Anda di halaman 1dari 3

Pengetahuan tentang udara

Gas rumah kaca yang paling dominan adalah uap air (H2O) kemudian Karbonmonoksida
CO2. CO2 memiliki waktu hidup yang panjang di atmosfer mencapai puluhan hingga ratusan
tahun hingga dapat terakumulasi (BMKG, 2012).
Climate Forcers adalah gas atau partikel di atmosfer yang menyebabkan perubahan
kesetimbangan energi radiasi di bumi dengan menyerap dan merefleksikan radiasi.

Emisi Transportasi
Emisi: N x EF x L
N

: Kepadatan Jalan (Kendaraan/hari)

EF

: Faktor Emisi dari suatu jenis kendaraan (g/km)

: Panjang Jalan (km)

Tahap Perhitungan Sektor Industri


1. Kumulkan data jumlah industri da jenis industri di masing-masing kecamatan dari
BPS Kota Bandung
2. Kumpulkan data kapasitas produksi untuk masing-masing jenis industri dari Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat
3. Pilih sumber faktor emisi yang akan digunakan berdasarkan pertimbanganpertimbangan tertentu.
4. Perhitungan Emisi; Jumlah industri x Kapasitas Produksi x Faktor emisi
Untuk masing-masing jenis industri di setiap kecamatan kemudian ditotalkan
sehingga memperoleh total emisi di wilayah studi.
Atau
EM = AR x EF
Contoh : Industri
makanan = 9
Kimia = 0
Logam = 3
Kertas = 2
EM SO2 = (AR x EF) makanan + (AR x EF) logam + (AR x EF) kimia
+ (AR x EF) kertas
= (9 x 383,13 x 0) + (3 x 570,84 x 15,1) + (0 x 3769,44 x 0,022) + (2 x
= 874,18 ton/tahun
Tahap Perhitungan Sektor Permukiman

111.621,28 x 3,8)

1. Lakukan wawancara terhadap sejumlah keluarga untuk menentukan rata-rata


pemakaian LPG setiap bulan dan rata-rata jumlah anggota keluarga.
2. Perhitungan Emisi: Jumlah kepala keluarga x Pemakaian LPG setiap bulan x
Faktor emisi x Faktor konversi satuan untuk setiap kecamatan.
Atau Emisi = FC x EF
FC = (Konsumsi bahan Bakar)
EF = (Faktor Emisi)
Contoh:
EM SO2 = FC x EF
= (27348 KK x 15 Kg/KK/Bulan x 12 bulan/tahun) x 0,33 g/kg x 0,000001 ton/g
= 1,66 ton
Tahap perhitungan Sektor Transportasi.
1. Peroleh Peta Jalan kolektor dalam ArcGIS untuk wilayah studi
2. Setiap jalan kolektor yang tidak terdapat data traffic counting, dilakukan asumsi
memiliki jumlah emisi yang lebih kecil dari jalan kolektor terdekatnya, dengan faktor
konversi antara 0,4-0,8 dimana nilai yyang semakin besar menunjukkan jalan kolektor
tersebut semakin dekat dengan jalan kolektor yang memiliki data traffic counting-nya.
3. Perhitungan emisi: Jumlah kendaraan x Kepadatan kendaraan x Faktor emisi
Dimana perhitungan ini dilakukan untuk setiap jenis kendaraan di setiap ruas jalan

Jenis Data
Data Kapasitas Produksi

Sumber
Dinas Perindustrian Kota

Kegunaan
Menghitung Beban Emisi

industri
Data Jumlah industri per

Bandung dan Jawa Barat

Sektor Industri

kecamatan
Hasil Simulasi Transportasi
(Traffic Counting).
Data Panjang dan lebar luas
jalan
Data bahan bakar rumah
tangga
Data jumlah penduduk per
kecamatan.
Data Faktor Emisi

BPS Provinsi Jawa Barat


Dinas Perhubungan dan

Menghitung Beban Emisi

Dinas Bina Marga Kota

Sektor Transportasi

Bandung dan Provinsi Jawa


Barat
Kementerian ESDM RI.

Menghitung Beban Emisi

BPS Provinsi Jawa Barat

Sektor Rumah Tangga.

USEPA AP-42, Zhang, etall

Menghitung beban emisi

(2000), ABC-EIM (2008),

setiap sektor

Zhao, et all (2012), Zhao, et


all (2012)

Data MIR (Maximum


Incremental Reactivity)

UNEP Amerika

Menghitung OFP

Anda mungkin juga menyukai