Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan limpahan RahmatNyalah maka kami dapat menyelesaikan sebuah
karya tulis (makalah). Kami membuat sebuah makalah dengan judul Impedansi.
Semoga makalah yang di buat penulis dapat memberikan manfaat yang besar
bagi kalangan mahasiswa dan dapat menjadi referensi untuk tim pengajar mata
kuliah terkait.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya
buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini saya
mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah
SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Bandar lampung, 10 Juni 2014

Penulis

DAFTAR ISI
i

Kata pengantar.........................................................................................................
i
Daftar isi....................................................................................................................
2
BAB I ........................................................................................................................
3
BAB II.......................................................................................................................
5
BAB III......................................................................................................................
17
DARTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam suatu rangkaian elektronik terdapat tiga komponen yang berpengaruh
terhadap rangkaian tersebut yaitu arus,beban dan tegangan.Seperti yang telah
disebutkan dalam hukum ohm bahwa arus berbanding terbalik dengan
hambatan.Jadi apabila diingkan arus yang besar maka hambatan yang mengalir
pada rangkain tersebut haruslah kecil.
Hambatan atau beban sendiri tersiri dari 3 macam yaitu beban induktif beban
kapasitif dan beban resistif.Suatu rangkaian sendiri bisan terdiri dari dari beban
resisitif saja,induktif saja,kapasitif saja,Induktif kapasitif,resistif induktif,ataupun
resistif kapasitif dan juga dalam suatu rangkaian bisa terdiri dari ketiga beban
tersebut.Gabungan dari macam macam beban tersebut dikenal dengan nama
impedansi.Secara umum impedansi atau sering ditulis dengan simpol Z sendiri
adalah total beban dalam suatu rangkaian baik itu beban induktif,kapsitif maupun
resisif.Impedansi sendiri bisa berupa berupa bilangan polar maupun rectangular
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan antara lain:
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan Impedansi ?


Bagaimana bentuk persamaan matematis dari Impedansi ?
Bagaimana rangkaian dari impedansi rangkaian RLC ?
Bagaimana cara mengukur Impedansi dengan jembatan wheatstone ?

1.3 Tujuan Penulisan makalah


Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1. Agar Mahasiswa/i mengetahui pengertian dari Impedansi
2. Agar Mahasiswa/i memahami dan menjelaskan bentuk Persamaan
matematis dari impedansi
3. Agar mahasiswa/i dapat menggambarkan rangkaian impedansi pada
sumber arus bolak-balik (RLC)
4. Agar mahasiswa/I memahami bagaimana cara melakukan pengukuran
dengan jembatan wheatstone
5. Sebagai tugas dari mata kuliah Instrumentasi dan Pengukuran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Impedansi


konsep resistansi listrik ke sirkuit AC, menjelaskan tidak hanya amplitudo relatif
dari tegangan dan arus, tetapi juga fase relatif. Bila sebuah beban diberi tegangan,
impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fase yang
mengalir pada beban tersebut. Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan
sifat suatu bebaImpedansi listrik atau lebih sering disebut impedansi, menjelaskan
ukuran penghambatan terhadap arus bolak-balik sinusoidal. Impedansi listrik
memperluas n.
Rangkaian seri R, L, dan C atau yang biasa disebut rangkain RLC yang
dihubungkan dengan sumber tegangan AC ditunjukkan pada gambar berikut.
Dalam rangkaian campuran seperti gambar disamping, yang berfungsi sebagai
hambatan total rangkaian seperti halnya hambatan R pada rangkaian dengan
sumber DC adalah suatu besaran yang disebut dengan Impedansi yang
dilambangkan dengan Z (Ohm). Dengan demikian, hukum Ohm untuk rangkaian
AC dinyatakan oleh :

Gambar 2.1.1 Rangkaian seri R,L, dan C


Diagram fasor impedansi
dengan acuan i (a)dan diagram
fasor impedansi dengan acuan i
(b)

ditunjukkan pada gambar


berikut.

