Anda di halaman 1dari 40

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

DIREKTORAT JENDERAL KETENAGALISTRIKAN

KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan

Pekanbaru, 9 April 2015

DASAR HUKUM
1.

UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan

2.

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

1. PP No. 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik


2. PP No. 62 Tahun 2012 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik

1. Permen ESDM No. 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Perizinan Usaha
Ketenagalistrikan
2. Permen ESDM No. 05 Tahun 2014 tentang Tata Cara Akreditasi dan
Sertifikasi Ketenagalistrikan
3. Permen ESDM No. 28 Tahun 2014 tentang Kualifikasi usaha Jasa
penunjang Tenaga Listrik

Perdirjen No. 556K/20/DJL.1/2014 Tahun 2014 tentang Tata


Penomoran dan Registrasi Sertifikat di Bidang Ketenagalistrikan.

Cara

KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
TUJUAN
Tujuan Keselamatan Ketenagalistrikan untuk mewujudkan kondisi:
a. Andal dan aman bagi instalasi;
b. Aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya; dan
c. Ramah lingkungan
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup keselamatan ketenagalistrikan:
a. Pemenuhan standardisasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik;
b. Pengamanan instalasi tenaga listrik; dan
c. Pengamanan pemanfaat tenaga listrik.

PENERAPAN REGULASI KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN


Setiap usaha ketenagalistrikan
wajib memenuhi ketentuan
Keselamatan Ketenagalistrikan
Setiap peralatan dan
pemanfaat tenaga listrik wajib
memenuhi ketentuan Standar
Nasional Indonesia

Setiap tenaga teknik


dalam usaha
ketenagalistrikan wajib
memiliki sertifikat
kompetensi

Setiap instalasi tenaga listrik


yang beroperasi wajib memiliki
Sertifikat Laik Operasi.

Setiap kegiatan usaha


ketenagalistrikan wajib memenuhi
ketentuan yang disyaratkan dalam
peraturan perundang-undangan
di bidang lingkungan hidup

Setiap badan usaha


penunjang tenaga listrik
wajib memiliki sertifikat
Badan Usaha (klasifikasi
dan kualifikasi)

PERIZINAN USAHA JASA PENUNJANG


TENAGA LISTRIK

JENIS USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK


(PP No. 62/2012)
1. Konsultansi dalam bidang Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
2. Pembangunan dan pemasangan Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik


Pengoperasian instalasi tenaga listrik
Pemeliharaan instalasi tenaga listrik
Penelitian dan pengembangan
Pendidikan dan pelatihan
Laboratorium pengujian peralatan dan pemanfaat tenaga listrik
Sertifikasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan
Usaha jasa lain yang secara langsung berkaitan dengan penyediaan
tenaga listrik

KLASIFIKASI USAHA JASA PENUNJANG (1)


(PP No. 62/2012)

Ket:
P = Pembangkit
TT = Tegangan Tinggi
T = Transmisi TET = Tegangan Ekstra Tinggi
D = Distribusi TM = Tegangan Menengah
GI = Gardu Induk
TR = Tegangan Rendah

PLTU
= Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PLTG/U = Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap
PLTMH = Pembangkit Listrik Mikro Hidro
PLT EBT = Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan

KLASIFIKASI USAHA JASA PENUNJANG (2)


(PP No. 62/2012)

Ket:
P= Pembangkitan Tenaga Listrik
T= Transmisi Tenaga Listrik
D= Distribusi Tenaga Listrik
Pemanfaat = Instalasi Pemanfaat Tenaga Listrik

KUALIFIKASI BADAN USAHA


(Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2014)
Penetapan penggolongan usaha menurut tingkat kemampuan usaha, yang terdiri dari usaha kecil,
menengah, dan besar yang ditetapkan berdasarkan tingkat kemampuan usaha dan keahlian kerja
orang perseorangan (kompetensi tenaga teknik)
Contoh:
Kualifikasi Badan Usaha Jasa Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
Bidang Pembangkitan Tenaga Listrik
KEMAMPUAN USAHA
NO.

KUALIFIKASI

1.

KEAHLIAN KERJA ORANG PERSEORANGAN

KEKAYAAN BERSIH
(Rp)

BATAS NILAI SATU


PEKERJAAN (Rp)

PENANGGUNG JAWAB TEKNIK


PER SUB BIDANG USAHA

TENAGA TEKNIK
PER SUB BIDANG USAHA

KECIL

50.000.000,00
s.d.
150.000.000,00

maksimum
750.000.000,00

minimum 1 orang dengan


kompetensi minimum level 3

minimum 1 orang dengan


kompetensi minimum level 2

2.

