Anda di halaman 1dari 4

Nama : GP

Umur : 65 tahun
Dispensing error : kesalahan mngambil resep warfarin. Harusnya 1 mg tapi 5mg (overdosis) >>
2x sehari
Faktor penyebab :
-

Apoteker gagal memenuhi standar professional


Melanggar Code of Health and Disability Services Consumers Rights
Apoteker tidak memperhatikan warna yang berbeda atau angka 5 (dosis tinggi)
Apoteker memproses. Dispensing, dan cek resep oleh dirinya sendiri (harusnya bagi2
tugas untuk meminimalisisir kesalahan

Gejala :
-

Batuk darah
Darah dalam urin
Nilai INR > 10

Penanganan :
-

Tidak terjadi pendarahan


5 hari berada di RS
Tdk punya masalah terkait usus

Bentuk Sediaan Warfarin


No

Perbedaan

Kemasan

Tablet

Pil

Warfarin 1 mg

Warfarin 5mg

WARFARIN
Indikasi :
Sebagai antikoagulan oral) dan mencegah pembentukan keping darah dalam tubuh yang dapat
membantu untuk mengurangi resiko penyakit stroke atau serangan jantung, serta pencegahan
tromboemboli.
Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan, hemoragi, hemofilia,
trombositopenia purpura, leukemia, operasi mata atau saraf, anestesia blok lumbar regional atau
operasi besar lainnya, pasien yang mengalami pendarahan ;pada saluran pencernaan, pernapasan,
aborsi, anuerism, defisiensi asam askorbat, riwayat pendarahan diastesis, prostatektomi,
poliartritis, pendarahan pada kolon, hemoragi serebrovaskular, eklampsia dan pre-eklampsia,

hipertensi tidak terkontrol, ;penyakit hepatik parah, perikarditis atau efusi perikardial,
endokarditis bakteri sub akut, visceral carcinoma, setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau
prosedur terapi untuk pendarahan signifikan, riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin, ;pasien
tidak patuh, kehamilan.
Efek Samping :
Antikoagulan, pendarahan, vasculitis,edema, syok hemoragi, demam, lethargi, malaise, asthenia,
nyeri, sakit kepala, pusing, stroke, rash, dermatitis, urtikaria, pruritus, alopesia, anoreksia, mual,
muntah, kram perut, sakit abdominal, diare, flatulens, ;pendarahan intestinal, gangguan rasa, ulkus
mulut, hematuria, hemoragi, leukopenia, tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi
dengan antikoagulasi, hematoma retroperitonial, agranulositosis, luka pada hati, ;jaundice,
peningkatan transaminase, parethesia, osteoporosis, epitaksis, hipersensitifitas dan reaksi alergi.
Interaksi Makanan :
Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT, efek
antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K, vitamin E
meningkatkan efek warfarin;Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin.
Interaksi Obat :
Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor), 2C8/9 (mayor), 2C19 (minor), 3A4 (minor),
;Inhibit : CYP2C8/9 (sedang), 2C19 (lemah). ;Meningkatkan efek/toksisitas : ;Asetaminofen,
allopurinol, amiodaron, androgen, antifungi (imidazol), capecitabin, sefalosporin, simetidin,
inhibitor COX-2, inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat), disulfiram, etoposida, flukonazol, fluorourasil,
glukagon, ;inhibitor HMG CoA reduktase, ifosfamida, leflunomida,antibiotik makrolida,
metronidazol, obat inflamasi non steroid, orlistat, fenitoin, propafenon, propoksifen, inhibitor
pompa proton (omeperazol), kuinidin, antibiotik kuinolon, ropirinol, salisilat, ;sulfinpirazon, derivat
sulfonamida, derivat tetrasiklin, produk tiroid, tigesiklin, treprostinil, antidepresan trisiklik, vitamin
A, E, voriconazol, zafirlukast dan zilueton. ;Penurunan efek : ;Aminoglutetimida, agen anti thyroid,
aprepitant, azatioprin, barbiturat, bosentan, karbamazepin, inducer CYP2C8/9 (kuat), dikloksasilin,
glutetimida, griseofulvin, hormon kontrasepsi, merkaptopurin, nafsilin, fitonadion,;derivat rifamisin
dan sulfasalazin.
Peringatan :
Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan, hemoragi, hemofilia,
trombositopenia purpura, leukemia, operasi mata atau saraf, anestesia blok lumbar regional atau
operasi besar lainnya, ;pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan, pernapasan,
aborsi, anuerism, defisiensi asam askorbat, riwayat pendarahan diastesis, prostatektomi, poliartritis,
pendarahan pada kolon, hemoragi serebrovaskular, ;eklampsia dan pre-eklampsia, hipertensi tidak
terkontrol, penyakit hepatik parah, perikarditis atau efusi perikardial, endokarditis bakteri sub akut,
visceral carcinoma, setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur ;terapi untuk
pendarahan signifikan, riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin, pasien tidak patuh, kehamilan.
Dosis :
Dewasa awal 1 kali sehari 10-15 mg. Pemeliharaan : 1 kali sehari 5-7.5 mg