Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH BIOKIMIA II

"GLIKOGENESIS DAN GLIKOGENOLISIS"

DISUSUN OLEH :

ULVIANA (E1M012066)
FADLIYLATUM MARDLIYAH (E1M012019)
NILA ANGGRENI (E1M012045)
SITI NURHAYATI (E1M012059)
SUCI PARLIANI (E1M012063)
WIRA SANTANA (E1M012068)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2015

GLIKOGENESIS DAN GLIKOGENOLISIS

Gambar. Skema Fermentasi


Ada perbedaan antara fermentasi dengan respirasi anaerob. Fermentasi tidak melibatkan
mitokondria, sedangkan respirasi anaerob melibatkan mitokondria. Dalam fermentasi,
dari satu molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP. Fermentasi dapat dibedakan menjadi
dua macam berikut.

Dekarboksilasi Oksidatif
Setiap asam piruvat yang dihasilkan kemudian akan diubah menjadi
Asetil-KoA

(koenzim-A).

Asam

piruvat

ini

akan

mengalami

dekarboksilasi sehingga gugus karboksil akan hilang sebagai CO2


dan akan berdifusi keluar sel. Dua gugus karbon yang tersisa
kemudian

akan

mengalami

oksidasi

sehingga

gugus

hidrogen

dikeluarkan dan ditangkap oleh akseptor elektron NAD+. Gugus yang


terbentuk,

kemudian

ditambahkan

koenzim-A

sehingga

menjadi

asetil-KoA. Hasil akhir dari proses dekarboksilasi oksidatif ini akan


menghasilkan 2 asetil-KoA dan 2 molekul NADH. Pembentukan asetilKoA memerlukan kehadiran vitamin B1. Berdasarkan hal tersebut,

dapat diketahui betapa pentingnya vitamin B dalam tubuh hewan


maupun tumbuhan.
2) Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi

asam

laktat

adalah

fermentasi

glukosa

yang

menghasilkan asam laktat. Fermentasi asam laktat dimulai dengan


glikolisis
dengan

yang

menghasilkan

perubahan

asam

asam

piruvat

piruvat,
menjadi

kemudian berlanjut
asam

laktat.

Pada

fermentasi asam laktat, asam piruvat bereaksi secara langsung


dengan NADH membentuk asam laktat. Fermentasi asam laktat dapat
berlangsung ketika pembentukan keju dan yoghurt. Pada sel otot
manusia

yang

bersifat

fakultatif

anaerob,

terbentuk

ATP

dari

fermentasi asam laktat jika kondisi kandungan oksigen sangat


sedikit. Pada pembentukan ATP yang berlangsung secara aerob,
oksigennya berasal dari darah. Sel mengadakan perubahan dari
respirasi aerob menjadi fermentasi. Hasil fermentasi berupa asam
laktat akan terakumulasi dalam otot sehingga otot menjadi kejang.
Asam laktat dari darah akan diangkut ke dalam hati yang kemudian
diubah kembali menjadi asam piruvat secara aerob. Fermentasi pada
sel otot terjadi jika kandungan O2 rendah dan kondisi dapat pulih
kembali setelah berhenti melakukan olahraga.
a. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi asam laktat terjadi pada sel-sel otot. Proses tersebut menggunakan bahan
baku berupa asam piruvat (hasil dari glikolisis). Hasil dari proses tersebut berupa asam
laktat dan ATP. Timbunan asam laktat yang berlebihan dapat mengakibatkan otot terasa
lelah dan nyeri. Perhatikan reaksi dari fermentasi asam laktat berikut!

b) Dekarboksilasi Oksidatif atau Pembentukan Asetil Co-A


Pada organisme eukariotik, dekarboksilasi oksidatif berlangsung dalam matriks
mitokondria. Adapun pada organisme prokariotik, tahap tersebut berlangsung dalam
sitosol. Pada tahap ini asam piruvat diubah menjadi asetil Co-A. Hal ini terjadi setelah

asam piruvat bergabung dengan Co-enzim A. Proses tersebut menghasilkan NADH dan
melepaskan CO2. Perhatikan reaksi dekarboksilasi oksidatif berikut!

Dekarboksilasi oksidatif

Pada proses D.O. asam piruvat akan masuk ke mitokondria pada saat kondisi
aerob. Pada membran mitokondria as.piruvat (C-C-C) akan melepas 1C sehingga CC- akan bereaksi dengan CoA dan membentuk : 2 asetil-CoA, 2 NADH dan 2CO 2.

Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam
laktat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.

Reaksinya:

Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :


8 ATP 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.

A.

