Anda di halaman 1dari 7

Reaksi Riversible pada Hukum Aksi Massa

Reaksi kimia umumnya reaksi riversible, karena itu untuk penentuan kimia analitik
kuantitatif keadaan tertentu dapat dibuat menjadi Reaksi tak Reversible, dengan cara :
1. Terbentuk suatu gas yang tak larut dan zat itu sendiri tak terurai.
A + B

2. Terbentuk endapan yang sukar larut.


A + B

3. Terjadi suatu molekul yang terionisasi, atau terdisosiasi lemah, misal HgCl2.
Hukum Aksi Massa:
Kecepatan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat-zat yang bereaksi.
Jadi berarti kecepatan reaksi tergantung dari konsentrasi setiap zat yang bereaksi, maka :
letak kesetimbangan tergantung dari konsentrasi setiap komponen kedua reaksi yang
berlawanan, misal :
KNO3

I
II

H2SO4

KHSO4

HNO3

Kecepatan reaksi dari kiri ke kanan:


V
1
V
1

[KHSO4] [HNO3]
=

atau

[KHSO4] [HNO3]

....... (1)

Kecepatan reaksi dari kanan ke kiri:


V
2

[KNO3] [H2SO4]

V
2

atau

KNO3] [H2SO4]

....... (2)

dengan K1 dan K2 adalah konstanta kesetimbangan.


Suatu reaksi disebut seimbang (kesetimbangan tercapai) bila kecepatan reaksi dari kanan
ke kiri sama cepatnya dengan kecepatan reaksi dari kiri ke kanan, atau :
Kecepatan I = kecepatan II
V
1
K

V
2

[KHSO4] [HNO3] =

KNO3] [H2SO4]

[KHSO 4 ][HNO ] K
3 2 K
[KNO ][H SO ]
K
4
3
2
1

dengan :
1. K adalah konstanta kesetimbangan
2. Harga K tak dipengaruhi perubahan volume dan tekanan
3. Harga K hanya dipengaruhi oleh suhu

jadi harga K tetap pada temperatur

tetap.
Bila [H2SO4] bertambah, karena K harus tetap maka konsentrasi yang lain harus berubah
reaksi bergeser ke kanan.
Penggunaan hukum aksi massa pada analisa kuantitatif, yaitu : Bila reaksi dalam keadaan
seimbang maka tambahkan salah satu komponen agar reaksi bergeser ke arah
terbentuknya zat yang akan ditentukan secara kuantitatif.

KELARUTAN
Kelarutan suatu senyawa dinyatakan dalam mole/L (gram molekul per liter atau grL/L)
yang disebut kelarutan pada suhu 20OC, maka :
1. Zat sangat mudah larut
Zat itu larut lebih kecil dari 1 bagian pelarut.
2. Zat mudah larut
Zat itu larut pada 1 bagian sampai 10 bagian pelarut.
3. Zat larut
Zat itu larut pada 10 bagian sampai 30 bagian pelarut.
4. Zat kurang larut
Zat itu larut pada 30 bagian sampai 100 bagian pelarut.
5. Zat sangat sukar larut
Zat itu larut pada 100 bagian sampai 10.000 bagian pelarut.
6. Zat praktis tidak larut
Zat itu larut pada > 10.000 bagian pelarut.

HASIL KALI KELARUTAN (Solubility Product)


Hasil kali kelarutan adalah suatu tetapan yang menggambarkan kelarutan suatu ion zat
padat dan memberikan harga hasil kali konsentrasi ionnya (aktiva ion) dalam larutan
jenuh. Jika hasil kali kelarutan dicapai, maka senyawa yang terbentuk dari ion-ion ini
akan mengendap, jadi :
Ag+ + Cl-

AgCl

Bila Ksp = [Ag+][Cl-]


Ksp = tetapan kesetimbangan zat-zat yang sukar larut, maka bila :
1. [Ag+][Cl-] < Ksp, maka larutan tidak mengendap.
2. [Ag+][Cl-] = Ksp, maka larutan berada dalam kesetimbangan.
3. [Ag+][Cl-] > Ksp, maka akan terjadi endapan.
Dalam analisa gravimetri maka pembuatan suatu endapan yang kuantitatif adalah dengan
membuat suatu zat keluar dari fasa cair masuk ke fasa padat.
Zat yang benar-benar mengendap (a true solid) adalah zat yang mempunyai bentuk kristal
dengan ion-ionnya tersusun dalam kisi kristal, hingga ada gaya tarik menarik (bila gaya
dilampaui, kisi kristal akan rusak) pada ion-ion penyusun kisi kristal.
Terbentuknya kisi kristal disebabkan gaya yang kauat yang bekerja pada ion-ion
pembentuknya, dan agar gaya tersebut dapat dilampaui (agar kisi kristal rusak) dapat
dilakukan:
1. Pemanasan.
2. Sublimasi (padat langsung menguap) misalnya HgCl2 (sublimat).
3. Melarutkan: pada zat padat yang dilarutkan (terjadi peristiwa rusaknya kisi kristal)
karena gaya tarik menarik diperbesar oleh gaya tarik baru antara ion kristal dengan
ion larutan.
Larutan Jenuh:
Suatu larutan jenuh terjadi bila hasil kali konsentrasi ion-ionnya sama dengan harga
tetapan kesetimbangan, atau dengan kata lain : pada larutan tersebut gaya tarik menarik
antara ion-ion kristal dan ion-ion larutan sama, atau kecepatan ion meninggalkan kisi

kristal masuk ke dalam larutan sama dengan kecepatan pengendapan ion larutan masuk
ke dalam kisi kristal.
Maka: B+ + A-

BA

[B+][A-] = Ksp BA

kalau

maka terjadi kesetimbangan

harga Ksp tetap pada suhu tetap.


