Anda di halaman 1dari 10

APBN 2013 dan APBD Kota Malang 2011

Makalah Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Kebijakan Finansial dan Fiskal


Yang dibina oleh Bapak Sujarwoto, S.IP, M.Si, P.hd

Dimas Gigih S W

125030100111062

R.Krisna Tri W

125030100111162

Bram Danar J

125030107111026

Choirul Anam

125030107111097

Yuniarta Budi S

125030107111112

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK


FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2015

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2013 adalah rencana keuangan
pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk tahun 2013[1].
APBN tahun 2013 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2013,
serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal tahun 2013.[1]
Berdasarkan keinginan mencapai visi RPJMN 20102014, yaitu Terwujudnya Indonesia
yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan, dan dengan melihat capaian hasil kinerja dan
perkiraan hasil kinerja tahun 2012, potensi yang dimiliki, serta memperhitungkan tantangan
dan permasalahan yang sedang dan akan dihadapi, tema RKP tahun 2013 ditetapkan sebagai
berikut:

Memperkuat

Perekonomian

Domestik

Bagi

Peningkatan

dan

Perluasan

Kesejahteraan Rakyat. Untuk mendukung pencapaian tema tersebut, dalam RKP 2013
ditetapkan 11 prioritas nasional dan 3 prioritas lainnya, yang terdiri atas:

Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola;

Pendidikan;

Kesehatan;

Penanggulangan Kemiskinan;

Ketahanan Pangan;

Infrastruktur;

Iklim Investasi dan Iklim Usaha;

Energi;

Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana;

Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca-Konflik;

Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi;

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan lainnya;

Bidang Perekonomian lainnya;

Bidang Kesejahteraan Rakyat lainnya.

Penyusunan dan penetapan program dan kegiatan prioritas tahun 2013 tersebut
mempertimbangkan berbagai hal, yaitu:

keterkaitan antarwilayah dari segi sosial, ekonomi, budaya, dan politik sebagai
perwujudan wawasan nusantara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;

kinerja pembangunan dan isu strategis di setiap wilayah;

tujuan dan sasaran pembangunan setiap wilayah sesuai dengan tujuan dan sasaran
RPJPN 20052025 dan RPJMN 20102014;

rencana tata ruang wilayah pulau dan pola pemanfaatan ruang yang optimal;

pelaksanaan MP3EI;

pelaksanaan program percepatan pengurangan kemiskinan, yaitu:


1. program bantuan sosial berbasis keluarga (klaster 1),
2. program pemberdayaan masyarakat (klaster 2),
3. program pemberdayaan usaha kecil dan mikro (klaster 3),
4. program pro rakyat (klaster 4).

Dengan mengacu dan berpedoman pada tema RKP 2013 dan kapasitas sumber daya yang
dimiliki, fokus dari kegiatan 11 prioritas nasional dan 3 prioritas lainnya dalam RKP tersebut
ditekankan pada penanganan beberapa isu strategis yang meliputi 4 (empat) hal pokok, yaitu:

peningkatan daya saing;

peningkatan daya tahan ekonomi;

peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat; serta

pemantapan stabilitas sosial politik.

Seluruh isu strategis tersebut selanjutnya dicerminkan di dalam arah kebijakan fiskal dan
postur APBN 2013[2].

Asumsi Dasar Ekonomi Makro


Asumsi Dasar
Indikator
APBN [1]

APBN-P [3]

Pertumbuhan ekonomi

6,8 %

6,3%

Inflasi

4,9 %

7,2%

Suku bunga Surat Perbendaharaan


Negara (SPN) 3 bulan

Nilai tukar rupiah

5,0%

5,0%

Rp9.300,00/US$

Rp 9.600,00/US$

US$100/barel

US$108/barel

900.000 barel/hari

840.000 barel/hari

1.360 ribu barel setara


minyak per hari

1.240 ribu barel setara


minyak per hari

Harga minyak mentah Indonesia

Lifting minyak

Lifting gas

Ringkasan APBN 2013


Berikut ringkasan anggaran APBN tahun 2013 :

APBN [1]

APBN-P [3]