Z=V R2 +V X 2
2

V X =(V LV C)

Z=

R 2+X 2

X = (XL Xc)

Sudut antara Z dan R menyatakan sudut antara tegangan V dan kuat arus i. Sudut
ini disebut sudut fase dan nilai dari cos atau biasa disebut cos disebut faktor
daya (power factor).
tan =

Cos =

X
R
R
Z

Jenis-jenis impedansi ada 3, yaitu:


a. Impedansi bersifat resistif

tan =

Cos =

VX
VR

VR
V

Impedansi Resistif terjadi apabila beban yang ada dalam sebuah rangkaian hanya R
saja.Misalkan sebuah Resistor murni tidak memiliki sifat reaktansi dengan
nilai resistansi 10 ,Maka impedansi dari Resistor murni tersebut dinyatakan dalam
persamaan polar
ZR = 10 0o
Sering juga dinyatakan dalam bentuk persamaan Rectangular
ZR =10 + j0
J adalah bilangan imajiner yaitu bernilai (-1).Diagram phasor untuk impedansi resistif
murni dapat diperlihatkan pada gambar berikut

Gambar 2.1.2 Diagram phasor untuk impedansi resistif murni

b. Impedansi bersifat kapasitif


Impedansi bersifat kapasitif sendiri memiliki dua jenis yaitu impedansi bersifat
kapasitif murni dan impedansi resistif kapasitif.Impedansi bersifat kapasitif murni
terjadi saat suatu rangkaian hanya terdapat C.Misalkan
sebuah Kapasitor memiliki Reaktansi kapasitif murni sebesar 10
maka impedansi dari Kapasitor tersebut dinyatakan dalam persamaan polar

ZC = 10 -90o
Sering juga dinyatakan dalam bentuk persamaan Rectangular
Zc=0 j10
Impedansi kapasitif murni dapat juga dinyatakan dalam diagram phasor seperti
pada gambar dibawah ini

Gambar. 2.1.3 Diagram phasor untuk impedansi Kapasitif murni


impedansi resistif kapasitif terjadi saat suatu rangkaian terdapat beban Xc dan R.
Sebuah rangkaian RC seri seperti tampak pada gambar di bawah di berikan
sumber tegangan AC.

Impedansi rangkaian tersebut dalam bentuk rectangular adalah


ZRC = R - j.XC
Impedansi rangkaian tersebut dalam bentuk polar adalah
ZRC = Z -o
di mana

Impedansi Resistif-Kapasitif (RC) dapat juga dinyatakan dalam diagram phasor


seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar diagram phasor impedansi RC


c. Impedandi bersifat induktif
Impedansi bersifat induktif sendiri memiliki dua jenis yaitu impedansi bersifat
induktif murni dan impedansi resistif induktif.Impedansi bersifat induktif murni
terjadi saat suatu rangkaian hanya terdapat L
Sebuah induktor memiliki Reaktansi induktif murni sebesar 10 maka impedansi
dari induktor tersebut dinyatakan dalam persamaan polar
ZL=10 +90
Sering juga dinyatakan dalam bentuk persamaan rectangular
ZL=10 +j10
Impedansi induktif murni dapat juga dinyatakan dalam diagram phasor seperti
tampak pada gambar berikut

impedansi resistif induktif terjadi saat suatu rangkaian terdapat XL dan R saja.
Misal sebuah rangkaian RL seri seperti tampak pada gambar di bawah di berikan
sumber tegangan AC.
Impedansi rangkaian tersebut dalam bentuk rectangular adalah

ZRL=R+jXL
Impedansi rangkaian tersebut dalam bentuk polar adalah
ZRL=Z0
Dimana

Impedansi resistif induktif (RL)dapat dinyatakan dalam bentuk diagram fasor


seperti pada gambar berikut

d. Impedansi campuran
Impedansi campuran atau impedansi RLC terjadi saat suatu rangkaian terdapat
beban R,XL dan Xc. Impedansi rangkaian RLC dalam bentuk rectangular adalah

10

ZRLC = R + j.XL - j.XC


Impedansi rangkaian tersebut dalam bentuk polar adalah
ZRLC = Z o
di mana

Misalkan rangkaian RLC series memiliki R = 6 ,XL = 2 ,XC = 3 .Maka


impedansi rangkaian RLC tersebut dalam bentuk rectanguklar adalah
ZRLC = R + j.XL - j.XC
ZRLC = 6 + j.2 - j.3
ZRLC = 6 - j.1