MENENGAH

lebih dari
150.000.000,00
s.d.
500.000.000,00

maksimum
2.500.000.000,00

minimum 1 orang dengan


kompetensi minimum level 3

minimum 2 orang dengan


kompetensi minimum level 3

3.

BESAR

lebih dari
500.000.000,00

maksimum
tidak terhingga

minimum 1 orang dengan


kompetensi minimum level 3

minimum 3 orang dengan


kompetensi minimum level 3

SERTIFIKASI BADAN USAHA


Sertifikasi badan usaha adalah proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan
formal terhadap klasifikasi dan kualifikasi atas kemampuan usaha di bidang
usaha jasa penunjang tenaga listrik.
Jenis Usaha

Konsultansi,
Pembangunan dan pemasangan,
Pemeriksaan dan pengujian,
Pemeliharaan,
Pengoperasian instalasi
Sertifikasi kompetensi tenaga teknik

Penelitian dan pengembangan,


Pendidikan dan pelatihan,
Laboratorium pengujian peralatan dan
pemanfaat tenaga listrik,
Usaha jasa lain yang secara langsung berkaitan
dengan penyediaan tenaga listrik.

Sertifikasi
sertifikasi oleh Lembaga
Sertifikasi Badan Usaha (LSBU)
yang diakreditasi oleh Menteri

sertifikasi sesuai dengan


peraturan dan perundangundangan yang berlaku

KEWENANGAN PENERBITAN IZIN


USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK
1. Menteri untuk:
badan usaha milik negara dan badan usaha swasta yang mayoritas
sahamnya dimiliki oleh penanam modal asing
usaha jasa pemeriksaan dan pengujian di bidang instalasi
pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah
2. Gubernur untuk:
badan usaha yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh penanam modal

dalam negeri

MEKANISME PERIZINAN
USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK

PROSES PERIZINAN
USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK

KEWAJIBAN PEMEGANG IZIN


Pemegang izin wajib:
a. memberikan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik sesuai dengan
sistem manajemen mutu;
b. memenuhi standar teknis dan ketentuan keselamatan ketenagalistrikan;
c.

mengutamakan produk dan potensi dalam negeri sesuai dengan ketentuan


peraturan perundang-undangan; dan

d. memberikan laporan secara berkala 1 (satu) tahun sekali kepada Menteri


atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

MEKANISME PENERBITAN
SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO)

INSTALASI TENAGA LISTRIK


Instalasi tenaga listrik tenaga listrik terdiri atas:
1. Instalasi penyediaan tenaga listrik, meliputi:
a. Instalasi pembangkit tenaga listrik;
b. Instalasi transmisi tenaga listrik; dan
c. Instalasi distribusi tenaga listrik.
2. Instalasi pemanfaatan tenaga listrik, meliputi:
a. Instalasi pemanfaatan tegangan tinggi;
b. Instalasi pemanfaatan tegangan menengah; dan
c. Instalasi pemanfaatan tegangan rendah.

SERTIFIKASI INSTALASI TENAGA LISTRIK (1)


1. Setiap instalasi tenaga listrik wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) melalui
sertifikasi instalasi tenaga listrik.

2. Sertifikasi instalasi tenaga listrik merupakan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan


pengujian serta verifikasi instalasi tenaga listrik untuk memastikan suatu instalasi
tenaga listrik telah berfungsi sesuai persyaratan yang ditentukan dan dinyatakan laik
operasi.
3. Pelaksana sertifikasi instalasi tenaga listrik adalah Badan Usaha Jasa Pemeriksaan
dan Pengujian Instalasi Tenaga Listrik setelah mendapatkan Akreditasi/Penunjukan
dan Penetapan sebagai Lembaga Inspeksi Teknik (LIT).
4. Setelah hasil pemeriksaan dan pengujian instalasi telah dinyatakan sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan dan menyiapkan Laporan Hasil Pemeriksaan dan
Pengujian (LHPP), maka Sertifikat Laik Operasi diterbitkan, oleh:
a. LIT terakreditasi dalam waktu paling lama 4 (empat) hari;
b. LIT-TR dalam waktu paling lama 2 (dua) hari.

SERTIFIKASI INSTALASI TENAGA LISTRIK (2)


5. Dalam hal Lembaga Inspeksi Teknik yang ditunjuk melaksanakan sertifikasi instalasi
tenaga listrik maka Direktur Jenderal atau Gubernur sesuai kewenangannya
menerbitkan Sertifikat Laik Operasi.

