Anda di halaman 1dari 3

LINGKUNGAN PENGENDAPAN

Prinsip dari analisa stratigrafi untuk mengetahui lingkungan pengendapan. Lingkungan pengendapan
akan berhubungan dengan bahan galian yg bernilai ekonomis, ex : minyak bumi, batu bara, bijih2 logam dsb.
Definisi tentang lingkungan pengendapan :
a.

Krumbein & Sless (1963)

Suatu kompleks dari sifat fisik, kimia dan biologis dimana sedimen tersebut diendapkan.
b. Potter (1967)
Suatu tempat yg ditegaskan oleh sejumlah sifat fisik, kimia dan beberapa varietasnya yg akan dibatasi
dengan adanya suatu satuan geomorfik dalam ukuran dan bentuk tertentu.
c.

Selley (1970)

Suatu bagian di permukaan bumi dimana sifat-sifat fisik, kimia dan biologis berpengaruh terhadap
proses pengendapan, dan kondisi ini dapat dibedakan dengan kondisi tempat sekitarnya.
Kesimpulan : Lingkungan pengendapan adalah suatu tempat pengendapan yang dipengaruhi oleh sifat
fisik, kimia dan biologis dimana sedimen tersebut diendapkan.
Berdasarkan konsep Uniformitarisme : The Present is The Key to The Past , selamanya tidak selalu
benar, karena lingkungan pengendapan purba berbeda dgn lingkungan pengendapan saat ini :
a.

Rekonstruksi endapan purba sering dilakukan dengan interpretasi, sehingga belum tentu dianggap
benar.
b. Data-data dari endapan purba hanya bersifat interpretasi secara global, sehingga data-data belum
spesifik.
c. Interpretasi lapangan untuk endapan saat ini lebih spesifik dan telah dilakukan secara kontinyu,
sehingga data lebih akurat dan up to date.
Analisa endapan saat ini dilakukan berdasarkan analisa genesanya (genetic unit) atau proses pembentukan
batuan :
a.

Rekonstruksi didasarkan pd sayatan litologi, dgn memperhatikan setiap jengkal perubahan / kelainan
litologi.
b. Rekonstruksi didasarkan pengelompokkan strata dengan mempunyai ciri-ciri genesa yg sama.
c. Penyebaran satuan yg sama genesanya ditentukan oleh proses yg terjadi dimana lingkungan sedimen
tsb terbentuk.
d. Pengamatan sayatan litologis utk melihat kelainan litologis yg mencerminkan kapan suatu proses atau
rangkaian proses tsb mempengaruhi sedimentasi dan kapan rangkaian tersebut berhenti mempengaruhi
sedimentasi.
e. Satuan genetik hampir selalu berukuran lebih kecil dibandingkan dengan formasi.
Ciri-Ciri Beberapa Lingkungan Pengendapan :
1. Endapan alluvial ciri-cirinya:
a. Transportasi berlangsung pada energi yang tinggi atau energi maksimum, bila dibandingkan
dengan energi lain, maka sortasinya sangat jelek.

b.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Materialnya mempunyai pengendapan yang relatif dekat dengan sumbernya, maka abrasi relatif
kecil.
c. Material yang terbentuk mempunyai sortasi jelek maka porositasnya tinggi.
d. Sebagian fragmennya masih mempunyai warna asli.
e. Biasanya ikatan antar butir tidak kuat sehingga sangat porous, maka biasanya kaya kandungan air.
f. Ketebalannya tidak seragam yaitu menebal ke arah bukit, sebab endapan kipas alluvial ini berada
di kaki bukit.
Endapan sungai yang teranyam (Braded river) cirinya:
a. Multi channel, maksudnya banyak dijumpai endapan yang arahnya memanjang sesuai alur sungai
purba.
b. Banyak dijumpai adanya perlapisan silang siur (cross bedded) dengan komposisi pasir kasar dan
sudut inklinasi kecil.
c. Alur-alurnya tida k begitu dalam, jadi endapan yang dihasilkan tidak begitu tebal.
d. Kemiringan cukup besar pada waktu terjadinya.
e. Pengendapan lateral lebih besar.
Endapan sungai yang telah bermeander cirinya:
a. Single channel, yaitu alurnya biasanya hanya satu.
b. Slope kecil
c. Erosi yang intensif ke arah lateral.
d. Adanya desa-desa yang mempunyai pola tertentu, misalnya melengkung-melengkung (bekas
danau tapal kuda atau ex Bow Lake).
e. Cross bedding dapat dijumpai dalam skala kecil.
Endapan delta, cirinya:
a. Endapan delta umumnya tebal, beberapa ratus sampai beberapa ribu meter.
b. Endapan delta banyak mengandung pasir yang berasal dari darat/terigen.
c. Umumnya mengandung sisipan batu bara, yang terjadi pada deltaic plainnya.
d. Secara umum makin ke atas makin mengkasar, terkecuali kalau kemudian diikuti dengan shifting
(perpindahan delta).
e. Porositas endaan delta relatif tinggi.
Endapan Delta front, ciri-cirinya:
a. Pengendapan kadang-kadang sub-aerial kadang sub-aqueous.
b. Variasi litologi, pasir, lanau, lempung dan kandungan organik sehingga dapat terbentuk lignit atau
batubara.
c. Biasanya dibagian permukaan telah mengalami erosi.
d. Jika dijumpai kemiringan yg kecil, maka arah kemiringan tsb ke arah laut.
e. Struktur sedimen yang mungkin dijumpai:
Silang siur, current fill, graded bedding, ripple mark.
f. Karena pengaruh gelombang sehingga sortasinya tidak baik.
g. Fauna dapat fauna darat dapat laut.
Endapan Fore set (bagian dari prodelta), ciri-cirinya:
a. Materialnya merupakan campuran material darat dan laut. Secara umum material ini agak kasar
jika dibandingkan delta front, sebab kedalaman tempat ini 15-20 m dimana pengaruh ombak
sangat besar.
b. Material yang diendapkan mempunyai kemiringan yang lebih besar sesuai dengan initial dip,
jika dibanding dengan delta front.
c. Komposisinya: lempung, pasir dan lanau.
d. Kadang-kadang bagian prodelta dijumpai batu gamping yang hal ini disebabkan influx sedimen
dari darat yang besar, sehingga menghambat pertumbuhan batu gamping.
e. Bagian ini mungkin sekali dijumpai konversi silika ataupun oksida besi.
Endapan Prodelta clay, ciri-cirinya:
a. Materialnya merupakan campuran material darat-laut.

b.
c.
d.
e.

Marine clay lebih banyak dibanding yang asal darat.


Sedimen ini mempunyai kemiringan yang sama dengan dasar pengendapannya.
Komposisi yang dominan lempung.
Fauna lautnya sudah melimpah.

DAFTAR PUSTAKA

2012, Aplikasi Geomorfologi, di http://scribd.com/mobile/doc/214417003 di akses pada tanggal


16 November 2014.