GLUKOSA

Glukosa adalah salah satu monosakarida sederhana yang mempunyai


rumus molekul C6H12O6. Kata glukosa diambil dari bahasa Yunani yaitu
glukus yang berarti manis. Nama lain dari glukosa antara lain dekstrosa, Dglukosa atau gula buah karena glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan.
Glukosa merupakan suatu aldoheksosa yang mempunyai sifat dapat memutar
cahaya terpolarisasi ke arah kanan.
Dalam biologi, glukosa memegang peranan yamg sangat penting antara
lain sebagai sumber energi dan intermediet metabolisme. Glukosa merupakan
salah satu produk fotosintesis dan merupakan bahan bakar respirasi seluler.
Glukosa berada dalam beberapa struktur yang dapat dibagi menjadi dua
stereoisomer.
Glukosa adalah monosakarida dengan rumus C6H12O6 atau H-(C=O)(CHOH)5-H dengan lima gugus hidroksil tersusun spesifik pada enam atom
karbon. Di alam, glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air
dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Proses ini disebut
fotosintesis dan glukosa yang dibentuk terus digunakan untuk pembentukan
amilum atau selulosa.

n C6H12O6 --> (C6H10O5)n + n H2O


B.

GLIKOGEN

1,6
chain

1,4

Gambar Ikatan 1,4 dan 1,6 glikosida


Glikogen adalah polisakarida yang terbentuk dari kelebihan glukosa
dalam tubuh. Molekul glukosa tunggal mampu membentuk glikosidik untuk
membuat makromolekul yang lebih besar. Setiap kelebihan glukosa akan
disimpan sebagai glikogen di hati dan sel-sel otot. Pembentukan glikogen dari
glukosa dikendalikan oleh hormon. Secara khusus, insulin, yang dilepaskan
dari pankreas. Proses sebaliknya juga dikendalikan hormon. Setiap kali tubuh
membutuhkan lebih banyak gula, glukagon, yang juga diproduksi di pankreas,
akan mengendalikan konversi glikogen menjadi glukosa yang tersimpan dapat
digunakan untuk kebutuhan ATP. Proses ini dikenal sebagai glukoneogenesis.
Glikogen merupakan polisakarida glukosa bercabang yang terdiri dari
rantai-rantai unit glukosil yang disatukan oleh ikatan -1,4 dengan cabang 1,6 di setiap 8-10 residu. Dalam molekul dengan struktur bercabang - cabang
lebat ini, hanya satu residu glukosil yang memiliki sebuah karbon anomerik
yang tidak terkait ke residu glukosa lainnya. Karbon anomerik di awal rantai
melekat ke protein glikogenin. Ujung lain pada rantai itu disebut ujung
nonpereduksi. Struktur yang bercabang-cabang ini memungkinkan penguraian

dan sintesis glikogen secara cepat karena enzim dapat bekerja pada beberapa
rantai sekaligus dari ujung-ujung nonpereduksi.
Glikogen terurai terutama menjadi glukosa 1-fosfat yang kemudian
diubah menjadi glukosa 6-fosfat. Di otot rangka dan jenis sel lain, glukosa 6fosfat masuk ke dalam jalur glikolitik. Glikogen adalah sumber bahan bakar
yang sangat penting untuk otot rangka saat kebutuhan akan ATP meningkat dan
saat glukosa 6-fosfat digunakan secara cepat dalam glikolisis anaerobik.
Glikogen hati merupakan sumber glukosa yang pertama dan segera
untuk mempertahankan kadar glukosa darah. Di hati, glukosa 6-fosfat yang
dihasilkan dari penguraian glikogen dihidolisis menjadi glukosa oleh glukosa
6-fosfatase, suatu enzim yang hanya terdapat di hati dan ginjal. Dengan
demikian, penguraian glikogen merupakan sumber glukosa darah yang
dimobilisasi dengan cepat pada waktu glukosa dalam makanan berkurang atau
pada waktu olahraga dimana terjadi peningkatan penggunaan glukosa oleh otot.
Glikogen otot adalah sumber heksosa untuk proses glikolisis di dalam
otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati adalah simpanan sumber heksosa
untuk dikirim keluar guna mempertahankan kadar glukosa darah, khususnya di
antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua simpanan
glikogen hati terkuras. Tetapi glikogen otot hanya terkuras setelah seseorang
melakukan olahraga yang berat dan lama

C.

GLIKOGENESIS
Glikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa
kemudian disimpan dalam hati dan otot. Glikogen merupakan bentuk simpanan
karbohidrat yang utama di dalam tubuh. Unsur ini terutama terdapat didalam
hati (sampai 6%), otot jarang melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa
otot jauh lebih besar dari pada hati, maka besarnya simpanan glikogen di otot
bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak.

Proses glikogenesis terjadi jika kita membutuhkan energi, misalnya


untuk berpikir, mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika jumlah
glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai menjadi glikogen untuk
menambah simpanan glikogen dalam tubuh sebagai cadangan makanan jangka
pendek melalui proses glikogenesis. Jika kadar glukosa darah meningkat
(hiperglikemia) glukosa akan di ubah dan di simpan sebagai glikogen atau
lemak, glikogenesis (produksi glikogen) terjadi terutama dalam sel otot dan
hati. Glikogenesis akan menurunkan kadar glukosa darah dan proses ini di
stimulasi oleh insulin yang disekresi dari pangkreas. Rangkaian proses
terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:
1.
Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang
lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisis

2.

oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.