6. Dalam hal disuatu daerah belum terdapat LIT-TR atau LIT-TR tidak dapat penerbitan
SLO dalam jangka waktu 3 hari maka Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik
dapat melakukan sertifikasi instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah dan
tidak dapat melimpahkan pada badan usaha lain.

KEWENANGAN PENERBITAN SLO


1. Menteri untuk:

a. Instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin usaha penyediaan tenaga
listrik yang diterbitkan oleh Menteri;
b. Instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan tegangan menengah
yang tersambung pada instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin
usaha penyediaan tenaga listrik yang diterbitkan oleh Menteri;
c. Instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin operasi yang diterbitkan
oleh Menteri.
2. Gubernur untuk:
a. Instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin usaha penyediaan tenaga
listrik yang diterbitkan oleh Gubernur;
b. Instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan tegangan menengah
yang tersambung pada instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin
usaha penyediaan tenaga listrik yang diterbitkan oleh Gubernur;
c. Instalasi penyediaan tenaga listrik milik pemegang izin operasi yang diterbitkan
oleh Gubernur.

ALUR PENERBITAN SLO OLEH LIT TERAKREDITASI


Pemilik Instalasi
Membuat Permohonan
SLO

LIT Terakreditasi
Memeriksa Kelengkapan
Dokumen Permohonan

1 hari

Lengkap?
Y

Cek status
Izin?
LIT Terakreditasi
Melaksanakan
Uji Laik Operasi

Pemilik Instalasi
Memperbaiki Instalasi

IUPTL/IO

LIT yang Ditunjuk mengajukan


permohonan penugasan ke
Pemerintah

Pemerintah Menugaskan LIT


Melaksanakan Uji Laik Operasi

14 hari
(sesuai
kondisi
instalasi)

Lulus
Evaluasi ?
Y

LIT Terakreditasi
Membuat Laporan Hasil
Pemeriksaan dan Pengujian
T

4 hari
LIT Terakreditasi
Mengajukan Permohonan
Registrasi SLO Online

Permohonan
Valid?

2 hari
Y

Pemerintah
Memberikan Nomor
Register SLO
Pemilik Instalasi
Menerima SLO

LIT Terakreditasi
Menerbitkan Sertifikat

Pemerintah Menerima
Tembusan SLO

Total: 19 hari *)

CONTOH SLO YANG DITERBITKAN LIT TERAKREDITASI


Format isi SLO sesuai lampiran IV
Permen ESDM No. 05 th 2014, namun
kop surat dan Penandatangan SLO
disesuaikan dengan institusi yang
menerbitkan.

ALUR PENERBITAN SLO OLEH LIT YANG DITUNJUK


Pemilik Instalasi
Mengajukan
Permohonan SLO

LIT yang Ditunjuk


Memeriksa Kelengkapan
Dokumen Permohonan

1 hari

Lengkap?
Y

Cek status
IUPTL?

Pemilik Instalasi
Memperbaiki Instalasi

LIT yang Ditunjuk Melaksanakan


Uji Laik Operasi

IUPTL/IO

LIT yang Ditunjuk mengajukan


permohonan penugasan ke
Pemerintah
Pemerintah Menugaskan LIT
Melaksanakan Uji Laik Operasi

14 hari
(sesuai
kondisi
instalasi)

Lulus
Evaluasi ?
Y

LIT yang Ditunjuk Membuat


Laporan Hasil Pemeriksaan
dan Pengujian

4 hari

LIT yang Ditunjuk Mengajukan


Permohonan Penerbitan SLO
ke DJK/Pemda

Permohonan
Valid?
Y

LIT yang Ditunjuk


Memberikan SLO
Kepada Pemilik Instalasi

Pemerintah
Melakukan
Registrasi SLO

Pemilik Instalasi
Menerima SLO

Pemda
Menerbitkan
SLO

Pemda Melaporkan
SLO yang terbit ke DJK

Total: 19 hari *)

CONTOH SLO YANG DITERBITKAN LIT YANG DITUNJUK


Format isi SLO sesuai lampiran IV
Permen ESDM No. 05 th 2014, namun
kop surat dan Penandatangan SLO
disesuaikan dengan institusi yang
menerbitkan.

ALUR PENERBITAN SLO OLEH LIT TR


Pemilik Instalasi
Mengajukan
Permohonan SLO

LIT TR
Memeriksa Kelengkapan
Dokumen Permohonan

Lengkap?
Y

1 hari
(sesuai
kondisi
instalasi)

LIT TR
Melaksanakan
Uji Laik Operasi

Pemilik Instalasi
Memperbaiki Instalasi

Lulus
Evaluasi ?
Y

LIT-TR
Membuat Laporan Hasil
Pemeriksaan dan Pengujian

2 hari

Pemilik Instalasi
Menerima SLO

LIT-TR
Mengajukan
Permohonan Registrasi
SLO Online

Permohonan
Valid?

