Anda di halaman 1dari 2

Proses osifikasi terjadi pada tulang hewan dan manusia.

Osifikasi
merupakan proses penulangan tulang dari tulang rawan menjadi tulang
keras. Proses osifikasi pada tulang tersebut bisa dikelompokkan dalam
dua kelompok antara lain osifikasi intra membaran/desmal dan osifikasi
endokondral. Berikut penjelasannya
Osifikasi intra membran / desmal
Osifikasi ini terjadi pada tulang pipih. Prosesnya:
1. Dibentuk langsung oleh sekelompok osteoblas yang terdapat di dalam
membran fibrosa
2. Bagian sisi tulang dibentuk oleh kelompok sel yang berbeda yang disebut
trabekula
3. Trabekula membentuk jalinan seperti jala sebagai tulang spons
4. Tulang spons menjadi tulang kompak
Osifikasi endokondral
Osifikasi ini terjadi pada tulang pipa dan tulang pendek. Prosesnya:
1. Pembuluh darah masuk ke perikondrium di tulang tungkai bagian diafisis
2. Sel perikondrium menjadi osteoblas dan memproduksi tulang keras di baigian
tungkai
3. Pusat osifikasi di dalam diafisis kemudian terisi pembuluh darah dan
osteoklas
4. Daerah ini mengalami erosi oleh osteoklas sehingga membentuk rongga
sumsum
5. Tulang rawan terus tumbuh di kedua ujung sehingga tulang memanjang
6. Hasil pemanjangan akan digantikan oleh tulang spons
Rangka pada manusia mulai terbentuk lengkap pada akhir bulan kedua,
atau awal bulan ketiga dari kehamilan. Semua rangka tersebut masih
dalam bentuk kartilago. Rangka ini berasal dari jaringan ikat embrional
atau mesenkim. Setelah kartilago terbentuk, rongga yang ada di
tengahnya akan segera berisi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblast.
Sel-sel ini juga menempati jaringan pengikat di sekeliling rongga. Sel-sel

tulang terbentuk secara konsentris, artinya pembentukannya bermula dari


arah dalam terus keluar mengelilingi pusat. Setiap satuan sel-sel tulang
akan melingkari suatu pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk
satu sistem yang disebut sistem Havers. Di antara sel-sel tulang terdapat
zat sela atau matriks yang tersusun atas senyawa protein. Pembuluh
darah dari sistem Havers ini bercabang-cabang menuju ke matriks,
mengangkut zat fosfor, dan pengerasan tulang ini dinamakan osifikasi
atau penulangan. Bila matriks tulang berongga, maka akan membentuk
tulang spons. Bila matriksnya padat dan rapat, maka akan terbentuk
tulang kompak atau tulang keras.
Bagian-Bagian Tulang Pipa
1. Epifise : bagian ujung tulang yang terdiri atas tulang rawan.
2. Diafise : bagian tengah yang memanjang dan di pusatnya terdapat rongga
berisi sumsum tulang. Rongga ini terbentuk karena aktivitas osteoblas atau
perombak sel-sel tulang.
3. Cakraepifise : bagian sempit di antara epifise dan diafise. Bagian ini terdiri
atas tulang rawan yang kaya osteoblas. Pada orang dewasa yang tidak
tumbuh meninggi lagi, bagian ini sudah menulang semua.