11

Sedangkan impedansi rangkaian RLC tersebut dalam bentuk polar adalah


Z = (R2 + XL2 + XC2)
Z = (62 + 22 + 32)
Z = 49
Z=7
= Tan-1 ((2-3)/6)
= -9,4623 (pembulatan)
ZRLC = 7 -9,4623o

2.1 PENGGUNAAN IMPEDANSI KOMPLEKS


Penanganan impedansi pada rangkaian AC dengan beberapa komponen sekaligus
menjadi tidak terkendali jika sinus dan cosinus digunakan untuk mewakili
tegangan dan arus. Sebuah konstruksi matematika yang memudahkan kita untuk
mengatasi kesulitan ini adalah penggunaan fungsi eksponensial kompleks sebagai
berikut.

Penggabungan 2 atau lebih impedansi sama dengan penggabungan resistansi (R),


berikut ini adalah pengkombinasian impedansi (Z) dengan metode bilangan
kompleks.
1. Rangkaian Seri

12

2. Rangkaian Paralel
Penggabungan impedansi secara paralel lebih sulit ketika digunakan metode
bilangan kompleks, maka harus disederhanakan terlebih dahulu sebagai berikut.

Diagram Fasor

13

2.2

Imped
ansi Kompleks pada RL dan RC

Hal yang terpenting dalam menangani rangkaian AC multi-komponen adalah


dengan bilangan impedansi kompleks. Jika bidang kompleks digunakan dengan
resistensi sepanjang sumbu nyata maka reaktan dari kapasitor dan induktor
diperlakukan sebagai bilangan imajiner. Untuk rangkaian komponen kombinasi
seperti RL dan RC, nilai-nilai komponen ditambahkan seolah-olah mereka adalah
komponen dari vektor. Ditampilkan di sini dalam bentuk Cartesian dari impedansi
kompleks. Mereka juga dapat ditulis dalam bentuk polar.

2.3 Cara mengukur Impedansi


Impedansi diukur dengan menggunakan metode jembatan wheatstone.

14

Rangkaian jembatan dikatakan seimbang apabila arus yang mengalir pada cabang
yang menghubungkan dua lengan dari jembatan tersebut sama dengan nol ampere
(Galvanometer=0).
Oleh sebab itu berlaku:

Gambar 2.3.1 gambar rangkaian jembatan wheatstone


Ketika jembatannya seimbang, impedansi ekivalen dari rangkaian jembatan
tersebut dapat dihitung dengan mudah dengan cara menghiraukan impedansi pada
cabang bagian tengahnya (cabang bagian tengah yang menghubungkan dua lengan
rangkaian jemabtan itu dianggap open circuit atau short circuit).
Impedansi total dari rangkaian jembatan dapat dihitung dengan:
ZT = (Z1 + Z3) / (Z2 + Z4)

15

BAB III
PENUTUP

3.1 kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari materi impedansi adalah sebagai berikut:

1. Impedansi dapat dirumuskan dengan Z=

R 2+X 2

dengan X = (XL Xc)

2. Pada impedansi beraku hukum ohm


3. Impedansi (Z) bisa bersifat resistif, kapasitif, induktif, dan campuran.
4. Impedansi resistif dirumuskan dengan Z=R, sedangkan impedansi kapasitif

dirumuskan dengan Z=

R +X c
2

2 , serta pada impedansi induktif

dirumuskan dengan Z=
5.

.
R 2+X L2

Salah satu pengukuran impedansi yaitu dengan menggunakan metode

jembatan wheatstone.
6. Impedansi kapasitif, induktif, dan campuran hanya ada pada rangkaian AC,
karena frekuensi pada Arus DC bernilai 0.
7. Reaktansi kapasitif dirumuskan dengan XL= L, Sedangkan reaktasi induktif
dirumuskan dengan Xc=1/ C. serta pada bilangan kompleks reaktansi
kapasitif dirumuskan dengan XL=j L, dan reaktansi induktif dirumuskan
dengan Xc= -j 1/ C.

16