ATP + D-glukosa D-glukosa 6- fosfat + ADP
Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan

3.

bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase.


Glukosa 6-fosfat Glukosa 1- fosfat
Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP)
untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini

4.

dikatalisis oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.


UTP + Glukosa 1-fosfat UDPGlc + PPi
Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase

5.

inorganik akan menarik reaksi ke arah kanan persamaan reaksi


Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan
glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen,
sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim
glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut
glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer
selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai
glikogenin.
UDPGlc + (C6)n UDP + (C6)n+1
Glikogen

Glikogen

Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1,4 untuk
membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Pada
otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen,
sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi
6.

jumlah molekul glikogenin.


Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan
glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka
enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1,4 (panjang
minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk
membentuk rangkaian 1,6 sehingga membuat titik cabang pada molekul
tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih
lanjut 1-glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah
residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif
dalam

molekul

akan

meningkat

sehingga

akan

mempercepat

glikogenesis maupun glikogenolisis.


D.

GLIKOGENOLISIS
Kata "Glikogenolisis" di jabarkan menjadi Glikogen yaitu glikogen dan
lisis yaitu pemecahan atau penguraian. Sehingga Glikogenolisis merupakan
proses pemecahan atau penguraian polisakarida yaitu glikogen menjadi
monosakarida yaitu glukosa.
Proses glikogenolisis ini terjadi dalam tubuh karena kadar glukosa dalam
tubuh sudah mulai kekurangan akan kandungan glukosa akibat berbagai
aktivitas baik dalam maupun luar tubuh. Aktivitas dari luar tubuh seperti
berlari, berjalan, bersepeda, berenang, dll. Sedangkan aktivitas dari dalam
tubuh sendiri meliputi proses respirasi, pencernaan, sistem kerja syaraf, dll.
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus
dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini
dinamakan

glikogenolisis.

Glikogenolisis

seakan-akan

glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak demikian.

kebalikan

dari

Tujuan dari glikogenolisis ini terbagi menjadi dua yaitu:


a.
b.

Di otot : proses ini digunakan untuk keperluan menghasilkan energi


Di hati : proses ini dilakukan untuk mempertahankan kadar gula dalam
darah pada saat jeda waktu makan.
Glikogen adalah bentuk karbohidrat yang tersimpan dalam sel hewan.
Glikogenolisis terjadi jika asupan makanan tidak cukup memenuhi energi
yang dibutuhkan tubuh sehinggah untuk mendapatkan energi tubuh
mengambil alternatif lain yaitu dengan menggunakan simpanan glikogen
yang terdapat dalam hati atau otot.
Untuk mengubah glikogen menjadi glukosa dibutuhkan 3 enzim, yaitu:

Enzim Fosforilase
Enzim Glukan Transferase
Enzim penghilang Cabang/Debranching enzyme

Enzim utama yang berperan dalam glikogenolisis ini adalah glikogen


fosforilase. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen
diperlukan enzim fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis
rangkaian 14 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu
glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara
berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada
tiap sisi cabang 16.
(C6)n + Pi (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen

Glikogen

Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit


trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya. Hidrolisis ikatan 16
memerlukan kerja enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang
spesifik. Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase
selanjutnya dapat berlangsung. Gabungan kerja enzim fosforilase dan enzimenzim lainnya menghasilkan pemecahan lengkap dari glikogen.
Proses terjadinya glikogenolisis yaitu :

1. Tahap pertama penguraian glikogen adalah pembentukan glukosa 1fosfat. Berbeda dengan reaksi pembentukan glikogen, reaksi ini tidak
melibatkan UDP-glukosa, dan enzimnya adalah glikogen fosforilase.
Selanjutnya glukosa 1- fosfat diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh
enzim yang sama seperti pada reaksi kebalikannya (glikogenesis) yaitu
fosfoglukomutase.
2. Tahap reaksi berikutnya adalah pembentukan glukosa dari glukosa 6fosfat. Berbeda dengan reaksi kebalikannya dengan glukokinase,
dalam reaksi ini enzim lain, glukosa 6-fosfatase, melepaskan gugus
fosfat sehigga terbentuk glukosa. Reaksi ini tidak menghasilkan ATP
dari ADP dan fosfat. Glukosa yang terbentuk inilah nantinya akan
digunakan oleh sel untuk respirasi sehingga menghasilkan energy ,
yang energy itu terekam / tersimpan dalam bentuk ATP

E.

SKEMA GLIKOGENESIS DAN GLIKOGENOLISIS

DAFTAR PUSTAKA

Poedjadi, anna.2012.

Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI-Press.

Anonim. 2013. Glukosa. Diakses dari


http://www.ilmukimia.org/2013/05/glukosa.html

http://zonabiokita.blogspot.com/2013/11/respirasi-sebagai-reaksikatabolisme.html#ixzz3WJhiZme8