B+

A-

Larutan B+ + AEndapan BA

Kelarutan = solubility = S
Kelarutan dari suatu zat dapat diukur dari ion-ion larutan jenuhnya, misalnya:
Zat uni-univalen
B+ + A-

BA

Ksp BA = [B+][A-], karena [B+] = [A-]


S=

maka kelarutan

Ksp

Contoh soal :
1. Dalam analisa gravimetri suatu cuplikan 100 mL air laut ditentukan dengan 100 mL
AgNO3 0,1 N yang tepat mengendap semua. BA Cl = 35,5 ; Na = 23
a. Tuliskan reaksi yang terjadi
b. Berapa Ksp AgCl
c. Berapa % konsentrasi Cl- pada air laut itu
Jawab :
a. Reaksi :
NaCl

+ AgNO3

100 mL

AgCl +

100 mL 0,1 N

b. Ksp
V1.N1 = V2.N2
100 mL. N1 = 100 mL. 0,1 N
N1 = 0,1 N
AgCl

Ag+ + Cl-

NaNO3

NaCl

Na+ +

Cl-

Ksp AgCl

= [Ag+][ Cl-]
= [0,1] [0,1 + 0,1] = 0,02 = 2 10-2

c. Konsentrasi % ClBerat NaCl

= mol Mr = [100 mL 0,1 N] 10-3 mol 58,5 = 0,585 gr = S

Berat Cl-

= mol Mr = [100 mL 0,1 N] 10-3 mol 35,5 = 0,355 gr = W

BA Cl

35,5

E = Mr NaCl 58,5 0,6


Kadar Cl- dalam NaCl
=

W E
0,355 gr 0,6
100%
100% 36,4%
S
0,585 gr

2. 0,65 gr air barith, Ba(OH)2, ditentukan dengan larutan H2SO4, ternyata setelah
endapan dicuci, disaring dan dipanaskan konstan terdapat 0,85 gr endapan. BA Ba =
137,3 ; O = 16 ; H = 1 ; S = 32
a. Tuliskan reaksinya
b. Berapa % konsentrasi air barith pada cuplikan tersebut?
Jawab :
a. Ba(OH)2

+ H2SO4

Mr Ba(OH)

BaSO4

+ 2H2O

171,3

2
0,734
b. E = Mr BaSO
233,3
4

Kadar Ba(OH)2 dalam BaSO4 :


=

W E
0,85 gr 0,734
100%
100% 95,98%
S
0,65 gr

Latihan soal
1. Hitunglah kelarutan dari larutan jenuh AgCl jika Ksp = 1,8 x 10 -10 mol2/L2.
Jawab :
Kesetimbangan reaksi dari rumus Ksp :

AgCl

======= Ag+ + Cl - ; Ksp = [Ag+][Cl-]

Misalkan kelarutan AgCl = p mol/L, maka [Ag+] = s, [Cl-] = s


AgCl ======= Ag+ + Cl Sebelum :

Reaksi

+s

+s

------------------------------------------------------------ +
Sesudah :

Hitung kelarutan s dari rumus Ksp :


Ksp = [Ag+] [Cl-]
1,8 x 10 -10 mol2/L2

= [s] [s]

1,8 x 10 -10 mol2/L2

= s2

Jadi kelarutan, s = 1,34 x 10-5


2. Sebanyak 100 ml larutan MgCl2 0.01 M dicampurkan dengan 100 ml larutan K2CO3,
0.02 M. Jika Ksp MgCO3 = 3,5 x 10-5 mol2/L2., apakah akan terbentuk endapan
MgCO3 ?
Jawab :
MgCl2 terionisasi sempurna :
Jumlah mol Mg

2+

MgCl2

Mg2+

----------------

0.001 mol

0,001 mol

0,01 mol
100 ml x ----------------- =
1000 ml
+

0,001 mol

2 Cl0,002 mol

K2CO3 terionisasi sempurna.


Jumlah mol CO32-, =

K2CO3
0,002 mol

0,02 mol
100 ml x ------------ = 0,002 mol
1000 ml

------------ 2 K+ + CO3 20,004 mol

0,002 mol

Hitung [Mg2+] dan [CO32-] dalam larutan. Ingat, total volum larutan adalah 200 mL atau
0,2 L.
[Mg ]

0,001 mol
= --------------- =
0,2 L

0,005 mol/L

[CO32-]

0,002 mol
= --------------- =
0,2 L

0,010 mol/L

2+

Jadi [Mg2+] [CO32-]


terbentuk endapan.

= (0,005 mol/L) (0,010 mol/L) = 5,0 x 10-5 mol2/L2, sehingga