Anda di halaman 1dari 2

Koran

Remaja

Minggu, 26 Februari 2006 17:12:00

Pakai Kawat Gigi, Dong...

Kalau memang gigi kamu kurang terlihat rapi atau tidak teratur, nggak ada salahnya kamu mulai
melirik kawat gigi. Kata drg Jenni B Ultrisza, umumnya pemasangan kawat gigi atau yang biasa
disebut behel diperlukan untuk meratakan posisi gigi yang tidak betul, sehingga dapat menjadi
lebih baik.
Selain lantaran faktor posisi dan susunan gigi tadi, lanjut dia, kawat gigi pun diperlukan bagi anakanak yang punya kebiasaan buruk. Misalnya, suka menggigit bibir atau mengisap jari hingga
menyebabkan rahang atas lebih maju dari rahang bawah atau yang punya kebiasaan sehingga
bisa bikin maju rahang bawah. Kebiasaan seperti ini yang bisa berpengaruh pada posisi gigi.
''Nah, kawat gigi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut,'' kata
ibu dokter gigi kita ini.
Kalau masalah seputar gigi itu tidak diatasi, lanjut drg Yenniwati B, dikhawatirkan
persoalan merembet ke mana-mana. Misalnya nih, bisa pengaruh pada kesehatan gigi. Soalnya,
susunan gigi yang nggak teratur pasti deh bikin acara menyikat gigi lebih sulit. Kalau sudah
begitu, sisa makanan yang menempel lama-lama membuat gigi berlubang dan otomatis tingkat
kerusakannya semakin tinggi.
Bukan cuma urusan kesehatan lho, gigi berantakan juga bisa berpengaruh pada kondisi
psikologis. Kalau ini urusannya merembet ke kepercayaan diri. Nggak sedikit deh yang merasa
minder gara-gara punya gigi yang nggak oke. Nah, kalau gitu, tinggal pilih-pilih deh kawat gigi
yang pas. Sekarang ini kawat gigi tampil nggak kalah gaya. Nggak ada lagi tuh gaya jadul
dengan warna besi yang mengurung gigi dan terlihat ngeri banget.
Kata ibu dokter yang biasa disapa dokter Jenni, sekarang tersedia dua macam kawat gigi.
Pertama adalah yang terbuat dari bahan stainless. Ini yang banyak dipakai oleh kalangan remaja.
Kedua adalah yang berbahan composite (sewarna gigi) yang cenderung dipilih oleh mereka yang
berusia dewasa atau ibu-ibu. Untuk memasang kawat gigi juga tidak terlalu lama, paling-paling
setengah jam hingga satu jam. Biayanya sekitar Rp 7 juta.
Selesai? Belum, dong. Dokter yang merupakan alumni Universitas Trisakti ini bilang, ada
beberapa faktor yang menentukan hasil pemasangan kawat gigi. ''Bagi yang masih berusia
muda, biasanya lebih cepat prosesnya karena kepadatan tulang rahangnya belum terlalu rapat,''
ungkapnya. Faktor lainnya yang berpengaruh adalah berat ringannya kasus dan kerajinan si
pasien melakukan kontrol secara rutin. Jadi, untuk hasil maksimal, perlu dong penanganan
optimal. Iya, nggak sih?
Kiat Merawat
Yang penting ketika memasang kawat gigi adalah bagian perawatannya. Biar hasilnya asyik,
coba deh kiat merawat kawat gigi seperti dibilang drg Jenni.
* Jaga kebersihan gigi. Adanya breket dan kawat yang melintang serta menempel di permukaan
gigi tentu berpengaruh pada kebersihan gigi. Ketika makan, dikhawatirkan terdapat sisa makanan
yang menempel di sela gigi yang jika tidak segera dibersihkan, dapat membuat gigi berlubang.

* Rutin kontrol ke dokter.


Dengan rajin berkunjung ke dokter gigi, bisa diketahui jika ada posisi gigi yang sulit dijangkau,
sehingga dapat langsung dibersihkan. Rajin kontrol juga dibutuhkan terutama untuk memeriksa
kawat gigi, mengencangkan atau mengganti dengan yang baru. Idealnya, kontrol ke dokter gigi
dilakukan sebulan sekali. ''Kalau rajin kontrol, tentu bisa cepat selesai pasang kawat giginya, ada
yang empat bulan hingga tujuh bulan. Sebaliknya jika tidak rajin kontrol, ada yang sampai dua
tahun dan tiga tahun.''
* Perhatikan perawatan setelah kawat dicopot.
Selama lebih kurang enam bulan, masih perlu dipasang alat yang namanya plat retensi untuk
menahan gigi agar tetap pada tempatnya setelah dilakukan pembetulan. Alat ini terbuat dari
cetakan gigi yang sudah rata dan dipasangkan sebelum tidur.