LIT-TR
Menerbitkan SLO

Pemerintah Melakukan
Registrasi SLO

Total: 3 hari *)

CONTOH SLO YANG DITERBITKAN LIT TR


Format isi SLO sesuai lampiran IV
Permen ESDM No. 05 th 2014, namun
kop surat dan Penandatangan SLO
disesuaikan dengan institusi yang
menerbitkan.

SERTIFIKAT LAIK OPERASI (1)


1. Sertifikat Laik Operasi (SLO) merupakan bukti pengakuan formal suatu
instalasi tenaga listrik telah berfungsi sebagaimana kesesuaian persyaratan
yang ditentukan dan dinyatakan laik operasi.
2. Masa berlaku SLO, yaitu:
JENIS INSTALASI TENAGA LISTRIK

MASA BERLAKU
(TAHUN)

Instalasi pembangkit tenaga listrik

Instalasi transmisi dan distribusi


tenaga listrik

10

Instalasi pemanfaatan tenaga


listrik konsumen TT dan TM

10

Instalasi pemanfaatan tenaga


listrik konsumen TR

15

SERTIFIKAT LAIK OPERASI (2)


4. Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk instalasi pembangkit tenaga listrik,
instalasi transmisi tenaga listrik, instalasi distribusi tenaga listrik, instalasi
pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan instalasi pemanfaatan
tenaga listrik tegangan menengah, tidak berlaku apabila terdapat:
perubahan kapasitas, perubahan instalasi, direkondisi atau direlokasi.
5. Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk instalasi pemanfaatan tenaga listrik
tegangan rendah, tidak berlaku apabila terdapat perubahan kapasitas,
perubahan instalasi atau direkondisi.

6. Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang telah habis masa berlakunya dapat
diperpanjang setelah melalui sertifikasi ulang.

PENOMORAN DAN REGISTRASI SLO


1. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan sesuai dengan kewenangan Menteri ESDM
mengatur tata cara penomoran dan registrasi Sertifikat Laik Operasi,
berdasarkan Perdirjen Nomor 556K/20/DJL.1/2014 tentang Tata Cara
Penomoran dan Registrasi Sertifikat di Bidang Ketenagalistrikan

2. Gubernur dapat mengacu tata cara penomoran dan registrasi Sertifikat Laik
Operasi yang telah diberlakukan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan

PENOMORAN SERTIFIKAT LAIK OPERASI (1)


A. Nomor Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang diterbitkan LIT Terakreditasi/Ditunjuk
1 2 3 . 4 . 5 6 . 7 8 9 . 10 11 12 13 . 14 15 16 17 . 18 19

Kode
Nomor Urut
SLO

Kode
Penerbit
sertifikat

Kode lokasi
instalasi
tenaga listrik

Kode jenis
Kode Jenis Usaha
instalasi
Penyediaan Tenaga tenaga listrik
Listrik
Catatan:
1. Pemegang izin dan pemilik instalasi
pemanfaatan, memastikan badan
usaha pembangunan dan pemasangan
telah memiliki kodefikasi.
2.

Digit 14-15 adalah kode Provinsi lokasi


badan usaha, digit 16-17 adalah nomor
urut badan usaha dalam provinsi
tersebut.

Kode badan usaha


jasa pembangunan
dan pemasangan
(Instalatir)

Kode tahun
penerbitan
sertifikat

Contoh:

001 . U . 0 8 . 111 . 3501 . G Q 01 . 14


No.Urut
SLO

LIT
PIUPTL

PLTU

Jatim,
Pacitan

PT. XXX

Tahun
2014

PENOMORAN SERTIFIKAT LAIK OPERASI (2)


B. Nomor Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang diterbitkan LIT TR
1 2 3 4 . 5 6 7 . 8 . 9 10 11 12 . 13 14 15 16 . 17 18

Kode
LIT TR
Kode
Nomor Urut
SLO

Kode Area
LIT TR

kode jenis Instalasi


pada bangunan

Catatan:
1. Pemilik pemanfaatan instalasi, memastikan
badan
usaha
pembangunan
dan
pemasangan telah memiliki kodefikasi.
2.

Kode lokasi
bangunan

Digit 13-14 adalah kode Provinsi lokasi


badan usaha, digit 15-16 adalah nomor urut
badan usaha dalam provinsi tersebut.

