teknik aspetik
agar menghindari
terjadinya infeksi lebih
lanjut.
4. tekanan pada lesi bisa
menghambat proses
penyembuhan
5. untuk memperhatikan
perkembangan lesi dan
kemungkinan terjadinya
komplikasi
6. antibiotic dapat mencegah

gizi untuk pemberian

terjadinya infeksi dan

nutrisi TKTP.

mempercepat proses
penyembuhan.
7. diet TKTP dapat
membantu dalam proses
pembentukan jaringan

2.

Nyeri akut berhubungan

Dapat teratasi setelah

1. Atur posisi pasien

dengan adanya kerusakan

dilakukan tindakan

jaringan sekunder akibat

keperawatan selama 3x24

senyaman mungkin
2. Ajarkan dan anjurkan

adanya

jam dengan criteria hasil

inflamasi yang ditandai

sebagai berikut :

dengan adanya keluhan


nyeri/perih pada bagian
kulit, P : karena adanya
infeksi pada luka, Q : nyeri
terasa perih, R : di kulit, S :
Skala 4-10, T : tidak

a. pasien kooperatif
b. rasa perih pada
kulit berkurang
c. skala nyeri
berkurang 0 atau
1-3
d. pasien tidak

menentu dan wajah klien

meringis

tampak meringis kesakitan.

kesakitan

pasien melakukan tenik


relaksasi
3. Ajarkan dan anjurkan
pasien melakukan tenik
distraksi
4. Kolaborasi dengan
dokter dalam pemberian
obat analgesic
5. observasi TTV pasien
tiap 3 jam
6. observasi skala nyeri
pasien

dan sel baru.


1. posisi yang nyaman dapat
mengurangi rasa nyeri
pasien.
2. Relaksasi membantu
pasien untuk lebih rileks
sehingga nyeri yang
dirasakan dapat berkurang
3. Distraksi membantu
pasien untuk mengalihkan
rasa nyerinya.
4. Obat analgesic bekerja
dalam mengurangi rasa
nyeri.
5. TTV yang normal
merupakan indicator
hemodinamika dan
regulasi tubuh yang

normal.
6. skala 0 atau 1-3
merupakan indicator nyeri
sudah berkurang atau
3.

Gangguan citra diri

Dapat teratasi setelah

berhubungan dengan

dilakukan tindakan

kehilangan fungsi tubuh

keperawatan selama 2x24

yang ditandai dengan

jam dengan criteria hasil

adanya keluhan perasaan

sebagai berikut :

malu atau kurang percaya


diri dari klien karena
keadaan
kulitnya klien tampak
murung dan klien menutup
diri dari lingkungan sekitar.

a. pasien kooperatif
b. pasien tidak malu
c. pasien tidak
murung dan dapat
bersosialisasi
dengan baik

1. Bina hubungan saling


percaya antara perawatklien.
2. Dorong klien untuk
mengajukan pertanyaan
mengenai masalah
kesehatan, pengobatan,
dan kemajuan
pengobatan dan
kemungkinan hasilnya.
3. anjurkan klien untuk
menyatakan

teratasi
1. Untuk menjalin rasa
percaya.
2. Agar pasien merasa ada
harapan yang kuat untuk
sembuh.
3. Supaya pasien tidak
terbebani sendiri dengan
keadaan yang dialaminya.
4. Agar pasien tidak minder
sewaktu bersosialisasi.
5. Agar pasien merasa
nyaman.
6. Agar pasien merasa

perasaannya, terutama

nyaman ketika

tentang cara ia

berhubungan social

merasakan, berfikir dan

dengan orang

memandang dirinya.
4. Hindari mengkritik.
5. Jaga privasi dan
lingkungan individu.
6. Tingkatkan interaksi

lain.
7. Agar klien mengerti
tidakan untuk
menanggulangi masalah

social klien.
7. Berikan informasi yang
dapat dipercaya dan
kejelasan informasi.
8. bantu klien dan
keluarga untuk

kesehatanya.
8. Agar pasien merasa
nyaman dan
tidak terbebani karna
masalah
kesehatanya.

menerima keadaan.

3.4 Evaluasi
No
.
1.

Diagnosa
Kerusakan Integritas Kulit

Evaluasi
S : pasien mengatakan kulitnya tidak kering, tidak tebal, tidak mengeras dantidak
pecah-pecah
O : hipopigmentasi dan kemerahan berkurang
A : masalah sebagian teratasi

2.

NyeriAkut

P : pertahankan intervensi dan lanjutkan tindakan


S : pasien mengatakan rasa perih pada kulitnya berkurang
O : Q : nyeriperihberkurang, , S : Skalaberkurang 4, klien tidak tampak meringis
kesakitan.
A : masalah teratasi

3.

Gangguan Citra Diri

P : pertahankan intervensi
S : pasien mengatakan masih kurang percaya diri dan merasa malu
O : pasien tampak tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan masih

murung
A : masalah belum teratasi
P : lanjtukan tindakan