Pendapatan Negara

Rp1.529,7 triliun

Rp1.502,0 triliun

- Penerimaan Perpajakan

Rp1.280,4 triliun

Rp1.148,4 triliun

Rp385,4 triliun

Rp349,2 triliun

Rp1,4 triliun

Rp4,5 triliun

Uraian

- Penerimaan Negara Bukan Pajak

- Penerimaan Hibah

Belanja Negara

Rp1.683,0 triliun

Rp1.726.2 triliun

- Belanja Pemerintah Pusat

Rp1.249,9 triliun

Rp1.196,8 triliun

- Transfer ke daerah

Rp592,6 triliun

Rp529,3 triliun

Defisit

Rp153,3 triliun

Rp224,2 triliun

Pembiayaan Netto

Rp153,3 triliun

Rp224,2 triliun

Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi


Berikut Belanja Pemerintah Pusat menurut fungsi dalam APBN tahun 2013 :
Kode

Fungsi

APBN [2]

APBN-P [4]

01

Pelayanan umum

Rp733,8 triliun

Rp720,1 triliun

02

Pertahanan

Rp77,7 triliun

Rp81,8 triliun

03

Ketertiban dan keamanan

Rp34,0 triliun

Rp36,5 triliun

04

Ekonomi

Rp114,9 triliun

Rp122,9 triliun

Kode

Fungsi

APBN [2]

APBN-P [4]

05

Lingkungan hidup

Rp12,2 triliun

Rp12,4 triliun

06

Perumahan dan fasilitas umum

Rp27,2 triliun

Rp30,7 triliun

07

Kesehatan

Rp16,7 triliun

Rp17,5 triliun

08

Pariwisata dan ekonomi kreatif

Rp2,5 triliun

Rp2,5 triliun

09

Agama

Rp4,0 triliun

Rp4,1 triliun

10

Pendidikan dan kebudayaan

Rp108,7 triliun

Rp118,5 triliun

11

Perlindungan sosial

Rp7,4 triliun

Rp7,4 triliun

2. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2011


Nomo
r Urut
1

Uraian
PENDAPATAN DAERAH

1.1
1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.1.4

Pendapatan Asli Daerah


Hasil Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3

Dana Perimbangan
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus

Jumlah (Rp)
987.863.621.43
9,41
158.446.783.26
8,90
103.222.417.983
,41
28.300.000.000,
00
11.518.898.455,
00
15.405.466.830,
49

1.3
1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah


Pendapatan Hibah
Dana Darurat
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah lainnya
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah
Daerah lainnya

JUMLAH PENDAPATAN DAERAH

Nomo
r Urut
2

Uraian

636.435.640.15
2,51
87.053.011.152,
51
533.803.729.000
,00
15.578.900.000,
00
192.981.198.01
8,00
14.000.000.000,
00 0,00
98.792.500.417,
00
77.868.707.601,
00
2.319.990.000,0
0
987.863.621.43
9,41
Jumlah (Rp)

BELANJA DAERAH

1.010.799.330.814,29
608.398.207.364,29
536.304.844.368,58
1.552.698.962,78
0,00
59.662.525.919,00
9.077.980.000,00
100.000.000,00

2.1.8

BELANJA TIDAK LANGSUNG


BELANJA PEGAWAI
BELANJA BUNGA
BELANJA SUBSIDI
BELANJA HIBAH
BELANJA BANTUAN SOSIAL
BELANJA BAGI HASIL KEPADA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN
PEMERINTAHAN DESA
BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA
PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN PEMERINTAHAN DESA
BELANJA TIDAK TERDUGA

2.2
2.2.1
2.2.2
2.2.3

BELANJA LANGSUNG
BELANJA PEGAWAI
BELANJA BARANG DAN JASA
BELANJA MODAL

402.401.123.450,00
55.777.123.950,00
198.995.113.910,00

2.1
2.1.1
2.1.2
2.1.3
2.1.4
2.1.5
2.1.6
2.1.7

JUMLAH BELANJA DAERAH

0,00
1.700.158.113,93

147.628.885.590,
00
1.010.799.330.

Surplus / (Defisit)

No
Urut
3
3.1
3.1.1
3.1.2
3.1.3
3.1.4
3.1.5
3.1.6
3.2
3.2.1
3.2.2
3.2.3
3.2.4

Uraian

814,29
(22.935.709.37
4,88)
Jumlah (Rp)

PEMBIAYAAN DAERAH
Penerimaan Pembiayaan Daerah
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran
Sebelumnya
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Penerimaan Pinjaman Daerah
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
Penerimaan Piutang Daerah
Jumlah Penerimaan Pembiayaan Daerah
Pengeluaran Pembiayaan Daerah
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Utang
Pemberian Pinjaman Daerah
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Daerah
Pembiayaan Netto

3.3
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun
Berkenaan

50.800.000.000,
00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
50.800.000.000
,00
0,00
15.900.000.000,
00
11.964.290.625,
12
0,00
27.864.290.625
,12
22.935.709.374
,88
0,00