Kode badan usaha


jasa pembangunan
dan pemasangan
(Instalatir)

Kode tahun
penerbitan
sertifikat

Contoh:

0 0 0 1 . 3 1 6 . 8 . 3 2 1 6 . GE 0 1 . 1 4
No.Urut
SLO

PPILN
Area Industri
Bekasi

Jabar,
Bekasi

PT. XXX

Tahun
2014

REGISTRASI SLO
1. Direktur Jenderal atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya memberikan
nomor register Sertifikat Laik Operasi yang diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi
Teknik.
2. Untuk mendapatkan nomor register Sertifikat Laik Operasi, Lembaga Inspeksi
Teknik mengajukan permohonan registrasi kepada Direktur Jenderal atau
Gubernur dengan dilengkapi:
a. izin usaha penyediaan tenaga listrik, izin operasi, atau perjanjian jual beli
tenaga listrik antara pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik dengan
pemilik instalasi pemanfaatan tenaga listrik;
b. Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian (LHPP) sesuai dengan format
yang diberlakukan; dan
c. Rancangan sertifikat yang akan diregistrasi
3. Gubernur wajib menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan registrasi
Sertifikat Laik Operasi kepada Menteri melalui Direktur Jenderal setiap 6
(enam) bulan sekali.

PENOMORAN REGISTER SLO


1 2 3 4

Kode bulan
penerbitan
nomor
register

Kode tahun
penerbitan
nomor register

Kode
nomor urut
register

Contoh:

Bulan Mei

No. Urut
Register

5 6

4
Tahun
2014

SISTEM DATABASE REGISTER SLO ONLINE


Direktorat
Jenderal
Ketenagalistrikan
telah
memberlakukan Sistem Database Register SLO
Online secara resmi pada tanggal 1 Januari 2015
Sistem Database Register SLO Online dapat diakses
melalui situs slo.djk.esdm.go.id

LIT Terakreditasi dapat mengakses Sistem Database


Register SLO Online untuk memasukkan data
sertifikasi laik operasi dengan menggunakan
username dan password
Pemilik instalasi dapat mengetahui keabsahan SLO
yang diterima dengan memasukkan nomor register
SLO kedalam Sistem Database Register SLO Online
Pemilik instalasi dapat mengecek status instalatir
yang memasang instalasi tenaga listrik dengan
memasukkan kode instalatir ke Sistem Database
Register SLO Online

Verifikasi Instalatir
Tampilan Halaman Verifikasi Instalatir :
Data mengenai Kode Perusahaan, Status
Pendaftaran, Nama Perusahaan, serta
Alamat Perusahaan akan ditampilkan setelah
di-klik tombol verifikasi.
*) Pastikan Nama Perusahaan dan Propinsi
yang diinput sesuai dengan nama yang
diinput pada saat pendaftaran.

Pemilihan LIT
Konsumen dapat
memilih Lembaga
Inspeksi Teknik sesuai
dengan ruang lingkup
sub bidang instalasi
Saat ini terdapat 16
LIT yang terdiri dari:
- 3 LIT Terakreditasi
- 11 LIT Ditunjuk
- 2 LIT-TR

Verifikasi SLO Penyediaan atau Pemanfaatan TT & TM


Tampilan halaman
Verifikasi SLO TT dan TM.
Jika nomor register belum
terdaftar maka akan muncul
peringatan:
No. Registrasi Tidak terdaftar.

Verifikasi SLO Pemanfaatan TR


Tampilan halaman
Verifikasi SLO TR.

Jika nomor register belum


terdaftar maka akan muncul
peringatan:
No. Registrasi Tidak terdaftar.

SANKSI (1)
Sanksi Administratif
PP Nomor 62 Tahun 2012
Pasal 23
(1) Setiap pemegang izin usaha jasa penunjang tenaga listrik yang melanggar
ketentuan dikenai sanksi administratif oleh Menteri sesuai dengan
kewenangannya.
(2) Sanksi administratif yang dimaksud berupa:
a. Sanksi tertulis
b. Pembekuan kegiatan sementara
c. Pencabutan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik

SANKSI (2)
Sanksi Pidana
UU Nomor 30 Tahun 2009
Pasal 54
(1) Setiap orang yang mengoperasikan instalasi tenaga listrik tanpa sertifikat laik
operasi dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda
paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pasal 55
(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 sampai
dengan Pasal 54 dilakukan oleh badan usaha, pidana dikenakan terhadap
badan usaha dan/atau pengurusnya.
(2) Dalam hal pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan terhadap
badan usaha, pidana yang dikenakan berupa denda maksimal ditambah
sepertiganya.

www.djk.esdm.go.id